Heartless

Heartless
Episode 28



Teriakan para penonton yang kebanyakan kaum hawa menyambut kedatangan Sean dan timnya di lapangan.


Tribun basket dipenuhi dengan para siswa-siswi dari kedua sekolah bahkan para guru juga ikut menonton menyemangati perwakilan sekolah masing-masing.


"Ka semangat buat lombanya ya" ucap Chloe pada saat Sean sedang memakai baju basketnya.


"Makasih sayang" ucap Sean sambil memeluk Chloe dan mencium pipinya.


Tidak jauh dari tempat mereka Sila yang sudah sangat dendam memandang Chloe dengan tatapan penuh emosi.


Karena emosi Sila melampiaskan kekesalannya pada anak kelas X yang berada di depannya. Anak-anak itu memilih menjauh dari Sila karena takut.


"Kepada kedua tim dipersilahkan masuk ke dalam lapangan untuk melakukan sparing sebelum perlombaan dimulai" ucap wasit memberi pengarahan.


Sean dan timnya yang terdiri dari Resa, Dito, Rasya, Radit, dan Angga melakukan sparing di lapangan bagian kiri. Sedangkan tim basket dari SMA Negeri 50 Jakarta Barat di lapangan bagian kanan.


"Loh itu bukannya anak yang tadi di gedung lomba nyanyi ya" gumam Chloe melihat Arif di tim basket SMA Negeri 50 Jakarta Barat.


Namanya kalau ngak salah Acil deh, batin Chloe.


Pluit berbunyi tanda sparing sudah selesai. Sean bergegas berkumpul dengan coach dan rekan tim lainnya untuk membahas strategi mereka.


"Oke anak-anak jadi kali ini penentuan buat kita apakah kita akan menang atau kalah. Bapak pesan bermainlah dengan jiwa seorang pemain di lapangan jangan dengan emosi"


"Baik coach" ucap mereka semua serentak.


"SMA INTERNASIONAL CEMPAKA PUTIH YES" ucap mereka dengan suara teriakan yang sangat kencang.


Kedua tim sudah mengambil posisi di dalam lapangan. Sean dan Arif berdiri menghadap wasit yang akan mengambil bola dari lemparan wasit.


Pret..........pret.........pret........


Bunyi pluit tanda pertandingan dimulai. Sean mendapat bola pertama ia pun mengoper ke arah Resa dan diterima dengan baik lalu dilempar kembali ke Sean dan Sean melakukan three poin ke dalam ring. Skor pertama untuk tim Sean.


Pertandingan berlangsung dengan sengit, kedua tim benar-benar mengeluarkan semua kemampuan mereka. Babak pertama selesai dan hasil seimbang 50:50.


Chloe memberikan handuk dan air minum kepada Sean dan di terima Sean dengan senyum manis. Waktu istirahat diisi dengan pengarahan dan penyemangat dari coach.


Babak kedua akhirnya dimulai permainan dari tim SMA N 50 yang sangatlah kasar. Pada saat Sean mengiring bola tiba-tiba ia di tabrak dengan sengaja oleh kapten tim lawan mereka yaitu Arif.


Wasit hanya memberi kartu peringatan kepada Arif. Arif melihat Sean dengan senyum sinis tapi Sean membalasnya dengan senyum sinis juga.


Hehehe mau main-main ya sama gue, batin Sean tersenyum iblis.


Permainan kembali dilanjutkan Sean dan timnya benar-benar mengeluarkan tenaga mereka semaksimal. Tinggal 2 menit permainan akan berakhir dan inilah penentuan siapa yang akan menang.


Sean memberikan bola ke Rasya dan di giringnya sampai depan tapi dihadang oleh Arif. Rasya melakukan penipuan pemain dan bola dilemparkan ke Sean.


Sean menerimanya dan langsung memasukkan bola ke ring bersamaan bunyi pluit ditiup. Skor hasil akhir 80:83 kemenangan menjadi milik tuan rumah.


Suara sorakan terdengar dengan kencang di dalam lapangan basket mereka semua bergembira karena tim mereka menang.


Chloe yang sangat gembira karena kemenangan sekolahnya berdiri dan spontan memeluk seorang siswi adik kelasnya. Mereka tidak memperdulikan keadaan karena terlalu gembira.


