Heartless

Heartless
Episode 53



🌻Jangan membalas kejahatan dengan kejahatan karena kamu akan seperti mereka yang jahat 🌻


.


.


.


.


Sean berdiri di balkon kamarnya sambil memikirkan perkataan papanya barusan.


Flashback on#


Setelah memakai pakaian Sean bergegas menuju ruang kerja papanya. Sampai disana ternyata papanya belum datang, Sean beranjak duduk di sofa menunggu papanya datang.


Tak lama kemudian pintu ruang kerja papanya terbuka, ia melihat tatapan mata papanya yang sedang menahan emosi. Riko lalu masuk diikuti Rio ke dalam ruang kerjanya.


"Ada masalah apa pa?" tanya Sean to the point.


"Hari ini apa yang kamu lakukan Sean?" tanya Riko sambil menatap tajam anaknya.


"Uhmm! Sean di sekolah terus ke apartemen sama Chloe habis itu Sean ngantar Chloe pulang terus ke mansion kakek" ucap Sean sambil mengingat semua kegiatannya hari ini.


"Kamu seharian di mansion kakek"


"Heeem" ucap Sean sambil mengangguk kepala.


"Kamu ngak ngapa-ngapain Chloe kan?" tanya Riko.


"Ya ngaklah pa" bantah Sean dengan cepat.


Riko memikirkan kemungkinan semua yang bisa terjadi saat ini. Apa ini musuhnya atau musuh dari anaknya, Riko melihat ke arah Rio sambil meminta penjelasan lebih tentang hal ini.


Tahu isyarat dari tuannya Rio maju dan menyerahkan map beserta iPadnya berisi hasil penyelidikan anak buahnya barusan.


"Apa yang sebenarnya terjadi pa?" tanya Sean dengan bingung.


"Waktu kamu pulang mobil kamu di ikuti seseorang"


"Apa" ucap Sean dengan kaget.


"Papa sedang menyelidiki siapa yang membuntuti kamu tadi"


Riko mengambil map dan iPad yang diberikan oleh Rio. Setelah membaca hasil penyelidikan anak buahnya ia bisa bernalas dengan lega karena semua ini masalah anak muda dan biangnya adalah anaknya sendiri.


"Sean" ucap Riko dengan tatapan tajam.


"Ada apa pa"


"Kamu kenal dua orang ini" ucap Riko sambil melempar dua foto remaja di depannya.


Sean mengambil dua foto tersebut dan seketika ia kaget karena mengetahui dengan pasti siapa kedua orang ini.


"Tahu pa bahkan sangat kenal" ucap Sean dengan suara dingin.


"Mereka berdua yang sudah membuntuti kamu tadi"


"Serahkan semuanya pada Sean pa biar aku yang selesaikan semuanya dengan caraku" ucap Sean dengan sinis.


"Oke papa serahkan sama kamu tapi ingat jangan sampai ibumu tahu dan lakukan dengan bersih"


"Baik pa" ucap Sean sambil berdiri meninggalkan Riko dan Rio disana.


Melihat anaknya sudah pergi Riko menghela napas dalam karena takut anaknya kenapa-napa.


"Rio tambah penjagaan Sean mulai besok dan usahakan jangan sampai Sean tahu"


"Baik tuan"


Riko memberi isyarat untuk meninggalkannya sendiri. Rio pun langsung keluar untuk kembali ke apartemennya untuk beristirahat, tapi sebelum itu ia memberi perintah untuk menambah pengawalan Sean mulai besok.


Flashback off#


Sean mengeluarkan asap rokok dari mulutnya sambil meremas pagar balkon dengan kuat.


"Justin, Sila tunggu tanggal mainnya kalian berdua akan lihat siapa gue sebenarnya" ucap Sean dengan emosi.


Ya orang yang mengikuti Sean hari ini adalah Justin dan Sila. Mereka ternyata sudah salah memilih lawan kali ini.


Justin yang sudah dendam kepada Sean rela melakukan apa saja untuk membalasnya begitu juga dengan Sila yang sangat membenci Sean dan Chloe.


Dulu memang ia sangat menyukai Sean sampai tergila-gila tapi semuanya berubah pada saat Sean mempermalukannya di depan umum.


Sean mengambil hpnya dan menelpon Mike temannya yang jago hacker. Pada dering ketiga Mike pun menjawab panggilan Sean.


"Halo"


^^^"Gue butuh tenaga loe sekarang"^^^


"Tumben si bos nelpon gue malam-malam" ucap Mike dari seberang.


^^^"Gue mau loe lacak no seseorang"^^^


"Emang siapa yang udah ganggu si bos dingin ini" ucap Mike sambil tertawa.


^^^"Mike" desis Sean dengan emosi.^^^


"Santai bos just kidding"


^^^"Lacak orang yang udah ngirim pesan ke pacar gue"^^^


"Wah sejak kapan bos punya pacar, cantik ngak orangnya bos"


^^^"Bukan urusan loe"^^^


"Jawab aja napa bos"


^^^"Gue kirim nomornya cari sekarang"^^^


Panggilan lalu dimatikan sepihak oleh Sean, Mike yang diseberang sana hanya tertawa karena sudah membuat teman sekaligus bosnya marah.


