Heartless

Heartless
Episode 66



🌻Lebih baik seperti air yang mengalir terus-menerus dari pada embun yang hanya sesaat🌻


.


.


.


.


Chloe pulang dengan pikiran yang masih terbayang dengan perkataan wanita tadi. Ia terus saja memikirkan hal itu dan membuatnya stres.


"Arrrghhhh! Kenapa semuanya harus nyakitin gue apa salah gue" teriak Chloe di sebuah danau yang ia lewati.


Chloe menutup mata untuk lebih merilekskan pikirannya saat ini. Chloe yang baru pertama kali merasakan perasaan seperti ini hanya bisa termenung saja.


Setelah menenangkan hati dan pikirannya yang kacau, Chloe langsung bergegas pulang ke mansion. Di tempat lain Xavier menyuruh Albert untuk menerjemahkan pembicaraan Chloe dan wanita asing itu.


Albert sudah tahu jika bosnya akan menyuruhnya jadi ia telah membawa seorang penerjemah. Ketika video diputar penerjemah itu mengatakan apa yang di katakan wanita itu tanpa kurang apapun.


"Perempuan sialan beraninya dia main-main denganku" ucap Xavier dengan suara tinggi.


Rahang Xavier mengeras saat mendengar kata wanita itu sedang hamil anaknya. Ia memang seorang yang sangat berengsek tapi ia tahu dirinya tidak pernah menaruh benihnya di wanita manapun.


"Albert cari wanita itu dan buat dia mengaku semuanya" bentak Xavier.


"Baik bos" ucap Albert dengan dingin.


"Kalau perlu bunuh dia" ucap Xavier dengan tatapan membunuh.


"Jangan dibunuh bos" ucap Thomas dengan cepat.


Xavier dan Albert menatap Thomas dengan tatapan tajam. Thomas menelan salivanya dengan kasar mendapati tatapan bak monster dari kedua orang didepannya.


"Sepertinya kamu harus diberi pelajaran *******" ucap Albert dengan senyum miring.


"Calm down brother aku hanya memberi pendapat saja jika kita membunuh wanita itu bagaimana kita bisa membuat Chloe mempercayai omongan bos"


"Jangan pernah menyebut nama wanitaku dengan namanya saja" ucap Xavier dengan suara dingin dan tatapan tajam menusuk ke Thomas.


"Maaf bos"


"Sepertinya ucapan Thomas benar bos" ucap Albert memikirkan ucapan Thomas barusan.


"Heeemmmm"


Xavier memikirkan semua perkataan Thomas dan Albert dengan bijak. Ia setuju jika wanita itu jangan dibunuh karena sudah mengusiknya tapi akan berbeda ceritanya jika sudah selesai.


Albert dan Thomas yang melihat senyuman Xavier mendadak takut. Mereka berdua saling menatap dan berkata lewat pandangannya jika akan ada kekacauan besar.


"Semuanya harus sudah beres besok pagi Albert" ucap Xavier dengan dingin.


"Baik bos"


Albert dan penerjemah itu berlalu pergi meninggalkan Xavier dengan Thomas di dalam ruang kerja Xavier. Sampai diluar ia membayar penerjemah itu dan mengancamnya untuk tidak menceritakan hal barusan kepada siapa pun.


Albert pun pergi bersama pengawalnya yang diutusnya untuk mencari data diri wanita tersebut. Albert sangat emosi mendengar perkataan wanita itu dan ia seperti ingin memberi pelajaran kepada wanita tersebut karena sudah mengganggu bosnya.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


~ Mansion Rosemary ~


Setibanya Chloe di mansion ia langsung disambut oleh Queen dan Steven yang sudah menunggunya dari tadi. Chloe yang melihat wajah kakak dan saudara angkatnya tidak bersahabat mendadak takut.


"Apa gue bakal dihukum lagi" gumam Chloe dengan pelan.


"Sudah jam berapa ini Chloe!" bentak Steven dengan suara tinggi.


Chloe hanya diam dan menunduk takut melihat tatapan kakaknya yang seperti monster. Steven yang tidak mendapat jawaban dari Chloe seketika menjadi emosi.


"Gue tanya dari mana aja loe jam segini baru pulang" ucap Steven sambil menarik rambut Chloe dengan kuat.


Chloe menahan rasa sakit kepalanya yang amat sakit. Air matanya jatuh karena tidak kuat menahan rasa sakit di kepalanya.


