
π»Kunci untuk keberhasilan ada pada dirimu sendiri karena kamu sendiri yang tahu seberapa kemampuanmuπ»
.
.
.
.
Setelah mendapat perintah dari sang bos Albert segera mengabarkan kepada anak buahnya untuk bersiap. Mereka akan menyerang balik klan mafia Red Crap karena sudah berani menghancurkan markas devil dragon.
Devil dragon adalah mafia paling terkenal di dunia dan juga mafia paling kejam nomor 1. Meski mereka terkenal dengan kekejaman tapi mafia ini tidak melakukan tindak kriminal atau hal-hal yang merugikan pemerintah dan masyarakat.
Malah devil dragon adalah sekumpulan orang-orang yang membasmi kejahatan dan membantu perekonomian negera yang membutuhkan bantuan mereka. Tak jarang pihak pemerintah dimana saja tidak bisa melawan devil dragon yang diketuai oleh Xavier Arthur Wesly.
Nama asli Xavier sendiri tidak pernah di ketahui oleh klan mana pun karena identitasnya yang tertutup. Bahkan hanya segelintir orang saja yang mengetahui jika Xavier adalah pemimpin dari mafia no.1 di dunia.
Saat mereka sedang membahas masalah di markas tiba-tiba Xavier segera beranjak ke dalam kamar saat mendengar suara muntahan. Sampai di dalam kamar ia mendapati Chloe yang sedang muntah dalam kamar mandi.
"Sayang" ucap Xavier dengan lembut.
Hoekkk......hoekkk.....hoekkkk.......
Chloe memuntahkan semua isi perutnya, seketika tubuhnya menjadi sangat lemas karena terlalu lama banyak muntah pagi ini.
"Apa kita ke rumah sakit saja sayang" ucap Xavier dengan khawatir.
"Jangan sayang aku tidak apa-apa" ucap Chloe.
"Tapi"
"Sayang hal ini wajar karena saat ini aku sedang mengandung anak kita" ucap Chloe memberi penjelasan kepada Xavier.
"Jagoan daddy jangan membuat mommy kesakitan dan lemah ya baby" ucap Xavier sambil mencium perut rata Chloe.
Entah karena apa seketika rasa mual Chloe hilang saat mendengar perkataan suaminya. Chloe tersenyum senang dan menyuruh Xavier untuk memeluknya saat tidur. Xavier lalu melakukan apa yang diinginkan oleh sang istri.
Di kamar lain Mira bangun dan melihat sekeliling dan kaget karena semalam ia ketiduran. Ia melihat pakaiannya dan seketika merasa lega, Mira lalu segera bangun untuk pulang ke kamarnya dan keluarganya.
Beruntung sampai disana keluarganya belum pada bangun jadi ia aman. Mira lalu bergegas membersihkan diri karena badannya sudah lengket dengan gaun yang ia pakai dari semalam.
Tepat pukul 08:00 mereka semua bertemu di restoran resort untuk sarapan. Chloe yang sudah tidak mual berjalan berdampingan dengan Xavier menuju meja makan yang sudah dipenuhi oleh orang-orang terdekatnya.
"Morning semua"
"Morning nyonya, Chloe" ucap mereka semua serentak.
Saat sarapan Chloe yang ingat pertanyaan Thomas waktu di mansion segera bertanya kepada Mira dengan polos.
"Mira loe udah punya pacar belum" ucap Chloe dengan cepat.
Uhuukk.......uhuuukkk.......uhukkkk.......
Seketika Mira terbatuk mendengar pertanyaan dari Chloe. Ia merasa malu jika hubungannya sudah diketahui oleh Chloe.
"Loe ada-ada aja sih pagi-pagi bumil" ucap Mira sambil tertawa menghilangkan rasa malunya.
"Ihh! Jawab aja" ucap Chloe dengan nada kesal.
"Emang kenapa"
"Loe tahu ngak ada seseorang yang suka sama loe" ucap Chloe sambil tersenyum.
Orang tua Mira dan adik-adiknya hanya tersenyum mendengar pembicaraan Mira dan Chloe. Mereka juga penasaran apa Mira sudah ada pacar atau belum karena sampai detik ini juga Mira belum pernah mengenalkan pacarnya.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
"Uhmm! Siapa" ucap Mira sambil melirik Albert.
