
π»Mencintaimu hanya membutuhkan waktu sesaat tapi melupakanmu membutuhkan waktu seumur hidupkuπ»
.
.
.
.
Setelah menceritakan tentang anaknya kakek Irwan lalu memberikan foto anaknya yang bernama Ismail Salim. Chloe lalu menerima foto tersebut dan menyimpannya untuk ditunjukan kepada Xavier.
Setelah mengobrol panjang lebar kakek Irwan lalu pamit pulang. Chloe mengantar kepergian kakek Irwan sampai di depan mansion, melihat kakek Irwan pergi dirinya segera masuk ke kamar.
"Pak Max tolong bawakan buah stroberi ke kamar" ucap Chloe.
"Baik nyonya"
Sampai di kamarnya Chloe melihat foto USG anaknya dengan senyum manis. Chloe berpikir ingin mengupload foto tersebut tapi seketika ia menghentikannya karena belum ada yang mengetahui tentang pernikahannya.
Tak lama pintunya di ketuk dari luar, Chloe segera beranjak ke pintu dan membukakannya.
"Taruh saja di dalam pak Max" ucap Chloe kembali masuk ke kamar.
"Baik nyonya"
Setelah menaruh sekotak stroberi dan segelas minuman dingin pak Max masih berdiri menunggu perintah selanjutnya.
"Apa masih ada yang nyonya butuhkan?" tanya pak Max.
"Tidak ada pak Max" ucap Chloe dengan sopan.
"Kalau begitu saya permisi nyonya"
"Heeemmm"
Setelah pak Max pergi Chloe lalu membuka instagram dan mengupload foto dirinya yang sedang dipeluk dari belakang oleh Xavier saat mereka berlibur di Lombok.
"Kau tercipta hanya untukku dan begitupun dengan aku yang hanya untukmu XAWβ€β€"
Chloe tersenyum melihat hastag postingannya dirinya lalu mencari akun Xavier tapi tidak menemukannya. Tak lama hpnya berbunyi tanda panggilan masuk dari sang suami.
^^^"Halo sayang"^^^
"Aku memang milikmu seorang baby"
^^^"Hah! Maksudnya sayang" ucap Chloe dengan bingung.^^^
"Cih! Apa kamu sudah pikun sayang" ucap Xavier dengan kesal.
..."Hehehehe! Maaf sayang aku tidak mengerti maksudmu"...
"Heemmm! Postinganmu sayang"
^^^"Kamu tahu sayang" ucap Chloe dengan kaget.^^^
"Yup aku tahu semua tentang kamu sayang"
^^^"Pasti kamu lihat postingan aku kan sayang"^^^
"Iya baby"
^^^"Dari mana kamu tahu baby apa kamu bajak instagram aku"^^^
"Seperti yang kamu pikirkan sayang"
^^^"Iya sayang"^^^
"Aku meeting dulu ya sayang"
^^^"Iya suamiku"^^^
"Love you my wife"
^^^"Love you too hubby"^^^
Setelah panggilannya dimatikan Chloe lalu mengecek hpnya dan melihat begitu banyak pemberitahuan di postingannya.
Banyak juga yang coment, batin Chloe.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
Chloe melihat semua komentar ia tertawa karena kebanyakan semuanya adalah komentar dari teman sekelasnya dulu. Semuanya pada penasaran siapa pria misterius yang memeluk Chloe dari belakang.
Ana_Dt
"Hay beb"
^^^"Hay juga AnaβΊ"^^^
"Gue kangen sama loe beb anak-anak semua pada nanyain loeπ’"
^^^"Titip salam ke mereka semua yaπ"^^^
"Gimana kabar loe sekarang"
^^^"Gue baik-baik aja kok, gimana sama loe?"^^^
"Kabar gue selalu baik dong bebπππ"
^^^"Hehehehe! Bagus deh"^^^
"Oh ya nanti loe musti datang ke pernikahan gue 3 minggu lagi ya beb"
^^^"Apa, loe nikah sama siapa?" tanya Chloe dengan kaget.^^^
"Hahahaha! Yang pasti sama bebeb gue Ditolahπ π "
^^^"Lo berdua langgeng yaπ"^^^
"Pasti dong kan gue gitu loh"
^^^"Okay nanti gue bakal datang ke acara nikah loe ingat undangannya ya say"^^^
"Nanti aku kirimin ya. Btw alamatnya beb"
^^^"Kirim aja ke perusahaan shine soalnya aku kerja disana"^^^
"Oke sip beb aku tunggu kedatangannya ya"
^^^"Oke say"^^^
Setelah membalas direct massage Ana ia merasa sangat mengantuk, Chloe lalu tertidur dengan pulas di atas sofa dalam kamarnya.
