
π»Jika suatu saat kamu menghadapi masalah dan tidak menemukan solusinya maka itu adalah sebuah kebenaran yang harus kamu tahuπ»
.
.
.
.
Calista Enguene adalah seorang model asal Spanyol yang merintis karir di dunia model sejak umur 12 tahun dan saat umur 18 tahun dirinya menjadi model internasional dan tinggal di California.
Ia berkencan dengan Xavier saat berumur 20 tahun dimana saat itu ia berkenalan dengan Xavier di acara pembukaan mallnya. Xavier berpacaran dengan Calista selama 1 tahun dan hubungan itu saling menguntungkan buat masing-masing pihak.
Selama berpacaran Xavier hanya menggunakan tubuh Calista untuk memuaskan hasratnya, berbeda dengan Calista ia selalu saja menggunakan nama Xavier untuk mendapatkan sesuatu.
Karena bosan Xavier akhirnya memutuskan hubungan mereka, Calista sering kali mencoba untuk mendekati Xavier tapi gagal dan kali ini ia ditawari oleh nenek Xavier sendiri untuk mendekati cucunya.
"Jadi bagaimana dengan penawaran saya nona Calista" ucap nenek Esma.
"Penawaran yang menakjubkan dan pastinya saya tidak akan melewatkannya nyonya Wesly" ucap Calista dengan senyum sinis.
"Bagus berarti mulai sekarang kita adalah partner" ucap nenek Esma sambil tersenyum misterius.
Keduanya saling berjabat tangan dan tersenyum penuh arti satu sama lain. Nenek Esma berpikir jika wanita yang dekat dengan Xavier dalam waktu lama adalah wanita yang sangat dicintainya.
"Tunggu kehancuranmu anak sialan" gumam nenek Esma dengan emosi.
"Jadi kapan saya mulai mendekati Xavier nyonya Wesly?" tanya Calista.
"Menurut informasi Xavier saat ini berada di Indonesia mengurus proyeknya yang terbaru" ucap nenek Esma.
"Indonesia?" tanya Calista bingung.
"Kamu bisa mencarinya di google jika penasaran tentang negara itu" ucap nenek Esma dengan mencibir.
"Hahahahahaha! Saya pasti akan mencarinya sesuai anjuran nyonya" ucap Calista sambil tertawa.
"Heemmm! Kamu dekati kekasih Xavier lebih dulu dan buat mereka berpisah barulah kamu ambil hati Xavier kembali" ucap nenek Esma dengan tatapan tajam.
"Siapa kekasihnya bukannya Xavier masih singel?" tanya Calista dengan bingung.
"Dia adalah kekasih Xavier sekarang Chloe Elisabeth tidak ada asal usul hanya berasal dari Indonesia" ucap nenek Esma sambil menyodorkan foto Chloe.
Calista mengambil foto Chloe yang sedang berdiri di taman kampus lalu melihatnya dengan saksama.
Cih! Wanita polos dan lugu seperti ini mau disandingkan denganku tidak akan bisa, batin Calista.
"Lusa aku akan berangkat ke Indonesia untuk memulai rencana kita nyonya"
"Pastikan semuanya aman tanpa ketahuan oleh Xavier"
"Baik nyonya"
Keduanya pun saling tersenyum penuh makna lalu pergi meninggalkan restoran Kenzi. Sepanjang jalan Calista sibuk mencari data tentang Chloe tapi tidak menemukannya.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
~ Lombok, NTB ~
Selepas bangun tidur dan membersihkan diri Chloe langsung memakan sarapan yang sudah dipesan oleh suaminya. Sambil sarapan ia menghubungi sahabatnya Jeni untuk bertanya tentang pekerjaannya.
"Halo Chloe"
^^^"Halo Jeni apa kabar?" ucap Chloe dengan semangat.^^^
"Baik gimana kabar kamu disana"
^^^"Baik juga. Oh ya apa kamu sudah pulang ke Manhattan?" tanya Chloe.^^^
"Ya aku sudah pulang ke tempat tinggal aku dan bekerja di salah satu perusahaan disini"
^^^"Ah!Β Really selamat ya kamu sudah mendapat pekerjaan disana" ucap Chloe dengan tulus.^^^
"Makasih Chloe btw gimana liburanmu selama di Indonesia?" tanya Jeni.
