Heartless

Heartless
Episode 120



🌻Gunakan hati dan logikamu seirama karena hidup ini bukan hanya tentang perasaan tapi akal sehatmu juga🌻


.


.


.


.


Sepulang dari rumah kakek Irwan suasana dalam mobil sangat mencekam. Entah kenapa sedari tadi Xavier hanya diam saja dan menatap tajam keluar jendela.


Chloe yang merasa suaminya sedikit aneh segera menekan tombol sekat untuk mereka dan sopir. Dia tidak ingin jika orang lain mendengar perihal rumah tangganya.


"Sayang" panggil Chloe dengan lembut.


"Heeemmm" deham Xavier dengan datar.


Sepertinya dia lagi badmood kenapa tingkah suami gue kayak anak kecil ya, batin Chloe tertawa.


Chloe segera bangun dan duduk di pangkuan suaminya karena ia tahu jika sang suami lebih suka dirinya lebih dulu bertanya. Xavier yang sedang menahan rasa cemburu membiarkan saja Chloe duduk di pangkuannya.


"Kenapa suamiku cemberut! Heemm?" tanya Chloe dengan lembut.


"Who is Kenan?" tanya balik Xavier dengan suara dingin.


"Jadi suamiku sedang cemburu ya" goda Chloe.


"*You know about me **baby***" ucap Xavier dengan tatapan tajam.


"Yeah i know about my hubby dia sangat arogan, egois, posesif, dan pencemburu! Hehehehe" ucap Chloe sambil terkekeh.


"Cih!!"


"Dengar ya sayang Kenan itu saudara sepupu aku waktu aku masih di keluarga Rosemary" ucap Chloe.


Chloe yang awalnya ingin menjelaskan tentang Kenan mendadak diam, ia teringat akan perlakuan keluarga Rosemary jika membahas tentang keluarga tersebut.


"Are you okay baby?" tanya Xavier dengan khawatir.


"Aku baik-baik saja sayang hanya mengingat masa lalu" jawab Chloe dengan suara dingin.


"Jangan diteruskan biar anak buahku yang mencari data tentang laki-laki itu" ucap Xavier dengan lembut.


"Biar aku jelaskan sayang tidak perlu menyuruh anak buahmu untuk hal sepele"


"Well itu bukan masalah untukku baby" ucap Xavier dengan angkuh.


Chloe hanya menggelengkan kepalanya melihat sifat arogan suaminya yang sudah keluar. Tak mau berlama-lama Chloe pun menjelaskan siapa Kenan dan keluarganya.


"Apa ada laki-laki lain yang mengenalmu sayang"


"Ada sayang teman sekolah aku waktu SD, SMP, dan SMA"


"Apa kenapa banyak sekali" ucap Xavier dengan suara tinggi.


"Sayang tenang dulu oke mereka itu teman sekelas aku tapi tidak ada yang spesial dan sekarang aku adalah milikmu seutuhnya jadi jangan berpikir yang bukan-bukan sayang"


"Aku akan menghancurkan siapa pun yang mendekatimu sayang baik itu temanmu aku tidak perduli karena kamu hanya untukku" ucap Xavier dengan suara tegas.


"Yes baby i'm yours" ucap Chloe dengan lembut.


Xavier tersenyum mendengar perkataan Chloe barusan. Entah kenapa dia sangat posesif kepada istrinya bahkan untuk berjabat tangan saja dia seakan tidak rela.


Chloe hanya mengiyakan saja perkataan sang suami karena dirinya tahu jika Xavier sangat posesif kepadanya. Bahkan suaminya ini sangat arogan dan tidak mau memperdulikan urusan orang lain.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Sampai di mansion keduanya keluar dan langsung di sambut oleh pak Max di depan pintu mansion.


"Pak Max" ucap Chloe dengan kaget.


"Selamat datang nyonya dan tuan" ucap pak Max sambil menunduk memberi hormat.


"Pak Max kapan datang?" tanya Chloe.


"Sayang ayo ke kamar aku sudah lelah" ucap Xavier dengan nada perintah.


Chloe seketika berlalu menuju kamar mereka di lantai dua, sampai di dalam dia masih penasaran kenapa pak Max ada disini bukannya pak Max kepala pelayan di mansion utama.


"Sayang kenapa pak Max ada di sini?" tanya Chloe sambil membuka jas suaminya.


"Aku yang suruh sayang" jawab Xavier singkat.


"Kenapa?" tanya Chloe bingung.


"Karena pelayan disini tidak mengerti tentang peraturan mansion baby" jawab Xavier sambil membuka celananya.


