
Sean saat ini sedang berhadapan dengan papanya. Riko melihat putra semata wayangnya dengan tatapan tajam.
"Bisa kamu jelaskan ke papa Sean" ucap Riko dengan suara tinggi dan penuh wibawa.
"Sean hanya menikmati masa muda Sean pa" ucap Sean dengan acuh.
Mendengar ucapan anaknya Riko hanya bisa menghela nafas dalam karena sifat anaknya sangat persis dengannya waktu masih muda dulu.
"Kamu tahu papa sama ibu sayang banget sama kamu"
"Tahu pa" ucap Sean sambil mengangguk kepala.
"Papa ngak mau sampai ibu kamu sedih mendengar anaknya sudah mengenal miras dan perempuan malam"
Seketika Sean terkejut mendengar ucapan papanya.
Apa selama ini papa tahu soal wanita malam, batin Sean.
"Ya papa tahu semuanya" ucap Riko menjawab pertanyaan di pikiran anaknya.
"Papa bisa baca pikiran Sean" ucap Sean dengan wajah polos karena papanya bisa tahu apa yang ia pikirkan.
Seketika Riko tersedak minuman yang sedang ia minuman. Melihat hal itu Sean buru-buru menghampiri papanya dan menepuk pundak papanya.
"Cih! Papa kayak anak kecil saja minumnya"
"Apa kamu bilang dasar anak kurang ajar" hardik Riko sambil menjewer kuping Sean.
"Ah! Ampun pa ampun pa"
Ya jika berhadapan dengan orang tuanya sifat Sean akan menjadi manja berbanding terbalik dengan sifat dingin biasanya. Akhirnya Riko melepas jewerannya dan mulai berbicara serius dengan anaknya.
"Kakek kamu sudah mengetahui semua tingkah laku kamu"
"Maksud papa"
"Mulai saat ini bertindaklah sebagai seorang pria yang bertanggung jawab Sean" ucap Riko tidak menanggapi pertanyaan anaknya.
"Ya Sean tahu pa"
"Siapa perempuan itu" ucap Riko dengan datar dan dingin.
"Dia cuma perempuan yang ngak penting pa"
"Jangan sekali-kali kamu menyepelekan hal sekecil apapun nak, bisa jadi itu adalah boomerang untukmu kedepannya"
"Sean akan bertindak dengan hati-hati pa"
"Papa tahu kamu bisa nak selesaikan semua sampai ke akar-akarnya" ucap Riko memegang bahu anaknya dan melihatnya dengan tatapan serius.
Melihat tatapan mata papanya Sean tahu kalau papanya tidak ingin ada hal sekecil apapun yang bisa membuat dirinya berada dalam masalah kedepannya.
"Sean akan mengurusi semuanya pa terima kasih atas nasihat papa" ucap Sean sambil tersenyum hangat ke papanya.
Riko hanya membalas senyum anaknya dengan senyum hangat pula, setelah itu ia beranjak keluar untuk pulang menemui wanita yang sudah menunggunya di rumah.
Sesampainya di pintu yang sudah dibuka oleh bodyguard Riko menghentikan langkahnya dan memberi pesan kepada Sean.
"Mulai besok berlatihlah di markas Sean" ucap Riko sambil berlalu pergi diikuti tangan kanannya dan pengawal.
"Baik pa" ucap Sean meski tidak didengar papanya.
Perasaan Sean saat ini sangat bahagia karena selama ini papanya tidak mengijinkan dirinya berlama-lama dinmarkas. Sean sangat menyukai dengan senjata karena di markas ia bebas menggunakan senjata apapun untuk berlatih.
Sean keluar dan menuju tempat teman-temannya saat ini. Sampai disana ia disambut oleh Angga dengan segelas vodka untuk diminum. Sean pun menerima dan meminumnya dalam sekali teguk.
Kemudian mereka semua turun ke lantai dansa dan menggoyangkan tubuh mereka mengikuti irama musik. Sinta berjoget sambil memeluk tubuh Sean dengan sensual. Sean pun menerimanya dengan lapang dada.
