Heartless

Heartless
Episode 122



🌻Terkadang apa yang kita lihat itu bukanlah kebenaran tapi apa yang kita rasakan itu adalah kebenaran🌻


.


.


.


.


Tepat pukul 24:00 malam Sean yang sempat tertidur di kamar Queen seketika tersadar. Ia melihat Queen yang tertidur pulas di sampingnya bangun dengan perlahan-lahan dan berlalu pergi.


Saat di luar Sean segera bergegas menuju kamarnya untuk mengambil hpnya yang tergeletak di atas meja. Sean melihat ternyata ada panggilan dari papanya tadi.


Sean kemudian menelpon papanya tidak perduli sudah jam berapa. Pada dering ketiga barulah papanya mengangkat panggilannya.


"Halo" ucap Riko dengan suara serak.


^^^"Halo pa ada apa tadi nelpon Sean pa" ucap Sean to the point.^^^


"*Son apa di mansion kamu tidak ada jam*?" tanya Riko dengan emosi.


^^^"Ada pa memangnya papa ngak punya jam di mansion? Cih! Orang kaya apa tidak mampu beli jam" ucap Sean mengejek.^^^


"Sean" teriak Riko dengan kencang.


Sean menjauhkan hpnya dari kupingnya karena mendengar teriakan sang papa. Ia sangat kesal karena teriakan Riko telinganya sampai sakit.


^^^"Papa apa-apaan sih teriak segala kuping Sean ngak budeg pa" ucap Sean dengan kesal.^^^


"Dasar anak tidak tahu sopan santun"


^^^"Udah deh pa langsung intinya aja Sean masih banyak urusan" ucap Sean dengan cepat.^^^


"Urusan apa kamu tengah malam"


^^^"Sejak kapan papa kayak ibu-ibu kompleks yang kepo" cibir Sean.^^^


"Sean!" bentak Riko dengan wajah penuh emosi.


^^^"Udah deh pa kalau nelpon ngak penting Sean matiin aja deh"^^^


"Tunggu jangan di matiin papa mau ngomong sama kamu"


^^^"Heeemmm"^^^


"Besok pagi kamu ke markas ada pengganggu kecil yang masuk ke markas"


^^^"Apa kenapa Sean ngak tahu"^^^


"Lah tadi kan papa nelpon mau beritahu tapi kamu ngak ngangkat"


^^^"Besok pagi Sean ke sana pa"^^^


"Papa kira kamu sekarang mau ke sana"


^^^"Sean ada urusan saat ini pa jadi besok aja"^^^


"Memang apa sih urusanmu"


^^^"Sean mau tidur karena capek jadi besok aja"^^^


Sean langsung mematikan panggilannya sepihak tidak mau mendengar teriakan papanya yang bikin sakit telinga. Di mansion Rahardian Riko memaki dan mengumpat Sean karena panggilannya di matikan sepihak.


"Dasar anak kurang ajar besok akan aku beri pelajaran" ucap Riko dengan kesal.


"Mas" panggil Maya yang terbangun karena suara suaminya.


Riko segera melihat ke atas ranjang saat mendengar suara lembut sang istri. Riko lalu naik ke ranjang untuk kembali tidur karena tidak mau membuat sang istri curiga dengan apa yang tadi mereka bicarakan.


"Mas kenapa?" tanya Maya dalam pelukan suaminya.


"Mas hanya kesal karena Sean mematikan panggilan mas sepihak"


"Hahahaha! Mas kan tahu sifat Sean itu 11 12 sama kayak kamu" ucap Maya sambil tertawa.


"Sudah jangan bahas anak itu lagi bikin kesal aja" ucap Riko dengan kesal.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Sean yang mematikan panggilan papanya segera bergegas menuju ruang kerjanya. Sampai di sana ia menelpon anak buahnya yang bertugas mencari keberadaan Chloe selama ini.


