Heartless

Heartless
Episode 116



🌻Jika semua orang hanya memandang harta dan pangkat maka aku akan mengalah karena aku hanya orang tak mampu🌻


.


.


.


.


Pesawat sudah mengudara selama 12 jam lebih, sang pilot pun memberitahukan jika 30 menit lagi mereka akan tiba. Xavier yang sedang bekerja bersama Albert dan Thomas segera membereskan semua pekerjaannya.


"Albert bagaimana dengan pengawalan di bandara" ucap Xavier dengan suara dingin.


"Semua sudah menunggu bos" ucap Albert.


"Heemmm! Usahakan jangan ada yang tahu kedatanganku" ucap Xavier dengan tegas.


"Baik bos"


"Thomas sebarkan berita tentang kelulusan istriku aku ingin bermain dengan mereka" ucap Xavier sambil tertawa sinis.


"Tapi bos bukannya itu akan membuat mereka tahu lokasi nyonya" ucap Thomas.


"Cih! Sebarkan berita tentang kelulusannya saja dan hapus semua jejak istriku" decih Xavier dengan suara tegas.


"Baik bos aku mengerti" ucap Thomas dengan gugup.


Lebih baik iyakan saja dari pada aku dapat amukan dari bos bisa patah tulang aku semuanya, batin Thomas.


"Kevin kamu periksa tubuh istriku" ucap Xavier sambil menatap tajam Kevin.


"Apa bos yakin?" tanya Kevin yang tahu sang bos tidak suka jika ada laki-laki lain yang menyentuh tubuh istrinya.


"Tapi pakai sarung tangan" ucap Xavier dengan santai.


"Baik bos" ucap Kevin dengan patuh.


Xavier segera keluar dari ruang kerja mininya menuju ke kamar khusus untuknya dan sang istri. Xavier tersenyum melihat Chloe yang masih nyenyak di atas ranjang.


"Hey baby wake up" ucap Xavier sambil mengelus kepala Chloe dengan lembut.


Melihat tidak ada respon Xavier mencium seluruh wajah Chloe dan mengigit leher Chloe, usaha Xavier berhasil karena Chloe akhirnya membuka mata karena merasa terusik.


"Baby aku masih ngantuk" ucap Chloe dengan manja.


"Sebentar lagi kita sampai sayang" ucap Xavier dengan lembut.


"Tapi ngantuk sayang" ucap Chloe dengan manja.


"Ok baiklah. Tidurlah nanti aku gendong saat sudah sampai baby" ucap Xavier mengalah.


"Heeemmm"


Ia membiarkan Chloe kembali tidur karena semalam Chloe demam, Xavier mengambil baju Chloe yang lengan panjang dan celana jeans untuk memakaikan ke tubuh sang istri.


Chloe yang tertidur hanya diam membiarkan suaminya mengganti pakaiannya. Xavier panas dingin saat melihat tubuh sang istri saat memakaikan pakaian untuk Chloe.


"Baby sampai disana aku tidak akan membiarkanmu pergi ke luar kamar sedikit pun" ucap Xavier dengan suara seraknya.


Di kamar lain Albert sedang membangunkan Mira yang juga sedang tertidur. Albert masuk dan tersenyum melihat Mira yang tertidur seperti seorang bayi.


"Hey bangun kita sudah sampai" ucap Albert dengan tegas tapi masih tergolong lembut.


Mira membuka matanya merasa ada yang memanggilnya. Saat mata Mira terbuka seketika ia terpesona dengan mata hitam tajam yang sedang menatapnya.


"Ganteng banget" ucap Mira tanpa sadar.


Albert menaikan alis matanya sebelah mendengar perkataan Mira, seketika ia tersenyum sinis dan hal itu membuat Mira kaget bukan main karena orang di depannya adalah orang yang menurutnya sangat berbahaya.


"Aku ganteng right! Heheheh" ucap Albert dengan kekehan kecil.


"Uhmm! Itu" ucap Mira dengan muka merah padam.


Albert yang melihat Mira tersipu malu tersenyum kecil tanpa Mira sadari. Albert memegang dagu Mira untuk melihat mata polos gadis di depannya dengan teliti.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


"Jangan pernah tunjukan wajahmu ini ke pria manapun" ucap Albert dengan suara dingin.


"Kenapa?" tanya Mira dengan polos.


