Heartless

Heartless
Episode 86



🌻Selalu bersyukur dengan apa yang kamu punya saat ini karena kamu tidak akan tahu kapan semuanya itu akan hilang🌻


.


.


.


.


Semalam suntuk Chloe memaksa Xavier pulang ke mansionnya. Dirinya tidak ingin dicap sebagai perempuan murahan yang menerima laki-laki untuk nginap di apartemennya tanpa ada ikatan apapun.


Meski tidak akan ada yang memprotes hal itu karena budaya disana yang bebas, tidak mempengaruhi pendirian Chloe. Chloe sangat menjunjung tinggi kehormatannya sebagai perempuan.


Xavier yang diusir dari apartemen Chloe harus pulang ke mansion miliknya sendiri. Dirinya sangat kesal tapi tetap saja melakukan apa yang dikatakan oleh sang kekasih.


Tepat pukul jam 06:00 pagi Xavier sudah tiba di dalam apartemen Chloe. Dirinya masih sangat merindukan sang kekasih dan sebenarnya Xavier tidak bisa beristirahat dengan tenang jika belum melihat Chloe sampai ia yakin Chloe tidak akan menghilang lagi.


Tanpa Chloe sadari ternyata selama ini Xavier selalu saja dihantui pikiran jika Chloe akan pergi menghilang dari hidupnya seperti kejadian 3 tahun lalu.


Xavier masuk ke kamar Chloe dan mendapati sang kekasih yang masih berada di bawah selimut. Xavier perlahan mendekat dan duduk di tepi ranjang Chloe.


"Hey baby wake up" ucap Xavier dengan lembut.


Chloe tidak membuka matanya sedikit pun, tiba-tiba Xavier tersenyum mendapat ide untuk mengerjai sang kekasih.


Xavier mencium wajah Chloe semuanya dan bahkan ia mencium bi**r Chloe dengan lembut. Xavier terus saja mencium Chloe sampai Chloe merasa ada benda lembut yang menempel di bibirnya.


Chloe membuka matanya perlahan dan kaget melihat Xavier yang tengah mencium bi**rnya dengan lembut. Chloe meronta dan mendorong Xavier tapi tenaganya kalah dengan Xavier.


Xavier tersenyum puas di sela ciumannya karena berhasil membuat sang kekasih terbangun. Xavier kemudian melepaskan ciumannya dan tersenyum manis menatap Chloe.


"Good morning baby" ucap Xavier dengan suara serak.


Dirinya menahan gairah yang seketika bangun karena melihat wajah Chloe yang seperti sudah pasrah di bawahnya. Xavier menekan kuat gairahnya yang mulai terbangun.


"Xavier" ucap Chloe dengan suara parau.


Seketika pertahanan Xavier runtuh mendengar suara indah Chloe, dirinya kemudian mencium Chloe dengan lembut tapi lama-kelamaan berubah menjadi menuntut.


Chloe membuka mulutnya ingin mengatakan sesuatu tapi dengan cepat Xavier memasukan lidahnya ke dalam dan bermain disana hingga puas. Karena terbawa nafsu Xavier tak sadar jika dirinya sudah membuat tanda bekas ciuman di leher Chloe.


Chloe seketika sadar dan mendorong Xavier dengan cepat. Xavier lalu buru-buru masuk ke dalam kamar mandi untuk menetralkan hawa panas dalam dirinya.


Chloe sendiri bangun dan merapikan penampilannya yang berantakan. Ia akui ia sempat terbawa suasana tadi tapi beruntung ia segera sadar dan mendorong Xavier menjauh.


30 menit Xavier keluar dengan hanya memakai handuk di pinggangnya, Chloe yang melihat hal tersebut langsung membuang pandangannya ke arah lain. Chloe langsung masuk ke kamar mandi untuk menghindar dari Xavier.


Xavier yang melihat tingkah Chloe yang malu hanya tersenyum bahagia. Dirinya kemudian menyuruh Albert untuk membawa pakaiannya ke tempat Chloe.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Xavier sudah memakai pakaian yang dibawa olah Albert, kini dirinya sedang berada di ruang TV menunggu Chloe yang sedang bersiap di kamarnya.


Tak lama Xavier mendengar hp Chloe yang berbunyi, ia mencari dari mana bunyi tersebut dan menemukannya di dalam tas milik Chloe di dekat TV.


Xavier mengambil hp Chloe dan menghidupkan hp Chloe yang berbunyi dari tadi. Seketika rahangnya mengeras melihat no baru yang mengirim pesan kepada Chloe.


Chloe yang baru keluar dari kamar menatap Xavier dengan bingung karena saat ini Xavier sedang menatap tajam dirinya.


"Kamu kenapa sayang?" tanya Chloe dengan perasaan gugup.


"Bisa kamu jelaskan ini" ucap Xavier dengan nada geram sambil menunjukan layar hp Chloe.


Chloe melihat hpnya yang menampilkan pesan dari sang manajer. Chloe seketika tahu kalau saat ini Xavier tengah menahan rasa cemburunya.