Albert yang dilirik biasa-biasa saja toh ia tidak mengerti dengan pembicaraan keduanya.
Apa dia ngak cemburu ya saat Chloe bilang kayak gitu, batin Mira yang merasa sedih sampai ia lupa mereka berbicara dengan bahasa Indonesia.
"Tuh yang disebelah Albert" ucap Chloe sambil menunjuk Thomas dengan dagunya.
Mira seketika terbatuk mengetahui siapa yang dimaksud Chloe barusan. Ibu Asmi segera menepuk pundak anaknya agar tidak tersendat dengan makanan yang ia makan.
"Makannya itu pelan-pelan atuh ndok" ucap ibu Asmi sambil menggerutu kesal.
"Maaf atuh bu" ucap Mira.
"Kalian pada ngomong apaan sih aku tidak mengerti" ucap Jeni dengan penasaran.
Mendengar hal tersebut Chloe seketika tertawa memamerkan giginya. Chloe lalu melihat Mira dan menaik turunkan alisnya berniat menggoda Mira.
"Kamu tahu tidak Jeni ternyata ada loh yang suka sama Mira" ucap Chloe.
"Apa siapa?" ucap Jeni dengan wajah penasaran.
Buset deh si Chloe kalau dia ngomong aneh-aneh bisa jadi entar gue yang bakal di beri hukuman sama si kulkas dingin itu, batin Mira.
"Tuh yang di samping Albert"
Jeni lalu melirik Thomas yang duduk di samping Albert seketika matanya ingin keluar. Ia tidak menyangka jika salah satu orang kepercayaan tuan Xavier akan menyukai Mira.
"Jadi tuan Thomas suka sama Mira" ucap Jeni dengan cepat.
Uhuukkk........
Seketika Thomas terbatuk mendengar perkataan Jeni sahabat Chloe barusan. Thomas merasa aura dingin di sampingnya yang ia tahu itu adalah aura Albert yang sudah mulai emosi.
"Maaf nona Jeni tapi saya tidak menyukai nona Mira" ucap Thomas dengan lantang.
"Tapi pagi itu kamu nanya tentang Mira loh, bahkan wajahmu sampai memerah waktu itu iyakan hubby" ucap Chloe sambil meminta dukungan pada suaminya.
"Heeemmmm" deham Xavier mengangguk kepalanya.
Thomas kaget melihat Xavier yang mengangguk kepalanya membenarkan perkataan istrinya. Ia melirik Albert dengan takut dan sesuai prediksinya Albert sedang menatapnya dengan tatapan tajam dan membunuh.
"Uhm! Nyonya waktu itu saya hanya bertanya saja karena penasaran bukan suka" ucap Thomas.
"Udah jujur aja kan waktu itu kamu sendiri yang tanya tentang sahabat nyonya" ucap Kevin tambah memanasi suasana.
"Diam kamu bocah " bentak Thomas.
"Diam" ucap Xavier dengan suara tinggi.
Seketika semuanya diam tidak ada yang berkata apa-apa lagi. Chloe sendiri langsung makan sarapannya karena ia tahu jika sang suami tidak suka jika makan sambil berbicara.
Mira melihat Chloe dengan tatapan takut sambil menunjuk suami sahabat, Chloe hanya menggelengkan kepalanya karena ia juga takut melihat wajah suaminya yang datar dan dingin saat ini.
Mereka semua lalu melanjutkan sarapan dengan diam. Setelah selesai Xavier lalu menyuruh Chloe untuk bersenang-senang dengan Mira dan lainnya sedangkan ia pergi kembali ke resort untuk mengerjakan beberapa pekerjaannya yang penting.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
"Loe sih cari gara-gara waktu sarapan" ucap Mira.
"Ya gue kan penasaran makanya pas liat loe, gue langsung ingat sama ucapan Thomas waktu itu" ucap Chloe membela diri.
"Heemmm! Tapi gue ngak mau sama orang yang loe sebutin tadi"
"Kenapa"
"Ya karena gue udah punya orang yang gue suka" ucap Mira dengan muka merah padam.
