
π»Mulut bisa menipu tapi mata tidak dapat menipu π»
.
.
.
.
Chloe menatap Sean dengan penuh kekecewaan, meski tidak berbicara tapi dengan diamnya Sean sudah menjawab semua pertanyaan Chloe dalam benaknya.
Chloe memilih untuk pergi tidak ada gunanya dia berada disini. Hatinya saat ini sangat sakit bahkan sedari tadi air matanya terus mengalir.
Chloe sempat melirik Sean pada saat melewatinya tapi Sean tidak berbuat apapun. Sampai di depan pintu apartemen Chloe berhenti dan menarik napasnya dalam.
"Terima kasih buat cinta dan luka yang ka Sean berikan untuk Chloe" ucap Chloe dengan suara parau.
Sean pun tersadar ia berbalik dengan cepat dan menarik tangan Chloe dengan kuat sebelum ia pergi. Chloe terjatuh dalam pelukan Sean, ia berontak ingin lepas tapi tidak dilepaskan oleh Sean.
"Diam!" bentak Sean.
Chloe diam mendapat bentakan dari Sean, hatinya kembali sakit karena perlakuan Sean. Chloe menatap Sean dengan penuh luka dan kekecewaan yang mendalam.
Melihat tatapan mata Chloe yang terluka hati Sean seakan di remas kuat. Ia mengelap air mata Chloe di pipinya dengan lembut seakan berbicara untuk memberikannya waktu untuk menjelaskan.
Ya Tuhan sakit banget hati gue ngelihat air matanya jatuh dan itu semua karena gue, batin Sean.
"Dengerin penjelasan gue ya sayang" ucap Sean dengan lembut.
Chloe memilih memberikan kesempatan kepada Sean untuk menjelaskan semuanya sebelum ia mengambil keputusan. Sean menuntun Chloe menuju sofa dan mendudukkan Chloe di sana.
Sean duduk di bawah Chloe sambil memegang kedua tangan sang kekasih. Sebelum bicara Sean menarik napasnya dalam.
"Jelasin ke gue tentang asal foto itu"
"Tadi gue dapat pesan wa di sekolah berisi foto ciuman ka Sean"
"Loe dapat dari mana foto itu"
"Gue ngak tahu ada yang ngirim ke gue dan itu no baru ka"
"Terus loe udah tanya tentang kejelasan foto itu"
Chloe menggelengkan kepalanya sebagai jawaban.
"Sayang jangan pernah ngambil kesimpulan dari hal yang belum jelas"
"Tapi difoto itu jelas-jelas itu ka Sean" bantah Chloe dengan cepat.
"Sayang dengerin gue ya. Gue jujur sebelum kenal loe gue emang dekat sama cewek dan itu bukan satu. Gue akui dulu gue kotor tapi itu semua sebelum gue kenal sama loe"
"Maksud ka Sean?" tanya Chloe dengan penasaran.
"Sayang mungkin ada orang yang mau ngerusak hubungan kita makanya dia ngirim foto itu tapi gue bersumpah gue ngak lakuin hal itu pas udah sama loe. Sayang loe kan tahu bukan satu dua aja yang suka sama gue tapi itu terlalu banyak" ucap Sean sambil memamerkan giginya.
"Jadi foto ini bukan ka Sean"
"Bukan sayang mungkin ada yang edit foto itu dan mana coba gue lihat pesan itu" ucap Sean sambil meminta hp Chloe.
Chloe lalu menyerahkan hpnya kepada Sean. Sean melihat pesan dan no pengirim pesan setelah itu dia mengirimkan ke nomornya supaya ia bisa lacak pengirim foto tersebut.
"Tapi gue kepikiran ka" ucap Chloe dengan lemas"
"Hey lihat gue sayang" ucap Sean sambil memegang kedua pipi Chloe.
Chloe melihat tatapan mata Sean sangat intens, ia sebenarnya menemukan keraguan dari tatapan mata Sean tapi Chloe terlalu polos untuk hal semacam ini.
"Coba loe pikir no hp loe bukannya ngak banyak yang tahu selain sepupu loe sama teman sekelas loe, terus bukannya loe ngak ngasih no loe ke sembarang orang ya"
Benar juga ya apa yang dikatakan oleh ka Sean, berarti gue sedang ditipu dong sama seseorang yang ngak suka hubungan gue sama ka Sean, batin Chloe berpikir tentang perkataan Sean.
"Apa yang ka Sean bilang benar juga ya"
"Jadi udah paham kan sayang"
"Udah ka" ucap Chloe dengan senyum manis.
"Kalau ada yang mengganjal langsung tanya ke gue jangan ngambil kesimpulan sendiri" ucap Sean sambil memeluk Chloe dengan erat.
