Heartless

Heartless
Episode 140



🌻Carilah seseorang yang yang tak hanya bangga memilikimu tapi ia juga selalu ingin bersamamu apapun resikonya🌻


.


.


.


.


Chloe masih berpura-pura sedih sampai mengeluarkan air mata, ia ingin lihat apakah Calista termakan umpannya atau tidak dan ternyata hasilnya sungguh seperti yang sudah diprediksi oleh Chloe.


Gue tahu loe bakal termakan umpan yang gue kasi, batin Chloe sambil tersenyum penuh arti.


"Kamu tidak apa-apa kan?" tanya Calista.


"Tidak kak aku hanya sedih aja dengar cerita kakak" ucap Chloe sambil mengelap air matanya.


"Maaf ya cerita aku udah buat kamu sampai nangis"


"Bukan salah kakak kok jadi jangan minta maaf ya" ucap Chloe dengan senyum manis.


Calista hanya tersenyum mendengar perkataan Chloe.


Sepertinya aku harus lebih buat drama lagi deh, batin Calista.


"Apa nama tunangan kakak Xavier Arthur Wesly?" tanya Chloe.


"Kamu tahu tentang Xavier" jawab Calista pura-pura kaget.


"Iya aku kenal ka bahkan kita sangat dekat" ucap Chloe.


"Apa kamu bisa bawa aku bertemu dengan Xavier aku sangat mencintainya dan merindukannya" ucap Calista.


"Baik ka dan aku tidak menyangka ternyata aku sudah dibohongi oleh Xavier" ucap Chloe dengan tatapan tajam.


Calista tersenyum sinis melihat wajah Chloe yang sudah menahan geram, ia tertawa puas dan sangat yakin jika sebentar lagi Chloe akan mundur dan berpisah dengan Xavier.


"Ternyata kamu itu memang bodoh ya mau dibohongi aja" gumam Calista.


Keduanya lalu membicarakan tentang keberadaan Xavier sekarang, Calista lalu pamit pulang karena ada jadwal pemotretan. Melihat Calista sudah pergi seketika Chloe tertawa puas sudah menjebak Calista.


"Dasar gadis bodoh memangnya loe pikir gue bakal percaya aja gitu sama perkataan loe sedangkan semua masa lalu Xavier gue udah tahu" ucap Chloe sambil terkekeh.


Baru saja ia ingin pergi tiba-tiba Chloe dikejutkan dengan kedatangan Laura dengan wajah emosi. Laura yang baru saja meeting dengan kliennya tak menyangka jika bertemu dengan Chloe disini.


Ia yang sudah berjanji kepada putrinya untuk memberi pelajaran kepada Chloe segera menghampirinya. Chloe sendiri tetap tenang melihat kehadiran mantan mommynya itu.


"Dasar anak pembunuh tidak tahu diri" teriak Laura dengan emosi.


"Wah wah wah! Nyonya Laura yang terhormat apa begitu sopan santun yang diajarkan dalam keluarga anda" ucap Chloe dengan sinis.


"Tutup mulutmu anak pembunuh" teriak Laura sambil menunjuk muka Chloe.


Suasana cafe yang awalnya tenang seketika berubah menjadi gaduh karena ulah Laura. Chloe tersenyum sinis sambil mengedarkan pandangannya ke sekeliling melihat semua orang yang sedang merekam mereka.


Laura yang masih emosi tidak sadar jika saat ini dirinya tengah direkam oleh pengunjung cafe. Seketika ia tersadar jika semua pengunjung cafe sedang melihat ke arah mereka.


"Apa anda ada bukti tentang saya yang barusan anda bilang seorang anak pembunuh?" tanya Chloe dengan tenang.


"Dasar anak tidak tahu diri kamu itu memang anak pembunuh" ucap Laura dengan emosi.


"Tutup mulutmu nenek tua. Asal anda tahu saja kedua orang tua saya juga meninggal saat kecelakaan itu dan itu bukanlah keinginan kita semua sehingga mengalami kecelakaan!" bentak Chloe dengan suara tinggi.