"Halo bos"


^^^"Bagaimana apa kalian sudah mendapat kabarnya?" tanya Sean to the point.^^^


"Belum bos tapi ada yang mengganjal bos"


^^^"Apa"^^^


"Sepertinya data nona Chloe ada yang sengaja menghilangkan jejaknya bos karena setiap kali kami menemukan petunjuk maka kami hanya menemukan jalan buntu bos"


Sean berpikir tentang ucapan anak buahnya dan seketika ia menyadari jika selama ini pekerjaan orangnya akan mengalami jalan buntu.


^^^"Coba kamu periksa cctv di restoran xxx jam 9 malam" ucap Sean.^^^


"Baik bos"


Sean mematikan panggilannya sepihak dan menyandarkan badannya pada kursi kerjanya. Saat menutup mata tiba-tiba anak buah Sean mengirim cctv video tepat pukul 09:00.


Sean memutar video tersebut mencari perempuan yang diyakini Chloe, tapi dalam video tersebut muka Chloe selalu tertutup dengan tubuh tinggi seorang laki-laki.


Sampai mereka masuk ke dalam mobil juga wajah Chloe tidak bisa dilihat. Sean segera mematikan video tersebut karena dugaannya salah.


"Berengsek" teriak Sean dengan kesal.


~ Mansion Xavier ~


Pagi ini Chloe bangun dan langsung melakukan aktifitasnya sebagai seorang istri. Dirinya dan Xavier langsung menyantap sarapan di meja makan dalam keheningan.


Chloe yang selalu menyuapi Xavier jika sarapan merasa malu pada semua pelayan yang melihat mereka. Tak lama Albert masuk ke dalam mansion dengan tergesa-gesa.


"Morning bos dan nyonya" ucap Albert dengan cepat.


"Morning Albert ayo sarapan bersama dengan kami" ajak Chloe dengan ramah.


"Terima kasih nyonya saya sudah sarapan" tolak Albert dengan sopan.


"Ada apa kamu sampai tergesa-gesa" ucap Xavier sambil meminum kopi hitamnya dengan perlahan.


"Maaf bos ada masalah gawat di perusahaan kita di Jepang" ucap Albert dengan cepat.


"Apa maksud kamu?" tanya Xavier dengan suara dingin.


Sebelum Albert melanjutkan omongannya Chloe langsung memotong pembicaraannya.


"Sayang habiskan sarapan kamu baru membahas pekerjaan jangan lupa makanan itu penting untuk tubuhmu baby" ucap Chloe dengan tegas.


"Uhmm! Iya sayang" ucap Xavier dengan patuh.


Albert yang melihat bosnya seperti anak kucing yang patuh pada induknya seketika melebarkan matanya.


Apa setelah menikah bos salah makan obat ya, batin Albert.


Xavier dan Chloe segera menghabiskan sarapan mereka dengan cepat. Keduanya langsung berjalan menuju mobil di depan mansion.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Di dalam mobil Xavier langsung bertanya dengan masalah yang di Jepang.


"Katakan" ucap Xavier dengan suara dingin.


Chloe menggenggam tangan Xavier dan tersenyum hangat pada suaminya. Xavier pun tersenyum hangat kepada sang istri.


"Ada yang menggelapkan dana perusahaan sebesar 3 miliar bos dan juga ada yang menjual data proyek kita ke perusahaan lain"


"Cih! Sepertinya ada yang mau main-main denganku" ucap Xavier dengan senyum sinis.


"Sepertinya bos dan karena hal itu omset kita di perusahaan Jepang menurun sampai 50% bos dan saham kita disana anjlok bos" ucap Albert dengan gugup.


"Albert siapkan jet kita pergi sekarang"


"Tapi tender resort kita sekarang di perusahaan Shine bagaimana bos?" tanya Albert.


Xavier seketika mengingat tender yang baru saja dibuat dan tidak bisa meninggalkannya begitu saja. Chloe yang melihat hal tersebut segera mengeluarkan pendapatnya.


