
π»Bersikaplah baik tapi jangan menjadi lemah dan banggalah jadi dirimu sendiri tapi jangan sombongπ»
.
.
.
.
Sean berjalan mengikuti papanya dari belakang dengan pikiran yang melayang, dirinya tidak pernah berpikir jika kejadian sebulan yang lalu akan membuat dirinya menjadi seperti saat ini.
"Duduklah son" ucap Riko mengagetkan Sean.
Sean lalu duduk di sofa dekat meja kerja papanya. Riko melihat penampilan Sean yang sudah acak-acakan dan tidak seperti anaknya lagi saat ini.
Riko berdiri dan menghampiri anaknya lalu duduk di sofa di sebelah Sean. Riko menepuk bahu Sean memberi penguatan kepada anaknya.
"Papa tahu siapa gadis yang kamu cintai dan ingin nikahi" ucap Riko dengan suara lembut.
Sean melihat kearah papanya dengan wajah sedih dan frustasi dimana saat itu Riko juga sedang memandang anaknya dengan raut sedih.
"Pa Sean ngak mau" ucap Sean dengan suara lemah.
"Jadilah laki-laki yang bertanggung jawab son, papa juga ingin melihat anak satu-satunya papa menikah dengan orang yang dicintainya tapi saat ini kejadiannya tidak bisa diulang lagi son" ucap Riko dengan nada lembut seorang ayah menasehati anaknya.
"Sean ngak cinta sama dia pa dan Sean tidak mau main-main dengan pernikahan"
"Papa tidak memintamu untuk bermain dengan pernikahan son karena itu sangat sakral tapi pikirkanlah darah daging kamu yang tidak berdosa. Biar bagaimana pun dia adalah keturunan Rahardian son"
Sean berpikir apa yang dibilang papanya betul, semua ini tidak akan terjadi jika dia tidak melakukan kesalahan waktu itu.
"Pa apa Sean bakal bahagia nanti dan bagaimana dengan Chloe" ucap Sean dengan suara lemah.
"Jika kalian berjodoh maka kalian akan bertemu kembali dan bersama tapi saat ini Tuhan sedang memberimu cobaan hidup nak. Tidak ada orang tua yang menginginkan pernikahan anaknya tidak bahagia malahan para orang tua akan melakukan apapun demi kebahagiaan anaknya"
"Sean tahu pa"
"Bertanggung jawablah sebagai laki-laki dan jangan lari dari masalah apapun, kita sebagai keluarga Rahardian sangat menjunjung tinggi yang namanya tanggung jawab. Biar bagaimana pun kamu sudah merampas masa depan seorang gadis son dan ingat anak itu adalah berkat dari Tuhan nak" nasihat Riko dengan tegas.
"Baiklah pa Sean akan bertanggung jawab kerena ini semua perbuatan Sean tapi Sean mohon jangan ikut campur urusan rumah tangga Sean pa" ucap Sean dengan tegas.
"Baiklah son" ucap Riko dengan tegas pula.
Sean memeluk papanya dan mengucapkan terima kasih atas nasihat papanya. Meski mereka biasa saling berargumen pendapat dan mengejek satu sama lain tapi kasih sayang dari keduanya begitu sangat kuat.
Bima yang mendengar dari luar pembicaraan keduanya tersenyum bangga. Cucunya ini bukanlah seorang anak kecil lagi tapi sudah menjadi pria dewasa yang bertanggung jawab.
"I'm so proud of you Sean" ucap Bima dengan senyum bangga.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
Keesokan harinya di mansion Rosemary saat ini suasananya sangat tegang. Dimana semua keluarga Rosemary tengah berkumpul di mansion Adam dan Laura.
"3 minggu lagi akan diadakan pernikahan Queen" ucap Adam dengan tegas.
Semua yang berada disana kaget bukan main mendengar perkataan Adam sang tuan rumah.
"Apa maksud kamu ka" ucap Aldo sang adik.
"Queen akan menikah dengan putra Riko Rahardian 3 minggu lagi" ucap Adam.
"Tapi kenapa begitu mendadak" ucap Lidia dengan heran.
"Mommy sebenarnya saat ini Queen sedang hamil 4 minggu" ucap Laura.
