Heartless

Heartless
Episode 128



🌻Bahagia itu simpel jika kamu menjalani semuanya dengan hati lapang dan penuh syukur🌻


.


.


.


.


Alan adik dari Adam Rosemary sekarang sedang bersama dengan keponakannya melakukan meeting bersama dengan para ketua bagian di ruang meeting.


Suasana meeting masih terasa sangat mencekam karena belum menemukan titik utama untuk mengatasi masalah perusahaan saat ini. Bahkan para klien kebanyakan membatalkan kontrak kerja sama mereka sepihak.


"Lakukan cara apapun untuk menstabilkan saham perusahaan" ucap Steven dengan nada tinggi.


"Baik pak" ucap semuanya dengan serentak.


"Kita selesaikan dulu masalah rumor pak Adam dan kabarkan ke media jika besok kita akan mengadakan konferensi pers di aula perusahaan" ucap Alan.


"Siap pak" ucap semuanya serentak.


Meeting kemudian dibubarkan oleh Steven, ia bersama pamannya segera menuju ke ruangan wakil direktur atau ruangan miliknya.


"Paman apa yang harus kita lakukan dengan para klien?" tanya Steven.


"Kita atasi dulu masalah pencitraan daddy kamu supaya mendapat kembali kepercayaan mereka" ucap Alan menepuk pundak Steven.


Tak lama asisten Steven memasuki ruangannya dengan terburu-buru. Steven melihatnya dengan tatapan tajam karena sangat tidak sopan sudah masuk ke dalam ruangannya.


"Jika informasi yang kamu bawa tidak penting jangan harap kamu akan bebas hari ini" ucap Steven dengan tatapan tajam.


"Maaf tuan saya hanya ingin menyampaikan kabar dari nyonya besar jika saat ini tuan besar berada di rumah sakit" ucap sang asisten dengan gugup.


"Apa" teriak kedua orang itu dengan kencang.


Steven dan Alan segera berlari keluar menuju rumah sakit tempat kakek dan daddy mereka di rawat. Sampai di rumah sakit Steven dan pamannya segera menuju keruangan sang kakek yang sudah diberitahu oleh Tasya.


Semua keluarga mereka sudah berada di luar dan di dalam ruangan kakeknya. Steven dan Alan segera masuk ke dalam dan langsung di sambut isak tangis dari Lidia.


"Mommy apa yang terjadi?" tanya Alan.


"Alan daddy kamu pingsan saat mendengar ada masalah di RM hospital" ucap Lidia sambil sesegukan.


"Apa yang terjadi, sebenarnya masalah apa?" tanya Alan dengan bingung.


"Pihak kepolisian menemukan ada mall praktek yang dilakukan oleh salah satu dokter kita dan ada dana korupsi yang dilakukan oleh direktur rumah sakit" ucap Adam dengan emosi.


Alan dan Steven terkejut mendengar hal tersebut. Mereka tidak menyangka jika direktur rumah sakit atau suami dari adik sepupu Alan tega melakukan itu semua.


"Ka besok kita akan mengadakan konferensi pers mengenai kasus perselingkuhan kakak" ucap Alan.


"Baik besok akan kita adakan konferensi pers" ucap Adam.


Semua keluarga Rosemary berbondong datang menjenguk tuan besar Rosemary. Queen dan Sean pun datang untuk melihat kondisi kakeknya.


"Mommy" ucap Queen dengan mata memerah menahan tangis.


"Princess kamu sama siapa kesini?" tanya Laura dengan lembut.


"Aku sama mas Sean mommy" ucap Queen sambil menunjuk Sean yang sedang berbicara dengan Steven.


"Bagaimana dengan perasaan mommy?" tanya Queen.


"Semua baik-baik saja sayang dan mommy sudah memaafkan daddy kamu"


"Terima kasih mommy masih mengingat kami semua dan menjaga keutuhan keluarga kita mommy"


"Iya *princess mommy* akan memukul siapa saja yang berani menghancurkan keluarga kita" ucap Laura dengan emosi.


"Ini baru mommy aku" ucap Queen sambil tersenyum bahagia.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Setelah menjenguk kakeknya Queen segera pulang bersama dengan Sean ke mansion. Sampai di mansion Sean segera masuk ke dalam kamarnya meninggalkan Queen sendiri.


