
π»Belajarlah dari kegagalan karena saat kamu gagal bukan berarti kamu kalah tapi itu adalah awal proses kamu melangkah menuju kemenanganπ»
.
.
.
.
Pagi ini Laura, Steven, Queen, Alan dan Lidia bersiap pergi ke perusahaan untuk menghadiri rapat pemegang saham. Saat mereka semua berkumpul di ruang keluarga papa Laura kaget melihat mata semuanya yang menghitam.
"Kalian kenapa" ucap papa Laura.
"Semalam kami semua tidak bisa tidur kek" ucap Steven dengan nada lemah.
"Memangnya kenapa?" tanya papa Laura lagi.
"Tanya saja pada nenek kek" jawab Queen.
Mereka semua segera bergegas pergi menuju ke RM Group. Setelah melihat mereka sudah pergi papa Laura segera bertanya kepada sang istri, mama Laura langsung menceritakan kejadian semalam tentang Adam.
Papa Laura kaget mendengar perkataan istrinya tentang kondisi sang menantu, semalam saat Adam sadar ia berteriak kesakitan dan mengeluarkan d***h sangat banyak lewat hidung, mata, dan telinga.
Laura dan lainnya hanya bisa menangis melihat kondisi Adam yang sangat memprihatinkan. Adam terpaksa di beri obat bius agar tidak berteriak lagi karena ketakutan.
"Kasian Adam pa"
"Biarin ma itu karma untuk orang yang tukang selingkuh" ucap papa Laura dengan emosi.
Bi Lastri dan para pelayan yang mendengar cerita dari orang tua sang nyonya mulai bergosip, ada yang kasian kepada Adam tapi banyak yang senang karena menurut mereka hal itu pantas terjadi sama tuan mereka.
"Biar rasa tuan supaya tidak merendahkan orang lain" ucap pelayan A dengan emosi.
"Ya aku setuju sama kamu biar tau rasa tuan Adam" ucap pelayan B.
"Sudah kalian jangan bergosip nanti dimarahi sama tuan dan nyonya besar" ucap bi Rani
Semuanya langsung mengangguk menyetujui perkataan dari bi Rani sebagai kepala pelayan.
Mungkin ini karma untuk tuan karena sudah membuat non Chloe menderita dulu, batin bi Rani.
~ Rumah Sakit Wesly ~
Xavier bangun saat dokter masuk dan memeriksa kondisi Chloe pagi ini. Tak lama Mira masuk bersama dengan Albert ke dalam, Chloe yang melihat keduanya datang bersamaan menjadi curiga.
"Loe kok datang barengan sama Albert" ucap Chloe sambil menunjuk keduanya.
"Ketemu di pintu masuk tadi" ucap Mira dengan cengesan.
"Oh"
Mira merasa beruntung karena Chloe bertanya menggunakan bahasa Indonesia jadi cuma mereka berdua yang mengerti. Mira lalu duduk di sofa saat melihat Chloe dan Xavier sedang berbicara penting.
Tak lama Xavier berangkat ke perusahaan Shine karena ada rapat dengan direktur Rangga. Chloe lalu memakan stroberi sambil bercerita dengan Mira.
"Gimana keadaan loe" ucap Mira.
"Udah agak mendingan kata dokter besok gue udah boleh keluar" ucap Chloe.
"Ok syukur deh jadi gue bisa pulang deh besok" ucap Mira.
"Kok cepat banget sih lo pulang" ucap Chloe dengan sedih.
"Aduh eneng gue kan kerja disana masa gue cutinya lama banget" ucap Mira.
"Oh iya ya gue lupa" ucap Chloe sambil cengesan.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
Tak lama hp Chloe berbunyi tertera nama Kenan disana, Chloe segera menjawab panggilan tersebut.
^^^"Halo ka"^^^
"Halo princess gimana kabar kamu dan kamu sekarang ada dimana kamu ngak kenapa-napa kan" ucap Kenan dengan khawatir.
^^^"Satu-satu dong ka nanyanya kan aku bingung mau jawab ka"^^^
"Hehehe! Iya iya princess btw keadaan kamu gimana?" tanya Kenan.