Bagai disambar petir di sore hari semuanya kaget mendengar perkataan Laura. Semua mata langsung tertuju pada Queen yang duduk sambil menunduk.
Lidia bangun dan berjalan ke arah Queen lalu memeluknya dengan erat. Dirinya tahu bagaimana rasanya hamil diluar nikah karena waktu itu ia pernah merasakan saat mengandung Adam.
"Kamu yang kuat ya, cucu nenek jangan lemah dan yakin semua ini hanya cobaan untukmu" ucap Lidia berlinang air mata.
"Nek........hiks hiks hiks" ucap Queen sambil menangis.
Tasya dan mommynya seketika bangun dan memeluk Queen memberi kekuatan. Mereka tahu saat ini pasti Queen sangat terpukul sekali.
"Yang kuat ya princess" ucap mommy Tasya.
"Ka kuat ya hadapi semua ini dan yakinlah kakak akan melewati semua rintangan ini" ucap Tasya.
"Terima kasih semuanya" ucap Queen dengan suara parau.
"Bagaimana dengan pihak laki-laki Adam?" tanya Alan.
"Mereka setuju untuk melakukan pernikahan Queen 3 minggu lagi setelah pernikahan Steven daddy dan besok kami akan mengadakan kumpul keluarga di mansion tuan Rahardian untuk membicarakan lebih lanjut dad"
"Heeemm! Setidaknya laki-laki itu mau bertanggung jawab dan bukan dari golongan rendah" ucap Alan dengan senyum licik.
"Ya pa itu malahan menjadi poin bagus untuk keluarga kita" ucap Adam dengan senyum lebar.
"Betul kamu nak" ucap Alan sambil tertawa.
Papa dan mama Kenan yang mendengar perkataan daddy dan kakaknya saling menatap satu sama lain. Mereka tidak percaya jika kedua orang itu hanya memikirkan harta dan pangkat saja tanpa memikirkan kebahagian anaknya.
"Mama ngerasa pernikahan mereka tidak akan berjalan dengan baik pa" bisik Ani di telinga suaminya.
"Sampai rumah baru kita ngomong ma" ucap sang suami dengan pelan.
"Iya pa"
Keluarga besar itu lalu mulai berdiskusi tentang pernikahan Steven dan Queen yang akan di lakukan dalam bulan ini. Semuanya sangat antusias menyambut pernikahan Queen dan juga kakaknya.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
~ California, Los Angeles ~
Di California tepatnya pukul 03:00 dini hari Xavier dan Chloe beserta rombongannya sudah tiba di bandara internasional Los Angeles (LAX ).
Xavier keluar dari jet pribadinya sambil mengendong Chloe yang terlelap waktu masih di atas pesawat. Ratusan pengawal berbaju hitam berdiri menyambut kedatangan Xavier, Chloe, dan Albert.
Albert memberi isyarat agar jangan menyapa mereka karena takut membangunkan sang nyonya. Saat masuk ke dalam mobil Xavier lalu membuka kaca mobilnya melihat Albert dengan tajam.
"Pulanglah dan istirahat besok biarkan Thomas mengurus kantor kamu hanya pantau dari rumah" ucap Xavier dengan tegas.
"Baik bos terima kasih" ucap Albert bahagia.
Mobil mewah Xavier lalu berlalu diikuti oleh para pengawal dari belakang. Albert segera masuk ke mobilnya dan menuju apartemennya untuk beristirahat sampai puas.
"Akhirnya aku bisa libur juga meski sehari aja" ucap Albert dengan senang.
Dirinya sudah merencanakan apa yang harus ia lakukan esok hari. Xavier yang sudah tiba di mansion langsung di sambut oleh pak Max saat tahu dirinya akan datang hari ini.
"Selamat datang tuan dan nyonya" ucap pak Max dengan pelan.
"Pergi" ucap Xavier dengan suara dingin.
"Baik tuan"
Xavier menaiki anak tangga menuju lantai dua ke kamar utama di mansion ini. Tiba di dalam kamar Chloe sadar saat Xavier menaruhnya di atas ranjang.
"Sayang apa kita sudah sampai" ucap Chloe dengan suara serak.
"Tidurlah sayang masih dini hari disini" ucap Xavier.