"Maaf ka tadi Chloe jalan-jalan di taman"


"Bohong thu ka pasti dia keluyuran pacaran" ucap Queen dengan sinis.


"Apa loe keluyuran pacaran dan ngak ngerjain pekerjaan rumah" ucap Steven dengan suara tinggi.


"Ngak ka Chloe ngak bohong.......hiks hiks hiks" ucap Chloe dengan air mata mengalir deras.


"Kasi hukuman aja dia ka" ucap Queen.


"Ide kamu bagus juga princess" ucap Steven dengan senyum miring.


Chloe di tarik Steven menuju kolam renang dan mendorong Chloe sampai jatuh di tepi kolam. Steven kemudian mengambil sapu dan memukul Chloe berulang kali.


Teriakan dan tangis Chloe bergema di penjuru mansion. Bi Rani melihat hal tersebut dan ikut menangis melihat penderitaan Chloe.


"Ka ampun.......hiks hiks........ampun ka.........hiks hiks" ucap Chloe dengan memohon.


"Kamu itu harus diberi hukuman biar kedepannya jangan keluyuran!" bentak Steven.


Entah sudah berapa pukulan yang Chloe dapatkan ia tidak menghitungnya lagi. Sesaat Kenan datang dan melihat itu semua dengan cepat ia langsung mendorong Steven menjauh.


Steven yang melihat hal tersebut langsung meninju Kenan. Adu pukulan dua pemuda tersebut tak dapat dihindari lagi, Queen pun berlari memeluk Steven dari belakang agar berhenti berkelahi.


"Ka udah cukup ka" ucap Queen dengan lembut.


"Lepasin princess biar kakak beri pelajaran kepada berengsek itu" ucap Steven dengan emosi.


"Loe yang berengsek! Tega-teganya loe mukul adik loe sampai segitunya!" bentak Kenan dengan suara tinggi.


"Ini urusan gue sama Chloe bukan sama loe jadi jangan ikut campur loe"


"Gue bakal ikut campur kalau itu mengenai Chloe" teriak Kenan dengan suara tinggi.


"Stop kalian berdua!" bentak Laura dengan suara tinggi.


"Mommy" ucap Queen.


"Kalian berdua itu saudara tapi kenapa harus berkelahi seperti anak kecil" ucap Laura dengan suara tinggi.


"Semua karena berengsek itu mom" ucap Steven menunjuk Kenan.


"Iya karena loe udah kelewatan" ucap Kenan dengan emosi.


"Cukup hentikan perdebatan kalian. Semuanya masuk ke dalam termasuk kamu Chloe" ucap Adam dengan tegas.


Semua berjalan menuju ruang keluarga, Chloe yang dibantu Kenan hanya bisa tersenyum dia bersyukur karena Kenan datang tepat waktu sebelum dia jatuh pingsan.


Sampai di ruang keluarga semuanya duduk dan saling diam. Tatapan intimidasi Laura membuat Chloe hanya menunduk takut, Adam melihat mereka semuanya satu-persatu.


"Jelaskan apa yang sebenarnya terjadi" ucap Adam dengan tegas.


"Tadi Steven lagi beri hukuman ke Chloe agar tidak keluyuran lagi tapi Kenan datang dan mendorong Steven daddy jadi Steven emosi dan memukulnya" ucap Steven.


"Benar kamu keluyuran Chloe?" tanya Adam.


"Ngak daddy tadi Chloe hanya jalan-jalan di taman"


"Itu sama saja keluyuran Chloe!" bentak Laura.


Chloe seketika takut karena bentakan sang mommy, dirinya ingin membela diri tapi takut dipukul lagi oleh sang mommy.


"Kamu itu seorang gadis dan tidak pantas keluyuran sepulang sekolah. Mau jadi apa kamu!" bentak Adam.


Kenan yang melihat hal ini menjadi kasian dengan Chloe karena semuanya seakan-akan membuat ini semua salah Chloe.


Kamu pasti kuat princess buat lewati ini semua, batin Kenan.


"Maaf daddy" ucap Chloe dengan pelan.


"Ini pelajaran untuk kamu Chloe jangan keluyuran memangnya kamu ini perempuan ja***g apa yang diluar sana" ucap Laura.


Hati Chloe sakit mendengar perkataan mommynya tapi ia tahan. Kenan yang mendengar juga kaget tidak menyangka tantenya akan mengatakan seperti itu.