"Apa kamu bilang dasar anak kurang ajar" ucap Laura sambil menampar pipi Chloe.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Plak............


Bunyi tamparan kuat menggema di dalam cafe, semua pengunjung cafe tidak menyangka jika seorang yang terhormat seperti Laura Rosemary berani menampar seorang wanita di depan umum.


Plak............


Bunyi tamparan kembali terdengar tapi bukan dari Laura melainkan dari Chloe. Dia membalas tamparan Laura dengan kuat pula, muka Laura seketika berubah menjadi merah padam.


"Ingat nyonya Laura saya bukan Chloe yang dulu lagi, yang menerima semua perlakuan kasar dan kejam sewaktu masih di keluarga anda jadi jangan pernah mengusik hidup saya jika tidak saya akan membalasnya" ucap Chloe penuh penekanan.


Chloe lalu pergi meninggalkan Laura yang sedang menahan emosi. Ia sangat marah melihat kelakuan Chloe yang mempermalukannya di depan umum, Laura juga berlalu keluar karena merasa malu di pandang oleh semua pengunjung cafe.


Sampai di dalam mobil ia berteriak meluapkan kekesalannya. Tak lama hpnya berbunyi panggilan masuk dari Adam suaminya.


^^^"Halo"^^^


"Apa yang kamu pikirkan Laura mengapa kamu mempermalukan dirimu di depan umum" teriak Adam dengan emosi dari seberang.


^^^"Apa maksud kamu?" tanya Laura dengan bingung.^^^


"Nama kamu saat ini menjadi trending topik karena menampar gadis tak bersalah di depan umum"


^^^"Apa"^^^


"Cepat kamu datang ke ruanganku!" bentak Adam.


Laura membuka hpnya dan seketika ia kaget melihat video saat di cafe tadi. Emosi Laura semakin bertambah melihat judul video tersebut


...Seorang nyonya terhormat menyalahgunakan kekuasaannya menindas kaum lemah....


"Dasar anak sialan aku akan balas semua perbuatan kamu hari ini" teriak Laura dengan emosi.


Chloe yang berada di dalam mobilnya tersenyum puas membaca judul artikel yang sedang hot saat ini.


Hahahaha.............


Jangan pernah mengusik singa yang sedang tidur jika tidak kamu akan diterkam, batin Chloe tertawa puas.


~ Shine Company ~


Prang.............


Xavier membanting iPad yang sedang dipegangnya saat melihat video sang istri yang ditampar di cafe. Aura mencekam seketika menyeruak di dalam ruang kerjanya.


"Albert, Thomas segera buat perusahaan wanita tua itu kacau dan aku mau besok harus selesai!" bentak Xavier dengan suara tinggi.


"Baik bos" ucap keduanya serentak.


Xavier yang masih dipenuhi emosi membanting semua berkas-berkas di atas meja berhamburan di lantai. Tak lama pintu ruang kerjanya dibuka dari luar dan masuklah Chloe bersama dengan Kevin yang juga baru datang.


"Sayang" ucap Chloe.


Seketika Kevin dan Chloe kaget melihat ruangan Xavier yang berantakan karena kertas-kertas berhamburan di lantai. Kevin bertanya tanpa suara kepada Albert tapi Albert hanya menggelengkan kepalanya.


"Kalian semua keluar buat makan siang dan Albert tolong pesankan makan siang untukku dan suamiku" ucap Chloe dengan lembut.


"Baik nyonya" ucap ketiganya dengan serentak.


Setelah Albert dan lainnya keluar Chloe lalu berjalan menghampiri Xavier yang duduk di kursi kebesarannya dengan tatapan emosi. Chloe yang tahu kemarahan sang suami hanya tersenyum manis.


Chloe lalu duduk di pangkuan suaminya dan menatap Xavier dengan tatapan teduh. Xavier membuang napasnya kasar melihat bekas tamparan Laura di pipi sang istri.