Tubuh Xavier menegang melihat tubuh sang istri yang ada dihadapannya. Sekuat tenaga Xavier menahan gairah diarea privasinya, dirinya segera masuk ke kamar mandi untuk menuntaskan gairahnya sendiri.
Chloe yang mendengar gemericik air tidak menghiraukannya karena sudah terlalu mengantuk. 40 menit kemudian Xavier sudah menuntaskan gairahnya di dalam kamar mandi tidak perduli dengan cuaca yang dingin di luar.
Dirinya segera naik ke ranjang lalu masuk ke selimut menyusul sang istri yang sudah berlalu menuju pulau mimpi.
~ Jakarta, Indonesia ~
Saat ini di salah satu hotel ternama di Jakarta milik pengusaha Sanjaya tengah mengadakan resepsi paling mewah untuk putri bungsunya yang menikah dengan anak dari keluarga Rosemary.
Steven dan Aurel berdiri di panggung menyambut begitu banyak tamu undangan dari kedua belah pihak keluarga. Laura dan Adam terus-menerus menebarkan senyum indah di wajah mereka saat bertemu dengan rekan dan kerabat mereka.
"Selamat ya tuan dan nyonya Rosemary" ucap kakek Irwan yang ternyata diundang juga.
"Terima kasih dr. Salim" ucap Adam.
"Hahaha! Jangan panggil dokter saya sudah pensiun" ucap kakek Irwan sambil tertawa.
"Oh baiklah tuan Salim" ucap Adam dengan berwibawa.
Adam dan Laura pergi meninggalkan kakek Irwan untuk menyelamati para undangan lainnya.
"Kalian sangat tidak tahu malu bersenang-senang memakai hasil jerih payah orang lain" gumam kakek Irwan dengan muka emosi mengingat cerita Chloe waktu itu.
Dia tidak menyangka seorang yang sangat terhormat tega melakukan hal seperti itu bahkan keluarga besarnya juga turut andil.
"Ka kita pulang aja ya aku bosan disini melihat semua tampang palsu keluarga kita disini" ucap Dio adik Kenan.
"Sama aku juga ka" ucap Dion menyetujui usulan saudara kembarnya.
"Ya kakak juga muak melihat topeng munafik keluarga kita apa lagi saat Chloe diusir" ucap Kenan dengan tatapan tidak suka melihat ke arah keluarga besarnya.
Kakek Irwan yang mendengar perkataan ketiganya melihat mereka dengan tatapan bingung. Seketika ia tersenyum karena bukan cuma dia saja yang tidak menyukai keluarga ini tapi keluarganya sendiri juga tidak menyukai mereka.
"Manusia itu tamak dan tidak akan pernah puas dengan apa yang di milikinya saat ini apa lagi dia orangnya berkedudukan tinggi" ucap kakek Irwan.
Kenan dan kedua saudaranya kaget mendengar perkataan kakek Irwan karena mereka tidak mengenal kakek Irwan. Kakek Irwan melihat ketiganya dengan senyum manis seakan tahu isi pikiran mereka.
"Kenalin nama kakek Irwan Salim" ucap kakek Irwan dengan sopan.
"Saya Kenan Nugroho kek dan ini adik kembar saya Dion dan Dio" ucap Kenan dengan sopan sambil memperkenalkan diri ketiganya.
"Kalian anak dr. Nugroho" ucap kakek Irwan dengan terkejut.
"Kakek kenal sama papa kami?" tanya Dion penasaran.
"Ya kakek kenal karena kakek dulu satu rumah sakit sama papa kalian tapi kakek sudah pensiun"
"Ya emang kan kakek udah tua" ucap Dio dengan ceplos.
Bugh..............
Kenan seketika menjitak kepala sang adik karena sudah berbicara tidak sopan. Dio yang mendapat jitakan hanya cengesan saja menampilkan wajah polos tidak berdosa.
Kakek Irwan tersenyum geli melihat kelakuan anak dari dr. Nugroho. Mereka kemudian berbincang-bincang banyak hal sampai kakek Irwan pamit.
"Oh ya kalian jangan khawatir tentang nak Chloe karena saat ini dia baik-baik saja bahkan sekarang hidupnya lebih baik dari pada dulu" ucap kakek Irwan dengan pelan sambil berlalu pergi.
