
π»Terkadang takdir membawamu kepada hal yang tidak sama sekali kamu duga maka selalu persiapkan dirimu untuk segala hal yang muncul dalam hidupmuπ»
.
.
.
.
Chloe menatap sang suami meminta penjelasan mengenai Albert. Xavier hanya diam tidak berkata apa-apa karena itu bukan masalahnya hanya Albert sendiri yang berhak menceritakan masa lalunya.
"Albert apa ada cerita dibalik pernyataanmu itu" ucap Chloe dengan penasaran.
"Iya nyonya" ucap Albert dengan suara dingin dan emosi.
Mendengar jawaban dari Albert membuat Chloe tidak bertanya lagi. Biarlah Albert sendiri yang akan menceritakan semua masalahnya.
"Mereka adalah orang yang membantai keluargaku dengan kejam" ucap Albert dengan suara serak.
"Apa" ucap Chloe, Kevin, dan Thomas dengan kaget.
Chloe menatap bingung keduanya yang kaget juga mendengar ucapan Albert barusan. Xavier sendiri hanya diam mendengar semua pembicaraan mereka karena dia sudah mengetahui cerita masa lalu Albert sebelumnya.
"Kalian juga tidak tahu masa lalu Albert" ucap Chloe dengan bingung.
"Tidak nyonya" ucap keduanya serentak.
Albert menunduk menutup matanya dengan kedua tangan karena harus mengingat masa lalunya. Tubuhnya bergetar karena rasa sakit di hatinya yang masih terasa hingga saat ini.
"Kamu tidak perlu memaksakan diri untuk menceritakan masa lalumu Albert" ucap Chloe dengan kasian.
"Tidak nyonya sudah waktunya agar nyonya tahu sifat asli keluarga kandung nyonya dari nyonya Sintia" ucap Albert dengan tatapan dingin.
"Heemmmm"
Saat Albert ingin melanjutkan ceritanya tiba-tiba Chloe menghentikannya sepihak. Ia lalu menatap Xavier dengan tatapan berbinar-binar, Xavier yang tahu arti tatapan itu hanya mengangguk kepalanya.
"Aku mau makan cake tapi rasa mocca dan minumnya kopi hitam tanpa gula sayang" ucap Chloe dengan puppy eyes.
"Bukannya kamu tidak suka kopi hitam baby" ucap Xavier dengan bingung.
Pasalnya sedari dulu Chloe tak suka kopi hitam tanpa gula, tapi malam ini dirinya menginginkan hal tersebut.
"Ini semua keinginan anakmu sayang" ucap Chloe dengan suara pelan.
"Babynya tau mommynya yang mau" ucap Xavier berbisik.
"Hehehe! Dua-duanya sayang" ucap Chloe dengan malu.
Xavier terkekeh melihat tingkah sang istri, Albert dan lainnya hanya bengong melihat aksi kedua orang di depannya. Mereka sudah tidak kaget lagi dengan sifat bosnya yang berubah di depan sang istri.
"Bawakan cake rasa mocca dan kopi hitam tanpa gula" ucap Xavier lewat interkom.
Pak Max yang menerima perintah tersebut segera menyuruh pelayan menyiapkannya. Selang 10 menit pintu ruang kerjanya di ketuk dan masuklah pak Max membawa nampan pesanan Xavier.
"Terima kasih pak Max" ucap Chloe dengan senyum manis.
"Sama-sama nyonya" ucap pak Max.
"Jangan senyum dengan pria lain selain aku sayang" ucap Xavier dengan tatapan tajam.
"Iya sayang" ucap Chloe.
Ia tahu jika sang suami sangat posesif dan tidak mau orang lain melihat senyumannya. Kevin menggelengkan kepalanya melihat tingkah sang bos yang menurutnya sangat gila.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
Chloe lalu memakan cake tersebut dan mencium aroma kopi pesanannya, setelah menciumnya Chloe lalu melihat ke arah Kevin.
Sepertinya akan ada perintah gila lagi dari nyonya kenapa sih harus aku mulu sih, batin Kevin dengan kesal.
"Kevin" ucap Chloe.
"Iya nyonya"
"Kamu minum ini" ucap Chloe sambil menunjuk segelas kopi di depannya.
