Heartless

Heartless
Episode 79



🌻Jadilah dirimu sendiri karena dirimulah yang tahu apa yang kamu mau🌻


.


.


.


.


Chloe berangkat ke kampus dengan suasana hati yang kacau. Dirinya memikirkan kemana Xavier seminggu ini tanpa ada pesan atau kabar sedikit pun kepadanya.


"Cih! Seharusnya dia itu mengerti kalau gue ini menjunjung tinggi yang namanya budaya timur" ucap Chloe dengan kesal.


Saking kesalnya dia menendang botol minuman kaleng hingga mengenai seseorang. Orang itu berbalik dengan wajah emosi melihat siapa yang sudah berani menendang bekas minuman kaleng hingga mengenai kepalanya.


"Roseline" ucap Chloe dengan gugup karena takut melihat kemarahan di wajah Roseline.


Roselina memandang Chloe dengan tatapan siap membunuh. Dirinya berjalan menghampiri Chloe yang berdiri dengan kaku disana.


"Jadi kamu yang udah nendang bekas minuman kaleng ya" ucap Roseline sambil menjambak rambut Chloe.


Chloe menahan sakit di kepalanya dan menutup mata menahan rasa sesak di dadanya mengingat masa lalunya yang muncul di ingatannya. Melihat Chloe yang kesakitan Roseline makin tambah bersemangat menarik rambut Chloe.


"Ampun Roseline aku tidak sengaja" ucap Chloe dengan air mata yang sudah mengalir.


Roseline kembali menarik rambut Chloe bahkan menampar Chloe berulang kali. Chloe hanya diam saja karena memang ini kesalahannya, Mira yang baru datang melihat ada yang ribut-ribut di sana dengan bingung.


Seketika matanya kaget melihat Chloe yang sedang di pukul oleh Roseline. Mira berlari dan langsung mendorong Roseline sehingga jambakannya terlepas.


"Apa yang kamu lakuin Roseline!" bentak Mira dengan emosi.


"Dasar perempuan miskin ini semua karena kesalahan teman kamu" ucap Roseline dengan suara tinggi.


"Tapi tidak dengan kekerasaan" ucap Mira dengan suara tak kalah tinggi.


Mendengar ada yang berbicara kasar dengannya seketika emosi Roseline kembali naik, ia langsung menampar Mira tapi naas Chloe lebih cepat berdiri di depan Mira sehingga dirinyalah yang ditampar.


Plak............


Bunyi tamparan menggema disana, Mira kaget melihat Chloe yang menghalang tamparan Roseline kepada dirinya. Chloe hanya tersenyum kepada Mira dan mengatakan beberapa kata.


"Ini bukan salah loe karena ini semua karena kesalahan gue" ucap Chloe dengan senyum tulus.


Air mata Mira jatuh melihat senyum tulus Chloe dan bahkan dirinya sangat sedih, karena dirinya Chloe mendapat tamparan kuat hingga bibirnya sobek. Roseline lalu kembali memukul Chloe hingga dirinya puas.


Chloe hanya diam menerima semua pukulan itu karena dirinya tidak ingin membuat masalah di kampus. Setelah puas meluapkan emosinya Roseline pun berlalu meninggalkan Chloe dan Mira disana.


Julian yang baru datang kaget bukan main melihat keadaan Chloe yang kacau. Dirinya ingin mengendong Chloe ke UKS tapi ditolak oleh Chloe dan ia hanya mau berjalan sendiri.


"Kamu tidak kenapa-napa kan Chloe?" tanya Julian dengan khawatir.


"Santai aja aku baik-baik aja" ucap Chloe.


"Chloe maaf........hiks hiks hiks" ucap Mira sambil menangis.


"Hey kenapa loe minta maaf ini bukan salah loe kok" ucap Chloe sambil mengusap kepala Mira.


"Kalau aja loe ngak berdiri di depan gue loe ngak bakalan dapat tamparan itu" ucap Mira dengan sedih.


"Mira dengerin gue sebelum loe datang gue udah di tampar dan itu semua karena salah gue jadi jangan terlalu di pikirin oke" ucap Chloe sambil tersenyum tulus.


Mira yang baru kali ini melihat senyum Chloe dengan tulus merasa bahagia.


Loe itu baik banget Chloe ngak salah gue berteman sama loe, batin Mira.