Kenan dan twin seketika kaget mendengar perkataan kakek Irwan dan langsung mencari keberadaannya tapi tidak ketemu.
"Setidaknya kita sudah tahu kalau saat ini kehidupan Chloe sudah lebih baik" ucap Kenan dengan senyum tulus.
"Iya kak" ucap twin dengan serentak.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
Chloe yang saat ini sedang berada di mansion tersenyum sinis membaca berita tentang pernikahan mewah putra seorang pengusaha terkenal dari Indonesia dengan putri dari pemilik hotel Sanjaya.
"Bersenang-senanglah karena sebentar lagi aku akan mengambil hak aku yang telah kalian rampas" ucap Chloe dengan tatapan dingin.
Xavier yang pulang hendak makan siang berdiri di samping pilar di balkon lantai dua dan mendengar semua perkataan istrinya. Ia tahu pasti istrinya sudah membaca artikel tersebut.
"Kamu tenang saja sayang aku akan membantumu dari belakang dan tidak akan membiarkan kamu menangis lagi" gumam Xavier dengan sorot mata tajam.
Xavier berjalan pelan mendekati sang istri yang sedang sibuk membaca berita di hpnya. Xavier lalu duduk di samping Chloe dan hal itu sukses membuat Chloe kaget.
"Sayang kamu sudah pulang?" tanya Chloe dengan lembut.
"Heeemmm"
"Sayang apa kamu mau makan siang sekarang"
"Sebentar saja sayang aku mau kangen-kangenan sama istriku" ucap Xavier sambil memeluk Chloe dengan erat.
"Dasar suamiku yang manja" ucap Chloe dengan cekikan.
"Baby apa kamu akan pulang ke Indonesia?" tanya Xavier di cela leher Chloe.
"Apa suamiku mengijinkan?" tanya Chloe dengan gugup.
"Heeemm"
Chloe bingung dengan jawaban dari Xavier tapi dirinya tetap menunggu sampai Xavier mengatakannya langsung.
"Aku akan mengijinkan tapi tidak lama dan kamu harus mau dikawal oleh anak buahku tidak ada penolakan sayang" ucap Xavier dengan tegas.
"Terima kasih sayang apa kamu tidak ikut sayang?" tanya Chloe.
"Aku akan menyusul baby pergilah dahulu aku tahu apa rencana kamu sayang selama ini dan aku ikut mendukungmu membalas rasa sakit hatimu baby" ucap Xavier dengan senyum manis.
Chloe kaget karena ternyata sang suami tahu apa maksudnya ingin pulang ke Indonesia. Tapi seketika senyumnya terukir jelas di bibirnya karena bahagia memiliki seorang suami seperti Xavier.
"I love you baby" ucap Chloe dengan bahagia.
"I love you too sayang"
"Tapi ingat semua larangan aku selama disana sayang" ucap Xavier dengan tatapan tajam.
"Siap bos" ucap Chloe dengan cekikan.
"Rencananya kapan sayang akan berangkat?" tanya Xavier.
"Setelah wisuda 2 bulan lagi sayang"
Xavier hanya mengangguk kepala tanda mengerti. Tiba-tiba dirinya kaget dan melihat Chloe dengan tatapan tajam, Chloe sendiri bingung dengan perubahan sikap suaminya saat ini.
"Sayang kamu tidak lupa kan sama janji kamu waktu sebelum pernikahan kita kan?" tanya Xavier dengan tatapan mata tajam.
Bukannya takut dengan tatapan tajam sang suami tapi ia malah geli melihat wajah sang suami yang sangat kusut seperti pakaian saat ini.
"I know baby dan aku tidak lupa malahan aku ingin kita melakukannya disana" bisik Chloe dengan wajah merah padam.
Chloe langsung berlari menghindar tatapan sang suami karena sangat malu. Seketika Xavier tersenyum bahagia dan merasa sudah tidak sabaran lagi menunggu kelulusan sang istri.
"Baby sampai tiba waktunya aku tidak akan melepaskan kamu sedetik pun" ucap Xavier dengan senyum puas di wajahnya.
...βββββ...
To be continue...............
Jangan lupa vote, like, dan komen yang sebanyak-banyaknya ya guysπβ€