"Karena aku tidak suka" jawab Albert dengan tegas.


"Lah masalahnya dimana kan ini muka aku jadi suka-suka aku dong" protes Mira.


"Jangan bantah ucapan aku" desis Albert dengan tatapan tajam.


"Baik" ucap Mira dengan gugup karena tatapan tajam Albert.


"Good girl" ucap Albert tersenyum kecil.


Mira yang sempat melihat Albert tersenyum seketika terpesona akan senyum Albert barusan. Albert yang lucu dengan wajah bengong Mira sedikit geli, pandangannya turun ke bibir Mira yang sedikit tebal dan berwarna pink alami.


Albert mengecup bi**r Mira membuat Mira mematung seketika. Kemudian dirinya berbisik di telinga Mira.


"You are mine" bisik Albert.


Albert segera berlalu keluar takut tergoda, tiba-tiba Mira berteriak kencang karena baru sadar apa yang dilakukan oleh Albert.


"Ahh! Firts kiss gue" teriak Mira dari dalam sana.


Albert tersenyum senang karena dirinya adalah orang pertama yang mencium gadisnya. Ah! Gadisnya entah apa yang dirasakannya tapi ia sudah mengklaim Mira sebagai gadisnya.


"Kenapa kamu?" tanya Kevin yang bingung melihat Albert tersenyum sendiri.


"Urus urusan kamu sendiri bocah" ucap Albert dengan tatapan tajam.


"Lah orang nanya aja dibalas kasar dasar kutub es" ucap Kevin dengan kesal.


"I hear Kevin" teriak Albert.


"Hehehehe! Sorry brother" ucap Kevin sambil terkekeh.


Tepat pukul 10:00 pagi jet pribadi Xavier sudah mendarat di landasan pacu miliknya. Albert dan lainnya sudah turun lebih dulu di bawah, hawa terik matahari Jakarta langsung menyambut kedatangan mereka semua.


Mira sampai kaget melihat begitu banyak orang berbaju hitam yang menunggu kedatangan mereka. Albert terkekeh melihat Mira yang bingung melihat begitu banyak pengawal disini.


"Jangan sampai air liurmu menetes" bisik Albert dengan pelan.


Albert terkekeh melihat mata melotot Mira dari kaca mata hitam yang bertengger di hidungnya. Tak lama Xavier keluar sambil mengendong Chloe karena Chloe masih tidur.


"Bos apa anda yakin ingin keluar dari pintu kedatangan tidak seperti biasanya dari sini saja?" tanya Albert.


"Heeemm"


Tak lama Chloe pun membuka matanya dan melihat sekelilingnya dan menyadari jika ia sudah berada di luar pesawat.


"Hubby apa kita sudah sampai" ucap Chloe dalam gendongan Xavier.


"Iya sayang"


"Aku mau turun" ucap Chloe dengan cepat.


"Heeemmm"


Xavier menurunkan Chloe lalu memakaikan kaca mata hitam ke sang istri. Semua yang melihat aksi Xavier menjadi bengong karena baru kali ini melihat sang bos yang melakukan adegan romantis ke sang istri.


Berbeda dengan Albert dan lainnya yang sudah terbiasa melihat kedua orang di depan mereka.


"Baru kali ini aku lihat Mr. Wesly begitu romantis ke Chloe" ucap Mira.


"Itu sudah biasa bahkan aku sudah bosan melihat hal seperti itu" ucap Kevin.


"Ah! Yang benar saja" ucap Mira dengan penasaran.


"Benar bahkan....." ucapan Kevin seketika terpotong saat Albert membentaknya.


"Tutup mulutmu bocah jangan sampai bos mengetahuinya" bentak Albert.


"Iya iya" ucap Kevin dengan patuh.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Rombongan Xavier dan Chloe seketika menjadi bahan tontonan karena melihat mereka yang tampan dan cantik dan juga pengawalan yang ketat.


Xavier berjalan dengan angkuh sambil memegang erat tangan Chloe. Mira yang melihat kedua orang tuanya berdiri di pintu keluar lalu berlari dengan cepat menuju ke arah mereka.


"Anak ibu" ucap ibu Asmi ibunya Mira.


Mereka berpelukan sambil tertawa bahagia karena sang anak sudah pulang dari negeri orang dan membawa kelulusan untuk mereka.


"Teteh makin cantik aja" ucap Rudi adik Mira yang pertama.


