Heartless

Heartless
Episode 67



🌻Rasanya sangat sakit meski tidak ada goresan luka sedikit pun🌻


.


.


.


.


Hari berganti hari terus berlalu Chloe melakukan semua pekerjaan di mansion dengan senang hati. Setiap hari Chloe selalu diperlakukan semena-mena oleh keluarganya.


Tiba hari ini adalah penerimaan rapor di sekolahnya dan harus di dampingi orang tua. Chloe berniat memberitahukan kepada sang mommy pagi ini.


Selesai bersiap Chloe pergi ke meja makan dan disana sudah ada semua keluarganya. Chloe seperti biasa menyapa mereka semua dengan hangat tapi tidak di balas sapaannya.


"Mommy hari ini ada penerimaan rapor di sekolah"


"Ya sudah terima aja ngapain lapor segala" ucap Laura dengan malas.


"Itu mom bu guru menyuruh untuk semua orang tua murid yang harus mengambil rapor setiap murid mommy" ucap Chloe dengan pelan.


"Kamu kan tahu kalau saya ini harus kerja ngak ada waktu!" bentak Laura.


"Chloe kamu beritahu gurumu untuk mengambil rapormu sendiri saja" ucap Adam.


"Tapi daddy"


"Ngak ada tapi-tapi Chloe jangan membantah kamu sama ucapan daddy!" bentak Adam.


Semua mata tertuju kepada Chloe dan menatapnya dengan tatapan tajam. Chloe merasa seperti bukan bagian dari keluarga ini, karena air matanya sudah mau tumpah Chloe pun pamit pergi ke sekolah.


Sepeninggal Chloe suasana di meja makan kembali seperti semula. Queen melihat kalau amarah daddy dan mommynya sudah agak reda.


"Mommy apa yang dikatakan si babu tadi benar mom" ucap Queen dengan manja.


"Tapi kan mommy dan daddy sibuk sayang" ucap Laura dengan sendu.


"Jadi yang ngambil rapor Queen siapa dong?" tanya Queen dengan cepat.


"Gimana ya" ucap Adam sambil berpikir.


Adam memikirkan bagaimana supaya ada yang mendampingi putrinya mengambil rapor di sekolahnya. Tak lama ia pun tersenyum karena sudah mendapat ide.


"Sayang kamu ditemani nenek kamu gimana?" tanya Adam.


"Mau banget daddy" ucap Queen dengan semangat.


"Ya udah nanti daddy kabarin nenek kamu buat dampingi kamu ya sayang"


"Oke daddy thankyou dad"


Setelah sarapan Queen langsung berpamitan pada kedua orang tuanya dan juga kakaknya.


~ SMA Internasional Cempaka Putih ~


Suasana di SMA Internasional Cempaka Putih hari ini sangat ramai.


Semua murid sudah tidak sabar ingin menerima laporan hasil belajar mereka selama 6 bulan. Chloe saat ini sedang bercanda bersama dengan teman-temannya.


Saat tatapan mata Chloe dan Sinta bertemu mereka berdua enggan untuk menatap lama satu sama lain. Rina yang melihat hal tersebut menjadi heran dengan kedua temannya itu.


"Loe berdua kenapa?" tanya Rina.


"Siapa?" ucap Ana.


"Itu Chloe sama Sinta udah beberapa hari ini gue perhatiin kalian berdua kayak beda gitu" ucap Rina.


"Beda gimana orang kita biasa aja" ucap Chloe.


"Ya gue setuju sama Rina loe berdua lagi berantem ya" ucap Ana.


"Ngak ko. Ya" ucap Sinta dan Chloe bersamaan.


"Nah itu jawabannya beda pasti ada sesuatu" ucap Riski yang juga heran dengan kelakuan dua temannya.


"Apaan sih loe kita ngak ada apa-apa ko! Hahaha" ucap Chloe sambil tertawa.


"Jujur aja loe atau emang loe malu" ucap Sinta dengan sinis.