^^^"Sangat menyenangkan dan aku disini bekerja loh di perusahaan suamiku" ucap Chloe dengan antusias.^^^
"Aku kayak tidak yakin deh suami kamu yang posesif itu biarin kamu bekerja"
^^^"Kamu salah Xavier biarin aku bekerja tapi jadi asisten pribadinya" ucap Chloe dengan malas.^^^
"Hahahahaha! Aku sudah yakin pasti suami kamu sudah merencanakannya" ucap Jeni sambil tertawa puas dari seberang.
^^^"Hah! Benar kata kamu Jeni. Eehh!Β By the way gimana kamu sama Julian"^^^
"Uhmm! Kita udah jadian"
^^^"Apa" teriak Chloe dengan kencang.^^^
"Aduh Chloe kuping aku sakit banget tahu dengar teriakan kamu yang kencang banget"
^^^"Hehehehe!Β Sorry sorry habisnya aku kaget banget sih"^^^
"Heemmm! Iya aku tahu kok"
^^^"Kapan sih jadiannya?" tanya Chloe penasaran.^^^
"Sewaktu pulang dari mansion kamu pas acara kelulusan kita"
^^^"Wah berarti udah lama dong jadi sekarang kamu sama Julian LDR gitu"^^^
"Yah mau gimana lagi, aku harus pulang ke tempat asal aku sedangkan Julian tinggalnya disana" ucap Jeni dengan pasrah.
^^^"Sabar ya pasti akan ada solusinya ke depan"^^^
"Iya Chloe makasih ya"
^^^"Iya sama-sama kalau gitu nanti kita lanjut lagi ya"^^^
"Oke Chloe bye"
^^^"Bye Jeni"^^^
Puas menelpon Jeni ia pun kembali menelpon Mira tapi Mira tidak mengangkat panggilannya. Chloe lalu menyimpan hpnya dan menonton acara di televisi.
Karena bosan dengan acara tv ia mengambil hp dan membuka instagram. Seketika Chloe kaget karena begitu banyak pesan dan notifikasi di akunnya.
"Banyak amat pemberitahuannya" ucap Chloe dengan kaget.
Chloe membuka pemberitahuan lebih dulu dan semuanya hanya tentang postingannya waktu itu. Chloe lalu beralih membuka direct message untuk melihat siapa saja yang mengirim pesan ke Chloe.
"Kak Kenan" ucap Chloe sambil membaca dm Kenan.
Kenan_Nugroho01
"Maaf ya ka baru bisa bales"
"Kabar aku baik-baik aja kok dan makasih ya sudah mencari keberadaanku selama iniβΊ"
Setelah mengirim pesan kepada Kenan ia lalu membalas pesan dari teman-teman SMAnya dulu. Tak lama Kenan membalas pesan Chloe.
Kenan_Nugroho01
"Princess kamu dimana sekarang?"
^^^"Aku lagi liburan di Lombok ka"^^^
"Kapan balik ke Jakarta"
^^^"Uhmm! 2 hari lagi aku balik ke Jakarta ka"^^^
"Nanti kita ketemuan ya kakak dan kembar kangen sama kamu"
^^^"Oke kak nanti pas aku balik aku kabarin kakak ya"^^^
"Minta no ponsel kamu princess"
^^^"Ini ka +18xxxxxxx"^^^
"Makasih princess"
^^^"Sama-sama kakβΊ"^^^
Chloe segera menaruh kembali hpnya dan berniat untuk jalan-jalan di luar hotel. Belum juga keluar dari hotel tak lama suami tampannya sudah muncul dari arah pintu.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
"Baby" ucap Xavier dengan lembut.
"Kamu sudah pulang sayang" ucap Chloe sambil memeluk tubuh Xavier.
"Heemmmm"
"Sayang kita jalan-jalan ya" ajak Chloe.
