
π»Satu ibu bisa merawat sepuluh orang anak tapi sepuluh orang anak belum tentu bisa merawat satu orang ibuπ»
.
.
.
.
Sean mengendong baby Ares di ruang keluarga, melihat baby Ares sudah tertidur ia lalu berjalan ke kamar anaknya dan menidurkan sang anak dengan hati-hati.
Jiwa kebapakan dalam diri Sean seakan menguak keluar untuk selalu merawat anaknya. Ia tersenyum hangat melihat wajah duplikatnya yang dimiliki oleh Ares, Sean lalu mencium kening anaknya dengan lembut.
"Papa sangat menyayangi kamu son" ucap Sean dengan pelan.
Pengasuh yang melihat interaksi Sean dan anaknya tersenyum bahagia. Mereka tidak menyangka jika tatapan datar dan dingin tuan mereka akan berubah jika berada di dekat anaknya.
"Jaga anakku dengan hati-hati" ucap Sean yang sudah kembali ke mode dingin.
"Baik tuan" ucap kedua pengasuh itu serentak.
Saat keluar dari kamar Ares ia melihat Queen yang baru saja pulang dan sedang memarahi bi Lastri. Sean yang penasaran apa yang terjadi memilih untuk turun ke bawah.
"Loe itu bisa kerja ngak sih masa sampai jam segini belum juga ada makanan!" bentak Queen dengan suara tinggi.
"Maaf nyonya tapi" ucap bi Lastri yang langsung dipotong Queen.
"Tapi apa! Hah. Bilang aja loe itu malas kerja maunya makan gaji buta aja" ucap Queen sambil mendorong bi Lastri sampai jatuh.
Sean yang melihat hal tersebut seketika mengepal tangannya. Ia berlalu dan saat sampai di depan Queen, ia langsung menampar Queen dengan kuat, sampai bunyi tamparan kuat menggema di sana.
Brugh........
Queen yang kaget mendapat tamparan dari sang suami seketika jatuh di lantai, ia melihat wajah Sean yang saat ini sedang menahan emosi dan siap melepaskan emosinya kapan saja.
"Mas apa yang kamu lakukan" ucap Queen dengan gemetar.
"Berani-beraninya loe bentak pelayan gue" ucap Sean dengan suara tinggi.
"Itu karena mereka kerjanya ngak becus mas" ucap Queen dengan emosi.
Sean lalu melihat bi Lastri dengan tatapan tajam dan mengisyaratkan untuk memberi tahu alasan sebenarnya. Bi Lastri lalu berdiri dan mengatakan apa yang terjadi.
"Maaf tuan tadi nyonya marah karena tidak ada makan siang di atas meja" ucap bi Lastri sambil menunduk.
"Kamu dengar sendirikan mas mereka itu kerjaannya hanya malas-malasan saja" ucap Queen dengan nada tinggi.
"Jangan pernah siapkan makanan untuk perempuan sialan ini" ucap Sean dengan tegas dan tatapan tajam.
"Apa maksud kamu mas?" tanya Queen dengan bingung.
"Mulai detik ini jangan ada yang melayani dia dan jika kalian kedapatan melayani dia maka kalian akan dipecat! Mengerti!" bentak Sean.
"Mengerti tuan" jawab semua pelayan serentak.
"Mas kamu apa-apaan sih" ucap Queen dengan emosi.
Sean berbalik dan menatap Queen dengan tatapan membunuh. Ia memegang dagu Queen dengan kuat hingga berbekas, Queen hanya bisa meringis menahan rasa sakit di dagunya saat ini.
"J****g kayak loe ngak pantas di layani di mansion gue" ucap Sean dengan suara dingin.
"Tapi aku istri kamu mas dan ibu dari anak kamu" ucap Queen.
"Berterima kasihlah kepada Ares karena dia loe masih gue izinkan tinggal disini berengsek" ucap Sean dengan wajah datar.
Queen hanya diam menahan rasa sakit di dagunya dan hatinya saat mendengar perkataan Sean barusan. Sean lalu melepaskan dagu Queen dengan kasar dan berlalu pergi ke kamarnya.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
Queen berlari masuk ke dalam kamarnya dengan amarah di hatinya. Ia sangat tidak menyangka jika Sean akan memperlakukan dia seperti perempuan ja***g disini.
