Heartless

Heartless
Episode 20



Suasana pagi hari di puncak sangat dingin, meski sudah pukul 06.30 tapi matahari masih bersembunyi malu di balik awan dan embun masih tebal di sekitar villa.


Chloe semalam tidur jam 1 malam karena keasyikan bercerita banyak hal bersama Sean dan baru mengetahui ketika Chloe mulai merasa ngantuk. Sudah terbiasa bangun pagi jadi saat ini Chloe sudah bangun.


Udara diluar cukup dingin, Chloe memilih menggunakan sweater lengan panjang berwarna biru dengan celana denim hitam. Tidak lupa dengan memakai topi rajut yang menutupi hingga ke telinganya.


Diluar sudah sangat rapi dan bersih karena pelayan villa sudah membersihkan semuanya dari pagi buta. Chloe melihat bahwa semuanya masih tidur dan belum pada bangun.


Chloe memilih menyiapkan sarapan buat semua guna mengusir kebosanan saat ini. Pada saat asyik menyiapkan sarapan Chloe tidak sadar ada yang memperhatikannya dengan intens.


Grep.........


Chloe terkejut karena ada tangan yang menarik dan memeluk pinggangnya dengan erat dan menaruh kepalanya di ceruk leher Chloe. Beruntung ia tidak menjatuhkan telur yang sedang dikocoknya.


"Good morning sayang" ucap Sean dengan suara serak baru bangun tidur.


Ya yang memeluknya ternyata pacarnya sendiri, Sean yang terbangun dari tidurnya karena haus bergegas ke dapur untuk minum tapi melihat ada kekasihnya ia tidak ingin membuang waktu.


"Morning too ka. Lain kali jangan ngagetin kayak gitu lagi ya ka"


"Iya sayang"


"Ka lepas Chloe lagi masak nih"


"Masak aja sayang"


"Kalau kayak gini gimana mau masaknya ka"


"Gue masih kangen pengen berdua sama loe"


"Ntar ya ka" ucap Chloe sambil menaruh piring telur dan berbalik melihat Sean sambil merapikan rambutnya yang berantakan.


"Masih ngantuk" ucap Sean sambil memeluk erat dan menghirup bau harum tubuh pacarnya.


"Ya udah balik tidur lagi ntar kita jalan ke kebun teh ya"


"Heeemm......Janji ya"


"Iya janji" ucap Chloe sambil tersenyum hangat.


Sean mencium pipi Chloe dan mengambil sebotol air mineral di atas meja makan dan kembali ke kamar untuk tidur lagi. Melihat Sean sudah pergi Chloe melanjutkan acaranya membuat sarapan.


30 menit kemudian sarapan sudah siap dan sudah tertata rapi di atas meja. Pada saat itu Keysa, Tika, Putra, Angga, dan Rey sudah bangun dan mereka kaget karena sudah banyak sarapan di atas meja.


"Loe yang masak ya Chloe" ucap Keysa.


Chloe hanya mengangguk kepalanya dan mengajak mereka untuk sarapan. Mereka sarapan sambil bercerita menunggu teman-teman mereka yang belum pada bangun.


Semuanya sudah bangun dan sarapan tinggal Sean yang belum sarapan karena masih mandi. Selesai mandi Sean bergegas ke meja makan dan disana semuanya sudah pada selesai sarapan.


"Sarapan sini, udah dimasakin pacarnya" ucap Riski sambil menggoda Sean dan Chloe, tapi Sean tidak meladeninya dan mengambil sarapan untuk dimakan.


"Sifatnya emang kayak gitu ka" ucap Dito tidak enak dengan yang lainnya karena sahabatnya yang ini terlalu datar dan dingin.


"Tapi gue kayak pernah liat muka Sean dimana ya, kayak ngak asing gitu" ucap Wawan sambil mengamati Sean terus.


Mendengar perkataan Wawan semua teman Steven melihat kearah Sean dan membenarkan ucapan Wawan.


"Benar banget loe tapi dimana ya" ucap Sari.


Mereka semua terus berpikir dimana pernah melihat Sean tapi tidak menemukan titik temu.


"Nama belakang loe siapa Sean" ucap Putra.


"Rahardian" ucap Sean irit dan datar.


"Rahardian rahar....." gumam mereka semua tiba-tiba Tika berteriak kencang karena sudah mengetahui pernah melihat Sean dimana.


