Heartless

Heartless
Episode 184



🌻Tetaplah baik meskipun dunia tidak baik padamu dan tetaplah berdiri kokoh meskipun angin hendak menumbangkanmu🌻


.


.


.


.


Xavier lalu membersihkan tangannya yang penuh dengan d***h, ia kemudian pergi ke mansion untuk membersihkan diri di dalam kamarnya.


Pak Max yang mendapat perintah dari Thomas untuk menemani Steven dan Aurel segera berlalu menuju ke depan mansion. Tiba disana ia melihat Steven dan Aurel yang berdiri di jaga oleh pengawal Xavier.


"Silahkan tuan dan nyonya mari ikut saya" ucap pak Max dengan bahasa Inggris.


"Iya pak" ucap Steven dengan sopan.


Baru saja masuk ke dalam mansion Steven dan Aurel berdecak kagum melihat mansion Chloe. Keduanya berkali-kali takjub dengan dekorasi dan barang di dalam mansion Chloe.


Seberapa kaya sih perempuan yang bernama Chloe itu, batin Aurel dengan decak kagum.


Apa yang terjadi sama Chloe selama ini kenapa dia bisa kaya kayak gini ya, batin Steven yang sangat kaget melihat isi dalam mansion.


Keduanya lalu di persilahkan duduk di ruang tamu oleh pak Max, tak lama pelayan segera menyuguhkan minum untuk keduanya.


"Mohon menunggu sebentar karena tuan masih ada urusan" ucap pak Max.


"Maaf pak tapi kami kesini ingin bertemu dengan Chloe bukan tuan yang anda maksudkan" ucap Steven.


Pak Max hanya tersenyum saja tidak menjawab pertanyaan dari Steven. Ia berdiri di sebelah kursi berhadapan dengan keduanya, Aurel dan Steven yang melihat hal tersebut hanya diam saja.


Tak berselang lama Thomas muncul dengan tatapan datar. Steven dan Aurel bingung melihat kehadiran Thomas karena belum pernah melihat Thomas sebelumnya.


Thomas berbisik kepada pak Max lalu pak Max segera berlalu ke belakang meninggalkan ketiganya. Thomas duduk di kursi sebelah Steven dan Aurel dan melihat keduanya dengan tatapan dingin.


Sebentar lagi aku ingin melihat tampang terkejut kalian, batin Thomas tertawa penuh arti.


Bunyi langkah kaki terdengar di sepanjang mansion. Ketiganya lalu menengok ke arah bunyi langkah tersebut dan seketika menelan saliva dengan susah merasakan aura tajam di ruangan itu.


Steven dan Aurel gugup melihat Xavier yang baru saja datang dengan tampang dewa bagai iblis. Meski ia mempunyai wajah rupawan dan tatapan dingin tapi aura dari tubuhnya membuat siapa saja seperti diterkam.


"Bos" ucap Thomas sambil berdiri dan membungkuk.


"Heemmmm"


Xavier lalu duduk di kursi paling ujung sambil memangku kaki. Tatapan matanya tajam menatap Steven dan Aurel yang berhadapan dengannya, Aurel sedari tadi gemetar melihat tatapan dari Xavier.


"Thomas" ucap Xavier dengan datar sambil memberi isyarat untuk menanyakan kedatangan mereka.


"Ada keperluan apa kalian datang ke mansion bos" ucap Thomas dengan datar.


"Maaf sebelumnya kami kesini untuk bertemu dengan Chloe" ucap Steven dengan suara gugup.


"Cih!"


"Ada urusan apa kalian dengan nyonya kami?" tanya Thomas penuh selidiki.


"Kami ingin berbicara dengan Chloe perihal orang tuaku dan sekaligus ingin meminta maaf"


Xavier tertawa mengejek saat mendengar ucapan Steven yang ingin meminta maaf. Apa dia pikir jika apa yang mereka lakukan kepada Chloe adalah hal biasa saja.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


"Kalian ingin meminta maaf atas dasar apa" ucap Xavier dengan suara dingin dan tegas.


