
π»Aku terlihat bodoh bukan berarti aku bodoh tapi kadang kita harus menjadi bodoh untuk merubah semuanya π»
.
.
.
.
Sean bersama sahabatnya menghabiskan malam mereka di club milik papanya. Semua teman-teman Sean dan sahabatnya diundang untuk merayakan kelulusan mereka berlima.
Queen juga nampak disana bersama teman sekelasnya. Tak jauh dari sana Sinta yang melihat kehadiran Queen disana menjadi kesal karena dirinya ingin bermesraan dengan Sean tapi tidak bisa karena kehadiran Queen.
"Ka gue ke kamar mandi dulu ya" ucap Queen berbisik di telinga Sean.
"Heemmm" ucap Sean dengan datar.
Sean merasa seperti ada yang hilang dari hidupnya beberapa hari ini, tapi ia bingung karena tidak tahu apa yang hilang dari dirinya.
"Kenapa hati gue ngak enak kayak gini ya" ucap Sean pelan sambil memegang dadanya.
"Woy napa loe?" tanya Resa yang melihat sahabatnya hanya bengong saja.
"Ngak apa-apa"
"Loe ngak bisa bohong sama gue bro kita itu udah temenan dari TK" ucap Resa dengan tatapan tajam.
"Hati gue kayak ada yang hilang" ucap Sean dengan gusar.
Mendengar perkataan sahabatnya Resa pun teringat kejadian di lobby sekolah tadi siang.
"Bro gue lupa mau ngasih tahu loe"
"What?" tanya Sean penasaran.
"Tadi gue lihat cewek loe mukanya thu pucat banget dan tatapan matanya itu kayak orang barusan syok banget" ucap Resa sambil mengingat penampilan Chloe tadi.
Seketika jantungnya berdetak lebih kencang, karena keasyikan dengan hasratnya ia sampai melupakan sang kekasih selama beberapa bulan ini.
Ya Tuhan kenapa sampai gue bisa lupa sama orang yang gue cintai, batin Sean dengan gusar.
Sean berlalu menuju ruangan khusus untuknya di lantai 2. Sampai disana Sean mengambil hpnya dan menelpon Chloe tapi nomor Chloe tidak bisa dihubungi.
"Arrrrghhhh! Berengsek" teriak Sean dengan emosi.
Sean ingin menelpon kembali Chloe tapi seketika hpnya berbunyi. Itu adalah panggilan dari sang papa, tidak berlama-lama Sean pun mengangkatnya.
^^^"Halo pa"^^^
"Halo son kamu lagi dimana?" tanya Riko dari markasnya.
^^^"Di club lagi rayain pesta kelulusan pa"^^^
"Kamu datang ke markas sekarang kemarin malam ada penyusup di markas"
^^^"Apa" teriak Sean dengan kaget.^^^
"Pelan-pelan Sean papa bisa budeg disini" teriak Riko dengan kesal.
^^^"Hehehehe! Santai dong pa"^^^
"Udah cepetan kamu kesini"
^^^"Heeemmmm"^^^
Sean pun mematikan panggilan papanya sepihak. Riko yang berada di markasnya menjadi kesal karena anaknya itu mematikan panggilannya sepihak.
Sean berlalu keluar dan mengabari sahabatnya kalau dirinya di panggil oleh sang papa. Resa dan lainnya hanya mengiyakan saja, Queen yang melihat Sean sudah keluar bertanya kepada Resa dan ia pun mengetahui kalau Sean harus menemui papanya.
"Ah! Malas kalau ka Sean ngak ada lagi" ucap Queen dengan kesal.
Sinta yang sempat mendengar perkataan Queen segera melihat ke semua penjuru mencari Sean. Tapi Sinta terlambat karena Sean sudah berlalu pergi dari tadi.
"Mending gue balik aja deh" ucap Sinta sambil berlalu keluar.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
Setibanya Sean di markas papanya ia berjalan menghampiri ruangan sang papa. Sampai disana ternyata sudah ada papanya bersama sang tangan kanan papanya.
