Heartless

Heartless
Episode 198



🌻Belajarlah untuk sabar dalam segala hal karena sesuatu yang indah itu butuh proses🌻


.


.


.


.


Pikiran Xavier sudah berkelana kemana-mana saat melihat baju Chloe yang berlumuran d***h. Dia menatap sang istri dengan tajam dari kaki sampai ke kepala.


"Sayang kamu kenapa apa yang terjadi sama kamu?" tanya Xavier dengan khawatir.


Chloe hanya diam menatap sang suami dengan kesal. Pasalnya yang harus bertanya disini itu dia bukan malah Xavier yang harus membordirnya dengan pertanyaan.


"Apa yang terjadi sama kamu hubby" ucap Chloe dengan tegas sambil bersedekap tangan di dada.


Xavier mendadak melihat istrinya dengan tatapan sulit diartikan. Chloe sangat penasaran apa yang sebenarnya terjadi hari ini bahkan perasaannya sedari siang tadi sudah tidak tenang.


"Maaf sayang" ucap Xavier sambil menarik napas dalam.


"Maaf untuk apa apa kamu ada salah" ucap Chloe dengan suara tinggi.


"Maaf karena aku tidak memberi kabar baby" ucap Xavier dengan tulus.


Chloe menarik napasnya dalam untuk menormalkan rasa emosi dan kesal dalam dirinya. Melihat hal tersebut Xavier menarik Chloe ke dalam pelukannya dan membenamkan kepala di perpotongan leher Chloe.


"Apa yang sebenarnya terjadi sayang?" tanya Chloe dengan lembut.


"Hari ini adalah peringatan hari kematian kedua orang tuaku sayang" jawab Xavier dengan suara serak.


Chloe kaget tak menyangka jika hari ini adalah hari kematian mertuanya. Chloe melepaskan pelukannya dan melihat wajah sang suami yang sangat sedih di depannya.


"Kenapa kamu tidak cerita ke aku sayang" ucap Chloe sambil mengelus pipi Xavier.


"Aku tidak mau kamu kepikiran sayang itu berbahaya buat anak kita"


"Jangan bilang kayak gitu sayang biar bagaimanapun masalah kamu juga masalahku karena kita ini suami istri hubby"


"Maaf sudah membuatmu khawatir hari ini sayang"


"Iya aku maafin sayang kamu jangan sedih lagi ya ada aku dan anak kamu disini sayang" ucap Chloe sambil tersenyum manis.


Xavier mencium b***r Chloe dengan lembut menyalurkan rasa cintanya. Entah kenapa kedatangan Chloe saat ini membuat perasaannya lebih tenang tidak seperti tadi.


Xavier mengendong Chloe ke atas ranjang dan menaruhnya dengan hati-hati. Ciuman keduanya lepas saat dirasa pasokan udara mulai menipis, mata Xavier seketika tertuju pada dress Chloe yang penuh dengan d***h.


"Ini kenapa sayang" ucap Xavier sambil menunjuk dress Chloe yang penuh d***h.


"Itu d***h sayang"


"Kamu tidak terlukakan sayang" ucap Xavier dengan panik.


"Aku baik-baik saja sayang"


"Baik gimana sih itu ada d***hnya kenapa kamu bilang baik sayang" ucap Xavier dengan suara tinggi.


"Hubby calm down tenangkan dirimu" ucap Chloe dengan nada tinggi juga.


Xavier seketika diam tidak berbicara lagi, ia tahu jika sang istri yang berbicara dengan nada tinggi tandanya Chloe sudah mulai emosi. Xavier duduk di depan Chloe menunggu jawaban dari Chloe.


Chloe lalu menceritakan kejadian saat ia datang ke markas. Mendengar cerita sang istri Xavier lega karena tahu sang istri tidak kenapa-napa.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


"Syukurlah sayang kamu tidak kenapa-napa baby" ucap Xavier dengan lega.


"Iya hubby tapi aku mau tanya sesuatu sayang"


Xavier mengangkat alisnya sebelah meminta jawaban dari pertanyaan istrinya barusan. Tahu akan sifat sang suami Chloe segera mengutarakan maksudnya.


"Kenapa wajah semua anak buah kamu bahkan Albert babak belur dan banyak sekali lebam sayang" ucap Chloe dengan penasaran.