"Aku seperti ingin membunuh wanita tua itu" ucap Xavier dengan emosi.


"Tenangkan diri kamu sayang apa kamu tidak lihat aku sudah membalasnya" ucap Chloe dengan senyum manis.


"Mulai saat ini kau dilarang keluar sendiri harus selalu ditemani oleh pengawal di manapun sayang" ucap Xavier dengan tegas.


"Iya hubby"


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Xavier mencium kening sang istri dengan lembut lalu meraba perut Chloe dengan lembut. Chloe yang merasa pergerakan tangan suaminya merasa sangat senang.


"Bagaimana keadaan anak kita sayang" ucap Xavier dengan lembut.


"Anak kita baik-baik saja sayang" ucap Chloe dengan senyum manis.


Keduanya menikmati siang ini dengan bermanja-manja di dalam ruangan Xavier. Kevin yang mendengar cerita Thomas tentang kejadian tadi seketika kaget karena menurutnya nyonya Laura sudah berani menganggu milik bosnya.


"Aku rasa perusahaan mereka sedikit lagi bakal hancur" ucap Kevin.


"Besok kamu bakal lihat saham mereka anjlok drastis" ucap Thomas.


"Apa ini semua rencana bos?" tanya Kevin.


"Seperti yang kamu pikirkan" jawab Albert dengan wajah datar.


~ RM Group ~


Adam yang melihat video sang istri merasa sangat emosi karena ia tak menyangka sang istri akan melakukan hal tersebut di depan umum. Tak lama pintu ruang kerjanya di ketuk dari luar.


Dion masuk ke dalam ruangan Adam dengan wajah gugup dan takut. Adam yang melihat sang asisten gugup menaikan alisnya sebelah.


"Maaf tuan itu" ucap Dion dengan gugup.


"Ada apa?" tanya Adam dengan tegas.


"Tuan semua data penting perusahaan hilang dan data proyek kerja sama dengan klien hambur aduk tuan"


"Apa maksudmu Dion!" bentak Adam dengan suara tinggi.


"Sepertinya ada hacker yang membobol data perusahaan tuan" ucap Dion dengan gugup melihat kemarahan sang direktur.


"Panggil Steven kesini sekarang" teriak Adam dengan suara tinggi.


"Baik tuan"


Adam membanting semua benda di atas mejanya karena pusing dengan masalah yang baru disampaikan oleh sang asisten. Tak lama Steven masuk ke dalam ruangan sang daddy bersama Dion asisten daddynya.


"Kenapa kamu tidak lihat kalau data perusahaan kita baru saja di bobol" ucap Adam dengan marah.


"Apa" ucap Steven dengan kaget.


"Segera suruh bagian IT untuk segera membackup data yang masih ada dan cari hacker handal untuk lacak data kita yang hilang" ucap Adam dengan suara tinggi.


"Baik tuan" ucap Dion.


"Daddy bagaimana bisa data penting perusahaan kita hilang" ucap Steven dengan bingung.


"Daddy tidak tahu tapi secepatnya kita harus menyelamatkan data yang ada dulu" ucap Adam dengan tegas.


"Iya daddy"


Adam dan Steven lalu duduk menunggu kabar dari Dion dan tim IT perusahaan mereka. Keduanya sangat bingung apa yang harus mereka lakukan sekarang.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Tak lama pintu ruang kerja Adam terbuka dan masuklah Laura dengan muka merah padam masih menahan emosi. Seketika Laura kaget melihat ruang kerja suaminya yang seperti kapal pecah.


"Sayang apa yang terjadi" ucap Laura dengan bingung.


"Kenapa kamu membuat masalah diluar sana Laura" ucap Adam dengan geram.


"Salahkan anak sialan itu yang masih menganggu rumah tangga putri kamu" ucap Laura dengan suara tinggi.


"Mom dad tolong tenang dulu saat ini bukan saatnya bertengkar" ucap Steven dengan suara tinggi menggelegar dalam ruangan.


