Heartless

Heartless
Episode 92



🌻Jangan pernah menyerah karena selalu ada jalan buat orang yang mau berusaha🌻


.


.


.


.


Tepat pukul 19:00 Xavier tersadar dari tidurnya. Ia melihat Chloe yang meringkuk di dalam pelukannya yang hangat, tubuh Chloe yang hanya di balut piyama tipis bertali satu itu mencari kehangatan karena udara yang dingin.


Xavier tersenyum dan merapatkan tubuhnya ke Chloe, Xavier melihat wajah tidur Chloe yang mengemaskan seperti bayi dan ia sangat bersyukur karena Chloe tidak pergi meninggalkan dirinya.


"I love you so much baby" bisik Xavier sambil mencium kening Chloe dengan lembut.


Chloe yang sangat nyenyak tidak terbangun sedikit pun meski Xavier terus mencium seluruh wajahnya. Tak lama Chloe menggeliat karena tidurnya terganggu.


"Isshh! Jangan ganggu tidurku sayang" ucap Chloe dengan kesal.


Xavier terkekeh melihat kelakuan sang kekasih, dirinya kemudian bangun dan membetulkan selimut kemudian mengambil remot di atas meja sebelah ranjangnya.


Gorden pun terbuka dan menampilkan suasana gelap di luar sana, Xavier menyalakan lampu tidur dan ia kaget melihat kamarnya yang berantakan seperti kapal pecah.


Pecahan kaca dan botol minuman berhamburan di atas lantai. Sedetik kemudian Xavier kaget karena tadi Chloe berjalan di atas pecahan kaca.


Xavier membuka selimut di bagian kaki dan melihat kedua kaki Chloe dengan teliti, Xavier menarik napas lega karena Chloe tidak terluka sedikit pun.


"Suruh pak Max membersihkan kamarku" ucap Xavier lewat interkom di kamarnya.


Tak lama pintu pun di ketok dari luar, Xavier bangun dan membuka pintu dan langsung melihat pak Max bersama 2 orang pelayan yang menunduk.


"Masuk dan bersihkan jangan ada suara sedikit pun" ucap Xavier dengan tegas.


"Baik tuan" ucap pak Max.


Pak Max dan kedua pelayan tersebut langsung masuk dan menghidupkan lampu untuk membersihkan kamar Xavier. Xavier memakai kimono mandinya dan duduk di sofa sambil memperhatikan mereka dengan tatapan tajam.


"Xavier matikan lampunya" ucap Chloe yang merasa terganggu dengan lampu yang menyala.


Kedua pelayan tersebut melirik ke ranjang dimana Chloe sedang menarik selimut ke atas kepalanya sehingga kakinya kelihatan. Rahang Xavier mengeras melihat kaki Chloe yang kelihatan sehingga dapat dilihat oleh pelayannya.


"Jauhkan mata kalian dari gadisku" ucap Xavier dengan suara geraman.


"Maafkan kami tuan" ucap kedua pelayan dengan gugup dan takut.


"Pak Max kamu tahu apa yang harus kamu lakukan" ucap Xavier dengan suara dingin.


"Iya tuan" ucap pak Max.


Xavier berdiri dan berjalan menuju ranjang dan menarik selimut ke bawah. Dirinya kemudian naik ke ranjang dan membenarkan selimut Chloe. Chloe yang merasa kedinginan karena jendela yang sedang dibuka meringkuk mendekat ke Xavier.


Xavier sangat senang melihat Chloe yang memeluk tubuhnya dengan erat saat ini. Pak Max dan kedua pelayan itu bergegas membersihkan kamar Xavier dengan cepat dan berlalu pergi.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Di lantai bawah Albert dan lainnya sedang di rawat oleh Kevin dan beberapa suster. Kevin meringis melihat wajah kedua temannya yang babak belur.


"Apa lebih parah dari sebelumnya?" tanya Kevin.


"Kamu bisa lihat sendiri" ucap Albert dengan suara dingin.


"Rasanya tulang aku semuanya mau patah" ucap Thomas sambil meringis merasakan sakit di tulang punggungnya.


"Lalu dimana bos sekarang apa bos baik-baik saja?" tanya Kevin dengan cepat.


"Bos ada di kamarnya sedang tidur" ucap Albert.


