Heartless

Heartless
Episode 93



🌻Jangan pernah berjanji jika kamu tidak bisa menepatinya tapi buktikanlah bahwa kamu memang bisa dan bukan hanya janji seadanya🌻


.


.


.


.


Chloe menutup mulutnya kaget karena tidak menyangka orang yang pernah ditolongnya adalah kekasihnya sendiri.


"Jadi kamu betul-betul adalah kakak yang waktu itu aku tolong" ucap Chloe dengan cepat.


"Heemmmm"


"Sayang aku tidak menyangka orang yang aku sukai dari dulu ternyata itu kamu sayang" ucap Chloe keceplosan.


"Apa kamu bilang?" tanya Xavier dengan wajah berseri-seri.


"Aku tidak bilang apa-apa" jawab Chloe membuang muka ke sebelah karena malu.


"Baby" ucap Xavier sambil memegang dagu Chloe dengan lembut.


Tatapan hangat dan penuh cinta dari Xavier membuat Chloe seperti ingin terbang saja, Chloe menatap mata biru tajam yang memandangnya dengan teduh seakan menenangkannya.


"Aku mau kamu jujur sama aku sayang" ucap Xavier dengan tegas.


"Kamu adalah cinta pertama aku sayang entah kenapa waktu itu saat bertemu aku seakan bertemu dengan dewa tampan dan aku ingat waktu itu jantung aku berdetak dengan cepat seperti ada sesuatu yang masuk dalam hati aku" ucap Chloe sambil membelai wajah Xavier dengan lembut.


Xavier tersenyum bahagia dan sedetik kemudian bi**r keduanya sudah bertemu, ciuman Xavier yang lembut mengantarkan rasa cinta dan kasih sayangnya yang begitu besar buat Chloe.


Chloe tersenyum bahagia saat merasakan ciuman lembut dari sang kekasih. Melihat pasokan udara yang menipis keduanya melepaskan ciuman mereka, kening Xavier dan Chloe menyatu seakan mengatakan betapa besar cinta keduanya.


"I love you baby"


"I love you too sayang"


Xavier kembali mempertemukan bi**r keduanya hingga bunyi perut Chloe menghentikan aksi mereka. Chloe menunduk malu karena bunyi perutnya yang kedengaran oleh Xavier.


"Apa kamu lapar baby?" tanya Xavier dengan senyum manis.


Chloe hanya mengangguk kepalanya sebagai jawaban, Xavier kemudian mengajak Chloe untuk turun ke lantai satu.


"Siapkan makanan" ucap Xavier pada pak Max.


Pak Max kemudian menyuruh pelayan untuk menyiapkan makan malam di meja makan. Chloe kaget melihat begitu banyak hidangan yang tersedia di atas meja.


"Sayang untuk siapa makanan sebanyak ini" tunjuk Chloe ke atas meja.


"Untuk kamu sayang"


"Apa" ucap Chloe dengan kaget.


"Makanlah apa yang kamu suka" bisik Xavier sambil mencium pelipis Chloe.


Chloe duduk dan mengambil soupe a l'oignon yang terbuat dari rebusan kaldu sapi kental di campur dengan potongan bawang putih dan suwiran ayam serta rempah-rempah yang menurutnya mengiurkan, Chloe mencicipinya dan seketika ia sangat suka akan masakan itu yang pas di lidahnya.


"Apa hanya itu yang kamu makan sayang?" tanya Xavier karena melihat Chloe hanya mengambil satu jenis makanan saja.


"Iya sayang aku sangat suka dengan masakan ini rasanya pas di lidah aku" ucap Chloe sambil mengunyah.


"Apa kamu tidak mau yang ini" tunjuk Xavier pada foie gras.


"Apa namanya?" tanya Chloe.


"Namanya foie gras bahan utamanya hati angsa yang dibuat jadi pasta"


"Tidak mau aku tidak suka makanan yang berbahan hati" ucap Chloe dengan cepat.


"Singkirkan itu mulai sekarang" ucap Xavier dengan tatapan tajam ke pak Max.


