
π»Fondasi kesuksesan adalah kejujuran karena dengan kejujuran hidup kita lebih simpel dan tidak ada beban yang harus di pikirkanπ»
.
.
.
Aura saat ini terasa sangat mencekam di danau tersebut. Xavier lalu mengambil iPad yang disodorkan oleh Albert untuk melacak GPS sang istri.
"Kirim anak buah kita sekarang ke titik ini" ucap Xavier dengan suara dingin.
"Baik bos" ucap Albert.
Albert lalu menyuruh anak buah mereka untuk mengikuti pergerakan dari GPS Chloe. Mike sendiri sudah memberitahu anak buahnya untuk mengecek cctv di sekitar danau tersebut.
Albert dan Xavier lalu berjalan dengan rombongan mereka berniat mengikuti GPS sang istri. Pikiran Xavier saat ini hanya tertuju pada Chloe ia tak menyangka jika penculik itu berani menculik istrinya saat sedang bersamanya.
"Bos kata Mike tidak ada cctv di sekitar danau itu" ucap Albert dengan suara dingin.
"Suruh Thomas lacak semua cctv di sekitarnya dalam waktu 3 menit!" bentak Xavier dengan suara tinggi.
"Baik bos"
Albert segera menghubungi Thomas yang sedang berada di mansion untuk melacak pergerakan Chloe. Tak lupa Albert juga menyuruh untuk menyelidiki siapa dalang di balik penculikan sang nyonya.
Di dalam mobil suasana saat ini sangat mencekam, aura yang dikeluarkan oleh Xavier dari kursi penumpang seakan siap untuk membunuh mangsanya.
Tatapan mata Xavier sangat tajam menatap iPad yang menampilkan pergerakan GPS dari sang istri. Xavier sangat takut jika sesuatu yang buruk terjadi kepada istri dan anaknya.
Tunggu aku baby aku akan segera menyelamatkan kalian berdua, batin Xavier dengan khawatir.
Mobil mereka melaju dengan cepat diikuti 4 mobil pengawal. Adam dan Laura yang berhasil menculik Chloe tertawa puas dan bahagia.
"Sayang buang semua benda elektronik milik anak sial itu" ucap Adam.
"Heemmm"
Laura lalu pindah ke jok belakang dimana Chloe sedang tak sadarkan diri. Ia tersenyum sinis melihat Chloe yang saat ini masih belum sadar apa lagi saat melihat perut buncit Chloe.
"Adam ternyata anak sial ini memang seorang ja***g" ucap Laura dengan sinis.
"Maksudnya"
"Lihat dia sedang hamil saat ini tapi belum menikah apa coba namanya bukannya dia sudah sama seperti ja***g" ucap Laura dengan cemooh.
"Persetan dengan kehamilannya yang penting sekarang kita sudah berhasil menculiknya dan sebentar lagi kita harus memaksa sialan itu untuk menandatangani pelepasan saham miliknya" ucap Adam dengan emosi.
"Iya Adam" ucap Laura.
Setelah mencari hp milik Chloe di tas selempangnya Laura lalu mengambilnya. Ia kemudian melihat cincin dan kalung milik Chloe yang bernilai miliaran rupiah.
"Bagaimana dengan perhiasannya" ucap Laura.
"Buang semuanya takutnya ada alat pelacaknya lagi" ucap Adam.
"Heemmmm"
Laura membuka cincin dan kalung Chloe dengan sangat kasar. Dia seperti tak mau membuang kedua benda tersebut tapi mau tidak mau ia harus melakukannya takut ada alat pelacak disana.
Laura lalu membuang ketiga benda tersebut bersamaan lewat jendela. Xavier yang melihat pergerakan GPS milik Chloe di cincinnya berhenti mengernyitkan keningnya dengan bingung.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
Tak lama hp Albert berbunyi tanda panggilan masuk dari anak buah mereka yang sudah lebih dulu mengejar mobil penculik Chloe. Albert lalu menelan salivanya dengan kasar harus menyampaikan informasi yang barusan ia terima.
"Bos"
"Katakan" ucap Xavier dengan suara dingin.
