
π»Aku bukan orang yang baik dan suci tapi aku mempunyai hati yang lebih tulus dari pada orang yang melakukan kebaikan hanya untuk pencitraanπ»
.
.
.
.
Semua orang di dalam mansion kaget mengetahui siapa Xavier sebenarnya. Anggota devil dragon yang melihat bos mereka membuka topeng juga ikut membuka topeng mereka.
Ken tersenyum sinis melihat keterkejutan keluarga Nidas saat ini. Bahkan Juan sendiri sudah gemetaran ketakutan mengetahui siapa ketua mafia devil dragon.
"Albert menurutmu apa yang harus kita lakukan?" tanya Xavier dengan senyum menyeringai.
"Bunuh mereka semua lalu buang tubuh mereka ke kandang peliharaan bos" ucap Albert dengan tatapan membunuh.
Katy menelan salivanya dengan kasar mendengar penuturan Albert. Ia merasa kata-kata Albert itu memberi tahu seberapa besar luka yang ia rasakan.
"Menurutku kita harus bermain-main dulu dengan mainan kita" ucap Xavier dengan sinis.
"Aku setuju bos tidak menyenangkan jika mainan kita mati dengan mudah" ucap Albert sambil tertawa sinis.
"Ken" ucap Xavier dengan suara dingin.
"Siap bos" ucap Ken sambil tersenyum penuh arti.
Ken menarik paksa anak kedua Juan yang berumur 15 tahun dengan kasar. Anak Juan menangis memberontak tapi seketika ditampar oleh Ken, ia seketika diam sambil menangis menahan rasa sakit di pipi dan rambutnya yang sedang dijambak.
"Bagaimana rasanya jika kamu menonton anakmu di pe****a di depan matamu sendiri" ucap Xavier dengan suara dingin.
"Apa maksudmu jangan lakukan itu" ucap Juan dengan panik.
Hahahaha...........
Xavier tertawa kencang melihat raut wajah Juan yang sudah mulai panik. Ia melirik Albert untuk memulai apa yang ingin dilakukannya, Albert bangun dan langsung menghajar Juan dengan tidak berperasaan.
Teriakan istri Juan dan semuanya tidak di gubris oleh Albert. Saat ini ia sudah berubah menjadi monster yang tidak berperasaan.
"Cukup hentikan" teriak Katy sambil berdiri dari kursi roda.
Semuanya kaget melihat Katy yang bisa berbicara dan bisa berdiri. Xavier tersenyum sinis melihat Katy Nidas yang berteriak menghentikan aksi Albert.
"Wah ternyata nyonya Nidas sudah sembuh dari lumpuhnya ya" ucap Xavier dengan senyum penuh arti.
"Kenapa kalian lakukan ini kepada keluargaku" ucap Katy dengan emosi.
Albert seketika menatap tajam Katy dengan tatapan membunuh. Katy menelan salivanya dengan susah melihat tatapan Albert saat ini, Xavier bangun dan berjalan mengitari Katy dengan senyum sinis.
"Apa anda tahu kelakuan bejat anak dan suamimu nyonya Katy" ucap Xavier dengan suara dingin.
"Apa maksudmu Mr. Wesly?" tanya Katy penasaran.
"Anak berengsekmu itu adalah pedofil biadab yang tega memper***a adikku saat berumur empat tahun hingga tewas" ucap Albert dengan suara tinggi.
Duar..........
Katy menutup mulutnya kaget mendengar ucapan Albert, Robert mengingat kejadian kapan Juan melakukan hal tersebut dan seketika ia kaget saat mengingat kejadian di rumah Nathan Kendrick.
"Jangan bilang kamu" ucap Robert dengan suara gugup.
"Ya aku adalah anak dari Nathan dan Rosa Kendrick yang kalian bunuh dengan keji di depan mataku sendiri" teriak Albert dengan penuh amarah.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
Semuanya diam tidak berbicara satu kata pun mendengar apa yang sebenarnya terjadi. Robert dengan jelas mengingat apa yang hari itu terjadi tapi dia tidak melihat dimana Albert saat itu.
"Apa maksud mereka Robert?" tanya Katy dengan penasaran.
"Biar aku beritahu bagaimana sikap suami tersayangmu diluar sana nyonya Nidas" ucap Albert dengan suara dingin.
"Katakan" ucap Katy penasaran.
"Suamimu sudah membunuh daddyku dengan kejam di depan mata anak berumur 6 tahun, bahkan suamimu tega memp****sa mommyku di depan mata daddyku dan anak buahnya. Tak sampai situ suamimu itu juga menyuruh anak buahnya ikut memp*****a mommy aku sampai puas dan menembaknya hingga tewas. Lebih keji lagi anak berengsekmu itu tega memp*****a adik aku yang terbangun saat itu dan ia waktu itu berumur 4 tahun, apa orang seperti mereka pantas untuk hidup! Hah!" teriak Albert dengan suara tinggi.
