
π»Sembunyikan sedih dan lukamu dalam doa dan biarlah Allah yang bertindak memberimu kebahagianπ»
.
.
.
.
Setelah kepergian Thomas yang pergi ke rumah sakit lebih dulu, Albert menunggu Xavier agar berangkat ke sana. Chloe yang ingin ikut dilarang oleh sang suami.
"Besok baru kamu ikut jenguk Kevin ya sayang" ucap Xavier sambil mengelus pipi Chloe.
"Tapi kenapa sayang" ucap Chloe dengan muka cemberut.
"Musuh aku belum tertangkap sayang dan aku tidak mau kalian berdua kenapa-napa" ucap Xavier memberi penjelasan kepada istrinya.
Chloe memikirkan ucapan suaminya yang memang saat ini tidak aman, ia akhirnya mengangguk kepala tanda mengerti. Xavier lalu mencium b***r sang istri dengan lembut tak lupa kening dan perutnya.
"Jaga diri kamu sayang" ucap Chloe.
"Sure baby" (pasti sayang)
Xavier lalu pergi bersama dengan Albert tak lupa memberi perintah kepada pak Max dan Mike menjaga istri dan calon anaknya. Saat ini musuhnya belum mengetahui jika ia telah menikah jadi ia harus selalu waspada.
Di dalam mobil suasana yang tadi hangat saat di mansion berubah seketika. Albert dan sopir menelan salivanya dengan kasar merasakan aura sang bos.
"Bagaimana bisa Kevin kecelakaan" ucap Xavier dengan suara dingin.
"Kata pengawal Kevin saat mereka tiba di RS ada yang menelpon Kevin tapi tidak ada suaranya. Saat itu dokter Susi sudah pamit terlebih dahulu dan anak buah kita diminta Kevin untuk tak mencolok, saat Kevin mau masuk ke rumah sakit tiba-tiba ada mobil melaju dengan kencang lalu menabrak Kevin saat itu juga bos"
"Sial apa kita tidak bisa menculik bajingan itu saat ini juga!" bentak Xavier.
"Tidak bos karena bajingan itu ternyata membayar mahal perwakilan Italia yang datang mengikuti event politik bersama rombongan polisi Italia bos, makanya polisi disini turun tangan langsung menjaga mereka semua"
Xavier diam dan berpikir tentang semua yang barusan terjadi. Ia yakin ini adalah salah satu siasat nenek tua itu untuk memancingnya keluar dari zonanya saat ini.
"Jangan buat pergerakan apapun dari pihak kita" ucap Xavier dengan suara dingin.
"Tapi bos"
"Jika kita keluar sekarang maka mereka akan masuk dengan mudah karena pertahanan kita lemah" ucap Xavier sambil tersenyum menyeringai.
Albert seketika mengerti maksud dari Xavier. Ia tersenyum penuh arti setelah mengetahui rencana sang bos yang memberikan mangsa mereka umpan balik.
"Aku setuju dengan ide itu bos"
"Yeah kita tunggu saja tanggal pertunjukan buat mereka" ucap Xavier sambil tertawa cemooh.
Albert mengangguk kepalanya menyetujui ucapan dari sang bos barusan.
Kita lihat siapa yang akan masuk ke dalam perangkap siapa lebih dulu, batin Albert sambil tersenyum sinis.
"Perintahkan Mike jangan biarkan siapa pun masuk ke mansion" ucap Xavier dengan suara dingin.
"Baik bos"
Albert lalu menghubungi Mike dan memberinya perintah sesuai instruksi sang bos. Tak lama mobil mereka sampai di rumah sakit Wesly dikawal 4 mobil pengawal.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
~ RS Wesly ~
Jajaran direksi rumah sakit berdiri di depan lobby menunggu kedatangan pemilik rumah sakit. Xavier turun setelah pintu dibukakan oleh Albert.
