
Sampai di mansion Sean masuk ke dalam melewati para pelayan yang menyambutnya di depan pintu dengan tatapan dingin.
"Kamu udah pulang sayang" ucap Maya yang sedang menonton televisi di ruang keluarga.
"Udah bu" ucap Sean sambil mencium pipi ibunya.
"Ibu pikir kamu pulangnya besok"
"Ngak jadi bu soalnya hari ini ada latihan sama anak-anak"
"Emang mau ada pertandingan ya"
"Heemm! Minggu depan pas acara pensi sekolah bu"
"Ya sudah sana mandi dulu habis itu makan malam"
"Oke bu" ucap Sean sambil beranjak dari tempatnya.
Baru sampai tangga Sean berbalik menyampaikan pesan papanya.
"Bu tadi papa nitip pesan katanya ibu jangan terlalu ngurus acara besok"
"Loh kamu ketemu sama papa kamu" ucap Maya kaget karena setahunya suaminya itu masih di kantor.
"Tadi papa nyuruh aku ke kantornya habis latihan bu" ucap Sean dengan tenang agar ibunya tidak menanyakan lebih lanjut.
"Kamu ngak menyembunyikan sesuatu dari ibu kan" ucap Maya selidik kepada anaknya.
Sean yang tidak bisa menghindar akhirnya memberitahukan kepada ibunya perihal sore tadi.
"Tadi sean mukul orang sampai babak belur bu"
"Astaga Sean kamu jangan cari masalah dong sama orang lain" ucap Maya dengan suara tinggi karena anaknya sering berkelahi.
"Sean emosilah bu karena dia membentak Chloe dan mengatai Chloe bu" ucap Sean tegas membela diri.
"Tapi ngak harus berkelahi nak"
"Biarin bu. Siapa suruh ganggu milik Sean" ucap Sean sambil berlalu menaiki tangga menuju kamarnya.
"Sean ibu belum selesai ngomongnya" teriak Maya karena anaknya susah untuk dinasehati.
"Malas ngomong bu" teriak Sean dari depan pintu kamarnya.
Maya hanya bisa mengurut dahinya karena pusing dengan sifat anaknya yang keras kepala. Maya mengambil handphonenya dan menghubungi suaminya.
^^^"Halo mas"^^^
"Halo sayang, ada apa"
^^^"Mas tahukan masalah Sean sore tadi"^^^
"Iya tahu sayang, mas tadi udah peringati dia untuk tidak melakukannya lagi"
^^^"Tapi kenapa ngak ngasi hukuman buat Sean biar dia sadar mas"^^^
"Kalau ngasih hukuman yang ada dia akan lebih membandel sayang, kita harus lebih mendekatinya dan berbicara halus jangan memakai emosi sayang"
Maya yang mendengar penuturan suaminya membenarkan tindakan suaminya. Biar bagaimanapun jika api dilawan api maka tidak ada yang akan menang.
^^^"Maya ikut saja mas intinya itu terbaik buat anak kita mas"^^^
"Iya sayang, ya udah mas lanjut dulu ngerjain beberapa berkas baru kembali ya sayang"
^^^"Iya mas pulangnya hati-hati ya"^^^
"Iya sayang"
Tutt.......tuuttt..........tuuttt...........
Panggilan pun diakhiri, Maya kemudian menyuruh pelayan untuk menyiapkan makan malam untuk dirinya dan Sean karena suaminya pasti pulangnya tengah malam.
Selesai membersihkan diri Sean turun ke bawah untuk makan malam. Di meja makan Sean bertanya kepada ibunya perihal acara besok.
"Bu emangnya besok ada acara apaan sih"
"Sean jangan bilang kamu ngak ingat"
"Emang iya bu" ucap Sean dengan santai.
"Sean besok ulang tahun kakekmu sayang"
"Apa emang besok tanggal berapa bu" ucap Sean dengan kaget karena melupakan ulang tahun kakeknya.
Beruntung ibunya memberitahukannya sekarang, coba kalau besok bisa digantung sama kakek nih.
"Besok tanggal 20 September sayang"
"Sean benar-benar lupa sama ulang tahun kakek bu"
"Sekarang udah tahu"
"Iya bu besok nanti Sean bakal ngasih hadiah spesial buat kakek" ucap Sean dengan senyuman bahagia karena sudah menemukan hadiah apa yang cocok buat kakeknya.
Maya yang melihat senyuman anaknya sedikit khawatir jika anaknya memberikan hadiah yang tidak disukai ayah mertuanya itu.