Maaf sayang gue udah bohong sama loe tapi ini satu-satunya cara agar loe ngak pergi dari gue, batin Sean.
Gue bakal coba untuk percaya sama loe dan nyari kebenarannya ka tapi maaf gue ngak akan sama kayak dulu lagi sebelum semuanya jelas, batin Chloe.
Mereka berdua berpelukan dengan erat sambil memikirkan langkah selanjutnya. Setelah semuanya jelas Sean pun mengantar Chloe pulang untuk beristirahat karena keadaan sang pacar yang masih lemah.
Sesudah mengantar Chloe, Sean pun melajukan mobilnya menuju mansion sang kakek. Ia ingin berbicara dengan sang kakek mengenai ucapan beliau beberapa hari yang lalu.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
~ Bandar udara Soekarno Hatta ~
Tepat pukul 13:00 WIB sebuah pesawat jet dengan harga yang fantastik baru saja landing di landasan khusus. Jejeran pria berbadan tegak dan berotot sebanyak 100 orang berdiri di samping limousine mewah berwarna hitam.
Jet itu sudah landing dengan tepat, tak lama pintu pesawat terbuka dan 2 orang pria berwajah blasteran keluar pertama. Selang 5 menit seorang pria blasteran berbadan kekar dan tegap keluar menghampiri 2 orang yang sudah lebih dulu keluar.
Selang 10 menit lagi seorang pria dengan tubuh sekitar 190 cm keluar menggunakan setelan jas mewah yang pas di tubuhnya dan kaca mata hitam di hidungnya.
Aura kepemimpinan menguar dari tubuhnya ketika berjalan. Sampai di bawah ia disambut oleh 100 orang anak buah kepercayaannya yang sudah lebih dulu tiba di Indonesia.
"Welcome to Indonesia bos" ucap semua anak buahnya serentak.
"Heeem"
Pintu limousine di buka dan ia masuk ke dalam bersama 3 orang anak buah kepercayaannya.
"Bos apa mau ke mansion atau apartemen" ucap sang pria yang menjabat sebagai asisten sekaligus tangan kanannya.
"Mansion"
"Baik bos"
Mobil pun melaju menuju mansion sang pria.
Baby sebentar lagi kita akan bertemu, batin sang pria yang dipanggil bos dengan senyum tipis sambil melihat keadaan Jakarta di siang hari.
~ Mansion Rosemary ~
Queen dan Tasya baru saja sampai di mansion. Setelah puas berbelanja mereka kembali ke mansion dengan banyak paper bag di tangan mereka masing-masing.
"Selamat datang nona muda" ucap pelayan yang membuka pintu.
"Bawa masuk semua belanjaan gue" ucap Queen dengan nada angkuh.
"Baik non"
"Wuih capek banget gue ka" ucap Tasya sambil meregangkan kedua tangannya yang pegal.
"Badan gue sama kaki gue serasa mau patah" keluh Queen.
Queen yang sedang tidur berbalik melihat ke arah jam dinding. Seketika senyumnya merekah mendapat ide untuk mengerjai si anak sial itu.
"Ehh! Anak sial itu udah pulang belum" ucap Queen kepada seorang pelayan yang sedang membawa barang belanjaan miliknya.
Si pelayan yang tahu siapa maksud dari Queen hanya menatap dirinya dengan muka sedih. Melihat hal itu Queen menjadi marah karena tidak langsung dijawab pertanyaannya.
"Loe budeg ya!" bentak Queen.
Tasya dan pelayan tersebut kaget karena bentakan Queen. Tasya melihat sang pelayan yang sudah berkeringat dingin karena takut dengan nona muda mereka.
"Ka jangan emosi gitu dong nanti cantiknya luntur loh" ucap Tasya sambil cengesan.
Queen menatap tajam Tasya tapi yang ditatap malah acuh tidak memperdulikannya.
"Maaf non"
"Maaf, maaf kalau ditanya tuh dijawab" ucap Queen dengan suara tinggi.
Mendengar suara Queen yang sedang marah bi Rani segera pergi ke ruang keluarga, sampai disana ia melihat sang pelayan yang sedang menunduk dengan tubuh gemetaran.
"Maaf non apa ada yang bisa saya bantu non?" tanya bi Rani agar sang anak buah tidak dimarahi lagi.
"Anak sial itu udah pulang belum" ucap Queen.
"Sudah non" ucap bi Rani.
"Bagus hari ini ternyata dia ngak keluyuran, panggil dia kesini cepetan" ucap Queen sambil tersenyum penuh arti.