Malam yang sangat membahagiakan untuk Sinta karena berhasil mendapatkan sang idola.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
Di pagi hari Chloe mendapat telpon dari om Arka yang mengabarinya untuk bisa datang ke perguruan esok hari serta mengirim alamatnya. Mendengar hal itu Chloe menjadi sangat senang dan bersemangat.
Ketika Chloe sedang menggunting tangkai bunga untuk dimasukkan ke dalam vas tiba-tiba bunyi deru mobil berhenti di depan pintu mansion.
Mendengar hal itu Chloe sangat senang karena ia yakin itu adalah orang tuanya yang sudah bepergian selama beberapa hari. Chloe berlalu ke arah pintu dengan senyum bahagia menyambut kepulangan mereka.
"Momm....." ucap Chloe terhenti ketika melihat sang mommy pulang dengan mengandeng tangan seorang gadis cantik seumuran dengannya.
Laura melihat hal tersebut dan membawa anak itu untuk diperkenalkan kepada Chloe.
"Chloe kenalin ini Queen dan mulai saat ini ia akan tinggal di mansion ini dan menjadi kakakmu" ucap Laura dengan tegas.
Mendengar perkataan mommy Chloe berdiam dan mencerna perkataan Laura. Seketika ia tahu kalau mommynya mengadopsi seorang anak.
"Uhmm! Maksud mommy dia jadi saudara Chloe ya" ucap Chloe menunjuk kearah Queen dengan suara agak tinggi.
Melihat jari Chloe menunjuk dirinya seketika Queen menjadi geram dan emosi.
Kurang ajar banget ni anak sialan, batin Queen.
"Chloe yang sopan ngomongnya" hardik Laura dengan keras.
Seketika Chloe terkejut karena mendapat bentakan dari Laura. Queen yang melihat hal tersebut lalu tersenyum mengejek ke arah Chloe. Chloe sempat melihat hal tersebut tapi ia berpikir kalau itu mungkin hanya firasatnya saja.
"Maaf mom" ucap Chloe dengan menunduk takut melihat mata Laura yang melotot tajam kearahnya.
"Mulai detik ini dia akan menjadi kakakmu karena dia lahir lebih dahulu kamu"
"Iya mom"
"Queen sayang ayo kenalan sama saudarimu yang baru" ucap Laura dengan penuh kasih sayang kepada Queen.
"Hai salam kenal kenalin nama gue Queen Alexis Rosemary" ucap Queen dengan penekanan saat mengucapkan namanya dan sambil menjulurkan tangannya kepada Chloe.
Chloe kaget karena nama belakang mereka sama berarti perkataan mommy barusan bukan candaan.
"Hai salam kenal juga nama gue Chloe Elisabeth Rosemary semoga kita menjadi saudara yang dekat ya" ucap Chloe sambil menjabat tangan Queen dengan senyum manis.
"Lihat aja ya" ucap Queen dengan sinis.
Chloe dan para pelayan yang mendengar perkataan Queen barusan menjadi kaget. Mereka semua berpikir kalau Queen adalah orang yang sombong.
"Chloe daddy harap kamu bisa membantu Queen selama ia tinggal disini" ucap Adam.
"Pasti daddy"
"Heeemm! Jangan kecewakan daddy" ucap Adam dengan suara tegas.
"Iya daddy"
"Untuk semua para pelayan disini mulai hari ini Queen adalah anak kami dan juga kakak dari Chloe dan adik Steven, perlakukan dia seperti nona muda disini mengerti" ucap Laura dengan tegas.
"Mengerti nyonya" ucap mereka semua dengan serentak.
"Bi Rani" panggil Laura.
"Iya nyonya" ucap bi Rani.
"Siapkan salah satu kamar untuk Queen"
"Baik nyonya" ucap bi Rani sambil berlalu menuju salah satu kamar tamu dibawah.
