Heartless

Heartless
Episode 75



🌻Seseorang yang dengan tulus ikhlas bersabar akan mendapat sukacita yang besar🌻


.


.


.


.


Sepulang dari taman Mira mengajak Chloe untuk bermalam di apartemennya. Chloe yang awalnya tidak mau akhirnya luluh melihat wajah teman barunya yang terlihat sedih.


Sampai di apartemen Mira mereka langsung membersihkan diri. Chloe melihat sekeliling ruang apartemen Mira yang tidak terlalu besar bahkan apartemen miliknya lebih besar dari Mira.


"Kenapa loe milih tinggal disini?" tanya Chloe saat Mira baru keluar dari kamar mandi.


"Karena tempat ini yang paling murah dan juga dekat sama kampus kita" ucap Mira sambil mengeringkan rambutnya yang sebahu.


Chloe hanya mengangguk kepala mendengar perkataan Mira. Tak lama keduanya pun memasak makanan Indonesia karena sudah lama tidak merasakan masakan Indonesia.


Karena keduanya pintar memasak akhirnya mereka memutuskan membuat makanan dua macam. Chloe membuat nasi goreng sedangkan Mira membuat ayam penyet khas Bandung.


"Makanan kesukaan loe apa Chloe?" tanya Mira disela-sela memasak.


"Gue apa aja yang penting bebas racun" jawab Chloe.


"Kalo gue sih bakso tahu tulen, seblak, sama nasi kalong"


"Nasi kalong yang gimana tuh?"tanya Chloe karena baru pertama kali mendengar nama makanan itu.


"Ya ampun Chloe masa nasi kalong loe ngak tahu sih"


"Iya beneran ngak tahu gue" ucap Chloe dengan serius.


"Itu yang nasinya ada beraneka ragam lauk yang menemaninya, nah uniknya itu nasinya berwarna hitam jadi mirip sama kalong yang artinya kelelawar" ucap Mira menjelaskan kepada Chloe.


"Berarti nasinya pakai daging kelelawar dong" ucap Chloe dengan kaget.


"Astaga Chloe ngak gitu juga kali atuh neng. Itu hanya perumpamaan aja karena nasi kalong itu jualnya cuma malam hari kayak kelelawar yang keluar malam hari aja atuh neng" ucap Mira sambil menggelengkan kepalanya.


"Oh" ucap Chloe dengan datar.


"Btw, minta no hp loe dong"


"Gue ngak punya hp" ucap Chloe dengan wajah datar.


"Sumpah beneran loe" teriak Mira karena kaget.


"Heeeeemmmmm"


"Baru kali ini gue lihat orang yang kuliah di kampus bergengsi ngak punya handphone"


"Emang ada peraturannya"


"Ngak ada sih cuma kaget aja tahu" ucap Mira sambil cekikan.


Setelah itu mereka pun langsung menyantap makanan yang sudah selesai dimasak. Mira sangat memuji masakan Chloe yang sangat enak begitu pun dengan Chloe.


Setelah selesai makan Mira mengajak Chloe untuk membuat video tik-tok yang saat ini sangat trending. Keduanya tertawa melihat aksi mereka yang sangat konyol dan kaku saat bergoyang.


"Sumpah lucu banget video kita" ucap Mira sambil tertawa.


"Hapus aja deh video itu"


"Biarin biar jadi kenang-kenangan"


"Terserah loe aja"


"Oh ya besok ada seminar umumkan?" tanya Mira yang ingat ada pesan masuk di grup kelasnya.


"Ngak tahu gue"


"Nih ada pengumuman di grup kelas katanya besok semua mahasiswa di wajibkan ikut dan kegiatan perkuliahan ditiadakan"


"Heeemmmm"


"Wow! Pembicaranya itu seorang trilioner muda di Amerika dan bahkan perusahaannya itu no.1 di dunia" ucap Mira dengan takjub melihat data pembicara seminar buat besok.


"Siapapun yang jadi pembicaranya sama aja buat gue" ucap Chloe dengan malas.


"Tapi ganteng loh orangnya" ucap Mira sambil memperlihatkan wajah pembicara besok.


"Malas gue lihatnya udah ngantuk gue" ucap Chloe yang sudah menutup matanya.


Mira hanya mengangguk kepalanya dan mengajak Chloe untuk tidur karena sudah jam 23:30 malam. Karena kelelahan mereka berdua pun terlelap dengan cepat.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


~ Jakarta, Indonesia ~


Sama halnya dengan Chloe yang sudah berkuliah ternyata Sinta dan Queen juga sudah berkuliah. Mereka kuliah di tempat yang sama yaitu di Universitas Indonesia hanya berbeda jurusan.


Sinta mengambil jalur pendidikan fakultas kedokteran sedangkan Queen memilih jalur FEB atau fakultas ekonomi dan bisnis. Saat mau masuk kuliah sebenarnya Queen ingin kuliah di London.


Tapi ia tiba-tiba memilih untuk kuliah di Indonesia karena mendengar Sean yang sudah pulang ke Indonesia dan berkuliah di Jakarta. Tak mau membuang kesempatan dirinya pun bertanya kepada Maya ibu Sean tempat kuliah Sean saat ini.