Mendengar perkataan Sinta, Chloe pun melihatnya dengan tatapan bingung. Bukannya jika semua orang tahu maka Sintalah yang akan malu dan jadi bahan omongan.


"Apaan sih Chloe ngomong aja jangan buat kita penasaran dong" ucap Klara dengan cepat.


"Itu" ucap Chloe dengan gugup tapi langsung di potong Sinta.


"Mungkin dia ngak terima kalau ka Sean lebih milih gue dari pada dia" ucap Sinta.


"Maksudnya?" tanya Ahmad dengan bingung.


"Ka Sean lebih milih pacaran dengan gue dari pada Chloe" ucap Sinta dengan santai.


"Wait jangan bilang loe selingkuh sama ka Sean waktu masih sama Chloe" ucap Ana.


"Iya emang kenapa?" tanya Sinta dengan santai.


"Loe kok kayak gitu sih. Kan loe tahu ka Sean itu pacarnya Chloe" ucap Klara dengan kesal.


"Lah emang salah kalau ka Sean mau sama gue" ucap Sinta.


"Loe itu pelakor ya" ucap Riski dengan tatapan sinis.


"Jaga omongan loe ya!" bentak Sinta.


"Eehh! Santai aja dong ngomongnya emang loe disini salah kok" ucap Ana.


"Asal loe semua pada tahu ya ka Sean lebih milih gue karena dia suka sama gue jadi sah-sah aja kalau kita pacaran" ucap Sinta dengan emosi.


"Cih! Ternyata loe itu sahabat munafik ya" ucap Rina dengan sinis.


"Terserah loe pada mau omong gue apaan"


"Awas aja suatu saat loe bakal dapat karma dari perbuatan loe ini" ucap Ahmad yang merasa sangat kesal dengan sikap Sinta.


"Sok suci loe semua" sarkas Sinta dengan emosi.


Sinta pun berjalan keluar kelas karena tidak mau berdebat dengan teman sekelasnya. Suasana di dalam kelas berubah menjadi haru, Ana bangun dan memeluk Chloe dengan erat.


"Loe sabar ya kalau emang bukan jodoh loe lepasin aja" ucap Ana dengan senyum manis.


"Gue heran deh ada ya kelakuan orang kayak Sinta itu, dia itu ibaratnya pagar makan tanaman banget deh" ucap Riski yang heran dengan tingkah Sinta.


"Semua manusia itu ngak pernah puas dengan apa yang dia miliki jadi kayak Sinta gitu menghalalkan segala cara untuk mendapatkan keinginannya meski harus mengorbankan sahabatnya" ucap Ahmad.


"Udah biar itu jadi urusan dia yang penting kita udah beritahu dia kalau apa yang dia lakukan itu salah" ucap Klara.


"Tumben loe bijak" ucap Riski menggoda Klara.


"Dasar ****** loe" teriak Klara sambil melempar botol minuman ke Riski yang sudah kabur.


Chloe tersenyum bahagia karena masih ada teman-temannya yang sayang padanya. Kini tiba saat pembagian rapor di kelas Chloe dan semua orang tua temannya sudah pada datang hanya dirinya saja yang tidak.


Tidak mau berpikir yang macam-macam Chloe pun mengambil rapornya sendiri tanpa kehadiran orang tuanya. Ternyata Chloe mendapat peringkat 1 dan hal itu membuatnya sangat senang.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Chloe pulang ke mansion dengan perasaan bahagia. Sampai disana ia memberitahu Bi Rani kalau dirinya mendapat peringkat 1 bi Rani pun sangat senang mendengar hal itu.


Saat sedang senang tiba-tiba Queen muncul bersama nenek Lidia. Queen merasa senang karena hari ini ia ditemani oleh sang nenek.


"Nek makasih ya udah ngambil rapor Queen di sekolah" ucap Queen dengan manja.


"Sama-sama sayang apa sih yang ngak buat cucu nenek ini" ucap Lidia ibu dari Adam.


Chloe yang mendengar percakapan mereka menjadi sedih. Entah kenapa dia merasa kalau dirinya sekarang bukan bagian dari keluarga Rosemary, tidak mau berpikir negatif Chloe keluar untuk menyapa neneknya yang berada di ruang keluarga.


