
π»Keajaiban itu nyata bagi orang yang percaya dan mempunyai keyakinan tinggiπ»
.
.
.
.
Laura dan lainnya kaget mendengar teriakan Sarah Liem yang mereka tahu adalah istri dari direktur Shine Company yaitu Rangga Liem. Queen melihat sang mommy yang gemetaran seperti ada yang disembunyikan.
"Laura" teriak Sarah dengan muka merah padam menandakan dirinya sedang emosi.
"Mommy kenapa nyonya Liem datang ke mansion" ucap Queen dengan bingung.
"Apa kamu tidak ada sopan santun nyonya datang teriak-teriak di mansion anak saya!" bentak Lidia.
"Saya akan punya sopan santun jika orang yang saya datangi tidak berkhianat dan menepati janjinya" ucap Sarah dengan suara tinggi.
"Apa maksud anda nyonya Liem dan siapa yang sudah berkhianat?" tanya Steven dengan penasaran.
"Ckk! Kenapa kalian melihat aku seperti seorang penjahat disini tanyakan saja pada ibumu itu" jawab Sarah dengan wajah kesal.
"Mommy apa maksud nyonya Liem" ucap Queen sambil menatap sang mommy meminta penjelasan.
"Itu mommy ngak" ucap Laura dengan suara gugup dan tidak bisa berkata lagi.
"Ibumu sudah meminjam uang dan perhiasan saya dan sampai sekarang belum mengembalikannya" ucap Sarah dengan suara lantang.
"Mommy sebenarnya apa yang terjadi" ucap Steven dengan suara tinggi.
"Sayang maafin mommy sebenarnya mommy meminjam uang dan perhiasan nyonya Sarah untuk di pamer di arisan waktu itu tapi uang dan perhiasannya sudah mommy pakai dan jual" ucap Laura sambil menunduk takut.
"Apa" ucap semuanya dengan kaget.
Lidia dan mamanya Laura tidak menyangka jika Laura akan melakukan hal seperti itu hanya untuk pamer. Steven seketika lemas tak berdaya saat mendengar ucapan sang mommy.
"Berapa uang yang dipinjam menantu saya nyonya Liem" ucap Alan dengan tatapan tajam.
"Harga perhiasan saya 2,5 miliar dan uang yang dipinjam Laura sebesar 1 miliar jadi totalnya 3,5 miliar beserta bunganya jadi semuanya 5 miliar" ucap Sarah.
"Apa" ucap Queen dan Tasya dengan kaget.
Semuanya yang di dalam sana seketika melihat Laura meminta penjelasan mengenai ucapan Sarah barusan. Laura melihat mereka semua dan mengangguk kepala sebagai jawaban.
"Mommy mikir ngak sih itu bukan uang yang sedikit mom" ucap Steven dengan emosi.
"Maafkan mommy sayang.........hiks hiks hiks" ucap Laura sambil menangis.
Sarah yang melihat Laura menangis tidak perduli, meskipun ini memang rencana sang suami dan bos besarnya toh uang yang dipakai oleh Laura adalah milik bos besar suaminya.
"Jadi Laura apa bisa kamu kembalikan uang saya sekarang" ucap Sarah dengan emosi.
Laura seketika menatap Sarah untuk meminta pengertian karena saat ini bukan saat yang tepat. Melihat tatapan Laura ia seakan tidak perduli dan tetap memintanya, Queen yang tak tega melihat sang mommy seperti itu segera mengecek uang tabungan pribadinya.
Hanya ada 2 miliar dan masih kurang, batin Queen.
"Mommy berapa tabungan mommy" ucap Queen.
"Tabungan mommy semuanya sudah di pakai daddy kamu untuk menutup kerugian perusahaan waktu itu" ucap Laura dengan lemah.
Mendengar hal tersebut Queen segera menatap sang kakak untuk membantu masalah mommy mereka saat ini. Steven melihat Queen dan menggelengkan kepalanya sambil menunjuk berkas pajak perusahaan yang harus mereka bayar besok.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
"Nyonya Liem apa bisa memberi kami sedikit waktu" ucap Queen dengan tatapan memohon.
