Heartless

Heartless
Episode 105



🌻Sehebatnya dirimu pasti kamu memiliki kelemahan yang bisa membuatmu terjatuh dalam keterpurukan🌻


.


.


.


.


Setelah dari markas papanya Sean segera bergegas melajukan mobilnya menuju mansion sang kakek. Sepanjang perjalanan Sean mengingat kenangannya bersama dengan Chloe.


Mengingat nama Chloe dirinya segera beranjak menuju bukit tempat dia dan Chloe habiskan. Sean keluar memandangi bukit tersebut yang masih sama seperti 3 tahun lalu.


"Gue kangen banget sama loe sayang" ucap Sean dengan sedih.


Tak terasa air matanya jatuh mengingat kenangan mereka berdua. Meski sudah berlalu 3 tahun lebih tapi kenangan itu masih saja terukir dengan jelas di benaknya.


"Sebenarnya loe ada dimana sayang apa loe merasakan seperti yang gue rasakan sekarang" ucap Sean sambil memandang jauh dengan perasaan hancur.


Tak mau membuat kakeknya menunggu lama Sean langsung bergegas menuju ke mansion kakeknya.


~ Mansion tua Rahardian ~


Sampai disana Sean segera masuk mencari kakeknya. Para pelayan yang menyapanya di abaikannya karena menurutnya tidak penting.


"Kakek" teriak Sean dengan kencang.


"Kakek disini di teras samping" teriak Bima tak kalah kencang.


Mendengar suara sang kakek Sean segera beranjak menuju ke tempat kakeknya. Sampai disana Sean melihat sang kakek sedang memberi makan ikan peliharaannya di kolam.


"Kayaknya cocok thu kek buat jadiin ikan bakar" ucap Sean dengan teliti melihat ikan peliharaan kakeknya.


"Boleh 1 ekor harganya 500 juta" ucap Bima dengan santai.


"Kakek mau jadi lintah darat ya kek mahal amat" ucap Sean dengan mencibir.


"Ini thu ikannya limited eksion"


"Eksion maksudnya kek?" tanya Sean dengan bingung.


"Cih! Katanya kuliah di kampus bergensi arti kata itu aja ngak ngerti" cibir Bima dengan wajah mengejek.


"Lah hubungannya apa emang, kakek sendiri kok yang ngomongnya pakai bahasa alien" ucap Sean dengan kesal.


"Itu thu bahasa inggris Sean alien dari palamu"


"Lah terus artinya apaan dong?" tanya Sean.


"Itu thu yang cuma ada beberapa saja di dunia dan langka" ucap Bima sambil mengingat artinya.


"Itu mah edition bukan eksion kek" ucap Sean sambil menggerutu.


"Nah itu maksud kakek beda tipis aja kok" ucap Bima tak mau kalah.


Sean hanya menggelengkan kepala mendengar perkataan kakeknya yang tidak mau mengakui kesalahannya. Sean dan kakeknya segera membahas perihal kejadian di markas dan beberapa masalah mengenai bisnis gelap mereka.


Selesai membahas masalah markas dengan kakeknya Sean segera pamit pulang menuju mansion karena merindukan ibunya. Bima melihat kepergian Sean dengan sedih karena masalah percintaan cucunya.


"Semoga kamu segera mendapatkan kebahagiaanmu, kakek tidak mau kamu terlarut dalam kesedihanmu" gumam Bima dengan sedih.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


~ Mansion Rahardian ~


Sesampainya Sean di mansion ternyata ibunya sedang mengobrol bersama dengan Queen. Queen yang tadi bertemu dengan ibunya Sean di mall diajak Maya untuk berkunjung ke mansion.


"Ibu" panggil Sean dengan suara lembut.


"Sayang kamu sudah pulang" ucap Maya dengan lembut dan memeluk Sean.


"Aku kangen sama ibu" ucap Sean dengan manja.


"Anak ibu kangen toh sini ibu peluk lagi" ucap Maya.


Queen yang baru pertama kali melihat Sean manja seketika kaget, dia sangat lucu melihat raut wajah Sean yang datar seketika mengemaskan seperti anak kucing.


Ngak sia-sia juga sih tadi gue ikut tante Maya kesini dan bisa lihat sikap ka Sean yang mengemaskan seperti anak kucing, batin Queen sambil tersenyum.


Maya yang sadar ada tamu melepaskan pelukan anaknya dan mengandeng Sean menuju ke sofa.


"Aduh nak Queen maaf ya tante sampai lupa kalau ada nak Queen disini" ucap Maya dengan bersalah.


"Hehehe! Ngak apa-apa kok tan" ucap Queen dengan terkekeh.


