
π»Mencintai seseorang tidak harus dengan suatu alasan khusus karena semuanya menyangkut hatiπ»
.
.
.
.
Xavier pulang ke mansionnya sambil menunggu kabar dari para anak buahnya. Sampai di mansion Xavier kembali lagi meluapkan semua emosi dan kekesalannya kepada para pengawal.
Semua benda yang bernilai fantastik di dalam mansion tidak luput dari pukulan Xavier. Albert kemudian menyuruh semua pelayan untuk keluar dan tidak boleh ada yang berada dalam mansion.
Xavier saat ini sudah sangat mengamuk dan akan melampiaskan semua amarahnya. Hanya beberapa orang saja yang mengetahui keadaan Xavier jika sedang dalam mode seperti monster.
Dirinya di juluki dengan julukan monster berdarah dingin karena tidak segan-segan melenyapkan seseorang yang menganggu ketenangannya.
Albert dan Thomas serta beberapa orang kepercayaan bosnya juga terkena amukan dari sang bos. Entah sudah berapa lama mereka dipukul oleh Xavier tidak ada yang menghitung.
Hari berganti dengan cepat, Chloe, Mira, dan Jeni dikagetkan dengan suara berisik dari alarm milik Jeni yang berbunyi dari tadi.
"Siapa saja tolong matiin thu barang berisik banget" ucap Mira sambil teriak kesal.
Jeni pun akhirnya bangun dan mematikan alarm tersebut. Jeni melihat Chloe dan Mira yang masih tertidur pulas, saat ia melihat jam ternyata sudah jam 08:00 pagi.
"Woy bangun udah pagi udah jam 08:00 pagi" teriak Jeni sambil menggoyangkan tubuh kedua sahabatnya.
"10 menit lagi masih ngantuk nih" ucap Chloe yang menarik selimut kembali.
"Ayo bangun masa anak gadis bangun kesiangan sih" ucap Jeni sambil membuka kembali selimut.
"Iya-iya bawel banget deh kayak mak gue di kampung" ucap Mira dengan logat sundanya.
"Bahasa apaan thu aku tidak mengerti?" tanya Jeni dengan bingung.
"Bahasa alien kamu tidak akan mengerti" ucap Chloe sambil cekikan.
"Berengsek kamu mau bohongin aku ya" ucap Jeni sambil memukul Chloe dengan bantal.
Chloe hanya tertawa saja menanggapi ucapan Jeni. Setelah itu ketiganya bangun dan segera mandi, Chloe pun menyiapkan sarapan untuk mereka bertiga karena dirinya yang sudah selesai mandi.
"Harum banget bikin perut aku keroncongan" ucap Jeni.
"Cobain masakan aku pasti suka deh" ucap Chloe dengan senyum manis.
"Senyum kamu manis banget rajin-rajin tersenyum ya" ucap Jeni yang baru kali ini melihat Chloe tersenyum manis.
"Heeemmm"
Tak lama Mira pun datang dan bergabung bersama mereka untuk sarapan. Tak lupa mereka berselfi bersama dan memposting di akun instagram masing-masing.
"Chloe kamu tidak ada akun instagram ya?" tanya Jeni.
"Tidak ada malas aja mainnya" ucap Chloe dengan jutek.
"Oh" balas Jeni.
"Mending kamu bikin gih biar kita bisa tag foto-foto kita" ucap Mira.
"Nanti aja kalau aku lagi mood" balas Chloe dengan wajah datar.
"Suka-suka kamu aja" ucap Jeni.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
Ketiganya akhirnya saling bercerita mengenai pengalaman-pengalaman mereka. Tanpa sadar sudah jam 13:00 siang, Chloe dan Mira pun pamit pulang ke apartemen mereka masing-masing karena besok harus masuk magang.
"Hati-hati ya kalian" ucap Jeni mengantar Chloe dan Mira menuju mobil pesanan mereka.
"Oke bye sampai ketemu lagi ya" ucap Mira.
"Sampai ketemu besok ya" ucap Chloe.
Chloe dan Mira melambaikan tangan saat mobil sudah melaju begitu pula dengan Jeni. Saat di dalam mobil Chloe sempat menyuruh Mira untuk duduk tenang agar minuman yang dipegangnya tidak tumpah.
Tapi baru saja dibilang Mira sudah menumpahkan minumannya di baju Chloe.
"Baru juga gue omongin udah terjadi" ucap Chloe dengan kesal.
"Hehehe! Sorry Chloe"
"Terus masa gue harus make ni baju ampe apartemen sih"
"Udah ganti aja di apartemen gue kan baju loe kemarin masih disana juga udah cuci kan?" tanya Mira.
"Udah kok, nanti gue mampir buat tukar baju dulu deh soalnya gue risih" ucap Chloe yang memang tidak suka dengan kotor.
Setelah 30 menit akhirnya mereka tiba di apartemen Mira. Keduanya langsung masuk dan Chloe langsung menuju kamar mandi untuk mengganti bajunya.