"Baik tuan"


Pak Max langsung menyuruh pelayan untuk mengambil makanan tersebut. Setelah makan malam Chloe pun berjalan menuju kamarnya yang dulu untuk mengambil form penilaian magangnya.


"Mau ngapain ke sana sayang?" tanya Xavier saat mereka menuju kamar yang ditempati Chloe saat menginap di mansion.


"Aku mau ngambil form penilaian magang aku sayang takut lupa besok" jawab Chloe.


"Heeemmmm"


Setelah mengambil form penilaian magangnya Chloe langsung ditarik Xavier menuju kamarnya. Chloe hanya pasrah mengikuti kemauan Xavier.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Keesokan harinya Chloe dan Xavier berangkat bersama-sama. Seperti biasa Xavier mengantar Chloe di tempat biasa dan kembali melajukan mobilnya ke perusahaannya.


Chloe langsung masuk dan memberikan form penilaiannya kepada kepala bagian keuangan tempat magangnya. 2 minggu lagi masa magang mereka akan berakhir, Chloe juga sudah membuat laporan akhir magangnya tinggal laporan kehadirannya saja.


~ Wesly Group ~


Xavier tiba di perusahaan dan langsung keluar dari mobil saat Albert membuka pintu. Albert dan para pengawal masuk ke dalam perusahaan dan semua karyawan menunduk memberi hormat saat Xavier melewati mereka.


"Albert ada berapa banyak mahasiswa magang di perusahaan aku?" tanya Xavier saat sudah di dalam lift khusus untuknya.


"Ada 5 orang bos" ucap Albert.


"Suruh kepala bagian mereka membawa form penilaian mereka" ucap Xavier.


"Baik bos"


Lift pun berhenti di lantai 98 ruang kerjanya, interior mewah keemasan dan lampu berlian mahal tepat di atasnya seakan menambah kemewahan ruangan tersebut.


Pintu hitam dengan ukiran lambang naga emas terpampang jelas di depan sana. 3 orang wanita cantik berdiri dan menyambut kehadiran tuannya.


"Selamat pagi tuan" ucap ketiganya dengan serentak.


Xavier dan Albert hanya berlalu begitu saja tanpa membalas ucapan ketiganya. Sebelum masuk Xavier menghentikan langkahnya dan berbicara dengan Albert.


"Jangan lupa bawa hasil kerja mereka semua selama magang" ucap Xavier dengan tegas.


"Baik bos"


Albert kemudian berlalu ke ruangannya setelah melihat Xavier sudah masuk ke ruangannya. Baru kali ini Xavier akan turun langsung menilai hasil pekerjaan mahasiswa magang di perusahaannya.


Sebenarnya Xavier sudah tahu siapa yang magang di perusahaannya dan ia sudah merencanakan apa balasan untuk mereka yang sudah menyakiti gadisnya waktu itu.


Xavier tidak lupa sedikit pun tentang pembulyan waktu itu, ia sebenarnya sudah membuat saham perusahaan orang tua kelima gadis itu anjlok tapi sekarang ia akan membalasnya karena menurutnya sudah cukup ia membuat mereka bersenang-senang dulu sebelum jatuh sampai ke bawah.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Albert datang membawa hasil laporan mengenai kelima mahasiswa magang selama mereka magang. Xavier membuka laporan tersebut dan seketika tertawa sinis.


"Cih! Ternyata selama ini mereka hanya main-main saja di perusahaanku" decih Xavier dengan sorot mata tajam.


Albert hanya diam melihat bosnya yang tertawa sinis saat membaca laporan tersebut.


"Berikan mereka semua nilai E jika sampai akhir masa magang mereka masih seperti ini"


"Baik bos tapi bagaimana jika salah satu dari mereka ada yang bekerja saat selesai masa magangnya?" tanya Albert dengan bingung.


"Maka berikan nilai sesuai kinerjanya" ucap Xavier datar.


"Baik bos"


Albert kemudian keluar dan meninggalkan Xavier yang sudah kembali sibuk menyelesaikan berkas-berkas di atas meja kerjanya.