"Loe anaknya Riko Rahardian kan" ucap Tika dengan suara cemprengnya dan mata melotot terkejut.


"Loe kenal papa gue" ucap Sean santai.


"Siapa sih yang ngak kenal bokap loe yang terkenal dingin dan sebagai pengusaha sukses no.1 di Indonesia" ucap Gadis dengan menggebu-gebu.


"Tapi Chloe ngak tahu thu muka papa Sean yang mana" ucap Chloe dengan wajah polos.


Uuhhhukk........


Seketika Sean tersedak sarapannya mendengar perkataan pacarnya, semua yang berada disitu juga sangat kaget dan melihat kearah Steven meminta jawaban.


"Uhhmm! Adik gue ngak terlalu suka dengan dunia bisnis dan gosip. Dia lebih tertarik dengan buku dan novel"


"Pantes" ucap Gadis.


Selesai mereka semua berencana pergi ke kebun teh untuk berfoto. Mereka semua berjalan bersama sambil berfoto.


Sean dan Chloe berjalan sambil bergandeng tangan sesekali mengambil gambar di tempat yang bagus.


"Sayang benar ngak tahu wajah papa gue"


"Bener ka. Emang muka papa ka Sean seram ya" ucap Chloe dengan wajah polos yang mengemaskan.


"Uhmm! Mirip sama gue cuma lebih versi tua"


"Oh datar juga ya ka"


"Jadi menurut loe gue datar gitu"


"Iya ka kan kenyataannya kayak gitu loh"


"Udah berani ya" ucap Sean sambil menggelitik Chloe.


"Aduh ampun ka ampun ka udah ya ka"


"Heeeemmm"


Mereka semua menikmati indahnya pemandangan kebun teh hingga siang hari, mereka memutuskan makan di sebuah kedai yang sangat bagus dan bersih di tengah ladang teh.


"Makan disini aja yah guys udah pada lapar ni" ucap Bagas memberi solusi ke semuanya.


Mereka masuk dan di layani dengan pelayanan yang sangat memuaskan. Mereka semua memesan makanan sesuai keinginan masing-masing.


"Bayarnya patungan ya" ucap Sari.


Sean yang tidak suka makan harus patungan ia pun angkat bicara.


"Gue yang bayarin semua" ucap Sean.


"Weitts dapat traktir dong thankyou bro" ucap Riski.


"Heeemmm"


"Sean lihat chat di grup" ucap Rey.


Sean melihat hp dan membuka pesan grup ternyata hari ini jadwal mereka latihan basket untuk lomba pensi minggu depan.


"Jadi gimana?" tanya Resa.


"Tetap jadi" jawab Sean irit.


Resa pun sudah mengetahui jawabannya. Mereka semua menikmati makan siang mereka dengan bahagia. Semua hidangan sudah ludes tidak ada yang tersisa, Sean lalu berjalan kearah kasir untuk membayarnya.


"Total semuanya Rp.1.460.000 den" ucap penjaga kasir.


Sean menyerahkan uang sebesar 1,5 juta tanpa mengambil kembaliannya. Mereka memutuskan kembali ke villa. Sampai villa Sean memberitahu sahabatnya untuk bersiap kembali ke jakarta.


Sean mencari Chloe untuk pamit pulang sekalian mengajak Chloe untuk pulang bareng jika ia mau. Sean yang melihat Chloe sedang mengobrol di samping kolam bersama Keysa menghampirinya. Keysa yang melihat kedatangan Sean pamit pergi kedalam villa.


"Sayang gue cariin dari tadi" ucap Sean sambil duduk bersebelahan dengan Chloe.


"Emang nyari buat apa ka"


"Gue mau pamit pulang sekarang"


"Kok cepat banget pulangnya ka"


"Iya sore ada latihan sama anak basket sayang"


"Oh gitu. Ya udah hati-hati dijalan ya ka"


"Loe ikut balik bareng aja ya" ucap Sean sambil berharap agar kekasihnya pergi bersamanya karena ia merasa cemburu jika Chloe berada di sini.


"Ehhmm! Gue tanya dulu ama ka Steven"


"Oke gue tunggu di depan"


Chloe mencari Steven dan memberitahukan ajakan Sean untuk pulang bareng. Steven pun setuju aja Chloe pulang bareng Sean dan berpesan untuk menghubunginya jika sudah tiba di Jakarta.


