
π»Sukses itu berasal dari dirimu sendiri dan itu semua karena perjuanganmu dan bukan dari orang lainπ»
.
.
.
.
Tamu undangan sudah pada pulang meninggalkan ballroom hotel Hilton. Albert lalu menyuruh anak buahnya untuk mengantar sang mertua ke kamar mereka.
Ayah dan ibu Mira setelah berpamitan pada sang anak mereka segera diantar ke kamar mereka. Kakak dan adik Mira juga ikut menginap di hotel Hilton.
"Bos" ucap Albert saat menemui Xavier dan lainnya di lounge hotel.
"Heeemmmm"
"Terima kasih atas semuanya bos" ucap Albert dengan tulus.
Xavier lalu memberi isyarat kepada Thomas dan Kevin untuk meninggalkan keduanya. Setelah melihat keduanya pergi Xavier lalu menatap Albert dengan tatapan datar.
"Apa kamu sudah memberitahu istrimu jika kalian akan segera berangkat ke Amerika?" tanya Xavier.
"Sudah bos"
"Ambillah dan nikmati sebelum kalian pulang" ucap Xavier sambil menyodorkan amplop sebagai hadiah darinya.
Albert menerima amplop tersebut dan segera membukanya. Saat dibuka ia seketika tersenyum bahagia melihat tiket bulan madu ke Maldevis.
"Terima kasih bos" ucap Albert dengan senang.
"Nikmati liburmu selama 2 minggu disana"
"Apa tidak terlalu lama bos" ucap Albert yang kaget waktu liburannya sangat lama.
"Itu perintah dari istriku" ucap Xavier dengan suara tegas.
"Kalau begitu akan aku nikmati liburan ini bos" ucap Albert sambil memamerkan giginya.
"Heemmmm"
Sebelum kembali ke kamarnya Xavier dan Albert duduk menikmati vodka. Xavier lalu pergi dahulu menuju ke kamarnya karena sudah merindukan sang istri.
Albert juga memutuskan untuk ke kamarnya menemui sang istri. Di dalam kamar Mira sedang melepas riasan rambutnya dan membersihkan make up di wajahnya.
Tak lama pintu terbuka dan muncullah sosok yang baru beberapa jam sudah menjadi suaminya. Albert tersenyum hangat melihat pantulan wajah sang istri yang terpantul di cermin.
"Mau ku bantu sayang" ucap Albert menawarkan bantuan.
"Aku bisa sendiri sayang" ucap Mira sambil tersenyum manis.
Albert lalu berjalan menuju ke kamar mandi sambil melepaskan jas dan kemejanya. Mira yang baru pertama kali melihat Albert dengan toples takjub dengan bentuk tubuh Albert.
"Gila itu roti sobek banyak banget" gumam Mira dengan suara pelan.
Albert tersenyum melihat sang istri yang tak berkedip menatap dirinya. Albert tersenyum penuh arti saat mendapat ide di otaknya.
"Apa kamu ingin menyentuhnya Mrs. Kendrick" ucap Albert sambil menunjuk bagian perutnya.
"Hah! Tidak" ucap Mira dengan cepat.
"Tapi sepertinya tubuh kamu berkata lain sayang lihat saja air liurmu sampai menetes" ucap Albert menahan tawanya.
Mira segera mengelap mulutnya dan seketika wajahnya merah padam karena apa yang dikatakan suaminya itu benar. Mira segera berlari masuk ke dalam kamar mandi karena malu.
Albert juga ikut masuk ke dalam untuk mandi bersama-sama dengan sang istri. Malam itu Albert dan Mira melewati malam pertama mereka dengan panas.
Mira dan Albert melakukannya hingga 5 jam baru keduanya berhenti. Albert tersenyum hangat melihat wajah istrinya yang sangat lelah.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
Ia sangat senang karena ternyata ia adalah yang pertama untuk sang istri.
Aku sangat mencintaimu sayang, batin Albert dengan senyum manis.
Berbeda dengan di dalam kamar Albert di president suit milik Xavier, Chloe tidak bisa tidur karena sedari tadi anaknya menangis.
"Sayang kamu kenapa kangen sama daddy ya" ucap Chloe dengan bingung.
