Heartless

Heartless
Episode 133



🌻Yakin dan percayalah setiap jalan yang kamu tempuh selalu ada dalam lindungan-Nya🌻


.


.


.


.


Di dalam mobil limousine kini hanya ada Chloe dan Xavier. Albert dan Thomas disuruh Xavier untuk masuk ke mobil lain berhubung sang istri saat ini moodnya sedang tidak bagus.


Chloe yang senang bukan main ikut bersama dengan Xavier ke perusahaan barunya seketika menjadi kesal. Bagaimana tidak kesal Chloe disuruh pakai masker, kaca mata hitam dan baju yang tertutup dari leher hingga ke mata kakinya.


"Sayang apa kamu masih marah" ucap Xavier dengan lembut.


"Heeemmm"


"Ayolah sayang jangan buat aku kepikiran disini"


"Heeeemmm"


"Baby" ucap Xavier penuh penekanan.


Mendengar perkataan suaminya Chloe tetap teguh pada pendiriannya untuk merajuk.


Arrrgghhh...........


Teriak Chloe yang kaget tiba-tiba dia ditarik dan didudukan di atas pangkuan Xavier.


"Lihat aku sayang" ucap Xavier dengan nada tegas.


Chloe menatap mata tajam biru itu dengan tatapan tajam tapi sedetik kemudian dirinya lemah terhadap tatapan tajam dan menghanyutkan itu. Chloe memeluk tubuh sang suami untuk menetralkan kekesalannya saat ini.


"Maaf sayang" ucap Chloe dengan suara parau.


"Ya aku maafkan sayang" ucap Xavier sambil mencium kepala sang istri dengan lembut.


"Apa aku bisa tidak memakai jubah panjang ini sayang?" tanya Chloe dengan gugup.


"Hah! Baiklah sayang" ucap Xavier mengalah.


"Benarkah?" tanya Chloe dengan mata berbinar-binar.


"Heeemmm"


Chloe senang bukan main karena di ijinkan sang suami tidak memakai jubah panjang yang sangat berat menurutnya. Sampai di depan perusahaan Xavier turun sendiri bersama Albert dan pengawalnya yang lain.


Ia ingin turun bersama dengan Chloe tapi Chloe menolak tidak ingin menjadi bahan gosip nantinya. Xavier menyuruh Thomas untuk mengawal sang istri masuk lewat basement parkiran.


"Terima kasih" ucap Chloe saat pintu dibuka oleh Mike.


"Sama-sama nyonya"


Chloe melihat penampilannya yang sudah berbeda dari sebelumnya menjadi senang. Thomas berjalan di belakang Chloe bersama Mike dan pengawal lainnya.


"Thomas kenapa kamu tidak memimpin jalan saja" ucap Chloe yang bingung arah mana yang harus diambil.


"Baik nyonya" ucap Thomas.


Thomas maju dan terlihat bingung harus mengambil jalur mana. Lama ia berdiri membuat Chloe yakin kalau Thomas juga baru kali ini datang kesini.


Iya ya ini kan perusahaan baru milik Xavier pantas dia juga bingung kayak gue, batin Chloe sambil terkekeh.


Setelah memanggil anak buah mereka untuk menjemput mereka, semuanya langsung mengambil jalur barat yang terhubung dengan lift khusus untuk Xavier.


"Kamu pasti bingung kan kayak aku tadi Thomas" ucap Chloe.


"Iya nyonya soalnya ini baru pertama kali aku kesini" ucap Thomas sambil tertawa.


"Oh ya Thomas ada yang mau aku tanyakan" ucap Chloe dengan muka penasaran.


"Silahkan nyonya"


"Kenapa semua pelayan dan pengawal saat aku datang mereka segera menunduk?" tanya Chloe.


"Itu peraturan yang dibuat oleh bos nyonya"


"Apa" ucap Chloe dengan kaget.


"Peraturannya tidak boleh menatap nyonya selama 3 detik" ucap Thomas dengan santai.


Berbeda dengan Thomas yang mengatakannya dengan santai tapi Chloe terlihat sangat kaget dan tidak habis pikir apa ada orang di dunia ini yang sangat arogan seperti suaminya itu.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Lift berhenti di lantai 53 ruangan khusus milik Xavier. Seperti biasa interior perpaduan hitam dan emas selalu menyambut Chloe jika ke perusahaan milik suaminya itu.


"Wah ini sangat menakjubkan" decak Chloe penuh kekaguman.


Para pengawal yang berjaga di sekitar ruangan Xavier hanya tersenyum melihat kelakuan nyonya mereka. Mike dan Thomas berjalan lebih dulu menuju ke ruangan bos mereka.


