Heartless

Heartless
Episode 103



🌻Memilikimu adalah impian terbesarku terima kasih sudah mau berdiri di samping diriku ini🌻


.


.


.


.


Mira dan Jeni sudah sampai di depan alamat apartemen yang dikirimkan oleh Chloe.


"Kita tidak salah alamat kan Jeni" ucap Mira dengan takjub melihat bangunan apartemen di depannya.


"Benar kok alamatnya disini" ucap Jeni.


"Yuk kita masuk" ajak Mira.


Saat masuk ke dalam keduanya dihentikan oleh petugas keamanan yang berjaga disana.


"Permisi nona tapi anda tidak bisa masuk jika tidak ada kartu akses atau datang bersama dengan pemilik salah satu apartemen disini" ucap petugas tersebut.


"Maaf pak tapi kami kesini ingin menemui sahabat kami" ucap Jeni.


"Maaf kalau boleh tahu siapa nama sahabat anda?" tanya petugas tersebut.


"Namanya Chloe Elisabeth pak" ucap Jeni.


"Mohon ditunggu sebentar ya nona kami akan memeriksanya"


Petugas tersebut berjalan ke arah resepsionis untuk bertanya apa ada nama pemilik salah satu apartemen yang disebutkan oleh Jeni. Mira dan Jeni menunggu dengan sabar petugas tersebut, tak lama petugas tersebut menghampiri mereka berdua.


"Maaf nona tapi tidak ada nama pemilik apartemen seperti yang anda sebutkan"


"Masa sih pak tapi alamat yang diberikan teman kami disini tertera jelas pak" ucap Jeni dengan heran.


"Maaf nona tapi memang tidak ada dan maaf kami tidak mengizinkan orang lain dengan identitas tidak jelas untuk masuk kesini"


"Oh iya pak kalau begitu kami hubungi teman kami dulunya pak" ucap Jeni.


"Iya silahkan nona"


Mira yang sedari tadi diam memperhatikan Jeni dan petugas keamanan tersebut segera mengambil hpnya dan menghubungi Chloe.


"Halo"


^^^"Halo Chloe kita udah di depan alamat yang loe kasih tapi ngak bisa masuk nih" ucap Mira to the point.^^^


"Bilang aja ke petugas disana kalau loe pada mau datang ke lantai paling atas apartemen ini"


^^^"Kata petugas disini harus ada kartu akses baru bisa masuk ke dalam"^^^


"Ya ampun gue lupa bentar gue ke sana"


Chloe yang berada dalam penthouse segera berlari ke pintu untuk kebawah. Saat membuka pintu ia kaget melihat ada 2 orang berbadan besar di depan pintu kamarnya.


"Kalian siapa?" tanya Chloe.


"Selamat sore nona kami pengawal yang ditugaskan oleh bos Xavier untuk menjaga nona" ucap pengawal A.


"Uhm! Oke" ucap Chloe dengan gugup.


Chloe berjalan keluar tapi langsung dihentikan oleh kedua pengawal tersebut.


"Maaf nona tapi bos melarang nona untuk keluar" ucap pengawal B.


"Aku hanya mau menjemput temanku di lantai bawah" ucap Chloe dengan suara datar.


"Maaf nona tapi tidak bisa itu sudah perintah dari bos"


"Memangnya siapa bos kalian disini?" tanya Chloe dengan kesal.


"Nona" jawab keduanya dengan serentak.


"Kalau begitu minggir aku mau menjemput temanku kalian bisa mengikuti aku kalau kalian mau" ucap Chloe dengan tegas.


"Baik nona"


Chloe dan kedua pengawal itu segera masuk ke lift dan meluncur ke lantai bawah. Sampai disana ia melihat Mira dan Jeni yang berdiri di luar apartemen.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Chloe segera menyapa kedua sahabatnya yang berada di luar. Sampai disana dirinya berbicara dengan petugas keamanan disana agar keduanya diperbolehkan masuk.