"Saya ingin meminta maaf atas kesalahan kedua orang tua saya dan juga atas semua perlakuan yang saya dan keluarga saya lakukan kepada Chloe di masa lalu"


"Segitu gampangnya kalian minta maaf atas apa yang kalian perbuat kepada wanitaku!" bentak Xavier.


Steven kaget mendengar ucapan Xavier yang mengatakan jika Chloe adalah wanitanya.


Jangan bilang Chloe selama ini didukung oleh Xavier dari belakang, batin Steven.


"That is true seperti yang kamu pikirkan" (itu benar) ucap Xavier dengan sinis.


Steven kaget karena Xavier bisa mengetahui apa yang ia pikirkan. Melihat hal tersebut Xavier tersenyum cemooh kepada keduanya.


"Tuan Wesly saya mohon untuk bertemu dengan Chloe untuk memberi pengampunan kepada kedua orang tuaku" ucap Steven dengan penuh harapan.


"Hahahaha! Siapa bilang Chloe yang akan melepaskan kedua bajingan itu" ucap Xavier dengan tertawa kencang.


"Apa maksud tuan?" tanya Steven dengan bingung.


"Kedua bajingan itu berada di tanganku dan hanya aku saja yang berhak memutuskan untuk melepaskan mereka atau tidak" jawab Xavier dengan tegas.


Steven seketika bangun dan berlutut di depan Xavier, Aurel yang melihat hal tersebut kaget bukan main tak menyangka suaminya akan berlutut di depan Xavier.


"Mas apa yang kamu lakukan" ucap Aurel dengan suara tinggi.


"Saya mohon tuan tolong bebaskan kedua orang tuaku, saya berjanji tidak akan menganggu tuan dan Chloe lagi" ucap Steven sambil memohon.


"Sampai kapanpun aku tidak akan melepaskan kedua bajingan itu" ucap Xavier dengan suara tinggi.


"Saya mohon tuan tolong bebaskan orang tua saya. Saya mohon" ucap Steven.


"Ckk!! Merepotkan saja" ucap Xavier yang tak suka dengan apa yang di katakan oleh Steven.


Xavier lalu menatap Thomas memberinya isyarat untuk mengambil kotak hadiah yang telah ia persiapkan. Thomas mengangguk kepala dan berjalan pergi ke belakang mengambil kotak yang sudah disiapkan oleh pak Max.


"Aku akan memberikan hadiah kebebasan kedua bajingan itu kepadamu tapi hanya sebagian kecil saja" ucap Xavier dengan senyum sinis.


"Terima kasih tuan terima kasih" ucap Steven dengan senang.


Xavier tersenyum penuh arti melihat Steven yang salah mengartikan ucapannya barusan. Steven sendiri merasa senang karena Xavier mau membebaskan kedua orang tuanya meskipun tak mengerti maksud sebenarnya dari Xavier.


Tak lama Thomas muncul dengan membawa kotak hadiah sedang dan menaruhnya di atas meja. Steven dan Aurel bingung melihat kado tersebut yang di simpan di depan mereka.


"Itu hadiahku untuk kebebasan kedua bajingan itu" ucap Xavier.


Steven lalu membuka kotak hadiah tersebut dan seketika kaget bukan main. Ia tak menyangka jika ia akan di beri 4 potongan le***n yang masih berd***h-d***h.


"Apa maksud semua ini tuan Wesly" ucap Steven dengan suara tinggi.


"Kebebasan kedua orang tuamu" ucap Xavier dengan santai.


"Apa" ucap Steven dan Aurel kaget serentak.


Keduanya tak menyangka jika Xavier akan memberikan kebebasan bagi orang tuanya yaitu potongan le***n keduanya. Air mata Steven mengalir melihat potongan le***n dari Adam dan Laura.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


"Bersyukurlah aku tidak memberikan tubuh kaku kedua bajingan itu kepadamu" ucap Xavier dengan sinis.


Ia lalu pergi meninggalkan Steven dan Aurel, Thomas melihat keduanya dengan tatapan dingin tak ada rasa kasihan atau apapun. Menurutnya masih baik bosnya tidak langsung memberikan mereka kado tubuh kaku orang tuanya.