"Uhmm! GPS di cincin dan hp nyonya di temukan di jalanan bos, sepertinya penculik itu tahu kita menaruh GPS di cincin nyonya" ucap Albert dengan gugup.
"Berengsek akan ku bunuh penculik itu" teriak Xavier dengan suara kencang.
Xavier menyuruh sopir menuju lokasi tempat cincin Chloe saat ini. Sampai disana wajahnya seketika menghitam melihat cincin sang istri yang dipegang oleh anak buahnya.
Xavier lalu melampiaskan emosinya dengan memukul anak buahnya dengan brutal. Albert dan lainnya hanya pasrah saat mendapat amukan dari sang bos saat ini.
"Cari istriku sampai dapat dan kerahkan semua anak buah kita ke seluruh area!" bentak Xavier dengan suara tinggi.
"Baik bos" ucap anak buahnya dengan serentak.
Albert dan Xavier lalu masuk ke dalam mobil menuju ke mansion untuk memikirkan rencana yang lain. Meski ia sangat khawatir akan nasib sang istri saat ini tapi Xavier harus berpikir dingin untuk melacak keberadaan sang istri.
~ Mansion Sean ~
Dimas memarkirkan mobil sang tuan di depan mansion, belum juga ia membuka pintu Sean sudah lebih dulu berlari ke dalam dengan perasaan campur aduk.
"Ibu" panggil Sean dengan suara kencang.
"Son" ucap Riko.
"Apa yang sebenarnya terjadi pa" ucap Sean dengan wajah khawatir.
"Ares di culik oleh seorang perempuan di taman yang mengaku sebagai sepupu kamu, saat itu ibu lagi ngobrol sama temannya jadi sang pengasuh yang menjaga Ares" ucap Riko.
"Dimana pengasuh itu" ucap Sean dengan suara tinggi.
"Di belakangmu son" ucap Riko.
Plak........plak.......
Bunyi tamparan dua kali bergema dengan kencang di dalam mansion. Ati kaget saat ia mendapat 2 tamparan kuat di kedua pipinya.
Wajah Sean memerah menahan emosinya yang siap meledak saat ini. Dia sudah tak perduli jika yang di depannya adalah seorang perempuan karena pikirannya hanya di penuhi dengan sang anak.
"Kenapa loe ngak becus jagain anak gue! Hah!" bentak Sean dengan suara tinggi.
"Ampun tuan........hiks hiks.........saya salah.......hiks hiks hiks.........ampun tuan" ucap Ati sambil menangis ketakutan.
"Apa dengan gue ampuni loe bisa bawa anak gue sekarang berengsek" ucap Sean dengan suara tinggi.
"Hiks hiks hiks......saya minta ampun tuan..........hiks hiks" ucap Ati sambil berlutut.
Maya yang melihat sang pengasuh sudah berderai air mata segera bangun menuju sang anak. Ia menangis memeluk tubuh Sean yang saat ini sangat emosi.
"Ini semua salah ibu........hiks hiks hiks.......karena ngak jagain Ares dengan benar maafin ibu nak........hiks hiks" ucap Maya sambil terisak pilu.
Sean bingung tidak tahu harus menjawab apa. Tak lama Bima dan keluarga besar Rahardian muncul dengan wajah panik setelah mendapat informasi dari Riko tadi.
"Bagaimana apa sudah ada kabar" ucap Bima dengan khawatir.
"Belum pa Rio masih menyelidiki cctv di taman kota dan semua anak buah kita saat ini sedang mencari Ares pa" ucap Riko dengan stres.
"Heemmmm"
"Pa suruh mereka untuk mencari keberadaan anak aku pa..........hiks hiks hiks hiks" ucap Sean sambil terisak.
Bima lalu berdiri dan memeluk sang cucu yang saat ini sangat rapuh. Ria dan lainnya lalu bangun dan memeluk kakak sepupu mereka untuk memberinya kekuatan.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
Tak lama Rio muncul dengan langkah tergesa-gesa. Riko yang melihat asistennya sudah datang segera berdiri untuk mendengar penjelasan Rio.
"Bagaimana Rio" ucap Riko.
