Heartless

Heartless
Episode 100



🌻Aku menangis bukan karena aku lemah tapi karena aku sudah terlalu lama menjadi kuat🌻


.


.


.


.


Pagi ini Chloe diantar ke kampus oleh Xavier sendiri, dirinya memilih untuk memakai mobil Buggati sport miliknya khusus mereka berdua saja.


"Sayang antarnya jangan sampai depan kampus ya" ucap Chloe dengan lembut.


"Kenapa?" tanya Xavier memandangi wajah cantik kekasihnya dari samping kemudi.


"Aku tidak mau jadi sorotan baby"


"No baby aku tetap mengantar kamu sampai di depan" ucap Xavier tak mau dibantah.


"Sayang please" ucap Chloe dengan wajah puppy eyesnya.


Xavier tidak bisa menolak permintaan Chloe jika sudah menampilkan wajah imut seperti itu. Seketika Xavier tersenyum mendapat ide.


"Oke aku bakal nurunin kamu sebelum sampai kampus tapi" ucap Xavier sambil tersenyum devil.


"Tapi apa sayang?" tanya Chloe penasaran.


Sepertinya ada yang aneh deh dilihat dari senyuman Xavier kayaknya permintaannya aneh-aneh deh, batin Chloe.


"Aku mau kamu duduk di pangkuan aku dan mencium aku sampai aku puas" bisik Xavier saat mereka berhenti di lampu merah.


"Apa!" pekik Chloe dengan suara kencang.


"Kamu dengar dengan jelas baby" ucap Xavier sambil menaik turun alisnya.


"Sayang kamu bisa tidak jangan ngomong yang vulgar kayak gitu" ucap Chloe dengan kesal.


"Tidak bisa sayang dan aku tunggu jawaban kamu baby" ucap Xavier sambil terkekeh.


Chloe melihat Xavier seperti ingin memukul kepalanya karena kesal, ia memikirkan ucapan Xavier jika tidak mengikuti kemauannya sudah pasti dirinya akan menjadi sorotan.


Lebih baik gue ikutin maunya aja lagian cuma kita berdua aja dari pada entar gue jadi sorotan di kampus lagi karena seorang anak beasiswa diantar menggunakan mobil mewah, batin Chloe.


"Baiklah sayang" ucap Chloe pasrah.


"Good choice baby" ucap Xavier sambil tersenyum bahagia.


Tiba di persimpangan jalan dekat kampus Xavier berhenti memarkirkan mobilnya di tepi jalan. Chloe melihat ke samping kiri dan kanan tidak terlalu banyak mahasiswa yang berkeliaran disana.


Mobil pengawal Xavier berhenti tidak jauh dari mereka mengawasi mobil sang bos. Chloe melihat Xavier yang sedang menatapnya dengan senyum manis.


Chloe melepaskan seatbelt dan segera duduk di pangkuan Xavier, jantung Chloe berdetak dengan cepat karena harus mencium Xavier lebih dulu. Chloe mendekatkan wajahnya ke wajah Xavier.


Ia menutup mata sambil menjatuhkan bi**rnya ke bi**r Xavier dengan perlahan. Chloe mencium Xavier dengan lembut dan meng***t kecil bi**r Xavier, karena rasa manis dan memabukkan ciuman Chloe ia segera memegang kepala Chloe dengan cepat.


Xavier mencium Chloe dengan lembut tapi sedikit kasar karena tidak tahan lagi dengan candu bi**r Chloe. Lama mereka berciuman hingga bi**r Chloe bengkak.


"I love you baby" bisik Xavier dengan suara serak.


"I love you too baby" ucap Chloe menormalkan napasnya yang ngos-ngosan karena ciuman Xavier barusan.


Xavier memeluk Chloe dan mengelus kepala sang pacar dengan lembut, Chloe pun hanya menerimanya karena merasa sangat nyaman dengan pelukan sang kekasih.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Chloe akhirnya keluar dan pergi ke kampus untuk memasukan judul skripsinya. Xavier yang sudah melihat sang kekasih masuk ke dalam kampus segera melajukan mobilnya ke perusahaan.


"Awasi gadisku jangan sampai lengah" ucap Xavier lewat earpiece di telinganya.


"Baik bos"


Mobil pengawal mengikuti Xavier ke perusahaan menyisakan 1 mobil pengawal yang mengawasi Chloe dari jauh tanpa kelihatan.


Chloe langsung bergegas menemui ketua jurusan untuk mengumpulkan judul skripsinya. Sampai disana ia segera masuk dan menemui Mr. Harold.