"Sean kamu ngobrol sama Queen dulu ya ibu mau nyiapin air buat papa kamu"


"Iya bu" ucap Sean.


Selepas kepergian ibunya, Sean dan Queen lalu mengobrol dengan santai. Sean yang merasa nyaman dan nyambung saat berbicara dengan Queen berbicara banyak hal.


Saat Riko sampai di kediamannya ia tertegun melihat Sean dan Queen yang sedang bercanda satu sama lain.


"Apa ramalan dari Arka akan menjadi kenyataan" gumam Riko dengan suara pelan.


Rio yang berada di belakang tuannya merasa heran dengan apa yang dikatakan bosnya tapi tidak dipedulikannya. Toh bukan urusannya juga buat apa dipikirkan.


Riko segera masuk ke dalam mansion dengan langkah tegap. Queen dan Sean seketika melihat kearah Riko yang berjalan masuk ke dalam.


"Papa udah pulang?" tanya Sean.


"Iya son mana ibumu?" tanya Riko celinguk melihat ke penjuru mansion.


"Di kamar pa lagi nunggu suaminya pulang" ucap Sean dengan santai.


"Heemmm"


"Halo om apa kabar?" tanya Queen dengan lembut.


"Baik" ucap Riko dengan wajah datar.


Riko segera berlalu menuju kamarnya karena sudah merindukan istrinya. Queen dan Sean pun mengobrol kembali sampai waktu malam barulah dirinya pulang.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Queen pulang dengan hati yang gembira karena hubungannya dengan Sean semakin dekat saja. Meski mereka hanya berteman saja tapi tidak mengurungkan niatnya untuk tetap mengambil hati Sean.


"Gue yakin loe bakal jatuh dalam pelukan gue" ucap Queen dengan senyuman sinis.


~ California, Los Angeles ~


Hari berlalu dengan cepat tak terasa sudah seminggu Chloe dan Xavier menjalani kehidupan rumah tangga. Xavier yang setiap hari semakin manja dengan istrinya sedikit membuat Chloe kewalahan.


Chloe sendiri pusing dengan tingkah manja suaminya bahkan Xavier semakin posesif akan dirinya. Tidak boleh kemana-mana sendiri dan harus di temani pengawal yang banyak atau harus bersama dengan dirinya.


"Baby aku berangkat dulu ya ke kantor" ucap Xavier saat Chloe selesai memasang dasinya.


"Iya sayang ingat jangan kegatelan disana dan jaga mata" ucap Chloe dengan wejangannya.


"Pasti sayang kamu juga ingat semua larangan aku ya" ucap Xavier dengan lembut.


"Iya suami posesif aku" ucap Chloe dengan senyum manis.


Xavier seketika mencium bi**r istrinya dengan lembut menyalurkan semua kasih sayangnya. Setelah itu keduanya langsung berjalan ke luar menuju ke depan mansion dimana Albert sudah menunggu mereka.


"Hati-hati sayang" ucap Chloe sambil mencium pipi suaminya.


Xavier tersenyum dengan manis sambil berlalu masuk ke dalam mobil. Sepeninggal Xavier dari mansion Chloe segera bersiap-siap menuju ke kampus untuk mengambil jadwal ujiannya.


~ UCLA ~


Sampai di kampus Chloe segera bergegas menuju papan pengumuman untuk melihat jadwal ujiannya. Chloe melihat namanya yang berada pada no.1 waktu ujian besok tepat pukul 10:00.


Chloe senang bukan main ternyata namanya paling pertama untuk naik sidang skripsi besok. Chloe langsung mengambil hpnya dan memberitahu sang suami.


MyHubby❀


"Sayang jadwal ujian aku besok tepat pukul 10:00 pagi"


Setelah mengirim pesan Chloe segera bergegas menuju ruang fakultas untuk mengambil berita acara sidang skripsinya. Selesai mengambil semua berkas yang diperlukan Chloe berlalu ke taman menemui sahabatnya disana.


"Cie........yang besok mau ujian" ucap Mira.


"Heeemmm" deham Chloe dengan wajah datar.


"Chloe kamu deg-degan tidak buat ujian besok?" tanya Jeni.


"Sedikit sih" jawab Chloe.


"Kapan jadwal ujian aku ya" ucap Jeni.


"Bentar lagi pasti keluar kok jadwalnya" ucap Chloe.


Ketiganya saling bercanda menghabiskan waktu di taman kampus. Tanpa Chloe sadari ternyata orang suruhan nenek Xavier sedang mengamatinya dari jauh.