Ia berjalan dengan langkah tegap dan tatapan datar ke arah depan. Semua hormat dan sapaan diacuhkannya dan berlalu menuju ruang operasi, sampai disana ia melihat Thomas dan 5 anak buahnya berdiri di depan pintu operasi.
"Selamat datang bos" ucap mereka semua serentak.
"Bagaimana" ucap Xavier dengan suara dingin.
"Kevin masih di operasi bos" ucap Thomas dengan khawatir.
"Heemmmmm"
Selang 5 menit pintu ruangan operasi di buka dan keluarlah dokter. Xavier menatap dokter tersebut dengan tatapan tajam meminta penjelasan mengenai operasi Kevin.
"Operasi dokter Kevin berjalan dengan lancar dan tidak ada cidera serius di tubuhnya hanya luka lecet di bagian luar dan juga dokter Kevin mengalami patah tulang di bahu kirinya" ucap sang dokter.
"Apa bahunya bisa sembuh dok?" tanya Thomas.
"Bisa tuan dan butuh waktu sekitar 2 bulan untuk sembuh total"
"Baiklah dok"
"Iya tuan kalau begitu saya permisi"
"Iya dok" ucap Thomas.
Kevin lalau dipindahkan ke ruang nginap di lantai 6 ruang VVIP. Xavier dan lainnya masuk ke dalam ruang rawat Kevin dan melihat Kevin dengan tatapan sedih.
"Akan ku balas mereka" gumam Xavier dengan emosi.
"Cepatlah sembuh brother" ucap Thomas dengan sedih.
"Siapkan keberangkatan kita minggu depan" ucap Xavier dengan aura dingin.
"Apa kita akan pulang ke rumah bos" ucap Albert.
"Heemmmmm"
"Baiklah bos" ucap Albert.
"Albert perketat penjagaan mansion 3x lipat karena aku yakin bajingan itu akan mencoba mencelakai istriku" ucap Xavier dengan suara dingin.
"Baik bos" ucap Albert dengan wajah dingin.
Albert lalu mengambil hpnya dan menghubungi Mike yang berada di mansion. Pada dering kedua Mike segera menjawab panggilan dari sang bos.
"Halo bos"
^^^"Perketat penjagaan mansion tambah 3 x lipat"^^^
"Baik bos"
^^^"Jangan biarkan orang asing masuk ke mansion dengan alasan apapun"^^^
"Baik bos"
^^^"Lindungi nyonya jangan sampai ada kesalahan Mike"^^^
"Iya bos"
^^^"Heeemmmm"^^^
Albert lalu mematikan panggilannya sepihak tanpa menunggu jawaban dari Mike. Ia lalu pamit ke perusahaan karena harus mengerjakan pekerjaannya sebelum pulang kembali ke California.
~ Mansion Xavier ~
Setelah kepergian suaminya Chloe duduk di lantai dua sambil mengingat semua cerita masa lalu sang suami dan Albert. Chloe tak menyangka jika keluarga sang mommy sangat kejam dan tak berperasaan.
"Kenapa mereka tega memperkosa anak yang masih sangat kecil" gumam Chloe dengan wajah sendu.
Tak lama Chloe mengadarkan pandangannya ke taman belakang mansion dari lantai dua. Chloe lalu menangkap ada pergerakan aneh dari balik pagar di sebelah kanan.
Chloe tahu jika dibelakang sana ada gerbang belakang khusus para pelayan dan pengantar barang. Ia lalu memanggil pak Max dengan cepat.
"Pak Max" ucap Chloe dengan suara tinggi.
"Iya nyonya" ucap pak Max berlari cepat ke arah sang nyonya.
"Panggilkan Mike sekarang" ucap Chloe tapi masih mengadarkan pandangannya ke arah belakang.
"Baik nyonya"
Pak Max lalu menyuruh pelayan untuk memanggil Mike segera menghadap ke Chloe. Tak berselang lama Mike datang dengan wajah dingin dan datar.
"Ada yang bisa saya bantu nyonya" ucap Mike sambil menunduk.