"Tuan muda Ares ternyata di culik oleh nyonya Queen tuan dan dia langsung naik taksi setelah berhasil mengelabui pengasuh tuan muda Ares tuan"
"Berengsek! Gue bakal bunuh ja***g itu" ucap Sean dengan emosi.
Sean lalu keluar dengan cepat menuju mobilnya untuk pergi ke mansion Alan Rosemary. Riko dan Denis serta papanya segera mengejar Sean tak lupa dengan asisten mereka juga.
Maya yang melihat anaknya pergi dengan emosi dan tampang mengerikan menangis dengan histeris. Ria dan sang mama segera menghibur Maya agar tidak lagi menangis.
~ Mansion Alan Rosemary ~
Sampai di mansion Alan Rosemary Sean lalu membunyikan klakson agar satpam membuka gerbang. Setelah gerbang di buka Sean segera melajukan mobilnya masuk ke dalam.
Steven dan keluarga Rosemary yang sedang bercengkrama di ruang keluarga segera bangun melihat siapa yang datang. Belum juga mereka pergi ke depan Sean sudah lebih dulu masuk ke dalam.
Tatapan tajam bercampur emosi siap menghabisi siapa pun yang menghalanginya saat Sean masuk. Steven lalu maju mewakili keluarganya untuk berhadapan dengan Sean.
"Dimana j****g itu" ucap Sean dengan suara dingin dan menusuk.
"Siapa yang kamu bilang ja***g berengsek" ucap Steven dengan suara tinggi.
Bugh..........bugh........
2 pukulan kuat mendarat di rahang dan perut Steven. Steven seketika jatuh di lantai karena tidak siap menerima pukulan dari Sean.
Aarrhghhhhh......
Aurel dan Lidia berteriak histeris melihat Steven yang dipukul hingga jatuh. Baru saja Sean ingin kembali memukul Steven langkahnya dihentikan oleh sang papa.
"Kontrol emosimu Sean" ucap Riko dengan suara tinggi.
Gerakan kaki Sean berhenti di udara mendengar ucapan sang papa. Denis segera menarik tubuh sang kakak sepupu agar tidak lost control lagi.
"Ada apa ini tuan Rosemary kenapa anakmu buat keributan di mansionku!" bentak Alan dengan suara tinggi.
"Diam kamu kakek tua semua ini karena cucu j****gmu itu" ucap Sean dengan emosi.
"Jaga ucapanmu sialan" ucap Steven sambil menahan rasa sakit.
Sean tersenyum miring ke arah Steven dan itu sukses membuat emosi Steven kembali naik. Ia ingin memukul Sean tapi segera dihadang oleh sang istri.
"Ares barusan diculik" ucap Riko dengan suara dingin.
"Apa" ucap keluarga Rosemary dengan kaget serentak.
"Yang menculiknya adalah perempuan ja***g itu" ucap Sean dengan sinis.
Riko mengangguk kepalanya sebagai jawaban. Mereka semua seketika berpikir kenapa Queen harus menculik anaknya sendiri.
"Ngak mungkin tadi Queen ingin ke taman kota sendiri katanya mau menenangkan diri" ucap Lidia dengan tidak percaya.
"Ya dan dia culik anak gue disana" ucap Sean dengan suara tinggi.
"Kita punya bukti kok kalau yang culik Ares perempuan ja***g itu" ucap Denis dengan suara tinggi.
"Mas coba kamu telpon Queen tanya dia dimana sekarang" ucap Aurel memberi ide.
Steven lalu ingat jika tadi dia sempat memberikan hp kepada Queen. Ia lalu mengambil hpnya dan menghubungi sang adik, Dimas langsung berbisik idenya kepada Sean.
"Tuan kita lacak saja nomor ponsel nyonya Queen" bisik Dimas.
Sean langsung memikirkan nama Mike sang hacker kenalannya itu. Sean lalu meminta no telpon Queen dan berlalu pergi diikuti oleh Dimas.
Steven terus menghubungi Queen tapi tidak di jawab panggilannya. Riko yang melihat sang anak sudah pergi segera berlalu begitu aja bersama dengan Denis dan papanya.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
Di dalam mobil Sean segera menghubungi Mike hacker handalannya, pada dering ketiga barulah panggilannya diangkat.