"Bos korban sedang berada di taman dengan sahabatnya" ucap orang tersebut.


"Baik bos"


Ketiga orang tersebut mengawasi Chloe dengan teliti takut ada yang terlewatkan. Bahkan mereka sudah tahu dimana posisi pengawal Chloe berada.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Chloe pun pamit pulang ke mansion untuk mempersiapkan diri menghadapi ujian besok. Saat di dalam mobil ternyata handphonenya berdering ada panggilan masuk dari Xavier.


^^^"Halo sayang"^^^


"Sayang kamu ada dimana"


..."Nih lagi di mobil menuju mansion sayang"...


"Oh ya besok pagi aku temani ke ujiannya ya baby"


^^^"Emang kamu ngak sibuk besok sayang"^^^


"Apapun buat istriku selalu ada waktu" goda Xavier dari seberang.


^^^"Ah! Suamiku bisa gombal juga ya" ucap Chloe cekikan.^^^


"Hanya untuk kamu sayang" ucap Xavier dengan suara lembut.


^^^"Sayang kamu tidak kerja"^^^


"Aku baru selesai meeting sayang"


^^^"Uhm! Gimana kalau kita makan siang bareng sayang"^^^


"Beneran sayang"


^^^"Iya suamiku tercinta"^^^


"Suruh sopir langsung ke perusahaan sayang"


^^^"Iya sayang sampai jumpa disana"^^^


"Hati-hati baby"


^^^"Iya sayang"^^^


Xavier langsung mematikan panggilannya dan menyuruh Albert untuk mengosongkan jadwalnya dua jam ke depan.


Albert hanya patuh menerima perintah Xavier meski dalam hati ia sangat kesal karena harus mengubah semua rencana jadwal Xavier yang sudah padat.


"Bos bikin kerja double aja" ucap Albert menggerutu.


"Awas ya aku aduin ke bos" ucap Thomas yang berdiri di sampingnya.


"Awas kamu kalau sampai aduin ke bos" ucap Albert dengan tatapan tajam.


"Tenang bro aku tidak bakal aduin kok cuma bercanda aja" ucap Thomas dengan gugup.


"Heeemmmm"


Albert segera berlalu menuju ruangannya tapi sebelumnya menyuruh pengawal untuk mengawasi nyonya mereka saat sudah sampai di perusahaan.


Saat mobil Chloe masih berada di jalan Chloe merasa seperti ada yang mengikutinya. Ketika ia berbalik ternyata ada 3 mobil yang mengikutinya.


"Ada berapa mobil pengawal yang ditugaskan mengawasi aku Mike?" tanya Chloe.


"Ada 2 nyonya" jawab Mike sebagai kepala pengawal.


Mike sendiri adalah seorang pembunuh berdarah dingin tapi ia ditugaskan oleh Xavier untuk mengawasi istrinya. Bagi Xavier Chloe adalah segala-galanya.


Chloe terus melihat ke belakang mungkin perasaannya saja atau mobil itu juga mengikuti arah jalan yang sama. Tak mau berpikir aneh-aneh Chloe hanya diam saja.


~ Wesly Group ~


Saat tiba di perusahaan suaminya Chloe berbalik melihat ke belakang ternyata dugaannya salah. Saat keluar dari mobil Chloe berbalik ke samping dan seketika kaget melihat mobil yang tadi dicurigainya berdiri sedikit jauh dari pintu masuk perusahaan Xavier.


Gue harus beritahu Xavier karena perasaan gue ngak enak, batin Chloe.


"Selamat datang nyonya" ucap pengawal yang menyambut Chloe di depan pintu.


"Jangan panggil aku nyonya disini karena aku tidak mau ada yang mengetahui jati diriku" ucap Chloe dengan datar.


"Baik nyonya" ucap semua pengawal.


Chloe hanya membalas dengan senyuman dan berlalu masuk ke dalam ditemani Mike dan 4 orang anak buahnya.


Semua karyawan melihat Chloe dan terpesona akan kecantikan Chloe tapi dirinya tidak menghiraukan mereka sama sekali. Chloe lalu masuk ke lift khusus Xavier dan segera menuju lantai 98.


"Sepertinya gadis itu tamu penting tuan Wesly ya" ucap beberapa karyawan yang melihat Chloe masuk dalam lift khusus untuk Xavier.


Sampai di lantai 98 Chloe segera keluar dan mendapati 3 gadis sekertaris yang pernah bertemu dengannya. Chloe berjalan menghampiri mereka dengan senyum tipis di wajahnya.


"Selamat siang apa Mr. Weslynya ada?" tanya Chloe dengan sopan.