"Oh itu dipukul" ucap Xavier dengan santai.


Xavier memutar badannya menjadi tiduran di kasur dengan santai. Melihat hal tersebut Chloe menjadi kesal dan ingin memukul kepala suaminya itu.


"Sayang jawab dong jangan santai kayak gitu" ucap Chloe dengan kesal.


"Itu karena mereka lemah makanya saat berlatih tadi mereka dipukul habis-habisan sayang"


"Dipukul sama siapa"


"Aku" ucap Xavier sambil menunjuk dirinya.


"Apa" teriak Chloe dengan suara kencang.


Xavier hanya menatap istrinya dengan santai seperti tidak ada yang terjadi. Chloe sendiri sudah berpikir bagaimana bisa suaminya ini bisa memukul semua anak buahnya sendiri.


"Apa yang kamu pikirkan baby" ucap Xavier sambil menarik Chloe untuk tiduran.


"Katakan yang sejujurnya sayang apa kamu melampiaskan amarah dan sakit hatimu kepada mereka" ucap Chloe dengan suara tegas.


"Heeemmm"


Chloe menarik napasnya dalam karena ia kasihan kepada anak buah Xavier.


Kalian mempunyai bos yang sangat kejam dan tidak berperasaan, batin Chloe.


"Kamu sangat kejam sayang"


"That is me baby"


Xavier lalu menjelaskan semua yang terjadi hari ini kepada Chloe. Awalnya Chloe kaget karena sang suami memang sangat kejam dan tidak berperasaan, tapi ia lebih kaget lagi saat mendengar rencana nenek Esma.


"Jadi kamu bakar perkebunan mereka sayang" ucap Chloe dengan tatapan tajam.


"Itu balasan setimpal untuk orang yang mengusik keluargaku sayang" ucap Xavier dengan tatapan tajam.


"Heemmm! Lalu bagaimana dengan yang orang yang berniat menculikku sayang"


"Mereka semuanya sudah mati sayang bahkan aku mengirim kepala bos mereka kepada nenek tua itu sebagai hadiah"


"Apa" ucap Chloe dengan kaget.


Ia menutup mulut tak menyangka jika Xavier akan berbuat sejauh itu. Ia pikir suaminya hanya memberi pelajaran biasa kepada orang-orang itu tapi ini malah kematian yang mereka dapatkan.


"Apa mereka juga mafia sayang"


"Heeemmmm"


Chloe memikirkan semua yang terjadi kepadanya beruntung ada Xavier yang selalu melindunginya.


Gue beruntung banget punya suami kayak loe, batin Chloe.


Xavier lalu mengajak Chloe untuk mandi bersama karena Chloe tak ingin mencium bau alkohol di tubuhnya. Selama mandi Xavier hanya diam mendengar semua kemarahan sang istri.


"I'm sorry wife" ucap Xavier sambil memeluk Chloe dalam bathup.


"Jangan lakukan itu lagi hubby ingat kesehatanmu sayang" ucap Chloe sambil bersandar di dada Xavier.


"Iya sayang" ucap Xavier sambil mengecup b***r Chloe.


Di luar kamar Albert memberi perintah kepada pak Max untuk menyuruh para koki menyiapkan makan malam. Ia tahu pasti bosnya sebentar lagi akan meminta makanan.


"Mau kemana kamu" ucap Kevin.


"Pulang"


"Aku juga mau pulang"


"Kamu tetap disini Kevin jaga nyonya dan bos" ucap Albert dengan suara dingin.


"Tapi" ucap Kevin yang langsung dipotong Albert.


"Jangan buat aku mengulang perkataanku dua kali Kevin!" bentak Albert dengan suara tinggi.


"Oke" ucap Kevin pasrah.


Albert segera pergi meninggalkan markas karena ia ingin bertemu dengan sang kekasih. Melihat kepergian Albert, Kevin segera masuk ke ruangan Thomas karena merasa sendiri diluar.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


~ Arthur Hotel ~


Albert tiba di hotel Arthur bersama dengan para pengawalnya. Ia segera menuju ke kamar sang kekasih karena hpnya tertinggal di markas.


Di dalam kamar Mira saat ini ia dan keluarganya sedang packing semua barang mereka. Tak lama Mira mendengar suara bel di depan kamar.