Chloe melihat ada satu orang gadis di depan ruangan Xavier yang berdiri dengan senyum ramah. Saat tiba di depan gadis itu dirinya membungkuk memberi hormat dan memberi salam menggunakan bahasa Korea.


"Maaf kamu bisa berbahasa Inggris tidak?" tanya Chloe polos.


Sang sekertaris yang mendapat pertanyaan seperti itu kaget dan menjadi gugup. Ia tak menyangka jika tamu didepannya ini bisa berbicara dengan lembut.


"Uhmm! Bisa nyonya" ucap sekertaris itu.


"Siapa nama kamu?" tanya Chloe dengan ceria.


"Nama saya Jiw An nyonya" ucap Jiw An dengan gugup.


"Susah banget ngucapinnya saya panggil An aja boleh?" tanya Chloe.


"Boleh nyonya" ucap Jiw An.


"Baiklah An salam kenal ya" ucap Chloe dengan senyum manis.


"Salam kenal juga nyonya"


Chloe segera masuk ke ruangan sang suami dengan senyum manis. Saat masuk ke dalam dirinya bingung karena sang suami tidak ada di dalam ruangannya.


"Kemana Xavier?" tanya Chloe.


"Saat ini bos sedang berada di aula perusahaan untuk pengguntingan pita dan memberikan pidato nyonya" ucap Thomas menjelaskan setelah mendapat info dari Albert barusan.


"Oh"


Chloe segera duduk di sofa menunggu kedatangan suaminya. Thomas sendiri sudah pamit pergi menuju ke tempat suaminya itu, lama menunggu Chloe akhirnya merasa bosan berada di sana.


Ia memutuskan untuk berkeliling perusahaan itu, saat sampai di depan pintu ia menyuruh Mike untuk mengawalnya agak jauh dan menyuruh Jiw An untuk menemaninya berkeliling.


Xavier yang sedang berada di aula perusahaan mendengar laporan dari Albert mengenai sang istri.


"Biarkan saja pasti dia bosan" ucap Xavier dengan tatapan dingin.


"Baik bos" ucap Albert.


~ Jakarta, Indonesia ~


Sean yang sudah 3 hari berada di Lombok hari ini memutuskan untuk pulang setelah semua pekerjaannya disana sudah selesai. Saat tiba di Jakarta Sean menyuruh Dimas untuk pergi ke markas sang papa.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Sampai di markas sang papa ia keluar dengan tatapan dingin dan datar, semua anak buahnya hanya menunduk memberi hormat saat tuan muda mereka lewat.


"Pa bagaimana bisa semua barang kita lenyap di tengah laut" ucap Sean dengan emosi saat masuk ke ruangan sang papa.


"Kamu sudah sampai son?" tanya Riko dengan datar.


"Papa bisa lihat sendiri" ucap Sean memutar matanya dengan malas.


"Heeemm"


Riko dan Rio terus membahas persoalan yang baru saja terjadi, sedangkan Sean dan Dimas sang asisten hanya diam dan mendengar semua pembicaraan papa dan tangan kanannya itu.


"Kapal kita pasti dibajak" ucap Sean dengan wajah datar.


Mendengar penuturan sang anak Riko menatapnya dengan tatapan meminta penjelasan lebih. Sean hanya melihat tatapan mata papanya dengan santai.


"Kalau kapal kita tengelam atau terbakar saat ini pasti sudah ada berita dari kepolisian setempat"


"Jadi maksud kamu" ucap Riko dengan kaget.


"Sesuai dengan apa yang papa pikirkan" ucap Sean dengan senyuman mengejek.


"Bagaimana bisa tuan muda" ucap Rio.


"Rio kau harus memikirkan semuanya dengan teliti otomatis kapal kita dibajak oleh seseorang yang sudah pasti tahu isi dalam kapal tersebut dan orang itu pasti dari pihak kita"


"Jadi maksud tuan muda ada penyusup di dalam sini" ucap Rio kaget.


"Bisa jadi dan saat ini orang itu tidak akan datang lagi ke markas ini" ucap Sean dengan santai.


"Rio perintahkan semua anak buah kita untuk mengecek semua nama yang sudah tertera dalam daftar anak buah kita sekarang" ucap Riko dengan suara tinggi.


"Baik tuan" ucap Rio sambil berlalu pergi.


"Pa Sean pergi dulu kalau sudah dapat orangnya kabari Sean"


"Iya pulanglah son" ucap Riko.


Ternyata di dalam lift itu ada Calista bersama sang asisten yang baru pulang mengurus kontrak kerja mereka bersama Baskoro Entertainment. Calista menatap Sean dengan penuh kekaguman karena wajah tampan Sean yang menggoda.


Ting...........