~ Rumah sakit Kota ~
Setiap pagi sebelum berangkat ke kantor dan jam makan siang, Sean akan menyempatkan waktu untuk menjenguk anaknya. Sampai di ruang inkubator Sean melihat bayinya dengan senyum tulus.
"Tuan besok anak anda sudah bisa keluar dari ruang inkubator" ucap dokter.
"Baik dok terima kasih" ucap Sean.
"Iya sama-sama tuan"
Sean menatap baby Ares dengan senyum bahagia ia sudah tidak sabar untuk mengendong anaknya. Sean mengambil hpnya yang untuk mengambil foto sang anak.
Saat ingin memposting foto anaknya ia kaget melihat postingan dari Chloe. Entah kenapa saat melihat postingan Chloe hatinya terasa sangat sakit.
"Apa gue ngak pantes buat dapatin loe lagi Chloe gue sangat mencintai loe" ucap Sean dengan raut wajah sedih.
Wajah Sean saat ini sangat sedih karena tidak bisa berdekatan dengan gadis yang sangat dicintainya. Ia sangat menyesal dulu sudah mengkhianati Chloe bersama dengan sahabatnya.
1 Minggu kemudian
Tak terasa sudah seminggu berlalu sejak Chloe memposting fotonya bersama dengan Xavier. Selama itu pula Calista sering menghubungi Chloe untuk bertemu tapi tidak pernah direspon oleh Chloe.
Pagi ini Chloe bangun lebih pagi dari biasanya dan segera berlari menuju ke kamar mandi. Sudah seminggu semenjak dirinya dikabarkan hamil selama itu ia akan selalu mengalami morning sicknes.
Hoeekk......hoeekkk......hoekkkk.......
Chloe memuntahkan semua isi perutnya meski hanya cairan bening saja. Xavier yang mendengar istrinya kembali muntah pagi ini segera bangun dan menuju kamar mandi dengan boxer saja.
"Sayang apa kita ke dokter saja" ucap Xavier dengan khawatir.
"Aku tidak apa-apa sayang ini sudah menjadi kewajiban seorang ibu hamil" ucap Chloe dengan suara lemah.
"Tapi sayang muka kamu pucat banget"
"Sayang aku baik-baik saja" ucap Chloe sambil memaksa senyum.
Xavier membantu Chloe membersihkan mulut bekas muntahannya dan memijit tengkuk Chloe agar lebih enak. Merasa agak enak Xavier lalu mengendong Chloe kembali ke ranjang.
"Mau aku bikinin teh hangat" ucap Xavier.
"Memangnya kamu tahu cara bikinnya sayang" ucap Chloe.
"Hehehe! Nanti para koki yang bikin sayang terus nanti aku yang bawain buat kamu sayang" ucap Xavier tanpa dosa.
Chloe tersenyum mendengar jawaban suaminya, dirinya tahu jika selama hidup Xavier tidak pernah menginjakan kakinya di dalam dapur.
"Aku mau peluk kamu saja sayang" ucap Chloe dengan manja.
Xavier lalu memeluk Chloe dengan erat, Chloe merasa jika bau badan Xavier sangat menenangkan dan membuatnya tidak merasa mual lagi. Xavier yang melihat istrinya mengendus-endus dadanya hanya pasrah aja.
"Apa segitu sukanya kamu sama bau tubuhku sayang" ucap Xavier sambil terkekeh.
"Bau badan kamu wangi sayang aku suka" ucap Chloe sambil mengendus bau tubuh Xavier.
Xavier tersenyum bahagia melihat Chloe yang bermanja-manja dengan dirinya. Awalnya Xavier heran dengan tingkah sang istri yang selalu mengendus bau tubuhnya, tapi setelah mendapat penjelasan dari dokter Susi Xavier mulai paham dengan hormon ibu hamil selama masa kehamilan Chloe.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
Tepat pukul 08:00 Xavier sudah selesai bersiap untuk pergi ke kantor. Ia mengandeng Chloe untuk turun ke bawah buat sarapan. Sampai disana ternyata sudah ada Albert, Thomas, dan Kevin.