"Tuan saya mohon ampunilah kedua orang tuaku" ucap Steven dengan memohon.


"Bersyukurlah bos bukan kasi kalian mayat kedua bajingan itu tapi potongan tubuh mereka saja dan asal anda tahu itu potongan lengan yang sudah menampar nyonya kami hingga berkali-kali" ucap Thomas dengan suara dingin.


Ia lalu menyuruh pak Max untuk mengantar keduanya keluar dari mansion dan jangan pernah mengijinkan mereka masuk. Steven dan Aurel keluar dengan tangisan sedih sambil membawa kotak hadiah itu.


~ Rumah Sakit Wesly ~


Chloe duduk sambil memakan stroberi dan memikirkan kejadian semalam. Dia tak habis pikir mantan kedua orang tuanya tega melakukan hal seperti itu hanya untuk harta, Chloe lalu mengingat bayi kecil yang ia yakin itu adalah bayi milik Sean dan Queen.


Kasihan bayi itu tidak di sayang oleh ibu kandungnya sendiri, batin Chloe.


Tak lama pintu kamarnya dibuka dan masuklah Xavier dengan penuh senyuman. Seketika senyuman itu diganti oleh tatapan datar dan bingung yang melihat istrinya seperti memikirkan sesuatu.


Xavier berjalan menuju brankar Chloe lalu memegang pipi Chloe, hal tersebut seketika membuat Chloe kaget karena sibuk dengan pikirannya.


"Apa yang kamu pikirkan baby" ucap Xavier sambil mengecup b***r Chloe.


"Kejadian semalam sayang" ucap Chloe dengan senyum manis.


"Jangan pikirkan hal itu lagi sayang ingat kamu tidak boleh stres itu akan membahayakan bayi kita" ucap Xavier.


"Iya sayang i know"


"Good wife"


"Sayang apa yang akan kamu lakukan kepada kedua orang itu" ucap Chloe.


Chloe kaget bukan main mendengar jawaban suaminya. Ia memang benci kepada keluarga Rosemary tapi tidak ingin sampai ada kematian di dalam masalah ini.


"Sayang"


"Heemmmm"


"Bebaskan keduanya" ucap Chloe.


Xavier mengangkat alisnya sebelah tak mengerti dengan jalan pikir sang istri. Xavier lalu duduk di samping brankar dan berhadapan langsung dengan Chloe.


"Aku tidak akan membiarkan satu orang pun lolos karena sudah mencelakai kamu sayang" ucap Xavier dengan tatapan dingin.


"Hubby aku tahu kamu pasti sudah memberi mereka hukuman entah apa itu dan aku tahu pasti kamu telah memberikan keduanya racun yang pernah kamu ceritakan waktu itukan" ucap Chloe dengan lembut.


"Ya kamu benar soal itu baby"


"Menurutku itu sudah cukup sayang dan jangan kotori tanganmu dengan kematian mereka biarkan mereka merenung kesalahan mereka atas apa yang mereka perbuat, toh aku udah selamat dan baik-baik saja jadi aku mohon bebaskan mereka sayang dan beri mereka penawar racunnya"


"Tapi sayang aku tidak bisa melihat orang yang sudah mencelakai istriku lepas begitu saja"


"Hubby balas dendam aku sudah aku laksanakan dan aku mau biarkan ini selesai dan jangan ada dendam lagi. Sudah cukup pelajaran untuk mereka akan kesalahan mereka dulu biarlah Tuhan yang mengadili mereka selebihnya"


Xavier mencium bi**r Chloe tak menyangka jika sang istri akan memaafkan mereka dengan mudah. Ia sangat bangga memiliki wanita yang berhati lembut dan penuh kasih sayang.


"Aku akan memberikan kebebasan kepada mereka sayang"


"Terima kasih hubby" ucap Chloe dengan senyum riang.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Xavier lalu menceritakan semua yang terjadi hari ini kepada Chloe. Chloe menutup mulutnya tak menyangka suaminya akan sangat kejam kepada Adam dan Laura.


"Aku tidak bisa berkata apa-apa lagi sayang kamu sangat kejam" ucap Chloe dengan kaget.


