Heartless

Heartless
Episode 135



🌻Pemenang sejati bukanlah orang yang menang tapi orang yang betul-betul menerima kekalahannya🌻


.


.


.


.


Baru saja tiba di perusahaan suaminya Chloe bingung melihat Albert dan Thomas yang keluar dari ruangan suaminya dengan wajah babak belur. Seketika otak Chloe berpikir jika ada sesuatu yang sedang terjadi dengan suaminya.


Tak mau bertanya Chloe langsung masuk ke dalam ruangan suaminya. Seketika Chloe kaget melihat ruang kerja suaminya seperti kapal pecah.


"Apa kalian tuli aku bilang tinggalkan aku sendiri!" bentak Xavier dengan suara tinggi.


Mendengar bentakan suaminya Chloe menjadi takut tapi ia urungkan karena ia harus bisa membuat suaminya mengontrol emosi. Chloe berjalan dengan pelan menuju ke arah Xavier dengan jantung yang berdetak cepat.


"Jangan buat aku untuk membunuh kalian saat ini juga" teriak Xavier dengan emosi.


"Sayang" panggil Chloe dengan suara lembut.


Ia menutup mata mendengar teriakan suaminya yang sangat kencang, tubuh Xavier menegang mendengar suara lembut sang istri.


Xavier berbalik dan menatap Chloe dengan tatapan tajam tapi seketika berubah menjadi tatapan lembut saat melihat tubuh sang istri yang bergetar ketakutan. Xavier lalu menarik tubuh sang istri ke dalam pelukannya dan menormalkan emosi dalam dirinya.


"Baby" ucap Xavier dengan lembut.


"Apa yang terjadi sayang?" tanya Chloe dengan lembut.


"Maaf aku sudah membentakmu sayang" ucap Xavier dengan suara lembut penuh cinta.


"Aku ngerti kok sayang saat ini kamu sedang emosi"


Chloe mengelus punggung kekar sang suami agar lebih rileks dan tidak emosi lagi. Cara Chloe ternyata berhasil hati Xavier yang tadinya panas seketika dingin seperti disiram air dingin.


"Apa yang sebenarnya terjadi sayang?" tanya Chloe saat melihat Xavier sudah tidak emosi lagi.


Bukannya menjawab Xavier malah mengendong tubuh Chloe menuju kamar di ruang kerjanya. Sampai di dalam ia menaruh sang istri dengan perlahan-lahan di atas ranjang.


"Ada yang mau aku sampaikan sayang" ucap Xavier dengan tatapan tajam.


"Heeemmm"


Xavier mulai menceritakan masa lalunya dengan gadis yang bernama Calista, semuanya ia ceritakan sampai perihal tentang neneknya yang ingin menghancurkan hubungan mereka berdua lewat mantan kekasihnya.


Chloe mendengar dengan saksama cerita sang suami sesekali ia terlihat kaget, bingung, dan ada rasa cemburu dihatinya. Melihat ekspresi Chloe saat ini Xavier tahu istrinya sedang cemburu.


"Aku tidak mau ada yang kita tutupi soal masa lalu sayang" ucap Xavier dengan wajah tegang.


Chloe menarik napasnya dalam dan membuang perlahan, ia akui saat ini hatinya terbakar cemburu mendengar cerita sang suami. Tapi di lain sisi ia kembali memikirkan kalau itu hanya masa lalu suaminya dan saat ini dirinyalah masa depan sang suami.


"Apa dia orang suruhan nenek kamu sayang" ucap Chloe dengan tegas.


"Iya sayang"


"Kapan mereka akan memulai permainan mereka"


"Sebenarnya kamu sudah bertemu dengan wanita ja***g itu sayang" ucap Xavier dengan datar.


"Kapan" ucap Chloe dengan kaget.


"Wanita yang kamu antar ke rumah sakit tadi"


"Apa" ucap Chloe dengan suara tinggi.