"Guys bisa tidak jangan bicara dengan bahasa yang aku tidak mengerti" ucap Julian dengan muka cemberut.


Mendengar hal itu Chloe dan Mira langsung tertawa terbahak-bahak. Chloe pun menitip tugasnya kepada Mira dan Julian sekaligus meminta ijin untuk pulang saja.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Sampai di apartemen Chloe langsung jatuh di lantai dengan keringat dingin yang keluar dari tubuhnya sangat banyak. Sedari tadi ia menahan rasa sesak di dada dan sakit di kepalanya akibat traumanya.


Chloe akan trauma jika mengingat perbuatan yang sama yang pernah dialaminya dulu. Chloe berteriak menahan rasa sakit di kepalanya hingga wajahnya pucat seperti orang mati.


~ Wesly Group ~


Saat ini Xavier sedang memimpin rapat bulanan dengan jajaran direktur di seluruh kantor cabangnya. Setiap dua bulan sekali perusahaan Wesly Group akan mengadakan rapat kinerja di kantor pusat.


Suasana di dalam ruangan sangat mencekam karena aura membunuh yang dikeluarkan oleh Xavier sangat mengintimidasi.


"Apa begini kinerja kalian semua!" bentak Xavier sambil memukul meja dengan kuat.


Semua orang dalam ruangan meeting hanya diam menunduk takut melihat kemarahan sang bos besar. Albert dan Thomas yang juga berada disana hanya bisa menahan napas melihat kemarahan sang bos.


"Albert apa kita akan terkena amukan dari bos juga" ucap Thomas dengan suara pelan.


"Diam jangan cari masalah!" bentak Albert sambil menatap tajam Thomas.


"Kalian semua sudah mulai santai rupanya" ucap Xavier dengan sinis sambil menatap tajam semua jajaran direktur kantor cabang.


Tiba-tiba Albert mendapat pesan laporan dari anak buahnya yang mengawasi Chloe. Matanya kaget melihat foto Chloe yang sedang dipukul di kampus.


Ia menelan salivanya dengan kasar melihat Xavier yang sedang emosi saat ini. Thomas yang melihat Albert sedang gugup pun merasa aneh.


"Ada apa" bisik Thomas.


Albert menunjukan pesan berisi foto dari anak buahnya mengenai Chloe, tak berbeda dengan Albert, Thomas juga kaget bukan main. Mereka berdua saling memandang jika sebentar lagi akan ada badai dahsyat.


"Kamu harus sampaikan ke bos jika ingin nyawamu selamat" ucap Thomas sambil tersenyum licik melihat penderitaan Albert sebentar lagi.


Albert melihat senyuman licik Thomas di wajahnya dan menjadi kesal. Tapi apa yang dibilang oleh Thomas memang benar jika ia harus segera menyampaikan informasi ini.


Albert maju dan berjalan mendekat Xavier yang sedang mengeluarkan amarahnya. Xavier menatap tajam Albert yang sudah berani mengganggunya saat ini.


"Berani sekali kamu mengganggu waktuku Albert!" bentak Xavier dengan suara tinggi.


Albert dan semua orang di dalam kaget mendengar teriakan Xavier yang menggema dalam ruangan tersebut. Albert tidak perduli dirinya harus tetap menyampaikan pesan tersebut.


"Bos you must look this" ucap Albert dengan gugup karena takut melihat tatapan tajam Xavier.


Xavier menerima hp Albert dan sesuai prediksinya sang monster saat ini siap mengeluarkan semua amarahnya. Xavier kaget bukan main melihat foto Chloe yang sedang dipukul di kampus.


Dirinya langsung bangun meninggalkan ruangan meeting tanpa berbicara sedikit pun. Albert menyuruh wakil direktur dan Thomas untuk melanjutkan meeting tersebut.


Pikiran Xavier sangat kacau melihat informasi tentang kekasihnya. Dirinya saat ini sangat emosi karena ada yang sudah berani menyentuh miliknya.


"Cari semua orang yang berhubungan dengan hal ini" ucap Xavier dengan suara geram.


"Baik bos" ucap Albert.


"Buat saham perusahaan keluarga mereka anjlok" ucap Xavier dengan dingin.


"Siap bos"


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Sepanjang perjalanan Xavier terus mengumpat dan mengomeli semua anak buahnya yang bertugas mengawasi Chloe.


