
π»Kamu itu hebat jika bertahan dengan satu orang dalam kurung waktu yang sangat lamaπ»
.
.
.
.
Chloe sangat sedih mendengar kabar tentang kematian Sinta. Ia sangat penasaran bukannya Sinta itu orangnya mempunyai tekad yang kuat apa ia meninggal karena penyakit atau kecelakaan.
"Sinta meninggal karena apa tante.........hiks hiks?" tanya Chloe dengan derai air mata.
"Hiks hiks hiks............Sinta mati bunuh diri.........hiks hiks" ucap Sarah sambil terisak pilu mengingat kematian sang putri.
"Apa bagaimana mungkin tante?" tanya Chloe dengan tidak percaya.
"Waktu itu Sinta ditemukan seorang pemulung dengan kondisi mengenaskan di tengah hutan. Pemulung itu membawa Sinta ke rumah sakit saat tahu Sinta masih bernapas\, sampai di rumah sakit dokter mengatakan kalau hasil pemeriksaan di ketahui Sinta menjadi korban pemerkosaan bergilir oleh 8 orang\, serta mengalami kekerasan se****l...........hiks hiks hiks..........2 minggu setelah itu Sinta sudah diperbolehkan pulang tapi setiap malam ia selalu berteriak dalam tidur. Tak lama Sinta ditemukan sudah tak bernyawa dalam kamarnya\, dia mengiris pergelangan tangannya..........hiks hiks hiks" jawab Sarah menceritakan sambil menangis tersedu-sedu.
Chloe membekap mulutnya tidak menyangka jika Sinta akan mengalami kejadian memilukan seperti itu. Ia akui memang sangat membenci Sinta tapi ia sangat sedih mendengar kisah hidup Sinta.
"Apa pemerkosanya sudah ditemukan tante?" tanya Chloe.
"Sudah dan mereka sudah dipenjarakan mereka adalah preman yang saat itu mabuk"
"Aku turut berduka cita atas apa yang menimpa Sinta tante" ucap Chloe dengan sedih.
"Iya terima kasih sayang maaf jika selama ini Sinta sudah melukai kamu, tante secara pribadi meminta maaf atas namanya dan wasiat terakhir Sinta adalah memberikan surat itu kepadamu" ucap Sarah sambil mengelap air matanya.
"Iya tante aku sudah memaafkan Sinta dan apakah aku bisa pergi ke makamnya?" tanya Chloe.
"Kalau kamu tidak keberatan tante akan mengantar kamu ke sana" jawab Sarah.
"Tidak sama sekali kok tante"
Setelah itu Chloe dan tante Sarah pergi ke makam Sinta. Sampai di area pemakaman Chloe dan tante Sarah langsung menuju ke makam Sinta.
Chloe duduk sambil memegang batu nisan Sinta dan menangis. Ia sangat sedih ternyata Sinta sudah tidak berada lagi di dunia ini.
"Sin ini gue Chloe orang yang pernah loe bilang loe benci dan menyesal sudah bersahabat sama gue..........hiks hiks hiks............gue memang marah sama loe dan kecewa sama loe tapi gue udah maafin semua perbuatan loe, semoga jiwa loe tenang di alam sana" ucap Chloe sambil menangis.
Thomas dan Kevin hanya memperhatikan Chloe dan tante Sarah dengan bingung. Keduanya yang tidak mengerti apa yang mereka bicarakan hanya diam saja.
"Dude apa yang mereka katakan" bisik Kevin.
"Aku tidak tahu"
"Lah terus kalau bos tanya bagaimana?" tanya Kevin bingung.
"Aku sudah merekam semua percakapan mereka dari cafe nanti tinggal kita cari penerjemah saja" bisik Thomas.
"Kamu terbaik deh" puji Kevin sambil mengangkat jempolnya.
"Ya begitulah" ucap Thomas dengan sombong.
"Tapi boong! Hahahaha" ucap Kevin sambil tertawa.
Bugh........
Bunyi satu pukulan di kepala Kevin dengan kuat. Seketika Kevin menghentikan tawanya karena rasa sakit akibat pukulan Thomas barusan.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
Chloe yang melihat keduanya hanya diam saja tidak ingin berbicara apapun. Tante Sarah dan Chloe segera pulang setelah dari makam Sinta.
"Thomas kita kembali ke mansion" ucap Chloe dengan suara parau.