Maya mengatakan jika sekarang Sean berkuliah di UI dan mengambil jurusan ekonomi dan bisnis. Hal itu yang membuat Queen untuk memilih fakultas yang sama dengan Sean.


Queen awalnya tampak marah melihat Sinta yang juga berkuliah disini, tapi seketika ia merasa sangat senang karena Sinta mengambil jurusan kedokteran. Dan otomatis gedung fakultasnya berbeda dengan dirinya.


"Ka Sean" ucap Queen yang baru datang dan mendapati Sean yang baru tiba juga di parkiran kampus.


"Heeeemmm" deham Sean dengan datar.


Melihat hal itu Queen tersenyum masam karena diabaikan oleh Sean. Tapi ia tidak mau menyerah untuk mendekati Sean terus.


"Kakak kuliah disini juga?" tanya Queen dengan lembut.


"Iya" ucap Sean dengan dingin.


"Jurusan apa ka"


"FEB" ucap Sean singkat.


"Wah berarti sama dong sama aku"


"Heeemmm"


"Ka masih mikirin Chloe ya" ucap Queen dengan sengaja.


Mendengar nama Chloe disebut seketika Sean berhenti. Dadanya terasa sesak dan sakit mendengar nama gadis yang sangat dicintainya tapi semua itu sudah berakhir sekarang.


"Bukan urusan loe" ucap Sean sambil berlalu pergi.


"Dasar gadis pembawa sial" gumam Queen dengan muka merah padam menahan emosi.


Banyak mahasiswa yang melihat Queen disana tapi ia abaikan saja. Ia tidak perduli dengan tatapan atau perkataan orang lain karena ia merasa dirinya yang paling berkuasa disini.


Tanpa Queen sadari ternyata ada salah satu mahasiswa yang memfoto dirinya dari tadi. Ia adalah teman sekelas Queen yang bernama Henki Baskoro, dia sudah sangat terobsesi dengan Queen saat pertama kali melihat Queen.


"Loe cantik banget hari ini sayang" ucap Henki sambil melihat foto yang barusan diambilnya.


~ RM Group ~


Saat ini pemimpin dari RM Group sedang melakukan meeting penting dengan RH Company. Mereka adalah Adam Rosemary dan Riko Rahardian, keduanya sedang membahas projek besar yang akan dilakukan tahun ini.


"Jadi bagaimana dengan proposal kami pak Riko" ucap Adam dengan tegas.


"Proposal ini sangat menjanjikan dan saya sangat suka sekali dengan ide-ide tentang rancangan area mall ini" ucap Riko sambil melihat rancangan proposal tersebut.


"Terima kasih pak Riko sebenarnya itu adalah ide dari putra saya" ucap Adam dengan sombong.


"Wah ternyata pak Adam sangat beruntung memiliki anak yang jenius"


"Ya saya sangat beruntung pak Riko" ucap Adam sambil tertawa.


Mereka kembali membicarakan isi dari proposal itu dan akhirnya saling berjabat tangan untuk mulai kerja sama mereka dari sekarang. Riko dan asistennya serta sekretarisnya pun pamit pergi.


Selepas mengantar Riko dan rombongannya Adam kembali ke ruangannya dengan wajah berseri. Saat masuk ia langsung memeluk sang istri yang sedang duduk di sofa ruangannya.


"Mom daddy berhasil" ucap Adam dengan bahagia.


"Yang benar dad" ucap Laura dengan wajah bahagia.


"Iya mom"


Laura pun tertawa senang dan bahagia karena suaminya berhasil membuat kerja sama dengan perusahaan terbesar di Indonesia dan Asia.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Di belahan dunia yang lain Chloe terbangun dengan keringat yang sangat banyak. Mimpi itu setiap malam akan datang dalam tidurnya.


Chloe melihat jam di atas meja menunjukan pukul 02:00 dini hari. Ia sudah tidak bisa tidur lagi, takut membangunkan Mira Chloe pun bangun dan berjalan ke sofa dekat jendela.


Ia duduk disana dan melihat pemandangan malam hari di kota California. Chloe mengingat akan kenangannya setahun yang lalu, dan karena hal itulah yang membuatnya trauma dan menjadi orang yang sangat dingin.


"Kuatkanlah hamba-Mu ini ya Tuhan" ucap Chloe dengan sendu.


Waktu berlalu dengan cepat tak terasa sudah jam 05:30 pagi. Chloe membuat sarapan untuk dirinya dan Mira setelah itu ia menaruh di kotak makan untuk di makan di apartemennya.


Melihat temannya yang masih nyenyak Chloe tidak ingin membangunkannya. Chloe mengambil kertas dan bolpoin kemudian menulis pesan untuk Mira dan menaruhnya di samping sarapan yang sudah dibuatnya.


Chloe pun bergegas pulang ke apartemennya yang hanya berjarak beberapa blok dari apartemen Mira. Saat tiba di apartemennya Chloe segera membersihkan apartemennya dan mencuci pakaiannya.


