Heartless

Heartless
Episode 145



🌻Saat mulut tak mampu berkata maka matalah yang mengambil bagian untuk menyampaikan isi hatimu🌻


.


.


.


.


Setelah membuat rencana untuk memberi pelajaran kepada Chloe, semua keluarga Rosemary segera pulang ke tempat mereka masing-masing. Queen juga pulang ke mansion Sean dengan di antar mobil keluarganya.


Sampai di mansion ia melihat mobil mertuanya dan Sean yang ada di parkir di garasi. Queen lalu masuk ke dalam mansion dan disambut bi Lastri tapi di abaikannya.


Sampai di dalam ruang keluarga semua mata memandang dirinya yang baru saja tiba. Queen yang masih marah dengan sikap Sean sedari tadi saat di perusahaan daddynya menatap Sean dengan tajam.


"Kamu sudah pulang sayang" ucap Maya dengan lembut.


"Gue berdiri disini berarti udah pulangkan" ucap Queen dengan nada kasar.


Seketika Sean dan kedua orang tuanya kaget dengan sikap Queen yang berubah. Sean menyerahkan baby Ares pada pengasuhnya dan menyuruh membawa ke kamarnya.


Plak............


Bunyi tamparan kuat di pipi Queen seketika, Queen yang tak menyangka Riko ayah mertuanya akan menamparnya seketika berdiri mematung.


Sean dan Maya kaget bukan main melihat sang suami dan papa yang menampar pipi Queen. Tatapan mata Riko tajam seperti ingin menguliti Queen saat itu juga, ia tidak akan pernah memaafkan satu orang pun yang bicara kasar kepada wanita yang dicintainya.


"Mas" ucap Maya dengan kaget.


"Meski kamu itu anak mantu saya tapi jika kamu berkata kasar pada istri saya maka hari ini juga saya akan membunuh kamu" ucap Riko dengan suara tinggi.


Merasa suaminya dalam keadaan emosi Maya menarik tangan Riko agar pulang sebelum terjadi hal yang tidak diinginkan. Maya memberikan isyarat kepada Sean jika mereka langsung pulang.


Sean yang mendapat isyarat dari ibunya hanya mengangguk kepala saja. Saat lewat depan Queen, Riko masih menatap menantunya dengan tatapan emosi.


"Jadi loe udah berani ngomong kasar ke ibu gue ya" ucap Sean dengan sinis.


"M..as..." ucap Queen dengan gugup.


Plak.......plak........


Bunyi 2 tamparan kuat kembali menggema di penjuru mansion. Sean menatap sang istri dengan tatapan membunuh karena sudah berlaku kasar kepada ibunya, orang yang sangat di hormati dan dicintainya.


"Dasar perempuan j****g! Apa loe itu pikir diri loe lebih baik dari ibu gue makanya loe berani bicara kasar sama ibu gue! Hah!" bentak Sean dengan wajah sangat emosi.


"Maaf mas.......hiks hiks........aku emosi tadi karena kelakuan kamu ngak hargain orang tua aku.......hiks hiks hiks" ucap Queen dengan derai air mata.


"He asal loe tahu ya! Gue itu udah benci dan jijik sama orang tua loe yang dengan gampang khianati istrinya, selama di keluarga gue ngak pernah ada yang namanya pengkhianatan karena itu sangat fatal akibatnya" ucap Sean dengan suara tinggi.


Deg............


Tubuh Queen seketika menegang karena ingat dengan perselingkuhannya dengan Henki.


Apa yang akan terjadi jika mas Sean sampai tahu perselingkuhan gue sama Henki nanti, batin Queen merasa takut.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Sean yang sangat emosi memukul dan menjambak rambut Queen sampai dirinya puas. Lalu meninggalkan Queen yang berderai air mata dengan tubuh penuh memar di lantai ruang keluarga.


Itulah Sean ia akan emosi dan berubah menjadi kejam jika ada yang menganggu orang yang dicintainya. Bi Lastri dan para pelayan hanya diam melihat aksi Sean karena mereka merasa pantas jika Queen di perlakukan seperti itu.