"Tadi Jeni nelpon gue katanya dia nelpon ke nomor loe tapi ngak aktif" ucap Mira saat melihat Chloe keluar dari kamar mandi.
"Emang kenapa hp gue sengaja gue matiin dari kemarin" ucap Chloe dengan santai.
"Katanya mau ngasih tahu loe buat besok jangan lupa bawa berkas penilaian magang loe ke kantor"
"Ya ampun gue lupa untung aja Jeni sempat ingetin" ucap Chloe dengan kaget.
"Bagus deh jadi pulang loe bisa siapin berkasnya"
"Heeemmm"
"Mau balik sekarang atau entar?" tanya Mira.
"Sekarang aja sekalian gue mau bersihin apartemen gue"
"Oke deh kalau gitu hati-hati ya jangan sedih lagi" ucap Mira sambil memeluk Chloe.
"Tenang aja gue kuat kok orangnya" ucap Chloe dengan cekikan.
"Iya kuat ampe mewek parah loe" ucap Mira sambil menggoda Chloe.
"Sialan loe" ucap Chloe dengan kesal.
Chloe langsung bergegas pulang ke apartemennya, saat di tengah jalan dia mengingat kalau berkas penilaiannya ada di mansion Xavier.
"Gue ke sana aja pasti Xavier belum pulang juga" ucap Chloe sambil berpikir.
Chloe akhirnya memutuskan untuk ke mansion Xavier. Di perjalanan entah kenapa jantungnya berdetak dengan kencang memikirkan nama Xavier.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
Sampai di depan gerbang mansion Chloe keluar dan membayar taksi. Chloe langsung bergegas ke pintu gerbang untuk menyuruh satpam membuka pintu gerbang.
"Pak buka dong gerbangnya" teriak Chloe pada satpam yang berada di posnya.
Mendengar ada yang berteriak sang satpam pun melihat ke arah pintu gerbang. Ia melihat seorang anak bocah memakai hoodie berwarna hitam dan masker muka sedang berdiri disana.
"Maaf dek cari siapa?" ucap si satpam.
Mendengar ia dipanggil adek Chloe pun menjadi bingung.
"Pak ini saya Chloe mau masuk ke dalam ngambil berkas kampus saya yang ketinggalan" ucap Chloe sambil menurunkan maskernya.
"Nona Chloe" ucap satpam dengan kaget.
"Iya pak buruan buka pintunya"
"Iya non maaf saya tidak tahu"
"Heeemmmm"
Chloe langsung masuk dan berjalan menuju ke pintu mansion. Chloe berdiri dan menghela napas panjang melihat pintu mansion yang sangat jauh dari pintu gerbang.
"Ini kayaknya gue harus olahraga di siang hari" ucap Chloe dengan pasrah.
Chloe berjalan menikmati udara siang ini, beruntung cuacanya tidak terlalu panas jadi dirinya bisa berjalan dengan santai.
Sampai di depan pintu mansion Chloe berhenti dan mengambil napas sebanyak-banyaknya. Ia sangat capek terlebih kakinya sangat letih karena berjalan terlalu lama.
"Phew! Capeknya" ucap Chloe sambil duduk di anak tangga.
Para pengawal yang melihat Chloe hanya bingung karena tidak mengenali Chloe yang memakai masker. Setelah lama duduk di tangga Chloe pun langsung masuk ke dalam mansion.
Saat masuk ke dalam Chloe kaget bukan main melihat keadaan mansion dari pintu utama yang sangat berantakan. Pecahan kaca dari meja, guci dan benda lain berserakan disana.
Chloe masuk lebih ke dalam dan lebih kaget melihat ruang tengah yang lebih parah dari ruang tamu.
"Apa baru saja ada badai disini" ucap Chloe dengan pelan.
Chloe berjalan menuju tangga dekat dengan meja makan dan seketika ia kaget melihat Albert dan lainnya yang duduk dengan luka parah di muka dan tubuh mereka.
Merasa ada yang memperhatikannya Albert mengangkat kepala dan kaget menemukan Chloe yang berdiri di depan sana.
"Nona Chloe" ucap Albert dengan menahan sakit.
"Ada apa ini Albert?" tanya Chloe dengan bingung.
"Uhmmmm! Ini tidak kenapa-napa nona" ucap Albert dengan gugup.
Chloe mengangkat alis matanya sebelah bingung dengan jawaban Albert, seperti ada yang disembunyikan.
"Kalian semua kenapa penuh luka dan memar lalu dimana Xavier?" tanya Chloe dengan cepat.
"Bos ada di kamarnya nona sebaiknya nona" ucapan Albert terhenti saat melihat Chloe sudah berlari naik ke tangga.
Albert ingin mengejar Chloe tapi dirinya sudah tidak kuat untuk berjalan karena rasa sakit di sekujur tubuhnya. Bahkan Thomas dan lainnya sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi karena terlalu lemah.