"Tumben bos tidur bukannya bos akan gila seperti monster kelaparan jika nona Chloe belum ditemukan" ucap Kevin dengan heran.


"Menurutmu jika bos tenang-tenang saja berarti apa yang sedang terjadi" ucap Thomas.


"Apa bos mati" ucap Kevin dengan kaget.


Bugh............


Pukulan kuat seketika mendarat di kepala Kevin dari Albert. Kevin berbalik dan menatap Albert dengan tatapan kesal.


"Hey apa yang kamu lakukan are you lost your mind dude" ucap Kevin sambil menatap tajam Albert.


"Itu untuk mulutmu yang sudah berkata tidak-tidak" ucap Albert dengan wajah datar dan tatapan dingin.


"Memangnya salahnya dimana?" tanya Kevin dengan bingung.


"Cih! Apa kamu mau bos meninggal! Hah" ucap Thomas dengan kesal.


"Hehehehe! Ya tidaklah. Bos itu udah seperti kakak aku sendiri jadi aku tidak mau sesuatu yang buruk terjadi padanya" ucap Kevin dengan mendramatis.


"Alasan" ketus Thomas dengan laga mau muntah.


Melihat hal itu Kevin menjadi kesal dan menekan luka Thomas di lengannya dengan kuat.


"Arrrggghh! Apa yang kamu lakukan bocah! Hah" teriak Thomas dengan kencang.


"Uppss! Sorry aku tidak sengaja" ucap Kevin dengan santai sambil tersenyum licik.


"Tunggu ya kalau aku sudah sembuh akan ku buat kamu menangis darah" ucap Thomas dengan tatapan tajam.


"He silahkan aku tunggu" cibir Kevin dengan muka meremehkan.


"Bisakah kalian berdua diam" ucap Albert dengan suara dingin.


Kevin dan Thomas seketika diam tapi saling melempar ejekan lewat tatapan mereka berdua. Tak lama pak Max dan kedua pelayan turun dari lantai 2, Albert pun memanggil pak Max untuk mendekat.


"Bagaimana keadaan bos?" tanya Albert.


"Tuan baik-baik saja dan sedang menemani nona Chloe tidur"


"Chloe udah ketemu dimana?" tanya Kevin dengan kepo.


"Cih! Urus urusanmu sendiri" ucap Albert.


"Aku kan penasaran"


"Siapkan makan malam buat bos dan nona Chloe pak Max" ucap Albert memberi perintah.


"Baik tuan Albert" ucap pak Max.


"Heeemmmm"


Pak Max lalu berlalu menuju dapur dan menyuruh koki disana untuk segera menyiapkan makan malam untuk tuan dan nona mereka bersama sahabat tuan semuanya.


Ketiga orang koki yang berada di mansion Xavier langsung menyiapkan makanan sesuai perintah pak Max sebagai kepala pelayan disini.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Di kamar Xavier bangun dan segera membersihkan dirinya. Setelah mandi Xavier memakai celana abu-abu panjang dan baju kaus hitam yang pas ditubuhnya.


Ia keluar saat melihat Chloe yang tertidur dengan lelap. Xavier mencium kening Chloe sebelum keluar melihat Albert dan anak buahnya yang terkena pukulan darinya kemarin.


Sampai di anak tangga bawah Albert, Thomas, dan Kevin yang berada di ruang tengah langsung berdiri. Xavier memberi isyarat agar mereka duduk kembali.


"Bos" ucap Albert.


"Bagaimana keadaan kalian berdua?" tanya Xavier to the point.


"Baik bos" ucap Albert.


"Bohong bos Albert dan Thomas terluka parah dan harus beristirahat selama seminggu" ucap Kevin dengan cepat.


"Jangan dengarkan bocah ingusan itu bos" ucap Albert sambil menatap tajam Kevin.


Yang ditatap hanya mencabik kesal karena apa yang dikatakannya memang betul dan sesuai kenyataan.


"Ikuti kata Kevin" ucap Xavier dengan tegas.


"Jangan membantah dan aku juga tahu kondisi kalian setelah menerima pukulanku Albert" ucap Xavier dengan suara dingin.


Tak lama pak Max datang dan membawa 4 buah gelas kopi hitam sesuai minuman kesukaan mereka. Xavier mengambil dan meminumnya untuk membasahi kerongkongannya.


"Pak Max aku minta americano aja ya" ucap Kevin saat melihat miliknya itu kopi hitam.