"Ini semua karena ja***g itu dan gue harus balas semua rasa sakit gue ke dia" ucap Queen dengan tatapan emosi dan menyalahkan Chloe atas apa yang terjadi padanya.
~ Mansion Xavier ~
Chloe saat ini sudah bangun dari tidurnya, ia lalu membersihkan tubuhnya dan memilih baju crop putih dan celana panjang hitam simpel. Rambutnya yang basah ia gerai agar cepat kering.
"Gue pengen makan bakso di dekat sekolahan gue" ucap Chloe membayangkan sepiring bakso.
Ia lalu mengambil hpnya dan menghubungi sang suami untuk meminta ijin. Pada dering kedua Xavier lalu mengangkat panggilannya.
"Halo baby"
^^^"Halo sayang"^^^
"Ada apa sayang"
^^^"Sayang aku boleh minta ijin tidak" ucap Chloe dengan suara manja.^^^
"No baby" ucap Xavier dengan tegas.
^^^"Tapi aku ingin makan bakso di dekat sekolah aku sayang...... hiks hiks hiks" ucap Chloe yang sudah menangis.^^^
Mendengar suara istrinya yang sedang menangis Xavier menghela napasnya dalam. Ia tahu jika saat ini istrinya sedang ngidam dan jika tidak di ijinkan maka seharian Chloe akan menangis.
"Baiklah sayang tapi kamu ingat bawa Kevin dan Mike" ucap Xavier dengan suara tegas.
^^^"Siap bos" ucap Chloe dengan bahagia.^^^
Chloe lalu mematikan panggilannya sepihak dan hal tersebut sukses membuat Xavier mengeram kesal. Xavier yang saat ini sedang di jalan menuju kantor direktur Alif hanya menahan kekesalannya.
Chloe lalu keluar menyuruh Kevin untuk menyiapkan mobil karena ia akan pergi. Kevin yang mendengar hal tersebut segera menyuruh Mike menyiapkan anak buahnya dan mobil.
~ Dubai, Uni Emirate Arab ~
Sebelum sampai di perusahaan direktur Alif Syarif Xavier lalu menelpon Kevin. Pada dering kedua Kevin langsung menjawab panggilannya.
"Halo bos"
^^^"Kamu kawal istriku kemana pun ia pergi" ucap Xavier dengan suara dingin.^^^
"Oke bos"
^^^"Jangan lupa suruh Mike dan anak buahnya selalu stand by"^^^
"Iya bos"
Xavier lalu mematikan panggilannya tanpa mendengar perkataan Kevin selanjutnya. Ia lalu mengecek posisi GPS sang istri lewat hpnya.
"Thomas aktifkan gps di cincin Istriku" ucap Xavier dengan suara dingin.
"Baik bos"
"Albert perintahkan pengawal tambah 2 kali lipat di belakang istriku"
"Baik bos"
Xavier tak segan-segan menyuruh pengawal dengan jumlah banyak menjaga istrinya karena saat ini sang istri tengah mengandung buah hati mereka.
Kenapa perasaan aku tidak enak ya, batin Xavier sambil memegang dadanya.
"Apa ada yang sakit bos" ucap Albert dengan khawatir.
"No aku hanya merasa akan ada sesuatu yang bakal terjadi" ucap Xavier dengan datar.
Albert dan Thomas saling melirik saat mendengar perkataan bos mereka. Mereka merasa seperti akan ada sesuatu yang akan terjadi sebentar lagi.
"Albert siapkan jet habis meeting kita langsung pulang"
"Baik bos" ucap Albert.
Albert lalu menghubungi anak buahnya untuk mengambil semua barang mereka di kamar hotel untuk dimasukan ke jet pribadi Xavier. Ia lalu menyiapkan berkas kerja sama yang sudah di tanda tangani oleh Xavier.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
~ Jakarta, Indonesia ~
Chloe turun ke bawah dengan menggunakan celana panjang yang agak longgar berwarna krem dengan t-shirt putih, sepatu sneaker putih tak lupa handbag kecil merek hermes di bahunya.
Semua pelayan yang melihat penampilan Chloe sangat terpesona, meski hanya memakai baju simpel dan sederhana tapi aura kecantikan Chloe seakan menutup semuanya itu.