"Mike kamu coba cek di pintu pagar belakang karena tadi aku lihat ada pergerakan aneh dari luar pagar" ucap Chloe dengan cepat.
"Baik nyonya"
Mike segera berbicara kepada anak buahnya untuk mengecek keadaan pagar belakang. Meski pagarnya sangat tinggi tapi masih bisa dilihat dari lantai dua.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
"Bos tidak ada apa-apa disana" ucap salah satu anak buah Mike.
Mike yang tidak puas segera menuju ke ruang pengawas. Sampai di dalam ia menghidupkan cctv yang tersembunyi di halaman belakang dan terkejut melihat ada mobil sedan yang mengawasi keadaan mansion.
"Sial kita kecolongan" ucap Mike dengan suara tinggi.
"Apa yang harus kita lakukan bos"
"Perketat penjagaan mansion dan cek setiap pelayan yang masuk keluar dari depan maupun belakang mansion"
"Baik bos"
Mike lalu mengamati cctv ulang untuk mencari tahu identitas orang yang berada di dalam mobil tersebut. Mike tersenyum sinis mendapati wajah orang yang tak asing untuknya.
"Ternyata itu kamu bajingan" ucap Mike dengan senyuman sinis.
Mike lalu mengambil hpnya untuk memberi kabar kepada Albert. Albert yang berada di perusahaan segera menjawab panggilan dari Mike.
"Ada apa"
^^^"Bajingan itu sudah mengawasi mansion bos dan barusan nyonya melaporkan ada pergerakan aneh di gerbang belakang mansion bos"^^^
"Lalu"
^^^"Sesuai perkiraan kita bos bajingan itu yang mengawasi gerbang belakang dan tertangkap kamera"^^^
"Sialan" bentak Albert dari seberang.
^^^"Apa yang harus kami lakukan bos"^^^
"Jangan biarkan nyonya keluar sendiri. Perketat penjagaan dan periksa setiap pelayan dan pengawal yang masuk keluar" ucap Albert dengan suara dingin.
^^^"Baik bos"^^^
Albert lalu mematikan panggilannya sepihak. Mike segera menyuruh anak buahnya untuk berjaga di sekitar sudut mansion, tak lupa ia menyuruh memeriksa semua pelayan dan pengawal ulang.
"Iya tuan Mike"
"Jangan biarkan nyonya sendirian dan keluar dari mansion"
"Apa ada yang aneh di belakang mansion"
Mike menganggukkan kepalanya sebagai jawaban, mereka takut sebelum mengecek kembali identitas pelayan mereka harus selalu waspada takut ada penyusup.
Pak Max yang mengerti isyarat dari Mike mengangguk kepalanya tanda mengerti. Ia lalu naik ke lantai dua membawa nampan makanan buat sang nyonya.
"Pak Max bagaimana dengan informasi yang aku sampaikan tadi" ucap Chloe.
"Tuan Mike masih mengecek cctv nyonya"
"Heemmmm"
~ Wesly Hospital ~
Xavier membanting barang yang ada di dalam ruang rawat Kevin karena emosi. Setelah mendapat kabar dari Albert ia sangat emosi ingin menghabisi musuhnya itu.
"Thomas kirim Kevin duluan ke California" ucap Xavier dengan aura membunuh.
"Baik bos" ucap Thomas.
Thomas lalu pergi keluar ingin berdiskusi bersama dokter sebelum mengirim Kevin ke California. Xavier duduk di sofa sambil menatap tajam wajah orang yang mengintai belakang mansionnya.
"Akan ku hancurkan kamu jika menyentuh milikku" ucap Xavier dengan suara tinggi.
Setelah berkonsultasi dengan dokter dan mendapat ijin, Thomas segera menyiapkan keperluan Kevin dan menyuruh para pengawal untuk mengawal Kevin sampai ke rumah sakit pusat di California.
