
๐ปTernyata di balik kebaikannya ada kemunafikan yang ditutupi๐ป
.
.
.
.
~ Rumah sakit kota ~
Jari tangan Queen mulai bergerak dan kelopak matanya pelan-pelan terbuka. Ia melihat ruangan putih bersih di sekelilingnya dan tidak dikenalinya.
"Iisshhhh" desis Queen dengan pelan ketika ia meraba luka di keningnya.
"Sayang kamu sudah sadar?" tanya Laura dengan cepat yang mendengar suara Queen.
"Mommy ini dimana"
"Kamu di rumah sakit sayang tadi kamu jatuh dari tangga"
Queen mengingat kejadian beberapa jam yang lalu. Rahangnya mengeras setelah mengingat bagaimana ia bisa terjatuh dari tangga.
Belum sempat Queen berbicara tiba-tiba dokter dan suster masuk ke dalam ruang nginapnya.
"Selamat sore nona Queen gimana apa ada yang sakit" ucap sang dokter
"Sore juga dok kepala saya sakit sekali dok" ucap Queen dengan suara lemah.
"Biar saya periksa dulu ya"
Dokter kemudian mengeluarkan alat medisnya dan mulai mengecek kondisi Queen pasca telah siuman.
"Keadaan nona sudah lebih baik dan rasa pening di kepala nona itu akibat dari efek obat yang baru terasa saat sudah siuman" ucap dokter menjelaskan kondisi Queen.
"Terima kasih dok" ucap Laura
"Nona Queen harus menginap di rumah sakit selama 2 hari untuk memulihkan kondisinya dan jangan lupa minum obat teratur serta istirahat yang cukup ya"
"Baik dok" ucap Queen dengan lemah
"Kalau begitu saya permisi"
"Iya dok" ucap Laura.
Laura, Adam, dan Steven merasa lega karena kondisi Queen tidak parah. Laura berjalan mendekati putrinya dan mengelus kepalanya dengan lembut.
"Gimana bisa kamu jatuh dari tangga sayang?" tanya Laura dengan lembut.
"Iya princess gimana bisa sampai kamu jatuh dari tangga" ucap Adam.
"Mommy, daddy sebenarnya tadi Chloe marah sama Queen dan bilang kalau Queen yang udah rebut kebahagiaannya"
"Apa kamu bilang sayang" ucap Laura dengan kaget.
"Queen emosi makanya mukul Chloe tapi Chloe ngak terima dan malah mendorong Queen mom........hiks hiks hiks" ucap Queen sambil menangis.
"Dasar anak tidak tahu diri!" bentak Adam dengan emosi.
"Sayang tenang ya mommy bakal ngasih pelajaran buat si anak pembunuh itu" ucap Laura dengan emosi.
"Iya mommy" ucap Queen.
Setelah itu karena masih ada efek obat Queen pun tertidur pulas kembali. Laura meminta suster untuk menjaga anaknya dan ia bersama suami dan anak pertamanya akan kembali ke mansion.
...ใ ใ ใ ๐ ๐ ๐ ๐ ใ ใ ใ...
~ Mansion Rosemary ~
Di mansion Chloe tidak bisa tenang, dari tadi ia hanya mondar mandir memikirkan keadaan Queen. Dirinya memang tidak bersalah tapi entah kenapa ia yakin kalau dia akan dihukum.
"Gimana keadaan Queen ya" ucap Chloe dengan khawatir.
Saat sedang memikirkan Queen tiba-tiba kakek dan nenek dari pihak daddynya sudah tiba. Chloe langsung menuju mereka untuk menyalami tangan keduanya tapi diabaikan mereka.
Melihat hal itu hati Chloe menjadi sedih tapi ia tahan. Chloe hanya memasang senyum manisnya, Chloe kemudian menyuguhkan minum kepada nenek dan kakeknya.
2 Jam kemudian
2 jam berlalu suasana mansion sudah sangat ramai karena kehadiran keluarga dari daddy dan mommy yang sudah tiba di mansion. Karena sibuk melayani semua tamu Chloe melupakan Queen yang terbaring di rumah sakit.
Tak lama tuan rumah pun tiba di mansion dengan muka yang merah padam menahan emosi. Laura masuk dan melihat sekeliling mansion mengabaikan sapaan keluarganya.
Matanya hanya tertuju pada satu objek yaitu Chloe yang barusan menaruh minum untuk Tasya dan sepupunya yang lain. Laura berjalan ke arah Chloe dengan cepat dan saat sudah sampai Laura dengan cepat menampar Chloe.
Plak..........plak........plak.......plak.........
Bunyi 4 tamparan kuat membahana di seluruh mansion. Suasana mansion seketika hening melihat kejadian barusan, Adam pun tak kalah dari istrinya ia menghampiri Chloe dan menendang Chloe di bagian perut.
Bruugh............
Seketika Chloe terjatuh karena tendangan sang daddy yang amat kuat. Chloe menahan rasa sakit di perut dan pipinya, ia sudah tahu kalau hal ini akan terjadi.
"Dasar anak tidak tahu diri pembawa sial kamu" teriak Laura.