Pintu lift langsung terbuka saat sampai di lantai 8. Sean keluar dan berjalan menuju ke arah apartemennya, Calista tersenyum senang karena ternyata ia tetangga dengan Sean.


"Boleh juga buat puaskan aku saat belum mendapatkan Xavier" ucap Calista dengan senyum iblis.


~ Seoul, Korea Selatan ~


Chloe sangat senang bisa ditemani oleh Jiw An mengelilingi perusahaan Xavier yang baru. Keduanya seketika lebih akrab karena sama-sama suka dengan drama Korea.


"Wah aku senang banget bisa ketemu sama orang yang juga suka dengan para aktor drama Korea" ucap Chloe dengan senang.


"Di Korea itu sudah menjadi surga untuk kaum hawa" ucap Jiw An dengan senang.


"Siapa aktor favoritmu?" tanya Chloe.


"Aku paling suka Lee Min Ho" ucap Jiw An dengan muka memerah.


"Sama aku juga tapi masih ada yang lainnya juga" ucap Chloe sambil cekikan.


Keduanya kembali berjalan dengan senang dan tak terasa mereka sudah berada di lobby perusahaan. Chloe mengedarkan pandangannya menatap takjub dan kagum interior yang sangat mahal dan mewah.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Brugh...............


Tak sengaja Chloe menabrak seseorang karena tidak melihat saat berjalan. Orang tersebut mengeram emosi karena jasnya harus tertumpah kopi yang sedang dipegangnya.


"Kamu punya mata tidak sih!" bentak orang yang ditabrak oleh Chloe.


"Maaf tuan saya tidak sengaja" ucap Chloe sambil menunduk.


"Kalau jalan itu lihat sekelilingmu jangan seperti orang kampung" ucapnya lagi dengan suara tinggi.


Chloe yang tidak mengerti bahasa Korea hanya diam saja. Orang yang ditabrak itu menjadi semakin kesal karena yang diajak bicara hanya diam saja.


"Kamu bisa bicara tidak sih!" bentaknya lagi.


"Maaf tuan Kim teman saya tidak mengerti bahasa Korea dia baru datang ke Korea hari ini" ucap Jiw An dengan menunduk.


"Hey nona apa kamu tidak memiliki sopan santun!" bentak Kim Je dengan suara tinggi.


"Maafkan saya tuan karena tidak sengaja menabrak anda" ucap Chloe dengan sopan.


"Kamu pikir noda di jas ini akan hilang begitu saja nona, asal kamu tahu ini itu jas mahal dan jika kamu menjual dirimu tidak akan cukup untuk membeli jas ini"


Mendengar perkataan Kim Je yang sangat keterlaluan dan merendahkannya seketika membuat emosi Chloe naik.


Plak...............


Bunyi tamparan kuat dan keras menggema di lobby perusahaan. Semua orang kaget melihat seorang gadis muda yang berani menampar direktur muda Kim Je dari perusahaan Kim yang bergerak di bidang hotel dan entertainment.


Wajah Kim Je berubah menjadi merah padam karena emosi dan sekaligus tamparan Chloe yang sangat kuat. Kim Je menatap Chloe dengan tatapan bak monster yang siap menyerang.


Chloe yang melihat dari balik kaca mata hitamnya seketika menjadi takut, entah keberaniannya tadi sudah lari kemana diganti dengan rasa takut dan gugup.


"Bawa mereka ke tempat biasa" ucap Kim Je dengan nada tinggi.


"Baik tuan" ucap para pengawalnya dengan serentak.


Chloe dan Jiw An segera ditarik keluar dengan paksa menuju keluar perusahaan dengan kasar. Chloe yang bisa bela diri menendang mereka dengan sekuat tenaga tapi ia kewalahan karena tenaga mereka sangat kuat.


Saat hendak masuk ke mobil seketika para pengawal Kim Je langsung jatuh di tanah. Mike dan anak buahnya memukul mereka semua dengan brutal tanpa ampun.


"Siapa kamu?" teriak Kim Je dengan nada tinggi.


"Cih! Berani sekali anda mengatakan hal itu kepada nyonya kami" ucap Mike dengan suara tinggi.


"Mike cukup jangan buat keributan di depan umum" ucap Chloe dengan cepat.


"Maafkan saya nyonya" ucap Mike.


"Heemmmm"


Chloe segera pergi bersama dengan Jiw An lewat pintu belakang perusahaan karena tidak mau membuat semua mata tertuju pada mereka. Kim Je yang ingin mengejar Chloe segera di hentikan oleh anak buah Mike.


Sampai di ruangan Xavier ia segera masuk ke dalam karena masih emosi dengan perkataan Kim Je tadi. Chloe menjatuhkan tubuhnya dia atas sofa lalu menutup mata karena lelah.