"Siapa?" tanya Chloe penasaran.
"Nanti gue cerita ke loe belum waktunya oke" ucap Mira sambil tersenyum.
"Janji ya"
"Iya gue janji"
Keduanya lalu tertawa karena sudah berjanji seperti anak kecil saja. Jeni dan Julian lalu datang menghampiri Mira dan Chloe yang lagi duduk bersantai di taman sekitar resort.
Sedangkan keluarga Mira memilih untuk menjelajah resort tersebut karena sangat penasaran dan ingin berfoto-foto. Berbeda dengan Mira dan lainnya saat ini Albert tengah memukul Thomas di ruang tamu resort bosnya.
"Jangan pernah dekati milikku" ucap Albert dengan suara dingin.
"Never, she is not my type" (tidak akan pernah, dia bukan tipeku) ucap Thomas dengan tegas.
Albert lalu berlalu pergi tapi sebelum itu ia kembali memberi satu bogem kuat di perut Thomas. Thomas seketika memegang perutnya karena tidak tahan dengan rasa sakit akibat pukulan Albert.
"Sialan sakit banget" ucap Thomas dengan pelan.
Ia lalu bangun dan berjalan menuju ruang tengah dimana sang bos berada disana. Sampai disana Kevin melihat tampang Thomas yang seperti menahan sakit.
"Kamu kenapa sakit" ucap Kevin.
"Shut up your fu****g mouth kid" (tutup mulut sialanmu bocah) ucap Thomas dengan kesal.
"Dasar tua" gumam Kevin dengan raut kesal.
Xavier yang melihat ketiganya hanya diam saja karena ia tahu pasti ini ada hubungannya dengan sahabat istrinya. Mereka lalu mulai memeriksa berkas laporan masuk dari kantor pusat dan kantor cabang.
"Bos you must look this" ucap Albert dengan suara dingin sambil menyodorkan iPad kepada Xavier.
Xavier menerima iPad itu lalu mendengarkan isi rekaman yang dikirimkan oleh anak buahnya. Seketika ruangan itu dipenuhi dengan aura yang sangat mencekam.
"Berengsek beraninya mereka ingin membunuh istriku" ucap Xavier dengan suara tinggi.
"Sepertinya untuk saat ini penjagaan nyonya harus di perketat bos" ucap Albert.
"Suruh anak buah kita semuanya berjaga di sekitar mansion tanpa terlihat" ucap Xavier dengan tatapan membunuh.
"Baik bos" ucap Albert.
"Thomas kamu sadap handphone milik Mr. Rosemary mulai sekarang!" bentak Xavier.
"Baik bos"
"Kevin mulai detik ini kamu selalu stand by di samping istriku" ucap Xavier dengan tegas.
"Tapi bos"
"Baik bos" ucap Kevin pada akhirnya.
"Aku akan membunuh siapa saja yang akan mengusik istri dan anakku" ucap Xavier dengan wajah murka.
Ketiganya hanya diam melakukan perintah Xavier karena tidak ingin menjadi pelampiasan kemarahan sang bos saat ini.
~ RM Group ~
Adam dan Laura saat ini tengah berada di ruang kerjanya. Mereka sedang mengecek beberapa berkas kerja sama yang baru saja masuk, tak lama pintu ruang kerja Adam diketuk.
Tok.........tok..........tok...........
"Masuk" ucap Adam dengan penuh wibawa dari dalam.
Seketika pintu terbuka dan masuklah wakil direktur orang suruhan Albert ke dalam. Adam dan Laura melihat orang tersebut dengan tatapan tajam.
"Ada yang bisa saya bantu tuan Kenzo" ucap Adam dengan tatapan sinis.
"Heemmm! Saya ingin menanyakan laporan ini tuan Adam" ucap Kenzo sambil menyodorkan map tersebut.
Adam menerima map tersebut dan kaget melihat isi map tersebut. Itu adalah bukti transaksi dari anaknya dengan jumlah yang sangat besar kemarin.
"Apa anda bisa jelaskan tuan Adam bagaimana dana perusahaan di pakai oleh anak anda" ucap Kenzo dengan tatapan tajam.