Chloe bergegas mengambil ransel dan tak lupa pamit dengan semuanya, Chloe berjalan ke depan menghampiri Sean dan sahabat-sahabatnya dan seketika senyum Sean merekah karena kekasihnya pulang bersama dirinya.


Resa kembali ke mobil Angga karena Chloe akan satu mobil dengan Sean. Mereka kemudian bergegas pulang ke Jakarta. Sepanjang perjalanan Chloe dipaksa Sean untuk istirahat tapi dia membantah ingin menemani Sean.


Sean hanya mengikuti keinginan Chloe. Mereka sampai di Jakarta pukul 15:00 kemudian bergegas ke tempat latihan dan Chloe pun juga ikut karena dipaksa Sean untuk menemaninya latihan.


Chloe terpaksa mengikuti Sean meskipun ia sangat malas saat ini. Sampai di tempat latihan Sean segera mengganti pakaiannya dengan baju basketnya.


Chloe duduk di tribun sambil mengirim pesan ke kakaknya kalau dirinya sudah tiba, ketika Chloe mengangkat kepalanya Chloe terpana melihat ketampanan Sean yang bertambah pada saat bermain basket di tengah lapangan.


Melihat pacarnya terus melihat dirinya Sean pun tersenyum tipis. Mereka latihan selama 2,5 jam, Sean berjalan menghampiri Chloe dan menerima handuk beserta minuman yang disodorkan Chloe kepadanya.


Banyak pasang mata yang iri melihat keduanya sangat romantis.


"Sayang bentar kita briefing dulu sama coach ya"


"Iya ka"


Sean kembali ke timnya dan melakukan briefing, pada saat itu ada seorang pemuda yang berjalan menghampiri Chloe karena ia terpikat dengan kecantikan Chloe.


"Hai boleh duduk" ucap pemuda itu.


Chloe tidak merespon hanya melihatnya sekilas dan kembali melihat handphonenya tidak memperdulikannya. Melihat reaksi Chloe pemuda itu sangat tertantang untuk mendapatkan Chloe.


"Kenalin nama gue Justin" ucap Justin sambil menyodorkan tangannya tapi tidak direspon sama sekali oleh Chloe.


Melihat reaksi Chloe Justin pun menjadi emosi dan mengatai Chloe.


"Sok jual mahal loe bi**h" ucap Justin dengan nada membentak dan sangat keras.


Mendengar ada orang yang berbicara kasar semuanya melihat kearah mereka. Sean yang mengetahui siapa laki-laki tersebut dan yang dibentak adalah pacarnya sendiri menjadi emosi dan berlari menuju kearah meraka.


Tanpa basa-basi Sean langsung meninju Justin di rahangnya.


Bugh.............


Justin yang tidak siap terjatuh ke bawah, Sean seperti kesetanan memukul Justin terus-menerus.


"Brengsek loe! Anjing loe bangsat! Berani ngomong gitu ke cewek gue! Hah" maki Sean dengan emosi dan terus memukul wajah Justin.


Chloe yang melihat hanya menangis dan teman-teman Sean mencoba memisahkan mereka tapi Sean seperti kesetanan dan terus memukul Justin.


Chloe menerobos dan langsung memeluk Sean dari belakang sambil menangis, ternyata itu bekerja dan Sean sudah mulai bisa mengontrol emosinya.


"Hiks hiks hiks........ka udah ya......hiks hiks.......Chloe ngak mau ka Sean sampai bunuh orang" ucap Chloe dengan air mata terus mengalir.


Sean berbalik dan memeluk kekasihnya menetralkan emosi sekaligus menenangkan Chloe. Akhirnya Sean bisa mengontrol emosinya, Sean melihat kearah Justin yang sudah dibawah teman-temannya.


"Peringati ke teman loe kalau sampai dia ngomong pacar gue lagi bakal gue bunuh dia" ancam Sean dengan suara dingin dan aura yang mengintimidasi.


"Ok..e.. baik g..ue akan berit...ahu dia" ucap salah satu temannya dengan gugup dan berlari keluar mengejar temannya yang lain.


Chloe masih memeluk Sean dan air matanya masih terus mengalir.


...❄❄❄❄❄...


To be continue.....


Jangan lupa like dan komen ya guys😍😍