Thomas dan Xavier lalu meninggalkan rumah sakit setelah semua urusan Kevin selesai. Di tengah jalan tiba-tiba hpnya berbunyi tanda panggilan masuk dari sang istri.
"Halo sayang"
^^^"Iya baby"^^^
"Apa kamu sudah pulang hubby"
^^^"Heemmmm"^^^
"Kalau begitu tolong kamu belikan aku rujak ya sayang"
^^^"Minta chef untuk membuatnya baby"^^^
"Tapi aku pengen yang pinggiran jalan sayang"
^^^"Huh! Baiklah"^^^
"Terima kasih sayang bye"
Xavier menatap hpnya dengan senyuman, ia lalu menyuruh Thomas untuk mencari pedagang rujak seperti pesanan sang istri.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
~ RH Hospital ~
Setelah sadar Queen hanya diam dan tidak berbicara satu kata pun. Terkadang ia tertawa dan berteriak seperti orang gila.
Orang tuanya hanya bisa menangis melihat keadaan Queen yang hancur seperti ini. Laura memikirkan nasib keluarganya yang hancur tak seindah dulu.
"Ini semua gara-gara anak pembunuh itu" ucap Laura dengan emosi.
"Kita harus membalaskan semua dendam kita kepada anak itu" ucap Adam dengan emosi.
"Ya aku setuju" ucap Laura.
Keduanya lalu merencanakan untuk menghubungi Chloe lewat Kenan keponakannya. Mereka tahu jika Kenan dan keluarganya sangat menyayangi Chloe seperti keluarga mereka sendiri.
"Besok kita ke rumah Kenan sayang dan berpura-pura meminta maaf" ucap Adam.
"Heemmmm"
Tak lama pintu ruangan nginap Queen terbuka dan masuklah Steven. Meski ia kesal kepada kedua orang tuanya tapi ia masih sangat mengkhawatirkan keadaan adiknya.
"Buat apa kamu kesini" ucap Adam dengan suara dingin.
"Aku kesini buat jenguk adik aku" ucap Steven tak kalah dingin.
"Ckk! Apa kamu puas melihat adikmu yang sekarang sudah seperti orang gila" ucap Laura.
"Apa maksud mommy?" tanya Steven dengan bingung.
"Karena kejadian itu saat adikmu sadar ia berteriak seperti orang gila bahkan terkadang dia hanya diam dan menatap dengan tatapan kosong seperti orang mati" ucap Laura dengan suara tinggi.
"Apa" ucap Steven dengan kaget.
Steven melihat Queen yang tertidur saat ini dengan perasaan sedih. Ia tak menyangka sang adik akan mengalami hal seperti ini.
"Orang yang kamu bela-belain itu adalah penyebab dari semua ini" ucap Adam.
"Cukup daddy apa kalian tidak lihat jika ini semua karma untuk keluarga kita" ucap Steven dengan suara tinggi.
"Karma kamu bilang! Apa kamu tega lihat adikmu yang sudah menjadi orang gila dan bahkan daddymu masih merasakan sakit setiap kali akan tidur!" bentak Laura.
Steven melihat sang daddy dengan tatapan sedih tak mengetahui jika sang daddy masih merasakan sakit yang sama. Ia lalu memeluk Adam dan menangis tak kuasa menahan kesedihannya.
"Apa sangat sakit daddy" ucap Steven.
"Lebih dari yang kamu bayangkan" ucap Adam.
"Kita periksa ke dokter apa masalahnya" ucap Steven dengan suara tegas.
"Tidak perlu karena kata dokter tubuh daddy kamu itu sehat tidak ada masalah apapun" ucap Laura.
"Bagaimana bisa" ucap Steven dengan bingung.
"Hanya daddy yang tahu racun apa yang mereka berikan saat daddy sekarat waktu itu" ucap Adam dengan emosi.
"Sebelumnya Steven mau tanya siapa dalang dari penyiksaan yang daddy alami waktu itu" ucap Steven dengan tatapan tajam.