Brugh..........
Katy seketika terjatuh duduk di lantai mendengar ucapan Albert, ia tak menyangka sang suami akan tega melakukan hal seperti itu. Bahkan anaknya lebih parah melakukan hal tersebut dengan anak yang masih terlalu sangat kecil.
"Anak terkasihmu itu memilki kelainan s**s dan hanya puas melakukan dengan anak dibawah umur" ucap Xavier dengan suara dingin.
"Cukup hentikan semuanya" teriak istri Juan dengan histeris.
Ia tak menyangka suaminya adalah seorang pedofil dan bejat seperti itu. Anak Juan yang dipegang oleh Ken juga menangis mengetahui kelakuan daddynya itu.
"Albert puaskan dendammu" ucap Xavier dengan sinis.
"Apa bos tidak mau ikut membalas apa yang di alami nyonya saat ini" ucap Albert.
Seketika aura Xavier berubah menjadi sangat mengintimidasi, ia bangun dan mengambil pisau kesayangannya dan mendekati Juan. Juan berteriak dengan histeris saat pisau milik Xavier menancap di tangannya.
D***h segar bercucuran di lantai dan j**i tangan Juan sudah terlepas dari tubuhnya. Pelayan yang melihat hal tersebut seketika pingsan tak kuat melihat aksi Xavier.
Robert hanya diam tidak bisa berkutik melihat anaknya, ia tahu apa yang anaknya lakukan sehingga mendapat hal seperti itu.
Aku sudah gagal mendidik anak-anakku, batin Robert dengan sedih.
Albert lalu menyelesaikan apa yang dilakukan oleh Xavier kepada Juan. Bau anyir menyeruak di dalam mansion membuat siapa saja yang menciumnya akan muntah.
Albert tersenyum sinis melihat hasil ukiran karyanya di tubuh Juan. Anak buah Xavier menggelengkan kepalanya tanda Juan sudah tidak bernyawa lagi, tangisan histeris dan teriakan seketika terdengar di dalam sana.
Johan menangis melihat tubuh kakaknya yang sudah tak bisa dikenali, bahkan kakaknya saat ini sudah merenggang nyawa. Xavier lalu menatap tajam Robert yang menjadi pelampiasan dendamnya.
Bugh......bugh.....bugh.....bugh.....bugh.....
Tubuh Robert dipukul dengan brutal oleh Xavier. Bahkan semua disana tak sempat melihat pergerakan Xavier yang sangat cepat.
Uhuk.......uhuk.........uhuk........
Seketika Robert terbatuk sambil mengeluarkan d***h dari mulutnya akibat pukulan Xavier. Ia ikhlas mendapat semua ini karena ini adalah balasan untuk apa yang sudah dilakukannya dulu.
"Maafkan aku" ucap Robert dengan suara pelan.
"Tidak ada maaf untuk orang sepertimu bajingan, ini untuk kedua orang tuaku dan orang tua istriku" ucap Xavier dengan emosi.
Xavier terus memukul Robert mengeluarkan amarah dan dendam di dalam dirinya. Albert lalu mengambil ahli untuk melampiaskan dendam sang mommy kepada Robert.
Krek.........krek..........
Arrrggghhh......
Bunyi tulang patah terdengar saat kedua kaki Robert di patahkan dan diinjak oleh Albert. Teriakan kesakitan bergema di dalam mansion Robert, malam itu adalah malam yang tidak akan pernah dilupakan oleh mereka semua.
^^^γ γ γ π π π π γ γ γ^^^
"Hiks hiks.........cukup aku mohon hentikan semuanya.........hiks hiks" ucap Katy dengan derai air mata.
Meski ia tahu Robert salah tapi Robert adalah suaminya yang sangat ia cintai. Katy bersujud di kaki Xavier agar mengampuni Robert dan keluarganya.
"Saya mohon.........hiks hiks.........ampuni suami dan anakku Mr. Wesly.........hiks hiks hiks" ucap Katy dengan derai air mata.
"Apa anda tahu saat ini istriku sedang koma karena tembakan anak buah anak anda" ucap Xavier dengan suara tinggi.
"Chloe" ucap Robert dengan suara gemetaran.
"Jangan sebut nama istriku dengan mulut kotormu itu!" bentak Xavier dengan suara tinggi.
"Apa yang terjadi dengan cucuku.........hiks hiks hiks" ucap Katy sambil menangis.
Ia tak menyangka jika sang mommy sudah mengetahui perihal mengenai Chloe. Xavier menatap Katy dengan tatapan benci tidak ada rasa belas kasihan sedikit pun.
