Heartless

Heartless
Episode 46



Lanjutan flashback ya guys..😍


Adam menuju ruang sang istri dan duduk didepannya. Penampilannya saat ini sudah tidak bisa dibilang seorang miliader. Adam termenung di depan ruangan sang istri tidak menyangka akan mengalami semuanya.


"Tuan" ucap Dion mengagetkan Adam.


Adam berbalik dan melihat siapa yang datang, ternyata itu adalah Dion sang asisten. Dion berdiri di samping Adam sambil menghela nafasnya dalam dan membuangnya dengan kasar.


"Ada apa Dion"


"Sebelumnya saya mohon tuan harus kuat dan berjanji untuk menerima semuanya ini tuan"


Adam bingung dengan perkataan asistennya karena sang asisten terlihat sangat gugup dan tidak berani berkata-kata.


"Ada apa sebenarnya Dion"


"Tuan harus mengabarkan keluarga nyonya saat ini juga untuk datang ke rumah sakit sekarang"


"Ah! Aku lupa tunggu aku kabari"


"Tuan jangan berbicara banyak langsung menyuruh mereka segera datang saja"


Adam melihat dan mengerutkan keningnya tidak mengerti tapi tetap melakukan seperti yang diucapkan oleh sang asisten.


Adam menelpon ayah mertuanya dan pada dering kedua telpon langsung diangkat.


"Halo"


^^^"Halo pa" ucap Adam dengan suara menahan tangis.^^^


"Ada apa nak kenapa suara kamu kayak gitu"


^^^"Papa sama mama datang ke rumah sakit kota sekarang ya pa"^^^


"Memangnya siapa yang sakit nak" ucap papa Laura dengan suara panik.


^^^"Laura sama Steven kecelakaan pa" tangis Adam pecah tidak bisa menahan lagi karena mengingat istri dan anaknya.^^^


"Apa" teriak papa Laura dari seberang.


^^^"Papa yang tenang ya dan datang sama mama kesini ya pa" ucap Adam dengan sesegukan.^^^


"Papa segera ke sana sekarang"


^^^"Baik pa hati-hati"^^^


"Iya nak"


Adam mematikan panggilannya dan menghapus air mata yang jatuh. Adam melihat Dion yang berdiri di samping dengan wajah yang sedih.


"Apa kamu sudah mengetahui penyebab kecelakaan Laura"


"Sudah tuan dan mobil nyonya ternyata ditabrak dari arah berlawanan. Menurut saksi dan rekaman cctv di area jalan, mobil yang menabrak mobil nyonya ternyata dikendarai sangat cepat dan ugal-ugalan tuan. Menurut saksi mobil itu sepertinya membawa seorang wanita hamil dengan kecepatan tinggi mungkin wanita tersebut hendak melahirkan makanya mobil dibawa dengan kecepatan tinggi"


"Lalu"


"Mobil tersebut melewati truk kayu dan mengambil jalan seberang sehingga tidak bisa menghindar dari mobil seberang ia memutar stir mobil dan mobil itu melaju kencang menabrak mobil nyonya dengan kuat sampai mobil itu dan mobil nyonya terbalik beberapa kali di jalanan tuan"


Adam menutup mata bisa ia rasakan bagaimana sang istri bertahan di dalam mobil dengan sang anak. Ia seperti tidak mau membayangkan karena sangat takut.


"Sepertinya nyonya memeluk tuan muda dengan erat sehingga tidak terbentur atau terkena pecahan mobil ketika mobil terbalik berulang kali tuan. Tapi tuan" ucap Dion menghentikan ucapannya sejenak.


"Tapi apa Dion"


"Sopir nyonya meninggal ditempat dan adik nyonya yang bernama Wina juga meninggal ditempat karena kepalanya terpentuk kaca depan mobil dan terpental keluar dari mobil tuan"


"Apa katamu Dion Wina adik kesayangan Laura" ucap Adam dengan terkejut.


"Betul tuan dan saat ini jenazahnya sedang dibersihkan"


"Apa yang harus saya katakan sama istri dan mertua saya, tapi bagaimana Wina bisa bersama Laura"


"Dari rekaman cctv nona Wina ternyata naik ke mobil nyonya ketika berada di halte bus tuan. Mungkin adik nyonya sedang menunggu bus dan bertemu dengan nyonya disana"


"Bisa jadi juga. Aku tidak bisa membayangkan kesedihan istri ku nanti"


"Tuan yang sabar dan tuan yang harus menguatkan nyonya"


"Lalu bagaimana dengan penabrak itu?" tanya Adam dengan emosi.


