Heartless

Heartless
Episode 65



🌻Semuanya dimulai dari senyuman karena bisa membuatmu lebih baik🌻


.


.


.


.


~ Puri Orchid Apartment ~


Chloe tiba di apartemen Xavier tepat pukul 11:30 WIB, tanpa Chloe sadari ternyata Sinta mengikuti Chloe dari waktu ia naik ke mobil di parkiran sekolah.


"Ini kan apartemen ka Sean ngapain ja***g itu datang kesini" ucap Sinta dengan emosi.


Sinta menyuruh sopirnya untuk memarkirkan mobil di area parkir. Ketika Chloe sudah turun Sinta kembali bingung melihat ada 4 orang yang mengawal Chloe seperti seorang selebriti.


"Siapa mereka? Kenapa mereka mengawal Chloe?" gumam Sinta dengan penuh tanda tanya.


Sinta melihat Chloe sudah masuk ke dalam lift dan tak lupa ia mengambil gambar Chloe bersama beberapa pria tadi yang berbadan kekar seperti bodyguard.


Sinta melihat angka lift berhenti di lantai 45 dan ia pun kaget karena setahunya apartemen Sean berada di lantai 8. Sinta mulai bertanya pada resepsionis tentang lantai 45.


"Maaf dek tapi saya tidak bisa memberikan informasi penghuni karena itu sudah aturan kami"


"Ayolah mba tolong sekali ini saja soalnya tadi saya lihat teman saya naik ke lantai 45" ucap Sinta dengan memohon.


"Maaf dek tapi tetap tidak bisa" ucap resepsionis dengan sopan.


Sinta pun menjadi kesal dan berlalu pergi dari sana karena sudah pasti ia tidak akan mendapat informasi apapun. Saat berjalan Sinta melihat seorang cleaning service dan seketika sebuah ide terlintas di kepalanya.


Sinta lalu berjalan menghampiri cleaning service tersebut. Sampai disana ia pun mengajak wanita paruh baya itu untuk berbincang sebentar.


"Selamat siang bu maaf saya sudah mengganggu waktu kerja ibu"


"Iya ngak apa-apa non"


"Bu saya mau tanya apa ibu tahu ruang apa yang ada di lantai 45"


"Maaf non tapi saya ngak bisa beritahu non"


Sinta pun mengambil uang pecahan 100 ribu sebanyak 5 lembar dan memberikan kepada si cleaning service tersebut. Si cleaning service yang melihat uang tersebut seketika tersenyum bahagia dan langsung mengambilnya.


"Lantai 45 itu lantai pribadi pemilik apartemen ini"


"Ibu yakin dengan ucapan ibu"


"Benar non saya yakin sekali karena pernah bersihkan lantai itu dan disana hanya 1 apartemen saja"


"Siapa pemiliknya bu"


"Kalau itu sih saya ngak tahu non karena semua pekerja disini tidak pernah melihat wajah pemilik apartemen ini non" ucap si cleaning service.


"Baiklah kalau begitu, terima kasih ya bu"


"Iya sama-sama non dan saya permisi ya non"


"Heeemm"


Kalau begitu pasti Chloe datang nemuin pemilik apartemen ini apa gue cari tahu aja ya, sapa tahu ada informasi bagus, batin Sinta dengan tersenyum sinis.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Sedangkan ditempat lain saat ini Chloe sedang memandang suasana jakarta dari jendela apartemen Xavier yang sangat luas. Ia berdiri sambil memikirkan omongan Sinta tadi di sekolah.


Kenapa loe tega banget sama gue Sin? Apa selama ini loe ngak liat ketulusan gue ke loe ya, batin Chloe.


Saat sedang termenung tiba-tiba Chloe dikagetkan dengan tepukan di bahunya, Chloe yang kaget seketika berteriak kencang.


"Arrrrrghhhh.......setan" teriak Chloe dengan kencang.


Xavier yang niatnya ingin menyapa Chloe akhirnya ikut menjadi kaget juga dengan teriakan Chloe. Xavier bingung dengan apa yang dikatakan oleh Chloe karena ia baru pertama kali mendengar kalimat yang diucapkan oleh Chloe.


"What are you say?" (apa yang kamu katakan) tanya Xavier bingung.


"Nothing that is not important" (Tidak ada, itu tidak penting) ucap Chloe.


"Tell me. I don't like if you say bad in behind me" (Katakan. Aku tidak suka jika kamu mengatakan hal buruk di belakangku)


"Itu bukan apa-apa Xavier hanya kata candaan saja karena kaget"


"Jika candaan maka katakan saja apa artinya" ucap Xavier dengan suara baritone yang dingin.


"Tadi aku cuma bilang setan"


"What" ucap Xavier dengan kaget.


"Itu karena refleks aja Xavier" ucap Chloe sambil berlalu menuju sofa.


Xavier pun mengikuti Chloe menuju sofa dan duduk tepat di samping Chloe. Xavier melihat mata Chloe yang kelihatan sembab dan ia tahu kalau tadi Chloe barusan menangis.