Adam dan Laura seketika diam tidak ada yang berbicara lagi. Steven menatap tajam kedua orang tuanya yang saat ini seakan tidak perduli dengan masalah perusahaan.


Selang 3 jam Dion datang membawa hasil laporan dari tim IT bersama seorang hacker dibelakangnya.


"Bagaimana Dion" ucap Adam dengan tatapan tajam.


"Semua data klien sudah berhasil di amankan dan data perusahaan lainnya tuan tapi"


"Tapi apa Dion!" bentak Adam dengan suara tinggi.


Seketika Dion menjadi gugup dan tidak bisa melanjutkan ucapannya. Steven yang melihat asisten sang daddy sudah gemetaran karena gugup segera mengambil alih.


"Biarkan Dion berbicara dulu daddy" ucap Steven dengan suara dingin.


"Heemmm"


"Data kerja sama dengan semua klien penting kita hilang tuan dan menurut tim IT kita seperti ada yang sengaja ingin merebut klien perusahaan kita tuan" ucap Dion.


"Kurang ajar siapa yang berani bermain dengan ku" ucap Adam dengan emosi.


"Apa ini ulah orang yang sama yang menyebarkan videomu sayang" ucap Laura.


"Sepertinya ada yang tidak suka dengan keluarga kita" ucap Steven.


"Tapi siapa?" tanya Adam dengan bingung.


"Sepertinya mommy tahu siapa dalang semua ini" ucap Laura dengan sinis.


"Siapa mom?" tanya Steven penasaran.


"Chloe"


"Apa mommy yakin?" tanya Steven.


"Semenjak kemunculannya kita mengalami berbagai macam masalah dan mommy masih ingat ucapannya tentang dia yang akan merebut kembali miliknya" jawab Laura dengan geram.


"Berengsek dasar perempuan ja***g" ucap Steven dengan emosi.


"Aku akan membunuh anak sialan itu jika terbukti dia yang ada dibalik semua ini" ucap Adam dengan tatapan tajam.


"Siapkan meeting dengan seluruh kepala departemen 20 menit lagi" ucap Adam.


"Baik tuan dan ini adalah hacker yang tuan minta tadi" ucap Dion.


"Heeemmmm"


Dion segera berlalu untuk menyuruh sekertaris memberitahu perintah sang direktur. Steven lalu menyuruh sang hacker untuk memulai pekerjaannya sekarang.


Selang 20 menit Adam dan Laura segera berlalu menuju ruang meeting bersama dengan Dion. Steven dan hacker tersebut tinggal di dalam ruangan daddynya untuk mencari tahu siapa dalang yang sudah mengambil data penting perusahaan mereka.


Di dalam ruangan meeting Adam menatap semua kepala departemen dengan tatapan tajam, semuanya tidak ada yang berbicara sedikit pun.


"Semuanya pasti sudah tahu masalah perusahaan kita saat ini kan" ucap Adam.


"Iya pak" ucap semuanya dengan serentak.


"Buat ulang laporan dengan semua klien kita dan segera lengkapi semua data yang hilang"


"Tapi pak data klien kita yang penting semua di pegang oleh wakil direktur" ucap pak Deni kepala bagian keuangan.


"Data klien penting nanti diselesaikan oleh wakil direktur" ucap Laura.


"Untuk data-data klien yang lain saya mau harus sudah ada lusa di meja kerja saya mengerti" ucap Adam dengan tegas.


"Mengerti pak"


"Heeemm! Meeting selesai" ucap Adam.


Adam segera keluar dari ruang meeting bersama dengan Laura dan Dion. Sampai di dalam ruang kerjanya Steven masih mengawasi sang hacker.


"Bagaimana apa kamu sudah dapat sesuatu?" tanya Adam dengan cepat.


"Maaf tuan orang yang mengambil data perusahaan tuan sangat handal dan tidak meninggalkan jejak sedikit pun" jawab hacker tersebut.