"Kamu pergilah sayang biar perusahaan di sini aku yang urus" ucap Chloe dengan tenang meski takut suaminya menolak idenya.


"No baby kamu akan ikut aku"


"Sayang please perusahaan kamu di Jepang permasalahannya bukan sepele sedangkan disini aku masih bisa menghendelnya" ucap Chloe.


"Tetap aku tidak mengizinkannya baby" ucap Xavier dengan tatapan tajam.


"Sayang aku ingin mulai menjalankan pembalasanku biarkanlah aku disini dan kamu bisa menyuruh pengawal selalu mengikuti aku kemanapun sayang, please" ucap Chloe mengeluarkan jurus andalannya.


Xavier membuang mukanya ke arah samping tidak mau melihat wajah permohonan sang istri yang bisa membuatnya tak berdaya. Chloe kesal karena pasti ia gagal meyakinkan Xavier.


Sampai di perusahaan keduanya langsung masuk ke dalam perusahaan berjalan bersama diikuti oleh Albert dan para pengawal. Semua karyawan menunduk memberi hormat kepada atasan tinggi mereka.


Sampai di dalam ruangan Xavier ia segera mendudukkan tubuhnya di kursi kebesarannya. Xavier menatap sang istri bersama 2 orang kepercayaannya dengan tatapan tajam.


"Albert siapkan jet kita berangkat ke sana 3 jam lagi" ucap Xavier.


"Baik bos"


"Thomas kamu disini temani istriku selama ia di perusahaan" ucap Xavier dengan tatapan tajam.


"Baik bos"


"Sayang kamu masuk ke kamar sekarang" ucap Xavier dengan suara lembut.


Chloe segera beranjak ke kamar karena ia yakin Xavier akan memberi semua petuah kepadanya saat mereka sendiri saja. Melihat sang istri sudah masuk ke dalam kamar seketika aura dalam ruangan tersebut berubah.


"Thomas selama aku pergi kamu menjadi pengawal Chloe dan jangan biarkan 1 laki-laki menyentuh seujung rambutnya dan yang paling penting jauhkan dia dari mantannya itu" ucap Xavier dengan tatapan membunuh.


"Siap bos"


"Suruh Kevin untuk selalu bersama denganmu dan kalian berdua yang akan menjaga istriku"


"Siap bos"


"Baik bos"


"Kamu tahu apa yang harus kamu persiapkan Albert"


"I know bos"


^^^》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》^^^


Xavier lalu berjalan menuju kamarnya untuk menemui sang istri. Xavier masuk ke dalam dan langsung memeluk tubuh Chloe dari belakang sambil melihat pemandangan luar dari sana.


"Baby aku akan sangat merindukanmu" ucap Xavier.


"Aku juga sayang tapi ingat selama disana jangan dekat dengan satu perempuan pun" ucap Chloe sambil menatap tajam Xavier.


"Aku tahu sayang dan kamu ingat jangan dekat dengan satu laki-laki pun jangan pakai pakaian yang terlalu terbuka, jangan keluyuran, dan jangan pergi tanpa seijinku baby" ucap Xavier dengan tatapan tajam.


"Iya sayang tapi apa boleh aku minta sesuatu?" tanya Chloe dengan penuh harap.


"Apa itu baby"


"Aku ingin membuka akun instagram ku lagi, aku ingin menunjukkan pada semuanya kalau aku sudah kembali" ucap Chloe dengan suara dingin.


"Heemmm! Aku akan memantaumu dari sana sayang dan jangan lupa kirimkan email dan password kamu ke akun aku baby" ucap Xavier dengan datar.


"Iya sayang"


Xavier memeluk Chloe dengan erat menghirup aroma tubuh sang istri yang menenangkannya. Xavier mencium bi**r Chloe dengan lembut tapi lama-kelamaan ciuman itu berubah menjadi kasar dan menuntut.


Chloe seketika teringat jika pagi ini dirinya kedatangan tamu bulanannya itu. Chloe mendorong tubuh Xavier karena suaminya sudah tidak bisa dikontrol lagi.


