
π»Seorang ibu akan melakukan apa saja untuk anaknya meski dirinya harus merasakan sakit di tubuh dan hatinyaπ»
.
.
.
.
Queen yang sangat senang saat ini segera menghubungi teman-temannya untuk bertemu dan shopping. Mereka semua bertemu di salah satu mall termewah di Indonesia.
"Hay Queen makin tambah cantik aja loe" ucap Kisty.
"Pasti dong orang gue udah cantik dari lahir kok" ucap Queen dengan sombong.
Semua teman-temannya hanya tersenyum menyikapi ucapan dari Queen. Sebenarnya mereka tidak suka berteman dengan Queen tapi karena statusnya dan hartanya mereka mau berteman bersama dengan Queen.
Salah satu dari mereka tersenyum sinis saat mendengar ucapan Queen dan melihat ke temannya yang lain. Kisty lalu mengajak mereka untuk mulai berbelanja tidak ingin membuang waktu.
Queen yang kalab membeli begitu banyak barang serta membayar semua belanjaan dari teman-temannya. Itulah Queen dia akan mudah terpengaruh jika mendapat pujian dari orang lain.
"Guys gimana kalau kita makan dulu soalnya gue lapar banget" ucap Patricia.
"Gue setuju sama ide loe" ucap Ayu.
"Kalau gitu ayok napa masih berdiri lagi" ucap Queen dengan sinis.
Sampai di dalam restoran masih di area mall, Queen menyuruh teman-temannya untuk memilih makanan yang mereka inginkan. Tak mau kehilangan kesempatan mereka memilih makanan dengan harga yang sangat mahal karena tidak perlu mengeluarkan uang mereka.
Mereka berenam lalu bercerita sambil menikmati hidangan yang telah mereka pesan. Setelah itu keenamnya berpisah menuju rumah mereka masing-masing.
~ Mansion Sean ~
Sampai di mansion Queen lalu menyuruh bi Lastri untuk membawa semua barang belanjaannya ke kamar. Saat melewati anaknya dia melihat Ares yang sedang tersenyum padanya tapi diacuhkan saja.
Para pengasuh yang melihat hal tersebut merasa sangat kasian kepada anak majikannya.
"Kasian ya tuan muda tidak diperhatikan oleh ibunya" ucap pengasuh A.
"Ya benar katamu padahal baby Ares itu masih terlalu kecil dan sangat butuh kasih sayang dari sang ibu" ucap pengasuh B.
"Beruntung ada nyonya besar yang selalu memberikan kasih sayang seorang ibu kepada cucunya" ucap pengasuh A.
Tanpa keduanya sadari ternyata Sean yang baru datang bersama dengan Dimas mendengar semua pembicaraan mereka. Ia mengepal tangan merasa sangat marah mengetahui sikap Queen yang tidak sedikitpun memperhatikan anaknya.
Sean lalu masuk dan mengagetkan keduanya yang masih bergosip. Keduanya hanya menunduk takut karena ketahuan sedang bergosip.
"Bagaimana keadaan anakku" ucap Sean datar.
"Tuan mud..a baik-baik s..aja tuan" ucap pengasuh A dengan gugup.
"Heemmmm"
Sean lalu mengendong anaknya dan seketika membuat baby Ares tertawa kencang. Baby Ares ternyata sangat dekat dengan sang papa sehingga ia selalu merasa nyaman dan tenang saat digendong oleh papanya.
"Anak papa makin tambah ganteng aja" ucap Sean dengan tulus.
Baby Ares melihat wajah papanya dan tertawa saja. Melihat hal itu Sean mencium wajah putranya berkali-kali. Pemandangan tersebut sangat membuat siapa saja merasa bahagia karena sang papa yang sangat mencintai anaknya.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
~ Lombok, NTB ~
Mira dan orang tuanya sudah harus pamit karena besok dia akan masuk kembali kerja dan juga adik-adiknya harus bersekolah.
Chloe yang mengantar mereka ke depan resort tak kalah sedih. Jeni dan Julian yang juga akan pamit merasa sedih harus berpisah lagi bersama kedua sahabatnya.
"Kalian hati-hati ya" ucap Chloe.
"Kamu juga jangan sampai terlalu capek ingat keponakan aku" ucap Julian.
"Pasti jaga teman aku baik-baik disana ya" ucap Chloe sambil melirik Jeni.
"Pasti dia tanggung jawab aku sekarang" ucap Julian dengan tegas.
Mendengar hal itu seketika pipi Jeni sangat panas karena malu. Semuanya tertawa melihat wajah Jeni yang sudah seperti kepiting rebus.