"Beri hukuman kepada mereka semua yang tidak becus menjaga gadisku!" bentak Xavier.


Albert dan sopir hanya diam menerima semua umpatan dan kemarahan sang bos. Sampai di apartemen Chloe, Xavier langsung masuk ke dalam dengan langkah cepat.


"Albert" teriak Xavier dengan kencang.


"Iya bos" ucap Albert dengan cepat sambil berlari masuk ke dalam apartemen Chloe.


"Panggil Kevin kesini sekarang juga!" bentak Xavier.


Albert langsung mengambil hpnya dan menghubungi Kevin dokter pribadi Xavier dengan cepat. Tapi sebelum itu suara Xavier menghentikannya.


"Bawa dokter perempuan juga" teriak Xavier dari dalam kamar Chloe.


Saat itu Kevin langsung menjawab panggilan Albert dengan cepat.


"Halo"


^^^"Datang ke apartemen nona Chloe sekarang dan bawa satu dokter perempuan"^^^


"Memangnya siapa yang sakit?" tanya Kevin dari seberang.


^^^"Waktumu 5 menit" bentak Albert.^^^


Tuut........tuutt........tuuttt.........


Panggilan lalu dimatikan sepihak oleh Albert. Kevin yang sedang mau operasi pasien segera menyuruh dokter lain untuk menggantikannya.


Ia sangat kesal karena disuruh datang ke sana dalam waktu 5 menit.


Apa dia pikir aku ini robot yang bisa terbang dengan cepat ke sana, batin Kevin dengan kesal.


Xavier terus memeluk tubuh Chloe yang sangat dingin saat ini. Ia merasa sakit dan frustasi melihat wajah Chloe yang lebam akibat bekas tamparan dan juga bibirnya yang robek.


"Baby kenapa kamu seperti ini" ucap Xavier dengan khawatir.


Tak lama pintu diketuk dan masuklah Albert, Kevin, dan seorang dokter perempuan. Xavier menyuruh dokter tersebut untuk memeriksa keadaan Chloe tanpa melepaskan pelukannya.


"Bos lepaskanlah nona Chloe biar bisa diperiksa" ucap Albert yang melihat sang dokter sedikit kesusahan.


"Tutup mulutmu Albert!" bentak Xavier.


Mereka semua kembali diam dan membiarkan Xavier melakukan apa yang dia mau. Sang dokter terus memeriksa Chloe dengan hati-hati.


"Maaf tuan sepertinya nona Chloe mempunyai trauma sehingga menyebabkan dirinya shock sampai begini"


"Trauma" ucap Xavier dengan emosi.


"Benar tuan bisa jadi nona Chloe pernah mengalami kejadian di masa lalu yang membuat dirinya sampai trauma"


Seketika rahang Xavier mengeras mengingat semua perkataan Chloe waktu itu sebelum menghilang.


"Apa trauma bisa membuat seseorang berteriak ketakutan dalam tidurnya"


"Benar tuan. Bahkan bisa membuat orang tersebut susah untuk tidur dan mengalami perubahan sikap yang sangat drastis dari sikap aslinya" ucap dokter tersebut dengan panjang lebar.


"Apakah bisa diobati?" tanya Xavier.


"Bisa tuan asal pasien dengan gigih mau sembuh pasti berhasil dan dukungan dari orang-orang terdekatnya"


"Heeemmm"


"Tuan ini resep obat untuk luka dan lebam nona Chloe dan sebaiknya tuan segera membawa nona Chloe ke dokter ahli trauma untuk konsultasi"


"Heeemmm"


Dokter tersebut keluar dan meninggalkan Xavier, Chloe, dan Albert disana, sedangkan Kevin mengantar dokter tersebut hingga ke depan.


"Cari semua informasi yang terjadi hari ini" ucap Xavier dengan tegas.


"Baik bos"


"Jangan biarkan satu pun lewat dari pandanganmu Albert" ucap Xavier dengan aura membunuh.


"Baik bos"


Albert langsung keluar dan memulai mengumpulkan informasi tentang kejadian tadi. Xavier pun ikut berbaring memeluk Chloe dengan erat, dirinya sangat frustasi melihat keadaan Chloe saat ini.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Tak terasa waktu berlalu dengan cepat Chloe pun sadar dari pingsannya saat hari sudah sore. Ia bangun dan memegang kepalanya yang sangat sakit.