Chloe yang sadar memeluk adik kelasnya meminta maaf dengan tulus. Chloe berlari dan memeluk teman sekelasnya dan mereka seperti anak kecil yang mendapat permen.


Suasana saat ini sangatlah ramai karena kemenangan tuan rumah. Tim lawan pun hanya bersedih dan menerima kekalahan mereka dengan lapang dada.


Chloe mencari keberadaan Sean dan ia menemukan keberadaan pacarnya yang sedang bersama rekan timnya. Chloe pun berlari menuju Sean dan langsung melompat ke tubuh Sean sambil memeluknya dengan erat.


Sean yang terkejut dengan tindakan Chloe hanya membalas pelukan pacarnya dengan erat. Beruntung Sean bisa menjaga keseimbangannya jika tidak mereka berdua akan jatuh.


"Ka selamat ya buat kemenangannya"


"Tumben meluk"


"Ah! Maaf ka" ucap Chloe merasa malu dan berniat turun dari gendongan Sean tapi Sean memeluknya dengan erat.


"Bentar aja sayang"


"Tapi Chloe berat ka"


"Ngak kok sayang"


Akhirnya Sean melepaskan pelukan Chloe dan menurunkannya dari gendongan Sean. Sean terus mengandeng tangan Chloe sambil bercerita dengan teman-temannya.


"Selamat ya kakak-kakak semua" ucap Chloe dengan senyum.


"Terima kasih Chloe"


"Anak-anak bapak bangga sama kalian" ucap pak Adam sambil menangis bahagia.


"Ini semua dukungan dari coach juga makanya kita bisa menjadi juara 1 yeay" ucap Resa memberi pelukan ke coach mereka diikuti mereka semua setim.


Mata Sean bertatapan dengan mata Arif keduanya sama-sama menatap dengan permusuhan, Chloe yang melihat Sean memandang ke arah lain mengikuti arah pandang Sean.


"Itu kan anak yang tadi di aula" ucap Chloe sambil menunjuk Arif, yang ditunjuk pun semakin menatap tajam ke arah mereka berdua.


"Loe kenal sama dia" ucap Sean sambil melihat Chloe dengan tatapan tajam.


"Ntar Chloe cerita ka"


"Heemm"


Sean yang ingin penjelasan dari Chloe menahannya karena ia sedang merayakan kemenangan timnya dan tidak mau memikirkan hal lain.


"Jadi ntar kita party ya guys" ucap Resa dengan semangat.


"Yoilah dan buat kapten tim harus hadir titik" ucap Rey dengan penekanan.


Mereka semua mengambil tas dan peralatan masing-masing menuju tempat istirahat sekalian membersihkan tubuh di WC khusus anak basket.


"Sayang entar ikut yuk sama anak-anak"


"Chloe ngak bisa ka soalnya belum ijin sama mommy dan pasti ngak bakal dikasih ka"


"Heeemmm" ucap Sean dengan lesu.


"Ka Sean bisa hubungi Chloe kalau lagi kangen kan besok bisa ketemu di sekolah" ucap Chloe dengan lembut memberikan penjelasan ke pacarnya.


"Ok deh" ucap Sean memeluk Chloe dan mencium keningnya.


"Ya udah sana ka nyusul mereka Chloe pamit pulang ya"


"Pulang sama siapa sayang"


"Chloe di jemput pak Ujang ka"


"Hati-hati ya jangan lupa ngabarin kalau udah nyampe"


"Iya ka bye"


Melihat Chloe sudah pergi Sean menyusul teman-temannya untuk membersihkan diri.


~ Mansion Rosemary ~


Sesampainya Chloe di mansion ia disambut oleh bi Rani.


"Selamat datang non"


"Iya bi"


Chloe berlalu dan pergi ke kamarnya untuk membersihkan diri. Selesai membersihkan diri Chloe mengambil pakaian dan memakainya. Chloe mengambil hp dan membukanya.


"Ternyata belum ada balasan dari ka Sean" ucap Chloe sambil melihat pesan yang dikirimnya pas tiba di mansion.


Mending gue hubungi om Arka aja, batin Chloe sambil menelpon Arka untuk meminta lokasi perguruan.