"Halo nenek" ucap Chloe dengan senyum manis.


Saat ingin menjabat tangan neneknya Lidia menarik tangannya dan tidak mu disentuh oleh Chloe. Queen melihat hal itu dan tertawa sinis kepada Chloe.


"Kamu buatin nenek minum sana" ucap Queen.


"Iya Queen"


Saat Chloe sudah pergi ke dapur, Lidia mulai tidak suka akan kehadiran Chloe di rumah anaknya apalagi karena Chloe keluarganya menderita.


"Kapan sih Laura dan Adam ngusir anak itu"


"Ngak tahu nek nanti coba nenek ngomong sama mommy dan daddy aja" ucap Queen.


"Biar nanti nenek hubungi mommy sama daddy kamu"


Tiba-tiba Chloe datang membawa nampan berisi 2 minuman dingin dan cemilan. Saat minum Lidia langsung menyemburkan minumnya ke depan.


"Kamu itu bisa bikin minum ngak sih!" bentak Lidia.


"Maaf nek" ucap Chloe dengan gugup.


"Dasar anak tidak berguna anak pembawa sial" ucap Lidia dengan suara tinggi.


Mendengar perkataan neneknya hati Chloe kembali terluka, Chloe menunduk untuk menutup air matanya yang sempat jatuh karena perkataan sang nenek.


Plak.............


Bunyi tamparan kuat di pipi Chloe menggema di sana, karena tamparannya sangat kuat Chloe pun jatuh ke lantai. Dia melihat Queen yang berdiri di depannya dengan wajah takut.


"Makanya kerja itu yang benar jadi ngak perlu dihukum!" bentak Queen.


"Iya maaf Queen"


"Sudah pergi kamu saya muak lihat tampangmu itu" usir Lidia.


Chloe berlalu pergi ke belakang dengan cepat. Semua pelayan melihat Chloe dengan iba tapi tidak bisa melakukan apa-apa karena mereka hanya pelayan disini.


Lidia dan Queen tertawa bahagia karena sudah berhasil memberi pelajaran kepada Chloe. Penderitaan dan sakit Chloe seakan menjadi bahan tawaan untuk mereka sekeluarga.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


~ Berlin, Germany ~


Saat ini di Berlin masih pagi banyak masyarakat Berlin yang sedang bersiap-siap untuk pergi ke kantor. Tapi berbeda dengan Xavier dan 3 orang kepercayaannya yang masih stay di kantor mereka sejak 2 hari yang lalu.


Xavier bekerja dengan cepat karena ingin pulang menemui Chloe untuk meluruskan kesalahpahaman diantara mereka. Xavier bekerja tanpa lelah agar masalah perusahaannya bisa segera diselesaikan secepatnya.


Hari berlalu dan berganti tidak terasa sudah 2 minggu keberadaan Xavier di Jerman. Ternyata masalahnya sangat rumit dan membutuhkan waktu yang lama untuk mengatasi semuanya.


Albert, Thomas, dan Kevin yang sudah sangat lelah hanya pasrah mengikuti bosnya untuk terus bekerja dengan waktu tidur yang minim.


Semoga masalah cepat selesai supaya aku tidak harus menderita lagi seperti ini, batin Albert.


~ Jakarta, Indonesia ~


Selama liburan Chloe terus saja disiksa oleh keluarganya bahkan keluarga dari mommy dan daddynya juga ikutan menyiksa dia tanpa ia melakukan kesalahan apapun.


Ya Tuhan kuatkanlah hamba-Mu ini, batin Chloe.


Saat ini dirinya sangat lelah karena dari pagi sampai sore ia berkerja tanpa henti dan belum ada makanan yang masuk ke perutnya.


Tak lama Chloe sudah menyelesaikan pekerjaannya. Kemudian ia pun makan dengan lahap karena lapar, meski hanya nasi dan sayur kangkung saja tapi Chloe bersyukur karena bisa makan.