"Nak Chloe terima kasih ya sudah mengundang kami semua kesini" ucap ayah Rangga.
"Sama-sama paman" ucap Chloe dengan senyum manis.
"Titip salam buat suami kamu nak maaf tidak pamit" ucap ibu Asmi.
"Ngak apa-apa bibi kebetulan Xavier sedang meeting sama kliennya jadi ngak bisa ngantar"
"Iya nak" ucap ibu Asmi.
"Chloe gue pamit ya sampai ketemu lagi ya" ucap Mira sambil memeluk Chloe.
"Hati-hati ya sampai sana ingat kabarin gue" ucap Chloe.
"Kak kita pamit dulu ya ka makasih buat liburannya ka" ucap kedua adik Mira.
"Sama-sama dek"
Mereka lalu berpelukan dan segera masuk ke dalam mobil. Tak lama Albert keluar dengan langkah tegap sebelum Mira dan lainnya pergi.
"Ada apa Albert" ucap Chloe.
"Tidak nyonya saya ditugaskan bos untuk mengantar semuanya sampai di bandara" ucap Albert dengan wajah datar.
"Oh baiklah" ucap Chloe.
Mira yang belum kebagian kursi segera masuk ke dalam mobil yang di dalamnya ada Albert. Jantungnya berdetak dengan cepat dan merasa takut jika harus duduk bersebelahan dengan Albert.
Karena tidak ingin membuat Chloe curiga akhirnya ia masuk dan duduk di sebelah Albert. Albert sendiri sedari tadi menahan emosi dan geram di hatinya.
Saat mobil sudah melaju meninggalkan resort, Albert lalu menekan tombol sekat dengan sopir. Ia menatap tajam Mira dan mengangkat Mira keatas pangkuannya.
"Alb...er..t" ucap Mira dengan gugup.
Albert mencium bi**r Mira dengan sangat lembut seakan menyalurkan rasa cintanya kepada sang kekasih. Mira yang merasakan ciuman lembut Albert lalu membalas ciuman itu meski masih sangat kaku.
"Jangan pernah berdekatan dengan pria manapun selagi aku tidak ada"
"Iya" ucap Mira dengan napas satu-satu.
"Good girl" (gadis pintar) ucap Albert sambil mencium kening Mira dengan lembut.
Keduanya lalu berpelukan merasakan detak jantung masing-masing yang berdetak dengan cepat. Albert mengelus kepala sang kekasih dengan sangat lembut karena sebentar lagi mereka akan berpisah.
"Tunggu aku sampai aku datang melamarmu" bisik Albert di telinga Mira.
Wajah Mira seketika merah padam karena bisikan Albert, hatinya berbunga-bunga mendengar pernyataan dari Albert yang menurutnya sangat kaku dalam hal percintaan dan tidak ada romantisnya.
"Heemmmm"
Sebelum tiba di bandara Albert kembali mencium bi**r Mira dengan kasar dan menuntut. Mira sedikit kewalahan mengimbangi ciuman kekasihnya karena sangat menuntut.
Sampai di bandara mereka lalu naik ke jet pribadi Xavier untuk mengantar mereka pulang. Setelah itu Albert kembali pulang ke resort karena masih banyak pekerjaan yang harus dilakukannya.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
Di resort Chloe menatap tajam rekaman yang di perdengarkan oleh Xavier. Ia sangat emosi mengetahui rencana dari keluarga Rosemary yang ingin menghabisinya.
"Kamu tenang saja baby aku akan selalu melindungimu dari meraka yang ingin mencelakaimu" ucap Xavier.
"Terima kasih sayang" ucap Chloe dengan lembut.
Chloe sangat senang sudah mendapatkan suami yang sangat peka dan baik seperti Xavier. Ia sangat bersyukur kepada Tuhan karena telah mengirimkan Xavier sebagai jodohnya.
"Sayang aku ingin minum susu tapi kamu yang buat" ucap Chloe.
"Baiklah sayang"
Xavier lalu bergegas ke dapur dan menyuruh Kevin untuk ikut juga. Sampai di dapur ia menyuruh Kevin untuk menunjukan cara membuat segelas susu.
"Bos yakin"
"Iya ini permintaan istriku" ucap Xavier dengan tegas.
"Mungkin nyonya sedang ngidam" ucap Kevin.
Kevin lalu menunjukan cara membuat susu kepada Xavier dan berapa banyak air yang ia perlukan, serta berapa sendok takarannya.
Setelah membuatnya ia langsung membawakan susu ibu hamil kepada Chloe sesuai anjuran Kevin. Chloe menerima susu itu dan langsung meminumnya hingga habis.