Ketiganya segera masuk ke dalam apartemen menuju penthouse Xavier. Saat masuk ke dalam Mira dan Jeni sangat terpesona dengan interior dalam penthouse.


"Wah gila ini thu mewah banget Chloe" ucap Mira dengan decak kagum.


"View penthouse ini indah banget Chloe dan baru kali ini aku liat penthouse semewah ini" ucap Jeni yang terpesona dengan interior penthouse.


"Ini thu penthouse milik Xavier"


"Pantas aja jadi orang kaya enak banget ya" ucap Mira.


"Heeemm! Pengen apa semuanya ada dan pastinya bisa manjakan diri dong" ucap Jeni.


"Syukuri aja apa yang kita punya saat ini belum tentu jadi orang kaya bisa bahagia kayak kita sekarang kan" ucap Chloe dengan bijak.


"Benar banget omongan kamu" ucap Jeni.


"Gimana kalau kita berenang" ajak Chloe.


"Ide bagus thu" ucap Mira dengan senang.


Ketiganya langsung memakai pakaian dalam untuk berenang karena hanya ada mereka bertiga saja di dalam. Chloe sangat senang karena menghabiskan waktu bersama kedua sahabatnya hari ini.


~ Wesly Group ~


Di lantai 98 Xavier tersenyum bahagia melihat laporan anak buahnya mengenai Chloe yang sedang bersama sahabatnya di penthouse miliknya.


Sebenarnya ia ingin bersama sang kekasih tapi Chloe meminta untuk tidak bertemu selama masa pingit dalam pernikahan.


"Kenapa harus ada aturan kayak gitu sih berengsek" ucap Xavier dengan kesal.


"Ada apa bos?" tanya Albert penasaran.


"Siapkan mobil untuk meeting bersama perusahaan Smith" ucap Xavier.


"Baik bos" ucap Albert.


Albert dan Xavier lalu berangkat menuju ke restoran tempat meeting mereka saat ini. Di dalam mobil Xavier mengirim pesan ke Chloe agar tidak terlalu malam tidurnya.


Setelah beberapa menit Xavier pun sampai di salah satu restoran termewah. Albert dan Xavier serta beberapa pengawal masuk ke dalam restoran tersebut dan menuju salah satu ruang VIP.


Saat masuk ke dalam ternyata disana sudah ada Lauren dan asistennya. Lauren tersenyum hangat menyambut kedatangan Xavier tapi dibalas dengan tatapan datar.


"Selamat malam Mr. Wesly" ucap Lauren dengan suara menggoda.


"Heemmm"


Xavier dan Albert langsung duduk tidak membalas sapaan dari Lauren. Albert yang melihat Lauren seperti ingin menggoda bosnya seketika tersenyum simpul.


"Bos ada ikan kering di depan thu" bisik Albert di telinga Xavier.


"Untukmu saja karena aku lihat kamu masih jomblo " ucap Xavier sambil tersenyum sinis.


Albert seketika berdecak kesal karena berniat ingin menggoda Xavier, ehh malah dianya yang terkena umpannya sendiri.


"Sial" umpat Albert dengan pelan.


"Kita mulai **meeting**nya" ucap Xavier dengan suara baritonenya.


Lauren pun mulai menjelaskan proposal mereka sesekali melihat ke Xavier tapi tidak sama sekali dilirik oleh Xavier. Bahkan dirinya engan untuk melihat wajah Lauren yang dianggapnya seperti badut.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


30 menit kemudian meeting pun berakhir dan Xavier bersama rombongannya segera pergi dari sana tanpa menyentuh makanan di depannya. Lauren yang melihat Xavier tidak memandang dirinya sedikit pun dari tadi sangat kesal.


"Berengsek gagal rencana aku untuk mendapatkan laki-laki itu!" bentak Lauren dengan nada tinggi.


"Kamu bisa pulang" ucap Lauren dengan sombong.


"Baik bu"


"Oh ya sekalian kamu bawa makanan itu mau dibuang atau apa terserah kamu" ucap Lauren dengan sinis.


