
Sepulangnya dari pasar malam Chloe mencoba menghubungi orang tuanya tapi no mereka tidak aktif.
Mungkin masih di pesawat kali ya, batin Chloe.
Sebelum tidur Chloe berpikir untuk menghubungi Sean. Pada dering ke 3 barulah Sean menjawab panggilannya.
"Halo sayang"
^^^"Halo ka Chloe ganggu ngak?"^^^
"Ngak sayang video call aja ya"
^^^"Heeem"^^^
Panggilan pun dialihkan ke panggilan video. Chloe sangat kaget dan berteriak melihat Sean yang bertelanjang dada.
"Loe kenapa teriak gitu"
^^^"Ka pakai baju dulu kenapa sih"^^^
"Memangnya kenapa"
^^^"Ka ngak malu apa telanjang dada di depan gue"^^^
"Ya enggaklah kan loe pacar gue"
^^^"Tapi ka pakai baju dulu kalau ngak Chloe ngak bakal liat muka ka Sean"^^^
"Iya iya bentar" ucap Sean sambil mengambil kaos dan memakainya.
"Udah lihat ke hp sini"
^^^"Heeem! Gitu baru enak lihatnya"^^^
"Loe lagi ngapain"
^^^"Ngak ngapa-ngapain ka cuma tiduran aja"^^^
"Ngak sama keluarga loe"
^^^"Mommy, daddy, sama kak Steven lagi berangkat ke Paris ka"^^^
"Terus kenapa tadi nolak ajakan gue buat keluar"
^^^"Kan belum ijin ka"^^^
"Ortu loe pada ngak ada kan jadi wajarlah kalau pergi ngak ijin"
^^^"Ngak bisa ka dari dulu mommy udah ajarin harus ijin dulu kalau mau pergi, beda kalau misalnya Chloe jalan sama sepupu gue ka"^^^
"Bedanya dimana coba"
^^^"Kalau sama cousin gue biar jalan ngak ijin juga ngak apa-apa ka, tapi kalau sama orang lain nah itu bakal lain ceritanya ka"^^^
"Tapi gue bukan orang lain loh"
^^^"Iya kan ka Sean pacar gue tapi musti ijin dulu sama mommy"^^^
"Heeemm! Dari loe aja"
^^^"Ka Sean udah makan"^^^
"Udah"
^^^"Ka Sean ngambek ya"^^^
"Ngak"
^^^"Iya ka"^^^
"Sayang gue ke rumah loe ya"
^^^"Ini kan udah malam ka"^^^
"Ya emang kenapa, gue kangen sama loe"
^^^"Tapi udah malam ka ngak enak sama pelayan ka"^^^
"Kenapa susah banget sih mau ketemu loe"
^^^"Maaf ka"^^^
"Huuufffttt" ucap Sean membuang nafasnya kasar.
^^^"Gimana kalau besok pagi ka kesini jadi nanti kita berangkat ke acara pensi barengan ka" ucap Chloe memberi pendapat agar pacarnya tidak kesal.^^^
Mendengar tawaran Chloe Sean pun merasa senang.
"Maksud loe gue dari pagi ampe sore di rumah loe"
^^^"Iya ka kan besok pagi ngak ke sekolah ka"^^^
"Oke kalau loe maksa" ucap Sean tidak mau menunjukkan rasa bahagianya.
^^^"Iya ka nanti kakak datang sekalian bawa baju ka Sean buat acara besok"^^^
"Iya sayang"
^^^"Ka udah dulu ya Chloe udah ngantuk"^^^
"Iya sayang sweet dream sayang"
^^^"Ka Sean juga ya bye ka"^^^
"Bye sayang"
Sean merasa sangat bahagia malam ini ia tidak sabar menunggu besok. Sean mengambil setelan jas dan kemejanya berwarna biru sekaligus sepatunya untuk dibawa besok.
"Apa lagi ya" ucap Sean memikirkan barang apa lagi yang musti di bawa.
Sean pun mengambil dasi kupu-kupu, parfum, pomade dan dimasukkan ke dalam tasnya.
Akhirnya selesai juga tinggal besok jalan aja, batin Sean.
Sean pun naik keatas ranjang dan tak lama kemudian dia sudah berada dalam dunia mimpi.
~ Kediaman Roswell ~
"Sebentar lagi loe bakal pisah sama ka Sean" ucap Sinta sambil menusuk foto Chloe dengan gunting.
Sinta yang sudah terobsesi dengan Sean merencanakan banyak hal agar mereka pisah. Ia tidak rela orang yang disukainya direbut oleh Chloe.
Karena rasa benci mengubah Sinta yang awalnya gadis baik hati menjadi gadis yang egois dan melakukan apa saja untuk mendapatkan apa yang ia mau meskipun orang tersebut adalah sahabatnya sendiri.
~ Paris, Perancis ~
Di waktu yang sama hanya berbeda jam dan tempat, Laura, Adam, dan Steven sudah tiba di Paris. Mereka kemudian bergegas menuju rumah sakit tempat perawatan Queen.
Mereka sangat khawatir dengan keadaan Queen dan berita apa yang mau disampaikan oleh dokter. Setibanya di ruang rawat Queen mereka tidak mendapat Queen disana.
Adam pun bertanya kepada salah satu suster yang sedang lewat disana.
"Maaf sus pasien yang dikamar ini dimana ya" ucap Adam.