"Chloe" teriak Laura dengan suara kencang.


"Iya mom" ucap Chloe sambil berlari sambil mengunyah makanan.


"Lama banget sih!" bentak Laura.


"Maaf mommy tadi Chloe lagi makan"


"Alasan aja kamu"


"Maaf mom"


"Kamu pergi ke supermarket depan beli buah-buahan segar" ucap Laura sambil memberikan uang Rp.200.000.


Chloe pun mengambilnya dan langsung pergi ke supermarket di depan jalan. Sampai disana Chloe langsung mengambil troli dan mencari tempat buah-buahan. Setelah mengambil semua buah yang segar Chloe pun berlalu pergi ke kasir.


Brak.......


Bunyi 2 troli bertabrakan, orang di depan Chloe seketika meminta maaf karena tidak melihat jalan dengan benar.


"Maaf ya dek"


"Iya ngak apa-apa mbak"


"Loe" teriak orang tersebut dengan kencang.


Chloe melihat orang didepannya dan seketika ia ingat siapa wanita di depannya. Entah kenapa perasaannya tidak mau melihat wanita itu berlama-lama, dirinya masih sakit hati dengan kejadian waktu itu.


"Tunggu " ucap wanita tersebut.


"Ada apa mbak" ucap Chloe dengan datar.


"Ada yang mau gue ngomongin sama loe"


"Gue ngak punya waktu" ucap Chloe dengan ketus.


"Please 5 menit aja" pinta wanita tersebut dengan memohon.


Akhirnya Chloe mengangguk kepalanya menyetujui. Mereka kemudian membayar belanjaan mereka di kasir dan pergi ke kursi di depan supermarket untuk mengobrol.


"Maaf" ucap wanita tersebut.


"Maaf untuk apa?" tanya Chloe dengan bingung.


"Maaf untuk kejadian waktu itu"


"Bukannya masalah itu sudah berlalu"


"Tapi karena gue hubungan kalian berakhir"


"Tenang saja gue ngak ada hubungan dengan pria itu dan loe bisa membesarkan bayi kalian bersama" ucap Chloe dengan tegas.


Entah kenapa dadanya sangat sakit ketika mengatakan hal tersebut. Chloe menahan rasa sakit dihatinya saat harus mengingat nama Xavier yang sudah 2 minggu di pikirannya.


"Gue ngak hamil dan waktu itu gue taruhan dengan teman-teman gue jika gue bisa membuat kalian bertengkar hebat maka gue akan mendapatkan mobil Ferrari" ucap wanita itu panjang lebar.


Deg..........deg..........deg.........


Jantung Chloe berdebar kencang mendengar penjelasan wanita di depannya. Chloe mengingat perkataan Xavier waktu itu yang menjelaskan kalau dirinya tidak mengenal wanita ini.


"Jadi apa loe dapatin mobil itu?" tanya Chloe dengan marah.


Wanita itu hanya diam dan tidak berkata apa-apa. Melihat hal itu Chloe tertawa kencang karena perempuan di depannya ia sampai mengatakan kata-kata menyakitkan pada Xavier.


Ya Tuhan apa yang harus gue perbuat sekarang, kenapa waktu itu gue ngak mau dengar penjelasannya, batin Chloe merasa frustasi.


"Sekali lagi gue minta maaf"


"Apa mbak pikir maaf bisa menyelesaikan semuanya gue kecewa sama mbak masih ada orang yang ngak punya hati kayak mbak ini"


"Iya gue tahu salah makanya gue minta maaf" ucap wanita tersebut.


"Semoga mbak ngak akan rasa apa yang gue rasa saat ini" ucap Chloe dengan marah.


Chloe langsung pergi meninggalkan wanita itu disana, selama perjalanan pulang Chloe merasa sangat menyesal dan frustasi.


"Kenapa gue bodoh banget sih apa yang harus gue lakuin" ucap Chloe dengan rasa bersalah.


...❄❄❄❄❄...


To be continue.....


Jangan lupa vote dan tinggalkan jejak sebanyak-banyaknya ya guys😘❀