"Saat ibumu meminjam aku tidak memberinya waktu tapi saat itu juga, jadi aku tidak perduli bagaimana pun harus dibayar sekarang karena sudah lewat tanggal perjanjian pelunasan" ucap Sarah dengan suara tinggi.
Queen melihat semua keluarganya untuk meminta tolong tapi semuanya hanya menunduk. Ia ingin menelpon sang suami untuk meminta bantuan tapi ia yakin Sean tidak akan membantunya.
"Kamu minta bantuan pada suami dan mertuamu princess" ucap Lidia.
"Tapi apa mereka akan membantu nek" ucap Queen dengan tidak yakin.
"Mereka itu kan keluargamu juga Queen" ucap Aldo.
"Iya om" ucap Queen.
Ia segera mengambil hp dan menghubungi Sean. Queen berjalan ke arah samping untuk berbicara dengan Sean, pada dering ke empat barulah Sean menjawab panggilannya.
"Kenapa" ucap Sean dengan suara dingin dari seberang.
Queen seketika menjadi gugup saat mendengar suara Sean yang sangat dingin dan ketus. Seakan ia tidak suka menerima panggilan dari Queen.
^^^"Mas"^^^
"Cepat katakan gue banyak kerjaan" bentak Sean.
^^^"Apa aku bisa minta bantuanmu mas"^^^
"Apa"
^^^"Bisa ngak kamu bantuin mommy untuk membayar hutang mommy saat ini"^^^
"Cih! Merepotkan saja" decih Sean dengan nada kesal.
Queen menutup mata mendengar perkataan Sean yang seakan merendahkan sang mommy.
Tahan Queen loe jangan sampai emosi dan bikin mas Sean ngak bantu loe, batin Queen.
"Gue malas bantu keluarga pengkhianat" ucap Sean dengan ketus.
^^^"Tapi ini mertua kamu mas" ucap Queen dengan suara tinggi tak bisa menahan lagi emosinya.^^^
"Emang urusan gue, ngak ada hubungannya sama gue jadi urus aja masalah keluarga loe sendiri" bentak Sean dengan suara tinggi.
^^^"Mas aku mohon demi Ares"^^^
"Jangan bawa nama anak gue sama keluarga loe itu, apa loe pernah sedikit aja ngasih perhatian sama anak loe hah"
^^^"Tapi mas itu semua karena kamu ngak pernah buka hati kamu buat aku"^^^
"Loe kan tahu ampe kapanpun hati gue ngak akan pernah buat perempuan sialan kayak loe!" bentak Sean dengan suara tinggi.
Sean langsung mematikan panggilannya sepihak. Queen yang masih ingin berbicara berteriak kesal karena perkataan Sean barusan.
Tasya segera menemui Queen saat mendengar teriakan sepupunya itu. Sampai disana ia melihat wajah Queen yang merah padam karena emosi.
"Kakak ngak kenapa-napa kan" ucap Tasya dengan khawatir.
"Hemmmm"
Queen lalu masuk kembali ke ruang keluarga menemui semua keluarga. Sampai disana semua mata menatap dirinya meminta penjelasan, Queen hanya menggelengkan kepala sebagai jawaban kalau Sean tidak mau membantu.
"Berengsek" ucap Alan dengan emosi.
Melihat keadaan saat ini Steven lalu mengeluarkan pendapatnya. Semua yang mendengar perkataan Steven menatapnya tajam menolak ide itu.
"Itu tidak bisa Steven" ucap Alan dengan suara tinggi.
"Hanya itu satu-satu cara kek" ucap Steven memberi penjelasan.
"Tapi tidak dengan memberikan saham milik Queen sebagai pelunas hutang mommy kamu nak" ucap Lidia.
"Ngak ada cara lain lagi nek untuk dapat uang dengan jumlah sebanyak itu saat ini" ucap Steven dengan wajah stres.
"Baiklah aku setuju sama usulan kakak" ucap Queen dengan suara tegas.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
Mendengar perkataan semua keluarga Rosemary membuat Sarah tersenyum penuh arti.
Sepertinya aku tidak harus memberi pendapat toh mereka sudah memilih apa yang aku mau sesuai rencana, batin Sarah.