Queen segera mengikuti Sean ke dalam kamarnya. Di dalam kamar Sean hanya ada keheningan diantara keduanya.


"Mas aku pengen dielus sama kamu" ucap Queen.


"Kembali ke kamar loe nanti gue ke sana" ucap Sean dengan datar.


"Kenapa ngak disini aja sih mas" ucap Queen dengan kesal.


"Ranjang gue ngak pantas ditiduri oleh perempuan kayak loe!" bentak Sean dengan suara tinggi.


"Maksud kamu mas?" tanya Queen dengan gugup.


"Gue udah tahu kelakuan loe sama keluarga loe kepada Chloe dulu dan gue nyesel waktu itu harus membuang waktu gue sama perempuan yang ngak punya hati sedikit pun" teriak Sean.


Queen terkejut mendengar teriakan Sean di depannya, air matanya menetes dengan deras. Ia langsung keluar dengan membanting pintu kamar Sean dengan kuat.


Queen masuk ke dalam kamarnya dan menguncinya dari dalam. Tubuhnya merosot di depan pintu merasakan sakit sekali hatinya di bentak oleh orang yang dicintainya.


"Gue bakal balas rasa sakit hati gue ke perempuan sialan itu" ucap Queen dengan tatapan tajam.


Ia lalu mengambil hp dan segera menelpon Henki. Pada deringan kedua panggilannya langsung diangkat oleh Henki.


"Halo baby apa kamu sudah merindukan diriku" ucap Henki dari seberang.


^^^"Besok gue mau kita ketemu di tempat biasa"^^^


"Oke baby aku selalu menunggu kehadiranmu sayang" ucap Henki dengan sensual.


^^^"Heemmm"^^^


Queen segera mematikan panggilannya sepihak tanpa mendengarkan omongan selanjutnya dari Henki. Dia kangsung masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


~ Shine Company ~


Setelah berkutat dengan pekerjaannya hari ini Xavier segera membangunkan sang istri untuk pulang ke mansion. Di perjalanan Chloe yang sudah lapar menyuruh sang suami untuk mencari restoran.


"Kamu mau makan apa baby"


"Aku pengen nasi padang sayang"


"Heemmm"


Iring-iringan mobil segera menuju salah satu rumah makan padang yang menyediakan ruangan VIP bagi pelanggannya.


"Selamat datang tuan dan nyonya" ucap pelayan saat mengantar tamu VIP mereka.


"Iya" ucap Chloe dengan senyum manis.


Xavier dan Chloe bersama Albert dan juga Thomas segera mengambil bagian di dalam ruang VIP tersebut. Para pengawal berjaga diluar ruangan VIP.


"Sayang apa kita akan lama disini?" tanya Chloe dengan penasaran.


"Setelah semua balas dendam istriku selesai kita balik ke Amerika baby" ucap Xavier.


"Thomas, Albert apa kalian betah disini?" tanya Chloe.


"Mereka pasti betah dimana ada aku baby" ucap Xavier dengan sombong.


"Cih! Aku itu nanya ke mereka sayang bukan kamu" ucap Chloe dengan kesal.


"Sama saja sayang dimana ada aku disitu ada mereka" ucap Xavier.


"Apa yang dikatakan bos benar nyonya" ucap Albert dengan suara dingin.


"Oh" ucap Chloe.


Para pelayan segera menyiapkan makanan di atas meja berbentuk bundar dengan berbagai macam lauk. Chloe yang sangat lapar segera mengambil nasi dan rendang tak lupa dengan daun singkong kesukaannya.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Xavier yang melihat sikap sang istri tersenyum dengan hangat. Keempatnya langsung saja menikmati makanan dengan lahap.


~ Mansion tua Rahardian ~


Arka tersenyum melihat kedua orang di depannya dengan wajah datar dan tegas. Bima segera bangun dan menjabat tangan Arka waktu dirinya sampai.


"Selamat datang Arka" ucap Bima dengan senyuman.


"Terima kasih sudah mengundang saya ke sini tuan Bima" ucap Arka dengan senyum manis.