^^^"Aku baik-baik aja ka. Btw kakak tahu dari mana kalau aku dalam keadaan ngak baik"^^^
"Aku tahu dari mama dan papa semalam pulang dari mansion om Adam"
^^^"Oh" ucap Chloe dengan nada datar dan tidak suka.^^^
"Kamu sekarang ada dimana"
^^^"Aku di rumah sakit Wesly ka"^^^
"Dikit lagi aku ke sana ya princess buat jenguk kamu"
^^^"Iya ka aku tunggu ya"^^^
"Oke princess bye"
^^^"Bye ka"^^^
Chloe segera mematikan panggilannya dan menaruh kembali hpnya di atas meja, Mira melihat Chloe meminta penjelasan mengenai orang yang baru saja menelponnya.
"Itu sepupu gue waktu masih di mantan keluarga gue" ucap Chloe.
"Cowok ya"
"Heeemmmm"
"Wah pasti ganteng ya, gue mau dong di kenalin" ucap Mira dengan wajah berseri-seri.
"Cih! Dasar ya loe"
"Hehehehehe! Sesekali ngak kenapa-napa kan Chloe" ucap Mira dengan cengesan.
"Iya deh entar gue kenalin, lagian loe kan jomblo akut" ucap Chloe sambil tertawa.
Keduanya tertawa seakan memang Mira adalah jomblo, tanpa Mira tahu jika dalam ruangan Chloe sudah terhubung cctv yang masuk ke hp Xavier dan Albert.
~ RM Group ~
Laura dan keluarganya tiba di perusahaan RM Group dan langsung di sambut oleh begitu banyak wartawan yang memburu informasi mengenai perselingkuhan Adam Rosemary.
Nyonya Laura bagaimana kabar tuan Adam
Apa anda akan bercerai dengan tuan Adam
Tuan besar Rosemary bagaimana tanggapan anda tentang masalah ini
Nyonya Rosemary apa betul karena masalah ini saham perusahaan sampai anjlok
Begitulah pertanyaan dari para wartawan saat kedatangan keluarga Rosemary, Alan dan lainnya hanya diam tidak mengeluarkan satu kata pun. Alan memberi isyarat kepada Dion untuk memberi satu dua kata kepada para wartawan.
"Untuk teman wartawan semuanya saat ini RM Group belum bisa memberikan informasi dan kami berjanji akan memberi konferensi pers setelah rapat pemegang saham selesai sebentar" ucap Dion dengan suara tegas.
Dion langsung bergegas masuk kembali ke dalam perusahaan dan segera menuju ke ruang meeting. Riko yang barusan datang bersama dengan Rio langsung di beri pertanyaan oleh para wartawan.
Ia menatap semuanya dengan tatapan datar tidak memperdulikan pertanyaan dari mereka. Sampai di ruang meeting semuanya duduk di tempat masing-masing dan menunggu satu orang lagi yang belum datang.
Tak lama Kenzo masuk ke dalam dengan tatapan datar dan dingin, semua pemegang saham yang baru pertama kali melihat Kenzo saling berbisik satu sama lain.
"Meeting bisa kita mulai" ucap Dion membuka meeting pagi ini.
"Sebelumnya saya mau bertanya siapa orang yang duduk di samping tuan Rahardian" ucap pemegang saham A.
"Perkenalkan saya Kenzo sebagai perwakilan dari nyonya Chloe dan juga sebagai wakil direktur di RM Group" ucap Kenzo dengan suara lantang.
"Oh selamat bergabung di perusahaan RM Group tuan Kenzo" ucap pemegang saham B.
"Jadi dimana akar permasalahan kali ini" ucap Riko dengan suara dingin.
Semua keluarga Rosemary segera memandang Riko dengan tatapan tidak suka, Queen melihat papa mertuanya dengan tatapan sinis, Riko juga tersenyum sinis melihat besan dan anak mantunya.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
"Suami saya saat ini sedang tidak bisa hadir karena sedang dalam kondisi tidak baik" ucap Laura.