"No itu terus mengirim pesan ke aku dari kemarin dulu malam" ucap Chloe dengan santai.


Dirinya berjalan menghampiri Xavier dan berdiri di depan Xavier sambil menyentuh wajah sang kekasih.


"Kenapa kamu tidak cerita Chloe" ucap Xavier dengan geram.


"Aku ingin memberitahukan saat kamu pulang tapi semalam aku lupa sayang, kamu bisa melihat respon aku di pesan itu" ucap Chloe dengan lembut.


Xavier manarik Chloe hingga ia terduduk di pangkuannya, Xavier lalu membaca pesan yang dikirimkan orang tersebut yang mengakui dirinya adalah Ayub sang manajer di tempat magang Chloe.


"Jangan bilang ini orang yang waktu itu kamu cerita?" tanya Xavier dengan tatapan tajam.


"Iya sayang aku tidak tahu dari mana ia bisa dapat nomor aku yang pasti aku thu merasa harus menghindar darinya sayang"


"Aku akan selidiki orang tersebut dan ingat jangan dekat sama pria lain terutama senyum kepada mereka" ucap Xavier dengan tegas.


"Iya sayang"


Chloe sudah tahu jika kekasihnya ini sangat posesif akan dirinya. Tapi entah mengapa Chloe sangat menyukai hal tersebut.


Chloe dan Xavier lalu berangkat untuk sarapan sebelum menuju tempat magang Chloe. Setelah sarapan Xavier mengantar Chloe ke tempat magang tapi sebelum itu mereka berdebat dengan sengit di dalam mobil.


Chloe sudah tahu jika ia akan diceramahi oleh sang kekasih karena meminta diturunkan agak jauh dari perusahaan Smith. Tapi dengan bujukan dan rayuan dimana Chloe akan menuruti semua keinginan Xavier akhirnya Xavier pun luluh.


Saat keluar dari mobil Chloe sedikit menyesal karena sudah berjanji akan menuruti semua keinginan Xavier.


"Bodoh banget gue kalau Xavier minta yang aneh-aneh gimana" ucap Chloe sambil memukul keningnya.


Xavier yang sedang dalam mobil tersenyum bahagia, dirinya seakan mendapat hadiah yang sangat disukai. Xavier sudah memikirkan hal apa yang akan diminta olehnya.


Xavier tertawa licik setelah memikirkan ide gilanya. Dirinya sangat penasaran bagaimana wajah kesal Chloe saat akan melakukan apa yang ia mau.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


1 bulan kemudian


Hari berlalu dengan cepat tanpa terasa sudah 1 bulan Chloe magang di perusahaan Smith. Selama sebulan pun Chloe selalu saja menghindar jika dirinya berpapasan dengan sang manajer.


Chloe sendiri sudah memblokir no Ayub dari hpnya karena itu semua diminta oleh Xavier. Mengingat nama Xavier, Chloe sendiri pusing dengan tingkah manja sang kekasih.


Karena omongannya waktu itu Xavier selalu meminta hal-hal yang aneh untuk dilakukannya. Bagaimana tidak Xavier menyuruh untuk memijitnya, menyuapinya makan waktu mereka di restoran bahkan tidak mau melepaskan Chloe hanya sedetik saja jika bertemu.


Alasannya kangen dan pengen dimanja, Chloe merasa seperti sedang merawat bayi besar saja. Meski kesal tapi dirinya tetap melakukan semua yang diminta oleh sang pacar.


Tak lama hpnya berbunyi tanda panggilan masuk dari sahabatnya Mira.


^^^"Halo"^^^


^^^"Tapi gue ngak thu" ucap Chloe sambil menahan tawa.^^^


"Ih! Chloe kamu kok gitu sih" ucap Mira dengan kesal.


^^^"Gimana magang loe baik-baik aja kan?" tanya Chloe.^^^


"Loe tahu ngak Chloe kerjaan gue di sini thu banyak banget bahkan gue sampai ngak sanggup lagi"


..."Ya kok gitu sih semangat dong jangan ngeluh terus"...


"Hadeh karyawan di sini thu semuanya pada galak dan seenaknya sama anak magang tahu ngak"


^^^"Yang benar?" tanya Chloe dengan kaget.^^^


"Iya Chloe semua disini thu sombong banget apa lagi karyawan cewek. Idih galaknya minta ampun deh" ucap Mira dengan menggebu-gebu.


^^^"Kasian loe ya"^^^


"Emang ditempat loe gimana?"


^^^"Di tempat gue enak banget bahkan semua karyawannya thu baik banget sama gue"^^^


"Beruntung banget ya loe"


^^^"Jalani aja kan tinggal sebulan lagi magangnya"^^^


"Benar apa kata loe"


^^^"Heemmmmm"^^^


"Chloe ntar malam ketemuan yuk" ajak Mira dengan cepat.