"Kenapa sayang" ucap Xavier dengan suara serak.


"Aku tidak bisa sayang tamu bulananku muncul hari ini"


"Sayang tidak ada seorang pun disini jadi jangan membohongiku" ucap Xavier dengan mata tajam.


Chloe menepuk keningnya sendiri karena merasa sangat lucu dengan suaminya saat ini.


"Baby i mean my period" (maksud aku menstruasi sayang) ucap Chloe sambil mengelus rahang Xavier.


"What" teriak Xavier dengan suara kencang.


"Sayang kenapa harus teriak segala sih"


"How long baby" (berapa lama sayang)


"5 days baby" (5 hari sayang)


Seketika wajahnya berubah menjadi kesal memikirkan lamanya tamu bulanan sang istri. Xavier segera masuk ke dalam kamar mandi untuk menuntaskan hasratnya yang sudah bangun.


Chloe sangat kasian kepada sang suami tapi mau bagaimana lagi ini sudah menjadi kewajiban setiap perempuan pada setiap bulan.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Selang 40 menit Xavier keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk sepinggang. Chloe langsung bergegas mengeringkan rambut suaminya.


Xavier lalu memakai pakaiannya di depan sang istri. Chloe berbalik menghadap ke arah lain karena masih belum terbiasa dengan tingkah baru suaminya.


"Kenapa baby"


"Tidak apa-apa sayang"


"Ingat jangan pernah lupa semua yang sudah kukatakan sayang"


"Iya suamiku yang posesif"


"Heeemmmmm"


Tepat pukul 11:00 pagi Xavier segera berangkat bersama Albert menuju ke bandara. Xavier menyuruh Chloe untuk tidak mengantarnya ke bandara, Chloe hanya mengiyakan saja perkataan suaminya.


"Albert katakan pada semua pengawal untuk menjaga istriku 24 jam" ucap Xavier dengan aura membunuh.


"Baik bos"


Di dalam ruangan Xavier hanya ada Chloe, Thomas dan Kevin. Chloe melihat keduanya dengan datar karena belum akrab bersama keduanya.


"Thomas, Kevin pastinya kalian sudah mendapat petuah dari suamiku kan" ucap Chloe.


"Betul nyonya" ucap keduanya serentak.


"Mohon bantuan kalian berdua ya karena aku masih belum tahu semua tentang suamiku" ucap Chloe.


"Baik nyonya"


"Thomas jadi besok kita akan adakan rapat dengan kedua perusahaan yang memenangkan tenderkan?" tanya Chloe.


"Iya nyonya dan kata bos nyonya yang akan memimpin rapat tersebut" jawab Thomas.


"Heeemmmm! Mari kita buat sesuatu yang seru besok" ucap Chloe.


"Maksud nyonya?" tanya Kevin dengan kepo.


"Besok sepertinya ada pertunjukan seru dan pastinya kamu sudah tahu kan Thomas" ucap Chloe dengan senyum penuh arti.


"Sudah nyonya dan itu semua larangan paling utama dari bos! Hehehehe" ucap Thomas sambil cekikan.


"Ya aku tahu pasti suami arogan ku itu sudah memperhitungkan apa yang akan terjadi besok! Hahahaha" ucap Chloe sambil tertawa.


Thomas dan Kevin seketika tertawa mendengar nama Xavier yang disebut suami arogan. Menurut mereka itu sangat tepat karena memang kenyataan bos mereka sangat arogan.


Waktu tak terasa berlalu dengan cepat, Chloe pagi ini bangun dan memakai setelan kerjanya celana kain panjang dan blouse pink corel dengan model sabrina.


Rambut panjangnya dibiarkan tergerai bebas dan tak lupa high hells hitam setinggi 5 cm. Chloe mengambil hpnya dan melakukan video call dengan sang suami.


Pada dering kedua wajah tampan suaminya sudah terpampang jelas di layar hpnya.