"Baik nyonya" ucap Thomas.
Thomas kemudian melajukan mobilnya di ikuti 2 mobil pengawal menuju mansion. Di dalam mobil Kevin masih menggerutu tentang perbuatan Thomas saat di pemakaman tadi.
Chloe yang mendengar guraman Kevin memilih tidak memperdulikannya. Dirinya masih tidak percaya jika Sinta mengalami hal seperti itu dalam hidupnya.
Sinta apa ini hukuman buat loe karena waktu itu loe udah nusuk gue dari belakang, batin Chloe.
Sampai di mansion Chloe segera bergegas masuk, menuju kamarnya di lantai dua dan tidak memperdulikan sapaan para pelayan. Para pelayan yang melihat nyonya mereka tidak seperti biasa menjadi heran.
"Pak Max" ucap Thomas.
"Iya tuan Thomas" ucap pak Max.
"Jangan menganggu nyonya biarkan hari ini nyonya istirahat saja"
"Baik tuan"
"Tolong siapkan cemilan" ucap Thomas sambil berlalu.
Pak Max segera menyiapkan cemilan seperti yang Thomas perintahkan. Thomas segera berjalan ke ruang keluarga menuju Kevin yang sedang berbicara dengan salah satu pengawal mereka.
"Tom ini dia penerjemahnya" ucap Kevin menunjuk pengawal tersebut.
"Coba kamu terjemahkan semua ini" ucap Thomas sambil menyodorkan rekaman.
Pengawal tersebut mulai menerjemahkan apa yang ada dalam isi rekaman tersebut. Tak lupa Thomas merekamnya dan mengirim kepada Albert.
~ Tokyo, Jepang ~
Saat ini Albert dan Xavier sedang meeting bersama jajaran direksi dan pemegang saham dari perusahaannya. Mereka sedang membicarakan solusi apa yang akan mereka pakai.
Setelah mendapat solusi dan berhasil meyakinkan para pemegang saham mereka pun kembali ke ruangan Xavier. Albert masuk bersama dengan Xavier di dalam ruangannya.
"Suruh semua direktur untuk menyiapkan proposal kerja yang baru besok pagi" ucap Xavier dengan tegas.
"Baik bos" ucap Albert.
"Bagaimana dengan proyek minyak di Dubai"
"Saat ini proyek sudah berjalan bos dan tidak ada kendala" ucap Albert menjelaskan.
"Keadaan markas"
"Semua terkontrol bos dan ada pesanan senjata dari pemerintah Italia bos"
"Heeemmm! Kamu atur kapan meetingnya" ucap Xavier dengan suara dingin.
"Iya bos. Uuhmmm! Bos hari ini nyonya tidak ke kantor" ucap Albert.
Seketika gerakan tangan Xavier terhenti dari berkas-berkasnya. Matanya langsung menatap tajam Albert meminta penjelasan lebih detail lagi mengenai istrinya.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
Albert yang mengetahui maksud Xavier segera memberikan iPad kepada Xavier untuk mendengar rekaman percakapan Chloe dengan seorang ibu paruh baya.
"Kata Thomas tadi pagi nyonya bertemu dengan seorang ibu-ibu di cafe mix bos"
"Aku tahu"
"Setelah itu mereka pergi ke pemakaman dan langsung pulang ke mansion tidak ke kantor lagi bos"
"Apa maksudmu pemakaman siapa!" bentak Xavier dengan suara tinggi.
"Aku tidak tahu bos coba bos dengarkan isi rekaman percakapan mereka bos" ucap Albert dengan gugup saat melihat tatapan mata Xavier.
Xavier lalu memutar isi rekaman percakapan Chloe dan tante Sarah yang sudah dirubah dalam versi bahasa Inggris. Xavier tahu saat ini istrinya pasti sedang terguncang dengan kabar yang barusan ia dengar.
Ia sendiri tidak menyangka jika mantan sahabat istrinya akan mengalami hal seperti itu. Bahkan ia memutuskan untuk mengakhiri hidupnya karena merasa sudah ternoda oleh 8 laki-laki.
~ Mansion Xavier ~
Di dalam kamar Chloe menangis membaca isi surat dari Sinta. Dia tidak menyangka jika pelecehan yang dirasakan oleh Sinta adalah orang suruhan Sean.