"Gimana bisa ada penyusup pa?" tanya Sean dengan cepat.
"Kamu udah sampai Sean"
"Kalau ngak sampai yang berdiri disini siapa pa" ucap Sean dengan kesal.
Riko yang melihat kelakuan anaknya hanya menggelengkan kepalanya.
Ternyata peribahasa buah jatuh tidak jauh dari pohonnya itu benar, batin Riko.
"Jadi gimana bisa ada penyusup pa"
"Papa juga belum dapat info bagaimana bisa ada penyusup"
"Bagaimana cctv pa"
"Sepertinya orang tersebut sangat pintar tuan muda karena berhasil menghindari cctv dan tidak ada jejak sama sekali" ucap Rio.
"Apa ini musuh baru atau lama pa?" tanya Sean dengan cepat
"Papa kurang tahu tapi sepertinya ini musuh baru" jawab Riko dengan tegas.
"Memang apa yang dicuri" ucap Sean.
"Tidak ada yang hilang tapi di ruangan informasi semuanya berantakan tuan muda" ucap Rio.
"Sepertinya mereka sedang mencari sesuatu" ucap Riko.
"Bisa saja pa apa ada informasi penting disana" ucap Sean penasaran.
"Hanya ada berkas mengenai jenis senjata saja, beruntung data transaksi semuanya sudah di pindahkan" ucap Rio.
"Berarti mulai sekarang penjagaan harus diperketat dan mungkin saja musuh kita sedang menunggu pergerakan kita selanjutnya" ucap Riko dengan wajah penuh amarah.
"Iya pa" ucap Sean menyetujui perkataan papanya.
Sean bersama papanya membereskan semua pekerjaan mereka disana dan lebih memperketat penjagaan di markas dan perusahaan.
Setelah semuanya selesai Sean dan Riko pulang ke mansion dengan mengendarai mobil masing-masing. Sean ternyata tidak kembali ke mansion tapi ia menuju club dimana sahabatnya berada.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
Pagi hari di mansion Chloe sudah menyelesaikan pekerjaannya dengan cepat. Tanpa berlama-lama ia pun bergegas siap ke sekolah, Chloe menjalani harinya seperti biasa.
Sean yang terus berusaha menghubungi Chloe selalu tidak bisa, dirinya sibuk mempersiapkan keberangkatannya ke London dan ia masih tetap berhubungan dengan Sinta dan Queen.
Queen dan keluarganya selalu membuat alasan jika Sean selalu menanyakan perihal keberadaan Chloe. Ada saja alasan yang dipakai mereka untuk menjauhkan Sean dari Chloe.
1 bulan kemudian Chloe bersiap untuk menghadapi ujian akhir semester. Kedekatan Chloe dan Xavier semakin dekat, kadang Xavier membawa Chloe ke apartemennya untuk membantunya belajar bahasa Indonesia.
Pendekatan Xavier kepada gadis yang dicintainya itu sukses, terkadang mereka menghabiskan waktu bersama duduk di tempat danau rahasia Chloe di belakang sekolah.
Tepat hari ini Chloe sudah menyelesaikan ujian akhir semester dengan baik. Chloe tidak pernah lagi berhubungan dan berkomunikasi dengan Sinta dan Sean.
Dirinya sudah sangat membenci Sean dan Sinta, saat hendak keluar kelas tangan Chloe ditarik dengan kuat beruntung sudah tidak ada lagi temannya di dalam kelas.
Chloe meringis menahan pergelangannya yang sakit tapi tidak dihiraukan oleh Sean. Ya Sean sudah menunggu Chloe dari pagi tadi karena dirinya sudah sangat rindu dan kangen pacarnya.
"Sakit ka" ucap Chloe dengan pelan.
Mendengar hal itu Sean melepaskan tangan Chloe. Dirinya berbalik dan menatap tajam Chloe, Chloe berbalik dan juga menatap dingin Sean. Chloe melihat tatapan Sean yang tajam tapi tidak dihiraukannya.