"Susunya sangat enak dan rasanya pas tidak terlalu manis sayang" ucap Chloe dengan senyum manis.
"Syukurlah kamu suka sayang karena itu pertama kalinya buat aku baby" ucap Xavier.
"Heemmm"
Chloe tidak heran lagi mengetahui pertama kalinya Xavier membuat susu karena memang sedari kecil semua kebutuhan Xavier di urus sama sang mommy dan pelayan.
Hari berlalu dengan sangat cepat dan kini mereka sudah kembali ke Jakarta. Pengawalan Chloe semakin di perketat saat mendengar keluarga Rosemary yang ingin membunuhnya.
~ Mansion Xavier ~
Hari ini Xavier memilih tidak berangkat ke perusahaan karena ingin menemani sang istri yang tidak mau jauh darinya. Kehamilan Chloe yang pertama membuat dia sangat manja kepada sang suami dan hanya suka mencium bau tubuhnya saja.
"Thomas hari ini kamu berangkat ke Italia memimpin anak buah kita" ucap Xavier sambil tersenyum sinis.
"Baik bos" ucap Thomas.
Thomas segera pergi untuk berangkat ke Italia. Xavier lalu menyuruh Kevin dan Albert untuk mengecek semua berkas perusahaan, ia lalu pergi ke kamar untuk melihat keadaan Chloe saat ini.
"Sayang" ucap Chloe memeluk tubuh sang suami.
"Apa ada yang kamu mau baby" ucap Xavier mengelus kepala Chloe dengan lembut.
"Aku pengen stroberi sayang"
"Heeemmmm"
Xavier lalu menyuruh pak Max membawakan stroberi ke kamar mereka. Saat pak Max membawa stroberi Chloe langsung menerimanya dan memakan dengan lahap.
Xavier yang melihat istrinya makan dengan lahap sangat senang karena begitu anaknya akan sehat di dalam perutnya. Chloe kadang-kadang menyuapi Xavier dengan stroberi dan bermanja dengan dirinya.
~ Mansion Rosemary ~
Prang.............
Adam membanting gelas yang dipegangnya sampai hancur berkeping-keping. Ia sangat emosi mendengar laporan dari pembunuh bayaran yang ia sewa jika mereka belum bisa menculik Chloe.
"Berengsek apa sih istimewanya anak itu" ucap Adam dengan penuh emosi.
Laura yang baru keluar dari kamar bingung dengan tingkah suaminya yang saat ini sangat emosi. Tak lama ia kaget melihat gelas pecah berhamburan di lantai.
"Dad apa yang terjadi" ucap Laura dengan bingung.
"Anak sialan itu sangat susah untuk diculik" ucap Adam dengan emosi.
"Maksudnya?" tanya Laura dengan bingung.
"Penjagaan anak itu sangat ketat bahkan orang bayaran aku belum bisa menembusnya"
"Heemmm! Berarti kita harus memancingnya keluar sayang baru kita bisa culik dia" ucap Laura.
Adam lalu tersenyum seketika mendengar ucapan istrinya. Ya ia memiliki ide untuk membuat Chloe keluar dari tempat persembunyiannya.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
"Aku tahu harus berbuat apa agar anak sialan itu bisa masuk perangkap kita" ucap Adam sambil tersenyum sinis.
"Apa itu sayang?" tanya Laura.
"Kita bisa menggunakan nama Kenan untuk mengajaknya bertemu di luar"
"Yah aku suka dengan ide kamu sayang" ucap Laura dengan senyum puas.
Adam lalu menelpon orang bayarannya untuk datang ke mansion membicarakan rencana mereka yang baru. Tak lama orang bayaran Adam datang bersama dengan anak buahnya.
Setelah menjelaskan rencananya mereka lalu pulang untuk mempersiapkan semuanya sebelum menculik Chloe.
Bi Rani yang mendengar hal tersebut seketika menutup mulutnya dan tak menyangka tuannya akan tega melakukan hal seperti itu.
~ Mansion Sean ~
Sean pulang dari kantor dengan tubuh yang kelelahan. Sampai di sana ia langsung disambut oleh bi Lastri dan anaknya.
Sean berlalu menuju kamarnya dan membersihkan tubuhnya sebelum mengendong sang anak. Queen yang melihat Sean pulang kantor hanya menatapnya dengan diam.
Tak lama Sean turun dan menikmati makan malam bersama dengan Queen. Suasana di meja makan hanya ada keheningan saja, selesai makan Queen yang ingin pergi langsung disuruh duduk kembali oleh Sean.
"Ada yang mau gue bicarakan" ucap Sean dengan datar.
"Ada apa mas" ucap Queen.