"Ndok coba kamu lihat siapa yang datang" ucap ibu Asmi.


Mira keluar dari kamar dan tersenyum melihat kedua adiknya sedang menonton tv dengan sang ayah. Ia lalu berjalan ke arah pintu untuk melihat siapa yang datang.


Seketika Mira terkejut melihat penampilan Albert saat ini. Ia menutup mulut karena kaget melihat wajah Albert penuh lebam bahkan bibirnya juga sobek.


"Sayang" ucap Albert dengan lembut.


"Kamu kenapa sayang apa yang terjadi" ucap Mira dengan panik.


"Ikut aku ke kamarku sayang"


"Tunggu aku beritahu ibu dan ayah dulu"


"Apa aku masuk saja dan menyapa mereka sayang"


"Jangan Albert penampilan kamu saat ini tidak memungkinkan, bisa-bisa ayah tidak memberi ijin karena takut kamu seperti gangster"


"Hehehehe! Well aku lebih dari gangster sayang"


"Tunggu aku di kamar sayang secepatnya aku ke sana" ucap Mira.


"Heemmm"


Mira segera masuk ke dalam kamar untuk meminta ijin kepada ayah dan ibunya. Di dalam kamar ibunya kaget mendengar perkataan Mira dan menyuruhnya untuk segera pergi.


Mira tidak menyembunyikan apa-apa dari sang ibu karena ia tahu ibunya tidak akan marah. Saat menuju ayahnya Mira sedikit ragu tapi akhirnya ia lega karena sudah diijinkan oleh sang ayah.


"Pulang jangan kelamaan ndok" ucap ayah Mira.


"Iya ayah" ucap Mira.


Mira segera mengambil hp dan dompet, baru saja keluar Mira langsung disambut senyum tipis dari Albert. Albert sedari tadi menunggu kedatangan Mira di depan pintu kamarnya.


Keduanya lalu pergi ke kamar milik Albert di lantai paling atas. Sampai di dalam kamar Mira segera mengobati wajah Albert yang penuh lebam, saat membuka baju Mira dibuat kaget lagi karena tubuh Albert penuh dengan lebam.


"Sebenarnya apa yang terjadi sayang" ucap Mira dengan penasaran.


"Tidak ada yang terjadi sayang" ucap Albert.


"Jangan bohong kamu Albert katakan yang sebenarnya" ucap Mira dengan tatapan tajam.


"Huh! Baiklah ini semua pukulan dari bos" ucap Albert dengan datar.


"Bos maksudnya Mr. Wesly" ucap Mira dengan kaget.


"Heeemmm"


"Hari ini ada orang yang ingin menculik nyonya tapi berhasil digagalkan oleh bos dan lebih parahnya lagi hari ini adalah hari peringatan kematian kedua orang tua bos" ucap Albert dengan raut wajah sedih.


Mira tahu jika sang kekasih juga pasti sangat sedih karena melihat bosnya sedih di hari paling menyakitkan. Mira memeluk tubuh Albert dengan erat untuk memberikan kekuatan.


"Apa kedua orang tua Mr. Wesly meninggal di waktu yang sama"


"Heeemm! Hanya tahun saja yang berbeda" ucap Albert sambil mengangguk kepala.


"Kasihan Mr. Wesly"


"Ya aku tahu bagaimana hancurnya bos di hari ini makanya semua anak buah dihajar habis-habisan oleh bos"


"Lalu apa Chloe tahu sayang"


"Nyonya baru saja tahu karena barusan nyonya mencari bos sampai ke markas"


"Markas" ucap Mira dengan bingung.


Albert bingung bagaimana harus menjelaskan kepada Mira tentang markas. Karena Mira tidak mengenal dirinya dan sang bos beda dengan sang nyonya yang sudah mengetahui identitas mereka semua.


"Iya sayang markas tempat semua anak buah bos berlatih" ucap Albert.


"Oh"


Albert lega saat Mira tidak bertanya lagi, entah apa yang akan ia jelaskan lagi jika sang kekasih terus bertanya soal markas.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


~ Roma, Italia ~


Di belahan dunia lain tepatnya di Roma Juan sedang duduk di dalam ruang kerjanya bersama dengan Johan. Keduanya sedang membahas klan mafia wolf yang semalam di habisi oleh musuh tak dikenal.


