Heartless

Heartless
Episode 41



"Kak Chloeeeee" teriakan yang sangat kencang ketika Chloe baru keluar dari mobil.


Chloe melihat ternyata si kembar yang sudah heboh sendiri menyambut kedatangan Chloe, si kembar berlari memeluk Chloe dengan sangat erat.


"Ya ampun twin kakak ngak bisa nafas nih" ucap Chloe dengan nafas ngos-ngosan seperti baru habis lari di kejar anjing.


"Hehehe! Maaf ka" ucap Doni dengan cengesan diikuti Dio kembarannya.


"Iya deh kakak maafin" ucap Chloe dengan senyum manis sambil mencubit pipi si kembar.


"Eheemmm"


Seketika Chloe melihat ke arah Sean yang sedang menatap tajam dirinya. Chloe tahu kalau Sean saat ini sedang cemburu. Sedangkan si kembar melihat Sean dengan tajam karena baru pertama kali melihat Sean.


"Maaf ka......hehehehe" ucap Chloe sambil menarik tangan Sean menuju si kembar.


"Ka ini siapa" ucap Dio yang sangat kepo.


"Twin kenalin ini ka Sean pacar ka Chloe"


"Apa!" teriak twin serentak dengan suara tinggi.


Chloe menutup kedua telinganya karena mendengar teriakan si twin yang sangat kencang. Kenan yang mendengar teriakan saudara kembarnya berlari keluar untuk melihat apa yang terjadi.


"Ada apa sih kok teriak-teriak kayak di.hutan aja" ucap Kenan dengan suara tinggi.


"Itu si twin ka kayak orang tinggal di hutan aja deh" ucap Chloe.


"Ehh! Sean sama Chloe udah nyampe ya" ucap Kenan merubah suaranya menjadi lembut di depan Chloe dan Sean.


Melihat kakaknya yang seketika berkata lembut membuat si kembar memutar mata mereka dengan malas, Sean melihat mereka semua dengan tatapan datar.


"Baru aja ka nyampenya"


"Ya udah masuk kedalam aja"


Mereka semua masuk ke dalam mansion dan menuju ruang keluarga. Kenan meminta pelayan untuk menyiapkan minuman dan cemilan untuk mereka semua.


"Ka Sean kenalin ini Dio dan Doni adik ka Kenan"


"Halo kenalin nama gue Sean Rahardian" ucap Sean dengan datar.


"Halo ka aku Doni dan ini kembar aku Dio" ucap Doni.


"Halo ka salam kenal" ucap Dio.


Meski Sean membalas perkataan mereka dengan datar dan dingin, tapi si kembar terus bertanya seolah mereka sudah sangat dekat. Melihat si kembar yang tidak terlalu perduli dengan sifat Sean membuat Chloe menarik napas lega.


"Gimana kalau hari ini kita pergi nonton" ucap Kenan.


"Boleh ka" ucap Chloe dan si kembar serentak.


Sean hanya mengangguk kepala tanda menyetujui usul Kenan. Setelah itu mereka semua bergegas pergi ke mall yang sangat terkenal disana.


...》 》 》 😍 😍 😍 😍 》 》 》...


Setibanya disana mereka menjadi pusat perhatian. Para pria berjalan dengan langkah pelan menunjukkan sisi arogan serta kemewahan di tubuh mereka. Chloe melihat kalau mereka semua memakai kaca mata hitam hanya dirinya saja yang tidak memakai kaca mata.


Sepanjang jalan menuju bioskop Sean mengandeng tangan Chloe dengan mesra. Semua orang melihat mereka sangat iri dengan kemesraan mereka berdua.


Sesampainya disana mereka langsung menuju tempat bioskop. Mereka memilih film bergenre action karena permintaan si kembar. Sepanjang film di tayangkan Chloe tidak bisa menonton karena Sean terus mencium pipinya dan memeluk dirinya sangat erat.


Chloe hanya bisa pasrah karena dirinya takut diberi hukuman oleh Sean. Setelah menonton mereka menghabiskan waktu di time zone sampai malam. Kenan mengajak mereka untuk makan karena dirinya sudah sangat lapar.


Mereka menuju ke salah satu restoran di mall tersebut. Setelah itu mereka pulang dan Sean yang mengantar Chloe pulang.


"Ka Sean kapan mulai ujian sekolah"


"Ehhmm! Kayaknya mulai minggu depan sayang"


"Berarti mulai besok full dong waktu belajarnya"


"Iya sayang"


"Ka yang semangat ya buat persiapan ujiannya"


"Heemmm"


"Ka Sean bakal lanjut kuliah dimana"


Mendengar perkataan Chloe barusan Sean lupa kalau dirinya akan kuliah di London. Chloe melihat kalau Sean hanya diam saja.