Chloe lalu melihat sekelilingnya dan bingung kenapa dirinya bisa ada di tempat tidur bukannya tadi ia pingsan di ruang TV karena terlalu banyak menangis.


"Xavier" ucap Chloe dengan cepat karena ia yakin Xavierlah yang sudah membawanya ke kamar.


Chloe yang sangat merindukan Xavier langsung bangun dan berlari keluar dengan cepat mencari keberadaan Xavier. Saat keluar kamar Chloe melihat sekeliling apartemen dan langsung menemukan apa yang dicari.


Xavier sedang berdiri di ruang TV bersama Albert membicarakan informasi yang dibawa oleh Albert. Chloe langsung berlari ke arah Xavier dan memeluk Xavier dari belakang dengan cepat.


Xavier yang kaget ada yang memeluk dirinya dari belakang tersenyum bahagia melihat sepasang tangan indah memeluk pinggangnya.


Albert pun tahu dengan isyarat Xavier sehingga meninggalkan bosnya sendiri bersama sang kekasih. Chloe menangis sambil memeluk Xavier dengan kencang.


"Why you leave me alone.........hiks hiks" ucap Chloe dengan suara serak.


Xavier melepaskan pelukan Chloe dan berbalik menghadap Chloe dengan tatapan lembut dan khawatir. Xavier memegang pipi Chloe dan mengusapnya dengan lembut.


"I don't leave you baby aku hanya pergi mengontrol emosiku sayang" ucap Xavier dengan lembut.


Baru kali ini dirinya berbicara lembut kepada seseorang dan itu hanya Chloe, karena Chloe adalah gadis yang sangat dicintainya melebihi apapun.


"Kamu tidak pernah mengabari aku sedikit pun Xavier kamu jahat........hiks hiks hiks" teriak Chloe sambil berderai air mata.


Chloe memukul dada Xavier berulang kali dan Xavier hanya membiarkannya saja, dirinya seakan tidak merasa sakit tapi hanya geli mendapat pukulan dari sang kekasih.


Xavier tersenyum bahagia melihat Chloe yang kesal akan dirinya, ia langsung dengan cepat memeluk Chloe dengan erat.


"Don't cry baby it makes me hurt when see you cry" (jangan menangis sayang, itu membuat aku merasa sakit saat melihatmu menangis) ucap Xavier di telinga Chloe.


Nalas Xavier mengenai telinga Chloe dan itu membuat dirinya tegang seketika, Xavier melihat Chloe dengan tatapan tajam tapi meneduhkan dan Chloe seperti biasa sangat menyukai tatapan mata Xavier yang menenangkan.


Xavier mendekatkan wajahnya dengan Chloe dan hanya berjarak 5 cm, bahkan Chloe bisa merasakan napas Xavier yang mengeluarkan bau mint di wajahnya.


Tak membuang waktu Xavier memiringkan kepalanya dan mencium bi**r Chloe dengan lembut. Chloe yang baru pertama kali berciuman hanya diam mematung dan otaknya seketika blank.


Xavier terus mencium Chloe dengan lembut dan membuat Chloe seperti berada di atas awan, dirinya seakan lemas dan tidak bisa berdiri beruntung Xavier memeluknya dan menahannya dengan erat.


Entah kenapa Chloe tidak menolak ciuman Xavier bahkan jantungnya berdetak dengan kencang dan membuat wajahnya menjadi panas dan merah padam.


"Xavier" ucap Chloe dengan napas ngos-ngosan setelah ciuman mereka terlepas.


"I love you from now till end my life baby" ucap Xavier dengan lembut.


"I love you too Xavier" balas Chloe dengan wajah merah padam.


Xavier tersenyum bahagia mendengar pernyataan sang kekasih dan kembali mempertemukan bi**r mereka berdua. Chloe menutup mata menikmati ciuman Xavier yang lembut seperti menyalurkan rasa kasih sayangnya.


Terima kasih karena sudah menjadi bagian dalam hidupku, batin mereka berdua dengan kompak.


...❄❄❄❄❄...


To be continue.......


Jangan lupa vote dan tinggalkan jejak sebanyak-banyaknya ya guys😘❀