Melihat kepala pelayan masuk di kamar lantai satu, Queen merasa tidak suka ditempatkan disana karena ia tahu pasti kamarnya sempit.
Chloe melihat kearah Queen dan mengajaknya untuk pergi ke kamarnya sambil menunggu pelayan mempersiapkan kamar untuk dirinya.
"Queen loe istirahat aja dikamar gue sambil nunggu kamar dibersihkan pelayan"
"Oke deh"
Queen dan Chloe berjalan menaiki tangga menuju kamar Chloe. Queen lalu menanyakan siapa yang menempati kamar di sebelah Chloe.
"Itu Kamar ka Steven" ucap Chloe.
Queen seketika merasa tidak suka kalau kamar Chloe bersebelahan dengan kamar kakaknya.
"Uhmm! Gue mau ke mommy dulu deh ada yang mau gue omongin" ucap Queen ketika Chloe baru saja membuka pintu kamarnya.
"Oh mommy kayaknya ada di kamar deh, kamarnya itu di sebelah ruang keluarga" ucap Chloe memberitahukan letak kamar sang mommy.
"Hemmm" deham Queen dengan suara dingin dan berlalu begitu saja menuju kamar Laura.
Tok........tok.........tok..........
"Mommy ini Queen"
"Iya bentar sayang" ucap Laura dari dalam kamar.
"Kenapa sayang"
"My Queen pengen kamarnya di sebelah ka Steven" ucap Queen dengan manja.
"Itu kan kamar Chloe sayang emang kamu mau di bekas kamar dia"
"Kan bisa diganti semuanya mom, Queen suka kamar itu mom"
"Ya sudah nanti mommy beritahu pelayan supaya menyuruh mereka memindahkan barang Chloe dulu ya"
"Makasih ya mom" ucap Queen sambil mencium pipi Laura.
Queen pun beranjak ke kamar tamu untuk istirahat sambil menunggu kamarnya di persiapkan.
Laura menuju ke kamar Chloe untuk memberitahunya agar pindah ke kamar lain.
"Chloe" ucap Laura masuk ke dalam kamar Chloe tanpa mengetuk pintu.
Chloe yang sedang membereskan meja belajarnya seketika kaget karena kedatangan sang mommy.
"Iya mom"
"Kamu bereskan semua barang kamu sekarang"
"Memangnya kenapa mom"
"Queen pengen tempati kamar kamu jadi kamu pindah ke kamar lain saja"
"Loh ngak bisa mom kan ini kamar Chloe dari dulu" protes Chloe tidak setuju dengan perkataan Laura.
Seketika Laura menjadi emosi karena Chloe menolak perintahnya.
"Mommy ngak mau tahu kamu harus bertukar kamar dengan Queen titik" ucap Laura dengan suara tinggi.
Steven yang baru keluar dari kamarnya dan mendengar sang mommy berbicara dengan suara tinggi beranjak untuk melihat apa yang terjadi.
"Ini ada apa sih kok ribut segala" ucap Steven dari depan pintu kamar Chloe.
"Nih mommy hanya nyuruh Chloe agar bertukar kamar dengan Queen tapi dianya ngak mau"
"Chloe iyaiin aja kenapa sih loe kok repot banget" ucap Steven dengan nada datar tidak seperti biasanya.
Melihat kakak dan mommy yang berbicara kasar mau tidak mau Chloe pun menuruti perkataan mereka.
"Kalau dari tadi kan mommy ngak perlu berbicara panjang lebar" ucap Laura dengan santai.
"Iya mom maafin Chloe udah ngak ikut kemauan mommy" ucap Chloe mengalah.
"Ya sudah beresin semua barang kamu"
"Iya mom tapi Chloe di kamar yang mana mommy"
Laura dan Steven saling melihat dan seketika senyum sinis muncul dibibir mereka. Mereka berpikir kalau ini awal dari kesengsaraan Chloe.
"Uhmmm! Kalau dikamar tamu mungkin ngak bisa" ucap Steven sambil berpikir.