"Silahkan nyonya" ucap Mike sambil membuka pintu penumpang untuk Chloe"
"Terima kasih Mike" ucap Chloe dengan senyum manis.
Chloe, Kevin dan Mike segera melajukan mobil ke luar dari arah mansion. Orang suruhan Adam yang sedang mengamati Chloe seketika tersenyum karena mangsa mereka keluar dari sarangnya.
Chloe dikawal 5 mobil pengawal dari belakang dan hal itu sukses membuat Chloe kaget. Ia melihat ke arah belakang dan bingung kenapa banyak sekali mobil pengawal.
"Kevin apa semua mobil di belakang kita adalah para pengawal" ucap Chloe.
"Betul nyonya dan di depan ada 2 mobil lagi"
"Apa kenapa sebanyak itu?" tanya Chloe dengan kaget.
"Ini semua perintah bos nyonya" jawab Kevin dengan santai.
"Tapi kenapa harus sebanyak ini" ucap Chloe yang merasa kesal.
"Bos tidak ingin sesuatu terjadi kepada nyonya makanya bos menaruh pengawal begitu banyak untuk mengawal nyonya kemana saja" ucap Kevin.
Chloe seketika diam dan berpikir jika apa yang suaminya perintahkan ini sudah kelewatan.
Tidak seharusnya pengawal segitu banyaknya hanya ngawal gue emang gue anak presiden apa, batin Chloe dengan kesal.
Setelah 20 menit akhirnya Chloe dan Kevin bersama para pengawal sampai di warung bakso dekat sekolahnya dulu. Kevin yang melihat tempat warung bakso seketika kaget.
"Nyonya apa benar ini tempatnya" ucap Kevin.
"Iya emang kenapa" ucap Chloe dengan ketus.
"Tempatnya bersih kok dan makanannya juga enak" ucap Chloe dengan santai.
Baru ingin menjawab omongan Chloe seketika Kevin diam dan mengikuti Chloe yang sudah masuk lebih dulu ke dalam warung bakso yang tempatnya sangat kecil. Chloe lalu memesan 2 piring bakso dan menyuruh Kevin juga memesan untuk dirinya sendiri.
Kevin yang baru memasukan sendok pertama ke mulut langsung kaget karena bakso ini sangat enak. Saking enaknya ia makan dengan cepat dan nambah lagi, Chloe tertawa melihat tingkah Kevin tapi tidak dihiraukan oleh Kevin sendiri.
Tadi aja bilang tempatnya ngak higenis tapi udah 2 mangkok, batin Chloe tertawa.
"Gimana enak kan Kevin" ucap Chloe.
"Enak banget nyonya" ucap Kevin dengan mulut penuh mengunyah bakso.
"Heemmmm"
Chloe lalu menyuruh para pengawalnya untuk makan juga. Mereka semua sangat senang karena mendapat traktiran dari nyonya mereka.
"Kevin sepulang nanti kita mampir dulu ke taman dekat sekolah aku ya" ucap Chloe.
"Baik nyonya"
Setelah semuanya sudah makan mereka lalu bergegas pergi ke tempat favorit Chloe. Saat di tengah jalan di belakang sekolah tiba-tiba di depan ada kecelakaan saat mobil Chloe ingin lewat.
Ternyata ada truk yang terbalik tepat di depan mobil Chloe. 2 mobil pengawal yang didepan segera berhenti di depan dan menunggu mobil nyonya mereka.
"Sepertinya bakalan lama kita disini" ucap Chloe.
"Sepertinya begitu nyonya" ucap Kevin.
Chloe lalu melihat ke belakang dan bingung karena hanya ada 1 mobil pengawal saja di belakangnya. Tiba-tiba perasaannya menjadi tidak enak seperti ada sesuatu yang akan terjadi.
"Kevin kenapa mobil pengawal di belakang cuma satu saja" ucap Chloe.
Kevin dan Mike seketika berbalik ke belakang dan melihat. Keduanya lalu saling menatap dan mengangguk kepala memberi isyarat.
"Nyonya saya mohon jangan pernah keluar dari mobil" ucap Mike dengan aura membunuh.
"Memangnya kenapa" ucap Chloe dengan takut.