~ Jakarta, Indonesia ~


Sampai di sana Sean langsung masuk ke dalam perusahaan papanya dengan langkah panjang dan tatapan dingin ke semua karyawan.


Aura dingin dan intimidasi Sean menguar saat ia melangkah. Saat tiba di lantai ruang kerja papanya, ia langsung masuk tanpa mengetuk pintu.


Riko yang jengkel dan siap marah karena ada yang masuk tanpa mengetuk seketika tidak tidak jadi marah. Sean langsung duduk di sofa tanpa melirik ke arah papanya sedikit pun.


"Ada apa pa?" tanya Sean to the point.


"Salam dulu sebelum masuk Sean papa sudah berulang kali bilang kan" ucap Riko sambil berdiri melangkah menuju sofa.


Sean hanya memutar malas matanya mendengar perkataan papanya yang sama saat ia kemari.


"Langsung aja pa Sean lagi sibuk pa"


"Cih! Memang apa kesibukanmu" decih Riko dengan kesal.


"Banyak pa malahan lebih sibuk dari papa" ucap Sean dengan santai.


"Sibuk dengan perempuan malam maksudmu" ucap Riko dengan cepat.


"Nah itu papa tahu"


"Sean awas kamu kena karma dan dapat penyakit loh" ucap Riko sambil menatap tajam anaknya.


"Tenang pa Sean milih yang bersih dan ngak berpenyakit kok" ucap Sean dengan cekikan.


"Terserah kamu tapi ingat janji kamu waktu di London" ucap Riko dengan serius.


"I know papa" ucap Sean dengan serius.


"Baca laporan itu" ucap Riko sambil melemparkan sebuah laporan ke atas meja.


Sean mengambil berkas tersebut dan membacanya seketika matanya melotot kaget dan jantungnya berdetak dengan cepat.


"Ini" ucap Sean dengan gugup.


"Seperti yang kamu lihat orang papa berhasil menemukan informasi itu tapi papa ngak tahu apa Chloe masih disana atau tidak"


"Jadi selama ini dia bersembunyi di desa Wirajaya di Bogor pa" ucap Sean dengan senyum di bibirnya.


"Ternyata gadis itu memilih tempat yang cocok untuk bersembunyi karena akses jaringan di sana belum ada. Bahkan jalan ke sana sangat susah medannya masih sangat kampung jauh dari peradaban" ucap Riko sambil menjelaskan semuanya.


"Pantas saja anak buah papa ngak bisa dapat infonya" ucap Sean dengan mengejek.


Melihat hal itu Riko menjadi kesal tapi juga membenarkan perkataan anaknya tersebut.


"Tapi papa belum dapat kabar apa dia masih disana atau tidak dan siapa yang menolongnya"


"Siapapun orang itu dia pasti tahu dimana sekarang Chloe berada pa" ucap Sean dengan tegas.


"Benar kata kamu son" ucap Riko sambil mengangguk kepala.


Sean tersenyum bahagia karena berhasil menemukan titik awal keberadaan gadis yang dicintainya hingga kini.


"Gue bakal nyari loe sampai gue ketemu sayang" gumam Sean sambil melihat foto Chloe yang sedang berdiri menyamping melihat padang di depannya.


~ Smith Corp ~


Chloe seketika terbatuk-batuk saat sedang membereskan pekerjaannya. Ia kemudian mengambil air dan meminumnya hingga tandas tanpa sisa.


"Siapa sih yang lagi ngomongin gue" ucap Chloe sambil menaruh botol minumnya.


Saat ini Chloe baru selesai mengerjakan pekerjaannya karena memang hari ini ia lembur mengerjakan begitu banyak pekerjaan yang diberikan.


Saat di lift ternyata hpnya berbunyi dan itu adalah panggilan dari Xavier.


^^^"Halo sayang" ucap Chloe dengan semangat.^^^


"Kamu dimana aku sudah di depan perusahaan kamu"


^^^"Apa sayang kamu bisa tidak jangan jemput di depan perusahaan" ucap Chloe dengan gugup.^^^


"Kenapa?" tanya Xavier dengan suara nyaring dari seberang.