"Tante jangan ngomong kayak gitu" ucap Kenan tak terima.


"Diam kamu Kenan karena ini urusan keluarga tante!" bentak Laura.


Kenan kembali terdiam dan melihat Chloe dengan perasaan sedih. Tangan dan kakinya yang putih sudah berubah warna menjadi ungu kemerahan karena pukulan tadi, entah sudah berapa lama dipukul tapi ia tetap tahan.


Setelah itu semuanya kembali ke kamar masing-masing. Kenan pun pamit kepada semuanya dan ia meminta bi Rani untuk merawat luka Chloe.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Di tempat lain Xavier sedang mengerjakan semua berkasnya dengan teliti. Tiba-tiba wajahnya mengeras menahan emosi karena mendapati pemberitahuan dari sekretarisnya kalau ada masalah di cabang perusahaan di Jerman.


"Bos" ucap Thomas.


"Siapkan jet kita pergi sekarang"


"Tapi bagaimana dengan masalah nona Chloe bos?" tanya Thomas.


Xavier pun bingung harus melakukan apa, belum selesai masalahnya disini ia harus segera berangkat ke Jerman. Xavier mengambil hpnya dan menghubungi Chloe tapi tidak diangkat.


"Please angkat Chloe" ucap Xavier dengan frustasi.


"Bos apa benar kita akan berangkat" ucap Albert yang baru datang.


"Heeemmmm"


Albert langsung menelpon semua anak buahnya untuk mempersiapkan keberangkatan mereka. Tapi ia tetap menyuruh anak buahnya untuk mengawasi Chloe dan wanita tadi.


"Bagaimana hasilnya Albert?" tanya Xavier dengan suara dingin.


"Wanita tersebut sudah mengaku dan ia bilang kalau mereka hanya bercanda dan ia taruhan dengan teman-temannya bos"


"Cih! Aanita sialan! Awas saja aku akan memberikan layanan permainan yang sangat menyenangkan buatnya" ucap Xavier dengan senyum sinis.


"Bos semuanya sudah siap" ucap Thomas.


"Albert suruh orang untuk memberi pelajaran kepada wanita itu dan kita berangkat sekarang" ucap Xavier dengan suara tegas.


"Baik bos" ucap Albert.


Mereka semua keluar dan tidak lupa Kevin dokter pribadi Xavier juga ikut bersama mereka. Dalam perjalanan Xavier hanya diam memikirkan Chloe ia pun mengirim pesan singkat ke Chloe.


Lovely❀


"Maaf tapi itu bukan aku dan aku mohon tunggu aku"


Xavier kemudian menyimpan kembali hpnya karena sudah tiba di landasan pacu jet pribadinya. Ia pun pergi tanpa menjelaskan kesalahpahaman di antara mereka berdua.


Chloe yang baru selesai mengobati lukanya dan mendapati pesan wa Xavier barusan mengernyit bingung. Ada perasaan sedih dan rindu di hatinya saat membaca pesan tersebut tapi mengingat kejadian tadi dirinya menepis perasaan tersebut.


"Gue benci sama loe Xavier loe. Itu bagaikan embun buat gue yang datang dan pergi membawa kebahagian sekaligus luka buat gue" ucap Chloe sambil menangis.


~ London, Britania Raya ~


Sean sejenak melupakan masalahnya dengan Chloe karena sibuk mengurus pendaftaran kuliah. Ia terus mendapat kabar dari papanya tentang keadaan Chloe dan Sean sedikit merasa lega.


Tanpa Riko tahu ternyata ia tidak mengetahui jika gadis yang dibuntutinya setiap hari ada yang mengawasi dan menjaganya dari jauh tanpa diketahui siapa pun.


Mereka adalah anak buah Xavier yang diberi tugas langsung oleh sang bos besar. Nyawa nona mereka sama seperti nyawa mereka karena nona merekalah yang akan menjadi nyonya Wesly.


"Tunggu gue sayang dan saat gue pulang semua akan kembali seperti dulu lagi" ucap Sean sambil melihat foto Chloe di hpnya.


...❄❄❄❄❄...


To be continue.....


Hay semuanya Author ingin mengucap selamat tahun baru untuk kita semua ya☺😍😍


Jangan lupa tinggalkan jejak sebanyak-banyaknya guysπŸ˜‰πŸ˜™