"That is me baby dan aku tidak akan memberikan pengampunan sedikit pun pada orang yang sudah mencelakai keluargaku dan orang-orang yang aku cintai" (itulah aku sayang) ucap Xavier dengan tatapan dingin.


Chloe merinding melihat tatapan suaminya yang seperti monster berdarah dingin. Ia tak menyangka suaminya akan tega memotong le***n keduanya dan dijadikan kado untuk anak mereka.


Semoga tidak ada lagi hal yang seperti ini lagi ke depan, batin Chloe penuh harap.


Tak lama keduanya dikagetkan dengan kedatangan Albert. Albert masuk sambil membawa iPad untuk memberikannya kepada Xavier.


"Bos ada sesuatu yang ingin aku sampaikan"


"Heemmmm"


"Tadi tuan Sean Rahardian menelpon aku bos" ucap Albert dengan gugup.


Seketika Xavier berhenti dari melihat email masuk. Tatapan tajamnya seketika menatap Albert dengan tajam dan menusuk, Albert dan Chloe merasakan aura mencekam di dalam ruangan tersebut.


"Untuk apa berengsek itu menelponmu" ucap Xavier dengan suara dingin dan penuh kecemburuan.


"Dia ingin bertemu dengan nyonya bos"


"Berengsek" ucap Xavier dengan suara tinggi.


Melihat hal tersebut Chloe segera memegang lengan suaminya dan mengelusnya agar tidak emosi. Terbukti emosi Xavier berangsur mereda tak seperti tadi.


"Buat apa dia mencari istriku" ucap Xavier dengan suara tinggi.


"Dia ingin bertanya mengenai anaknya karena saat ini anaknya sedang dirawat bos" ucap Albert.


"Apa karena minuman kemarin yang diberikan Queen kepada bayi itu" ucap Chloe mengingat kejadian kemarin.


"Sepertinya begitu nyonya" ucap Albert.


"Sayang biarkan dia bertemu denganku" ucap Chloe.


"No baby aku tidak mau" ucap Xavier dengan tegas.


"Sayang please kasihan anak itu dia tidak tahu apa-apa dan kamu harus menemaniku sayang selama dia kesini" ucap Chloe dengan tatapan lembut.


Xavier menarik napasnya dalam memikirkan ucapan sang istri. Tak lama ia mengangguk kepala sebagai jawaban, Chloe tersenyum manis dan mencium pipi Xavier dengan cepat.


"Just 10 minutes baby" (hanya 10 menit sayang) ucap Xavier dengan tegas.


"Iya sayang" ucap Chloe.


Xavier lalu menyuruh Albert untuk mengabari Sean agar datang ke sini. Sean yang menerima pesan dari Albert tersenyum bahagia karena mengira bisa bertemu dengan Chloe berdua saja.


Sean yang berada di lantai 5 ruangan sang anak segera naik ke lantai 7. Bunyi lift berbunyi tanda sudah sampai di lantai 7, saat keluar Sean kaget melihat begitu banyak pengawal di lantai tersebut.


"Tuan Sean Rahardian" ucap anak buah Xavier dengan suara dingin.


"Ya saya sendiri" ucap Sean dengan datar.


"Silahkan ikut saya"


Sean mengikuti anak buah Xavier dan melihat sekeliling ternyata hanya ada 1 ruangan saja di sini.


Apa Chloe ada hubungannya dengan Mr. Wesly, batin Sean penuh tanda tanya.


Sampai di depan pintu Albert segera membuka pintu untuk Sean. Ia lalu memberi isyarat kepada Sean untuk mengikutinya masuk ke dalam.


Sampai di dalam Sean melihat Chloe yang sedang duduk di ranjang rumah sakit sambil bersandar di dada Xavier. Entah kenapa ia merasa sakit hati melihat wanita yang dicintainya sudah di miliki oleh orang lain.


"Panggil nyonya dengan sebutan nyonya jika tidak ingin dirimu lenyap saat ini juga" bisik Albert dengan suara dingin.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


"Selamat siang tuan Rahardian katanya anda ingin bertemu dengan saya" ucap Chloe dengan suara dingin.