"Siapa yang menghancurkan klan wolf ka?" tanya Johan dengan penasaran.


"Sepertinya mereka mempunyai banyak musuh dan kali ini musuh mereka sangat misterius" ucap Juan sambil memikirkan kejadian semalam.


"Bahkan jejak mereka tidak ada di TKP mereka benar-benar profesional" ucap Johan.


Tak lama pintu ruang kerja Juan diketuk dan masuklah Emilio ke dalam. Juan menatap Emilio dengan kening berkerut pasalnya pagi ini tidak ada jadwal penting.


"Ada apa" ucap Juan dengan suara datar.


"Tuan di panggil tuan besar ke ruangannya" ucap Emilio dengan sopan.


"Ckk!! aApa daddy mau menasehati aku lagi" ucap Juan dengan kesal.


"Bisa jadi ka" ucap Johan dengan santai.


"Saya tidak tahu tuan tapi katanya ini berhubungan dengan markas tuan" ucap Emilio.


"Apa maksudnya" ucap Juan dengan bingung.


"Saya tidak tahu tuan" ucap Emilio.


"Suruh Riana hendel semua pekerjaanku sampai aku kembali" ucap Juan.


"Baik tuan" ucap Emilio.


Emilio lalu bergegas keluar dan menyampaikan pesan sang tuan kepada sekertarisnya. Johan juga pamit kembali ke ruangannya untuk mengerjakan pekerjaannya pagi ini.


"Ka jangan lupa jika ada informasi terbaru mengenai anak itu segera beritahu aku" ucap Johan.


"Heeemmmm"


Keduanya lalu keluar diikuti oleh asisten masing-masing. Juan bersama Emilio lalu naik ke lantai paling atas untuk menemui direktur utama atau daddynya sendiri.


"Selamat pagi tuan" ucap sekertaris sang daddy.


"Apa daddy ada di dalam" ucap Juan dengan suara dingin.


"Tuan besar sudah menunggu tuan di dalam"


"Heeemmm"


Juan segera masuk ke dalam ruangan sang daddy. Sampai di dalam ia melihat Robert yang sedang menatap keluar dari kaca di samping meja kerjanya.


"Ada apa daddy manggil aku kesini" ucap Juan menjatuhkan tubuhnya di sofa.


"Jangan cari masalah dengan devil dragon" ucap Robert dengan suara tegas.


"Maksudnya?" tanya Juan dengan bingung.


"Klan wolf di bantai oleh devil dragon"


Juan seketika kaget karena tak menyangka jika klan wolf dimusnahkan oleh mafia paling kuat di dunia. Mereka tidak pernah tahu wajah dari pemimpin mafia itu karena sangat tertutup.


"Apa itu benar daddy"


"Heemmmm"


"Tapi apa penyebabnya bukannya klan wolf itu klan yang tidak pernah ada masalah dengan devil dragon" ucap Juan dengan heran.


"Daddy tidak tahu tapi sepertinya mereka sudah membuat devil dragon murka" ucap Robert dengan tegas.


"Heemmm"


"Jangan pernah kamu berhubungan dengan mereka jika tidak klan kita akan musnah dalam sekejap" ucap Robert dengan suara tegas.


"Baik daddy"


"Juan ingat jangan memperkosa anak kecil lagi kalau tidak keluargamu akan mengetahuinya"


"Ckk!! Itu urusanku daddy" ucap Juan dengan ketus.


Juan segera pergi meninggalkan Robert karena emosi, ia membanting pintu ruang kerja Robert dengan kasar sampai mengagetkan Emilio dan sekertaris Robert yang berada di luar ruang kerja Robert.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Robert yang melihat hal tersebut hanya menatap kepergian anaknya dengan datar. Ia sudah tidak perduli lagi dengan apa yang akan terjadi dengan sang anak karena dipikirannya hanya ada nama Chloe.


"Kakek harap kamu akan memaafkan kakek jika tiba waktunya kita bertemu" gumam Robert dengan pelan.


Tak lama hpnya berbunyi tanda panggilan masuk dari kepala pelayan di mansion. Keningnya berkerut karena jika ada panggilan dari mansion itu menyangkut dengan sang istri.