Tak lama bunyi tembakan mulai terdengar dari arah belakang. Semua pengawal Chloe segera turun dan saling menembak musuh mereka yang maju ke depan.
Kevin dan Mike lalu turun dan memegang senjata mereka masing-masing di samping mobil Chloe. Mike mulai menembak beberapa musuh yang sudah mulai kelihatan maju.
Beruntung ia adalah seorang pembunuh berdarah dingin jadi hal seperti ini sudah biasa baginya.
"Bos sepertinya kita harus membawa nyonya segera pergi dari sini" ucap Mike sambil menembak musuh yang sudah mengepung mereka.
"Dimana anak buah kita yang lain" ucap Kevin.
"Mobil mereka meledak di bagian belakang bos" ucap Mike setelah mendapat laporan dari anak buahnya lewat earpiece.
"Sial" umpat Kevin dengan emosi.
Melihat anak buah mereka banyak yang sudah terkena tembakan, Kevin lalu memberi isyarat kepada Mike untuk segera pergi dari sana. Kevin membuka pintu belakang dan menyuruh Chloe keluar.
Chloe sebenarnya tidak takut tapi saat ini ia tidak sendiri karena ada janin anaknya yang harus ia jaga dalam kandungannya.
"Nyonya kita harus pergi dari sini" ucap Kevin.
"Iya"
Kevin, Chloe, Mike, dan anak buah mereka yang masih tersisa, segera berlari masuk ke hutan di samping jalan yang tidak terlalu lebat. Mereka berlari masuk ke sana untuk menghindari musuh.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
Chloe dan lainnya terus berlari entah mereka sudah dimana. Saat sampai di jalan raya tiba-tiba 4 mobil berhenti dan menembaki Kevin dan lainnya, Chloe yang kaget segera menunduk tapi naas peluru mengenai lengan kirinya.
"Arrrghhhhh" teriak Chloe merasakan sakit.
"Nyonya tidak apa-apa" ucap Kevin dengan panik.
"Iya aku tidak apa-apa" ucap Chloe sambil menahan sakit di lengannya.
Kevin lalu menembak musuh dan berlari pergi ke arah lain bersama Mike, anak buah mereka yang lain bertahan disana untuk menghadang para musuh.
"Ikuti 3 orang itu" ucap ketua pembunuh itu dengan suara nyaring.
Mereka lalu mengendarai mobil dan mengikuti Chloe, Mike langsung menembak sang sopir tepat di kepalanya sehingga mobil menjadi oleng dan terbalik.
"Nyonya pergi dari sini serahkan semuanya kepada kami" ucap Kevin.
"Tapi"
"Cepat nyonya tidak ada waktu lagi" ucap Kevin dengan suara tinggi.
Chloe mengangguk dan berlari secepat mungkin menghindar dari sana. Ia berlari sambil menangis merasa sangat kasihan kepada para pengawal yang mengorbankan diri mereka untuknya.
"Ya Tuhan........hiks hiks hiks........lindungilah mereka semua........hiks hiks" ucap Chloe sambil terisak.
Chloe berlari masuk ke dalam hutan menghindar mobil yang mengejarnya. Ia tidak memikirkan yang lain saat ini hanya berharap suaminya segera datang dan menolong dirinya.
Sayang cepat kamu datang aku dan anak kamu sangat membutuhkan kamu, batin Chloe yang merasa takut.
Di dalam pesawat jet pribadi, Xavier memegang dadanya yang terasa sakit.
Apa yang terjadi kenapa perasaan aku tidak enak, batin Xavier.
"Berapa lama lagi kita sampai" ucap Xavier dengan aura mencekam.
"30 menit lagi kita sampai bos" ucap Albert.
"Heemmmm"
Di jalan dekat area hutan anak buah Xavier terus menembak para musuhnya. Entah dari mana munculnya mereka tapi jumlah mereka sangat banyak, beruntung anak buah Xavier sudah sangat mahir jadi bisa menjaga diri mereka masing-masing.
"Dimana nyonya bos" ucap Mike.
"Aku suruh nyonya lari ke hutan menghindar dari musuh" ucap Kevin.
Dor........dor....dor.....dor.....dor.....dor.....
Keduanya terus menembak musuh yang terus saja berdatangan. 40 menit kemudian semua musuh mereka sudah berhasil di lumpuhkan.