^^^"Mau ketemu dimana?" tanya Chloe.^^^


"Ya di cafe aja buat nongkrong udah lama ngak ketemu sama loe"


^^^"Oke deh nanti kirim alamat cafenya"^^^


"Oke Chloe nanti gue kirimin alamatnya"


^^^"Heemmm"^^^


"Ya udah Chloe gue balik kerja lagi ya bye"


^^^"Bye Mira"^^^


Chloe pun mematikan panggilannya dan berlalu pergi ke ruang kerjanya, tanpa Chloe sadari ternyata Ayub sedang berdiri di belakang tembok pilar dan mendengar semua percakapan Chloe barusan.


"Malam ini aku akan mendapatkan kamu sayang" ucap Ayub sambil tersenyum sinis.


Ayub kemudian berjalan keluar dari tempatnya berdiri setelah melihat Chloe sudah masuk ke dalam ruang kerjanya. Ayub segera pergi menuju ruangannya di lantai 12 dengan suasana hati gembira.


~ Cafe Aldabaran ~


Chloe yang sudah mengabari Xavier jika dirinya akan bertemu Mira di cafe Aldabaran segera bergegas pergi. Tepat pukul 19:00 Chloe sudah sampai di depan cafe tersebut.


Chloe melihat nama cafe yang tertulis diatasnya sambil melihat pesan dari Mira. Ya mereka berjanji untuk bertemu di cafe ini, Chloe bersyukur karena cafe ini tidak terlalu jauh dari apartemennya.


Kring........


Bunyi lonceng di pintu masuk tanda ada yang masuk atau keluar. Chloe masuk dan langsung mengedarkan pandangan ke sekeliling cafe.


Pandangan Chloe tertuju kepada 3 orang yang sedang bercanda gurau. Mereka adalah Mira, Jeni, dan Julian, Chloe langsung saja bergegas menghampiri sahabatnya.


"Hay guys" sapa Chloe dengan senyum tipis.


"Akhirnya kamu datang juga" ucap Mira.


"Heeemmmm" deham Chloe dengan datar.


"Hay Chloe udah lama ya tidak ketemu" ucap Julian dengan senyum manis.


"Hay Julian" ucap Chloe dengan wajah datar.


"Aku thu kangen banget sama kamu" ucap Mira sambil memeluk Chloe dengan erat.


Chloe hanya tersenyum geli melihat tingkah Mira saat ini. Mereka kemudian memesan makanan sambil bercanda gurau melepas rindu karena sebulan tidak bertemu.


Tidak jauh dari mereka ternyata Ayub sedang mengawasi Chloe dengan tatapan tajam dari luar. Dirinya tersenyum sinis karena hari ini ia harus berhasil menjalankan rencana yang sudah ia rencanakan selama sebulan.


Tak terasa waktu berlalu dengan cepat dan sudah menunjukan pukul 22:00 malam. Julian pun mengajak mereka semua pulang lalu mengantar mereka masing-masing pulang.


Saat sampai di parkiran Julian melihat kalau ban mobil depannya pecah. Julian pun meminta maaf karena tidak bisa mengantar mereka pulang.


Chloe, Jeni, dan Mira pun akhirnya pulang dengan taksi yang mereka pesan meninggalkan Julian disana yang menunggu jemputan dari temannya.


Entah kenapa saat hampir tiba di apartemen Chloe seketika taksi yang ditumpanginya mogok. Chloe yang melihat apartemennya tidak jauh memutuskan untuk turun dan berjalan kaki saja.


Chloe keluar dan berjalan menuju apartemennya, saat di jalan Chloe merasa ada yang mengikutinya dari belakang tapi saat berbalik ia tidak melihat seorang pun disana.


Chloe berjalan dengan cepat tiba-tiba langkah kaki terasa mendekat dibelakangnya, Chloe hendak lari tapi naas tangannya ditarik dan seketika pandangannya kabur karena mencium obat tidur dari sapu tangan yang ditutup di hidungnya.


Orang itu langsung saja mengangkat tubuh Chloe dan membawa Chloe ke mobil yang tidak jauh dari sana. Mobil itu langsung bergegas melaju dengan kecepatan tinggi.


Ayub membuka topeng yang ia pakai saat sudah melajukan mobilnya, dirinya tersenyum seperti iblis melihat Chloe yang tertidur di kursi belakang.


"Malam ini kamu akan menjadi milikku sayang" ucap Ayub sambil menjilat bibirnya sendiri.


Tanpa Ayub sadari ternyata ada 2 mobil yang mengejarnya dari belakang. Xavier yang baru selesai menjamu kliennya di restoran terkenal seketika memukul meja di depannya sampai terbelah dua saat mendapat panggilan dari anak buahnya.


"Lacak keberadaan Chloe sekarang Albert!" bentak Xavier dengan muka merah padam yang siap meledak karena emosi.


Xavier berjalan keluar dari restoran dengan aura membunuh. Dirinya sangat emosi dan siap membunuh orang yang sudah berani menculik gadisnya.


...**❄❄❄❄❄...


To be continue**..........


Jangan lupa vote, like, dan komen sebanyak-banyaknya ya guys😘❀