"Apa tuan Adam sangat lelah dengan kegiatannya di bawah jembatan" ucap pemegang saham A dengan cemooh.
Semua pemegang saham seketika tertawa terbahak-bahak, Alan menatap pemegang saham A dengan tatapan emosi dan siap membunuh.
"Seorang pemimpin dengan perilaku buruk sangat tidak cocok sekali" ucap Kenzo dengan suara mencemooh.
"Tutup mulut sialanmu keparat!" bentak Steven dengan emosi.
"Buah jatuh memang tidak jauh dari pohonnya" ucap Kenzo sambil tersenyum sinis melihat Steven.
Steven langsung berdiri tapi di tahan oleh Laura, supaya tidak memperkeruh keadaan. Steven akhirnya mengalah karena saat ini ia sedang berada di ruang meeting.
"Jika ada bunga yang sudah layu dan busuk berarti kita harus mencabut akarnya dan membuangnya" ucap Riko dengan wajah datar.
"Apa maksud anda tuan Riko" ucap Alan dengan emosi.
"Anda pasti tahu maksud saya tuan besar Rosemary" ucap Riko dengan dingin.
"Saya mau tuan Adam diturunkan dari jabatannya" ucap pemegang saham B.
"Saya setuju" ucap pemegang saham A.
Semua pemegang saham serentak menyetujui usulan dari pemegang saham A. Riko dan Kenzo hanya diam melihat keadaan menunggu waktu yang tepat mengutarakan pendapat masing-masing.
"Tidak bisa biar bagaimana pun anak saya pemegang saham terbesar sekarang" ucap Lidia tidak terima.
"Saya setuju dengan keputusan nenek saya" ucap Steven.
"Tetap tidak bisa saya menolak usulan pemecatan direktur Adam" ucap Alan dengan tatapan sinis.
Melihat hal tersebut Kenzo tersenyum sinis, ia menertawakan keluarga Rosemary yang menganggap sepele dengan masalah ini.
"Saya setuju dengan pemegang saham yang lain biar bagaimana pun saat ini para klien kita sudah membatalkan kerja sama mereka, karena tidak mau bekerja sama dengan orang yang tidak bisa menjaga keutuhan rumah tangganya dan bahkan mengkhianati istrinya sendiri yang selama ini sudah menemaninya dari dulu" ucap Kenzo dengan suara lantang.
Laura yang ingin membela sang suami seketika menghentikan niatnya saat mengingat pengkhianatan sang suami. Steven langsung bangkit dan mengebrak meja tidak terima.
"Saya tidak setuju dengan usulan ini!" bentak Steven dengan suara tinggi.
"Tuan Steven apa anda ingin perusahaan ini gulung tikar karena tidak ada klien yang mau bekerja sama dengan perusahaan RM Group" ucap Kenzo datar.
"Kita bisa mencari cara lain" ucap Steven.
"Bagaimana caranya tuan Steven?" tanya Kenzo dengan tatapan sinis.
"Itu" ucap Steven dengan bingung.
Riko yang melihat Steven kebingungan menjawab pertanyaan dari Kenzo seketika tersenyum sinis dalam hati.
Cih! Dasar keluarga sampah, batin Riko.
"Saya usulkan kita mengambil suara saja untuk masalah ini" ucap Riko.
Semua pemegang saham langsung mengangguk kepala menyetujui perkataan Riko. Kenzo yang mendengar perkataan dari Riko tersenyum dalam hati karena ia tidak perlu bersusah payah untuk membuat para pemegang saham mengikutinya.
Kenzo lalu melirik Dion dan memberikan isyarat kepadanya untuk memulai melakukan pemungutan suara. Alan dan lainnya hanya bisa mengikuti kemauan dari pemegang saham.
Dion dan sekertaris Adam segera membagikan kertas kepada semua pemegang saham dalam ruang rapat. Selang 15 menit kemudian Dion memungut kertas berisi pemilihan suara dan mulai membukanya.