"Chloe" ucap Adam dengan suara serak dan tatapan emosi.
Steven kaget tak menyangka jika Chloe akan berbuat hal seperti itu untuk sang daddy.
Sepertinya aku harus meminta maaf kepada Chloe dan meminta penawar racun yang ia beri ke dalam tubuh daddy, batin Steven.
Laura dan Adam berpikir jika anak mereka sudah kembali dendam dengan Chloe. Tapi ternyata pikiran mereka salah karena saat ini Steven sedang berpikir bagaimana bisa bertemu dengan Chloe.
~ SR Company ~
Saat ini Sean tengah memeriksa berkas-berkas perusahaan dengan teliti. Tak lama pintunya dibuka dengan kasar oleh Denis.
"Apa loe ngak punya sopan santun" ucap Sean dengan tatapan dingin.
"Kenapa kakak beli mobil itu sih" ucap Denis dengan kesal.
"Itu hak gue urusan sama loe apa" ucap Sean dengan sombong.
"Tapi kakak kan tahu gue itu pengen banget mobil itu" ucap Denis dengan kesal.
"Kalau loe mau ya beli sana" ucap Sean dengan santai.
"Gue ngak punya uang segitu banyak ka" ucap Denis dengan raut sedih.
"Kerja yang rajin biar dapat uang banyak" ucap Sean sambil tersenyum mencemooh.
Melihat senyuman sepupunya semakin membuat Denis kesal, ia lalu pergi meninggalkan Sean dengan perasaan kesal.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
Melihat hal tersebut Sean tak perduli dan kembali melanjutkan pekerjaannya. Tiba-tiba hpnya berbunyi panggilan masuk dari sang papa.
^^^"Ada apa pa"^^^
"Kamu lagi dimana son"
^^^"Dikantor memangnya jam segini mau dimana pa" ucap Sean dengan kesal.^^^
"Papa pikir kamu lagi senang-senang sama wanita penghibur"
^^^"Cih! Dasar penganggu" ucap Sean dengan suara pelan.^^^
"I hear that son"
^^^"Heemmmm"^^^
"Papa dengar semalam keluarga mantan istrimu ke mansion"
^^^"Seperti yang papa dengar"^^^
"Cih! Dasar keluarga menjijikan apa mereka pikir kita dalangnya"
^^^"Heemmmm"^^^
"Jangan biarkan mereka ke sana lagi son apa lagi mendekati cucuku"
^^^"Ya aku tahu pa"^^^
"Good, jaga cucu papa dengan baik"
^^^"Iya pa"^^^
Sean segera mematikan panggilannya sepihak. Ia mengingat perkataan papanya yang mengenai wanita penghibur, ia akui setelah bercerai Sean seakan melampiaskan emosinya kepada wanita malam dan mengurus musuh-musuhnya.
"I miss you Chloe" ucap Sean sambil memandang foto Chloe di bingkai bersebelahan dengan foto Ares.
Sean sering kali mengingat kenangan manis mereka saat dulu, ia sangat ingin bertemu dengan Chloe saat ini tapi takdir seakan mempermainkannya.
Sean lalu memanggil Dimas untuk membawa seorang wanita penghibur ke hotelnya. Sampai disana ia segera melepaskan hasratnya dengan wanita penghibur itu dengan kasar.
Sean selalu membayangkan jika wanita dibawahnya adalah Chloe, dan saat mencapai pelepasan hanya nama Chloe yang disebutnya. Selesai ia pergi meninggalkan wanita itu dengan tak berperasaan.
Hidupnya sudah hancur tidak ada lagi yang baik untuknya. Hatinya hancur berkeping-keping jika mengingat kebodohannya di masa lalu.
"Sepertinya semesta sedang menghukumku akan perbuatan masa laluku" ucap Sean dengan tatapan sedih.
...βββββ...
To be continue...............
Jangan lupa vote, like, dan komen yang sebanyak-banyaknya ya guysπβ€