Ting......


Bunyi pesan masuk dan itu dari Sean yang mengirimkan sebuah no untuk dilacak.


"Lets work" ucap Mike dengan senang.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Pagi hari Chloe bangun dengan keadaan yang sangat kacau. Badannya terasa sangat sakit di bagian belakang dan kepalanya.


Chloe mengingat kejadian kemarin hatinya sangat sakit mendapat perlakuan dari sang mommy. Chloe yang ingin pergi ke sekolah berusaha untuk bangun dari tempat tidur.


"Non butuh sesuatu" ucap bi Rani yang baru masuk ke kamar Chloe.


"Pagi bi, Chloe mau siap-siap ke sekolah"


"Hari ini non ngak usah masuk dulu ya non, keadaan non belum sembuh total"


"Tapi nanti Chloe ketinggalan pelajaran bi"


"Non bibi mohon kali ini saja tolong dengar perkataan bibi, ini semua untuk kesembuhan non" pinta bi Rani dengan memohon.


Melihat hal itu Chloe pun hanya menganggukkan kepalanya. Ia memang harus memulihkan kondisinya sebelum melakukan aktifitas seperti biasa.


"Nanti bibi yang nelpon wali kelas non untuk meminta ijin ya"


"Terima kasih ya bi"


"Sama-sama non kalau begitu non mau apa biar bibi bantu"


"Tolong bantu Chloe ke kamar mandi ya bi"


"Siap non"


Bi Rani dan seorang pelayan membantu memapah Chloe menuju kamar mandi di samping dapur. Sampai di dalam Chloe membersihkan tubuhnya dengan kain di bantu bi Rani karena lukanya tidak boleh kena air.


Selesai dengan ritual paginya Chloe kembali ke kamar dan sarapan. Setelah itu dirinya meminum obat yang sudah di tebus oleh pak Ujang semalam, karena efek obat Chloe kembali tertidur.


Bi Rani keluar dan melaporkan kepada Laura perihal Chloe. Sampai di ruang makan ternyata mereka semua sudah ada di sana.


"Anak itu dimana?" tanya Laura kepada bi Rani.


"Memang Chloe sakit ya mom" ucap Steven.


"Iya dia sakit batin dan tubuh ka" ucap Queen sambil tertawa.


"Maksud kamu apa princess?" tanya Steven dengan bingung.


"Kemarin mommy beri pelajaran ke anak itu supaya tidak nakal" ucap Laura dengan santai.


"Emang apa yang anak itu perbuat sayang?" tanya Adam sambil meminum kopinya.


"Kemarin mommy di telpon sama gurunya kalau ia sakit di sekolah dan banyak pikiran dan guru itu bilang karena mommy tidak menjaganya dengan baik"


"Kurang ajar sekali guru itu!" bentak Adam tidak terima istrinya dikatai seperti itu.


"Tenang sayang kontrol emosimu guru itu sudah dipecat kemarin karena aku udah komplein sama pihak sekolah" ucap Laura sambil tertawa.


"Terus mommy ngasih pelajaran apa sama si Chloe?" tanya Steven penasaran.


"Mommy cambuk dia dan tampar dia sampai pingsan"


"Wah wah wah! Ini baru mommy aku" ucap Queen dan Steven serentak sambil tersenyum.


Mereka semua tertawa bahagia karena sudah bisa membuat Chloe menderita. Bi Rani dan para pelayan melihat mereka dan tersenyum getir tidak menyangka ada manusia seperti mereka ini.


Selesai sarapan mereka semua bergegas keluar dan masuk ke dalam mobil untuk mengantar Queen ke sekolahnya pagi ini. Bi Rani pun mengambil hpnya dan menelpon wali kelas Chloe untuk meminta ijin buat Chloe karena ia sedang sakit.


~ SMA Internasional Cempaka Putih ~


Pagi ini suasana kelas Chloe menjadi riuh setelah informasi yang dibawa Ahmad sebagai ketua kelas. Ia mengatakan kalau Chloe hari ini tidak masuk karena dirinya sedang sakit.


"Kasian banget Chloe pasti sakitnya dari kemarin" ucap Sinta.


"Gimana kalau pulang sekolah kita jenguk aja dia" ucap Ana memberikan ide.


"Gue setuju sama ide loe" ucap Riski.


"Yang lainnya gimana?" tanya Sinta.


"Kita semua setuju" ucap Klara mewakili teman-temannya yang lain.


"Fix kalau gitu gue kabarin dulu Chloe" ucap Sinta sambil mengambil hpnya.


Sinta menelpon Chloe beberapa kali tapi tidak diangkat akhirnya ia pun mengirim pesan kepada Chloe.