"Nanti sore saja sayang"
"Iya sayang"
~ Orchid Apartemen ~
Setelah tiba di apartemen Sean, Queen segera menghubungi Henki untuk bertemu dengannya. Pada dering ke 2 panggilannya langsung diangkat.
"Halo sayang"
^^^"Loe datang di basement parkir di apartemen Orchid"^^^
"Ngapain ke sana"
^^^"Gue ada disini dan gue hanya bisa ketemu sama loe di basement aja" ucap Queen dengan emosi.^^^
"Oke baby gue ke sana sekarang"
Queen langsung mematikan panggilannya sepihak, selang 30 menit Henki mengabari Queen jika dirinya sudah berada di basement parkiran.
Queen segera keluar dan masuk ke dalam lift menuju lantai paling bawah. Sampai di basement parkiran Queen mengadarkan pandangannya mencari mobil Henki.
Henki membunyikan klakson agar Queen tahu dimana dirinya berada. Mobil sport Ferrari warna hitam terparkir agak jauh dari mobil yang lainnya, sampai disana Queen segera masuk kedalam dengan wajah emosi.
"Hay baby" ucap Henki dengan senyum manis.
"Ngapain sih loe mau ketemu sama gue" ucap Queen dengan sinis.
"Gue kangen sama loe baby" ucap Henki sambil mengelus paha Queen.
"Cih! Apa loe ngak bisa sabar jadi orang apa, gue kan lagi ada di rumah mertua gue kalau ketahuan gimana!" bentak Queen.
"Udah kan ketemunya sekarang gue mau pulang" ucap Queen dengan sinis.
"Sebelum loe pulang loe harus puasin gue disini"
"Apa gue ngak mau" ucap Queen dengan kaget.
"Gue ngak nerima penolakan sayang" ucap Henki sambil memundurkan kursi Queen ke belakang.
Henki lalu melakukan aksinya bersama dengan Queen di dalam mobil. Tanpa keduanya sadari ternyata anak buah Xavier mengambil foto mereka sedari tadi dan beruntung kaca mobil Henki tidak gelap jadi ia bisa mengambil foto mereka dengan mudah.
"Cih! Udah punya suami kaya masih aja selingkuh mana lagi hamil tuh" ucap anak buah Xavier sambil menggelengkan kepala.
~ Lombok, NTB ~
Rencananya mereka akan berada 2 hari di Lombok tapi ternyata gagal karena mendadak Xavier harus pergi ke Korea Selatan untuk pembukaan perusahaannya di sana. Mendengar nama Korea Selatan Chloe segera memaksa ikut bersama dengan suaminya.
"Sayang ayolah aku ikut ya" ucap Chloe sambil memeluk lengan Xavier.
"Kamu di Jakarta saja sayang lagian aku ke sana kan bukan liburan baby"
"Tapi aku pengen ikut sayang" ucap Chloe dengan manja.
"Bilang saja kamu mau lihat muka plastik itu kan" ucap Xavier dengan sinis.
"Hehehe! Salah satunya itu baby"
"Uhmm! Kalau gitu puaskan aku sekarang nanti aku pikirkan baby" ucap Xavier sambil tersenyum iblis.
Chloe yang sudah tahu maksud sang suami pasrah saja melakukannya agar bisa ikut ke negeri ginseng. Malam itu keduanya kembali melakukan penyatuan tubuh yang dipimpin oleh Chloe.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
Xavier senang bukan main karena baru kali ini sang istri lebih dominan dalam permainan mereka. Setelah keduanya mendapat pelepasan Chloe ambruk di atas dada sang suami.
"Thank you baby" bisik Xavier sambil mencium kening Chloe.
"Heemmm" deham Chloe dengan lemah.
Keesokan paginya mereka semua langsung bertolak menuju ke Seoul, Korea Selatan. Di dalam jet Chloe sangat senang karena ia sudah sangat ingin bertemu dengan fansnya selama ini.
"Segitu senangnya kamu ke Korea baby" ucap Xavier dengan sinis.
"Hehehe! Makasih ya hubby" ucap Chloe sambil memeluk Xavier.
Meskipun kesal tapi dirinya tetap memeluk tubuh sang istri dengan erat.