"Baik non" ucap bi Rani sambil berlalu menuju kamar Chloe di samping dapur.
Tok........tok.........tok.........
Pintu di ketuk tapi tidak ada jawaban dari dalam.
Apa non Chloe tidur ya, batin bi Rani.
Bi Rani akhirnya membuka pintu kamar Chloe karena takut di marahi oleh Queen jika terlalu lama. Ternyata dugaan bi Rani benar Chloe sedang tidur sangat pulas.
"Non bangun non" ucap bi Rani membangunkan Chloe.
Merasa ada yang memanggil namanya Chloe pun menggeliat dan berbalik melihat siapa yang membangunkannya. Bi Rani tersenyum melihat mata Chloe yang sudah terbuka.
"Ada apa bi?" tanya Chloe dengan suara khas baru bangun.
"Maaf ya non bibi sudah ganggu istirahatnya non"
"Ngak apa-apa kok bi, emangnya ada pa bi?" tanya Chloe.
"Itu non dipanggil sama non Queen di depan"
"Mau ngapain bi"
"Bibi ngak tahu non"
"Yaudah makasih ya bi udah sampaikan ke Chloe"
"Iya sama-sama non"
Chloe bangun dan merapikan baju serta rambutnya sebelum keluar, tidak lupa ia mencuci wajahnya agar semakin fresh. Queen melihat Chloe yang datang seketika tersenyum sinis.
"Lama banget sih loe" ucap Queen dengan marah.
"Maaf tadi gue baru bangun"
"Bagus ya enak-enakan tidur ngak kerja" ucap Queen dengan suara tinggi.
Tidak mau menangapi perkataan Queen, Chloe memilih diam dan memandang Queen dengan santai.
"Mau apa loe nyari gue?" tanya Chloe to the point.
"Berani ya loe sama gue" ucap Queen sambil bangun dan menunjuk dahi Chloe.
"Apa sih mau loe" ucap Chloe berusaha sabar.
"Pijitin gue sekarang" ucap Queen menjatuhkan tubuhnya kembali ke sofa.
Mendengar hal itu Chloe bingung karena dirinya tidak pernah memijit seseorang.
"Ngapain loe masih disitu lama banget sih!" bentak Queen.
Chloe segera menghampiri Queen yang sedang tiduran di sofa dan mulai memijitnya. Tasya yang melihat kelakuan Queen hanya tersenyum dan ia menatap Chloe dengan tatapan sinis.
Chloe sebenarnya tahu tatapan Tasya yang tidak suka dengan dirinya dari dulu tapi ia urungkan saja toh dia tidak ingin mencari masalah dengan anak manja seperti Tasya.
"Wah tukang pijit baru ya ka" ucap Tasya sambil tertawa.
"Yups! Benar kata loe gratis pula" tawa Queen membalas perkataan Tasya.
"Mau dong ka tukang pijitnya biar ngak ngeluarin duit"
"Boleh banget tapi setelah gue pakai ya"
"Oke dokey ka"
Mendengar pembicaraan Queen dan Tasya sebenarnya Chloe sangat sedih, ia yang anak kandung disini tapi diperlakukan layak pembantu. Bahkan orang tuanya serta kakaknya ikut mendukung perbuatan dari anak angkat mereka.
Tanpa Chloe tahu ternyata pemikirannya salah karena disini dirinyalah yang anak angkat serta anak yang sangat dibenci oleh semua keluarga dari daddy dan mommynya.
Saat sedang memijit Queen tiba-tiba Laura datang dari depan dengan emosi dan muka yang sangat merah padam. Laura berjalan dengan cepat kearah Chloe.
Plak.........plak.........
Bunyi dua tamparan di pipi Chloe. Chloe pun kaget karena dirinya ditampar oleh sang mommy, Chloe melihat ke arah sang mommy dengan mata berkaca-kaca.
"Dasar anak kurang ajar tidak tahu di untung" ucap Laura dengan emosi sambil menjambak rambut Chloe.
"Ampun mommy apa salah Chloe........hiks hiks hiks" ucap Chloe dengan air mata yang tidak bisa di tahan lagi.
"Kamu itu memang anak pembawa sial" teriak Laura di dalam ruangan tersebut.
Semuanya diam tidak berbicara sepatah kata pun. Chloe merasa jantungnya seakan ditikam pisau tepat di jantungnya mendengar perkataan mommynya sendiri yang mengatakan dia anak pembawa sial.
"Apa gue..........hiks hiks......memang anak pembawa sial......hiks" gumam Chloe sambil menahan perih di pipinya.
...βββββ...
To be continue......
Jangan lupa vote dan tinggalkan jejak ya guysπβ€