"Mau kamu itu apa hah! Mau membunuh anakku seperti kedua orang tuamu yang pembunuh! Hah" teriak Laura di depan muka Chloe.
Chloe kaget mendengar perkataan Laura tentang kedua orang tua dan pembunuh.
"Maksud mommy" ucap Chloe dengan bingung.
"Jangan panggil saya mommy karena kamu bukan anak saya!" bentak Laura.
Duaarrr.......
Seketika tubuh Chloe gemetar dan kaget mendengar ucapan sang mommy.
Apa benar gue bukan anak mommy lalu gue anak siapa, batin Chloe.
"Mommy apa maksudnya" ucap Chloe dengan gemetaran.
"Gara-gara kamu istri saya kehilangan adiknya dan rahimnya harus diangkat dan lebih parahnya lagi anak kandung saya harus hidup dengan peralatan rumah sakit selama 16 tahun tahu, dasar anak pembawa sial" hardik Adam sambil berteriak.
Chloe melihat Adam dengan tatapan nanar dan air mata yang mengalir keluar entah dari kapan. Chloe melihat semua orang yang disana meminta penjelasan dan perlindungan tapi tidak ada yang menolongnya.
"Loe itu bukan adik gue dan adik kandung gue itu hanya Queen Alexis Rosemary seorang" ucap Steven.
"Kakak pasti bohong kan sama Chloe........hiks hiks hiks"
"He anak pembunuh semuanya itu benar" ucap Laura sambil menjambak rambut Chloe.
"Mommy, daddy...........hiks hiks..........apa kalian tidak sayang sama Chloe...........hiks hiks hiks" ucap Chloe dengan derai air mata.
"Aku bukan daddy kamu dan sudah pasti sampai mati pun aku tidak sudi menyayangi anak seorang pembunuh" ucap Adam dengan suara tinggi.
Tak tinggal diam semua keluarga besar Adam dan Laura ikut menghujat dan mengolok Chloe, bahkan ada yang menampar dan memukul tubuh Chloe karena sudah terlalu dendam dengan Chloe.
"Dasar anak pembunuh pembawa sial" ucap Laura.
Arrggghhhh....
Teriak Chloe karena Laura menarik rambut Chloe dengan kuat bahkan ia mengambil kursi makan dan memukul Chloe berulang kali. Tubuh Chloe sudah penuh dengan d***h dan ia hanya bisa pasrah.
Hatinya sakit mengetahui jati dirinya dan terlebih lagi dia dituduh anak pembunuh meski itu semua bukan keinginan orang tuanya.
"Ya Tuhan apa yang harus hamba-Mu ini lakukan........hiks hiks hiks" ucap Chloe dengan pelan.
Adam dan lainnya yang melihat kebrutalan istrinya hanya diam dan membiarkannya. Mereka malahan tertawa senang melihat Chloe menderita.
Rasa sakit di tubuh dan hatinya ia tahan, Chloe melihat semua yang menonton dirinya hanya diam dan timbul rasa dendam dalam hatinya.
"Apa salah Chloe.......hiks hiks" ucap Chloe dengan lemah.
"Salah kamu karena telah membunuh anak saya" ucap ibu Laura dengan emosi.
"Nenek apa pernah melihat saya membunuh anak nenek?" tanya Chloe.
"Orang tua kamu yang membunuh jadi kamulah yang harus tanggung semuanya" ucap Adam dengan tatapan membunuh.
Hahahaha...............
Chloe tertawa tidak menyangka kalau selama ini ia sudah hidup bersama dengan orang yang penuh kemunafikan. Chloe bangun dan berdiri melihat mereka semua dengan tatapan tajam.
Tubuhnya yang penuh dengan da**h membuat dirinya terlihat seperti hantu berd***h. Steven yang berdiri di samping guci langsung mengambil guci itu dan memukul kepala Chloe dengan kuat.
Prang...........brugh..............
Seketika Chloe terjatuh karena tidak bisa menahan beban tubuhnya. Chloe melihat semuanya dengan mata dingin dan sulit diartikan.
"Apa kalian semua sudah mengetahui kalau aku bukan anak tuan dan nyonya Rosemary?" tanya Chloe dengan suara dingin.
"Ya kami sudah tahu kalau kamu itu anak pembunuh" ucap kakak Laura dengan suara tinggi.
"Ternyata kalian semua orang munafik" teriak Chloe dengan kencang.
Para pelayan dan pekerja di mansion melihat Chloe dengan tatapan iba. Meski dia bukan nona muda di mansion ini tapi dirinya sangat baik kepada semua pelayan dan pekerja disini.
"Mulai detik ini kamu keluar dari rumah saya" ucap Laura sambil mengusir Chloe.
"Mommy" ucap Chloe dengan sedih meski Laura memukulnya tapi ia pernah menyayanginya dengan tulus.
"Jangan panggil saya mommy karena haram bagimu memanggil saya dengan sebutan itu apalagi bagi seorang anak pembunuh" ucap Laura dengan suara tinggi.
Deg............
