Heartless

Heartless
Episode 72



🌻Lepaskanlah semua itu menjadi kenangan tapi ingat jangan sampai melupakan masa lalu karena masa lalu adalah sebuah pelajaran🌻


.


.


.


.


Xavier terus menunggu kabar dari anak buahnya tentang keberadaan Chloe sekarang. Dirinya sangat stres memikirkan keberadaan Chloe, sudah 3 hari Xavier belum juga menemukan info tentang keberadaan Chloe.


Xavier membanting semua benda yang ada di dalam ruang kerjanya. Thomas dan Kevin bergidik ngeri mendengar suara pecahan dari dalam, mereka bertugas untuk selalu mendampingi Xavier takut Xavier mengamuk dan melukai dirinya sendiri.


Sesaat Albert datang dengan raut tidak bisa dibaca, ia baru saja mendapati kabar dari apartemen Xavier dan ia harus segera melaporkan hal ini kepada bosnya.


Albert membuka pintu ruang kerja Xavier dan ia terkejut melihat ruangan itu yang seperti kapal pecah. Albert berjalan masuk dan melihat Xavier yang duduk di kursi kerjanya sambil menutup mata.


Tangan kanannya ia gunakan untuk menutup sebagian wajahnya. Xavier tahu ada yang masuk ke dalam ruang kerjanya tapi ia enggan melihat siapa yang masuk.


"Bos" ucap Albert dengan gugup.


"Heeemmm" deham Xavier dengan suara berat dan dingin.


"Bos harus melihat ini" ucap Albert dengan serius.


Xavier membuka matanya dan menatap Albert dengan tajam. Albert menelan salivanya dengan kasar melihat tatapan tajam itu yang seakan ingin menguluti tubuhnya.


Xavier kemudian menerima iPad yang diberikan oleh Albert. Awalnya Xavier terkejut melihat kedatangan Chloe di apartemennya.


"Ngapain Chloe datang ke apartemen?" tanya Xavier dengan bingung.


"Sepertinya nona Chloe mencari keberadaan bos karena saya sudah menanyakan kepada cleaning service yang sempat berbicara dengan nona Chloe bos" ucap Albert panjang lebar.


"Apa yang mereka bicarakan"


"Kata si cleaning service itu nona Chloe datang mencari pemilik apartemen bos dan sempat berbicara dengannya katanya tuan tidak mungkin pemilik bangunan apartemen itu"


"Apa maksudnya?" tanya Xavier sambil mengangkat sebelah alisnya.


"Sepertinya nona Chloe menganggap bos adalah pekerja kantoran biasa dan dia membantah jika bos adalah pemilik orchid apartment bos"


"Apa" ucap Xavier dengan kaget.


"Sebaiknya bos menonton video selanjutnya bos" ucap Albert ingin menunjukan sesuatu yang akan membuat Xavier tambah kepikiran.


Xavier terus menonton video rekaman cctv tersebut dan seketika matanya kaget melihat Chloe yang menangis histeris sambil mengucapkan sesuatu.


Hati Xavier sakit melihat video itu dirinya seakan bisa merasakan apa yang Chloe rasakan saat itu.


"Kapan ini terjadi Albert" ucap Xavier dengan suara serak.


"Kejadiannya bertepatan dengan kejadian dimana dada bos terasa sakit"


Deg........


Hatinya berdebar dengan cepat memikirkan kejadian waktu itu. Tak lama Xavier merasa seluruh tubuhnya kaku mengingat jika batinnya dengan Chloe seperti terhubung satu sama lain.


Xavier kembali menonton video tersebut dan melihat gerakan bibir Chloe yang mengucapkan sesuatu. Xavier hanya menangkap sebuah gerakan yaitu namanya sendiri.


"Ya Tuhan apa yang sebenarnya terjadi sama kamu" gumam Xavier dengan pelan.


Albert yang melihat bosnya sangat bersedih, merasa kecewa dengan dirinya sendiri karena belum menemukan gadis yang dicintai bosnya itu.


"Albert cari Chloe sampai ke pelosok-pelosok!" bentak Xavier.


"Baik bos"


Albert pergi meninggalkan Xavier sendiri tapi sebelum itu ia berpesan kepada Kevin untuk selalu melihat kondisi Xavier karena saat ini ia sangat frustasi.


Xavier terduduk lemas dilantai sambil memutar kembali video Chloe yang sedang menangis di depan pintu apartemennya. Tanpa sadar air matanya jatuh melihat sang gadis pujaannya sedang menangis.


"Tunggu aku sayang" ucap Xavier dengan lembut.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Di tempat lain masih di area Jakarta kondisi Chloe sudah mulai membaik. Chloe sangat bersyukur karena dirawat oleh orang yang sangat baik hati.


Ia akui setiap hari ia akan selalu mengingat kejadian itu bahkan setiap malam ia selalu bermimpi tentang kejadian itu dan tidak bisa tidur.