"What's up bos"
^^^"Gue mau loe lacak nomor ini sekarang"^^^
"Nomor siapa sih bos apa menyangkut gadis bos lagi ya" ucap Mike sambil terkekeh.
^^^"Mike" desis Sean dengan suara tajam.^^^
"Sorry bos berapa nomornya"
^^^"08xxxxxxxxxx lacak posisi dia dimana"^^^
"Oke bos emang siapa sih pemilik no ini bos"
^^^"Penculik anak gue"^^^
"Apa" teriak Mike dengan kencang dari seberang.
^^^"Telinga gue ngak budeg an***g" maki Sean.^^^
"Maaf bos gue kaget sih dengan kabar baby Ares diculik"
^^^"5 menit gue tunggu kabar loe"^^^
"Oke siap bos"
Sean segera mematikan panggilannya, ia lalu menyuruh Denis untuk menghubungi anak buah mereka untuk mencari ke seluruh penjuru kota dan luar kota.
~ Mansion Xavier ~
Tak jauh beda dengan Sean saat ini Xavier seperti orang kesetanan karena belum menemukan posisi istrinya. Semua barang dalam mansion sudah hancur tak bisa diselamatkan lagi.
Pak Max menyuruh seluruh pelayan untuk tidak ada yang masuk ke mansion utama, semua anak buah Xavier terkena amukan dari sang bos. Albert dan Mike juga mendapat amukan bogem mentah dari sang bos.
Thomas terus berkutat dengan laptopnya meskipun ia saat ini sangat gugup dan tegang. Bagaimana tidak anak buah Xavier jatuh di sampingnya dengan wajah sudah babak belur.
Tak lama Thomas tersenyum bahagia sudah berhasil mendapatkan lokasi Chloe. Ia lalu berteriak memanggil Xavier dengan kencang.
"Bos i get posisi nyonya" ucap Thomas.
"Where" ucap Xavier dengan suara dingin dan tatapan membunuh.
"Di daerah pinggiran sekitar Jakarta Selatan bos" ucap Thomas.
"Albert kirim anak buah kita ke sana sekarang!" bentak Xavier.
"Baik bos" ucap Albert dengan suara dingin.
"Bos GPS nyonya yang berada di anting-antingnya sudah bisa dilacak"
"Buat GPS di iPad biar aku sendiri yang menangkap penculik itu"
"Baik bos dan bos penculik nyonya ternyata tuan dan nyonya Rosemary" ucap Thomas sambil menyodorkan laptopnya berisi cctv di lampu merah saat mobil mereka lewat.
Xavier mengepal tangannya dengan emosi, ia sangat ingin untuk menghabisi kedua orang itu saat ini juga.
"Siapkan mobil sekarang" ucap Xavier dengan suara dingin dan aura membunuh.
"Baik bos" ucap Mike.
Xavier dan anak buahnya lalu berangkat menuju ke lokasi sang istri, sedangkan Thomas tetap di mansion mengawasi pergerakan GPS dari Chloe.
"Bos GPS nyonya sudah berhenti" ucap Thomas lewat earpiece.
^^^"Heeemmmm"^^^
Di pinggiran kota Jakarta Selatan tepatnya di gedung tua yang sudah tidak terpakai. Adam dan Laura mengangkat tubuh Chloe masuk ke dalam satu ruangan disana.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
Tak lama berselang Chloe mulai sadar dari pengaruh obat bius yang diberikan oleh Adam tadi. Ia mengedarkan pandangan dan melihat dua orang berdiri di depannya sambil bersedekap dada.
"Wah wah wah Adam lihat siapa yang sudah sadar" ucap Laura dengan sinis.
"Kalian" ucap Chloe dengan kaget saat kesadarannya sudah pulih.
"Apa kabar anak pembunuh bagaimana rasanya di culik oleh mantan keluargamu! Hah" ucap Adam dengan sinis.
"Apa mau kalian" ucap Chloe dengan tatapan tajam.
"Kematianmu anak sialan" ucap Adam dengan emosi.
Adam lalu menjambak rambut Chloe dengan kuat dan menampar kedua pipinya.
Plak........plak.......