"Selamat pagi bos dan nyonya" ucap ketiganya dengan serentak.
"Selamat pagi juga" ucap Chloe dengan senyum manis.
Xavier sendiri hanya diam tidak menjawab sapaan anak buahnya. Sampai di meja makan Chloe sangat senang melihat sarapan kali ini soto ayam. Entah kenapa ia sangat ingin sekali makan soto ayam.
"Makanlah sayang" ucap Xavier dengan lembut.
"Iya sayang kamu juga ya" ucap Chloe.
"Heemmm"
Mereka berlima kemudian menikmati sarapan masing-masing sesuai selera, selesai makan Xavier segera berangkat ke kantor di antar oleh Chloe sampai di depan pintu seperti biasa.
Melihat mobil sang suami sudah pergi Chloe segera masuk ke dalam. Tiba-tiba hpnya berbunyi tanda panggilan masuk dari Calista.
^^^"Halo"^^^
"Halo Chloe apa kabar"
^^^"Baik kak gimana kabar kakak juga?"^^^
"Baik Chloe tapi aku lagi sedih"
^^^"Memangnya kenapa ka?"^^^
"Aku lagi patah hati" ucap Calista berbohong sambil menangis.
^^^"Memangnya siapa yang sudah bikin kakak patah hati"^^^
"Uhm! Ceritanya panjang boleh tidak kita ketemu hari ini soalnya aku lagi butuh teman curhat"
Chloe memikirkan ajakan Calista dan ingin tahu apa yang bakal dilakukan oleh Calista.
"Halo Chloe kamu masih disana"
^^^"Oh iya ka aku masih disini"^^^
^^^"Baiklah ka kirim saja alamat tempat kita ketemuan"^^^
"Oke baiklah Chloe nanti aku kirim alamatnya ya nanti kita ketemuan jam 10:00 oke"
^^^"Iya ka"^^^
"Bye Chloe"
^^^"Bye ka"^^^
Chloe segera mematikan panggilannya dan segera menghubungi sang suami. Belum juga menghubungi Xavier tiba-tiba pesan masuk dari suaminya.
MyLovelyHusband
"Pergilah sayang ingat untuk membawa Mike dan lainnya"
^^^"Iya sayangπ"^^^
~ Shine Company ~
Saat tiba di perusahaan Xavier segera berlalu menuju ruang kerjanya. Sampai disana ia langsung memberikan perintah kepada Albert.
"Albert suruh Mike dan anak buahnya untuk mengawal istriku jam 10:00 nanti"
"Memangnya nyonya mau kemana bos?" tanya Albert.
"Ia akan bertemu dengan wanita ular itu" ucap Xavier dengan tatapan membunuh.
"Uhmm! Baik bos" ucap Albert dengan gugup.
Albert segera menghubungi Mike untuk memberitahukan perintah sang bos. Mike yang berada di seberang segera mengumpulkan anak buahnya yang berjumlah 20 orang untuk mengawal Chloe sebentar.
"Thomas kamu mulai kacaukan perusahaan Rosemary" ucap Xavier dengan senyuman iblis.
"Apa sudah saatnya bos?" tanya Thomas.
"Heemmm! Aku ingin segera pulang ke negeraku sendiri" ucap Xavier dengan tegas.
"Baik bos" ucap Thomas.
Thomas mulai melakukan keahliannya membajak data perusahaan Rosemary dan membuat data-datanya hilang. Tak sampai disitu ia juga mengacak semua data penting RM Group menjadi kacau balau.
"Sudah bos" ucap Thomas sambil tersenyum puas.
"Kita tunggu 2 hari lagi" ucap Xavier sambil tertawa puas.
~ Mansion Sean ~
Queen dan baby Ares hari ini sudah diperbolehkan pulang, selama di rumah sakit ia tidak pernah bertegur sapa dengan sang suami.
Tiba di mansion Sean segera mengendong baby Ares menuju kamar sang buah hati. 2 baby sitter sudah stand by di mansion untuk menjadi perawat dan baby sitter baby Ares.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
Melihat Sean yang masih mendiamkan dirinya Queen berpikir untuk lebih dulu mengajak Sean membicarakan masalah sebelumnya.