Alan segera memanggil pengacara mereka untuk membawa berkas pelepasan saham milik cucunya. Saat pengacara keluarga Rosemary tiba mereka lalu melakukan penandatanganan berkas pengalihan saham.
"Terima kasih Laura dan dengan ini hutang kamu sudah lunas" ucap Sarah sambil tersenyum puas.
"Jangan pernah menganggu keluarga aku lagi" ucap Laura dengan tatapan tajam.
"Tenang saja hubungan kita cukup sampai disini saja. Selamat siang" ucap Sarah dengan senyuman sinis.
Saat Sarah sudah keluar dari mansion mama Laura seketika berdiri dan berjalan menghampiri anaknya.
Plak.............plak...........
Bunyi 2 tamparan mengema di ruang keluarga mengagetkan semuanya.
"Mama" ucap Laura dengan kaget tak menyangka mamanya akan menampar dirinya.
"Kamu memang anak tidak tahu di untung sudah berkali-kali mama bilang tinggalkan dunia sosialitamu itu, dan lihat ini yang terjadi kamu sudah membuat keluargamu sendiri menderita karena ulah kamu Laura!" bentak sang mama dengan suara tinggi.
"Ma sudah tenangkan diri kamu ingat kesehatan jantungmu" ucap papa Laura sambil menuntun sang istri kembali duduk.
"Mommy........hiks hiks" ucap Queen dengan berderai air mata.
"Maafin mommy nak.......hiks hiks.......maafin mommy..........hiks hiks" ucap Laura sambil menangis histeris.
Steven dan Queen yang memang kecewa dengan sang mommy tidak bisa berbuat apa-apa, mereka segera memeluk sang mommy biar bagaimana pun Laura adalah mommy mereka.
"Maafin mommy...........hiks hiks" ucap Laura dengan berderai air mata.
"Iya mom aku udah maafin mommy" ucap Steven.
Adam yang terbaring di dalam kamar karena masih belum pulih ikut menangis juga. Ia sangat menyesal sudah membuat begitu banyak masalah untuk keluarganya.
Setelah masalah Laura selesai semuanya lalu membahas tentang masalah perusahaan saat ini. Steven dan sang kakek juga omnya segera mengumpulkan harta mereka semua untuk membayar pajak perusahaan dan rumah sakit.
"Masih kurang daddy" ucap Aldo.
"Jual semua vila kita dan perkebunan teh milik kita" ucap Alan.
"Tapi daddy itu semua harta warisan nenek moyang kita" ucap Aldo tidak setuju.
"Tidak ada cara lain lagi Aldo"
"Baiklah daddy" ucap Aldo dengan pasrah.
Mereka lalu memuat iklan tentang penjualan vila dan perkebunan teh milik mereka. Selang 2 jam semua aset mereka sudah berhasil di jual dan membantu kekurangan pajak perusahaan dan rumah sakit.
Hari berlalu dengan cepat hari ini Alan, Aldo, Steven, dan Dion pergi ke kantor pajak. Setelah membayar denda keterlambatan pajak perusahaan dan rumah sakit selama 10 tahun mereka lalu kembali ke perusahaan.
Baru saja sampai di perusahaan para wartawan segera mengerumuni mereka untuk mendapatkan informasi. Semua pertanyaan wartawan hanya dianggap angin lalu oleh mereka semua.
"Selamat datang tuan Rosemary" ucap Kenzo sinis saat melihat Alan dan lainnya masuk ke dalam ruangannya.
"Cih! Dasar berengsek" ucap Steven dengan emosi.
Mendengar perkataan Steven bukannya marah malah Kenzo tersenyum sinis menanggapi ucapan Steven.
Tunggu sedikit lagi karena hari ini nama keluarga Rosemary akan hilang selamanya, batin Kenzo.
Baru saja mereka duduk di sofa tiba-tiba hp Dion berbunyi dengan kencang. Dion meminta ijin permisi untuk mengangkat panggilannya itu di luar.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
"Jadi manajer Steven apa anda tidak bekerja hari ini" ucap Kenzo dengan tatapan tajam.