Chloe Sahabatku


"Woy"


"Loe sakit ya"


"Balas dong"


"Ntar gue ama anak-anak mau ke mansion loe buat jenguk loe"


"Tunggu kita yaπŸ˜‰"


Setelah mengirim pesan Sinta kembali bercengkrama dengan teman-temannya berhubung guru pelajaran hari ini tidak masuk.


Di ruang berbeda di sekolah yang sama satu keluarga sedang berada di ruang kepala sekolah SMA Internasional Cempaka Putih.


"Jadi ini yang namanya nak Queen?" tanya pak Fredi selaku kepala sekolah.


"Betul pak" ucap Queen sambil tersenyum manis.


"Tenyata putri pak Adam sangat cantik seperti ibunya" ucap pak Ferdi.


"Pak Ferdi bisa saja" ucap Adam sambil tertawa.


"Memang kenyataan loh pak Adam"


"Terima kasih atas pujiannya kepada anak saya pak" ucap Laura.


"Jadi nak Queen ingin bersekolah disini?" tanya pak Ferdi.


"Iya pak kata kakak sekolah ini yang terbaik saat ini" puji Queen sambil tersenyum manis.


"Pilihan nak Queen tepat sekali" ucap pak Ferdi dengan sombong.


"Terima kasih sudah menerima anak kami bersekolah disini pak Ferdi" ucap Adam.


"Berarti Queen ini saudara dong sama Chloe?" tanya pak Ferdi mengejutkan mereka semua.


"Benar pak mereka saudara, tapi hari ini Chloe ngak masuk pak soalnya dia sedang sakit" jawab Laura dengan senyum dipaksakan.


"Wah keluarga Rosemary memang mempunyai bibit yang unggul ya"


"Terima kasih pak atas pujiannya" ucap Adam dengan sombong.


"Nak Queen hari ini bisa mulai sekolah dan nanti silahkan ikut ibu Ani untuk ke kelas ya" ucap pak Ferdi sambil menunjuk sekretarisnya.


"Baik pak kalau begitu saya permisi ya pak" ucap Queen.


"Iya silahkan nak Queen"


Queen pamit kepada orang tuanya dan kepala sekolah, Queen lalu mengikuti ibu Ani menuju ke kelasnya. Selama perjalanan ibu Ani memberitahu beberapa peraturan sekolah dan mengatakan beberapa ruangan yang mereka lewati.


"Nah ini kelas kamu" ucap ibu Ani.


"Saya di kelas IPS 1 ya bu"


"Iya karena menurut nilai akademis kamu sebelumnya makanya kamu ditempatkan di kelas IPS"


"Baik bu terima kasih"


"Iya sama-sama mari saya antar ke dalam"


Queen dan ibu Ani masuk setelah di persilahkan guru untuk masuk. Pada saat masuk semua siswa dan siswi kagum dan terpesona akan kecantikan Queen.


"Ibu tinggal dulu ya" ucap ibu Ani.


"Baik bu"


"Ayo silahkan perkenalkan dirimu" ucap sang guru.


"Hay everyone kenalin nama gue Queen Alexis Rosemary dan biasa di panggil Queen semoga kedepannya kita bisa menjadi teman dekat ya" ucap Queen dengan senyum manis.


"Neng udah punya pacar belom?" tanya Radit siswa yang paling ribut.


"Belum"


"Mau ngak jadi pacar akang neng"


Huuuuhuuu.......


Semua teman-temannya menyoraki nama Radit. Queen hanya tersenyum meski dalam hatinya ingin menampar siswa yang bernama Radit itu.


"Sudah sudah diam semuanya kamu bisa duduk di sebelah Kisti" tunjuk bu guru kepada sang murid yang berada di deretan kedua.


Saat duduk Queen pun berkenalan bersama teman sebangkunya dan mereka kembali mengikuti pelajaran. Di dalam ruang kepala sekolah kedua orang tua Queen pun permisi tapi sebelum itu Adam memberikan amplop kuning kepada pak Ferdi sambil menjabat tangannya.


Pak Ferdi pun menerimanya dengan senang dan mengantar mereka sampai lobby sekolah. Saat di dalam mobil Laura pun membuang nafasnya kasar karena pertanyaan pak ferdi tadi.


"Si tua bangka itu mata duitan juga ya dad" ucap Laura.


"Siapa sih yang ngak senang jika dikasi amplop segede itu mom" ucap Adam sambil mengingat raut wajah pak Ferdi ketika menerima amplop darinya.


"Ya daddy benar semua manusia rendahan itu kalau dikasi uang matanya langsung berbinar-binar"


"Hahahahaha! Dasar orang miskin" ucap Adam sambil tertawa.


Pak Ujang hanya menggelengkan kepala tidak menyangka pemikiran dari kedua majikannya yang merendahkan orang miskin.


Kalian belum merasakan bagaimana jadi orang tidak berpunya. Jika suatu saat kalian merasakannya maka kalian tidak akan menghina orang rendahan seperti kami ini, batin pak Ujang sambil melihat kedua majikannya lewat kaca spion.


...❄❄❄❄❄...


To be continue......


Jangan lupa vote yang sebanyak-banyaknya guys😘❀