Kevin seketika menjadi kesal karena tebakannya benar. Albert dan Thomas melihat Kevin sambil menahan tawa mereka pasalnya mereka tahu Kevin sangat membenci yang namanya pahit.
"Benarkan semuanya pasti aku" gumam Kevin dengan pelan.
Kevin lalu mengambil kopi tersebut dan melihatnya dengan tatapan sulit diartikan. Chloe tersenyum cerah melihat Kevin yang mulai meminum kopi itu.
Kevin menahan rasa mual karena tidak suka dengan yang namanya pahit. Ia menutup mata sambil meminum kopi hitam tanpa gula sedikit-dikit.
"Albert lanjutkan ceritamu" ucap Chloe sambil memakan cake di depannya.
"Baik nyonya" ucap Albert.
#Flashback On
Albert waktu itu berumur 6 tahun dan mempunyai adik perempuan berumur 4 tahun. Mereka adalah keluarga yang hidup berkecukupan dan sangat harmonis.
Daddynya adalah seorang manajer di Nidas Corp sedangkan mommynya adalah seorang ibu rumah tangga. Daddy Albert bernama Samuel Kendrick, mommynya bernama Rosa Kendrick, dan adik perempuannya bernama Sarah.
Hari itu Albert pergi ke sekolah diantar oleh sang daddy, ia mengikuti pelajaran sebagai mana biasanya. Tepat pukul 10:00 sang mommy lalu menjemput dirinya bersama sang adik.
"Mommy" teriak Albert sambil berlari kencang menuju Rosa.
"Hati-hati sayang awas jatuh" ucap Rosa memperingati anaknya.
Albert hanya terkekeh melihat wajah mommynya yang khawatir. Sang adik sendiri sedari tadi tertawa tak sabar menyambut kedatangannya.
"My little sister" ucap Albert mengelus kepala sang adik.
"Kakak Al au ain" ucap Sarah dengan suara cadel.
"Sampai di rumah ya" ucap Albert.
"Ampa uma" ucap Sarah dengan pipi gembulnya.
"Iya little sister" ucap Albert sambil mencubit pipinya.
Rosa lalu mengajak kedua anaknya untuk pulang ke rumah. Sampai di rumah ia mulai memasak untuk makan siang mereka bersama sang suami.
Sebelum jam makan siang suaminya lalu menelpon, Rosa yang melihat nama suaminya segera menjawab panggilan tersebut.
..."Halo sayang"...
"Halo sayang kamu lagi ngapain"
^^^"Baru aja selesai masak sayang"^^^
"Sayang hari ini aku tidak bisa pulang makan siang karena ada masalah penggelapan uang di perusahaan"
^^^"Apa sangat fatal masalahnya" ucap Rosa dengan panik.^^^
"Ya dan semuanya harus bekerja keras untuk mengatasi masalah ini sayang" ucap Samuel dengan suara letih dari seberang.
^^^"Ya sudah kamu ingat makan di sana sayang jaga kesehatanmu" ucap Sarah.^^^
"Iya sayang, bye sayang titipkan salamku untuk putra-putri kita"
^^^"Iya sayang akan aku sampaikan"^^^
"Bye sayang"
^^^"Bye"^^^
Rosa segera mematikan panggilannya, entah kenapa perasaannya tidak enak. Tiba-tiba Albert memegang lengan sang mommy dan mengagetkan Rosa dari pemikirannya.
"Kenapa sayang?" tanya Rosa dengan lembut.
"Daddy tidak pulang mom" ucap Albert.
"Iya ada pekerjaan yang harus daddy selesaikan di kantor jadi tidak sempat makan siang sama-sama" ucap Rosa sambil tersenyum.
"Apa sangat banyak pekerjaan daddy mom"
"Iya sayang kalau besar nanti pasti Albert mengerti" ucap Rosa.
"Iya mommy"
"Ayok kita makan"
"Let's go mommy"
Ketiganya lalu makan siang bersama dan menghabiskan waktu sampai malam. Tepat pukul 10 malam Samuel pulang dengan wajah letih dan lesu, Rosa segera menyiapkan air hangat dan makanan untuk sang suami.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
Selesai makan keduanya lalu segera naik ke ranjang. Samuel yang masih kepikiran masalah perusahaan tidak bisa menutup matanya. Rosa yang tahu hal tersebut lalu bangun melihat suaminya.