"Baik jadi total pemilihan pemecatan tuan Adam Rosemary sebagai direktur RM Group disetujui dengan jumlah suara 14 setuju dan 5 tidak setuju terima kasih" ucap Dion dengan suara tegas.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
Prok..........prok............prok..........
Riuh tepuk tangan seketika bergema di dalam ruang meeting, Laura dan yang lainnya hanya bisa diam tidak bisa berkata apa-apa lagi.
"Berengsek" gumam Alan dengan emosi
"Karena pemecatan tuan Adam sudah di setujui, jadi untuk kursi direktur saat ini yang kosong saya mengusulkan tuan Kenzo untuk menduduki jabatan tersebut" ucap pemegang saham A.
Steven seketika menatap pemegang saham A dengan tatapan membunuh, Kenzo sendiri melihat keluarga Rosemary dan tersenyum sinis.
"Saya setuju" ucap Riko.
"Saya setuju" ucap Alan mengagetkan keluarganya.
Steven menatap horor sang kakek tidak menyangka akan dengan mudah memutuskan hal tersebut. Alan hanya menatap Steven dan berkata lewat tatapan matanya jika akan ia jelaskan setelah rapat ini.
"Saya sebagai wakil direktur saat ini sangat berterima kasih untuk kepercayaannya dan saya akan melakukan kewajiban saya sebagai direktur RM Group lebih baik lagi" ucap Kenzo.
Riuh tepuk tangan membahana di dalam ruangan meeting menyambut direktur RM Group yang baru. Setelah itu rapat ditutup oleh Dion dan semuanya segera pergi meninggalkan ruang meeting.
Kenzo sendiri segera berdiri dan berlalu ke ruangannya untuk membereskan semua barangnya. Melihat sudah tidak ada lagi orang disana Steven segera menatap tajam sang kakek.
"Bisa kakek jelaskan apa maksud kakek mendukung berengsek itu" ucap Steven dengan emosi.
"Aku tidak setuju dengan usulan kakek" ucap Queen dengan suara tinggi.
"Ini hanya satu-satu cara untuk tetap mempertahankan perusahaan RM Group saat ini" ucap Alan.
"Apa maksud kakek" ucap Steven.
"Saat ini semua perusahaan sudah membatalkan kerja sama dengan perusahaan kita dan kita tahu semua ini pasti ulah dari anak pembunuh itu" ucap Alan dengan emosi.
"Jadi maksud kakek kita harus menyerah begitu saja" ucap Steven.
"Biarkan perusahaan stabil terlebih dahulu karena kakek tahu orang itu adalah dalang di balik pemutusan sepihak klien kita saat ini, kita tunggu sampai keadaan pulih barulah kita ambil kembali milik kita" ucap Alan.
"Aku setuju dengan usulan daddy" ucap Laura membuka suara.
"Tapi mommy" ucap Queen yang langsung dipotong Laura.
"Princess saat ini masalah perusahaan sangat genting dan membutuhkan pemimpin yang mempunyai koneksi luas dan Kenzo adalah salah satu kandidatnya jadi ikuti saja rencana kakek kalian" ucap Laura dengan tatapan tajam.
"Baik mommy" ucap Queen dan Steven serentak.
Tanpa mereka sadari ternyata perkataan mereka saat ini sedang direkam oleh Kenzo yang meninggalkan alat penyadap di bawah kursi duduknya tadi. Kenzo yang berada di dalam ruangannya tersenyum sinis mendengar pembicaraan mereka.
Ia lalu menelpon Albert untuk memberitahu semua yang terjadi hari ini terlebih rencana mereka barusan.
"Katakan"
^^^"Semua berjalan dengan lancar sesuai rencana brother"^^^
"Heemmm! Apa kamu berhasil mengambil kursi direktur"
^^^"Sesuai rencana awal brother"^^^
"Good"
^^^"Tapi brother mereka berencana akan mengambil kembali kursi direktur saat perusahaan sudah stabil" ucap Kenzo dengan wajah datar.^^^
"Hahahaha! Sebelum mereka berhasil saat itu mereka sudah menjadi gelandangan" ucap Albert sambil tertawa sinis.