"Jadi bagaimana tuan Arka apa bisa kita mulai saja?" tanya Riko dengan suara dingin.


"Baik tuan Riko" ucap Arka.


Bima segera memberikan foto Queen dengan perut buncitnya kepada Arka. Arka menatap foto Queen dengan tidak berkedip sedikit pun.


Selang 15 menit Arka menaruh foto Queen di atas meja. Ia segera meminum air untuk membasahi kerongkongannya yang terasa sangat kering.


"Dia laki-laki tuan tapi akan ada masalah besar yang datang sebelum kelahirannya dan tuan Sean akan berubah menjadi monster sebentar lagi karena dikhianati" ucap Arka.


"Apa maksudnya dikhianati?" tanya Riko dengan tatapan tajam.


"Saya tidak bisa melihat dengan jelas tuan tapi tuan Sean akan berubah menjadi sosok sangat mengerikan saat itu" ucap Arka dengan tegas.


Bima menarik napasnya dalam mendengar penjelasan dari Arka, ia berpikir bagaimana supaya ia bisa menjauhkan cucunya dari masalah yang akan menimpanya.


"Apa ada cara untuk mencegahnya?" tanya Riko dengan tegas.


"Maaf tuan Riko tapi saya tidak tahu kerena saya hanya bisa melihat hal apa yang akan terjadi nanti" jawab Arka.


"Heeemm"


"Terima kasih banyak Arka informasi kamu sangat berguna untuk kami dan ini sesuai dengan janji saya" ucap Bima sambil menyodorkan map ke Bima.


"Terima kasih tuan Bima senang bisa bekerja sama dengan anda" ucap Arka dengan sambil tersenyum.


"Heeemmm"


Arka lalu permisi pulang sambil menyunggingkan senyumnya karena berhasil mendapat apa yang ia butuhkan. Setelah melihat Arka pergi Riko langsung bertanya kepada papanya.


"Salah satu *club*mu" ucap Bima dengan santai.


"Apa bagaimana bisa papa ngak beritahu aku" ucap Riko dengan kaget.


"Ini juga untuk kepentingan anakmu jadi tidak masalah kita melepaskan salah satu club mu itu" ucap Bima dengan tatapan tajam.


"Club mana yang papa berikan"


"Club yang di daerah Kuningan"


"Oh baiklah" ucap Riko dengan santai.


Bima melihat anaknya tidak seperti biasanya dan tidak memperdulikannya sama sekali. Riko yang tahu maksud tatapan papanya segera memberitahu alasannya.


"Club itu sudah mau aku tutup karena tidak banyak membuat keuntungan jadi ngak masalah kalau papa kasi barang punyaku yang sudah rusak" ucap Riko dengan senyum sinis.


"Heemmmm" deham Bima sambil mengangguk kepalanya.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Riko dan Bima kemudian berunding untuk mencari solusi agar Sean tidak sampai jatuh. Dirinya harus kuat untuk menjalani semua takdir hidupnya.


Keesokan harinya Queen pergi ke tempat Henki biasanya di pinggiran kota. Sampai disana ia segera masuk ke dalam untuk menemui Henki.


"Morning baby" ucap Henki sambil berjalan menuju Queen di depan pintu.


Henki memeluk Queen dan mencium bi**rnya dengan kasar dan menuntut. Queen yang ingin berbicara masalah penting segera mendorong Henki dan berjalan menuju sofa.


"Jadi apa yang mau loe bicarakan?" tanya Henki to the point.


"Gue mau loe habisi nyawa seseorang" ucap Queen dengan tatapan tajam.


Woow.....woow.......woow........


"Ngak nyangka ya princess gue udah berubah menjadi gadis nakal" ucap Henki dengan kekehan.


Queen menatap Henki dengan tatapan tajam mengatakan jika saat ini ia tidak sedang bercanda. Henki yang melihat itu segera merubah raut wajahnya menjadi serius.


"Apa yang bakal gue dapat?" tanya Henki.


"Diri gue sepenuhnya dan kapan aja loe mau gue siap" ucap Queen.


"Bukannya saat ini gue udah miliki loe"


"Loe bakal miliki gue selamanya sampai salah satu dari kita tidak ada lagi di dunia ini"


"Gue terima tawaran loe" ucap Henki dengan senyum misterius.