"Ka Sean" ucap Chloe sambil memegang tangan Sean.


Sean yang sedang melamun terkejut karena sentuhan Chloe. Sean melihat ke arah Chloe yang sedang tersenyum manis.


"Kenapa sayang"


"Ka Sean yang kenapa dari tadi diam aja ngak balas pertanyaan Chloe"


"Papa dan kakek nyuruh gue lanjut di London"


Chloe seketika kaget karena dia dan Sean akan berpisah dan kemungkinan akan melakukan hubungan jarak jauh. Chloe seketika merasa sedih dan dia berpikir pasti Sean akan terpincut dengan perempuan disana.


Sean yang tahu pacarnya bersedih menepikan mobil dan meraih tubuh Chloe dalam pelukannya. Chloe membalas pelukan Sean dengan erat.


"Gue tetap akan mencintai loe sampai kapanpun"


"Tapi Chloe takut ka"


"Sayang lihat mata gue" ucap Sean mengangkat dagu Chloe untuk melihat matanya.


"Loe itu satu-satunya perempuan yang bisa bikin jantung gue berdebar, gue ngak akan kepincut sama cewek lain"


"Apa ka Sean janji"


"Sayang gue janji hanya ada loe disini" ucap Sean dengan lembut dan mengarahkan tangan Chloe ke arah dadanya.


"Jangan pernah kecewakan Chloe ka dan jangan pernah selingkuh"


"Iya sayang"


Sean mencium puncak kepala Chloe dengan mesra dan memeluknya dengan erat.


Sayang maafin gue karena gue udah ingkar janji, batin Sean.


Sean pun mengantar Chloe pulang dan langsung beranjak pulang ke mansion. Di perjalanan Sean memikirkan semuanya termasuk ucapan kakeknya.


Gue musti kelarin masalah perempuan ja***g itu, batin Sean.


~ *C**alifornia, Los Angeles* ~


Ia sedang memandang kota California yang sangat padat dengan mobil dari lantai 98. Ya saat ini dia sedang berada di ruangan kantornya.


"Apa kamu sudah menemukannya" ucap pria itu dengan suara datar dan dingin.


"Belum bos"


"Cih!"


Seketika orang yang sedang melapor menjadi takut karena aura bosnya yang sangat mengerikan. Semua yang berada di dalam ruangan menjadi takut karena aura dari bosnya.


"1 minggu lagi kalau belum ada perkembangan maka kepalamu taruhannya" ucap pria itu sambil meremas gelas yang sedang dipegang sampai hancur.


"B...a...ik... b...os" ucap bawahannya dengan gugup karena takut.


Pria itu keluar dan menjalankan perintah atasannya karena ia masih sayang dengan nyawanya. Sedangkan pria misterius itu masih menatap keluar dengan tatapan yang tidak bisa diartikan.


"Aku pasti akan menemukanmu baby"


~ Jakarta, Indonesia ~


Chloe masuk ke dalam mansion dengan langkah pelan. Sampai di ruang keluarga ternyata mommy, daddy, ka Steven dan Queen sedang melihatnya dengan tatapan tajam.


"Sudah jam berapa ini Chloe" ucap Laura dengan tatapan tajam


"Maaf mommy" ucap Chloe sambil menunduk karena takut.


"Tadi daddy bilang pulang jam berapa" ucap Adam.


"Sebelum makan malam dad"


"Terus sekarang udah jam berapa!" bentak Laura dengan nada tinggi.


Karena takut Chloe tidak menjawab dan hal itu membuat Laura menjadi geram. Laura bangun dan menarik rambut Chloe dengan kuat. Karena tarikan di rambutnya sangat kuat Chloe menangis dan meminta ampun.


"Mom ampun mom........hiks hiks.......ampun" ucap Chloe sambil menangis karena kepalanya sangat sakit.


"Ampun kamu bilang dasar anak tidak tahu di untung" hardik Laura dengan suara tinggi sambil menampar pipi Chloe.


Plak.......


Bunyi tamparan menggema di dalam mansion. Seketika Chloe terjatuh karena tamparan Laura yang sangat kuat. Pipi Chloe yang mulus dan putih berubah menjadi biru dan lebam.


Para pelayan dan bi Rani yang melihat kejadian itu menjadi syok karena baru pertama kali nyonya mereka memukul anaknya sendiri. Chloe pun menjadi syok karena baru pertama kali ditampar oleh mommynya.