"Kasian nyonya besar pasti hatinya sangat sedih" ucap pelayan A.


"Iya padahal nyonya besar sangat baik dan tulus kepada kita semua meski kita hanya pelayan" ucap pelayan B.


"Sudah jangan pada ngegosip ayo kita bantu nyonya bawa ke kamarnya" ucap bi Lastri.


Bi Lastri dan kedua pelayan tersebut lalu membantu Queen dan memapah menuju kamarnya. Sampai di sana bi Lastri lalu mengambil kotak P3K dan air hangat lalu mulai mengobati memar di sekujur tubuh Queen.


Queen hanya meringis menahan sakit saat diobati oleh bi Lastri. Dirinya tak bisa berbuat apa-apa karena ini memang kesalahannya.


~ Mansion Rahardian ~


Sampai di mansion Riko keluar lebih dulu meninggalkan istrinya di belakang. Semua pelayan menunduk melihat kemarahan di wajah sang tuan saat ini.


Maya yang tahu suaminya saat ini sedang dalam kondisi emosi segera berlari mengikutinya ke kamar. Sampai di dalam kamar ia mendapati sang suami sudah membanting semua benda yang ada di dalam kamar.


"Mas tenangkan diri kamu" ucap Maya dengan lembut.


"Rasanya aku pengen memberi hukuman yang setimpal kepada menantu kita itu" ucap Riko dengan emosi.


"Ya aku tahu mas tapi kamu tenangkan diri kamu ingat jantung kamu mas" ucap Maya sambil memeluk tubuh Riko dari belakang.


Riko berbalik dan memeluk tubuh sang istri untuk meredakan amarahnya saat ini. Dirinya akan sangat marah jika ada orang yang berlaku kasar kepada sang istri dan anaknya.


"Sayang temani aku ya" ucap Riko dengan suara serak.


"Mas udah tua juga masa harus ditemani"


"Ngak apa-apa yang penting tetap dapat jatah sayang"


"Iya mas"


Riko dan Maya hari itu menghabiskan waktu mereka hanya di dalam kamar saja. Maya tentu tahu dengan cara seperti ini ia bisa meredakan emosi suaminya saat ini.


Setelah mendapat kepuasaan masing-masing keduanya tertidur sambil berpelukan di bawah selimut.


Aku tidak akan membiarkan kamu lewat begitu saja, batin Riko.


~ Mansion Xavier ~


Hari berlalu dengan cepat tanpa terasa sudah pagi hari. Chloe yang saat ini sedang berada di dalam kamar mandi mengeluarkan semua isi perutnya, entah sudah berapa kali ia muntah pagi ini.


Selesai membersihkan muntahannya ia keluar dengan wajah pucat. Saat melihat sang suami Chloe merasa perutnya lebih enakan, Chloe yang manja akhir-akhir ini segera masuk ke dalam selimut memeluk tubuh Xavier yang polos hanya menggunakan boxer saja.


Xavier yang merasa istrinya mengendus bau tubuhnya seketika membuka mata. Xavier mencium kening Chloe dengan lembut dan merapatkan tubuh keduanya.


"Hubby"


"Heemmmm"


"Aku pengen makan bubur ayam di dekat taman kota" ucap Chloe dengan wajah berbinar.


"Tapi sayang itu pasti tidak higenis dan tempatnya pasti tidak bersih"


"Tapi aku pengen hubby" ucap Chloe dengan berkaca-kaca.


"Ya sudah ayo" ucap Xavier pasrah.


"Yeah! Makasih sayang" ucap Chloe sambil mengecup b***r Xavier.


Bukan namanya Xavier jika hanya mengecup saja, ia menahan kepala belakang Chloe lalu me****t b***r Chloe dengan rakus. Setelah puas barulah dirinya melepaskan b***r Chloe yang sedikit bengkak.


Xavier lalu menyuruh pak Max menyiapkan mobil di depan mansion. Xavier masuk ke kamar mandi mencuci muka dan menggosok giginya. Keluar dari kamar Chloe sudah menyiapkan baju kaos hitam dan celana training hitam panjang untuk sang suami.