Queen sendiri tidak sadar jika perkataannya tadi akan menjadi boomerang baginya ke depan. Queen langsung ditarik oleh Henki untuk memuaskan dirinya saat itu juga.


Ternyata sangat gampang buat nipu loe emang loe pikir gue bakal mau nurut kata-kata loe buat bunuh orang, batin Henki sambil tersenyum sinis.


~ RM Group ~


Saat ini Adam tengah mengadakan konferensi pers bersama sang istri untuk meluruskan masalah ini semua. Adam berbohong jika foto itu adalah foto waktu dirinya masih muda dan ia akui jika wanita itu adalah cinta pertamanya sekaligus masa lalunya.


Semua wartawan memberikan berbagai macam pertanyaan dan langsung di jawab dengan tegas oleh Adam. Laura hanya diam di sebelah suaminya dan menjawab pertanyaan wartawan saat ditanya.


Maya selingkuhan Adam yang menonton siaran langsung itu seketika menjadi emosi dan membanting semua barang dalam apartemennya. Ia tidak menyangka akan di campakan oleh cinta pertamanya dengan sekeji itu.


"Aku akan membalasmu Adam" teriak Maya dengan penuh amarah.


Di lantai 40 perusahaan Shine, Xavier dan lainnya tersenyum sinis melihat konferensi pers itu. Kevin yang melihat drama keluarga itu menjadi emosi.


"Dasar penipu bilangnya foto jadul eehh ternyata itu beberapa hari yang lalu" ucap Kevin dengan berapi-api.


"Keluarga itu penuh dengan drama bos" ucap Thomas.


"Heeemm"


"Bos apa kita segera melanjutkan rencana kita selanjutnya?" tanya Albert.


"Tunggu beberapa hari lagi biarkan mereka merasa di atas angin dulu" ucap Xavier dengan tatapan tajam.


"Baik bos" ucap Albert.


"Bos aku kembali ke rumah sakit sekarang" ucap Kevin.


"Heeeemmmm"


Xavier segera mengambil hpnya untuk menelpon sang istri yang saat ini berada di rumah kakek Irwan. Semalam Chloe diajak oleh Sila untuk membantunya membuat kue ulang tahun untuk ibunya.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Pada dering ketiga barulah Chloe mengangkat panggilannya.


"Hubby" ucap suara lembut Chloe dari seberang.


^^^"Apa yang sedang kamu lakukan sayang"^^^


"Nih sedang bantu ka Sila membuat kue untuk ultah ibunya sayang"


^^^"Jam makan siang nanti sopir akan menjemputmu sayang"^^^


"Sayang apa aku bisa makan siang disini bersama ka Sila dan kakek Irwan?" tanya Chloe dengan gugup.


^^^"Heemmm! Baiklah baby nanti sore aku jemput"^^^


"Terima kasih suamiku sayang" ucap Chloe dengan senang.


^^^"Iya sayang jaga diri kamu disana"^^^


"Iya hubby"


^^^"Love you baby"^^^


"Love you too sayang"


Xavier segera melanjutkan pekerjaannya dan melakukan meeting online bersama dengan karyawannya di kantor pusat. Di kediaman kakek Irwan Chloe dan Sila membuat kue ulang tahun dengan bahagia.


"Chloe kayaknya kita lupa beli stroberi deh untuk topingnya" ucap Sila.


"Oh iya betul ka" ucap Chloe.


"Ya udah loe tunggu disini biar gue ke minimarket depan" ucap Sila.


"Gue ikut ka biar kita bisa beli cemilan lagi" ucap Chloe dengan cengiran.


"Oke yuk kita berangkat" ucap Sila.


Keduanya langsung menuju ke supermarket di depan kompleks dengan sepeda motor. Chloe yang di bonceng merasa sangat senang karena baru kali ini ia keluar tanpa pengawalan.


Setelah keluar dari supermarket Chloe dan Sila bergegas pergi menuju parkiran. Sampai di parkiran tiba-tiba tas milik Sila di tarik dengan cepat, Chloe yang berdiri disampingnya terdorong ke samping hingga terseret mobil yang melaju dengan kencang.