"Permisi Mr. Harold" ucap Chloe dengan sopan setelah mengetuk pintu.


"Ya miss Chloe can i help you" (ada uang bisa saya bantu)


"Saya ingin mengantar judul skripsi saya Mr. Harold"


"Wah ternyata anda sudah mulai mengerjakan skripsi ya nona Chloe" ucap Mr. Harold dengan bangga.


"Iya Mr karena saya ingin segera menyelesaikan kuliah saya" ucap Chloe dengan wajah datar.


"Saya bangga memiliki mahasiswa pintar dan cerdas seperti nona Chloe"


"Terima kasih Mr. Harold"


"Sama-sama miss Chloe"


Mr. Harold kemudian menerima judul dan ringkasan singkat mengenai judul skripsinya, Mr. Harold mengangguk kepalanya membaca ringkasan tersebut.


"Saya suka dengan judul pilihan miss Chloe dan secepatnya anda bisa mulai untuk melakukan penelitian"


"Terima kasih Mr. Harold" ucap Chloe dengan senyum tipis.


"Oh ya untuk dosen pembimbingnya saya akan menyerahkan surat pemberitahuan kepada mereka dan miss Chloe bisa mulai melakukan konsultasi mulai besok bagaimana"


"Baik Mr. Harold"


"Ya kalau begitu nona Chloe nanti bisa bertemu dengan kedua pembimbing anda" ucap Mr. Harold sambil memberikan kertas berisi nama 2 orang pembimbing skripsinya.


"Terima kasih Mr. Harold"


"Sama-sama nona Chloe"


"Kalau begitu saya permisi dulu Mr. Harold"


"Iya silahkan nona Chloe"


Chloe segera pergi meninggalkan ruang ketua jurusan, dirinya sangat senang karena sudah berhasil mendapat 2 nama pembimbing skripsinya.


Chloe pun berjalan mencari keberadaan teman-temannya di sekitar kampus. Karena tidak melihat keberadaan mereka Chloe mengambil hpnya dan menghubungi Mira.


"Halo" ucap Mira dari seberang.


^^^"Halo Mira loe lagi dimana?"^^^


"Gue ada di pintu masuk kampus"


^^^"Oh loe baru nyampe ya"^^^


"Iya nih emang loe lagi ada dimana"


^^^"Gue di depan gedung jurusan"^^^


"Oh ok gue otw ke sana"


^^^"Oke gue tunggu"^^^


"Iya Bye Chloe"


^^^"Bye"^^^


Tak lama Chloe melihat Mira yang berlari menuju kerahnya. Penampilan Mira yang sederhana dan wajah ayunya membuat Chloe merasa senang berteman dengannya.


"Udah dari tadi loe di kampus" ucap Mira dengan napas ngos-ngosan karena berlari.


"Iya dari sejam yang lalu"


"Pagi benar loe datangnya" ucap Mira dengan kaget.


"Ngak terlalu pagi thu tapi loe aja yang kesiangan" ucap Chloe mencibir.


"Hehehehe! Tau aja loe"


"Jadi gimana loe udah dapat dosen pembimbing?" tanya Mira.


"Udah barusan aja buruan sana loe masukin judul loe" ucap Chloe.


"Okokok! Kalau gitu gue ke sana dulu loe tungguin disini ya"


"Heeemmm"


Chloe mengedarkan pandangannya melihat suasana kampus UCLA yang sudah menjadi tempat menambah ilmu baginya selama 3 tahun. Chloe tidak menyangka ia bisa merasakan yang namanya kuliah dengan hasil jerih payahnya sendiri.


Chloe sangat bersyukur sampai saat ini ia diberi kekuatan dan kesabaran dalam menghadapi jalan hidupnya yang berliku-liku. Dirinya tidak menyangka akan melewati begitu banyak cobaan dalam hidupnya.


"Bengong aja kamu awas kesambet hantu penunggu disini" ucap Julian mengagetkan Chloe.


"Sialan kamu" ucap Chloe kesal karena kaget.


"Hehehe! Sorry jangan cemberut gitu dong nanti beneran loh kamu kesambet hantu disini"


"Heeemmm" deham Chloe acuh.


"Hay Julian baru datang ya" ucap Jeni.


"Iya cantik" ucap Julian menggoda Jeni.


Wajah Jeni seketika merah padam karena mendapat gombalan dari Julian. Entah kenapa jantungnya berdetak dengan cepat saat berada di dekat Julian.


"Elah gombalan basi kamu mending sana masukin judul skripsi kamu" ucap Mira.


"Cih! Sialan kamu" ucap Julian dengan kesal.