"Ada apa sayang"
"Sepertinya aku dijebak sayang"
"Maksudnya" ucap Rosa dengan bingung.
"Ada yang menjebak aku di perusahaan dan bilang aku yang menggelapkan dana perusahaan sayang, aku sudah berkata jujur bukan aku tapi tidak ada yang mempercayainya sayang" ucap Samuel dengan frustasi.
Rosa memeluk suaminya mencoba menenangkannya, keduanya saling menguatkan satu sama lain agar tetap kuat menghadapi semua masalah dalam rumah tangganya.
Tanpa keduanya sadari ternyata Albert mendengar pembicaraan keduanya. Albert yang sangat pintar langsung mengetahui akar permasalahan keduanya.
Tiba-tiba pintu rumah mereka di dobrak dari luar sampai hancur. Rumah mereka yang jauh dari tetangga membuat semua orang tak mengetahui kalau rumah mereka baru saja di masuki oleh orang-orang berbadan besar.
Samuel dan Rosa seketika berlari keluar dan kaget melihat banyak orang berbadan besar dan berbaju hitam dalam rumah mereka. Rosa menarik Albert dan menyembunyikannya di lemari samping ruang tengah.
Sedangkan Sarah baru saja ia ingin pergi ke kamar sang anak langsung ditarik rambutnya sampai jatuh. Samuel dan Rosa di tarik dengan kasar menghadap sang majikan yang duduk di sofa.
Albert sangat mengenali kedua orang yang duduk di sofa karena wajah mereka sering muncul di tv dan surat kabar. Mereka adalah Robert Nidas dan putra pertamanya Juan Carlos Nidas.
"Katakan dimana uangku" ucap Robert dengan suara tinggi.
"Apa maksud tuan" ucap Samuel dengan bingung.
"Jangan berlagak tidak tahu kamu yang sudah mengelapkan dana perusahaanku kan" bentak Juan dengan suara tinggi.
"Saya tidak pernah mengambil sedikit pun uang milik perusahaan tuan" ucap Samuel dengan suara tinggi.
Mendengar nada bicara Samuel membuat Juan sangat emosi, ia lalu memukul Samuel dengan brutal. Rosa menangis memberontak melihat suaminya yang dipukul.
"Wah ternyata istrimu cantik cocok untuk menghangatkan ranjangku" ucap Juan sambil menjilat b***rnya.
Samuel semakin emosi mendengar perkataan Juan barusan. Ia lalu bangun dan memukul Juan di perut karena tak terima istrinya dibilang seperti itu.
Juan lalu emosi dan memukul Samuel setelah pengawal memegang kedua tangan Samuel. Robert yang melihat aksi anaknya tersenyum puas, ia lalu melihat Rosa dengan tatapan lapar.
"Bawa dia kemari" ucap Robert sambil menunjuk Rosa.
Rosa di tarik menuju Robert sampai di sana seketika Robert menarik baju tidur Rosa hingga sobek. Rosa berteriak dengan kencang melihat aksi Robert barusan.
"Jika kalian sentuh istriku akan aku sebarkan kejahatan kalian termasuk usah dunia gelap kalian" ucap Samuel dengan emosi.
Robert dan Juan tertawa kencang seakan tidak takut dengan ancaman Samuel. Robert lalu menarik paksa Rosa dan memperkosanya di depan mata Samuel.
Samuel berteriak dan menangis melihat istrinya diperkosa oleh bosnya sendiri. Puas dengan tubuh Rosa lalu ia menyuruh anak buahnya untuk memperkosa Rosa sampai mereka puas.
Tiba-tiba Sarah keluar sambil mengucek matanya karena mendengar suara ribut. Albert yang ingin keluar tidak bisa karena salah satu pengawal berdiri di samping lemari dan menghalangi pintu lemari jika ingin dibuka.
Albert menggelengkan kepala melihat Sarah yang berjalan menuju ke arah kedua orang tuanya. Juan yang memiliki kelainan s**s dan suka berc***a dengan anak kecil melihat Sarah dengan tatapan lapar.