"Saya akan mengurus hal ini secepatnya tuan Kenzo"
"Saya tunggu hasilnya tuan Adam" ucap Kenzo.
Kenzo lalu pergi dari ruangan Adam, Adam lalu menelpon anaknya untuk datang ke ruangannya saat ini juga. Laura yang melihat wajah suaminya menjadi emosi langsung mengambil map tersebut.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
Sama dengan Adam istrinya juga terkejut melihat nominal yang dipakai putranya kemarin dengan jumlah yang sangat besar.
"Ada apa daddy" ucap Steven yang baru saja datang.
"Apa-apaan kamu Steven kenapa bisa memakai uang perusahaan sebanyak itu!" bentak Adam dengan suara tinggi.
"Maksud daddy" ucap Steven dengan bingung.
Adam lalu melemparkan map tersebut ke muka Steven. Steven dengan sigap menangkap map tersebut sebelum mengenai mukanya.
Ia lalu melihat isi map tersebut dan mengernyitkan dahinya karena tidak tahu dengan hal tersebut. Ia lalu menatap daddy dan momnynya dengan tatapan bingung.
"Aku tidak pernah memakai uang perusahaan dad" ucap Steven dengan cepat.
"Tapi jelas tertera disitu nama kamu dan kartu debit perusahaan yang kamu pakai Steven" ucap Adam dengan suara tinggi.
"Tunggu kemarin kamu pakai uang perusahaan untuk apa saja" ucap Laura.
"Mommy kemarin kan aku sama kalian di Lombok dan ngak pernah membeli apapun" ucap Steven.
Seketika Adam dan Laura ingat jika kemarin mereka bersama dengan anaknya di Lombok, lalu siapa yang memakai uang tersebut jika bukan anak mereka.
"Steven dimana kartu debit kamu" ucap Adam.
Steven lalu mengambil dompetnya dan melihat isinya tapi tidak menemukan kartu debit milik perusahaan yang ia pegang. Seketika ia ingat jika sebelum berangkat ke Lombok istrinya meminta uang untuk membeli baju dan tas kesukaannya.
"Aku tahu siapa yang memakai uang perusahaan daddy" ucap Steven dengan emosi.
Ia lalu pergi meninggalkan Adam dan Laura yang bingung dengan kelakuan anak mereka. Steven yang sangat emosi segera menuju ke lobby perusahaan untuk pergi ke hotel tempat kerja sang istri.
"Apa yang kamu beli dengan uang sebanyak itu Aurel" gumam Steven dengan emosi.
Ia lalu melajukan mobilnya menuju hotel Sanjaya yang tidak jauh dari perusahaannya. Di dalam ruangan Adam keduanya lalu duduk untuk memikirkan apa maksud Steven.
"Apa Aurel yang memakainya dad" ucap Laura.
"Pasti mom karena hanya dia saja yang di percaya Steven" ucap Adam.
"Dasar wanita matre" desis Laura dengan emosi.
Ia sangat emosi karena Aurel menggunakan uang perusahaan dengan nominal yang sangat besar. Entah untuk apa ia memakai uang tersebut dengan jumlah yang sangat banyak.
Tak lama handphone Adam berbunyi tanda panggilan masuk. Adam melihat jika itu adalah nomor orang yang ia sewa untuk menangkap Chloe.
^^^"Halo"^^^
"Halo bos"
^^^"Bagaimana apa kalian sudah menyelidikinya"^^^
"Gadis itu masih di Lombok bos dan akan kami jalankan rencananya saat ia sudah berada di Jakarta"
^^^"Heemmm! Usahakan jangan sampai ada kesalahan sedikit pun"^^^
"Baik bos"
Adam lalu memutuskan panggilannya sepihak, Laura yang tahu maksud suaminya diam dan menunggu penjelasan dari sang suami.
"Anak pembunuh itu masih di Lombok"
"Jadi dad"
"Kita akan jalankan rencana kita saat ia kembali ke Jakarta sayang" ucap Adam.
"Iya sayang"
Keduanya lalu tersenyum sinis memikirkan Chloe yang sebentar lagi akan kehilangan semua yang ia miliki saat ini. Tanpa keduanya tahu Xavier sudah mengetahui rencana Adam lewat hasil sadap Thomas tadi.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
~ Sanjaya Hotel ~
Steven keluar dengan wajah merah padam karena menahan emosi. Ia berjalan dengan langkah tegap menuju ke ruangan istrinya yang berada di lantai 12.