Mira hanya menanggapinya dengan cekikan, Julian pun berlalu menuju ruang jurusan untuk memasukan judul penelitiannya.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


"Guys kayaknya aku punya penyakit jantung deh" ucap Jeni sambil memegang dadanya.


"Hah! Beneran kamu" ucap Chloe dan Mira dengan kaget.


"Iya soalnya jantung aku dari tadi thu berdetak dengan kencang" ucap Jeni dengan wajah polos.


"Dari kapan sih kamu mulai ngerasa?" tanya Mira.


"Uhmm! Semenjak Julian nolong aku waktu mau jatuh sampai sekarang" ucap Jeni mengingat sejak kapan jantungnya berdetak dengan cepat.


"Kapan kamu jatuh?" tanya Mira dengan cepat.


"Uhmm! Waktu kita semester 3"


Chloe memikirkan ucapan Jeni dan mencoba merangkai semua perkataan Jeni. Seketika Chloe tersenyum karena ternyata sahabatnya ini sedang jatuh cinta.


"Kenapa loe senyum-senyum?" tanya Mira dengan wajah penasaran.


"Apa jantung kamu berdetak saat berdekatan dengan Julian?" tanya Chloe tidak merespon perkataan Mira.


"Iya" ucap Jeni.


"Waktu jauh dari Julian tidak kan?" tanya Chloe dengan cepat.


"Heeemmm" deham Jeni sambil mengangguk kepala.


"Terus waktu kamu sendirian kamu ingat Julian kamu senyum-senyum sendiri kan?" tanya chloe lagi.


"Dari tadi kamu tanya tentang Julian terus emang apa hubungannya?" tanya Mira penasaran.


"Udah kamu diam aja dengerin aja tidak usah cerocos gitu" ucap Chloe dengan kesal.


"Ya elah tanya aja malah di jawab jutek" ucap Mira dengan cemberut.


"Chloe apa yang kamu tanyain semua itu benar" ucap Jeni.


"Fix aku tahu kamu kenapa" ucap Chloe dengan riang.


"Kenapa?" tanya Mira dan Jeni serentak.


"Kamu lagi jatuh cinta sama Julian"


"Hah!" pekik Mira dengan kaget.


"Jangan ngaco deh Chloe ada aja-aja kamu" ucap Jeni dengan cekikan.


"Aku beritahu sesuai fakta Jeni dan kamu itu sama kayak aku yang pertama kali jatuh cinta sama Xavier" ucap Chloe dengan tegas.


"Aku rasa tidak mungkin Chloe" ucap Jeni.


"Listen to your heart Jeni jangan hanya logika kamu saja" ucap Chloe dengan tegas.


Jeni seketika memikirkan semua perkataan Chloe dan saat ia memikirkan tentang Julian jantungnya berdetak dengan cepat.


Apa iya aku jatuh cinta sama Julian dan kenapa hati aku kayak berbunga-bunga saat memikirkan dirinya, batin Jeni.


"Aku bingung dengan ucapanmu Chloe" ucap Mira.


"Ya pastilah orang kamu itu jomblo mana ngerti" ucap Chloe nada mengejek.


"Berengsek kamu" ucap Mira dengan kesal.


"Sepertinya benar kata kamu Chloe" ucap Jeni dengan wajah yang sudah merona karena malu.


"Cie cie! Yang lagi jatuh cinta" ucap Chloe sambil menggoda Jeni.


"Ah! Chloe jangan dibahas deh" ucap Jeni dengan malu-malu.


Mira dan Chloe tertawa melihat wajah Jeni yang sudah seperti kepiting rebus karena malu. Ketiganya saling menggoda satu sama lain menghabiskan waktu mereka di taman kampus.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


~ Universitas Indonesia ~


Tak terasa waktu berlalu dengan cepat Sean sekarang lebih rajin mengikuti kuliah bahkan ia mengambil tambahan mata kuliah untuk segera menyelesaikan kuliahnya.


Queen masih saja suka mendekati Sean tapi tidak pernah direspon sama sekali oleh Sean. Bahkan Queen sudah berulang kali mencobanya tapi gagal.


Di lain sisi tanpa Queen sadari ternyata teman seangkatannya Henki Baskoro selalu saja mengikuti Queen setiap hari tanpa ia sadari.


Saat ini ketika Queen sedang pulang tiba-tiba ban mobilnya pecah di tengah jalan. Queen memarkirkan mobilnya di samping jalan dan keluar memeriksa ban mobilnya.


"Ah! Sial" teriak Queen.