Memikirkan kejadian tadi Chloe seketika bingung dan kaget ia tak menyangka jika ia akan menjadi sasaran dari nenek sang suami. Chloe melihat suaminya dan seketika ia tersenyum misterius.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Xavier mengangkat alisnya sebelah melihat senyuman istrinya yang seperti seorang gadis psycopath. Chloe yang dipandang tidak memperdulikan suaminya karena saat ini ia tengah memikirkan apa yang akan ia perbuat bagi wanita pengganggu.


"Sayang" ucap Xavier dengan lembut.


"Apa kita bisa bermain dengannya sebentar mengikuti permainannya hubby" ucap Chloe dengan mata tajam.


"Apa yang ada dalam otak cantikmu itu sayang! Hehehe?" tanya Xavier sambil terkekeh.


"Jangan pernah meremehkan nyonya Wesly sayang apa yang menjadi milikku tidak boleh ada yang mengambilnya dariku sayang" jawab Chloe dengan sinis.


"I'm yours baby" ucap Xavier tersenyum bagai iblis.


Ternyata istriku sudah berubah menjadi singa betina yang ganas, batin Xavier sambil tersenyum bahagia.


~ SR Company ~


Sean saat ini sedang membaca berkas kerja sama perusahaannya dengan perusahaan yang lain. Tiba-tiba pintu ruangannya terbuka dan masuklah ke empat sahabatnya.


"Wah ternyata direktur kita sangat rajin ya sampai udah jam pulang kerja juga tetap masih setia di ruang kerjanya" ucap Resa sambil tertawa cekikan.


Sean hanya menatap ke empat sahabatnya dengan tatapan datar dan dingin. Resa dan lainnya terus menggodanya hingga mau tak mau ia berhenti dari aktifitasnya sedari pagi.


"Ada apa loe semua pada kesini?" tanya Sean dengan suara dingin.


"Jangan bilang loe lupa dengan janji kita hari ini bro" ucap Angga.


"Emang ada hal penting apa hari ini" ucap Sean dengan sinis.


"Wah para loe bro sejak kapan loe jadi pikun kayak gini sih" ucap Dito sambil tertawa.


"Berengsek loe pada" ucap Sean dengan kesal.


Bukannya marah malah sahabatnya kembali menertawakan Sean yang sedang kesal. Setelah puas tertawa keempatnya langsung diam saat melihat tatapan dingin Sean yang sangat dingin.


"Oke bro sorry, sebenarnya hari ini itu adalah pesta lajang teman kita tuh yang bentar lagi mau lepas kecebongnya" ucap Rey sambil menunjuk ke arah Dito.


"Loe ngak lupa kan bro" ucap Dito dengan selidiki.


"Hahh! Untung loe pada datang kalau ngak gue lupa" ucap Sean dengan santai.


"Teman apaan sih loe lupa ama teman loe sendiri" ucap Resa sambil melempar majalah ke arah Sean.


Sean berhasil mengelak dan tertawa mencemooh ke arah Resa. Resa yang melihat tawa sang sahabat merasa sangat kesal.


"Udah mending sekarang kita cabut deh" ucap Angga.


"Oke gue setuju" ucap ke empatnya serentak.


Sean dan sahabatnya lalu melajukan mobil mereka ke arah club milik papanya. Saat sampai disana para penjaga langsung menyapa tuan muda mereka dengan sahabatnya dengan hormat.


"Ruangan biasa atau dance floor duluan?" tanya Resa sambil berjoget mengikuti irama musik.


"Ruangan biasa" ucap Sean datar.


Sean langsung bergegas menuju ruangan VIP khusus untuknya saat datang kesini. Sampai di dalam sang manajer segera menyiapkan minuman dan menyuruh para gadis malam melayani tuan muda mereka.


Sean dan sahabatnya lalu meminum alkohol dengan semangat menikmati pesta malam ini, mereka tidak perduli apa yang akan terjadi saat ini atau besok yang terpenting hari ini adalah pesta lajang sahabat mereka.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


"Chloe, Chloe gue sayang banget sama loe" gumam Sean dengan keadaan mabuk parah.