Bunyi tamparan kuat di pipinya hingga sudut bibirnya robek, Chloe merasakan rasa asin di mulutnya dan ia yakin jika bibirnya robek. Tatapan tajam dan aura permusuhan dari Chloe membuat Adam semakin emosi.
Ia kembali menampar Chloe dan memukul Chloe, Chloe menunduk menjaga perutnya agar tidak dipukul karena ia tidak mau hal buruk terjadi kepada janinnya.
"Adam cukup" ucap Laura.
"Jangan ganggu kesenanganku Laura!" bentak Adam dengan emosi.
"Apa kamu lupa dengan rencana kita" ucap Laura dengan suara tinggi.
Keduanya lalu berdebat dengan suara tinggi, melihat hal tersebut Chloe mengedarkan pandangannya mencari jalan keluar untuk kabur dari sana.
"Gue harus pergi dari sini jangan sampai mereka nyakiti gue dan anak gue" gumam Chloe dengan wajah khawatir.
Sayang kamu yang kuat ya di dalam sana dan bantu mommy supaya bisa pergi dari orang jahat, batin Chloe sambil mengelus perutnya.
Chloe melihat balok di dekatnya dan diambilnya lalu disembunyikan di belakangnya. Adam yang tak mau berdebat lagi dengan sang istri segera menuju ke mobil untuk mengambil surat pengalihan saham.
Mereka berniat memaksa Chloe untuk menandatangani pengalihan saham di perusahaan Rosemary yang sekarang sudah berganti nama. Laura sendiri berjalan ke arah Chloe sambil tersenyum sinis.
"Hari ini akan jadi hari terakhirmu anak pembunuh" ucap Laura sambil tertawa.
Brugh.........
Seketika Laura pusing karena di pukul di pelipisnya dengan balok hingga berdarah. Melihat Laura yang kesakitan Chloe segera berlari keluar menuju pintu samping yang ternyata tidak dikunci.
"Arghhh! Sialan" teriak Laura dengan kencang.
"Kenapa kamu berteriak Laura" ucap Adam.
"Kejar anak sialan itu dia berhasil kabur" ucap Laura dengan suara tinggi.
"Dasar perempuan tidak tahu dibuntung kenapa bisa lepas sih!" bentak Adam.
"Diam kamu cepat kejar sialan itu sebelum dia kabur lebih jauh" teriak Laura di depan muka Adam.
Adam yang emosi dengan istrinya segera berlari mengejar Chloe. Chloe berlari dengan sekuat tenaga dan berharap sang suami segera datang menolongnya.
"Jangan lari kamu anak sialan" teriak Adam dengan emosi.
Chloe yang mendengar teriakan Adam berlari terus, napasnya ngos-ngosan karena saat ini ia harus berlari cepat dengan perut buncit.
~ Mansion Sean ~
Baru saja Sean masuk ke mansion tiba-tiba hpnya berbunyi panggilan masuk dari Mike.
^^^"Apa loe udah dapat" ucap Sean to the point.^^^
"Yes bos penculik itu berada di salah satu kontrakan di daerah Jakarta Selatan di pinggiran kota bos"
^^^"Kirim alamatnya ke gue sekarang"^^^
"Oke bos"
^^^"Lacak terus posisi ja***g itu dan lapor ke gue jika posisinya berubah"^^^
"Siap bos"
Sean segera keluar kembali dari mansion dan masuk kembali ke mobilnya bersama Dimas. Dimas segera melajukan mobil menuju alamat yang diberikan oleh Sean diikuti anak buah mereka.
"Ikuti Sean dia sudah dapat lokasi Queen" ucap Bima dengan suara tinggi saat mobil Riko masuk ke mansion.
Riko yang baru saja masuk ke mansion segera melajukan mobilnya mengikuti mobil Sean setelah diberitahu sang papa.
Malam ini jalanan di seluruh kota Jakarta sampai di gang dipenuhi dengan orang berbaju hitam. Mereka adalah anak buah Xavier dan Sean yang mencari milik mereka yang diculik.
...βββββ...
To be continue...................
Jangan lupa vote, like, dan komen yang sebanyak-banyaknya ya guysπβ€