Jantung Chloe seperti diremas kuat mendengar ucapan Laura. Ia tidak menyangka kalau Laura yang dikenalnya sangat lembut dan penyayang kini telah berubah.
"Satu lagi selama 17 tahun saya rawat kamu itu semua tidak gratis dan kamu harus membayarnya" ucap Laura dengan sinis.
"Laura apa yang kamu pikirkan bagaimana dia bisa bayar sudah cepat usir anak pembunuh itu dari mansion ini" ucap Lidia dengan ketus.
"Anak sial kamu pikir saya tidak tahu kalau selama ini kamu mempunyai tabungan dari hasil main bursa saham kan. Uang di tabungan kamu sudah saya ambil dan itu sebagai pelunas hutangmu kepada saya dan keluarga saya selama ini" ucap Laura sambil tersenyum sinis.
"Mommy jangan usir Chloe please Chloe mohon" ucap Chloe dengan memohon.
"Sekarang juga kamu angkat kaki dari rumah saya dan jangan pernah kembali lagi" ucap Adam.
"Daddy............hiks hiks" ucap Chloe sambil menangis.
"Aku bukan daddy kamu anak sialan!" bentak Adam dengan suara tinggi.
"Satpam seret anak pembunuh ini keluar dari mansion saya dan jangan pernah biarkan dia menginjak tempat ini lagi" hardik Laura dengan emosi.
Satpam yang kasian dengan keadaan Chloe tidak tega tapi dirinya tetap harus menjalankan perintah dari majikannya.
"Mommy, daddy, ka Steven jangan usir Chloe. Tolong jangan usir Chloe mommy, dadddy, kakak" teriak Chloe memohon.
Chloe memberontak tapi tidak bisa karena dirinya ditarik kuat oleh satpam dan semua yang melihat itu hanya diam dan merasa senang sudah mengusir Chloe.
Laura yang mendengar teriakan Chloe memandang dirinya dengan sinis.
Ia sudah tidak perduli lagi dengan kehidupan anak itu yang penting uangnya bisa dia dapatkan karena jumlahnya yang sangat banyak bahkan bisa membangun sebuah perusahaan besar.
Laura tertawa bahagia karena sekali tepuk ia mendapat 2 hadiah sekaligus. Bahkan suami dan anaknya sendiri tidak tahu kalau anak pembunuh itu mempunyai uang sebanyak itu.
Chloe yang sudah diusir menangis histeris di depan pagar mansion. Dirinya tidak tahu harus kemana dan bahkan keadaannya saat ini sangat mengenaskan.
Baju dan tubuhnya tertutup oleh d***h yang mengalir dari tubuhnya. Bi Rani menangis melihat Chloe dan berteriak di depan pintu gerbang. Chloe melihat hal itu tersenyum karena masih ada yang perduli dengan dirinya.
"Bi jangan nangis Chloe ngak apa-apa bibi jaga kesehatan ya" ucap Chloe dengan suara parau karena terlalu banyak menangis.
"Non bibi ikut sama non ya.......hiks hiks" ucap bi Rani sambil menangis.
"Jangan bi sekarang nyari kerja susah.......hiks hiks, bibi disini saja dan terima kasih untuk semuanya bi........hiks hiks hiks" ucap Chloe dengan air mata mengalir deras.
Chloe bangun dan berdiri untuk pergi dari sana karena ini bukan tempat tinggalnya lagi. Sebelum pergi seorang pelayan datang membawa tas berisi pakaian dan surat penting Chloe.
Bi Rani memasukkan sejumlah uang di tas itu karena ia tahu Chloe tidak mempunyai uang sama sekali. Chloe menerima tas itu dan pergi dari sana.
Hati Chloe sangat perih mengingat semua perkataan dari Laura, Adam, Steven, dan keluarga mereka. Ia sangat sedih mengetahui jika ia hanya anak angkat dan pantas saja ia diperlakukan dengan beda di mansion.
Akhirnya semua jawaban yang selama ini dicarinya ia dapat. Tak terasa hujan pun turun dengan lebat seakan tahu isi hati Chloe yang sedang sedih dan hancur saat ini.
Pengkhianatan dari kekasih dan sahabat, keluarga yang ia anggap keluarganya tapi bukan, serta penyesalan akan perasaannya pada seorang laki-laki karena keegoisannya.
Chloe menangis dan berteriak kencang dibawah guyuran hujan, hatinya sakit mengingat semuanya itu air matanya terus mengalir bercampur dengan air hujan. Ia tidak tahu harus kemana karena sekarang dirinya hanya seorang diri.
Chloe terus berjalan tidak tahu kemana langkah kakinya pergi. Ia ingin melepaskan semuanya dan ingin menghilang saja dari muka bumi ini.
Di belahan dunia lain saat ini Xavier dan asistennya, hacker, dan dokter pribadinya sudah bersiap lepas landas pulang ke Indonesia. Entah kenapa perasaannya sangat tidak enak semenjak dadanya terasa sakit.
"Apa kamu baik-baik saja disana baby" ucap Xavier melihat foto Chloe di hpnya.
...โโโโโ...
To be continue.....
Jangan lupa vote dan tinggalkan jejak ya guysโค๐