Juan mengangkat Sarah sambil mengelus punggungnya dengan lembut, Samuel berteriak histeris dan memberontak saat melihat putrinya yang masih kecil di perk***a oleh Juan.
Sarah sampai meninggal saat itu juga setelah Juan selesai memp*****a dirinya. Air mata Rosa mengalir dengan deras melihat putri kecilnya dipe****a dengan kejam.
Puas memuaskan hasrat mereka semua Robert lalu menembak Samuel tepat di kepalanya, Rosa memandang ke arah lemari sambil mengucapkan beberapa kata tanpa bersuara.
"Jaga dirimu son mommy love you" ucap Rosa sebelum dia ditembak.
Albert yang melihat keluarganya dibantai habis-habisan di depan matanya terduduk dengan pandangan kosong. Melihat rumahnya sudah sepi ia keluar dari tempat persembunyiannya dengan langkah pelan.
"Mommy, daddy, little sister" ucap Albert dengan tubuh gemetar.
Air matanya jatuh dengan deras dan ia berteriak tak kuasa melihat semuanya ini. Ia berlari keluar menerobos hujan lebat dengan pikiran kosong.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
Saat berlari tiba-tiba Albert jatuh dan pingsan di jalanan, beruntung ada seorang ibu paruh baya yang menolongnya saat hendak pulang dari rumah saudaranya dini hari.
Setelah sadar Albert menjadi diam dan tidak bersosialisasi dengan satu orang pun. Albert sangat dendam dengan keluarga Nidas dan berniat membalas dendam untuk keluarganya suatu hari nanti.
#Flashback off
Chloe menangis mendengar cerita Albert tentang keluarganya. Thomas dan Kevin juga tak kalah dari Chloe keduanya mengeluarkan air mata mereka saat mendengar cerita Albert.
Albert lalu pergi keluar ingin menenangkan diri saat ini. Ia tidak bisa menunjukan kesedihannya pada orang lain saat ini.
Bigbos
"Bos aku ijin pergi menenangkan diri"
Xavier membaca pesan tersebut saat Albert sudah keluar. Di dalam ruang kerja miliknya masih dipenuhi isak tangis dari 3 orang di depannya.
"Kalian berdua pulanglah" ucap Xavier dengan suara dingin.
"Baik bos" ucap keduanya serentak.
Kevin dan Thomas lalu pergi sambil mengelap air mata mereka. Chloe mengangkat kepalanya melihat sekeliling dan tidak menemukan siapa pun selain dirinya dan suaminya.
"Dimana Albert sayang?" tanya Chloe sambil cegukan.
"Buat apa kamu mencarinya sayang" ucap Xavier dengan raut wajah tidak suka.
"Aku kasian dengan Albert nasibnya sangat memprihatinkan" ucap Chloe dengan sedih.
"Dia sudah pergi menenangkan diri sayang" ucap Xavier sambil mencium puncak kepala Chloe.
"Aku benci keluarga mommy" ucap Chloe dengan tatapan benci.
"Heeemmmm"
Xavier lalu mengajak istrinya pergi ke kamar karena waktu sudah menunjukan pukul 23:00. Di helipad milik Xavier di Shine Company Albert berdiri dengan perasaan berkecamuk di dadanya.
"Bos semua sudah siap" ucap anak buahnya.
Albert lalu naik ke helikopter dan menyuruh pilot menuju ke Bandung. Sepanjang perjalanan hanya ada tatapan datar dan perasaan marah di hatinya.
~ Bandung, Jawa Barat ~
Albert mendarat di helipad salah satu hotel bintang 5 disana. Dia lalu keluar dan disambut para pengawal yang selalu siap mengawal ia kapanpun.
Mobil melaju membelah jalanan kota Bandung yang masih ramai. Tak lama mobil yang ditumpangi Albert berhenti di depan rumah bercat putih dengan banyak bunga di depannya.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
Albert lalu mengambil hpnya dan menelpon Mira sang kekasih. Panggilan pertama tidak dijawab pada panggilan ke tiga barulah Mira mengangkatnya.
"Halo" ucap Mira dengan suara serak.