Chloe berpikir jika dirinya ingin menjauh dari semua ini dan mencari suasana baru. Ia sangat sakit hati kepada semua keluarga Rosemary baik yang muda dan tua.


Kakek Irwan yang melihat keadaan Chloe sudah lebih baik memilih untuk berbicara empat mata dengan Chloe saat Sila tidak ada.


Tepat saat Sila berangkat ke kampus untuk melakukan pendaftaran ulang sebagai mahasiswa baru, kakek Irwan mulai mengajak Chloe untuk mengobrol dengannya sebentar.


"Ada apa kek?" tanya Chloe saat mereka duduk di ruang TV.


"Ada yang mau kakek ceritakan ke kamu nak" ucap kakek Irwan dengan serius.


Chloe melihat tatapan kakek Irwan yang terlihat sangat serius mulai gelisah. Ia takut jika dirinya akan kembali diusir dari sana seperti kejadian di mansion Rosemary.


"Apa betul kamu putri Adam dan Laura Rosemary?" tanya kakek Irwan.


Jantung Chloe berdebar dengan kencang mendengar kedua nama itu. Sesaat tatapan mata Chloe berubah menjadi dingin tidak seperti biasanya, kakek Irwan yang melihat hal itu seakan kaget dan merasa ada sesuatu yang telah terjadi.


"Jika iya kenapa dan jika tidak kenapa" ucap Chloe dengan suara dingin.


"Jika iya maka kakek akan menceritakan bagaimana kamu lahir ke dunia ini" ucap kakek Irwan mengenang masa lalunya.


Melihat hal itu kakek Irwan tersenyum karena dugaannya benar kalau Chloe adalah bayi yang ia beri nama waktu itu.


"Waktu itu 17 tahun yang lalu kakek bertugas melayani 2 pasien yang harus melahirkan saat itu karena kecelakaan. Kakek dan rekan tim dokter kakek berusaha menyelamatkan 2 bayi yang berjuang untuk lahir"


"Apa bayi itu adalah aku kek?" tanya Chloe dengan suara bergetar.


"Ya kamu adalah salah satu bayi itu dan bayi milik keluarga Rosemary. Kedua orang tuamu kecelakaan dan menabrak mobil nyonya Laura beserta anaknya Steven, adik nyonya Laura dan supir pribadinya. Kedua orang tuamu mengebut dijalan karena saat itu kamu hendak lahir tapi naas mobil mereka menyalip mobil di depan dan tidak bisa menghindar mobil yang dikendarai oleh nyonya Laura dan akhirnya terjadi tabrakan. Kedua mobil itu terbalik beberapa kali, ayahmu meninggal di TKP bersama adik dan sopir nyonya Laura sedangkan ibumu meninggal setelah melahirkan kamu, kedua orang tuamu tidak memiliki sanak keluarga satu pun"


Hiks...........hiks.......hiks........


Air mata Chloe mengalir dengan deras mendengar cerita kakek Irwan tentang dirinya. Chloe baru tahu kalau ternyata ini sebab dirinya sangat dibenci oleh Laura dan Adam sekeluarga.


"Lalu mengapa aku harus diberi nama Rosemary kek?" tanya Chloe dengan penasaran.


"Waktu itu anak pak Adam menderita penyakit langka akibat kekurangan cairan ketuban saat dalam kandungan. Air ketuban nyonya Laura pecah saat kecelakaan itu sehingga tubuh Queen akan melepuh jika terkena sengatan matahari. Bahkan saat itu rahim Laura harus diangkat karena terbentur kencang pasca kecelakaan"


Chloe menutup mulutnya tidak menyangka jika Queen akan mengalami hal semacam itu.


"Nak kakek tahu kalau kamu itu merasa bersalah tapi kamu disini tidak salah bahkan kamu harus kehilangan kedua orang yang sangat mencintai dirimu saat kamu lahir. Asal kamu tahu waktu itu tuan Adam menyuruh untuk membunuh kamu tapi aku dan asistennya menolak hal itu. Ia dari dulu telah merencanakan untuk menjadikan kamu sebagai anaknya guna menutup aib keluarganya, bahkan keluarga besarnya tidak ada yang tahu Chloe. Untuk nama kamu sendiri kakeklah yang memberi nama"


"Terima kasih kek telah menolongku saat bayi......hiks hiks hiks.........dan memberikan nama yang indah untukku" ucap Chloe sambil menangis histeris.


"Kakek waktu itu berharap nama kamu akan menjadikan mu sebagai pribadi yang kuat dan bersabar akan segala hal. Kakek yakin kamu itu kuat untuk menjalani semuanya ini Chloe"


"Tapi Chloe ngak kuat seperti yang kakek mau.......hiks hiks hiks"


"Chloe lihat kakek! Kakek tahu saat ini pasti kamu sudah mengetahui semuanya dan diusir dari kediaman Rosemary karena anak kandung mereka telah sehat. Sebenarnya apa yang sudah terjadi sama kamu sampai kamu pingsan waktu itu"


Chloe menangis dengan kencang dan menceritakan semuanya kepada kakek Irwan. Kakek Irwan menutup mulutnya tidak menyangka jika keluarga Rosemary akan tega seperti itu.