"Ah! Makasih atuh adik ku sayang" ucap Mira sambil memeluk sang adik.


"Teteh aku juga mau di peluk" ucap Adi adik kedua Mira yang paling kecil.


"Sini teteh peluk" ucap Mira dengan senyum manis.


Ketiganya berpelukan melepas rindu selama 3 tahun lebih kakaknya pergi meninggalkan mereka demi mencari ilmu di negara orang. Chloe yang melihat keharmonisan keluarga itu tersenyum di balik masker dan kaca matanya.


"Oh iya ayah, ibu ini teman sekampus Mira dan suaminya" ucap Mira sambil menunjuk Chloe dan Xavier.


Meski Xavier memakai kaca mata hitam tapi aura mengintimidasinya menguar di sekitar mereka. Ayah dan ibu Mira seperti ragu untuk menyapa Xavier dan lainnya.


"Halo bibi saya Chloe teman sekelas Mira di sana salam kenal bibi" ucap Chloe dengan lembut.


"Ah! Iya nak Chloe salam kenal juga. Mira sudah banyak cerita tentang nak Chloe kok" ucap ibu Asmi dengan sopan.


"Salam kenal nak Chloe" ucap pak Rangga ayah Mira.


"Salam kenal juga paman" ucap Chloe.


Chloe tersenyum melihat kedua orang tua Mira yang sangat sopan dan bertutur lembut. Chloe berbalik melihat sang suami yang hanya berdiri di belakangnya tidak menyapa kedua orang tua Mira.


"Paman bibi ini suami saya maaf dia tidak bisa berbicara bahasa Indonesia" ucap Chloe dengan malu.


"Ah! Tidak apa-apa nak Chloe tolong sampaikan terima kasih kami karena sudah mengijinkan anak kami Mira naik pesawatnya dengan gratis" ucap ayah Rangga.


"Iya paman itu mah karena kebetulan kita juga mau ke Indonesia jadi sekalian aja" ucap Chloe dengan lembut.


"Tapi sekali lagi terima kasih nak Chloe dan suaminya" ucap ibu Asmi.


"Iya sama-sama bibi"


Mira lalu memeluk Chloe karena tujuan mereka sudah berbeda. Xavier membiarkan sang istri untuk melepas rindu bersama sang sahabat yang akan segera pergi.


Mira melihat ke arah Albert tapi tidak bisa berbuat apa-apa dan Albert hanya diam saja, Xavier sempat melirik Albert dan Mira yang kedapatan saling melirik. Ia tersenyum penuh arti sudah mengetahui ada yang janggal.


Mereka akhirnya berpisah dengan Mira di bandara. Chloe segera masuk ke limousine Xavier bersama para sahabat sang suami menuju ke mansion Xavier.


~ SR Company ~


Sean saat ini tengah berada di lantai paling atas perusahaannya. Tiba-tiba hpnya berbunyi ada panggilan masuk dari anak buahnya.


^^^"Ada apa"^^^


"Bos saya sudah mengetahui lokasi nona Chloe"


Seketika jantungnya berdetak dengan cepat mendengar nama gadis yang dicintainya. Senyum lebar seketika muncul di bibirnya.


^^^"Katakan dimana gadisku berada" ucap Sean dengan perasaan senang.^^^


"Selama ini nona Chloe ternyata berada di Los Angeles, California bos"


^^^"Apa maksudmu" ucap Sean dengan bingung.^^^


"Saya sudah mengirimkan datanya ke email bos"


Sean membuka email tersebut dan membacanya dengan teliti. Sean kaget melihat Chloe yang sangat cantik memakai toga wisuda dengan berita tentang ia yang mendapat peringkat pertama tahun ini di universitas California Los Angeles (UCLA).


^^^"Jadi dia selama ini di California"^^^


"Benar bos dan ternyata nona Chloe sudah menganti namanya dan tidak memakai nama belakangnya bos"


^^^"Pantas selama ini kita tidak bisa mencari keberadaannya"^^^


"Benar bos tapi bos apartemen yang ditempati nona Chloe selama berkuliah disini sudah kosong selama 5 bulan lebih"


^^^"Apa maksudmu"^^^


"Sepertinya nona Chloe pindah ke tempat lain dan tidak tinggal lagi di apartemennya selama kuliah bos"


^^^"Cari semua datanya sampai dapat aku tidak mau tahu!" bentak Sean dengan emosi.^^^


"Baik bos"


Sean langsung mematikan panggilannya sepihak, dirinya sangat senang sudah mengetahui keberadaan Chloe tapi juga masih belum tenang karena keberadaan Chloe belum ditemukan.