"Dia bukan cucu anda lagi semenjak kalian mengusir dan mencoret nama mommy mertuaku" ucap Xavier dengan suara dingin.
"Aku mohon pertemukan aku dengan cucuku aku mohon" ucap Katy dengan memohon.
"Sampai matipun aku tidak sudi menganggap kalian sebagai keluarga istriku!" bentak Xavier dengan suara tinggi.
"Aku mohon tolong........hiks hiks........sku sangat sayang dengan anak dari putriku" ucap Katy sambil menangis memohon.
"Albert berikan obat itu ke berengsek itu" ucap Xavier dengan suara dingin tak menangapi ucapan Katy.
"Baik bos" ucap Albert.
Meski Albert ingin membunuh Robert seperti Juan tapi ia tahan, karena ia ingin melihat Robert menderita sebelum ajal menjemputnya.
"Jangan pernah tunjukan muka kalian di hadapanku atau menganggu keluargaku, bawa semua pengawal kalian jika tidak aku akan membunuh mereka dan mengirim kepala mereka kepada kalian" ucap Xavier dengan suara dingin dan tatapan membunuh.
Sebelum pergi Albert memukul Robert hingga ia puas demi dendam sang mommy. Ia sudah lebih lega setelah membalaskan semua dendam keluarganya.
"Sekarang kalian bisa tenang di alam sana" gumam Albert dengan pelan.
Xavier dan anak buahnya pergi meninggalkan mansion Robert dengan tidak ada jejak sedikitpun. Johan melihat keluar mansion dan kaget melihat semua pengawal mereka mati dengan mengenaskan.
"Aku tidak akan pernah berurusan lagi dengan Xavier" ucap Johan dengan suara pelan.
Beruntung ia tidak ambil bagian dalam pembunuhan kedua keluarga itu jika tidak nyawa keluarganya teruhannya. Johan masuk dan mendapati semua keluarganya melihat jasad Juan dengan tatapan benci.
Bahkan keponakannya tak sudi melihat jasad daddynya sedikit pun. Katy terdiam tidak berbicara satu kata pun karena pikirannya masih di penuhi dengan kejadian barusan.
"Mommy" ucap Johan.
"Urus daddy dan kakakmu, mommy tidak sudi mengurus mereka berdua" ucap Katy dengan suara dingin.
Johan hanya diam tidak berbicara apapun, karena ia tahu saat ini sang mommy sedang emosi. Johan dan para pelayan lalu mulai mengurus semua jasad yang ada di dalam mansion dengan diam.
Hari itu adalah hari yang tidak akan pernah dilupakan oleh Johan dan keluarganya. Mereka melakukan pemakaman Juan dengan tertutup tanpa diketahui oleh publik.
Di dalam pesawat Xavier segera membersihkan tubuhnya dan merasa lega sudah membalaskan dendamnya. Ia tahu istrinya tidak akan setuju dengan tindakannya tapi ia lakukan ini untuk keluarganya ke depan.
"Tunggu aku baby aku segera pulang" ucap Xavier di bawah shower.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
~ California, Los Angeles ~
Semua berita kabar hari itu membuat dunia maya kaget melihat saham perusahaan Nidas Corp yang merosot. Thomas tahu jika markas mereka hancur akan berpengaruh pada saham mereka.
"Ternyata bos dan Albert sudah menyelesaikan dendam mereka" ucap Thomas.
Thomas lalu pergi ke club di salah satu club milik Xavier, tak banyak yang tahu jika Xavier adalah pemilik club heaven karena club ini hanya di pakainya untuk menghancurkan rekan bisnis mereka yang berkhianat.
Suara musik dj menyambut kedatangan Thomas di sana, semua pengawal menunduk melihat kehadiran Thomas sebagai salah satu orang kepercayaan bos mereka.
Di dalam club Thomas mengedarkan pandangannya melihat begitu banyak manusia yang sedang berpesta. Banyak kaum hawa menatap dirinya dengan tatapan lapar tapi tidak dianggapnya.
"Selamat datang bos" ucap sang manajer.
"Siapkan ruangan biasa" ucap Thomas dengan suara dingin.
"Baik bos" ucap manajer tersebut.
Thomas lalu melangkahkan kakinya menuju lantai dua yaitu ruangan VIP. Baru saja ia akan naik tiba-tiba pandangannya menatap seorang gadis yang sangat dikenalinya sedang berjoget di bawah sana.
"Valeria" gumam Thomas dengan pelan.
Thomas segera turun ke lantai dansa dan menarik tubuh Valeria dengan kuat. Valeria yang kaget ditarik memberontak tapi tenaganya tidak sebanding dengan Thomas.
"Apa yang kamu lakukan!" bentak Valeria dengan suara dingin.