Brak..........
Pintu dibuka dengan kasar dan mengagetkan Aurel yang sedang meneliti laporan pemasukan hotel mereka. Steven berjalan maju menuju istrinya dengan tatapan mengerikan.
"Sayang" ucap Aurel dengan gugup melihat wajah suaminya yang sedang emosi.
"Bisa loe jelaskan kemana pergi uang sebanyak itu kemarin!" bentak Steven dengan suara tinggi.
Aurel terkejut mendapat bentakan dari suaminya yang baru kali ini membentaknya. Selama berpacaran sampai menikah tidak sekali pun Steven membentak dirinya.
"Aku belanja tas keluaran terbaru kemarin mas" ucap Aurel sambil menunduk.
"Apa" ucap Steven kaget.
"Maaf mas" ucap Aurel.
"Sekarang juga loe balikin tas itu karena uang yang loe pakai itu uang perusahaan dan nominalnya bukan sedikit Aurel" ucap Steven dengan suara tinggi.
"Tapi" ucap Aurel yang langsung dipotong.
"Tidak ada bantahan Aurel dan berikan kartu debit perusahaan" ucap Steven tegas tak mau di bantah.
Aurel mengambil kartu debit yang diberikan suaminya sebelum pergi ke Lombok. Steven menerimanya dan langsung keluar, tapi saat sampai di pintu ia berbalik lagi menuju istrinya.
Steven memeluk Aurel dengan erat karena sudah membentak dan berbicara kasar kepada istrinya tadi. Aurel seketika menangis di pelukan Steven.
"Maaf sayang"
"Hiks hiks...........aku minta maaf juga sayang" ucap Aurel.
"Heemmm! Jangan ulangi lagi karena ini bukan uang aku sayang tolong kamu ngerti"
"Iya mas"
"Kembalikan tas itu dan jangan lupa kirim uangnya ke aku"
"Baik mas"
Steven mengecup kening sang istri dan segera berlalu pergi kembali ke kantor. Aurel kemudian menyuruh sekertarisnya untuk mengembalikan tas yang kemarin ia beli lalu mengirimkan uangnya ke rekening suaminya.
~ Rainbow cafe ~
Saat ini Queen sedang berada di salah satu cafe sedang menunggu seseorang. Tak lama orang tersebut masuk dengan menggunakan topi dan masker hitam menutup wajahnya.
"Siang bos"
"Bagaimana?" tanya Queen to the point.
"Beres bos saat ini ia berada di rumah sakit sebentar lagi pasti sudah mati" ucap orang tersebut.
"Bagus gue suka sama kerjaan loe" ucap Queen tersenyum puas.
"Thank you bos"
Queen lalu menyodorkan amplop coklat yang berisi sisa uang sesuai perjanjian mereka. Laki-laki tersebut tersenyum bahagia di balik maskernya saat melihat segepok uang di tangannya.
"Jika ada kerjaan jangan sungkan hubungi gue bos" ucap orang tersebut.
"Heemmm"
Orang tersebut lalu pergi meninggalkan Queen sendirian disana. Queen seketika tersenyum penuh kemenangan karena sudah berhasil menyingkirkan satu hama pengganggu dalam hidupnya.
"Nikmati penderitaan loe Henki" gumam Queen sambil tersenyum iblis.
Di waktu yang sama dan berbeda tempat tepatnya di rumah sakit kota Henki sedang berjuang di dalam ruang operasi. Kedua orang tuanya kaget mendengar anaknya yang tertabrak truk saat baru pulang dari Lombok.
"Semoga kamu selamat nak mama yakin kamu bisa melewati semuanya ini" ucap sang mama dari Henki di depan ruang operasi.
Suaminya hanya memeluk sang istri memberikan kekuatan meski ia juga hancur dan sedih melihat anaknya yang berada di ruang operasi sedang melawan maut.
...βββββ...
To be continue..............
Jangan lupa vote, like, dan komen yang sebanyak-banyaknya ya guysπβ€