"Aku sangat merindukanmu sayang" ucap Sean dengan frustasi.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Meski ia sudah menikah dan sebentar lagi memiliki anak tapi Sean tidak bisa melupakan Chloe. Sean sangat terobsesi dengan Chloe sehingga melakukan apa saja untuk menemukan Chloe dan membuatnya menjadi miliknya lagi.


Di sebuah rumah di area komplek perumahan dua manusia sedang memacu tubuh mereka untuk mendapat pelepasan hasrat masing-masing.


Queen terus mendesah di bawah Henki dan hal itu membuat Henki semakin cepat memacu tubuhnya mencari kepuasan. Queen sekarang sudah menjadi budak se*s Henki akibat kesalahannya sendiri.


Henki sangat senang karena akhirnya fantasinya selama ini bisa terwujud. Ia yang dulu mengagumi Queen sampai berfantasi bersetubuh dengan Queen akhirnya terwujud sudah.


"Kamu sangat nikmat sayang" ucap Henki di tengah permainan mereka.


Queen hanya bisa mendesah tidak bisa berkata apa-apa. Ia yang tidak pernah di jamah oleh Sean selama menikah seperti mendapat kepuasaan dari orang lain.


Keduanya terlelap setelah melakukan kegiatan panas mereka. Queen yang bangun pertama langsung membersihkan dirinya dan pergi dari sana.


Ia memacu mobil menuju mansion sang mertua karena tadi sudah berjanji akan pergi ke sana. Sebelum pergi ia membelikan kue kesukaan mertuanya di toko langganan Maya.


~ Mansion Rahardian ~


Sampai di mansion Queen menyuruh pelayan untuk membawa semua belanjaannya kedalam dengan angkuh.


"Sayang" ucap Maya dari dalam mansion.


"Ibu" ucap Queen sambil memeluk Maya dengan erat.


"Gimana keadaan cucu ibu?" tanya Maya dengan antusias.


"Cucu ibu baik-baik saja kok bahkan dia tumbuh dengan sehat dan sangat kuat" ucap Queen sambil tersenyum.


"Ibu senang dengarnya" ucap Maya.


Keduanya langsung masuk ke dalam mansion sambil bercerita. Sampai di ruang keluarga Maya menyuruh pelayan untuk membawakan cemilan dan minuman.


"Ibu aku pengen makan soto ayam tapi buatan ibu" ucap Queen dengan manja.


"Apa ibu hamil ini sedang ngidam" goda Maya.


"Ibu tahu aja" ucap Queen dengan cekikan.


"Ya udah bentar ya ibu masakin, kamu makan aja cemilan yang ada disini"


Queen hanya mengangguk tersenyum karena dimanja oleh sang mertua.


Ia melihat foto Sean entah kenapa dirinya pengen dielus perutnya oleh Sean. Queen mengambil hpnya dan menghubungi Sean, tak lama panggilannya langsung diangkat.


"Ada apa?" tanya Sean dengan suara dingin.


^^^"Uhmm! Apa mas sibuk?" tanya Queen dengan gugup.^^^


"Ya sangat dan kamu sudah menganggu waktuku" ucap Sean dengan suara tinggi.


^^^"Maaf aku hanya ingin mengatakan jika aku ingin mas mengelus perutku"^^^


"Hah! Baiklah"


^^^"Terima kasih"^^^


Panggilan pun sudah dimatikan sepihak oleh Sean, Queen tersenyum bahagia akhirnya Sean bisa memenuhi permintaan anaknya. Di seberang sana Sean menarik napasnya dalam karena menyetujui perkataan Queen.


Sean tahu kalau itu permintaan anaknya saat mereka berkunjung ke dokter kandungan mengecek kandungan bulan lalu.


"Aku memang tidak menyukaimu tapi dia adalah darah daging aku sendiri dan hanya untuknya saja aku akan berbuat baik" ucap Sean dengan gusar.


...❄❄❄❄❄...


To be continue...............


Jangan lupa vote, like, dan komen yang sebanyak-banyaknya ya guys😘❀