"Masih mau keluyuran lagi!" bentak Laura dengan nada tinggi.


"Maaf mommy" ucap Chloe sambil berderai air mata.


Ia tidak menyangka jika hari ini dirinya akan ditampar oleh sang mommy karena pulang telat. Chloe merasa dirinya seakan dibawah ke dunia lain saat ini. Laura kemudian menjambak kembali rambut Chloe dengan kuat.


"Ampun mom ampun mom.......hiks hiks" teriak Chloe dengan isak tangis.


Teriakan kesakitan tidak dipedulikan oleh keluarganya. Mereka seakan melihat hal itu sebagai tontonan menarik. Laura melepaskan jambakannya dan menginjak jari tangan Chloe dengan kuat.


"Arrrggghhhhh" teriak Chloe sampai terdengar satpam di depan gerbang.


Semua pelayan dan penjaga merasa kasian dengan nona muda mereka, tapi mereka tidak bisa berbuat apa-apa.


"Malam ini kamu tidak boleh dapat jatah makan malam" ucap Laura dengan sinis.


"Ba...ik... mom.......hiks hiks hiks"


"Cepat sana pergi bikin jijik aja!" bentak Laura dengan suara tinggi.


Chloe bangun dan berjalan ke kamarnya dengan air mata yang masih terus mengalir. Queen melihat hal tersebut dan tersenyum bahagia.


"Dasar menjijikkan" ucap Queen dengan suara kencang.


Ia sengaja berbicara dengan suara agak keras agar Chloe mendengarnya. Chloe mendengar hal tersebut dan ia menjadi sangat sedih.


"Kenapa mommy berubah sama Chloe" gumam Chloe dengan suara pelan.


Sampai di dalam kamar Chloe menangis mengingat kejadian barusan. Dirinya terus memikirkan kenapa sang mommy bisa menamparnya, apa segitu beratnya kesalahan yang ia perbuat.


Bi Rani datang dan mengetok pintu kamar Chloe tapi sang empunya hanya berdiam diri saja. Bi Rani yang mendengar tangisan Chloe ikut menangis di depan pintu kamar Chloe.


"Non jangan sedih ya non......hiks hiks......bibi juga jadi sedih" ucap bi Rani dengan berderai air mata.


Mendengar ucapan bi Rani tangisan Chloe semakin menjadi karena ia merasa dirinya lebih disayang oleh pelayan ketimbang keluarganya sendiri.


"Non bibi taruh obat dan air hangat di depan pintu, non ambil ya"


Bi Rani kembali ke ruang tamu karena dirinya dipanggil oleh nyonya besar. Mendengar langkah bi Rani sudah pergi Chloe bangun dan mengambil handuk untuk membersihkan diri sekaligus mengambil obat dan air hangat yang diberikan oleh bi Rani.


"Mulai besok seluruh pekerjaan rumah dari menyapu dan mengepel sampai mencuci pakaian dilakukan oleh Chloe" ucap Laura memberi perintah kepada bi Rani.


"Tapi nyonya bukannya sudah ada pelayan"


"Mommy mending si Chloe suruh aja bantu-bantu pelayan mengerjakan tugas mereka kan kasian para pelayan hanya makan gaji buta" ucap Queen dengan angkuh.


Bi Rani yang mendengar perkataan Queen menjadi tidak suka. Ia merasa kalau Queen adalah anak yang sombong dan angkuh seperti nyonyanya.


"Benar juga sayang. Kalau begitu biar Chloe bantu pekerjaan mereka aja" ucap Adam menimpali perkataan Queen.


"Heemm! Lakukan sesuai perkataan Queen" ucap Laura memberi perintah kepada bi Rani.


"Baik nyonya" ucap bi Rani.


Bi Rani kemudian kembali ke belakang untuk memberi perintah kepada para pelayan sesuai perintah nyonya mereka.


"Kasian non Chloe" ucap para pelayan yang merasa kasian dengan nasib nona muda mereka.


"Bantulah non Chloe sebisa kalian semua"


"Baik madam" ucap mereka serentak.


Bi Rani melihat pintu kamar Chloe yang tertutup dan menjadi sedih memikirkan kejadian barusan.


Semoga non bisa ikhlas jalani semuanya, batin bi Rani.


...❄❄❄❄❄...


To be continue....


Hay guys jangan lupa untuk tinggalkan jejak yaπŸ˜™β€β€


Salam hangat dari author ya😍😍