Air mata Chloe mengalir dengan deras saat membaca pengakuan Sinta yang meminta maaf karena sudah menusuknya dari belakang. Chloe tidak menyangka jika Sean akan tega memperlakukan Sinta seperti itu.
"Loe memang binatang yang ngak punya hati nurani bahkan binatang lebih baik dari pada loe" ucap Chloe dengan emosi.
Ia sangat emosi karena kelakuan Sean yang sudah membuat nyawa Sinta melayang. Bahkan Chloe masih ingat akan perlakuan Sean kepada Sila yang diperkosa oleh anak buah Sean.
"Gue bakal balas dendam buat Sinta ke loe" ucap Chloe dengan tatapan membunuh.
Tak lama hpnya berbunyi tanda panggilan masuk dari sang suami. Chloe segera mengangkat panggilan suaminya karena ia tahu Xavier pasti sudah mengetahui kejadian tadi pagi.
^^^"Halo sayang"^^^
"Apa kamu baik-baik saja sayang?" tanya Xavier dengan nada khawatir.
^^^"Aku baik-baik saja sayang" ucap Chloe dengan suara lembut.^^^
"Aku sudah mendengar semuanya dari Thomas baby"
^^^"Aku tahu pasti Thomas sudah melaporkan semuanya sayang tapi sayang aku sangat sedih saat membaca isi surat dari Sinta........hiks hiks" ucap Chloe sambil menangis.^^^
"Baby please don't cry please" (sayang tolong jangan menangis)
^^^"Sayang penderitaannya sangat berat bahkan aku tidak menyangka ia akan mengalami hal seperti itu"^^^
"Sayang itu sudah menjadi takdirnya intinya kamu sudah memaafkan dia"
^^^"Iya sayang"^^^
"Jangan bersedih lagi karena aku tidak ingin melihat kamu menangis baby"
^^^"Iya hubby. Sayang apa kamu tahu alasan kenapa Sinta bunuh diri"^^^
"I don't know baby"(aku tidak tahu sayang)
..."Dia sangat frustasi karena sudah ternoda dan hal itu karena Sean yang menyuruh anak buahnya menggilir Sinta lalu membuang tubuhnya di hutan"...
"Sean mantan pacar kamu?" tanya Xavier tidak percaya.
^^^"Iya sayang"^^^
"Jangan pernah berdekatan dengannya lagi karena aku takut kamu diapa-apain sama dia baby"
^^^"Yeah i know baby, you must come back quickly baby"(ya aku tahu sayang, kamu harus segera kembali dengan cepat ya sayang) ucap Chloe dengan manja.^^^
"Secepatnya sayang"
^^^"Iya sayang"^^^
^^^"Love you too baby"^^^
Panggilan langsung dimatikan sepihak oleh Xavier. Ia segera menyuruh Albert untuk mengerjakan semua masalah disini secepat mungkin.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
Hari-hari berlalu dengan cepat tanpa terasa sudah 1 minggu kepergian Xavier ke Jepang. Chloe sendiri sudah mengurus proyek resort di Lombok tapi dia tidak pernah bertemu dengan Sean dan pak Hartono.
Sean sendiri masih terus berusaha untuk bertemu degan Chloe tapi tidak pernah di ijinkan oleh Mike dan anak buahnya. Queen yang merasa akhir-akhir ini Sean tidak lagi memperdulikannya segera pergi ke mansion orang tuanya.
*~**Mansion Rosemary**~*
Sampai di mansion orang tuanya, dia segera masuk ke dalam melewati para pelayan dengan angkuh dan sombong. Laura yang baru turun dari lantai dua kaget melihat putrinya datang tanpa memberitahu dulu.
"Sayang kok datang ngak beritahu mommy" ucap Laura dengan lembut.
"Maaf mom aku kangen sama mommy makanya kesini" ucap Queen sambil bergelayut manja di lengan Laura.
"Aduh princess mommy sini mommy peluk"
Queen segera memeluk Laura dengan erat melepas rindu. Keduanya segera menuju ke sofa di ruang keluarga untuk berbincang-bincang.
"Gimana kehamilan kamu sayang?" tanya Laura sambil mengelus kepala anaknya.
"Baik-baik saja mommy dan kata dokter kandungan aku kuat" jawab Queen.