"Terima kasih bu" ucap sang asisten.


Lauren lalu berjalan pergi meninggalkan sang asisten sendiri di dalam ruang VIP. Sang asisten sangat senang karena mendapat makanan mewah seperti ini dengan gratis.


"Dasar orang kaya sombong" ucap asisten Lauren.


Karena banyak makanan yang dibawanya pulang ia pun membagikan sebagiannya kepada para pelayan yang membantu membungkus makanan tersebut.


Di dalam mobil Xavier, ia bertanya kepada Albert bagaimana persiapan pernikahannya yang tinggal 3 hari saja.


"Apa semuanya sudah beres?" tanya Xavier.


"Sudah bos"


"Sampaikan ke semua anak buah di markas agar mereka bisa berjaga waktu jalannya pernikahan"


"Baik bos"


"Bagaimana dengan perusahaan di Indonesia dan mantan pacarnya Chloe?" tanya Xavier.


"Semuanya aman terkontrol bos dan mantan pacar nona Chloe sekarang sudah bekerja di perusahaan papanya menjadi manajer bos" ucap Albert.


"Heeemm! Buat agar mereka tidak pernah bisa mengetahui keberadaan Chloe"


"Baik bos"


~ Jakarta, Indonesia ~


Malam ini keluarga Rosemary sedang berbahagia karena anak mereka sudah bertunangan dengan putri dari pemilik hotel Sanjaya yaitu Rian Sanjaya.


"Kak selamat ya buat pertunangan kakak semoga lancar sampai hari H ya ka" ucap Queen dengan senyum manis.


"Terima kasih princess" ucap Steven.


"Selamat ya kakak ipar dan selamat datang di keluarga kami" ucap Queen memeluk Aurel.


"Terima kasih sayang" ucap Aurel dengan lembut.


Kedua orang tua pasangan sedang berbincang-bincang dengan para kolega dari masing-masing pihak. Pesta tersebut sangat mewah bahkan ribuan tamu undangan di buat kaget dengan interior yang sangat mewah.


"Selamat atas pertunangan putra tuan Rosemary" ucap Riko.


"Terima kasih tuan Rahardian" ucap Adam.


"Selamat ya Laura dan Adam" ucap Maya.


"Terima kasih Maya" ucap Laura.


"Ngomong-ngomong dimana bintang utama hari ini?" tanya Maya.


"Ah! Mereka sedang ada disana" ucap Adam yang menunjuk ke arah Steven dan Aurel.


"Wah mereka sangat serasi ya" ucap Maya.


"Halo malam tante, om" ucap Queen dengan lembut.


"Ah! Malam sayang kamu malam ini sangat cantik" ucap Maya dengan senyum hangat sambil memeluk Queen.


"Tante bisa aja tante juga cantik kok" ucap Queen dengan malu-malu.


"Wah Laura kamu beruntung banget mempunyai anak yang sangat cantik dan sopan kayak Queen" ucap Maya.


"Ah! Bisa aja kamu Maya" ucap Laura dengan malu-malu.


Mereka semua tertawa mendengar perkataan Laura. Semua tamu undangan memandang mereka dengan iri dan ada yang kagum karena melihat keluarga paling kaya di Indonesia.


"Tante ka Sean ngak ikut ya" ucap Queen.


"Ada kok itu dia lagi sama sahabatnya" ucap Maya menunjuk ke arah Sean.


"Aku ke sana dulu ya tante om" ucap Queen.


Maya dan lainnya hanya tertawa melihat tingkah Queen yang sangat manis. Sampai di tempat Sean yang sedang bersama dengan sahabatnya Queen langsung menyapa mereka semua.


"Hay ka Sean dan kakak semua" sapa Queen dengan senyum manis.


"Hay Queen makin cantik aja loe" ucap Resa menggoda Queen.


"Ah! Kakak bisa aja" ucap Queen dengan malu-malu.