Tak peduli ucapan Valeria ia terus menarik Valeria menuju lantai dua. Sampai di lantai dua keduanya masuk ke dalam ruangan dengan tatapan dingin, entah kenapa Thomas sangat marah melihat Valeria yang bergoyang di bawah sana.
"So apa yang kamu lakukan kepadaku" ucap Valeria dengan suara dingin.
"Apa yang kamu lakukan disini dengan pakaian seperti itu?" bentak Thomas.
Valeria mengangkat sebelah alisnya bingung dengan pertanyaan Thomas. Valeria tersenyum sinis sambil bersedekap tangan di dada melihat Thomas.
"Memangnya siapa kamu mengurusi hidupku!" bentak Valeria dengan suara tinggi.
Seketika Thomas mencium b***r Valeria dengan kasar, Valeria mengumpat di dalam hati mendorong Thomas tapi tidak bisa. Thomas terus mencium Valeria hingga pasokan udara keduanya menipis.
"From now you are mine" (mulai sekarang kamu milikku) ucap Thomas dengan napas tak beraturan.
"In your dream as****e" (dalam mimpimu bajingan) ucap Valeria dengan sinis.
"Bibir kamu manis seperti ucapanmu baby" ucap Thomas dengan senyum menggoda.
"Sampai kapanpun aku bukan milikmu" teriak Valeria dengan suara tinggi.
"Aku tidak perduli mulai detik ini kamu jadi pacarku dan aku tidak mau melihat kamu berpakaian seperti ini jika tidak akan aku pastikan saat itu juga kita akan selesai di ranjang" ucap Thomas dengan suara dingin.
"Ckk!! Aku tidak sudi disentuh kamu" ucap Valeria dengan tatapan membunuh.
Thomas terkekeh dan kembali mencium b***r Valeria, tapi ciuman kali ini sangat lembut bahkan membuat Valeria terhanyut. Thomas tersenyum sambil memeluk dan mencium lembut Valeria.
Malam itu ia sudah bertekad untuk menjadikan Valeria menjadi miliknya sesuai perasaannya. Entah kenapa Valeria yang biasanya kuat di depan musuh sangat lemah di depan Thomas.
Tanpa ia sadari ternyata ia sudah memiliki perasaan kepada Thomas semenjak keduanya bertemu di rumah sakit. Saat itu Valeria menepis pikirannya tapi tidak dengan kali ini.
~ Wesly Hospital ~
Kevin dan Mira panik saat melihat tubuh Chloe kejang-kejang. Kevin memeriksa kondisi Chloe tapi tidak ada masalah bahkan kondisinya stabil.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
Setengah jam tubuh Chloe kejang-kejang membuat keduanya khawatir. Baby Xander juga sempat menangis saat tubuh Chloe kejang-kejang tapi beruntung bayi itu sudah mulai diam kembali.
"Syukurlah tidak ada hal serius" ucap Kevin.
"Apa ini berhubungan dengan alam bawah sadar Chloe" ucap Mira.
"Bisa jadi karena orang yang koma cenderung sedang berkelana di dalam dunia fantasinya dan hanya dirinya yang tahu apa yang saat ini terjadi" ucap Kevin.
"Apa ada cara untuk membangunkan Chloe" ucap Mira dengan panik.
"Hanya Tuhan dan keinginan pemilik tubuh yang bisa membangunkan nyonya" ucap Kevin.
Keduanya menatap Chloe dengan sedih berharap agar Chloe segera sadar dan bangun dari tidur panjangnya. Tanpa mereka sadari ternyata saat ini Chloe sedang berada di dunia fantasinya dengan bahagia.
Tak lama Kevin mendapat pesan dari anak buahnya mengenai keadaan markas white lion. Kevin tersenyum mengetahui kedua orang yang sudah dianggapnya kakak berhasil membalaskan dendam mereka.
"Itu setimpal dengan perbuatan kalian kepada kedua orang yang sangat aku sayangi" gumam Kevin dengan pelan.
Kevin melihat foto markas white lion yang sudah rata dengan tanah, bahkan ada foto Juan yang sudah tidak bernyawa lagi. Kevin tahu jika itu adalah perbuatan Albert karena ia sangat mengenali ciri khas kekejaman Albert.
Akhirnya kamu bisa hidup dengan lega setelah dendammu terbalaskan dude, batin Kevin dengan riang.
Kevin mengangkat kepalanya dan melihat Mira yang sedang membersihkan wajah Chloe. Ia berpikir apa Mira bisa menerima jati diri Albert seperti Chloe atau tidak, pasalnya ia sedikit ragu dengan pemikiran Mira.
"Aku harap keduanya bisa seperti bos dan nyonya saling menerima satu sama lain" ucap Kevin dengan suara pelan.
...βββββ...
To be continue............
Jangan lupa vote, like, dan komen yang sebanyak-banyaknya ya guysπβ€