"Oh bona Queen ya tuan"
"Betul sus pasiennya dimana ya"
"Nona Queen sudah pindah ruangan tuan"
Laura yang mendengar perkataan suster tersebut mendadak lemas karena dikiranya penyakit Queen kambuh lagi.
"Mommy ngak kenapa-napa kan" ucap Steven memegang Laura yang akan jatuh.
"Mommy baik-baik saja"
"Ruangan anak saya dimana sus" ucap Adam.
"Di lantai 7 no 104 tuan"
"Terima kasih atas informasinya sus"
"Iya sama-sama tuan" ucap suster itu dan berlalu pergi.
Steven dan orang tuanya kemudian naik lift dari lantai 4 menuju lantai 7 sesampainya mereka di depan kamar no.104 Steven memegang gagang pintu dan mendorongnya ke samping.
Ketika pintu terbuka bunyi competi menyambut mereka dan orang di dalamnya mengucapkan surprise secara bersama.
Mereka kaget melihat di dalam ruangan itu ada balon, kue, ada juga beberapa suster, dokter William dan Queen yang berdiri dengan wajah cerah sambil tersenyum.
Seketika Laura berlari memeluk anaknya dan menangis dengan kencang. Ia sangat takut terjadi sesuatu kepada putrinya.
"Mommy jangan nangis lagi ya" ucap Queen sambil mengusap air mata Laura yang mengalir.
"Kamu ngak kenapa-napa kan sayang" ucap Laura dengan sesegukan.
"Queen baik-baik aja mom" ucap Queen dengan senyum.
Tiba-tiba dr.William berdeham untuk menjelaskan semuanya.
"Nyonya Rosemary sebelumnya maaf karena saya sudah membuat nyonya sekeluarga pasti cemas. Sebenarnya ini adalah permintaan dari nona Queen sendiri nyonya dan tuan"
"Maksud dokter" ucap Adam yang bingung dengan situasi sekarang.
"Sebenarnya hasil pemeriksaan nona Queen kemarin sudah keluar dan nona Queen dinyatakan 100% telah sembuh dan tidak ada efek obat apapun dalam tubuhnya tuan dan nyonya, jadi dengan kata lain selamat nona Queen sudah sembuh total dan bisa pulang hari ini juga"
Mendengar perkataan dokter William seketika ruangan itu dipenuhi suara tangis dari mereka semua yang saat ini sangat bahagia mendengar kabar barusan.
"Kamu sudah bisa pulang sayang sama kami semua" ucap Adam sambil memeluk putrinya yang ia sayangi.
"Hiks hiks.......kakak senang banget dengar kabar ini" ucap Steven sambil berderai air mata.
Queen yang melihat kakaknya menangis ia pun menghampirinya dan memeluk Steven untuk menenangkannya.
"Terima kasih dok atas bantuannya selama ini" ucap Laura.
"Sama-sama nyonya dan ini sudah memang tugas kami" ucap dr.William.
"Sekali lagi terima kasih dok"
"Iya sama-sama nyonya"
Dokter William menghampiri Queen dan mengucapkan selamat sekaligus perpisahan karena hari ini ia akan pulang bersama orang tuanya.
Setelah keadaan kembali normal Queen dan orang tuanya serta kakaknya pamit kepada semua suster yang selama ini merawatnya, dan pergi ke apartemen yang dibeli Adam ketika datang ke Paris menjenguk putrinya.
Sesampainya di apartemen mereka semua bercerita dan bercanda gurau layaknya keluarga yang utuh lagi. Akhirnya Queen pun terlelap setelah bercerita bersama dengan keluarganya diruang tamu.
Steven mengendong Queen dan menidurkan Queen di kamar. Kemudian ia kembali ke ruang tamu menemui orang tuanya.
"Mommy, daddy apa yang kita jelaskan kepada Chloe" ucap Steven mengingat kalau mereka pulang akan bersama dengan Queen.
"Kalau daddy sih ingin menyampaikan semuanya waktu kembali"
"Mommy ngak setuju kita harus memberi pelajaran kepada Chloe karena selama ini putri mommy sudah terbuang dan jauh dari mommy"
"Steven setuju sama mommy biar bagaimana pun selama ini ia sudah menikmati perannya dengan bebas dan sebelum perannya diambil oleh pemilik asli ia harus merasakan apa yang Queen rasakan ketika sendirian di negeri orang" ucap Steven dengan wajah sangat emosi.
"Baiklah daddy ikut kalian saja karena sampai saat ini daddy tidak akan lupa kejadian 16 tahun yang lalu" ucap Adam dengan tatapan penuh kebencian.
"Jadi rencana mommy sama daddy memberitahu Queen kapan?" tanya Steven.
"Malam ini juga kita akan menceritakan semuanya kepada Queen" ucap Laura.
"Aku setuju sama mommy" ucap Steven.
"Aku ikut kamu saja sayang" ucap Adam.
"Malam ini semuanya harus kita selesaikan karena lusa kita harus bergegas pulang ke Indonesia" ucap Adam lagi dengan suara tegas.
"Iya dad kalau gitu Steven istirahat dulu"
"Iya sayang" ucap Laura
"Yuk sayang kita juga harus istirahat" ucap Adam mengajak istrinya untuk beristirahat karena perjalanan jauh hari ini.
Saat ini Chloe sudah berada dalam mimpinya tapi ia tidak tahu kalau dalam beberapa hari ini ia akan menjadi sangat menderita. Semua kebahagian yang ia rasakan akan diganti dengan kesakitan.
...❄❄❄❄❄...
To be continue......