Baby Xander terus menangis tak berhenti, Xavier yang baru masuk ke dalam kamar bingung melihat istrinya yang sedang berusaha menenangkan sang anak.
"Sayang apa yang terjadi" ucap Xavier dengan lembut.
"Aku tidak tahu hubby sedari tadi Xander terus menangis tak berhenti" ucap Chloe dengan khawatir.
"Sini biar aku coba gendong"
Saat hendak mengendong anaknya Chloe bisa mencium aroma alkohol dari sang suami. Ia lalu menatap tajam sang suami dan menjauhkan dari anaknya.
"Kamu bau alkohol sayang" ucap Chloe dengan tegas.
"Tadi aku minum 2 gelas vodka bersama Albert sayang"
"Hilangkan baunya dulu sayang ada anak kita disini" ucap Chloe dengan lembut.
"Heemmmm"
Xavier berlalu menuju ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya dari alkohol. Setelah dirasa tidak ada bau lagi ia segera keluar memakai bathrobe.
"Sayang......hiks hiks hiks" ucap Chloe sambil menangis.
"Kamu kenapa sayang" ucap Xavier dengan panik.
"Xander badannya panas sekali hubby.........hiks hiks hiks" ucap Chloe dengan air mata terus mengalir.
Xavier menyentuh kening anaknya dan betul saja badan Xander sangat panas. Ia segera menghubungi Kevin untuk datang ke kamarnya, Xavier lalu mengendong baby Xander agar anaknya tidak menangis lagi.
Kevin yang di hubungi Xavier segera berlari naik ke lantai atas kamarnya. Tiba di depan pintu ia segera di sambut oleh para pengawal yang berjaga di depan kamar Xavier.
"Bos apa yang terjadi" ucap Kevin dengan napas satu-satu.
"Xander badannya sangat panas Kevin" ucap Chloe dengan wajah khawatir.
Kevin segera memeriksa baby Xander dengan teliti. Setelah beberapa lama akhirnya ia sudah tahu penyebab anak sang bos sakit.
"Baby Xander panas karena perubahan cuaca yang tiba-tiba bos" ucap Kevin.
"Tidak berbahaya kan Kevin" ucap Chloe dengan panik.
"Tidak nyonya palingan besok keadaan bos muda sudah pulih" ucap Kevin.
"Syukurlah" ucap Chloe dengan lega.
"Apa anakku harus minum obat" ucap Xavier.
"Tidak bos baby Xander di kompres saja badannya dengan air hangat dan usahakan udara di dalam ruangan tetap lembab" ucap Kevin.
"Heemmmm"
Kevin lalu pamit pergi setelah selesai memeriksa keadaan baby Xander. Chloe segera menyiapkan air hangat dan kain untuk terus mengompres anaknya.
Baby Xander sudah tidak lagi menangis di dalam gendongan sang daddy. Bayi itu merasa sangat nyaman saat di gendong oleh sang daddy.
"Cepat sembuh ya jagoan mommy" ucap Chloe sambil mencium anaknya.
"Kamu tidur saja sayang biar aku yang menjaga baby Xander"
"Tidak sayang aku tidak bisa tidur jika keadaan anakku seperti ini" ucap Chloe dengan khawatir.
"Baiklah sayang"
Keduanya lalu menjaga dan merawat baby Xander sampai bayi itu tertidur. Chloe tak akan bisa tidur jika anaknya masih sakit seperti ini dan ia sangat sedih melihat tubuh anaknya yang lemah.
Hari berlalu dengan cepat pagi ini Albert dan Mira bangun tepat pukul 10:00 pagi. Kedua orang tua Mira saat ini sedang berkumpul bersama dengan Chloe dan baby Xander di cafe hotel.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
"Nak Chloe kapan balik ke Amerika?" tanya ibu Asmi.
"Aku tidak tahu bibi soalnya masih tunggu kabar dari suamiku dulu" ucap Chloe dengan senyum manis.
"Xander sangat mirip ya sama Mr. Wesly" ucap ayah Rangga.
"Da da da da" celoteh baby Xander sambil bertepuk tangan.
"Kamu kangen sama daddy ya nak" ucap Chloe.