Ka apa loe tahu kalau saat ini hati gue sakit banget mengingat pengkhianatan loe dengan sahabat gue dan gue ngak nyangka loe tega nyuruh orang untuk memperkosa orang yang ngak bersalah disini, batin Chloe merasa sedih dan kecewa kepada Sean.
"Kenapa loe menghindar dari gue?" tanya Sean dengan suara tinggi.
"Gue ngak menghindar tapi gue tetap berada di tempat gue" balas Chloe dengan suara tak kalah dingin.
Mendengar suara Chloe yang dingin seketika Sean kaget, apa karena dirinya sudah melupakan sang kekasih selama beberapa bulan semenjak dirinya sudah selesai ujian akhir nasional.
"Tanya pada diri loe sendiri"
"Jangan pancing emosi gue Chloe!" bentak Sean.
"Apa loe lupa kalau loe yang hilang kabar dari gue selama ini" teriak Chloe dengan suara tinggi.
Seketika hati Sean seperti diremas mendengar penjelasan sang kekasih, Sean menarik Chloe kedalam pelukannya dan memeluk Chloe dengan erat.
Chloe memberontak ingin lepas tapi kekuatannya tidak sebanding dengan Sean. Sean tetap memeluk Chloe karena dirinya merasa sangat bersalah.
"Maafin gue sayang ngak ada kabar beberapa bulan ini" ucap Sean dengan lembut.
"Itu urusan loe dan ngak ada hubungan sama gue"
"Sayang" ucap Sean sambil menatap Chloe dengan lembut.
Jika dulu Chloe akan memaafkan Sean tapi tidak dengan kali ini. Chloe berpikir jika ia harus melepaskan diri dari Sean maka dirinya harus belajar untuk menjadi bodoh disaat mengikuti permainan Sean.
"Gue minta maaf sayang"
"Iya ka gue maafin" ucap Chloe dengan senyum manis.
Mendengar hal tersebut Sean menjadi senang dan kembali memeluk Chloe dengan erat. Chloe tersenyum sinis dalam pelukan Sean.
Nikmati pelukan terakhir dari gue, batin Chloe.
"Temani gue hari ini karena besok gue udah berangkat" ucap Sean dengan muka sedih.
"Kemana?" tanya Chloe penasaran.
"Besok gue udah ke London" ucap Sean
"Apa" ucap Chloe sengaja kaget.
Sepertinya besok gue harus siapkan hadiah terbaik buat loe, batin Chloe memikirkan hadiah yang sudah dipersiapkannya dari beberapa bulan yang lalu.
"Jangan lupain gue ya ka" ucap Chloe dengan senyum manis.
"Ngak akan sayang loe akan tetap menjadi nomor satu di hati gue"
"Makasih ka"
Sean dan Chloe berjalan bergandeng tangan bersama menuju mobil Sean yang terparkir di parkiran. Saat sampai di parkiran ternyata Queen melihat mereka berdua dengan tatapan emosi dari dalam mobil.
"Dasar perempuan ja***g" ucap Queen dengan emosi.
Pak Ujang yang berada di dalam mobil hanya diam saat mendengar perkataan dari Queen. Pak Ujang melihat arah tatapan Queen dan merasa sedih karena ternyata Chloelah yang dibilang oleh Queen.
"Jalan pak!" bentak Queen dengan emosi.
"Iya non" ucap pak Ujang.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
Sean dan Chloe menghabiskan waktu bersama sampai sore hari. Setelah itu Sean mengantar Chloe kembali ke mansion, ternyata sampai disana Laura dan Queen sedang duduk di teras depan.
Sean pun masuk untuk memberi salam kepada Laura. Laura yang melihat Sean datang tersenyum bahagia tapi seketika senyuman itu luntur karena melihat Chloe yang datang bersama dengan Sean.
"Sore tante"
"Sore nak Sean" ucap Laura dengan senyum manis.