"Jangan lupa pakai jaketnya baby" ucap Xavier saat melihat Chloe hanya mengambil jaket untuknya.


"Ah! Iya lupa" ucap Chloe cengesan.


Keduanya keluar dan mencari tukang bubur di taman kota. Karena baru jam 05:30 udaranya sangat dingin dan membuat Chloe harus merapatkan tubuhnya ke dalam pelukan Xavier.


Selang 30 menit keduanya sudah sampai di taman kota. Chloe mengedarkan pandangannya dan melihat seorang tukang bubur yang baru saja membuka dagangannya.


"Bang pesan bubur ayamnya 2 dua ya" ucap Chloe.


"Makan disini neng" ucap tukang bubur.


"Iya bang"


"Sayang kamu mau juga tidak?" tanya Chloe.


"Buat kamu saja sayang"


"Heemmmm"


Xavier melihat tukang bubur yang sedang menyiapkan pesanan istrinya dengan tatapan tajam. Ia tak mau jika sesuatu yang masuk ke dalam tubuh sang istri tidak bersih dan higenis.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


"Ini pesanannya neng silahkan dinikmati" ucap tukang bubur dengan ramah.


"Makasih ya bang"


"Iya sama-sama neng"


Chloe lalu menyantap bubur ayam tersebut dengan lahap, satu piring sudah habis ludes dimakannya dan pindah lagi ke piring yang satu. Tukang bubur yang melihat hal itu kaget karena dipikirnya satu porsi lainnya untuk orang di samping Chloe.


"Weelah itu badannya kecil tapi bisa sampai dua mangkok ya neng" ucap tukang bubur sambil tertawa.


"Hehehe! Iya pak satunya untuk dedek bayi" ucap Chloe sambil tertawa.


"Lagi hamil ya neng, selamat ya neng"


"Siap neng"


Xavier yang tidak tahu pembicaraan istrinya hanya diam saja sambil mengelap mulut Chloe yang belepotan. Chloe sesekali tertawa manis melihat suaminya.


Saat tiba untuk bayar Chloe lalu menyuruh Xavier membayarnya. Xavier kaget karena ternyata sang istri membeli 10 bungkus lagi.


"Total semua 170 neng"


Xavier memberikan uang Rp.100.000 lima lembar kepada sang penjual. Tukang bubur yang kaget segera menolaknya tapi dipaksa Chloe untuk mengambilnya.


"Makasih ya neng, mas" ucap tukang bubur itu dengan senang.


"Sama-sama bang"


Xavier lalu menyuruh para pengawal membawa bungkusan itu dan mengandeng tangan sang istri menuju mobil. Sampai di mansion Chloe lalu menyuruh para pengawal untuk membagi-bagi bubur tadi untuk mereka semua.


"Terima kasih nyonya" ucap mereka semua serentak.


"Ucapkan terima kasih ke suamiku karena itu uangnya"


"Terima kasih tuan"


"Heeemmmm"


Xavier sangat bahagia karena memiliki istri yang sangat baik hati kepada siapa pun tanpa memandang status mereka. Chloe lalu menyuruh Xavier untuk mandi dan ia akan membuat sarapan untuk sang suami.


Chloe yang ingat jika hari ini adalah hari Calista akan datang ke perusahaan Shine langsung tersenyum penuh arti. Chloe lalu menyuruh para pelayan menata sarapan dan ia naik ke lantai dua.


Sampai di kamar ia mendengar suara gemericik air dari kamar mandi. Chloe lalu merapikan tempat tidur dan menyiapkan setelan kantor Xavier tak lupa sepatu, dasi, dan jam tangan mewahnya.


Xavier keluar dengan hanya menggunakan handuk di pinggangnya menutup area privasinya. Chloe menerima handuk dan mengeringkan rambut sang suami, selesai membantu Xavier memakai pakaian Chloe menyuruh sang suami untuk sarapan terlebih dahulu.


Chloe lalu masuk ke kamar mandi dan membersihkan tubuhnya. Selesai mandi ia segera mengambil celana levis panjang warna putih dipadukan dengan blouse biru dan high heels 5 cm warna biru.