"Da da da da da"
Chloe tertawa mendengar celoteh anaknya dan beruntung anaknya sudah sembuh dari panas semalam, saat umur empat bulan anaknya itu sudah bisa memanggil nama daddynya dan hal itu membuat Chloe sangat senang.
Tak lama Xander semangat sekali melihat kedatangan sang daddy. Bayi itu sudah tidak sabar lagi untuk di gendong oleh Xavier.
"Itu daddy udah datang" ucap Chloe.
Xavier segera mencium anaknya dan mengendong bayi itu. Semuanya tersenyum bahagia melihat kedekatan sang ayah dan anaknya.
Keluarga Mira mengucapkan terima kasih kepada Xavier karena telah membantu anaknya dalam pernikahan mereka. Setelah itu mereka segera pamit dan akan menunggu Mira di rumah sebelum mereka pergi bulan madu.
"Sayang lusa kita akan pergi ke makam ke dua orang tuamu" ucap Xavier menatap Chloe dengan lembut.
"Yang benar sayang" ucap Chloe dengan kaget.
"Benar sayang"
"Terima kasih hubby"
"Heeemmmm"
Chloe sudah tidak sabar ingin melihat makam kedua orang tuanya. Keduanya lalu menyantap makan siang di restoran hotel.
Hari berlalu dengan cepat dan tak terasa saat ini Chloe dan keluarga kecilnya sudah berada di makam kedua orang tuanya. Sedari tadi Chloe terus menangis melihat makam ke dua orang tuanya yang berjejer.
"Hiks hiks hiks.......Mommy daddy.......hiks hiks maaf Chloe baru sempat kesini.........hiks hiks" ucap Chloe sambil menangis.
Chloe menumpahkan semua isi hatinya di makam kedua orang tuanya. Tak lupa juga ia memperkenalkan anak dan suaminya, dua orang yang sangat berharga di dalam hidupnya.
"Jangan menangis lagi sayang ikhlaskan semuanya" ucap Xavier sambil memeluk sang istri.
Chloe hanya mengangguk kepalanya mengiyakan ucapan sang suami. Pak Max yang berdiri agak jauh dari kedua tuannya menatap sang nyonya dengan sedih.
"Nyonya yang tabah semoga selalu bahagia bersama keluarga kecil nyonya" ucap Pak Max dengan pelan.
Chloe lalu di tuntun sang suami untuk pergi dari sana. Saat berjalan Chloe tersenyum melihat ke belakang pada makam kedua orang tuanya, ia sangat bahagia akhirnya bisa melihat makam kedua orang tuanya.
1 minggu kemudian
Hari ini Xavier memutuskan untuk pulang kembali ke California. Ia sudah melewatkan pekerjaan kantornya yang sangat menumpuk di perusahaan.
Saat ini Chloe dan baby Xander sudah duduk di dalam jet. Xavier masih berbicara dengan Thomas untuk memantau perusahaan mereka selama mereka di dalam jet.
"Baby Xander tidur ya nyonya?" tanya Kevin.
"Iya Kevin" ucap Chloe.
Kevin lalu tak bertanya lagi saat melihat sang bos sudah datang. Kevin duduk berhadapan dengan Thomas dan memilih untuk tidur menikmati perjalanan kali ini.
Chloe menutup tubuh sang anak agar tidak dingin dan bersiap untuk lepas landas. 5 menit kemudian jet pribadi Xavier sudah lepas landas.
~ California, Los Angeles ~
Tepat pukul 10:00 pagi waktu setempat rombongan Xavier tiba di California. Chloe yang sangat capek dan lelah segera menyuruh sang suami untuk ke mansion.
"Aku harus meeting 1 jam lagi sayang" ucap Xavier.
"Kalau begitu biar aku dan Xander pulang ke mansion saja hubby"
"No baby mending kamu ikut denganku ke perusahaan"
"Tapi" ucap Chloe yang langsung di potong Xavier.
"Kalian bisa tidur di kamar di ruangan ku sayang" ucap Xavier dengan tegas.