"Penabrak itu meninggal ditempat dan istrinya juga meninggal pasca melahirkan putrinya, mungkin tuan sudah melihat anak penabrak itu karena ia berada di ruangan yang sama dengan anak tuan"


"Apa? Anak itu juga harus mati karena ini semua kesalahan orang tuanya" ucap Adam sambil berdiri ingin menuju ruang inkubator karena tidak bisa menerima semuanya.


Dion menahan tuannya untuk tidak bertindak dengan emosi karena semuanya itu percuma saja.


"Tuan sabar kasihan anak itu juga karena harus kehilangan kedua orang tuanya sekaligus tuan"


"Aku tidak perduli biar keluarganya yang urus"


"Anak itu sebatang kara karena orang tuanya tidak memiliki sanak saudara tuan"


Seketika Adam terdiam mendengar perkataan sang asisten tapi ia tidak bisa melakukan apa-apa saat ini. Pada saat mereka duduk dokter yang menangani istri dan putrinya datang menghampiri Adam dengan raut cemas.


"Pak Adam ada yang harus saya sampaikan kepada bapak" ucap sang dokter dengan suara gugup.


"Ada apa dok"


"Silahkan bapak baca laporan ini" sambil menyodorkan map berisi laporan sang buah hati.


Adam membaca laporan tersebut dan tidak mengerti sama sekali isi dari laporan ini.


"Maksudnya ini apa dok saya tidak mengerti"


"Saya turut sedih harus mengucapkan ini pak Adam" ucap sang dokter menarik napasnya dalam.


Adam dan Dion diam dengan penasaran apa yang akan dikatakan oleh sang dokter.


"Putri bapak kekurangan cairan imunim dalam tubuhnya karena air ketuban bu Laura pecah dan kering sehingga sang bayi tidak dapat mendapat cairan yang banyak pasca masih dalam kandungan pak Adam. Jadi hasil diagnosa saya saat ini putri bapak menderita penyakit langka dimana kulitnya akan terkelupas dan melepuh jika terkena sengatan matahari selama hidupnya pak"


"Jadi maksud dokter" ucap Adam dengan tubuh lemas dan duduk di kursi sambil menangis tersedu-sedu memikirkan cobaan apa lagi ini.


"Setahu saya ada seorang dokter yang pernah menangani kasus seperti ini sampai pasiennya sembuh total"


"Dimana dokter tersebut dok" ucap Adam dengan semangat.


"Dokter itu bernama dokter William dan ia berada di Perancis pak dan kalau bapak mau saya akan melakukan kontak untuk memberitahu tentang kondisi putri anda pak Adam"


"Lakukan semuanya yang terbaik untuk putri saya dok"


"Baik akan saya lakukan sebisa saya pak"


"Terima kasih dok tapi saya mohon tolong rahasiakan kondisi putri saya dari siapa pun dan saya mohon tolong gantikan nama tag putri saya ke bayi perempuan yang disebelahnya"


"Maaf pak tapi itu akan melanggar etiket dokter saya"


"Dokter lakukan saja atau saya bunuh bayi tersebut karena orang tua bayi itu saya harus mengalami semua ini bahkan adik kesayangan istri saya dan sopir saya meninggal ditempat dok. Bisa dokter bayangkan rasanya dok menjadi saya" hardik Adam dengan suara tinggi di sekitar ruang ICU.


Mendengar hal tersebut sang dokter hanya diam dan dia berpikir untuk lebih menyelamatkan nyawa bayi kecil tersebut yang tidak berdosa.


"Baik akan saya lakukan pak Adam tapi ini semua semata-mata untuk nyawa bayi kecil tersebut" ucap sang dokter dengan tegas.


"Bagus dok dan tolong berikan nama untuk bayi pembunuh tersebut" ucap Adam dengan suara emosi.


Dion dan sang dokter menjadi terkejut mendengar ucapan Adam kepada bayi tersebut. Sang dokter kemudian berlalu meninggalkan mereka berdua menuju ruang inkubator.


Dion diam menemani sang tuan disana tanpa berbicara apapun. Semua keluarga dari Adam dan Laura sudah tiba. Raungan pedih dan kesedihan terdengar di area depan ICU, setelah Adam memberitahukan semuanya.


Sementara sang dokter menulis nama CHLOE ELISABETH ROSEMARY untuk bayi yang satu sedangkan bayi kandung Adam di tulis nama QUEEN ALEXIS tanpa embel Rosemary takut ada yang mengenali nanti.


Semoga kamu selalu di lindungi yang maha Esa, batin sang dokter melihat bayi mungil cantik tersebut.


Flashback off#


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Laura menangis mendengar semua cerita sang suami, Lidia juga menangis di pelukan sang suami. Bahkan semua keluarganya ikut menangis mendengar cerita Adam.