Ia lalu berdiri dan jalan keluar untuk pulang, saat keluar kepalanya sangat sakit dan berkunang-kunang. Berkali-kali ia jatuh tapi selalu bangkit kembali, Sean berjalan keluar dengan tubuh sempoyongan.


"Queen" ucap Sean yang melihat keberadaan Queen di pintu keluar club bersama seorang pria.


Karena masih dalam keadaan mabuk ia tak bisa berjalan dengan cepat. Saat hampir tumbang beruntung para pengawal menangkap tubuh sang bos lalu memapah keluar menuju apartemen sang bos.


Ternyata yang dilihat Sean tadi bukanlah khayalannya karena memang itu benar-benar Queen.


Ia nekat datang ke club karena panggilan Henki, mau tak mau Queen harus pergi ke sana menemui selingkuhannya karena tidak ingin Henki membocorkan perihal mereka berdua kepada sang suami.


"Berengsek loe apa loe ngak mikir kalau ada yang lihat gue gimana!" bentak Queen di dalam mobil.


"Gue ngak perduli dan saat ini loe harus layani gue" ucap Henki tak kalah dengan suara tinggi.


Queen berontak ingin keluar dari mobil Henki tapi di tangkap oleh Henki dan seketika ia kembali mendapatkan apa yang ia mau. Queen hanya pasrah saja menerima semuanya karena ia takut Henki melakukan sesuatu kepada bayinya.


~ Mansion Xavier ~


Di dalam ruang kerja milik Xavier saat ini ia masih mengerjakan beberapa pekerjaan yang belum selesai. Selepas berolahraga malam dengan sang istri Xavier lalu pergi ke ruang kerjanya untuk mengecek bisnis bawahnya saat ini.


Seketika senyum sinis Xavier terpampang jelas di bibirnya. Ia tertawa bagai seorang iblis saat mendapat email dari anak buahnya saat ini.


"Sepertinya besok ada hadiah bagus untuk anda tuan muda Rahardian" ucap Xavier sambil tersenyum sinis.


Xavier lalu mengambil hpnya dan menghubungi mata-mata yang diperintahkannya untuk mengawasi Queen dan keluarganya.


"Halo selamat malam bos"


^^^"Kirimkan bukti foto ja**g itu yang pertama ke kantor suaminya"^^^


"Baik bos"


Xavier segera mematikan panggilannya lalu mengecek email yang masuk. Seketika rahangnya mengeras membaca pesan masuk no baru ke nomor istrinya.


"Kita lihat saja apa permainanmu dan siap-siap mendapat terkaman dari singa betinaku" ucap Xavier sambil tersenyum sinis.


Selesai mengecek email yang masuk ia kemudian masuk ke kamarnya untuk tidur. Xavier naik ke ranjang dan memeluk tubuh sang istri dengan erat yang sudah tertidur pulas.


"Good night my wife" ucap Xavier sambil mengecup b***r sang istri.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Chloe yang bangun lebih dulu dari sang suami segera menyiapkan sarapan untuk suaminya. Selesai membuat sarapan ia segera masuk ke kamar untuk membangunkan sang suami.


Tapi belum juga membangunkan suaminya ia merasa kepalanya sangat pusing. Chloe berdiri dan menutup mata guna menghilangkan pusing di kepalanya.


Merasa sudah agak baikan Chloe lalu bergegas membangunkan sang suami untuk mandi. Setelah Xavier bangun dan menuju kamar mandi Chloe segera merapikan tempat tidur mereka dan duduk di ranjang menetralkan rasa pusing di kepalanya yang kembali muncul.


Chloe lalu bangun dan menyiapkan pakaian kantor sang suami lalu menyiapkan pakaiannya juga. Xavier keluar dengan handuk di pingangnya sambil mengeringkan rambut.