"Kamu jangan aneh-aneh ngasih hadiahnya" ucap Maya memberi peringatan kepada Sean.
"Tenang aja bu, kakek bakal suka sama hadiah dari Sean"
Maya dan Sean kembali melanjutkan makan malam mereka dengan hening. Selesai makan malam Sean berpamitan ke kamarnya untuk beristirahat.
~ Mansion Rosemary ~
Saat ini Chloe sedang bercanda bersama Keysa di telepon. Mereka membahas keseruan di villa saat ini dan Chloe melupakan untuk bertanya perihal tentang perasaannya.
Tok.......tok..........tok.........tok.........
Suara pintu yang diketuk menghentikan Chloe yang sedang berbicara di telpon. Chloe memberitahu Keysa untuk menyudahi telpon mereka karena ada yang mengetuk pintu kamar Chloe.
Chloe menaruh hpnya di atas nakas dan menuju ke pintu untuk membuka. Ternyata itu adalah Laura mommy Chloe.
"Kenapa mom"
"Mom boleh masuk"
"Masuk aja mom"
"Mommy cuma mau bilang kalau besok kamu mau ngak nemenin mom sama dad ke acara ulang tahun rekan kerja daddy"
"Acaranya jam berapa mom"
"Tapi Chloe malas mom"
"Ayok dong sayang pasti kamu bakal suka deh disana" ucap Laura membujuk Chloe karena ia tahu Chloe tidak terlalu suka dengan keramaian.
Karena tidak ingin mommynya bersedih akhirnya Chloe mengiyakan ajakan mommynya.
"Nanti besok dandan yang cantik ya sayang"
"Iya mom"
"Ya sudah kamu istirahat gih udah malam, mommy keluar dulu"
"Iya mom selamat malam"
"Selamat malam juga sayang" ucap Laura sambil pergi dari kamar Chloe dan tidak lupa menutup pintu kamar Chloe.
"Phew! Malas banget gue datang ke acara pesta, disana pasti sangat membosankan" ucap Chloe sambil membaringkan tubuhnya di atas kasur.
Tidak butuh lama Chloe sudah ada dalam alam mimpi. Hari pun berlalu dengan cepat kini tiba saatnya Chloe bersama orang tuanya akan menghadiri acara ulang tahun rekan kerja Adam.
Chloe menggunakan gaun panjang berwarna pastel sampai mata kakinya dengan model sabrina yang menampilkan bahunya yang putih bersih dan mulus.
Rambutnya yang coklat gelap digerai dan di bagian bawah di buat culry, dan juga memakai riasan makeup yang sangat tipis membuat Chloe semakin cantik.
Malam ini penampilan Chloe sangat mempesona dan elegan. 30 menit kemudian Chloe dan orang tuanya sampai di sebuah hotel bintang lima tempat acara tersebut dilangsungkan.
Sudah banyak para tamu yang hadir bahkan beberapa wartawan juga nampak disana. Penjagaan ketat di pintu masuk membuat para tamu harus menunjukkan undangan mereka baru bisa masuk ke dalam.
"Selamat datang tuan, nyonya, dan nona Rosemary, silahkan masuk" ucap pelayan setelah melihat undangan yang disodorkan daddy Chloe.
Ketika mereka bertiga masuk banyak tatapan yang melihat mereka tapi lebih kearah Chloe karena malam ini ia tampil sangat cantik dan elegan.
Chloe yang berada di sebelah Laura sangat gugup karena menjadi pusat perhatian tamu undangan. Mereka kemudian memutuskan untuk mencari tuan pesta.
Sepanjang jalan Chloe hanya menunduk karena risih dengan tatapan semua orang.
Kenapa gue harus datang juga sih, gue pengen pulang aja, batin Chloe.
"Selamat malam tuan Bima Rahardian dan selamat ulang tahun" ucap Adam sambil menjabat tangan tuan pesta.
Mendengar nama Rahardian seketika membuat Chloe terkejut karena nama belakang orang ini sama persis dengan Sean. Chloe mengangkat mukanya untuk melihat wajah orang yang disapa daddy.
Kayaknya ini kakek Sean deh, batin Chloe.
"Selamat malam juga tuan Rosemary dan nyonya serta" ucap Bima Rahardian kakek Sean, tapi terpotong karena tidak mengenali Chloe.
"Oh maaf perkenalkan ini Chloe putri kami tuan Bima" ucap Adam memberi penjelasan mengenai Chloe.