"Baguslah sayang jaga cucu mommy baik-baik ya sayang"
"Pasti mommy"
"Iya princess"
"Mommy, daddy sama ka Steven kemana?" tanya Queen.
"Daddy kamu lagi main golf sama rekan kerjanya sedangkan kakak kamu lagi pergi sama istrinya sayang"
"Oh"
"Gimana sama hubungan kamu dengan Sean?" tanya Laura.
"Akhir-akhir ini mas Sean berubah mom" jawab Queen dengan sedih.
"Memang kenapa sayang"
"Sejak kemunculan anak pembawa sial itu waktu mas Sean sudah berkurang sama aku mom bahkan mas Sean ngak pernah mengelus perut aku lagi" ucap Queen mengadu ke Laura.
"Sialan anak pembunuh itu tidak puaskah dia membuat hancur keluarga kita!" bentak Laura dengan emosi.
"Mommy harus kasi pelajaran ke dia mom" ucap Queen memanasi Laura.
"Tenang aja princess mommy akan membuat ia seperti 5 tahun lalu" ucap Laura sambil tersenyum sinis.
"Mommy paling the best deh" ucap Queen sambil memeluk Laura dengan erat.
Laura membalas pelukan Queen karena sudah berhasil membuat putrinya kembali tersenyum.
Aku akan membuat kamu lebih tersakiti lagi seperti 5 tahun lalu, batin Laura dengan mata penuh amarah.
Tanpa Laura sadari ternyata Adam bukan menemui rekan kerjanya melainkan dirinya saat ini sedang berada di salah satu apartemen menengah di pusat kota.
Adam sedang menemui selingkuhannya yang bernama Maya. Maya sendiri adalah seorang janda yang ditinggal mati suaminya saat bertugas di medan perang.
Maya adalah teman sekolah Adam sewaktu SMA sekaligus cinta pertama Adam. Keduanya bertemu saat Adam tak sengaja menyenggol Maya di salah satu restoran saat ia baru selesai meeting.
Mulai dari situ keduanya semakin dekat dan saling bertemu di sela kesibukan Adam. Adam pun menjalin hubungan gelap di belakang istrinya karena tergoda oleh tubuh sintal milik Maya yang sangat menggoda.
"Mas apa istrimu tahu kamu kesini?" tanya Maya yang berada di dalam pelukan Adam setelah keduanya melepas rindu.
"Ngak sayang dia tidak tahu"
"Aku takut jika dilabrak oleh istrimu sayang"
"Kamu tenang saja sayang Laura tidak akan mengetahui perselingkuhan kita"
"Iya mas aku sangat mencintaimu"
"Aku juga mencintaimu sayang" ucap Adam sambil mencium b***r Maya dengan sensual.
Keduanya kembali menikmati kebersamaan mereka hari ini karena jarang bertemu satu sama lain. Queen yang pulang ke mansionnya saat sudah pukul 19:00 merasa sedih karena suaminya lagi-lagi belum pulang.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
Dirinya segera naik ke kamar untuk beristirahat. Hari berlalu dengan cepat dan paginya Queen bangun lebih pagi untuk bisa sarapan bersama dengan suaminya.
Tepat pukul 07:00 Sean sudah keluar dari kamarnya menuju ke meja makan. Queen berdiri di meja makan sambil tersenyum melihat Sean yang baru turun.
"Good morning mas" ucap Queen dengan senyum manis.
"Heeemmm"
Sean lalu segera duduk dan memulai sarapan dengan diam. Queen yang melihat hal itu segera merubah raut mukanya untuk menjalankan rencananya menggunakan bayi dalam kandungannya.
"Mas"
"Heemmm"
"Aku pengen nyium bau kamu" ucap Queen dengan manja.
"Maksud loe?" tanya Sean bingung.
"Anak kita pengen nyium bau badan papanya" ucap Queen sambil mengelus perutnya.
Sean segera menyuruh Queen untuk duduk di sampingnya. Queen pun segera duduk di samping Sean sambil memeluk tubuh Sean dan mengendus bau tubuh Sean.
Queen tersenyum licik melihat rencananya berhasil dengan menggunakan nama anaknya. Sean yang melihat tingkah Queen membiarkan saja karena pikirnya semua demi anaknya.
Selepas itu Sean lalu pergi menuju kantor karena hari ini mereka akan mengadakan rapat bersama dengan perusahaan Shine. Ia berharap semoga Chloe hadir dalam rapat tersebut.