Sean merasa sangat sedih saat mendengar ucapan Chloe barusan. Ia tak menyangka jika Chloe akan bersikap seperti tak mengenal dirinya.


"Ya aku ingin bertemu dengan nyonya Chloe untuk membicarakan mengenai anak saya" ucap Sean dengan getir.


"Panggil saya Mrs. Wesly" ucap Chloe dengan suara tegas.


Sean terkejut setengah mati mendengar perkataan Chloe barusan, berbeda dengan Xavier yang tersenyum puas mendengar ucapan istrinya barusan.


"Mrs. Wesly apa boleh saya tahu kemarin apa yang diberikan jal**g itu kepada anak saya karena saat ini anak saat sedang berada di rumah sakit karena diduga keracunan makanan atau minuman"


"Setahu saya kemarin Queen memberikan susu kepada anak anda" ucap Chloe sambil memikirkan kejadian kemarin.


"Apa tidak ada selain susu yang diberikan"


"Uhmm! Setahu saya tidak, karena kemarin anak anda menangis seperti kelaparan dan setelah itu diberi minum susu langsung berhenti menangis"


"Baiklah terima kasih atas bantuan Mrs. Wesly" ucap Sean dengan getir.


"Ya sama-sama tuan Rahardian"


Sean lalu pamit pergi karena tak sanggup melihat kemesraan Chloe dan Xavier. Sedari tadi Xavier hanya diam saja tapi ia terus mencium puncak kepala Chloe dengan lembut.


"Tuan Rahardian" ucap Chloe.


Sean berhenti dan berbalik melihat ke belakang dengan tatapan sedih dan bercampur penyesalan. Chloe yang melihat hal tersebut hanya menatapnya dengan datar.


"Saya harap anda bisa pertanggung jawabkan perilaku anda kepada Sinta dan Sila. Anda ini seorang yang terhormat tapi memiliki kepribadian yang sangat tidak terhormat bahkan binatang saja tidak seperti anda, saya menyesal dulu pernah mengenal anda dan saya bersyukur anda bukanlah orang yang ditakdirkan untuk saya. Saya harap karma itu berlaku kepada anda karena telah merusak masa depan banyak gadis, saya sangat membenci dan kecewa dengan anda"


Deg.........


Jantung Sean seperti diremas kuat mendengar perkataan Chloe barusan, ia tak menyangka jika Chloe akan berkata seperti itu dan yang lebih penting ia sangat membenci dan kecewa dengannya.


"Apa loe pikir orang di samping loe itu ngak lebih baik dari gue Chloe, dia itu berasal dari negara yang bebas dan pastinya hal tersebut sudah menjadi biasa saja untuknya" ucap Sean dengan tatapan emosi dan sedih.


Bukannya marah atau terprovokasi dengan ucapan Sean barusan, Chloe malah tersenyum mengejek melihat Sean.


"Ya apa yang anda bicarakan memang betul. Tapi asal anda tahu dia lebih baik dari anda karena berbicara jujur akan masa lalunya dan asal anda tahu dia adalah cinta sejatiku sebelum bertemu dengan anda sekaligus cinta pertamaku dan terakhir, satu lagi dia bukan seorang pengkhianat seperti anda" ucap Chloe dengan tegas.


Air mata Sean seketika jatuh tak menyangka Chloe akan berbicara seperti itu, dunianya seakan runtuh dan tidak bisa bangkit lagi. Sean berjalan keluar dengan perasaan bercampur mengingat perkataan Chloe barusan.


Sean tidak bisa berpikir jernih saat ini karena tubuhnya seakan ditusuk jarum begitu banyak. Pikirannya terngiang-ngiang dengan apa yang barusan dikatakan oleh Chloe.


"Kenapa sakit banget Chloe saat dengar kata cinta dari mulut loe tapi bukan untuk gue melainkan untuk orang lain" gumam Sean dengan sedih.


...❄❄❄❄❄...


To be continue.................


Jangan lupa vote, like, dan komen yang sebanyak-banyaknya ya guys😘❀