Chloe lalu mengangguk kepalanya tanda menyetujui usulan sang suami. Ia sangat tahu jika Xavier tidak ingin dirinya pergi sendiri meski tujuannya ke mansion.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
~ Wesly Group ~
Iring-iringan mobil Xavier akhirnya tiba di wesly group. Xavier keluar dari mobil mewahnya di ikuti Chloe yang mengendong sang anak yang tertidur.
Semua karyawan Wesly Group langsung membungkuk memberi hormat saat direktur mereka lewat. Xavier merangkul pinggang istrinya dengan posesif dan hanya menampilkan wajah dinginnya.
"Bos 30 menit lagi meeting mulai" ucap Thomas.
"Heemmmm"
Ting........
Bunyi lift tiba di lantai 98, saat keluar dari lift Chloe melihat 3 orang sekertaris utama berdiri menyambut kedatangan mereka.
"Selamat datang tuan dan nyonya" ucap ketiga sekertaris dengan serentak.
"Iya" ucap Chloe dengan senyum manis.
Xavier tidak memperdulikan mereka dan segera membuka pintu dengan sidik jari. Chloe lalu bergegas masuk ke dalam kamar Xavier karena sudah terlalu lelah.
"Kamu di sini saja ya sayang aku akan kembali secepatnya" ucap Xavier dengan suara lembut.
"Iya sayang"
Chloe lalu naik ke ranjang dan berbaring di samping sang anak setelah mengelap tubuh Xander. Xavier beranjak mencium keduanya sebelum ia pergi meeting.
"Bawakan berkas meeting" ucap Xavier dengan suara dingin.
"Semuanya sudah ada di meja bos" ucap Thomas.
"Perintahkan Mike untuk berjaga di depan pintu ruanganku"
"Baik bos"
Thomas segera mengirim pesan ke Mike untuk berjaga di depan pintu ruangan Xavier. Keduanya lalu membaca berkas klien mereka yang ingin bekerja sama dengan perusahaan mereka.
"Bos sepertinya perusahaan ini ingin bermain-main dengan kita" ucap Thomas sambil tersenyum sinis.
"Kamu urus mereka setelah meeting"
"Oke bos"
25 menit kemudian sekertaris Xavier mengabari lewat interkom jika meeting akan dimulai. Xavier dan Thomas lalu beranjak ke luar menuju ruangan meeting di lantai 97.
"Jaga istri dan anakku" ucap Xavier dengan suara dingin.
"Baik bos" ucap Mike dengan suara tak kalah dingin.
Xavier segera pergi ditemani Thomas dan anak buahnya sebagian. Mike lalu memberi perintah kepada anak buahnya untuk tak mengijinkan seorang pun untuk berada di lantai ini selain sekertaris utama dan mereka.
Di lobby perusahaan seorang wanita muda memakai baju cleaning service sedang melihat sekitar. Tanpa mereka semua tahu wanita itu adalah Cika anak dari Reynald om tiri Xavier.
"Aku harus bisa mengambil dokumen perusahaan anak sialan itu" gumam Cika dengan pelan.
Cika lalu berjalan membawa peralatan pembersih naik ke lift. Ia menekan tombol 98 lantai paling atas yang ia tahu itu adalah ruangan Xavier.
Ting.......
Bunyi pintu lift terbuka dan keluarlah Cika, Mike yang melihat ada orang asing di lantai ini segera memberi perintah kepada anak buahnya lewat isyarat mata.
"Katakan siapa kamu" ucap anak buah Mike dengan suara dingin.
"Maaf tuan saya petugas cleaning service ingin membersihkan lantai ini" ucap Cika dengan gugup.
Mike yang mendengar ucapan Cika lewat earpiece tersenyum penuh arti. Cika tak tahu jika di dalam perusahaan ini hanya khusus lantai Xavier selalu di bersihkan oleh anak buah Xavier dan tidak boleh orang lain.
Brugh.........
Seketika Cika jatuh pingsan saat kendoknya dipukul oleh Mike dari belakang. Ketiga sekertaris utama hanya melihat Cika dengan tatapan datar dan tidak perduli.
"Ternyata kiriman tikus sialan itu" ucap Mike setelah melihat wajah Cika.
...βββββ...
To be continue.............
Jangan lupa vote, like, dan komen yang sebanyak-banyaknya ya guysπβ€