"Mas" panggil Queen dengan gugup.
"Heemmm"
"Boleh aku bicara" ucap Queen sambil meremas ujung dressnya.
"Ikut aku ke ruang kerjaku" ucap Sean dengan dingin.
"Baik mas"
"Kalian jaga anakku jangan sampai ada kesalahan sedikit pun" ucap Sean dengan tatapan tajam.
"Baik tuan" ucap keduanya serentak.
Sean segera berlalu menuju ruang kerjanya diikuti oleh Queen. Sampai di dalam ruang kerjanya Sean duduk di kursi kebesarannya sambil menatap tajam Queen.
"Katakan" ucap Sean dengan suara dingin.
"Aku minta maaf mas untuk perbuatan aku" ucap Queen sambil menangis.
"Cih! Dasar ja***g" ucap Sean dengan sinis.
Mendengar hal itu Queen semakin menangis merasa sakit di bagian dadanya. Sean yang melihat Queen menangis merasa sangat kesal dan tidak perduli.
"Maafin aku mas"
"Loe ngak pantas buat dimaafin" ucap Sean dengan suara tinggi.
"Tapi aku istri kamu dan ibu dari anak kamu"
"Asal loe tahu ya loe itu harusnya senang gue masih ngizinin loe hidup sampai sekarang karena anak gue masih butuh asi loe dan orang kayak loe itu bakal gue buang setelah anak gue lepas dari asi"
"Apa maksud kamu mas?" tanya Queen dengan kaget.
"Siapin diri loe karena sebentar lagi loe bakal lepas gelar nyonya Rahardian!" bentak Sean.
"Apa kamu tidak pernah memikirkan perasaan aku mas, sedikit saja rasa cintamu padaku mas?" tanya Queen sambil menangis.
"Tidak akan pernah karena perempuan kayak loe ngak pantas buat dapatin cinta gue" teriak Sean dengan emosi.
"Apa Chloe j****g itu yang menurut kamu pantas mas" teriak Queen dengan suara tinggi.
"Asal loe tahu Chloe sama loe itu seperti 1000 : 1 bagai permata dan rongsokan"
"Tega kamu mas. Akan aku buat j****g itu menyesal" teriak Queen.
Mendengar hal itu emosi Sean semakin naik ia langsung menampar Queen dengan kuat sampai terjatuh.
Plak........
Bunyi tamparan kuat bergema dalam ruang kerja Sean. Queen menahan rasa sakit di pipinya dan merasakan sudut bibirnya robek. Ia sangat takut melihat tatapan mata Sean yang seperti seorang pembunuh kejam dan tidak berperasaan.
"Jika loe sentuh satu ujung rambut Chloe maka loe bakal bernapas terakhir detik itu juga" ancam Sean sambil memegang dagu Queen dengan kuat.
Sean lalu melepaskan dagu Queen dan berlalu pergi. Queen memegang dagu dan pipinya yang sangat sakit sambil menahan emosinya.
"Ternyata sampai detik ini juga loe masih aja mikir anak pembawa sial itu. Gue bakal buat dia menderita seperti yang gue rasain sekarang" gumam Queen dengan emosi.
Queen lalu keluar menuju kamarnya untuk membersihkan tubuhnya sekaligus ingin mengabari sang mommy. Sampai di kamar ia segera membersihkan diri dan memanggil bi Lastri untuk mengobati wajahnya yang luka dan bekas tampar.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
Setelah mengobati wajahnya Queen segera menelpon sang mommy. Pada dering ketiga Laura segera menjawab panggilan dari Queen.
"Halo princess"
^^^"Halo mommy apa kabar mom, apa mommy lagi sibuk"^^^
"Tidak sayang memangnya ada apa"
^^^"Mom tolong bantu Queen"^^^
"Loh kenapa sayang apa yang terjadi" ucap Laura dengan khawatir.
^^^"Anak sial itu sudah membuat mas Sean memukul Queen mom"^^^
"Apa" teriak Laura dengan kaget.