Sean dan lainnya hanya menggelengkan kepala melihat tingkah Resa yang sudah mengeluarkan sifat playboynya. Setelah bercakap-cakap Sean pun permisi ke arah balkon hotel.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Queen yang melihat Sean menuju arah balkon langsung mengikuti Sean dari belakang. Tiba disana ia kaget melihat Sean yang mengambil rokok dan mengisapnya.


"Ka Sean ngak suka ya acaranya?" tanya Queen dengan lembut.


Sean hanya memandang Queen tidak menjawab pertanyaannya. Sean menghisap rokok dan menghembuskan asap rokok dengan gusar.


"Kakak banyak pikiran ya?" tanya Queen lagi.


"Heeemmm"


"Ka apa Queen boleh menjadi teman kakak" ucap Queen dengan ragu-ragu.


"Kenapa?" tanya Sean penasaran.


"Queen ngerasa kalau ka Sean sekarang menjadi orang yang kuat diluar tapi semuanya itu palsu" ucap Queen memandang ke depan.


Sean melihat Queen dari samping dan kaget karena ternyata Queen bisa melihat sisinya yang lain.


"Hah! You right gue yang saat ini berdiri adalah palsu" ucap Sean sambil membuang nalasnya dengan gusar.


"Apa itu menyangkut Chloe ka?" tanya Queen.


"Dia selalu akan ada di hati gue dan gue menyesal pernah nyakitin hati dia" ucap Sean dengan tatapan sendu.


"Ka yakinlah jika memang Chloe jodoh kakak maka kakak akan bertemu dengannya dan sekarang yang terpenting kakak harus mengubah diri kakak menjadi pria yang lebih baik lagi" ucap Queen dengan lembut.


"Terima kasih buat masukannya" ucap Sean dengan tulus.


Queen pun merasa sangat bahagia karena Sean sudah mau berbicara dengannya dengan lembut. Mereka terus bercerita satu sama lain tidak menghiraukan dengan pesta saat ini.


Ka gue bakal dapatin loe apapun caranya meski hati gue harus sakit dengar nama gadis ja***g itu dari mulut loe ka, gue janji akan buat loe jadi milik gue seutuhnya ka secara pelan-pelan, batin Queen yang tertawa licik.


Senyum Queen seperti malaikat dari luar tapi siapa sangka hatinya seperti iblis. Ia sudah membuat rencana agar bisa membuat Sean menjadi miliknya dengan cara berteman terlebih dahulu dan ambil hatinya.


Tak terasa Queen sudah mulai dekat kembali dengan Sean selepas acara pertunangan kakaknya. Sean bahkan merasa nyaman akan kehadiran Queen saat berbicara dengannya menurutnya Queen sangat memahami dirinya.


~ California, Los Angeles ~


Chloe selama 2 hari ini sangat bahagia karena ditemani oleh sahabatnya, bahkan dirinya dan Xavier hanya bertukar kabar lewat pesan saja karena tidak boleh bertemu.


Besok adalah hari pernikahannya dan ia sedang berdiri di depan jendela melihat pemandangan luar dari dalam kamar. Mira dan Jeni sudah tidur di kamar tamu.


Chloe mengambil bingkai foto kedua orang tuanya dan memandang mereka dengan tatapan sedih.


"Mommy daddy besok Chloe akan menikah dengan laki-laki yang Chloe cintai semoga pernikahan ini menjadi berkat dan kami selalu bahagia sampai maut memisahkan kami. Semoga mommy dan daddy merestui pernikahan Chloe dari sana, Chloe sangat mencintai kalian berdua meski Chloe tidak pernah bertemu kalian" ucap Chloe sambil menangis dengan deras.


Chloe mengusap air matanya yang mengalir dengan deras dari tadi karena merindukan kedua orang tuanya yang belum pernah ia lihat.


"Terima kasih sudah melahirkan Chloe ke dunia ini mommy dan kalian berdua adalah pahlawan di hidup Chloe thanks mommy and daddy i love both of you"


...❄❄❄❄❄...


To be continue..................


Jangan lupa vote, like, dan komen yang sebanyak-banyaknya ya guys😘❀