Jangan harap kamu bisa berdekatan dengan para fansmu disana baby, batin Xavier tersenyum penuh arti.
Setelah berada selama 9 jam 40 menit di jet pribadi Xavier, rombongan Xavier sudah tiba di bandara Incheon, Seoul Korea Selatan. Tepat pukul 21:00 mereka tiba di sana, udara dingin langsung menyambut kedatangan mereka karena saat ini sedang musim gugur.
"Sayang kita nginap di hotel ya?" tanya Chloe.
"Di mansion baby" ucap Xavier sambil membetulkan jaket sang istri.
"Memangnya ada berapa banyak sih mansion kamu sayang" ucap Chloe penasaran.
"Uhmm! Hampir di tiap negara ada baby karena aku tidak suka keramaian" ucap Xavier dengan angkuh.
"Banyak amat sayang pasti bayar pajaknya mahal"
"Heeemmmm"
Xavier lalu mengandeng tangan Chloe menuju ke limousine yang telah terparkir di depan. Keduanya segera masuk ke dalam bersama dengan Albert dan Thomas.
Iring-iringan mobil pengawal dan limousine sudah membelah jalanan Korea di malam hari. Chloe sangat terpesona akan suasana indah malam kota Seoul.
Setelah 30 menit akhirnya mereka sudah sampai di mansion. Para pelayan segera menyambut kedatangan tuan dan nyonya mereka, saat masuk ke dalam lagi-lagi foto pernikahan keduanya selalu ada di setiap mansion dan paling besar diantara semuanya.
"Sayang kenapa foto pernikahan kita ada disini?" tanya Chloe penasaran.
"Biar semua orang tahu kalau kamu itu milik aku baby" ucap Xavier dengan santai.
"Kenapa harus ada di semua mansion sih baby" ucap Chloe dengan kesal.
"Suka-suka aku dong baby" ucap Xavier dengan arogan.
"Terserah kamu saja sayang kalau perlu di mobil juga kamu pasang" ucap Chloe dengan ketus.
"Ide bagus sayang" ucap Xavier sambil terkekeh.
"Hah! Apa jangan aneh-aneh ya sayang" ucap Chloe dengan tatapan tajam.
"Tapi itu ide kamuloh baby" ucap Xavier dengan muka polos.
"Ngak jangan bikin malu sayang udah cukup di mansion sama apartemen aja" ucap Chloe dengan kesal.
"Sama vila juga baby" bisik Xavier sambil berlalu.
"Hah! Sejak kapan kamu ada vila sayang?" tanya Chloe dengan penasaran.
"Uhmm! Sejak tahun lalu sayang"
"Sayang kamu jangan hambur-hamburin uang deh" ucap Chloe dengan kesal.
"Hehehehe! Itu kan nanti juga buat masa depan kita baby" ucap Xavier dengan cengesan.
Chloe berlari ke arah suaminya dan memukul tubuh Xavier dengan kesal. Xavier hanya tertawa karena pukulan sang istri tidak berasa apa-apa ditubuhnya.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
Xavier lalu mengendong tubuh Chloe menuju kamar mereka untuk membersihkan diri sebelum tidur. Hari berlalu dengan cepat Chloe pagi ini bangun lebih dulu dari suaminya.
Setelah bangun ia segera keluar untuk membuat sarapan buat suaminya itu. Sampai dibawah semua pelayan menunduk memberi hormat kepada nyonya mereka.
"Apa ada yang bisa kami bantu nyonya" ucap kepala pelayan.
"Aku ingin membuat sarapan untuk suamiku" ucap Chloe.
"Biar kami saja nyonya"
"Maaf Xavier hanya mau makan masakan aku" ucap Chloe dengan sopan.
"Baiklah nyonya biar kami juga membantu"
"Baiklah"
Chloe lalu membuat sarapan untuk suaminya dibantu oleh para koki dan pelayan. Setelah 30 menit akhirnya semua masakan sudah selesai.
"Tolong kamu atur di meja makan ya" ucap Chloe dengan senyum manis.
"Baik nyonya" ucap pelayan.