^^^"Aku ada di depan rumahmu"^^^
"Hah"
^^^"Waktumu lima menit honey"^^^
Albert lalu mematikan panggilannya dengan cepat, Mira yang masih belum sadar sepenuhnya memikirkan kata-kata Albert barusan.
Seketika matanya terbuka lebar saat mengetahui maksud dari Albert. Ia berlari keluar dan melihat ada 3 mobil mewah parkir di depan rumahnya.
"Silahkan nona bos sudah menunggu" ucap anak buah Albert.
"Bentar aku tutup dulu pintu rumah" ucap Mira.
Ia lalu berlari kembali masuk ke dalam rumah mengambil hp dan suiter miliknya. Tak lupa ia mengunci pintu rumah, beruntung kedua orang tuanya dan adiknya sedang pergi ke rumah sang nenek di Bogor.
Saat masuk ke dalam mobil Albert menekan tombol sekat dirinya dengan sopir. Mira kaget melihat tatapan mata sang kekasih yang penuh kesedihan saat ini.
"Apa yang terjadi" ucap Mira dengan wajah khawatir.
Albert memeluk tubuh Mira dengan erat menaruh kepalanya di leher Mira. Mira membalas pelukan Albert sambil mengelus punggung kekar milik sang kekasih.
"I need you honey" ucap Albert dengan suara parau.
"Aku ada disini Albert aku akan selalu menemanimu" ucap Mira dengan tulus.
"Heemmmm"
Albert membawa Mira ke hotel terakhir kali mereka menginap. Sampai di dalam ia memeluk tubuh Mira dengan erat di atas ranjang.
"Apa orang tuamu tahu kamu keluar jam segini sayang"
"Ayah sama ibu lagi ke rumah nenek lusa baru mereka balik" ucap Mira sambil melepaskan pelukannya.
Albert melihat sang kekasih dengan tatapan sedih, Mira mengelus pipi Albert dengan lembut. Albert menutup matanya merasakan belaian tangan sang kekasih.
"Apa yang terjadi sayang" ucap Mira dengan lembut.
"Aku suka saat kamu panggil aku sayang" ucap Albert dengan senyum hangat.
Wajah Mira seketika blush dan terpesona melihat senyuman hangat dari Albert.
Ternyata ia sangat tampan jika tersenyum hangat seperti itu, batin Mira.
Albert mencium b***r Mira dengan kelembutan menyalurkan rasa cintanya. Mira pun membalas ciuman Albert hingga napas kedua seperti habis barulah ciuman itu lepas.
"I love you honey" ucap Albert.
"I love you too" ucap Mira dengan malu-malu.
Albert tersenyum bahagia dan kembali mempertemukan b***r keduanya. Malam itu Albert mencium Mira berkali-kali hingga keduanya tertidur.
~ RH Hospital ~
Pada malam hari barulah Laura dan Adam datang ke rumah sakit. Laura menangis dengan histeris mendengar kabar tentang anaknya dari Steven.
"Ini pasti perbuatan keluarga Rahardian terutama Sean" ucap Adam dengan emosi.
"Menurut daddy juga begitu karena waktu itu Queen sempat ke mansion milik Bima" ucap Alan.
"Malam ini juga aku akan ke mansion anak kurang ajar itu" ucap Adam dengan suara tinggi.
"Cukup daddy ini bukan saatnya menyalahkan orang lain" ucap Steven dengan suara tinggi.
"Tutup mulutmu kamu tidak tahu apa-apa!" bentak Adam.
"Jika ada masalah jangan bawa aku dan keluargaku dalam masalah kalian" ucap Steven dengan tatapan tajam.
"Pergi kamu anak tidak tahu diri" usir Adam dengan emosi.
"Aku juga ngak betah disini sama orang kayak daddy yang hanya mikirin harta dan kekuasaan" ucap Steven.
"Dasar anak berengsek sialan" ucap Adam penuh emosi.
Steven lalu mengajak istrinya pulang karena tidak tahan dengan keegoisan keluarganya. Adam lalu keluar diikuti oleh Alan dan Aldo menuju ke mansion milik Sean.
"Akan ku balas kalian semua berengsek" gumam Adam dengan emosi.
...βββββ...
To be continue..................
Jangan lupa vote, like, dan komen yang sebanyak-banyaknya ya guysπβ€