"Suka-suka aku dong ini perusahaan keluarga aku" ucap Steven dengan sombong.
Kenzo lalu tersenyum dan segera menekan interkom sekertarisnya. Meminta sang sekertaris untuk masuk ke ruangannya.
"Ada yang bisa saya bantu tuan" ucap Tika sekertaris lama dari Adam sampai sekarang.
"Kamu buat surat pemecatan untuk manajer kita tanpa pesangon" ucap Kenzo dengan tatapan tajam dan suara dingin.
"Baik tuan" ucap Tika sambil berlalu pergi.
"Apa maksud kamu *******!" (bajingan) bentak Steven dengan suara tinggi.
"Kamu dengar sendiri maksud aku tuan muda Rosemary lagian sekarang aku direkturnya suka-suka aku dong" ucap Kenzo dengan sinis.
"Kamu tidak bisa memecat aku karena aku salah satu pemegang saham disini" ucap Steven dengan lantang.
"Ckk!! 5% saja dan itu bukan saham yang banyak tuan muda Rosemary bahkan saham milik bosku lebih banyak dari kamu" cibir Kenzo.
"Kamu" ucapan Steven seketika terpotong saat pintu dibuka dengan kasar.
"Tuan" ucap Dion dengan napas satu-satu dan wajah tidak gugup.
"Ada apa Dion" ucap Alan dengan penasaran.
"Maaf tuan besar tapi semua pemegang saham sudah menarik saham mereka semuanya dari RM Group" ucap Dion.
"Apa" ucap ketiganya dengan serentak.
Alan seketika jatuh di sofa sambil memegang dadanya yang terasa sangat sakit. Ia seketika jantungan mendengar kabar tersebut.
"Kakek" teriak Steven.
"Daddy apa yang terjadi" teriak Aldo.
Mereka lalu mengangkat tubuh Alan keluar untuk ke rumah sakit. Kenzo melihat kepergian ke empatnya dengan senyuman sinis.
~ Mansion Xavier ~
Sepulang Chloe dari rumah sakit kemarin ia digempur habis-habisan oleh sang suami semalam. Pagi ini ia bangun dengan tubuh serasa remuk redam, ia lalu melihat sudah pukul 10:00 pagi.
Chloe lalu bangun dan membersihkan tubuhnya, selesai membersihkan diri dan merias wajahnya dengan make up tipis Chloe lalu turun ke bawah untuk sarapan.
"Pak Max dimana Xavier?" tanya Chloe saat tiba di lantai bawah.
"Tuan sedang berada di ruang kerja bersama tuan Albert dan lainnya nyonya" ucap pak Max.
"Heemmm! Pak Max tolong siapkan makanan untuk ku" ucap Chloe.
"Baik nyonya" ucap pak Max.
Saat berjalan menuju ke meja makan seketika Chloe menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Ia segera berlari menuju ke toilet memuntahkan isi perutnya yang seperti diaduk.
Pak Max segera berjalan menuju ke sang nyonya untuk melihat keadaan Chloe. Sampai di toilet samping dapur Chloe keluar dengan wajah sedikit pucat.
"Nyonya tidak apa-apa" ucap Pak Max dengan khawatir.
"Aku tidak apa-apa pak Max tolong jangan beritahu Xavier"
"Tapi nyonya"
"Ikuti saja ucapanku pak Max aku tidak mau ada para pelayan mendapat hukuman karena aku" ucap Chloe dengan tatapan tajam.
"Baik nyonya" ucap pak Max mengalah.
Chloe lalu berlalu menuju meja makan sambil menutup hidungnya. Entah kenapa saat mencium bau parfum dari tubuh orang lain yang sama dengan miliknya perutnya selalu bergejolak.
Pak Max lalu menyiapkan makanan buat Chloe diatas aja. Chloe lalu menyuruh para pelayan dan pak Max meninggalkan dirinya sendiri di meja makan.
Chloe membuka mulutnya saat tidak ada lagi pelayan disana, ia lalu mengambil pasta dan sandwich untuk dimakan. Entah kenapa nafsu makannya bertambah semenjak kehamilannya yang pertama.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
Di dalam ruang kerja Xavier tiba-tiba hp Albert bunyi tanda panggilan masuk dari Kenzo. Xavier lalu menyuruhnya untuk mengangkat panggilan tersebut.