"Maaf tante tadi ngajak Chloe keluar kelamaan"
"Oh ngak apa-apa kok"
"Tante besok datang ya sama Chloe buat anterin Sean di bandara"
"Memangnya kamu mau kemana"
"Sean bakal kuliah di London tante"
"Iya baik pasti besok tante dan sekeluarga semua akan ke bandara"
"Baiklah tante kalau begitu Sean permisi pulang ya"
"Oh iya baiklah hati-hati dijalan nak Sean"
"Iya tante, sayang gue pulang dulu ya" ucap Sean dengan lembut.
"Iya ka hati-hati ya" ucap Chloe.
Tanpa mereka sadari ternyata dari tadi Queen menahan amarahnya untuk memukul Chloe. Saat Sean sudah keluar dari mansion tiba-tiba Queen berjalan dengan cepat kearah Chloe.
Plak............plak.............
Bunyi dua tamparan di pipi Chloe dengan cepat. Chloe yang kaget dan tidak menahan tubuhnya seketika terjatuh di lantai.
Chloe menahan sakit di pipinya karena sudah terbiasa merasakan tamparan di pipinya selama beberapa bulan terakhir.
"Dasar ja***g" ucap Queen dengan emosi.
"Apa salah gue Queen?" tanya Chloe.
"Sean milik gue dan loe ngak berhak bersama dengan Sean" ucap Queen dengan suara tinggi.
Mendengar hal itu seketika tubuh Chloe gemetar karena ternyata bukan Sinta saja yang bersama dengan Sean tapi saudara angkatnya juga suka dengan Sean.
"Asal loe tahu gue itu udah ciuman sama Sean dan dia itu milik gue"
Chloe kaget mendengar perkataan Queen seketika ia tersenyum dalam hati memikirkan ternyata Sean seorang playboy dan pengkhianat.
"Pergi loe dari hadapan gue" usir Queen dengan emosi.
Chloe pun bergegas pergi dari sana dan menuju kamarnya. Sampai di kamar ia kembali terisak karena menahan sakit di pipinya dan hatinya juga sakit mendengar semua perkataan Queen barusan.
"Gue ngak akan pernah maafin loe"
Chloe menyiapkan hadiah buat Sean untuk besok. Hari berganti kini mereka semua sudah berada di bandara, Laura menepati ucapannya dan membawa Chloe juga ke bandara.
Saat mereka tiba di bandara tatapan tidak suka Chloe dapatkan dari Maya ibunya Sean. Chloe tidak memperdulikan semuanya itu dan tetap tersenyum kepada semuanya.
"Ka ini hadiah dari gue" ucap Chloe dengan menyerahkan kotak segi empat tidak terlalu besar dan kecil.
"Makasih ya sayang"
"Bukanya sampai disana ya ka" pinta Chloe dengan memohon.
"Iya sayang gue bakal buka kalau udah nyampe disana"
"Makasih ya ka"
"Iya sama-sama sayang"
Tak lama Sean sudah pergi dengan jet pribadi keluarganya. Chloe dan keluarganya juga sudah pulang ke mansion, sampai disana ia langsung disuruh bekerja tanpa henti oleh Laura.
Chloe menerima dan melakukannya dengan sepenuh hati.
~ London, Britinia Raya ~
Jam terus berganti, Sean pun sudah sampai di London dengan selamat, saat ini sudah jam 13:00 di London berarti di Jakarta sudah jam 20:00 WIB.
Sean mengistirahatkan tubuhnya di sofa apartemennya. Seketika ia ingat akan kado dari sang pacar, Sean pun mengambil kado tersebut dan membuka kado tersebut.
Saat membuka kado tersebut mata Sean melotot kaget melihat sebuah foto dirinya dan Sinta, seketika perasaannya bercampur aduk. Sean mengambil hpnya dan menghubungi Chloe tapi ternyata nomor Chloe tidak aktif.
Sean menarik rambutnya emosi karena sang pacar tidak mengaktifkan hpnya, perasaan Sean tidak menentu dirinya memikirkan Chloe jika Chloe sudah mengetahui semuanya. Hatinya sakit memikirkan semuanya.
"Arghhhh........sial!" teriak Sean dengan kencang.
...βββββ...
To be continue.........
Janan lupa vote dan tinggalkan jejak sebanyak-banyaknya ya guysβ€π