Sepupu Steven semuanya ikut menangis karena tidak menyangka hal ini bisa terjadi dalam keluarga yang bisa dibilang sangat harmonis.


Lidia bangkit dan berjalan memeluk Queen yang menangis di samping Steven. Air mata mereka mengalir tanpa bisa dihentikan.


"Cucuku kamu sudah sangat menderita selama ini maafin nenek yang tidak tahu" ucap Lidia dengan berderai air mata.


"Nenek jangan ngomong kayak gitu ya" ucap Queen sambil membalas pelukan neneknya.


Lidia melepas pelukannya dan memeluk Laura dengan erat karena ia yakin sang menantu saat ini sangat sedih dan sudah mengalami banyak hal yang tidak pernah mereka sangka.


Saudara sepupu Steven dan Queen memeluk Queen memberikan kekuatan dan menyambutnya dalam keluarga, bahkan om dan tantenya pun memberi pelukan karena ia selama ini sudah berjuang melawan penyakitnya sendiri.


"Maaf daddy tidak pernah tahu kalian selama ini sangat menderita" ucap Alan memeluk Adam dan Laura.


"Ini bukan salah daddy" ucap mereka berdua serentak.


Malam itu mereka semua melewati dengan tangis kebahagian karena sudah menceritakan semuanya kepada keluarga besar mereka berdua.


"Jadi bagaimana dengan Chloe" ucap papa Laura yang dari tadi diam saja karena ia sangat emosi mengetahui kejadian kecelakaan sebenarnya tentang putri bungsunya.


"Aku yang akan buat dia menderita karena kesalahan orang tuanya aku kehilangan hal berharga sebagai wanita dan sebagai kakak" ucap Laura dengan emosi.


"Papa sama mama setuju" ucap kedua orang tua Laura.


"Biar aku juga ikut membantu" ucap adik dan kakak Laura dengan emosi.


"Semuanya harus ikut andil untuk membalas kesedihan kita selama ini tanpa ada bantahan" ucap Alan dengan tegas.


Semua hanya mengangguk mengiyakan perkataan sang kakek dan daddy, tapi tidak dengan Kenan dan kedua saudara kembarnya. Mereka saling memandang bersama dan memberi isyarat untuk berbicara di rumah saja.


Karena semuanya sudah beres mereka semua kembali ke kediaman mereka masing-masing, meninggalkan Adam dan Laura sekeluarga yang menginap di hotel malam ini.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Di dalam mobil mewah jenis alphard berwarna hitam ada 5 orang didalamnya sedang memikirkan kejadian barusan.


"Papa mama ngak nyangka bakal jadi kayak gini" ucap Ani.


"Papa juga ngak tahu semuanya bakal kayak gini" ucap papa Kenan.


"Kasian Chloe ma" ucap Kenan.


Mamanya berbalik melihat wajah ketiga anaknya dan tersenyum manis. Ia akhirnya memilih untuk memberi pendapat kepada sang suami dan anak-anak.


"Mama mohon papa sama kalian bertiga jangan pernah ninggalin Chloe dan tetap anggap dia saudara kalian" ucap Ani dengan tegas.


"Mama tenang aja kak Chloe tetap jadi kakak sepupu kami" ucap Dio dan Doni serentak.


"Aku akan belain Chloe dari orang yang mau jahatin dia ma, pa dan sampai kapan pun Chloe tetap jadi adik sepupu aku" ucap Kenan dengan suara lantang.


"Papa banga sama anak-anak papa deh"


"Jadi mama ngak ya pa" ucap Ani.


"Kalau mama itu spesial di hati papa" ucap papa Kenan menggoda sang istri.


"Ciuh.....ciuh......ciuh" ucap si kembar menggoda kedua orang tuanya.


Meskipun mereka kaya tapi karena sifat penyayang dan suka menolong sesama, membuat keluarga mereka harmonis dan mereka berjanji akan membantu Chloe apapun yang terjadi karena menurut mereka pemikiran keluarga mereka salah.


Karena orang tuanya apa harus anaknya yang menderita. Padahal sang anak juga sudah sangat menderita.


"Chloe tante yakin kamu kuat melewati semuanya" gumam Ani sambil melihat bintang di luar.


Uhukk.........uuhukk........uhuukkk......


Chloe seketika terbangun karena tiba-tiba saja dirinya batuk.


"Sepertinya ada yang ngomongin gue dan kenapa gue ngerasa ngak tenang gini ya? Apa ada sesuatu yang akan terjadi sama gue" gumam Chloe sambil memegang liontin kalung berbentuk matahari dengan permata berwarna pink ditengahnya.


...❄❄❄❄❄...


To be continue........