"Jadi apa mau dimulai lesnya sekarang?" tanya Chloe.


"No"


"Why Xavier jangan bilang kalau kamu malas lagi"


"You know that answer" (kamu tahu jawabannya)


"Kalau begitu buat apa aku harus datang jika kamu tidak mau les Xavier" sarkas Chloe dengan kesal.


"You can make some food for me" (kamu bisa memasak beberapa makanan untukku) ucap Xavier dengan santai.


Melihat hal tersebut Chloe melototkan matanya tidak percaya dengan apa yang barusan dikatakan Xavier. Tidak mau berdebat Chloe pun bergegas menuju dapur.


Saat membuka kulkas Chloe dibuat kaget karena hanya ada botol air mineral di dalamnya. Chloe lalu berteriak memanggil Xavier ke dapur, mendengar namanya di panggil Xavier pun menuju ke dapur dengan cepat.


"What's wrong Chloe" (ada apa Chloe)


"Look at this" (lihat ini)


Xavier melihat ke dalam kulkas dan hanya menemukan air mineral saja. Ia pun bingung kenapa harus memanggilnya jika hanya untuk melihat isi kulkas.


Chloe yang melihat Xavier hanya berdiri saja semakin menjadi kesal. Ia lalu menutup kulkas dan berdiri cakar pinggang di depan Xavier.


"Mau masak apa jika kulkasmu itu kosong Xavier" ucap Chloe dengan kesal.


"Oh"


"Hanya oh saja"


"So, memang aku harus bilang apa" ucap Xavier tanpa beban.


Chloe yang sudah sangat kesal langsung segera berjalan menuju sofa dan mengambil tasnya untuk pulang. Melihat hal itu Xavier pun menarik tangan Chloe dengan kuat.


"Lepasin Xavier" ucap Chloe.


"Memangnya mau kemana kamu?" tanya Xavier.


"No kamu tetap disini kita makan diluar" ucap Xavier dengan suara dingin dan tidak mau dibantah.


Chloe hanya pasrah saja mengikuti perintah Xavier. Dirinya tahu jika Xavier bukan orang yang sama dengan Sean yang akan membujuk Chloe lebih dulu.


Xavier menarik Chloe menuju sofa dan duduk disana. Mereka saling berbicara banyak hal menunggu tepat jam 13:00 untuk makan siang sekalian meeting dengan walikota Bali.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Di mansion Rosemary Queen yang sudah pulang dari tadi sedang mengamuk karena Chloe belum pulang juga. Padahal ia sudah mempersiapkan hukuman yang setimpal untuk Chloe.


"Dimana sih anak pembawa sial itu" ucap Queen dengan suara tinggi.


Steven yang baru pulang kampus menjadi bingung karena melihat sang adik yang sedang marah-marah di ruang keluarga.


"Kenapa sih princess dari depan kakak dengar kamu ngomongnya kasar banget"


"Itu ka, anak sial itu belum pulang juga padahal dia tadi pulangnya lebih awal dari Queen loh" adu Queen dengan suara manja sambil memeluk lengan Steven.


Mendengar ucapan sang adik Steven pun ikut emosi kepada Chloe. Steven menelpon Chloe tapi nomornya tidak aktif membuatnya semakin tambah kesal, Queen yang melihat hal itu tersenyum bahagia karena ia bisa melihat pertunjukan menarik sebentar.


~ Queen's Restoran ~


Queen's restoran adalah salah satu restoran bintang lima yang menyediakan berbagai hidangan enak dan juga menyediakan ruangan VIP kedap suara.


Banyak pengunjung yang suka dengan restoran ini karena makanannya yang enak serta interior restoran yang nyaman. Chloe yang sering mendengar tentang restoran tersebut menganga kaget karena dirinya bisa datang kesini.


Xavier hanya melihat Chloe dengan senyum tipis. Saat berjalan masuk mereka langsung menuju ruang VIP yang sudah dipesan oleh Albert, Chloe memilih menunggu di dalam restoran sambil menikmati interior restoran yang sangat unik.


Selang 1 jam Xavier keluar bersama rombongannya. Ia telah melakukan kesepakatan dengan walikota Bali untuk pembangunan taman rekreasi dan resort mewah di Ubud Bali.


Xavier pun menuju Chloe dan memesan makanan untuk dimakan. Albert dan pengawal lainnya serta Thomas memberikan waktu luang kepada sang bos untuk berduaan dengan Chloe.


Chloe menikmati semua hidangan dengan cepat karena saking enaknya ia memakan semuanya. Setelah makan mereka pun bergegas untuk pulang, tapi baru saja bangun tiba-tiba ada seorang perempuan datang dan langsung memeluk Xavier.


"Sayang kamu kenapa ngak balas pesan aku sih kan aku udah kangen banget sama kamu" ucap wanita tersebut dengan nada manja.


Chloe yang melihat hal itu entah kenapa hatinya sangat sakit sekali melebihi sewaktu dirinya mengetahui perselingkuhan Sean.