"Apa loe ngak bisa memberikan sedikit saja kasih sayang loe kepada anak loe" ucap Sean dengan tatapan tajam.
"Aku selalu memberikan Ares asi dan sudah ada pengasuhnya untuk merawat Ares" ucap Queen dengan santai.
"Luangkan sedikit waktu loe untuk anak loe sebagai ibunya dan beri perhatian kepada Ares" bentak Sean.
"Buat apa ada pengasuh kalau gitu ngak usah bayar pengasuh toh itu kerjaan mereka lagian Ares baik-baik saja kan" ucap Queen dengan suara tinggi.
Plak.........
Seketika Sean menampar Queen karena tidak terima dengan perkataan Queen. Ia sangat emosi melihat seorang ibu yang tidak perduli dengan anaknya sendiri.
"Dasar pel***r apa loe itu pantas dibilang seorang ibu! Hah" teriak Sean sambil menarik rambut Queen dengan kuat.
"Sakit mas lepasin" ucap Queen sambil menahan rasa sakit.
"Sakit ya bi**h ini akibat karena loe ngak perduli sama anak loe sendiri!" bentak Sean dengan suara tinggi.
Sean lalu mendorong Queen hingga jatuh ke lantai. Ia lalu pergi meninggalkan Queen yang menangis disana, tak lama Sean keluar dengan pakaian lengkap ingin pergi ke markas papanya menenangkan diri.
"Mau kemana kamu mas?" tanya Queen.
"Bukan urusan loe!" bentak Sean sambil berlalu.
"Mas, mas" teriak Queen tapi tidak dihiraukan oleh Sean.
Dia sangat engan melihat tampang Queen dan bawaannya pengen pukul wajah itu. Ia lebih memilih pergi ke markas papanya dari pada memukul sang istri di mansion.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
~ Mansion Tua Rahardian ~
Bima yang mendapat laporan dari anak buahnya merasa sangat emosi, ia tak menyangka jika cucu mantunya tega menelantarkan anaknya sendiri kepada pengasuh dan tidak mengurusnya.
"Sialan dasar anak tidak tahu diri" ucap Bima dengan emosi.
Bima membanting barang di atas meja makan karena terlalu emosi. Ingin menyuruh Sean cucunya menceraikan istrinya tapi ia masih ingat dengan cicitnya yang masih sangat kecil dan membutuhkan asi dari seorang ibu.
"Awasi mereka semua jangan sampai ada apa-apa dengan cicitku" ucap Bima dengan suara tegas.
"Baik tuan"
~ Roma, Italia ~
Di waktu yang sama tapi di belahan dunia lain saat ini Thomas bersama anak buahnya sedang melakukan penyerangan ke markas klan Red Crap. Api berkobar membumbung tinggi dan bunyi ledakan besar terdengar di sana.
Banyak korban yang gugur dan mati dari pihak musuh devil dragon, sedangkan dari pihak devil dragon sendiri hanya ada luka-luka saja.
"Ini akibat karena sudah menghancurkan markas kami" ucap Thomas dengan suara dingin di balik topengnya.
Ketua mafia Red Crap hanya pasrah saja karena ini balasan sudah menganggu mafia devil dragon. Ia pasrah saja karena saat ini nyawanya sudah di unjung tanduk.
Sret.......
Kepala pemimpin mafia itu langsung terpisah dari anggota tubuhnya. Bahkan anak buahnya yang masih hidup seketika berdiri dengan gemetar karena ketakutan.
"Ini balasan untuk kalian semua" ucap Thomas dengan emosi.
Thomas lalu berjalan keluar setelah berhasil membunuh ketua mafia Red Crap yang sekarang tinggal nama saja. Bahkan kabar tersebut sudah sampai di telinga semua anggota mafia di seluruh dunia.
^^^"Semua sudah beres bos" ucap Thomas saat menelpon Xavier.^^^
"Good job"
^^^"Thank you bos"^^^
"Heemmmm"
Thomas dan anak buah mereka lalu pergi meninggalkan markas tersebut dan membuat markas itu seketika rata dengan tanah.
Malam itu kepolisian Italia digegerkan dengan begitu banyak penemuan mayat, tidak ada yang berani berbuat apa-apa karena telah tahu ini ulah balas dendam dari devil dragon.
Xavier yang mendapat telpon dari Thomas seketika tersenyum sinis dan puas karena sudah melenyapkan orang yang menganggunya.
"Itu akibat karena sudah bermain-main denganku" ucap Xavier dengan senyum iblis.
...βββββ...
To be continue...............
Jangan lupa vote, like, dan komen yang sebanyak-banyak ya guysπβ€