"Halo brother"
^^^"Katakan"^^^
"Semua pemegang saham sudah menarik saham mereka dan akan menaruh kembali saat keluarga Rosemary sudah bangkrut brother"
^^^"Bagus buat semuanya tidak mau bekerja sama lagi dengan keluarga Rosemary"^^^
"Baik brother dan saham nyonya ada bertambah 5% brother"
^^^"Apa maksudmu"^^^
"Tadi nyonya Liem mendapatkan saham milik putri mereka karena tidak bisa membayar hutang yang dipinjam nyonya Rosemary brother jadi mereka memberikan saham 5% milik putrinya sebagai pelunas hutang itu"
^^^"Dasar keluarga bodoh" ucap Albert sambil terkekeh.^^^
"Oh satu lagi brother tuan besar Rosemary baru saja masuk rumah sakit karena serangan jantung saat di perusahaan barusan brother" ucap Kenzo sambil terkekeh.
^^^"Itu karma buat dia yang matrealistis akan jabatan" ucap Albert.^^^
"Iya brother"
^^^"Kamu buat perusahaan RM Group seperti berada di kehancuran dan usahakan ambil alih perusahaan itu saat keluarga Rosemary sudah bangkrut" ucap Albert dengan suara dingin.^^^
"Baik brother"
Albert lalu mematikan panggilannya sepihak. Xavier yang mendengar pembicaraan mereka tersenyum sinis.
Itu akibatnya karena sudah menganggu istriku, batin Xavier.
Setelah para pemegang saham menarik saham mereka semua, perusahaan RM Group seketika berada di ujung tanduk. Laura dan lainnya yang sedang berada di mansion dikagetkan dengan kehadiran pihak bank.
"Selamat siang nyonya" ucap salah satu petugas bank.
"Iya selamat siang pak ada yang bisa dibantu" ucap Laura.
"Maaf nyonya kami dari pihak bank ingin menyita mansion ini beserta semua kendaraan yang ada disini" ucap petugas bank sambil menyerahkan surat penyitaan.
"Apa maksud kalian" ucap Laura dengan emosi.
"Tuan Adam telah mengadaikan mansion ini ke pihak bank kami sebagai jaminan peminjaman nyonya"
"Apa" ucap Laura dengan kaget.
Seketika ia pingsan dan beruntung ada Queen yang berjalan dengan cepat menahan tubuh sang mommy. Laura lalu dibawa ke ruang tamu dan ditidurkan di sofa.
Queen yang melihat ada beberapa orang berjas seketika bingung. Ia lalu kaget saat diberi tahu oleh pihak bank agar segera mengosongkan mansion ini sampai sore nanti karena sudah disita.
Queen menangis tidak menyangka jika kehancuran keluarganya akan secepat ini. Saat Steven dan Aldo pulang untuk mengabari kondisi perusahaan dan sang kakek mereka malah dikejutkan dengan berita dari Queen.
Hari itu semua harta benda mereka diraup habis tidak tersisa sedikit pun. Tepat pukul 15:00 sore Queen dan lainnya keluar dari mansion bersama dengan para pelayan dan satpam meninggalkan mansion Adam.
Harta benda mereka habis tidak ada yang tertinggal satu pun, bahkan perusahaan mereka saat ini sudah gulung tikar dan saham mereka sudah tidak ada lagi.
"Arghhhh! Sial" teriak Steven di depan mansion keluarganya dulu.
Laura terus menangis memeluk Lidia tidak menyangka mereka akan kehilangan harta mereka semuanya. Adam sendiri sudah di bawa ke mansion milik Alan karena mulai sekarang mereka akan tinggal disana.
Xavier yang melihat berita kebangkrutan keluarga Rosemary seketika tersenyum penuh arti.
"Selamat menikmati hidup baru kalian" ucap Xavier dengan senyuman iblis.
...βββββ...
To be continue.................
Jangan lupa vote, like, dan komen yang sebanyak-banyaknya ya guysπβ€