"Wah putri anda cantik sekali" ucap Bima memuji kecantikan Chloe.
"Terima kasih tuan. Perkenalkan nama saya Chloe dan selamat ulang tahun tuan" ucap Chloe dengan senyum manis.
"Terima kasih atas ucapannya ya nak" ucap Bima dengan sopan.
"Sama-sama tuan" ucap Chloe.
Kemudian mereka mengobrol bersama, tapi Chloe tidak mengerti apa yang mereka bicarakan. Merasa bosan Chloe meminta izin kepada sang mommy pergi ke sudut ruangan.
Setelah diizinkan Chloe bergegas pergi ke sudut ruangan yang terdapat berbagai macam hidangan kue disana. Di perjalanan Chloe tidak menyadari kalau ada sahabat Sean yang melihatnya dan mengenali dirinya.
Saat ini Sean sedang bersama dengan teman-temannya karena keluarga mereka juga diundang juga beberapa kenalan mereka. Ketika mereka sedang mengobrol Sean dikejutkan dengan tepukan bahunya.
"Bro gue kayaknya liat pacar loe disini" ucap Resa sambil berbisik di telinga Sean.
"Dimana" ucap Sean menoleh ke arahnya.
Resa hanya menunjuk posisi Chloe saat ini yang sedang mengambil sepotong kue dan memakannya. Sean yang melihat ke arah yang ditunjuk Resa menjadi terkejut.
Ia takjub karena baru pertama kali melihat Chloe memakai gaun dan itu membuatnya sangat terlihat cantik. Sean pun berdiri dan pergi ke arah Chloe dan sampai di sana mata Sean tidak berkedip sedikit pun.
Loe malam ini sangat cantik sayang, batin Sean sambil tersenyum.
"Sayang" ucap Sean sambil memeluk Chloe dari samping.
Banyak pasang mata yang melihat mereka berdua karena sangat cocok dan serasi. Chloe yang kaget karena mendapat pelukan tiba-tiba hampir menjatuhkan gelas minuman yang dipegangnya.
"Kak kok ngagetin sih" ucap Chloe dengan kesal.
"Kenapa ngak beritahu gue kalau loe juga datang kesini" ucap Sean tidak memperdulikan perkataan Chloe barusan.
"Bukannya ka Sean dari kemarin marah sama Chloe ya"
Mendengar perkataan pacarnya akhirnya Sean sadar kalau kemarin ia sudah membentak Chloe dengan kasar dan mendiamkannya sampai saat ini.
"Maaf karena kemarin gue lagi emosi"
"Kalau seandainya ka Sean diposisi gue gimana"
"Maaf"
Mendengar hanya ada kata maaf tidak ada penjelasan, Chloe hanya diam tidak ingin memperpanjang lagi meskipun dirinya ingin penjelasan dari Sean.
"Datang sama siapa sayang" ucap Sean yang sengaja mengalihkan pembicaraan dari perihal kemarin.
"Sama daddy dan mommy ka"
"Heemm! Gue kangen sama loe" ucap Sean sambil memeluk Chloe dengan mesra.
Maya dan Riko yang baru pertama kali melihat perubahan sikap anaknya menjadi bingung dan ingin mengenal siapa gadis yang berada dipelukan anaknya.
Bahkan kakek Sean yang melihatnya pun menjadi ingin lebih mengetahui hal tersebut. Adam melihat arah pandang Bima yang tertuju ke arah lain mengikuti arah pandang Bima.
"Loh itu bukannya Sean ya pacar Chloe" ucap Adam membuat Bima terkejut.
"Tuan Adam kenal sama Sean cucu saya" ucap Bima dengan kaget.
"Sean cucu tuan Bima. Maaf saya tidak mengetahuinya" ucap Adam.
"Tidak apa-apa. Tapi betulkah yang tuan Adam barusan katakan soal Sean dan Chloe?" tanya Bima.
"Betul tuan kebetulan kami bertemu pada saat makan siang di restoran, waktu itu Sean memperkenalkan dirinya sebagai pacar anak saya" ucap Adam.
"Wah ternyata pilihan Sean sangat bagus" ucap Bima sambil tertawa senang.
Laura yang melihat hal itu menjadi emosi tapi ia tahan karena 3 bulan lagi akan ada yang menggantikan posisi Chloe dalam pelukan Sean. Semuanya sudah ia rencanakan jauh-jauh hari.
...❄❄❄❄❄...
To be continue.....