~ Bandar udara Soekarna Hatta ~
Jet pribadi Xavier sudah mendarat di bandar udara Soekarno Hatta dengan tepat. Xavier melihat jam di tangannya sudah pukul 16:00 tepat.
Xavier menelpon sang istri tapi panggilannya tidak diangkat. Sudah berkali-kali ia mencoba menelpon tapi tetap tidak di angkat.
Albert yang mendapat laporan dari anak buahnya seketika mendadak pucat. Ia lalu berjalan ke arah Xavier dengan cepat dengan wajah emosi dan takut.
"Bos" ucap Albert dengan gugup.
"Ada apa" ucap Xavier dengan datar sambil terus menelpon sang istri.
"Nyonya dan lainnya saat ini sedang dihadang musuh" ucap Albert dengan gugup.
Seketika hp ditangan Xavier jatuh saat mendengar laporan dari Albert. Raut wajahnya seketika berubah menjadi hitam dan siap membunuh siapa pun saat ini.
"Siapkan helikopter" ucap Xavier dengan suara tinggi.
"Baik bos" ucap Albert dengan gugup.
Xavier segera turun dari pesawat tidak memperdulikan hpnya lagi. Thomas lalu memungut hp bosnya dan segera menyusul Xavier ke bawah, semua anak buah yang menjemput Xavier seketika gemetar ketakutan.
Aura tubuh sang bos saat ini seperti siap untuk menerkam mangsanya. Ia lalu naik ke helikopter menuju lokasi Kevin dan Mike saat ini, sepanjang jalan ia terus berdoa dalam hati untuk keselamatan sang istri dan anaknya.
"Apa yang terjadi!" bentak Xavier.
"Sepulang makan bakso mobil nyonya berhenti karena ada truk yang terbalik bos, tapi ternyata itu semua rencana musuh bos dan mereka lalu menembak semua pengawal kita sehingga nyonya dan lainnya berlari menghindar ke dalam hutan" papar Albert menjelaskan kronologi penyerangan Chloe.
"Berengsek akan ku bunuh mereka semua" ucap Xavier dengan emosi.
Selang 5 menit helikopter Xavier turun di jalan dekat hutan yang agak jauh dari sekolah Chloe dulu. Xavier berjalan dengan aura membunuh menuju Kevin dan Mike yang baru selesai menghabisi musuh.
"Bos" ucap Kevin dengan gemetar takut.
"Dimana istriku!" bentak Xavier.
"Nyonya berlari masuk ke arah hutan sendiri bos" ucap Kevin.
Bugh............bugh...........
Dua pukulan kuat di tubuh Kevin dan Mike, seketika keduanya terjatuh di tanah karena tidak kuat menahan rasa sakit dari pukulan sang bos.
"Sudah kubilang jangan biarkan istriku sendiri berengsek!" bentak Xavier dengan suara tinggi.
Xavier lalu memukul Kevin, Mike, dan anak buahnya yang lain dengan brutal. Albert terus melihat pergerakan GPS Chloe di iPadnya.
"Bos kita harus menyusul nyonya sekarang juga" ucap Albert dengan suara dingin.
Seketika Xavier menghentikan kakinya yang akan menendang anak buahnya yang sudah terkapar di tanah. Xavier lalu menerima iPad dari tangan Albert dan berlari masuk ke dalam hutan dengan cepat.
Albert dan lainnya berlari masuk mengikuti Xavier dari belakang. Chloe yang berlari terus seketika jatuh karena kakinya terantuk kayu dan keseleo, beruntung ia jatuh tidak kuat dan hanya lututnya yang luka.
Tiba-tiba langkah kaki yang banyak mendekat ke arahnya, Chloe yang melihat orang yang sudah menghadang mereka seketika ketakutan karena tidak bisa berbuat apa-paa.
"Hahahaha! Akhirnya ketangkap juga kamu ja***g kecil" ucap sang bos pembunuh.
"Siapa kalian apa mau kalian" ucap Chloe dengan suara bergetar takut.
"Mau kami yaitu kamu mati" ucap bos pembunuh sambil tertawa.
...βββββ...
To be continue..........
Jangan lupa vote, like, dan komen yang sebanyak-banyaknya ya guysπβ€