"Chloe" teriak Sila dengan kencang.


Tubuh Chloe sudah bersimbah da**h karena diseret cukup jauh dari mobil tersebut. Mobil itu berhenti dan orang dari dalam mobil segera mengangkat tubuh Chloe ke rumah sakit.


Sila sudah menangis memangku kepala Chloe yang mengeluarkan da**h sangat banyak. Dia sangat panik melihat keadaan Chloe saat ini.


Sila segera mengambil hpnya untuk memberitahu kakeknya. Kakek Irwan yang mendengar perkataan cucunya kaget bukan main.


Sampai di rumah sakit Chloe langsung di angkat ke brankar dan di dorong menuju ke ruang UGD. Kevin yang sedang berada di rumah sakit milik Xavier kaget melihat tubuh Chloe di atas brankar.


"Apa yang terjadi?" tanya Kevin dengan suara tinggi.


"Pasien mengalami tabrakan dari mobil yang melaju kencang dok" ucap suster yang mengenali siapa Kevin.


"Siapkan ruang UGD sekarang" teriak Kevin dengan suara tinggi.


Semuanya langsung menyiapkan ruang UGD bersama dengan Kevin yang menjadi dokter untuk Chloe dan dokter disana.


Sila mondar-mandir di depan ruang UGD dengan cemas. Salah satu anak buah Xavier segera menelpon Xavier dengan hp Kevin sesuai perintah Kevin tadi.


Xavier yang sedang meneliti berkas email yang masuk di laptop segera berhenti saat melihat panggilan masuk dari Kevin.


^^^"Ada apa?" tanya Xavier dengan suara datar.^^^


"Maaf bos ini saya pengawal tuan Kevin"


^^^"Ada dengan Kevin" ucap Xavier dengan cepat.^^^


"Maaf bos sekarang nyonya sedang berada di ruang UGD nyonya ditabrak mobil barusan bos" ucap sang pengawal dengan gugup.


^^^"Apa" teriak Xavier dengan kencang.^^^


Wajah Xavier sangat cemas dan khawatir mendengar informasi barusan. Xavier segera berlalu keluar diikuti oleh Albert dari belakang.


"Siapkan mobil Albert kita ke rumah sakitku sekarang!" bentak Xavier dengan suara tinggi.


"Baik bos" ucap Albert meski bingung apa yang terjadi.


Sampai di dalam mobil dia kaget mendapat laporan dari anak buah mereka yang mengabari jika Chloe kecelakaan saat ini. Aura dari kursi belakang sangat terasa dan Albert tahu jika saat ini Xavier sedang menahan amarah bercampur rasa khawatir.


Tiba di rumah sakit pimpinan rumah sakit segera keluar menyambut kedatangan Xavier. Xavier berjalan dengan langkah cepat menuju ruang UGD tak memperdulikan penyambutan tersebut.


Di depan ruangan UGD Sila dan kakek Irwan melihat kedatangan Xavier dengan wajah penuh murka. Dia langsung masuk ke dalam sana tidak perduli dengan suster yang melarangnya.


Hati Xavier seketika sakit melihat pemandangan istrinya yang penuh dengan luka di tubuhnya. Xavier mengeraskan rahangnya akan membunuh siapa saja yang sudah membuat istrinya seperti ini.


"Selamatkan istriku jika tidak nyawa kalian taruhannya!" bentak Xavier dengan suara tinggi.


Kevin dan dokter terus menjahit luka di kening Chloe yang sangat besar, sedangkan bagian lainnya hanya luka luar saja. Pandangan mata Xavier menghitam melihat sang istri yang sedang berjuang saat ini.


"Aku akan membunuh siapa saja yang sudah mencelakai istriku" gumam Xavier dengan wajah emosi.


Xavier keluar dari ruang UGD dan memberi isyarat kepada Albert supaya membawa pelakunya dalam 1 jam. Aura Xavier sangat menakutkan saat ini karena hanya ada wajah siap membunuh siapapun saat ini.


...❄❄❄❄❄...


To be continue...................


Jangan lupa vote, like, dan komen yang sebanyak-banyaknya ya guys😘❀