Rambutnya ia gerai dan mengoleskan make up tipis agar lebih fresh. Tak lupa ia juga memakai parfumnya yang sangat menenangkan, beruntung parfumnya tidak membuat ia mual seperti parfum milik Xavier.


Chloe lalu turun ke bawah menghampiri sang suami yang sedang sarapan. Xavier takjub melihat penampilan sang istri yang sederhana tapi sangat mempesona.


"Sayang kamu di rumah saja ya" ucap Xavier tak rela membawa sang istri ke kantor dan di pandang semua orang.


Chloe memberi tatapan tajam kepada Xavier kalau dirinya tak mau. Mau tak mau Xavier hanya pasrah saja mengikuti keinginan sang istri yang tak mau dibantah.


"Jangan lupa vitamin dan susunya sayang" ucap Xavier.


"Iya sayang"


~ Orchid Apartment ~


Di lantai 8 Calista sedang melakukan perawatan wajah sedari subuh tadi. Bahkan bajunya sudah ia persiapkan sedari kemarin, ia sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Xavier dan mungkin akan menggodanya dengan tubuhnya itu.


"Kamu pasti akan tergoda dengan tubuhku ini sayang" ucap Calista memandang tubuhnya di kaca.


Calista sudah membayangkan jika hari ini ia akan berhasil mendapatkan kembali cinta dan tubuh Xavier. Dan yang lebih penting adalah uangnya untuk memenuhi semua kebutuhan belanja Calista yang sangat besar.


Ia ingat saat masih berhubungan dengan Xavier ia selalu dimanjakan dengan kemewahan. Tapi setelah putus ia tidak lagi merasakan kemewahan seperti dulu lagi.


"Xavier adalah tangkapan besar dan aku tidak akan melepaskannya" ucap Calista sambil tersenyum sinis.


Calista lalu menyuruh Karin untuk membawakan pakaiannya karena ia tidak mau terlambat datang ke perusahaan Xavier. Sedangkan di dalam mobil Xavier, Chloe kembali memuntahkan isi perutnya di tengah jalan saat mencium parfum Albert.


Xavier yang khawatir tentang keadaan Chloe ingin membawa Chloe ke rumah sakit tapi segera dihentikan oleh Chloe. Saat masuk ke dalam mobil ia kembali ingin muntah saat mencium aroma parfum milik Albert.


"Sayang suruh Albert ganti parfumnya baunya bikin aku mau muntah" ucap Chloe lemah.


"Albert kamu masuk ke mobil pengawal"


"Kenapa bos"


"Istriku mual mencium bau parfummu"


"Iya bos"


"Oh kamu ganti parfummu dengan parfum yang dipakai oleh istriku saja" ucap Xavier dengan santai.


Albert seketika kaget mendengar perkataan Xavier, ingin bertanya lagi tapi mobil sang bos sudah berlalu pergi. Mobil pengawal di belakang Xavier lalu berhenti di depan Albert.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Albert lalu menelpon anak buahnya untuk membawa baju ganti untuk dirinya. Kemudian ia menelpon pak Max untuk bertanya jenis parfum sang nyonya.


"Halo tuan Albert"


^^^"Pak Max tolong kirimkan jenis parfum nyonya dan mereknya"^^^


"Baik tuan Albert"


^^^"Heemmm"^^^


Setelah itu Albert langsung mematikan panggilannya, tak lama pesan masuk kedalam hpnya dan Albert lebih kaget lagi melihat nama merek parfum Chloe.


"Argghhh! Sial masa aku harus pakai wangi yang feminim sih" ucap Albert dengan kesal.


Semua anak buah Xavier di dalam mobil hanya diam saja tidak ingin membuat tangan kanan bos mereka tambah menjadi kesal. Albert lalu menyuruh anak buahnya untuk membelikan parfum yang sama dengan milik nyonya dan bawakan ke kantor.


Tiba di perusahaan Albert segera masuk ke toilet di lantai 40 setelah menerima pesanannya. Albert keluar dan langsung masuk ke dalam ruangan Xavier setelah mengetok pintu.