~ Shine company ~
Di lantai 40 Chloe sedang membahas rancangan desain resort yang akan mereka pakai. Dirinya sendiri yang memilih tema resort tersebut dan interior apa saja yang akan digunakan.
"Sebentar kita adakan meeting bersama biar aku yang akan menjelaskan semua keinginanku" ucap Chloe dengan tegas.
"Tapi nyonya kata bos nyonya tidak boleh bertemu dengan orang itu lagi" ucap Thomas.
"Ya tapi aku harus menjelaskan konsep resort ini sesuai dengan apa yang aku mau" ucap Chloe.
"Apa kita beritahu bos dulu?" tanya Kevin.
"Ya aku akan memberitahunya sekarang"
Chloe mengambil hpnya dan menghubungi Xavier tapi nomornya diluar jangkauan. Berkali-kali Chloe menelpon tapi tetap nomor Xavier tidak aktif.
"Thomas coba kama hubungi Albert soalnya nomor Xavier tidak aktif" ucap Chloe.
"Baik nyonya" ucap Thomas.
Thomas menelpon Albert beberapa kali dan juga pengawal mereka semua tapi sama saja nomor mereka tidak aktif.
"Albert dan para pengawal nomor mereka tidak aktif nyonya" ucap Thomas.
"Kenapa nomor mereka semuanya tidak aktif apa ada sesuatu yang terjadi?" tanya Chloe dengan khawatir.
"Tidak mungkin nyonya mungkin mereka sedang meeting atau sedang meninjau lokasi proyek yang jauh dari jangkauan jaringan" jawab Thomas.
"Mungkin juga Thomas" ucap Chloe.
Thomas menghela napasnya lega karena Chloe tidak curiga. Sebenarnya saat ini Xavier dan lainnya sudah berada dalam jet untuk kembali ke Indonesia, ia ingin membuat surprise kepada Chloe karena dari kemarin Chloe sudah merengek minta Xavier pulang.
"Kalau begitu sebentar kita akan meeting bersama dengan mereka" ucap Chloe.
"Baik nyonya" ucap Thomas.
Waktu berlalu dengan cepat tak terasa saat ini Chloe dan Sean bersama pak Hartono sedang melakukan meeting di salah satu restoran ternama di Jakarta. Mereka memilih ruang VIP untuk membahas proyek yang sedang mereka kerjakan.
Thomas dan kevin selalu berdiri di samping Chloe untuk memantau nyonya mereka. Tak lupa direktur Rangga bersama sekretarisnya juga turut hadir selaku direktur perusahaan Shine.
"Semuanya sudah jelaskan direktur Hartono dan direktur Sean" ucap Chloe berwibawa.
"Sangat jelas" ucap keduanya serentak.
"Heemmm"
Mereka lalu mengakhiri meeting dengan menikmati jamuan makan siang bersama. Sedari tadi Sean sudah memikirkan cara untuk berbicara bersama dengan Chloe hari ini juga.
Tak lama direktur Hartono pamit pulang lebih dulu karena masih ada pekerjaan. Chloe sendiri sudah beranjak dari duduknya untuk pulang tapi Sean menghentikannya.
"Chloe ada yang ingin gue bicarakan" ucap Sean dengan tegas.
"Maaf tuan Sean tapi saya sibuk dan setahu saya kita sudah membahas semua yang kita perlukan tadi di meeting" ucap Chloe dengan suara dingin.
"Ini urusan pribadi dan ngak ada sangkut paut dengan perusahaan Chloe" ucap Sean sambil menahan emosinya.
"Cih! Maaf tuan Sean saya ngak ada urusan pribadi dengan anda!" bentak Chloe.
"Chloe" ucap Sean dengan emosi.
Brak...............
Bunyi pintu yang dibuka dengan kasar dari luar. Mike dan anak buahnya langsung mengikuti orang yang baru masuk ke dalam ruangan tersebut.
"Dasar anak pembunuh apa kamu tidak puas sudah menghancurkan keluarga saya!" bentak Laura dengan emosi.
"Cih! Long time no see Mrs. Rosemary" ucap Chloe dengan tatapan sinis.
...βββββ...
To be continue..............
Jangan lupa vote, like, dan komen yang sebanyak-banyaknya ya guysπβ€