^^^"Sayang aku tidak mau ada yang melihat aku di jemput mobil mewah aku tidak mau ada gosip sayang"^^^


"Biarin aja itu kan bukan urusan mereka" ucap Xavier dengan santai.


^^^"Sayang" ucap Chloe dengan nada manja.^^^


"Heeemm! Aku tunggu di tempat biasa"


Panggilan pun langsung dimatikan Chloe tahu pacarnya pasti sedang kesal, tapi mau bagaimana lagi dirinya tak ingin ada gosip di tempat magangnya.


Chloe berjalan keluar dengan cepat dan langsung menuju mobil mewah Xavier yang parkir di pertigaan jalan dekat perusahaan Smith.


Para pengawal yang berdiri di luar memberi hormat saat Chloe tiba disana. Albert yang berdiri di luar dengan sigap membuka pintu belakang untuk Chloe.


"Terima kasih" ucap Chloe.


"Sama-sama nona" ucap Albert dengan suara dingin.


Chloe masuk dan mendapati tatapan tajam dari Xavier, dirinya menelan saliva dengan kasar melihat tatapan tajam sang kekasih.


"Albert gaji kamu aku potong bulan ini 20%" ucap Xavier dengan suara geram.


"Memang kenapa bos apa salah aku?" tanya Albert dengan cepat dan bingung.


"Salahmu karena sudah berbicara dengan Chloe dan menatapnya" jawab Xavier dengan tatapan membunuh.


Chloe dan Albert kaget seketika karena menurut mereka itu adalah alasan paling gila. Albert hanya menunduk lesu memikirkan gajinya yang dipotong sebanyak 20%.


Chloe melihat Xavier dengan tatapan bingung dan juga kasihan karena dirinya Albert mendapat masalah.


"Sayang" ucap Chloe dengan lembut dan bergeser mendekat Xavier.


"Heemmm" deham Xavier tapi matanya menatap iPad yang dipegangnya.


Chloe melirik ke depan dan malu apa ia harus berbicara disini atau tidak, tahu akan apa yang dipikirkan sang pacar Xavier langsung menekan tombol sekat antara mereka dan Albert yang berada didepan.


Chloe pun langsung mengambil iPad dari tangan Xavier dan duduk di pangkuannya. Biarlah dia malu kali ini yang penting jangan ada yang menderita karenanya.


Xavier hanya diam dan melihat apa yang akan dilakukan oleh sang pacar. Chloe memeluk tubuh Xavier dengan erat dan membenamkan wajahnya di dada sang pacar.


"Sayang jangan buat orang lain menderita karena aku ya" ucap Chloe dengan lembut.


"Memang kenapa kamu lebih membela mereka" ucap Xavier dengan kesal.


"Sayang dengerin aku ya. Kamu itu segala-galanya buat aku dan aku tidak mau hanya karena tadi aku mengucapkan terima kasih kamu memotong upah dari tangan kanan kamu sendiri"


"Itu sudah menjadi resikonya" ucap Xavier dengan tegas.


"Sayang please aku tidak enak sama mereka dan aku juga bakal marah ke kamu kalau kamu lakuin hal kayak gitu" ucap Chloe dengan mata tajam.


"Oke aku tidak akan motong gajinya kali ini tapi ini adalah terakhir kali kamu berbicara dengan orang lain"


"Sayang aku bicara palingan cuma nanya hal penting seputar kamu saja sayang dan jangan pikir yang aneh-aneh ya" ucap Chloe sambil mencium bi**r Xavier.


Xavier menyambut ciuman Chloe dengan senang hati karena baru kali ini Chloe berinisiatif menciumnya lebih dulu. Chloe sangat senang jika Xavier mendengar perkataannya karena dirinya akan merasa bersalah karena sudah membuat orang lain kesusahan.


...❄❄❄❄❄...


To be continue............


Jangan lupa vote dan tinggalkan jejak sebanyak-banyaknya ya guys😘❀