Tepat pukul 08:00 Chloe pun membersihkan tubuhnya dan bersiap-siap ke kampus. Hari ini penampilannya sangat kasual dan santai.


Chloe memakai jeans panjang warna hitam di padukan dengan kemeja biru dongker yang sebelahnya di masukan dalam celana dan sebagiannya dibiarkan menggantung.


2 kancing atasnya dibuka sehingga menampilkan tulang lehernya yang indah, tak lupa ia mengikat tinggi rambutnya menjadi satu. 1 kata untuk penampilan Chloe saat ini yaitu cantik.


Melihat jam sudah menunjukan pukul 09:00 tepat Chloe langsung menyantap sarapannya dan bergegas mengambil tasnya dan berangkat ke kampus. Sampai kampus ternyata ia melihat para mahasiswi disana hari ini tampil dengan wajah yang dipoles make up sangat tebal.


"Cih! Muka mereka seperti badut" ucap Chloe dengan bahasa Indonesia agar tidak ada yang mengerti.


Saat sedang berjalan Chloe melihat Mira yang sedang berbicara dengan seorang temannya yang juga satu kelas dengan mereka.


"Chloe sini" panggil Mira setelah melihat Chloe.


Sampai disana Chloe melihat seorang pemuda dengan kaca mata tebal tapi wajahnya cukup imut. Ia seperti orang yang sengaja menutup wajah aslinya dibalik kaca mata tebal tersebut.


"Chloe thanks ya buat sarapannya dan kenalin ini Julian teman sekelas kita" ucap Mira dengan senyum manis.


"Hay aku Julian" ucap Julian sambil menyodorkan tangannya.


"Heemmm! Chloe" ucap Chloe dengan dingin tanpa membalas uluran tangan Julian.


Melihat hal itu Julian pun sedikit kikuk dan merasa sangat malu. Mira menyenggol Chloe tapi Chloe hanya diam saja dan menampilkan wajah dinginnya.


"Sorry Julian, Chloe orangnya kayak gitu tapi sebenarnya dia baik kok"


"Iya santai aja kok" ucap Julian dengan senyum manis.


Mereka bertiga akhirnya memilih untuk mengobrol di taman sambil menunggu waktu seminar. Tak lama karena asyik bercerita mereka bertiga seakan sudah kenal lama dan saling melempar candaan.


Chloe yang banyak diam hanya sesekali membalas perkataan dua orang di depannya. Tak lama sebuah mobil limousine mewah memasuki area kampus dengan diikuti 5 mobil mewah dari belakang dan depan.


Semua mata tertuju pada mobil yang baru masuk itu tapi tidak dengan Chloe yang merasa risih melihat hal itu. Tak lama seorang pemuda tampan dengan wajah dingin keluar dari limousine tersebut.


Selang 5 menit seorang pemuda tampan bak dewa yunani keluar dari mobil dan di sambut oleh jajaran petinggi dan pemilik kampus.


Teriakan histeris kebanyakan datang dari kaum hawa. Melihat hal itu Chloe semakin risih dan mengambil headset dan memakainya. Mira dan Julian yang melihat kelakuan Chloe hanya menggelengkan kepala mereka.


Tepat pukul 09:40 mereka bertiga segera masuk ke auditorium untuk mengikuti seminar hari ini. Sampai di dalam ketiganya sangat kaget karena ribuan mahasiswa sudah berada di dalam sana.


"Wah kayak lautan manusia ya" ucap Julian dengan kaget.


"Baru pertama kali aku lihat manusia sebanyak ini" ucap Mira ternganga.


"By the way kita tidak dapat kursi kayaknya" ucap Chloe sambil melihat samping kiri dan kanan.


Julian dan Mira pun sontak melihat ke semua arah mencari kursi kosong. Tak lama Julian pun mengajak mereka ke lantai dua karena disana masih ada kursi yang kosong.


Beruntung ketiganya mendapat kursi tepat di deretan depan dilantai dua. Chloe duduk paling ujung di samping jalan keluar diikuti Mira yang ditengah dan Julian di samping Mira.


Tak lama para petinggi kampus masuk bersama dengan 4 orang tamu yang sangat dihormati. Chloe melihat salah satu tamu penting yang berjalan di depan dengan tatapan seakan kenal dengan pria tersebut.


Tak lama pemilik kampus naik ke podium dan membuka acara seminar tersebut.


"Untuk mempersingkat waktu saya memberi kesempatan kepada Mr. Xavier Arthur Wesly untuk naik ke atas podium"


Riuh tepuk tangan menggema di auditorium tersebut, langkah kaki pria tersebut sangat indah untuk dilihat dan aura wibawa dan kepemimpinan sangat terasa dalam auditorium tersebut.


Deg...............


Tubuh Chloe seketika menegang mendengar nama orang tersebut dan wajah pria yang selalu ada di pikirannya.


"Xa...v....ier" ucap Chloe gugup dengan suara yang sangat pelan dan tanpa sadar air matanya jatuh.


...❄❄❄❄❄...


To be continue.......


Jangan lupa vote dan tinggalkan jejak ya guys😘❀