"Ada miss tunggu saya kabari ya" ucap Riska dengan sopan.


"Ngapain kamu datang kesini mau jual diri ke Mr. Wesly ya" cerca Siska dengan sinis.


Chloe tidak menghiraukan ucapan Siska karena menurutnya tidak penting. Mike yang mendengar ucapan Siska langsung dengan cepat menampar Siska.


Plak.............


Bunyi tamparan menggema di lantai 98, Chloe dan kedua sekertaris Xavier seketika kaget dengan perbuatan Mike barusan. Mereka tidak menyangka jika Mike akan berbuat seperti itu.


"Tutup mulutmu nona jika masih ingin hidup" ucap Mike dengan tatapan membunuh.


"Mike apa yang kamu lakukan" ucap Chloe dengan tegas.


"Maaf nyonya tapi dia sudah menghina nyonya jadi saya memberikannya pelajaran" ucap Mike dengan menunduk di depan Chloe.


"Lain kali jangan berbuat seperti itu" ucap Chloe.


"Maaf nyonya tapi ini sudah menjadi tugas saya dan perintah dari tuan untuk menjaga nyonya dari semuanya" ucap Mike dengan datar.


Phew..............


Chloe sudah tahu kalau semua ini pasti ulah suaminya yang sudah mewanti semua pengawal untuk menjaga Chloe dari hal apapun yang membuat dirinya rugi.


Karena tidak ingin hal seperti ini terulang lagi Chloe segera masuk ke dalam ruang kerja suaminya tanpa menunggu ucapan dari sang sekertaris.


Xavier yang sudah melihat semua yang terjadi di depan ruangannya sedang menahan emosi. Dirinya segera menekan tombol untuk membuka pintu menyambut kedatangan sang istri.


Chloe masuk dengan muka kesal menuju Xavier yang sedang duduk di kursi kebesarannya. Chloe langsung duduk di pangkuan Xavier tanpa menunggu Xavier yang hendak bangun dari kursinya.


"Kenapa baby?" tanya Xavier dengan suara lembut.


"Aku kesal sayang masa hanya masalah sepele harus ditampar sih" jawab Chloe dengan bibir manyun.


"Menurut aku harus di robek mulutnya sayang biar dia tidak lagi mengucapkan kata-kata kasar pada istriku"


"Kamu tahu sayang?" tanya Chloe dengan kaget.


"Aku tahu semuanya tentang kamu sayang" jawab Xavier dengan lembut.


Xavier langsung mengambil hpnya dan menghubungi Albert.


^^^"Pecat perempuan itu dari perusahaan aku dan buat dia tidak bisa bekerja di perusahaan manapun" ucap Xavier dengan emosi.^^^


"Maksudnya bos?" tanya Albert dengan bingung.


^^^"Apa sekarang kamu sudah menjadi bodoh" ucap Xavier dengan emosi.^^^


"Maaf bos"


^^^"Cek cctv" bentak Xavier.^^^


Xavier segera mematikan panggilannya sepihak. Chloe mengelus rahang suaminya agar jangan sampai emosi dan terbukti amarah Xavier langsung hilang.


"Kamu tahu semuanya tentang aku hari ini sayang" ucap Chloe dengan lembut.


"Iya sayang karena aku tidak mau ada hal buruk yang terjadi sama istriku ini" ucap Xavier sambil mengecup bi**r Chloe.


"Berarti kamu tahu dong tentang mobil biru itu sayang"


"Maksudnya baby?" tanya Xavier sambil mengangkat sebelah alisnya.


"Jadi tadi waktu di jalan kesini aku ngerasa ada yang ngikutin mobil aku. Waktu aku lihat ada 3 mobil lalu aku nanya aja ke pengawal kamu dan katanya hanya ada 2 mobil pengawal. Awalnya aku pikir mungkin mobil itu searah sama aku tapi saat aku sampai di perusahaan aku sempat lihat mobil itu parkir tidak jauh dari pos masuk ke perusahaan kamu sayang" jawab Chloe menjelaskan semuanya.


"Jelaskan ciri-cirinya mobil itu baby" ucap Xavier dengan suara geram.


"Mobilnya itu warna biru jenis Chevrolet sayang" ucap Chloe mengingat jenis mobil yang tadi dilihatnya.


Xavier segera mengambil hpnya dan menyuruh Thomas dan Albert segera datang ke ruangannya. Chloe yang sudah mengantuk tertidur di pangkuan suaminya tanpa tahu suaminya sedang menahan emosi.


...❄❄❄❄❄...


To be continue.................


Jangan lupa vote, like, dan komen yang sebanyak-banyaknya ya guys😘❀