"Sayang apa yang kamu lakukan" ucap Chloe dengan muka merah padam.


"Buka semua pakaian aku sayang"


"Kenapa tidak di kamar mandi sih"


"Sama saja sayang kan kamu juga sudah melihatnya bahkan merasakannya" goda Xavier menaik turunkan alisnya.


Muka Chloe seketika merah padam mendengar ucapan Xavier yang sangat mesum. Entah kenapa tingkat kemesuman suaminya ini meningkat sejak mereka melakukan hubungan suami istri.


Xavier yang melihat Chloe berdiri sambil memikirkan sesuatu segera mengangkat tubuhnya menuju kamar mandi.


"Kita mandi bersama baby" ucap Xavier saat keduanya sudah berada di dalam kamar mandi.


Ritual mandi yang biasanya hanya 30 menit saja berubah menjadi 1 jam lebih malam ini. Kaki Chloe gemetar karena bukan hanya mandi saja tapi suaminya menyerang dirinya habis-habisan dalam kamar mandi.


Chloe mengeringkan tubuh dan rambutnya lalu memakai serum wajahnya sebelum tidur. Ia selalu memanjakan kulitnya dengan ramuan alami dan tradisional sehingga kulitnya tetap terawat dan kencang.


Xavier menunggu sang istri di atas tempat tidur sambil membaca beberapa email masuk di hpnya. Chloe naik ke ranjang dan langsung tertidur dalam pelukan sang suami.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Keesokan paginya Chloe bangun terlebih dahulu dan segera membersihkan wajahnya lalu turun ke dapur membuat sarapan.


"Selamat pagi nyonya" ucap pak Max.


"Pagi pak Max"


"Ada yang bisa saya bantu nyonya"


"Uhmm! Tidak pak Max aku hanya ingin membuat sarapan untuk suamiku saja" ucap Chloe dengan senyum manis.


Pak Max yang sudah mengetahui kebiasaan sang nyonya langsung menyuruh koki untuk membantu mempersiapkan bahan makanan bagi Chloe.


20 menit Chloe berkutat dengan bahan makanan. Ia segera menyuruh pelayan menyiapkan Sarapan di atas meja, Chloe kemudian berlalu menuju ke kamar mereka untuk melihat sang suami.


Dirinya kemudian bergegas mandi, setelah itu Chloe membangunkan Xavier untuk bangun dan menyiapkan pakaian kerja buat suaminya.


Xavier keluar dengan handuk di pinggangnya sambil membawa handuk kecil. Chloe segera menerima handuk itu dan mengeringkan rambut sang suami.


"Good morning my wife" ucap Xavier sambil mencium bi**r Chloe.


"Morning too my husband" ucap Chloe dengan senyum manis.


Selesai berpakaian keduanya langsung turun ke bawah untuk sarapan. Setelah sarapan Chloe dan Xavier segera menuju ke perusahaan Shine bersama dengan Albert.


~ Mansion Sean ~


Setelah melihat Sean sudah pergi Queen lalu segera ke kamarnya untuk pergi ke tempat Henki. Ia melihat sekarang sudah pukul 08:00 tepat.


Queen memacu mobilnya dengan pelan menuju ke tempat Henki. Sampai disana ia langsung masuk dan melihat Henki yang sudah menunggunya di ruang tamu.


"Ternyata hari ini kamu datang lebih awal baby" ucap Henki sambil tersenyum menggoda.


"Dasar laki-laki berengsek" ucap Queen dengan emosi.


"Meski berengsek tapi si berengsek ini mampu membuatmu mendesah nikmat di bawahnya" ucap Henki sambil tersenyum sinis.


"Kenapa loe lakuin ini sama gue apa salah gue!" bentak Queen.


"Salah loe karena udah masuk dan meracuni pikiran gue!" bentak Henki.


"Apa maksud loe?" tanya Queen dengan ketakutan.


"Gue cinta sama loe tapi kenapa loe ngak pernah lihat gue dan malah nikah sama laki-laki berengsek yang ngak cinta sama loe sama sekali" jawab Henki dengan suara tinggi.


"Itu bukan urusan loe karena sampai kapanpun gue tetap mencintai suami gue" ucap Queen tak kalah emosi.


"Kalau gitu sampai kapanpun loe tetap jadi ja***g gue" ucap Henki sambil memegang dagu Queen dengan kuat.


Henki mencium b***r Queen dengan kasar dan tidak memperdulikan Queen yang terus memukul dirinya. Henki membawa Queen masuk ke dalam kamar dan segera merobek paksa dress Queen.