Chloe segera naik ke lantai dua untuk membangunkan suami manjanya. Sampai di kamar mereka Chloe tersenyum melihat sang suami yang masih terlelap di dalam selimut.
"Honey wake up" ucap Chloe dengan lembut.
Setelah 10 menit barulah suaminya itu bangun. Xavier tersenyum melihat wajah cantik sang istri di depannya, dirinya segera menarik tubuh Chloe dan mencium b***r sang istri dengan lembut.
"Morning kiss baby" ucap Xavier dengan suara serak.
"Bangun sayang katanya mau ke tempat perusahaan kamu yang baru" ucap Chloe.
"Dimandiin ya sayang" ucap Xavier manja.
"Tumben manja banget bayi besarku"
"Cih! Aku ini suami kamu sayang bukan bayi" ucap Xavier dengan kesal.
"Iya suamiku yang posesif dan arogan" ucap Chloe dengan pasrah.
"Itu tahu baby" ucap Xavier sambil terkekeh.
Akhirnya dengan penuh drama keduanya mandi bersama tapi bukan namanya Xavier jika tidak mendapatkan apa yang ia inginkan di dalam kamar mandi. 1 jam lebih keduanya baru keluar dari kamar mandi dengan tubuh gemetaran karena terlalu lama di bawah pancuran shower.
"Kamu di mansion aja ya sayang kalau masih lemah" ucap Xavier dengan khawatir.
"Ini gara-gara siapa coba" ucap Chloe dengan kesal.
"Hahahaha! Maaf istriku tubuhmu sangat menggoda jadi aku tidak bisa tahan" ucap Xavier sambil memeluk tubuh Chloe dengan erat.
"Iya sayang tapi aku tetap ikut ya baby" ucap Chloe dengan muka memelas.
"Baiklah sayang tapi ingat semua larangan aku" ucap Xavier dengan tatapan tajam.
"Siap baby"
Keduanya segera bersiap-siap untuk pergi ke perusahaan baru milik Xavier yang baru selesai dibangun. Perusahaan itu adalah anak cabang dari perusahaan Wesly Group dan menjadi perusahaan terbesar disini.
~ Jakarta, Indonesia ~
Seorang model internasional bersama asisten dan manajernya baru sampai di bandara Soekarno Hatta. Selesai mengurus visa dan kebutuhan lainnya mereka segera berjalan keluar menuju pintu kedatangan.
Seorang pria muda tampan bersama sang asisten telah menunggu kedatangan mereka disana. Ia adalah Henki Baskoro anak pemilik Baskoro entertainment.
"Selamat datang di Indonesia nona Calista" ucap Henki dengan senyum manis di wajahnya.
"Terima kasih atas sambutannya Mr. Baskoro"
"Panggil saja Henki biar lebih nyaman" ucap Henki sambil tertawa.
"Baiklah Henki panggil saja aku Calista biar kamu juga nyaman" ucap Calista dengan senyum menggoda.
"Baiklah Calista"
Mereka segera menuju ke mobil yang sudah siap menjemput mereka dan membawa ke salah satu apartemen di kawasan apartemen orchid.
Setelah sampai di apartemen Henki segera membawa Calista dan asisten serta manajernya menuju ke apartemen di lantai 8 bersebelahan dengan apartemen Sean. Calista sangat suka dengan interior apartemen pilihan Henki dan sesuai dengan seleranya.
"Semoga kamu suka dengan layanan yang kami sediakan" ucap Henki.
"Perfect sesuai keinginanku" ucap Calista.
"Baiklah jika kamu suka, silahkan beristirahat karena besok baru kita mulai dengan kerja sama kita" ucap Henki.
"Oke Henki"
Henki lalu pamit pergi setelah memberi semua keperluan Calista dan juga kartu akses apartemen ini. Calista berjalan ke arah jendela dan melihat suasana Jakarta saat ini dari sana.
"Xavier aku sudah sampai di sini dan sebentar lagi kamu akan menjadi milikku lagi" ucap Calista dengan senyum iblis di bibirnya.
...βββββ...
To be continue................
Jangan lupa vote, like, dan komen yang sebanyak-banyaknya ya guysπβ€