Kakek Irwan bangun dan memeluk menenangkan Chloe yang sedang menangis mengingat kejadian waktu itu. Air mata kakek Irwan jatuh karena sedih mendengar cerita Chloe.


"Kamu selama ini sudah sangat tersiksa nak"


"Kek Chloe pengen pergi dari sini menenangkan diri Chloe tanpa ada yang tahu"


"Kakek akan bantu kamu dan kamu harus berjanji untuk tidak bersedih lagi"


"Chloe ngak bisa berjanji kek karena Chloe tidak yakin dengan diri Chloe sendiri saat ini" ucap Chloe dengan suara serak.


"Baiklah jika itu mau kamu kakek akan membantumu pergi dari kota ini tapi apa kamu tidak keberatan jika tinggal di daerah terpencil"


"Tidak kek selama Chloe bisa menenangkan diri Chloe malah Chloe akan menerimanya dengan senang hati"


"Baiklah kalau begitu besok kakek akan mengurus semua keperluan kamu bahkan sekolah kamu"


"Tapi kek"


"Jangan membantah nak Chloe, kakek ngak mau karena hal ini kamu harus putus sekolah, kakek yakin kamu bisa melewati semuanya ini"


"Baik kek Chloe bakal menerimanya dengan senang hati" ucap Chloe dengan senyum manis.


Kakek Irwan pun tersenyum membalas senyuman Chloe. Dirinya berjanji akan menolong Chloe dari semua orang yang membencinya bahkan ia yakin jika ini semua adalah awal dari perjalanan Chloe.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Sudah seminggu Chloe di rumah kakek Irwan. Selama itu Chloe merasa senang karena diperhatikan oleh orang yang baru yang dikenalnya tanpa pamrih.


Semua keperluan Chloe dan berkasnya sudah selesai diurus oleh kakek Irwan. Besok adalah hari Chloe pergi ke tempat yang sudah dipersiapkan oleh kakek Irwan.


Tidak ada yang tahu tentang kepergian Chloe hanya kakek Irwan saja. Sila pun bahkan tidak diberitahu takut jika dirinya akan membocorkan hal itu kepada seseorang.


Hari berganti dengan cepat saat ini Chloe sudah selesai bersiap untuk pergi. Kakek Irwan tidak mengantarnya takut jika Sila curiga, mereka menyewa jasa trevel untuk mengantar Chloe sampai tujuan.


Sebelum pergi Chloe mengucapkan terima kasih kepada kakek Irwan karena telah merawatnya selama seminggu. Tak lama mobil pesanan Chloe sampai dirinya langsung masuk ke dalam dan pergi.


Chloe melihat suasana Jakarta lewat kaca mobil. Tanpa terasa air matanya jatuh saat lewat tempat rahasia Chloe saat sedang bersedih, ia mengingat kenangannya bersama Xavier dan seketika dirinya sangat merindukan Xavier.


"Gue bakal mulai hidup gue yang baru di tempat yang baru tapi gue ngak pernah ngelupain loe dari hati gue karena nama loe udah tercatat dalam hati gue yang paling dalam" gumam Chloe dengan pelan.


Di mansion Xavier ia merasa jika sebagian dirinya seperti sudah pergi meninggalkan dirinya. Air mata Xavier jatuh saat tiba-tiba pikirannya tertuju pada Chloe.


~ Mansion Rosemary ~


Berbeda dengan Chloe di mansion Rosemary mereka sekeluarga sangat senang karena sudah mengusir parasit dalam keluarga mereka.


"Ternyata ada untungnya juga ya mom bisa pelihara anak pembunuh itu" ucap Steven dengan sinis.


"Ya pasti dong sayang kan sayang kalau dia hidup disini dengan gratis" ucap Laura sambil tertawa.


"Daddy ngak nyangka ternyata anak itu punya banyak uang juga ya" ucap Adam dengan senyum sinis.


"Iya daddy bahkan uangnya bisa dipakai buat bangun sebuah perusahaan besar loh" ucap Queen dengan kaget.


"Itulah berkat kita sayang karena sudah menampung dan menghidupi anak pembunuh" ucap Laura.


Hahahahaha.............


Mereka semua tertawa bahagia karena berhasil mendapatkan uang Chloe dan sudah memakainya untuk membangun perusahaan mereka lebih besar lagi.


Keluarga Rosemary tidak tahu kalau hidup ini seperti roda yang berputar. Saat ini mereka senang tapi mereka tidak tahu ke depannya akan seperti apa.


...❄❄❄❄❄...


To be continue......


Jangan lupa vote dan tinggalkan jejak sebanyak-banyaknya guys❀😘