Queen mengambil hpnya berniat menelpon sang kakak tetapi naas baterai ponselnya habis. Queen melihat sekitar tidak ada kendaraan yang lewat disana dan jalanan sudah sepi.


Tak berselang lama mobil sport Henki berhenti di samping mobil Queen. Ia menurunkan kaca mobilnya dan menanyakan ada masalah apa.


"Kenapa loe?" tanya Henki dengan gugup.


"Ban mobil gue pecah" ucap Queen dengan sinis.


Henki keluar dari mobilnya dan melihat ban mobil Queen yang sudah rata dengan jalan.


"Loe ada ban cadangan ngak?" tanya Henki.


"Ngak ada" ucap Queen sambil menggelengkan kepalanya.


"Ya udah bentar gue nelpon orang bengkel kenalan gue"


Henki langsung mengambil hpnya dan menelpon bengkel langganannya. Selang 20 menit mobil derek pun tiba dan menderek mobil Queen ke bengkel.


"Ayo gue anterin loe" ucap Henki.


"Uhmm! Ngak usah gue naik taksi aja"


"Oke terserah loe. Nih no dan alamat bengkelnya nanti loe ambil aja mobil loe ke sana" ucap Henki menyodorkan kartu nama bengkel tersebut.


Queen yang melihat jalanan sepi dan Henki yang sudah masuk ke mobil tiba-tiba menjadi takut. Ia kemudian masuk kedalam mobil Henki dengan cepat.


"Tadi bilang ngak mau" ucap Henki menahan senyuman.


"Udah jalan aja cepetan"


"Nama gue Henki" ucap Henki menyodorkan tangannya.


"Queen Alexis Rosemary" ucap Queen jutek sambil menjabat tangan Henki.


"Gue panggil Alexis aja ya"


"Terserah loe" ucap Queen dengan jutek.


Henki lalu menjalankan mobilnya membelah jalanan Jakarta, ia sangat senang karena bisa semobil bersama gadis yang disukainya. Tanpa Queen sadari ternyata Henki meliriknya dari tadi dan tersenyum iblis.


Gue pastikan loe bakal masuk ke dalam pelukan gue honey, batin Henki sambil tersenyum iblis.


Henki pun mengantar Queen setelah menanyakan alamat rumah Queen meski dirinya sudah mengetahui dimana alamat sang pujaan hati. Melihat Queen sudah masuk ke mansion dirinya segera melajukan mobilnya pergi.


~ California, Los Angeles ~


Tak terasa hari ini adalah hari dimana Chloe akan menemani Xavier ke mansion milik neneknya. Di dalam apartemen Chloe sudah selesai bersiap tinggal menunggu kedatangan Xavier.


Chloe melihat penampilannya di kaca yang sedang memakai gaun panjang berwarna cream tanpa lengan dan hanya tali saja yang diikat dilehernya dengan punggung terbuka.


Rambutnya ia gulung keatas serapi mungkin meninggalkan beberapa helaian anak rambut di samping. Tak lupa dirinya memakai anting-anting panjang yang bertabur berlian yang diberikan oleh Albert tadi sore.


Chloe segera keluar dari kamar saat mendengar pintu apartemennya dibuka. Ia tahu pasti itu adalah Xavier karena hanya dirinya yang memiliki kartu akses ke apartemennya.


"Baby" ucap Xavier terpotong saat melihat Chloe yang baru keluar dari kamar.


Jantung Xavier berdetak dengan cepat melihat penampilan sang kekasih yang sangat cantik malam ini. Chloe berjalan mendekat ke arah Xavier karena Xavier hanya berdiam diri tidak mengatakan apapun.


"Uhmm! Sayang apa ada yang aneh dari penampilanku" ucap Chloe dengan gugup takut penampilannya mengecewakan.


"Baby you are so beautiful" ucap Xavier yang terpesona.


Chloe seketika malu mendengar perkataan Xavier, dirinya menunduk menutup wajahnya yang sudah seperti kepiting rebus.


Xavier mengangkat dagunya dan mencium Chloe dengan lembut. Chloe memejamkan mata menikmati ciuman lembut sang kekasih, Xavier memeluk Chloe dengan erat dan seketika dirinya kaget saat menyentuh punggung Chloe yang tidak tertutup.


Xavier melepaskan ciumannya dan membalikan tubuh Chloe dan seketika matanya melotot melihat punggung indah Chloe yang terbuka sampai pinggulnya.


"Albert" teriak Xavier dengan suara kencang menahan emosi.


...❄❄❄❄❄...


To be continue..............


Jangan lupa vote, like, dan komen yang sebanyak-banyaknya ya guys😘❀