"Minum saja bocah jangan mengeluh" ucap Thomas.


"Biarin itu sudah menjadi minuman favorit aku sekarang" ucap Kevin dengan cepat.


Pak Max hanya tersenyum melihat perdebatan mereka dan menyuruh pelayan untuk membuatkan minum sesuai yang Kevin mau.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


"Bagaimana kondisi perusahaan dan markas?" tanya Xavier.


"Semua berjalan dengan baik dan aman bos" ucap Albert.


"Thomas kamu masuk ke perusahaan RM Group dan RH Company buat agar aku memiliki saham disana" ucap Xavier.


"Apa bos mau membeli saham di ke dua perusahaan itu?" tanya Thomas.


"Ya aku akan membuat langkah pembalasan yang mudah untuk gadisku" ucap Xavier dengan tertawa sinis.


"Tapi kalau nona Chloe tahu bagaimana bos" ucap Albert.


"Itu urusanku dan tak lama lagi gadis kecilku akan merengek minta pulang ke Indonesia"


"Apa nona Chloe akan bergabung ke perusahaan mereka bos?" tanya Kevin.


"Jangan lupa jika gadisku sudah mulai membeli saham di perusahaan besar di Indonesia dan bahkan uangnya sekarang cukup untuk membuka sebuah perusahaan besar"


"Jangan bilang kalau nona Chloe" ucap Thomas dengan kaget.


"Heemmm! Seperti dugaanmu gadis kecilku sangat tertarik dengan jual beli saham di dunia investasi" ucap Xavier mengingat jumlah nominal saham Chloe di berbagai perusahaan.


"Wah nona sangat keren aku menyukainya" ucap Kevin dengan semangat.


"Jangan pernah dekati punyaku Kevin" ucap Xavier dengan tatapan tajam yang membunuh.


"Hehehehe! Rileks bos santai dong" ucap Kevin sambil cekikan.


Xavier dan ketiga orang kepercayaannya bergegas menuju meja makan karena sudah lapar. Selesai makan Albert dan Thomas bersama dengan Xavier menuju ruang kerjanya.


Sedangkan Kevin langsung pulang ke apartemennya karena besok dirinya harus ke rumah sakit pagi-pagi. Di dalam kamar Chloe terbangun dan melihat sekelilingnya mencari sosok Xavier.


Chloe melihat kamar Xavier yang sudah bersih dan tidak ada bau alkohol lagi. Chloe melihat jam di atas meja dan seketika dirinya langsung kaget.


"Ya ampun udah jam 9 malam" ucap Chloe dengan kaget.


Chloe kemudian bangun dan membersihkan tubuhnya. Setelah itu Chloe bingung harus memakai apa karena pakaiannya tidak ada, dirinya lupa jika pakaiannya masih ada di kamar yang ditempatinya waktu itu.


"Pakai apa gue ya" ucap Chloe sambil berpikir.


Chloe masuk ke ruang ganti Xavier mencari baju yang bisa dipakainya tapi nihil tak ada yang sesuai untuknya. Chloe kemudian mengambil kemeja putih Xavier dan memakainya.


Tubuh Chloe yang kecil seakan tenggelam dalam kemeja itu, Chloe melihat penampilannya dan dirinya cukup puas karena baju kemeja Xavier panjangnya hingga pahanya jadi tidak perlu memakai celana lagi.


Chloe pun keluar mencari sosok Xavier. Saat di anak tangga Chloe melihat pak Max yang mau naik ke tangga.


"Pak Max" panggil Chloe dengan suara lembut.


"Iya nona ada yang bisa saya bantu"


"Panggil saja Chloe pak Max jangan terlalu formal"


"Maaf nona tapi itu semua perintah tuan" ucap pak Max menolak.


Chloe hanya mengiyakan saja karena percuma juga dipaksa tapi tetap mereka tidak akan melakukannya.


"Dari pak Max aja. Oh ya Xavier ada dimana?" tanya Chloe.


"Tuan ada di ruang kerjanya nona"


"Oh kalau begitu terima kasih pak Max" ucap Chloe dengan senyum manis.


"Sama-sama nona" balas pak Max sambil tersenyum juga.


Chloe pun berlalu menuju ruang kerja Xavier, sampai disana dirinya mengetuk pintu sebelum masuk kedalam.