Wanda yang mencium aroma parfum Albert hari ini menahan tawanya agar tidak pecah. Saat masuk kedalam Xavier dan Chloe melihat dirinya dan tidak berkata apa-apa.


"Kamu pakai parfum yang sama kayak punya aku ya" ucap Chloe.


"Aku yang suruh sayang biar kamu tidak mual lagi"


"Hehehehe! Iya sayang makasih ya" ucap Chloe dengan senyum manis.


Albert yang mendengar ucapan Xavier serasa ingin menguburkan diri saja.


Apa ini karena hormon kehamilan nyonya sehingga aku harus pakai parfum yang sama seperti nyonya, batin Albert frustasi.


Chloe lalu menuju ke kamar khusus diruangan Xavier karena merasa ngantuk. Tak lama Thomas masuk ke dalam ruangan Xavier dengan wajah ceria, sampai di dalam ia mencium ada aroma parfum mawar bercampur dengan kayu manis.


Thomas mengendus-endus bau tersebut dan berhenti tepat di samping Albert. Albert sudah tahu pasti ia akan di tertawakan oleh Thomas dan hal itu menjadi kenyataan. Seketika tawa Thomas pecah mencium bau parfum Albert yang seperti parfum wanita.


"Bro kamu tidak kemasukan setan perempuankan" ucap Thomas sambil cekikan.


Albert hanya menatap tajam Thomas tidak mau berkomentar sedikit pun. Xavier yang melihat keduanya tidak ambil pusing karena ia masih banyak kerjaan yang harus dilakukan.


Tak lama Chloe keluar dari kamar karena ingin makan strobery buah kesukaannya selama masa kehamilan. Saat mencium bau parfum Thomas seketika perutnya kembali di aduk lagi, Chloe berlari cepat menuju kamar mandi untuk memuntahkan isi perutnya.


Hoeekkk......hoeeekkk......hoeekkkk..........


Chloe kembali memuntahkan cairan putih di wastafel, Xavier yang mendengar suara muntahan segera berlari ke kamar mandi di dalam kamar khusus.


Ia memijit tengkuk Chloe dengan pelan agar lebih enak. Chloe lalu membersihkan mulutnya dan memeluk tubuh sang suami karena hanya bau tubuh Xavier yang bisa meredakan mualnya.


"Apa sudah lebih enak sayang" ucap Xavier.


"Hubby suruh Thomas ganti parfumnya sama seperti Albert" ucap Chloe dengan lemah.


"Heemmmm"


"Hubby aku ingin makan strobery"


"Iya sayang aku suruh pak Max bawa ya" ucap Xavier.


"Iya sayang"


Xavier lalu keluar setelah Chloe naik ke ranjang untuk beristirahat. Sampai di luar ia menatap tajam Thomas karena Thomas sudah membuat sang istri kembali muntah.


"Thomas ganti parfummu sama kayak Albert" ucap Xavier dengan suara tegas.


"Tapi bos" ucap Thomas tidak mau.


"Albert beri perintah kepada semua pengawal dan pelayan untuk menggunakan parfum yang sama seperti punya istriku" ucap Xavier.


"Baik bos" ucap Albert.


Albert tertawa puas melihat raut wajah Thomas yang menolak. Ia sangat senang karena bukan cuma dia saja yang menggunakan parfum berbau wanita.


"Rasain kamu" gumam Albert sambil meledek Thomas.


Thomas yang melihat hal itu serasa ingin memukul kepala Albert dengan kuat karena diledek. Albert segera memberi perintah kepada semua pengawal dan pak Max sebagai kepala pelayan agar mengikuti perintah sang bos besar.


Di depan perusahaan Calista turun dari mobil yang dikendarai Karin dengan wajah penuh senyuman. Ia melihat perusahaan Xavier yang sangat mewah meski ini bukan perusahaan utama.


"Aku datang baby" gumam Calista dengan senyum misterius.


...❄❄❄❄❄...


To be continue...............


Jangan lupa vote, like, dan komen yang sebanyak-banyaknya ya guys😘❀