Henki melakukan berkali-kali bersama Queen hingga waktu menjelang makan siang barulah mereka berhenti. Queen yang kewalahan langsung tertidur pulas di sebelah Henki dengan tubuh polos.


"Loe bakal selamanya jadi pemuas napsu gue meski gue ngak bisa dapat diri loe" ucap Henki tersenyum sinis.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Entah kenapa ia sangat kagum saat melihat sang suami dengan tegas memimpin meeting tersebut. Meski suasana dalam ruang meeting sangat mencekam karena permintaan Xavier yang sangat banyak tidak membuat Chloe bosan.


"Ini baru namanya perfect husband" gumam Chloe dengan pelan.


Semua peserta meeting hanya diam menerima perintah sang bos besar dengan patuh. Suara baritone dan tegas dari direktur utama membuat mereka tidak bisa berkutik sedikit pun.


Selesai meeting Chloe langsung mengikuti Xavier dari belakang menuju ke ruangannya. Sampai di dalam Chloe langsung menyiapkan makan siang buat suaminya yang sudah di pesan oleh Albert.


"Sayang bersiaplah malam ini kita akan kencan" ucap Xavier santai.


Uhukk........uhukkk.........


Seketika Chloe langsung batuk mendengar perkataan suaminya yang tidak perduli dimana ia berada. Chloe melihat Albert dan Thomas yang berada di dalam ruangan Xavier seketika menjadi malu.


Xavier yang tahu sang istri sedang malu tidak sama sekali memperdulikannya.


"Sayang kenapa kamu harus ngomongnya kencang sih" ucap Chloe dengan kesal.


"Memangnya kenapa sayang apa salah" ucap Xavier dengan suara dingin.


"Uhmm! Itu" ucap Chloe gugup.


"Tidak usah memperdulikan kedua jomblo itu sayang" ucap Xavier dengan santai.


Albert dan Thomas seketika melihat Xavier dengan tatapan sedih. Xavier menatap balik kedua orang kepercayaannya dengan santai.


"Kenapa memang kenyataannya kan" ucap Xavier tajam.


"Benar bos" ucap Albert dan Thomas dengan serentak.


Chloe hanya menggelengkan kepalanya melihat ketiga orang di depannya. Setelah makan siang Chloe yang merasa mengantuk segera berlalu menuju kamar khusus untuk Xavier.


Melihat sang istri yang masuk ke kamar khusus Xavier segera mengikutinya.


"Apa kamu ngantuk baby"


"Iya sayang"


"Ya sudah tidurlah nanti aku bangunkan jika sudah waktunya pulang" ucap Xavier dengan lembut.


Chloe seketika tertidur lelap saat merasakan lembutnya ranjang king size Xavier. Xavier mengelus puncak kepala Chloe hingga sang istri terlelap kemudian dirinya mencium kening Chloe.


"Albert hubungi Kevin untuk ke mansion" ucap Xavier.


"Memangnya kenapa bos?" tanya Albert bingung.


"Suruh dia untuk membantu pak Max di mansion"


"Hahaha! Ide bagus bos" ucap Thomas dengan senang.


Xavier memerintahkan Kevin agar kembali ke mansion karena laporan anak buahnya tentang kelakuan Kevin yang selama di Indonesia hanya bermain dengan wanita saja.


"Enak saja dia leha-leha sedangkan aku sibuk selama di Indonesia" gumam Xavier dengan pelan.


Meski dia terkenal kejam dan dingin tapi Xavier sangat menyayangi ketiga orang kepercayaannya yang sudah ia anggap seperti adiknya sendiri.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


~ California, Los Angeles ~


Di mansion milik nenek Xavier saat ini ketiga orang dewasa sedang duduk di ruang keluarga sambil berbicara hal penting.


"Jadi bagaimana mommy apa sudah saatnya kita bergerak" ucap Reynald.


"Ya sudah waktunya kita menghancurkan anak sialan itu" ucap nenek Esma dengan wajah emosi.


"Aku sudah tidak sabar melihat kehancuran berengsek itu mom" ucap Reynald dengan emosi.


"Tapi bagaimana gadis sewaan kita apa bisa melakukan pekerjaannya mommy" ucap Rita.


"Jangan kuatir kali ini mommy yakin akan berhasil" ucap nenek Esma sambil tersenyum sinis.


"Aku jadi penasaran mom memangnya siapa gadis itu" ucap Reynald.


"Nanti juga kamu tahu" ucap nenek Esma dengan tatapan tajam.


"Iya mommy"


"Mom apa rencana kita untuk menjodohkan Cika tetap jadi?" tanya Rita.