Kenapa dada gue sakit banget ya, batin Chloe.


"Who are you?" (siapa kamu) bentak Xavier dengan suara tinggi.


Semua orang yang ada disana seketika melihat kearah mereka. Chloe yang melihat hal tersebut menjadi malu dan meminta maaf sudah mengganggu kenyamanan.


Tak mau berlama-lama Chloe pun langsung keluar dari restoran. Xavier mengejar Chloe dan menarik tangan Chloe dengan kuat.


Chloe meringis menahan sakit di pergelangan tangannya. Entah kenapa rasanya ia ingin berlari dan berteriak kencang mengeluarkan isi hatinya saat ini.


"Chloe dengar dulu penjelasan aku"


"Apa lagi sih" ucap Chloe dengan tenang.


"Aku ngak kenal dengan wanita itu dan semua yang dikatakannya aku tidak mengerti"


"Ya terus masalahnya sama aku apa"


"What apa kamu tidak merasakan apa yang aku rasakan" ucap Xavier dengan suara dingin.


Chloe hanya diam tidak menjawab pertanyaan Xavier. Ia masih bingung dengan apa yang ia rasakan selama ini dan ia juga tidak mau jatuh untuk kedua kali dalam hal yang sama.


Tak disangka ternyata wanita tadi datang dan langsung menampar pipi Chloe.


Plak............


Bunyi tamparan keras di pipi Chloe sampai membekas, Xavier yang melihat hal tersebut seketika emosi.


"Dasar ja***g jauhi pacar gue karena saat ini gue sedang hamil anaknya" teriak wanita tersebut dengan kencang.


Seketika Chloe kaget mendengar hal tersebut sampai dirinya tidak bisa berkata apa-apa lagi.


"Apa yang kamu bilang" ucap Xavier dengan bingung karena tidak tahu bahasa Indonesia.


"Asal loe tahu ya gue itu udah pacaran 2 tahun sama dia dan gara-garo loe dia hilang kabar selama sebulan lebih" ucap wanita itu dengan kencang.


Chloe ingat kalau beberapa bulan terakhir dirinya sangat dekat dengan Xavier tapi ternyata ada orang yang menderita akibat dirinya. Chloe hanya diam tidak berkata apa-apa.


"Jadi loe beneran hamil?" tanya Chloe dengan gugup.


"Iya dan loe harus tinggalin dia" bentak wanita tersebut.


Xavier yang tidak mengerti apa yang mereka bicarakan hanya diam saja. Chloe melihat Xavier dengan tatapan kecewa dan hal itu sukses membuat Xavier tambah kebingungan.


"Chloe apa yang kalian bicarakan?" tanya Xavier bingung.


"Kamu ternyata sama seperti lainnya Xavier aku kecewa sama kamu" ucap Chloe dengan sedih.


"What do you mean" (apa maksud kamu)


"Jangan pernah ganggu aku lagi" bentak Chloe.


"Pergi loe dasar perempuan ja***g pengganggu hubungan orang" ucap wanita itu.


"Diam kamu b***h!" bentak Xavier.


"Kamu yang diam Xavier jadi laki-laki harus berani bertanggung jawab dan jangan jadi pengecut" teriak Chloe.


"Apa maksud kamu?" tanya Xavier dengan tatapan membunuh dan emosi.


"Jangan pernah temui aku lagi kamu memang laki-laki berengsek Xavier" ucap Chloe dengan suara tinggi.


Hati Xavier terasa seperti diremas kuat mendengar perkataan Chloe. Dirinya memang berengsek tapi tidak dengan Chloe karena ia sangat tulus mencintai Chloe.


Air mata Chloe jatuh membasahi pipinya ia sangat kecewa kenapa semua orang tega membohongi dirinya. Chloe berbalik dan hendak pergi tapi sebelum itu ia mengatakan sesuatu kepada Xavier.


"Aku kecewa sama kamu dan aku ngak mau ketemu sama kamu lagi, i hate you Xavier" ucap Chloe dengan air mata.


Tubuh Xavier seketika kaku mendengar perkataan Chloe. Ia bingung dengan apa yang sebenarnya terjadi, aura membunuh seketika terasa di sekitarnya.


Albert dan para pengawal Xavier yang tahu apa yang akan terjadi selanjutnya hanya bergidik ngeri memikirkan apa yang akan dilakukan si bos.


"Sepertinya bos sebentar lagi akan menjadi monster lagi" ucap Albert.


"Ya kamu benar bulu kuduk aku sampai berdiri" ucap Thomas dengan takut.


"Siapkan semuanya dan bawa wanita itu serta dapatkan rekaman percakapan wanita tadi" perintah Albert.


"Baik bos" ucap salah satu orang kepercayaan Albert.


Xavier yang masih disana berdiri menatap wanita pembuat masalah barusan dengan tajam. Senyum miring terlihat di bibirnya, ia seperti monster yang sedang menatap sang buruan dengan tajam.


...❄❄❄❄❄...


To be continue.....


Jangan lupa vote dan tinggalkan jejak ya guys😘❀