"Berengsek kalau begitu pergi kamu dari hadapanku sialan" teriak Adam penuh emosi.


Hacker tersebut segera meninggalkan ruangan Adam meski tidak dibayar sama sekali. Laura dan Steven hanya bisa diam berdiri saja karena tahu saat ini sang suami sedang dalam keadaan emosi.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


~ RH Company ~


Ternyata berita tentang pembobolan data perusahaan RM Group sudah sampai ke telinga Riko. Dia mendapat kabar dari Rio tentang masalah dengan besannya itu.


"Biarkan saja itu urusan perusahaan mereka kita hanya perlu melihatnya saja" ucap Riko.


"Baik tuan" ucap Rio.


Riko lalu mengambil hpnya dan menghubungi sang anak untuk menanyakan masalah ini. Pada dering ketiga Sean langsung menjawab panggilan papanya.


"Ada apa pa"


^^^"Bagaimana kabar cucu papa"^^^


"Apa papa sudah mulai pikun?" tanya Sean dengan sinis.


^^^"Sean" bentak Riko.^^^


"Jika ingin melihat anak aku papa seharusnya ke mansion karena saat ini aku berada di kantor"


^^^"Heeemmm! Sebentar papa sama kakek akan ke mansion kamu"^^^


"Lalu kenapa tidak dengan ibu"


^^^"Ibumu sudah ada di mansion kamu sejak pagi"^^^


"Oh"


^^^"Apa kamu sudah dengar berita tentang perusahaan mertuamu"^^^


"Sean belum dengar dan ngak perduli sama sekali dengan mereka"


^^^"Tapi mereka itu mertua kamu son"^^^


"Cih! Mertua yang dengan tega mengkhianati istrinya, Sean benci dengan orang seperti itu pa" ucap Sean dengan nada kesal.


^^^"Terserah kamu saja son"^^^


"Heemmmm"


Sean lalu memutuskan panggilannya sepihak tanpa menunggu ucapan dari sang papa. Riko yang sudah tahu sifat anaknya hanya bisa menggelengkan kepalanya.


"Apa yang akan terjadi jika kamu mengetahui perselingkuhan istrimu son" ucap Riko sambil menerawang jauh.


Riko membayangkan jika Sean akan menghabisi Queen saat itu juga karena anaknya tidak suka dengan yang namanya pengkhianatan. Riko hanya berharap semoga apa yang dirinya sembunyikan tidak sampai diketahui oleh Sean terlebih keluarga besarnya.


Sedari dulu keluarga Rahardian sangat membenci yang namanya pengkhianatan oleh sebab itu keluarga mereka selalu harmonis turun temurun. Tak mau memikirkan urusan rumah tangga anaknya Riko memilih melanjutkan pekerjaannya.


~ Orchid Apartment ~


Calista yang baru pulang dari pemotretan tadi mengajak Henki untuk menemani dirinya di apartemen. Henki yang tahu keinginan Calista hanya mengiyakan saja.


Suara ******* kedua orang tersebut bergema di dalam kamar apartemen yang disediakan untuk Calista. Henki terus mencari kepuasaan hasratnya bersama dengan Calista.


Setelah puas mendapatkan hasratnya ia lalu tertidur di samping Calista karena sangat capek. Calista bangun dengan tubuh polos mengambil anggur dan meminumnya.


"Aku yakin saat ini ja***g itu pasti sedang bertengkar hebat dengan Xavier" gumam Calista dengan senyum kemenangan.


Ia tersenyum bahagia membayangkan Chloe dan Xavier yang berpisah. Dan ia juga sudah memikirkan jika dirinya akan segera menggantikan posisi Chloe di samping Xavier.


"Kamu akan kembali menjadi milik Calista Enguene seutuhnya sayang" ucap Calista dengan percaya diri.


...❄❄❄❄❄...


To be continue....................


Jangan lupa vote, like, dan komen yang sebanyak-banyaknya ya guys😘❀