"Apa maksud kamu Rita?" tanya Reynald dengan suara tinggi.


"Kata mommy Cika akan di jodohkan dengan pengusaha kaya asal Italia" ucap Rita dengan santai.


"Mom apa itu benar kenapa aku tidak tahu aku kan daddynya mom" ucap Reynald dengan suara tinggi.


"Diam!" bentak nenek Esma dengan suara tinggi.


Seketika keduanya diam tidak ada yang berbicara dan mengeluarkan sepatah kata pun. Jika nenek Esma sudah bicara dengan nada tinggi itu artinya dirinya sudah sangat emosi.


"Kamu memang daddynya tapi aku neneknya yang berhak menentukan tentang pernikahannya lagian pilihanku sangat cocok untuk anakmu" ucap nenek Esma.


"Tapi mom"


"Kamu harus bersyukur karena kali ini laki-laki itu sendiri yang melamar anakmu dan asal kamu tahu dia adalah ketua mafia di Italia yang sangat terkenal bahkan kekayaannya sangat melimpah"


"Yang benar mommy" ucap Reynald kaget.


"Heeemmmm"


"Aku setuju dengan pilihan mommy karena mommy yang tahu mana yang paling terbaik untuk anak-anakku"


"Ya dengan begitu kita bisa memakai kekuatan anak mantumu untuk menghancurkan anak sialan itu dan mengambil semua harta kekayaan Wesly" ucap nenek Esma sambil tersenyum iblis.


Sintya yang mendengar percakapan nenek, paman dan mommynya seketika merasa sedih. Dirinya yang intervort dan hanya meluangkan waktunya dengan buku menjadi kasian kepada kakak tirinya.


Sintya adalah satu-satu orang yang tidak suka dengan perbuatan keluarganya selama ini. Ia menganggap jika keluarga itu harus saling melindungi bukan saling membunuh.


"Semoga ka Xavier baik-baik saja" gumam Sintya dengan pelan.


Hari berlalu dengan cepat dan tanpa terasa hari ini adalah pengumuman hasil tender dari perusahaan Shine.


Sean sangat senang karena lagi-lagi dia berhasil memenangkan tender tersebut meski dia harus bekerja sama dengan perusahaan Hartono tapi itu tidak masalah untuknya.


~ RM Company ~


Adam membanting semua benda yang berada di atas meja kerjanya karena lagi-lagi dirinya gagal mendapat tender kerja sama yang bernilai miliaran.


"Arrghhh! Sial kenapa harus perusahaan bocah itu lagi dan perusahaan kecil seperti si sialan Hartono" ucap Adam dengan emosi.


Laura dan Steven yang baru masuk ke dalam ruangan suaminya seketika kaget melihat kekacauan di dalam ruangan suaminya.


"Sayang kamu kenapa?" tanya Laura dengan lembut.


"Lagi-lagi kita gagal" teriak Adam.


"Memang kenapa sayang ada apa sebenarnya" ucap Laura dengan bingung.


"Tender perusahaan Shine dimenangkan oleh perusahaan Sean dan Hartono" ucap Adam dengan marah.


"Apa" keduanya seketika kaget karena tidak menyangka mereka kalah dalam tender kali ini.


"Bukannya perusahaan Hartono itu perusahaan kecil ya daddy" ucap Steven.


"Ya dan entah kenapa mereka yang terpilih" ucap Adam dengan emosi.


"Tapi memang proposal mereka bagus daddy dan bahkan bahan yang mereka tawarkan lebih bagus dari yang kita tawarkan" ucap Steven mengingat proposal dari perusahaan Hartono.


"Kita memang kalah saat ini sayang tapi tidak apa-apa karena aku berhasil mendapatkan tender pembangunan taman wisata cagar alam di Bandung" ucap Laura.


"Yang benar sayang" ucap Adam kembali semangat.


"Ya dan ini berkas kerja sama pemerintah Bandung dan perusahaan kita" ucap Laura sambil menyodorkan file kerja sama.


"Mommy memang yang terbaik" ucap Steven memuji Laura.


"Siapa dulu mommy gituloh" ucap Laura dengan sombong.


Ketiganya seketika tertawa senang karena berhasil mendapat tender besar meski tidak sama seperti tender dari perusahaan Shine.


Tanpa ketiganya sadari ternyata usaha mereka gagal dalam tender tersebut karena campur tangan Xavier. Dia sudah mulai menjalankan balas dendam sang istri.


...❄❄❄❄❄...


To be continue..................


Jangan lupa vote, like, dan komen yang sebanyak-banyak ya guys😘❀