Chloe masuk dan membuka pintu kamar Xavier dengan pelan, seketika ia kaget melihat isi dalam kamar Xavier yang penuh dengan botol minum dan bau minuman keras.
Kamarnya yang berwarna hitam dan emas menandakan kepribadian maskulin dari Xavier. Suasana kamar yang gelap membuat Chloe bergidik ngeri.
Chloe lalu menutup pintu dan mencari saklar lampu tapi tidak ketemu, selama disini ia baru kali ini masuk ke kamar Xavier. Chloe berjalan masuk ke dalam dengan pelan takut menginjak pecahan kaca atau apapun yang ada di lantai.
Chloe seperti melihat bayangan orang yang duduk di sofa sambil menunduk dan menutup mukanya dengan kedua tangan.
"Sayang" panggil Chloe dengan suara lembut.
Xavier yang tengah menunduk seketika menegang mendengar suara Chloe yang memanggilnya. Dia mengangkat kepala dan melihat ada orang di depannya tapi ia pikir itu adalah ilusi.
Chloe menghampiri Xavier dan berdiri di depannya, pandangan mata mereka bertemu satu sama lain. Chloe mengangkat tangannya dan mengelus pipi Xavier dengan lembut.
"Sayang kamu kenapa bisa jadi kayak gini?" tanya Chloe dengan bingung.
"Ini beneran kamu kan sayang bukan cuma ilusi?" tanya Xavier dengan suara serak.
Mendengar hal itu Chloe pun menjadi kesal dan mencubit pipi Xavier dengan kuat.
"Apa itu juga masih ilusi" ucap Chloe dengan kesal.
"Baby kamu kembali" ucap Xavier dengan senang.
"Memangnya aku kemana ada-ada aja deh"
Xavier langsung menarik Chloe kedalam pelukannya dan memeluk dirinya dengan erat. Chloe hanya bisa pasrah dan tidak berontak di pelukan Xavier.
Chloe tahu kalau saat ini Xavier sedang mabuk berat dan tidak bisa berpikir dengan jernih jika dirinya bertanya perihal kemarin.
"Maafin aku sayang aku tidak mau kehilangan kamu" ucap Xavier dengan suara serak.
"Emang kamu ada salah?" tanya Chloe.
"Tidak ada" ucap Xavier dengan tegas.
"Kalau gitu buat apa minta maaf jika tidak ada salah" ucap Chloe dengan suara tegas.
"Jangan pernah pergi menghilang dari pandangan aku baby" ucap Xavier dengan tatapan tajam.
"Aku tidak pergi kemana-mana dan aku tunggu penjelasan kamu sayang mengenai berita itu" ucap Chloe dengan tatapan tajam tidak takut.
"I will tell you everything baby but not now"
"Why Xavier aku butuh jawabannya sekarang"
"Aku sangat lelah mencari kamu sayang dan aku butuh tidur dan kamu harus tidur dengan aku tidak ada penolakan"
"Heeemmmm" deham Chloe sambil mengangguk kepalanya karena melihat wajah sang kekasih yang lelah serta ada kantung mata.
Xavier mengangkat tubuh Chloe seperti koala membawanya ke ranjang. Sampai disana ia memeluk tubuh Chloe dan menaruh kepalanya di curuk leher Chloe.
"Sayang bentar aku buka hoodie dulu aku tidak nyaman makainya" ucap Chloe.
"Heeemmmm"
Xavier kemudian melepaskan tubuh Chloe dan ia juga bangkit berdiri membuka semua pakaiannya meninggalkan boxer saja.
"Apa yang kamu lakukan Xavier" teriak Chloe dengan kencang melihat tubuh Xavier yang hampir polos.
"Aku tidak bisa tidur jika memakai baju sayang" ucap Xavier dengan santai.
"Tapi kenapa kamu harus buka celana juga sih" ucap Chloe membuang muka ke arah lain.
Melihat hal itu Xavier pun tertawa karena masih bisa melihat rona wajah sang kekasih meski kamarnya gelap. Xavier naik ke ranjang dan menarik Chloe ke dalam pelukannya.
"Xavier" ucap Chloe dengan gugup dan takut.
"Tenang sayang aku tidak akan ngapa-ngapain kamu jika itu yang kamu pikirkan baby" ucap Xavier dengan lembut.
"Sayang" ucap Chloe dengan kesal.
Xavier hanya tertawa melihat ekspresi kesal sang kekasih, dirinya kemudian mencium Chloe dengan lembut menyalurkan rasa kangen dan cintanya. Chloe pun membalas ciuman Xavier dengan lembut.
Hari itu Xavier tertidur di pelukan Chloe dan dirinya sangat bahagia karena Chloe tidak pergi menghilang seperti waktu itu.
...βββββ...
To be continue.............
Jangan lupa vote, like, dan komen sebanyak-banyaknya ya guysπβ€