"Iya ya terus dimana ya" ucap Laura sambil berpikir.
"Gimana kalau di kamar samping dapur aja mom" usul Steven memberikan ide.
Chloe terkejut mendengar perkataan kakaknya. Ia berpikir kenapa kakaknya menyuruh di kamar samping dapur itukan kamar milik sang koki.
"Kak bukannya itu kamar sang koki ya"
"Bukan yang itu tapi disebelahnya" ucap Steven.
Seketika Chloe terkejut lagi karena kamar yang dibilang oleh kakaknya adalah gudang penyimpanan.
"Ya mommy setuju kamu beresin gudang penyimpanan dan mulai detik ini kamar kamu disana"
"Iya mom" ucap Chloe menerima dengan sabar karena takut dimarahi oleh sang mommy.
Laura dan Steven kemudian beranjak meninggalkan kamar Chloe dan menyuruh bi Rani membersihkan kamar Chloe, serta mengganti semua furniture di dalamnya dengan yang baru untuk Queen.
Kenapa mommy dan ka Steven hari ini berbeda ya, batin Chloe berpikir perubahan sifat mommy dan kakaknya.
"Kamar mana aja yang penting bisa tidur" gumam Chloe menyemangati dirinya.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
Di jam yang sama tapi berbeda tempat Sean baru bangun dari tidurnya. Ia memijit kepalanya yang terasa pening karena semalam ia pulang dari club dengan keadaan mabuk parah.
Ia dan sahabatnya tidak tahu menghabiskan berapa botol beer dan vodka. Sean hanya ingat kalau semalam ia dibopong oleh seorang bodyguard sang papa yang selalu stand by selama 24 jam menjaga dirinya.
Ia berterima kasih karena berkat sang papa ia tidak di manfaatkan orang lain ketika sedang mabuk. Sean lalu melihat jam ternyata sudah jam 11:00 pagi.
Ia bangun dan membersihkan diri kemudian menyuruh pelayan menyiapkan sarapan untuknya, meski sudah lewat jam sarapan.
Selesai makan tiba-tiba handphone Sean berbunyi. Itu adalah sang kakek yang menelponnya dan ia pun mengangkatnya.
^^^"Halo kek"^^^
"Halo cucuku" ucap Bima dengan suara merindukan sang cucu.
^^^"Kakek sehat kah"^^^
"Kakek sehat selalu memangnya kenapa"
^^^"Dari suara kakek Sean pikir kakek butuh hiburan"^^^
"Ya kakek butuh kehadiran cucu kakek yang tidak pernah mengunjungi kakek" ucap Bima menyindir Sean.
^^^"Hahahah......cucu kakek kan banyak jadi yang mana"^^^
"Dasar cucu kurang ajar" hardik Bima dari seberang.
Sean tertawa lebih kencang mendengar suara kakeknya yang sedang marah saat ini.
^^^"Awas jantung kakek kumat loh"^^^
"Cih! Anak sama bapa sama saja"
^^^"Bukannya sama kekeknya juga ya" ucap Sean tambah memanasi Bima.^^^
Sean sangat bahagia membuat kakeknya dari dulu naik darah, menurutnya itu sangat menyenangkan tapi sebenarnya ia sangat menyayangi kakeknya.
"Kapan kamu berkunjung ke sini"
^^^"Mungkin besok kek sekalian sama yang lainnya"^^^
"Baiklah kakek tunggu di mansion" ucap Bima langsung mematikan panggilannya sepihak.
Melihat panggilannya sudah dimatikan Sean pun merasa kesal. Pada saat ingin menyimpan hpnya ia melihat ada no asing yang mengiriminya pesan wa.
Sean membuka pesan tersebut dan seketika wajahnya berubah menjadi merah padam menahan emosi.
"Awas loe Chloe sudah main-main sama Sean Rahardian" ucap Sean sambil membanting gelas di atas meja.
...βββββ...
To be continue......