"Sini biar aku keringkan sayang"


"Tidak usah sayang kamu mandi saja nanti kamu bantu aku memakai pakaian saja" ucap Xavier sambil mencium kening istrinya.


"Iya sayang" ucap Chloe sambil tersenyum manis.


Chloe segera masuk ke dalam lalu membersihkan tubuhnya. Selesai mandi ia segera bersiap dan membantu suami manjanya juga bersiap dan segera turun ke bawah untuk sarapan.


"Sayang" ucap Chloe dengan lembut.


"Heemmmm"


"Sepertinya wanita itu sudah mulai permainannya" ucap Chloe sambil menunjukan pesan masuk di nomornya.


"Ikuti saja permainannya sayang aku akan selalu melindungimu" ucap Xavier sambil mengelus wajah sang istri dengan lembut.


"Iya sayang"


Keduanya segera naik ke mobil bersama Albert menuju perusahaan Shine. Di dalam mobil Xavier kembali melanjutkan pekerjaannya sesekali berbicara dengan Albert mengenai perusahaan utama.


~ SR Company ~


Sean yang pagi ini bangun dengan kepala pusing karena mabuk semalam tetap pergi ke perusahaan karena pagi ini ia akan meeting di kantor pusat Rahardian.


"Selamat pagi tuan" ucap Dimas saat menunggu bosnya di lobby perusahaan.


"Siapkan laporan bulanan dan laporan proyek kita selama 3 bulan terakhir" ucap Sean dengan nada perintah.


"Baik tuan"


Sean lalu masuk ke lift khusus bersama dengan Dimas menuju lantai ruangannya. Sampai di lantai ruangannya ia segera masuk ke dalam tidak menangapi sapaan sang sekertaris.


Saat duduk di kursi kebesarannya ia bingung melihat amplop coklat di atas meja kerjanya. Sean mengambil amplop itu dan melihat siapa nama pengirimnya.


"Tidak ada nama pengirimnya" ucap Sean dengan bingung.


"Masuk ke ruanganku sekarang" ucap Sean memanggil sang sekertaris lewat interkom.


Tok........tok........tok.........


Setelah disuruh masuk sang sekertaris lalu masuk ke dalam ruangan sang atasan.


"Ada yang bisa saya bantu tuan?" tanya sekertaris Sean dengan sopan.


"Siapa yang mengirim amplop ini" ucap Sean dengan dingin.


"Maaf tuan tadi OB yang mengantar katanya itu untuk tuan dari kurir pagi tadi" ucap sang sekertaris dengan gugup.


"Lain kali jangan terima jika tidak ada nama pengirim yang jelas!" bentak Sean.


"Baik tuan" ucap sekertaris dengan tubuh gemetar.


"Keluar"


"Baik tuan permisi"


Setelah sekertarisnya keluar Sean lalu membuka amplop itu karena penasaran. Sean melihat ada 3 buah foto di dalam amplop itu, ia melihat dengan saksama foto-foto tersebut.


Seketika matanya tercengang hampir keluar karena mengenali wanita di foto tersebut dan semakin menjadi emosi melihat apa yang sudah dilakukan wanita ja***g tersebut.


"Berengsek awas loe Queen" ucap Sean dengan muka merah padam menahan emosi.


Sean ingin segera menemui istrinya tersebut tapi seketika Dimas menghentikan langkahnya karena 10 menit lagi mereka harus berangkat ke kantor pusat Rahardian untuk rapat.


"Cancel semua jadwalku selepas meeting nanti!" bentak Sean dengan wajah penuh emosi.


"Baik tuan"


Tunggu kamu wanita sialan beraninya kamu bermain-main dengan Sean Rahardian, batin Sean sambil menggertak giginya karena sangat emosi.


...❄❄❄❄❄...


To be continue....................


Jangan lupa vote, like, dan komen yang sebanyak-banyaknya ya guys❀😘