"Halo"


^^^"Halo malam om, ini dengan Chloe"^^^


"Oh nak Chloe om kirain siapa"


^^^"Hehehe.....kirain artis ya om"^^^


"Bisa saja kamu, ada apa nak Chloe nelpon"


^^^"Gini om Chloe mau tanya lokasi tempat perguruan om"^^^


"Nanti om kirim ya, mulai minggu depan Chloe udah bisa berlatih"


^^^"Wah terima kasih banyak ya om"^^^


"Iya sama-sama nak Chloe"


^^^"Kalau begitu Chloe matiin ya om semoga cepat sembuh om"^^^


"Iya nak Chloe"


Panggilan pun dimatikan, Chloe pun bergegas keluar dari kamarnya untuk makan malam dengan keluarganya.


Di tempat lain saat ini Sean sudah bersama teman-temannya sampai di depan pintu masuk salah satu club paling terkenal di Jakarta. Meskipun masih dibawah umur tapi Sean dan teman-temannya bisa masuk karena club ini milik papa Sean.


Ternyata bukan hanya mereka anggota tim basket dalam club tersebut tapi hampir sebagian murid sekolah mereka ada disana. Ini karena Resa membagikan undangan pesta kemenangan ke semua temannya bahkan adik kelas juga ada.


Ternyata Sinta juga ada di club tersebut karena diajak oleh Ana. Sinta yang melihat kedatangan Sean sendiri sangat senang karena tidak ada Chloe di sampingnya.


Ana yang dekat dengan salah satu sahabat Sean bernama Dito mengajak Sinta menuju ke tempat mereka. Sinta yang sudah dikenal oleh mereka semua menerima kehadirannya.


Mereka semua berpesta ria dan meminum minuman keras yang ada di club itu. Ana bersama Dito sudah turun ke lantai dansa diikuti Sean dan teman-teman mereka tidak lupa mereka mengajak Sinta bersama.


Sampai di lantai dansa mereka semua menggoyangkan tubuh mengikuti irama musik yang dimainkan oleh dj. Sinta tidak kalah menggoyangkan tubuhnya yang sintal di tengah kerumunan lautan manusia.


Malam ini mereka semua menikmatinya dengan berpesta alkohol. Sean yang sudah terbuai dalam alkohol melupakan sang kekasih dan tidak membalas chatnya.


Sean yang menikmati musik sambil meminum alkohol dan terbuai musik tidak sadar memeluk pinggang sintal milik Sinta sambil bergoyang mengikuti irama musik yang kencang.


Sinta yang dipeluk oleh Sean sangat bahagia, ia merasa Sean mulai memperhatikan dirinya tapi dirinya salah karena saat ini Sean dalam keadaan pengaruh alkohol.


Melihat tubuh sintal Sinta yang memakai dress mini seketika Sean merasa tubuhnya bergairah tapi masih bisa ditahan. Sean yang sudah terbiasa dengan dunia malam bahkan perempuan malam masih bisa menahan dirinya.


Karena gairah Sean menarik Sinta menuju lorong bagian belakang dengan pencahayaan yang sangat minim. Sinta yang ditarik Sean hanya mengikuti langkah Sean dengan perasaan bahagia.


Tanpa aba-aba Sean mencium bi**r milik Sinta dengan napsu dan kasar. Sinta yang baru pertama kali berciuman hanya diam tidak melakukan apapun


Sean yang sadar kalau ini ciuman pertama Sinta tidak memperdulikannya, Sean me****t dan m****it bi**r Sinta agar terbuka, Sinta pun kaget dan membuka mulutnya.


Tidak membuang kesempatan Sean memasukan l***hnya ke dalam mulut Sinta dan mengekspor sampai Sinta sesak napas.


Melihat Sinta hampir kehabisan napas Sean melepas ciumannya. Sinta pun menghirup udara sebanyak-banyaknya. Tidak berapa lama Sean kembali mencium Sinta dengan sangat napsu dan kasar.


Tanpa sadar Sean sudah melukai hati pacarnya dan ia telah membuang berlian yang sangat berharga dalam hidupnya.


...❄❄❄❄❄...


To be continue......