"Halo tuan"


^^^"Ada apa"^^^


"Nyonya sedari tadi hanya menangis saja dalam kamar tuan"


^^^"Apa kenapa bisa"^^^


"Saya tidak tahu tuan tapi saat masuk ke dalam kamar nyonya terus menangis melihat ke luar jendela"


^^^"Apa ada foto Sintia dekat istriku"^^^


"Iya tuan foto nona Sintia ada di pangkuan nyonya"


^^^"Heemmm! Biarkan saja dia pasti ingat akan Sintia" ucap Robert menghela napasnya dalam.^^^


"Baik tuan"


Robert segera mematikan panggilannya sepihak, ia lalu duduk di kursi kebesarannya dan menunduk menutup mukanya. Karena dirinya ia harus kehilangan anaknya dan juga kepercayaan istrinya.


"Maafkan aku Katy aku sangat menyesal" ucap Robert dengan tulus.


~ California, Los Angeles ~


Hari berlalu dengan cepat dan tanpa terasa sudah lewat 2 hari setelah kejadian di markas Xavier. Chloe yang selalu manja ingin terus berada di dekat sang suami membuat dirinya terus ikut Xavier ke perusahaan.


Albert sendiri sudah bertemu dengan kedua orang tua Mira, saat mereka bertemu kedua orang tua Mira kaget bukan main karena pacar anak mereka adalah tangan kanan dari Xavier.


Albert mengingat jelas waktu itu kedua orang tua Mira berbicara dengan kaku kepada dirinya karena aura Albert. Beruntung mereka mengizinkan anak mereka untuk terus berhubungan dengannya.


Albert melepas kepergian sang kekasih dengan berat hati, ia berjanji untuk segera melamar Mira secepatnya. Di dalam ruangan Xavier saat ini Chloe merasa bosan karena lagi-lagi ia harus sendiri.


"Ckk!! Tahu kalau gini mending gue di mansion aja" ucap Chloe dengan kesal.


Tiba-tiba Chloe mengingat dengan gadis yang dulu ditolongnya. Chloe segera menelpon Mike untuk menyiapkan mobil.


"Halo nyonya"


^^^"Mike siapkan mobil sekarang"^^^


"Memangnya kita mau kemana nyonya dan apa tuan sudah tahu"


^^^"Kita akan ke rumah sakit nanti aku beritahu suamiku"^^^


"Baik nyonya"


Chloe segera mematikan panggilannya dan beranjak keluar menuju ruang meeting 1 lantai di bawah. Para pengawal selalu mengikuti Chloe saat ia berjalan keluar.


Tiba di lantai 97 Chloe lalu masuk tanpa mengetuk pintu. Baru saja Xavier ingin marah tapi saat melihat siapa yang sudah menganggu meeting ia langsung urungkan.


"Hubby sini" panggil Chloe dengan pelan.


Semua peserta meeting hanya diam saja melihat interaksi pasangan itu. Xavier tersenyum menyambut kedatangan sang istri.


"Ada apa sayang?" tanya Xavier dengan lembut.


"Aku mau ijin pergi hubby"


"Aku tidak mengijinkan sayang" ucap Xavier dengan tegas.


"Sayang please aku mau jenguk gadis itu di rumah sakit lagian kan ada Mike dan pengawal yang lain" ucap Chloe dengan memelas.


"Just 1 hour baby"


"Thankyou hubby" ucap Chloe girang sambil mencium pipi Xavier.


"Tetap telpon aku selama kamu pergi baby" ucap Xavier.


"Apa tidak menganggumu sayang"


"No baby"


"Okay hubby siap, aku pergi dulu ya sayang" ucap Chloe sambil melambaikan tangannya.


Tatapan Xavier seketika berubah kembali datar dan dingin, ia lalu memberi isyarat kepada Albert untuk terus melacak sang istri. Albert yang tahu maksud sang bos segera memberitahu kepada Thomas.


Tanpa Chloe sadari ternyata pengawalannya kali ini bertambah 3x lipat saat Xavier mengetahui maksud keluarga kandung sang istri dari Albert tadi pagi.


Aku tidak akan membiarkan kalian mendekati istriku mulai detik ini juga, batin Xavier dengan emosi.


...❄❄❄❄❄...


To be continue............


Jangan lupa vote, like, dan komen yang sebanyak-banyaknya ya guys😘❀