^^^"Morning hubby"^^^


"Morning too baby you look so beautiful"


^^^"Kamu bisa saja sayang"^^^


"Apa yang kamu lakukan baby"


^^^"Aku sedang bersiap ke kantor dan sekarang mau turun kebawah untuk sarapan"^^^


"Ingat pesanku semua baby"


^^^"Iya sayang semangat kerjanya baby jangan lupa makan"^^^


"*Kamu juga sayang aku meeting dulu ya baby*"


^^^"Iya sayang I love you hubby"^^^


"I love you too baby"


Xavier segera mematikan panggilannya untuk berangkat ke ruangan meeting. Chloe sampai di ruang makan dimana sudah ada Thomas dan Kevin disana.


"Selamat pagi nyonya" sapa Kevin dan Thomas.


"Selamat pagi" ucap Chloe dengan senyum manis.


"Pak Max saya ingin pancake saja" ucap Chloe saat pak Max menaruh toast untuknya.


"Baik nyonya"


Ketiganya langsung menyantap sarapan dengan diam. Setelah sarapan ketiganya langsung menuju ke kantor dengan mobil mewah Xavier.


Thomas bertugas menjadi sopir selama kepergian Xavier dan sekaligus pengawal Chloe meski sudah ada Mike yang bertugas mengawal Chloe.


Sampai di perusahaan Chloe turun dan masuk ke dalam dengan langkah pasti. Aura jiwa kepemimpinan serasa menguar dari tubuh Chloe, semua karyawan yang mengetahui posisi Chloe lebih tinggi dari mereka segera menunduk memberi hormat saat bertemu.


"Thomas suruh Mike untuk mengawal di ruang kerjaku karena aku rasa sepertinya akan ada yang selalu mencariku" titah Chloe saat di dalam lift.


"Baik nyonya" ucap Thomas.


Thomas segera menghubungi Mike untuk berjaga bersama anak buahnya di lantai atas ruangan kerja Xavier. Ting lift berbunyi dan keluarlah mereka menuju ke ruangan kerja Xavier.


"Selamat pagi nyonya dan tuan-tuan sekalian" ucap Manda.


"Pagi juga" balas Chloe dengan senyum manis.


Chloe berlalu masuk ke ruangan sang suami diikuti dengan Thomas dan Kevin. Kevin yang tak tahu mau buat apa hanya memainkan game di hpnya.


"Bocah periksa berkas itu dari pada kamu main game tidak jelas" ucap Thomas sambil melemparkan berkas ke arah Kevin.


"Cih! Dasar pemarah aku ini seorang dokter bukan pekerja kantoran"


"Aku dengar bocah dan aku tahu hal itu"


Chloe tertawa melihat Thomas dan Kevin yang seperti kucing dan tikus yang akan selalu berantem dimana pun. Tak lama pintu diketuk dari luar Chloe langsung menyuruh untuk masuk.


"Permisi nyonya sudah saatnya meeting di lantai 39" ucap Manda.


"Baik terima kasih Manda"


"Sama-sama nyonya"


"Heeemmm"


Chloe, Thomas, dan Kevin segera bangkit menuju ke ruangan meeting di lantai 39. Sampai disana Mike segera membuka pintu untuk ketiganya masuk ke dalam.


Di dalam ruangan sudah ada perwakilan perusahaan bersama asisten dan sekretaris mereka masing-masing. Tak lupa Rangga Liem dan sekretarisnya juga ada disana.


"Perkenalkan ini Nyonya Chloe yang akan memimpin rapat ini sekaligus dialah yang menjadi pimpinan di proyek ini" ucap Rangga.


Sean seketika terkejut melihat gadis yang selama ini dicarinya berdiri di hadapannya saat ini. Tubuh Sean kaku, perasaannya campur aduk melihat Chloe yang muncul di depannya.


...❄❄❄❄❄...


To be continue.....................


Jangan lupa vote, like, dan komen yang sebanyak-banyaknya ya guys😘❀