Setelah memberi pidato di aula Xavier segera naik ke lantai 53 saat mendengar laporan tentang istrinya barusan.


Ting............


Pintu lift terbuka dan seketika aura mencekam menyeruak di dalam ruangan tersebut.


"Cari data orang itu dan bawa ke tempat biasa!" bentak Xavier dengan suara tinggi.


Jiw An yang mendengar bentakan dari tuannya seketika menjadi gugup. Dia tidak berani menatap tuannya yang dipenuhi dengan aura membunuh saat ini.


Brak.............


Pintu dibuka dengan kasar dari luar, amarah Xavier seketika redah melihat sang pujaan hati yang tertidur pulas di atas sofa. Dirinya beranjak menuju ke tempat Chloe lalu mengelus wajah sang istri dengan lembut.


Chloe yang merasa terusik memukul tangan Xavier dari wajahnya. Xavier terkekeh melihat raut kesal sang istri yang terganggu saat tidur.


Cup..............


Satu kecupan hangat mendarat di keningnya.


"Aku akan merobek mulut orang yang sudah mengatai kamu seperti ja***g baby" ucap Xavier dengan emosi.


Albert yang mendapat perintah dari sang bos segera menyuruh anak buahnya menangkap Kim Je dan para pengawalnya semua. Mobil Kim Je yang sedang melintas di jalanan sepi segera dihadang oleh mobil anak buah Xavier.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Mereka memilih menghadang mobil Kim Je di tempat sepi agar tidak ada jejak. Kim Je dan pengawalnya langsung dibius dan segera di bawa ke lokasi yang dikirim oleh Albert.


~ RM Group ~


Karena banyak klien yang sudah membatalkan kontrak akhirnya Adam dan keluarganya harus memulai dari nol. Adam bersama Laura saat ini sedang menemui rekan bisnisnya untuk meeting.


"Baik pak Adam semoga kerja sama kita tetap berjalan lancar ke depan" ucap klien milik Adam bernama Bastian.


"Iya pak Bastian" ucap Adam.


Keduanya saling berjabat tangan dan mengakhiri meeting mereka. Adam dan Laura menarik napas lega karena sudah berhasil mendapat satu lagi klien untuk perusahaan mereka.


"Jam berapa lagi kita meeting sayang?" tanya Adam.


"Satu jam lagi dad" ucap Laura.


"Heemmm"


Tak terasa sudah satu jam berlalu mereka berdua kembali lagi menemui klien untuk meeting. Steven sendiri masih sibuk mengurus proyek dengan pemerintah Bandung yang waktu itu.


Saking sibuknya dia melupakan sang istri dan hanya memberi kabar sekali saja saat sudah sampai di kantor. Tak lama hpnya berbunyi tanda panggilan masuk dari sang istri.


^^^"Halo sayang"^^^


"Halo mas kamu lagi ada dimana?" tanya Aurel.


^^^"Di kantor sayang maaf hari ini pekerjaan aku sangat banyak jadi ngak sempat ngabarin"^^^


"Iya ngak apa-apa mas ingat untuk menjaga kesehatan dan jangan lupa makan ya mas"


^^^"Siap istriku kamu juga jangan lupa makan ya sayang"^^^


"Iya mas semangat kerjanya"


^^^"Iya sayang"^^^


Steven segera mematikan panggilannya dan kembali melanjutkan pekerjaannya. Di lain tempat waktu yang sama Queen kembali bertemu dengan Henki di rumah kontrakan milik Henki di area kompleks perumahaan.


Saat sedang asyik dengan kegiatan mereka di tempat tidur tiba-tiba hp Henki berbunyi tanda panggilan masuk dari papanya.


^^^"Halo pa"^^^


"Halo Henki kamu lagi ada dimana?"


^^^"Henki lagi ada di rumah teman pa lagi jenguk dia habis keluar dari rumah sakit pa" ucap Henki berbohong.^^^


"Segera datang ke kantor Calista sudah tiba di kantor"


^^^"Baik pa Henki segera ke sana"^^^


Papanya segera mematikan panggilannya sepihak. Melihat tubuh Queen yang pasrah saja Henki kembali melanjutkan aktifitasnya dengan sangat kasar dan cepat. Tak lama keduanya mendapat pelepasan masing-masing.


"You are the best baby" ucap Henki dengan napas satu-satu.


Queen hanya menutup mata merasa sangat kelelahan dengan permainan mereka barusan. Henki lalu bangun dan membersihkan diri lalu meninggalkan Queen sendiri yang masih tertidur dengan tubuh polos.


"Berengsek dasar pe****r" maki Riko saat mendapat laporan dari anak buahnya.


...❄❄❄❄❄...


To be continue.................


Jangan lupa vote, like, dan komen yang sebanyak-banyaknya ya guys😘❀