^^^"Hiks hiks..........pokoknya mommy harus kasi pelajaran ke anak pembawa sial itu mom" ucap Queen dengan raut wajah penuh emosi.^^^
"Tenang sayang pokoknya mommy akan memberi pelajaran kepada anak pembunuh itu"
^^^"Oke mommy terima kasih mommy paling the best deh"^^^
"Apapun akan mommy lakukan buat putri mommy yang paling cantik"
^^^"Iya mommy"^^^
"Sudah dulu ya sayang mommy mau nemani daddy kamu meeting dulu ya"
^^^"Oke dokey mommy love you"^^^
"Love you too princess"
Queen meletakan hpnya di atas meja rias dan tersenyum sinis melihat bayangannya di cermin.
Tunggu pembalasan gue anak pembawa sial, batin Queen penuh dengan emosi.
~ Rain Cafe ~
Tepat pukul 10:00 pagi Chloe sudah sampai di tempat janjiannya bersama dengan Calista. Saat masuk ke dalam cafe Chloe menyuruh Mike dan lainnya untuk berjaga agak jauh darinya dan berbaur dengan sekelilingnya.
Chloe lalu mengedarkan pandangan di sekitar cafe dan menemukan Calista yang sedang duduk di bagian pojok sambil menikmati capucino dingin. Saat sampai di depan Calista dirinya segera duduk di depannya.
"Apa kakak udah nunggu lama" ucap Chloe dengan senyum manis.
"Oh aku baru aja nyampe 5 menit yang lalu"
"Oh"
Chloe lalu memesan mocha float dan tiramisu kepada pelayan cafe. Setelah pesanannya diantar ia langsung menatap Calista sambil tersenyum polos.
"Kakak mau cerita apa?" tanya Chloe dengan lembut.
"Aku mau cerita tentang tunangan aku" ucap Calista sengaja sedih.
"Memangnya kenapa dengan tunangan kakak"
"Dia udah hilang kabar selama 4 bulan dan entah alasannya apa setiap kali aku menghubunginya panggilanku selalu di reject" ucap Calista dengan berderai air mata.
"Memangnya tunangan kakak tidak cerita gitu kemana dia atau bilang sesuatu gitu" ucap Chloe.
"Tidak ada awalnya kita baik-baik saja dan entah kenapa 4 bulan terakhir sifatnya berubah dan tidak ada kabar"
"Mungkin dia lagi sibuk ka atau ada masalah makanya dia menghindar dari kakak" ucap Chloe memberi masukan.
"Aku tuh cinta banget sama dia......hiks hiks hiks" ucap Calista dengan terisak.
Chloe menatap Calista sambil mengelus pundaknya menenangkan Calista, tapi ia tersenyum sinis tahu maksud Calista sebenarnya.
Pasti bentar lagi dia bakal nunjukin foto Xavier, batin Chloe.
"Apa kakak udah ke tempat tinggalnya atau mungkin tempat kerjanya?" tanya Chloe sambil memasang wajah sedih.
"Udah tapi Xavier tidak ada dimana-mana"
"Xavier" ucap Chloe sengaja kaget.
Bagus umpan aku mulai termakan oleh gadis bodoh ini, batin Calista sambil tertawa sinis dalam hati.
"Iya namanya Xavier ini fotonya" ucap Calista sambil menunjukan foto Xavier di hpnya.
Chloe kaget lalu menutup mulutnya tidak percaya jika tunangan Calista adalah Xavier. Calista yang melihat reaksi Chloe semakin tertawa puas karena rencananya berhasil.
Bodohnya loe Calista emang loe pikir gue segitu bodoh ya bakal percaya aja biar gue ikutin permainan loe, batin Chloe sambil tertawa menyeriangi.
"Apa benar ini tunangan kakak?" tanya Chloe dengan gugup.
"Iya benar kita udah berpacaran selama 2 tahun dan memutuskan untuk bertunangan tapi entah kenapa 4 bulan terakhir ia hilang kabar" jawab Calista dengan sedih.
Calista tersenyum puas melihat air mata Chloe yang jatuh, ia sangat yakin jika saat ini Chloe pasti bakal hancur berkeping-keping.
"Pulang dari sini aku yakin kamu bakal nangis bombay karena tidak nyangka pacar kamu udah bohongin kamu" gumam Calista sambil tersenyum puas.
Calista! Calista! Loe pikir gue bisa di kadalin. Loe salah besar udah milih gue jadi target, batin Chloe tersenyum sinis.
...βββββ...
To be continue...............
Jangan lupa vote, like, dan komen yang sebanyak-banyaknya ya guysπβ€