Saat membuka pintu Chloe melihat Xavier, Albert, dan Thomas yang sedang serius melihat laptop tidak menyadari kehadirannya.


"Sayang" panggil Chloe dengan suara lembut.


Xavier mengangkat kepalanya dan kaget melihat penampilan Chloe yang hanya memakai kemeja putihnya.


"Kalian berdua keluar" ucap Xavier dengan suara serak.


Albert dan Thomas langsung keluar meninggalkan Xavier dengan Chloe sendirian disana. Xavier menyuruh Chloe mendekat dengan isyarat tangannya.


Chloe mendekat dan seketika kaget karena dirinya ditarik dan duduk di pangkuan Xavier.


"Sayang" ucap Xavier dengan suara serak karena sadar kekasihnya tidak memakai dalaman apapun didalamnya.


"Aku tunggu penjelasan kamu sekarang" ucap Chloe dengan tegas.


"Ok aku jelasin sekarang baby" ucap Xavier sambil menatap Chloe dengan lembut.


Chloe menunggu dengan sabar kapan Xavier akan berbicara, sebenarnya ia sangat tidak nyaman duduk seperti ini tapi ia hanya pasrah saja karena ingin melihat lebih dekat mata Xavier apa ada kebohongan atau tidak.


"Waktu itu aku, Albert dan juga Thomas sedang makan karena baru selesai meeting, wanita itu datang dan langsung menyentuh tanganku dengan cepat bahkan aku sendiri tidak mengenalnya"


"Lalu kenapa waktu itu kamu diam"


"Aku diam karena menahan emosi, dan aku minta maaf sudah bicara kasar waktu mengakhiri panggilan itu. Sayang nada suara aku berubah karena aku menahan amarah aku yang siap meledak saat ini. Kamu harus melihat videonya biar lebih jelas"


Xavier menunjukan video cctv di dalam restoran saat itu, Chloe menutup mulut tidak menyangka kekasihnya itu akan berbuat kasar seperti itu.


"Sayang aku bentak dia saat menutup telpon dari kamu karena aku tidak mau kamu melihat aku saat dalam keadaan emosi"


"Lalu foto waktu masuk mobil"


"Awalnya dia masuk ke mobil aku untuk minta maaf tapi Albert menariknya keluar dengan cepat. Sayang semua di foto itu adalah permainan wanita itu untuk bisa mendapatkan perhatian publik" ucap Xavier dengan tajam.


"Aku tidak mengerti sayang" ucap Chloe dengan bingung.


"Aku jujur aku bukan orang baik dulu sebelum mengenal kamu sayang, masa lalu aku begitu kelam dan aku jujur aku memang mengenal dunia hiburan dan dunia malam tapi itu semua sebelum bertemu dengan kamu"


"Apa kamu pernah melakukan hal itu dengan perempuan lain?" tanya Chloe dengan wajah memerah karena malu.


"Aku pernah sayang dan itu bukan satu saja aku hidup di dunia bebas dan kamu juga tahu bagaimana pergaulan bebas saat ini, apalagi ini Amerika negara bebas dan tidak ada budaya seperti di Indonesia" ucap Xavier mengakui semua masa lalunya.


"Aku tahu karena itu masa lalumu Xavier dan aku bersyukur karena kamu mau jujur dan mengakuinya, aku sangat hargai itu dan berterima kasih sayang" ucap Chloe dengan senyum manis.


"Apa kamu tidak marah?" tanya Xavier dengan gugup.


"No baby aku tidak marah yang terpenting jangan pernah lakukan hal itu lagi saat ini" ucap Chloe dengan tatapan tajam.


"Tidak akan pernah sayang"


"Sayang memangnya kamu selama ini sudah mengenal aku dari kapan?" tanya Chloe.


"Apa kamu lupa waktu kamu menolong seorang pemuda di Singapura yang terkena tembakan di lengan?" tanya Xavier.


Chloe mengingat-ingat kejadian di Singapura setahunya ia baru ke Singapura 1 kali saja dan waktu itu ia berumur 11 tahun. Seketika Chloe kaget dan menatap Xavier dengan tatapan melotot.


"Kamu kakak dewa itu" ucap Chloe dengan kaget.


...❄❄❄❄❄...


To be continue..............


Jangan lupa vote, like, dan komen yang sebanyak-banyaknya ya guys😘❀