^^^"Iya brother" ucap Kenzo yang gugup mendengar tawa Albert barusan.^^^
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
Panggilan langsung dimatikan sepihak oleh Albert tanpa mengatakan sesuatu lagi. Kenzo lalu menyuruh sekretarisnya untuk memberikan laporan yang akan ia tanda tangani untuk hari ini.
"Kamu hubungi Dion untuk mempersiapkan konferensi tepat pukul 15:00 sore" ucap Kenzo.
"Baik tuan" ucap sang sekertaris.
~ Shine Company ~
Setelah menerima panggilan dari Kenzo ia segera memberitahukan kepada Xavier. Xavier yang mendengar perkataan Albert tersenyum sinis mendengar rencana keluarga Rosemary.
"Sangat lucu keluarga itu" ucap Xavier dengan senyum sinis.
"Apa yang harus kita lakukan sekarang bos" ucap Albert.
"Suruh Kenzo menstabilkan perusahaan dan memilih wakil direktur dari orang kita"
"Baik bos"
"Albert siapkan rencana untuk membeli saham mereka semua" ucap Xavier dengan cemooh.
"Baik bos"
"Bagaimana kalau kita sebarkan bukti penyelewengan pajak perusahaan Rosemary bos" ucap Thomas memberi ide.
"Sebarkan besok semua bukti itu" ucap Xavier sambil tertawa sinis.
Albert dan Thomas hanya tersenyum sinis mengetahui maksud rencana sang bos menunda memberikan kejutan hari ini.
Besok adalah hari yang akan sangat mengguncang keluarga itu, batin Albert.
Tak lama handphone Albert berbunyi tanda pesan masuk dari anak buahnya di California. Albert tersenyum sinis membaca email tersebut.
"Bos saya sudah kirimkan email mengenai nenek tua itu" ucap Albert dengan datar.
"Heeeemmmm"
Xavier membuka email tersebut dan membacanya dengan serius, tak lama ia tertawa bagai seorang iblis yang meremehkan musuhnya.
"Ternyata nenek tua itu sangat bodoh" ucap Xavier tertawa sinis.
"Yes you right bos" ucap Albert dengan senyuman sinis di bibirnya.
"Anaknya adalah seorang pe****r dan ia percaya saja jika Zen adalah pria baik-baik" ucap Thomas yang membaca email tersebut.
"Kita lihat saja apa yang akan dilakukan oleh si gila kel***n itu" ucap Xavier dengan senyuman iblis.
Seketika aura di dalam ruangan tersebut berubah menjadi sangat mencekam dan mengintimidasi. Albert melirik Thomas dan berkata lewat tatapan mata mereka.
"Apa yang terjadi" ucap Albert.
"Sepertinya bos sedang memikirkan sesuatu yang membuatnya emosi" ucap Thomas.
"Heemmm"
"Albert co****l mata pengawal itu" ucap Xavier dengan aura membunuh.
Albert segera melihat cctv di rumah sakit tepatnya di ruangan sang nyonya. Seketika ia tahu apa yang menjadi kemarahan sang bos saat ini.
"Baik bos" ucap Albert dengan suara dingin.
"You know what you must do with him body Albert" (kamu tahu apa yang harus kamu perbuat dengan tubuhnya) ucap Xavier dengan tatapan membunuh.
"I know bos" ucap Albert.
"Heemmm"
Albert segera memberikan perintah kepada anak buahnya untuk melaksanakan perintah sang bos. Anak buahnya segera membawa pengawal itu menuju markas mereka di tengah hutan dan melakukan perintah Albert untuk melenyapkan pengawal itu tanpa meninggalkan jejak apapun.
"Finish bos" ucap Albert setelah mendapat pesan dari anak buahnya.
"Heemmmm"
Aku tidak akan mengampuni siapa pun yang berani menatap istriku selama 3 detik, batin Xavier dengan emosi.
...βββββ...
To be continue.................
Jangan lupa vote, like, dan komen yang sebanyak-banyaknya ya guysπβ€