
π»Aku sama sekali tidak pernah menyesali diamku tapi aku berkali-kali menyesali bicarakuπ»
.
.
.
.
Pagi itu Chloe mengantarkan suaminya berangkat kerja bersama-sama dengan baby Xander. Sebelum berangkat Xavier tak lupa mengingatkan semua perintahnya.
Chloe hanya memutar bola matanya malas karena tiap pagi harus mendengar semua aturan suami posesifnya. Jika tidak di kamar berarti saat berangkat di depan mansion ia harus mendengar semua larangan itu.
"Aku tahu sayang sudah berangkat sana sayang" ucap Chloe.
"Aku pergi dulu baby" ucap Xavier sambil mencium kening dan b***r Chloe.
"Da da da da da" celoteh baby Xander.
"Daddy pergi dulu jagoan kamu sama mommy di rumah ya" ucap Xavier sambil mencium Xander berkali-kali.
Bayi mungil itu terus tertawa saat Xavier menciumnya. Xavier lalu berangkat bersama Thomas dan pengawalnya ke perusahaan, Chloe melambaikan tangannya mengantar kepergian suaminya ke perusahaan.
"Pak Max tolong bawakan permainan Xander ke taman belakang" ucap Chloe.
"Baik nyonya" ucap pak Max.
Chloe hari ini ingin mengajak sang anak untuk bermain di luar mansion. Ia ingin baby Xander tidak bosan terus menerus bermain di ruang permainan sekalian mengenalkan dunia luar kepada sang anak.
~ Wesly Group ~
Xavier dan Thomas tiba di perusahaan tepat waktu. Saat keluar semua pengawal dan karyawan menunduk memberi hormat kepada Xavier, Xavier di ikuti Thomas berjalan dengan tatapan dingin dan datar.
Keduanya lalu naik ke lift khusus Xavier menuju lantai 98. Di dalam lift Xavier mulai bertanya mengenai Albert yang sedang berbulan madu.
"Kapan Albert akan pulang" ucap Xavier dengan sura dingin.
"3 hari lagi bos" ucap Thomas.
"Apa rumah yang disiapkan Kevin sudah jadi?" tanya Xavier.
"Sudah bos"
"Katakan pada Kevin untuk membuat surprise kepada Albert dan istrinya saat kepulangan mereka"
"Apa kita akan menyambut mereka di rumah mereka bos?" tanya Thomas dengan cepat.
"Heemmmm"
Ting........
Bunyi lift telah sampai di lantai 98, Xavier keluar diikuti oleh Thomas dengan langkah tegap. Ketiga sekertaris utama berdiri dan memberi hormat kepada tuan mereka.
"Selamat pagi tuan" ucap ketiga sekertaris utama dengan serentak.
Seperti biasa sapaan mereka tidak di pedulikan oleh Xavier dan Thomas. Keduanya lalu masuk ke dalam ruangan Xavier untuk membahas beberapa pekerjaan.
"Kabari istri berengsek itu untuk bertemu 3 hari lagi di kantor" ucap Xavier dengan suara dingin.
"Baik bos"
"Jam berapa meetingnya" ucap Xavier sambil meneliti berkas di depannya.
"2 jam lagi bos"
"Majukan 1 jam lagi meetingnya"
"Baik bos"
Thomas lalu pamit keluar dan memberitahu kepada sekertaris Xavier untuk mengabari kepada semua direktur, jika meeting kali ini di majukan 1 jam lagi dari sekarang.
Thomas segera pergi ke ruangannya untuk melakukan perintah Xavier barusan. Tak lupa ia mengabari Kevin mengenai kejutan untuk Albert dan Mira 3 hari lagi.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
~ Roma, Italia ~
Katy sangat senang saat Thomas mengabarinya tentang ajakan Xavier untuk bertemu 3 hari lagi. Ia sangat berharap bisa bertemu dengan cucunya meski hal itu mustahil.
"Robert semoga aku bisa bertemu dengan anak Sintia kali ini" ucap Katy dengan penuh harap.
"Sampaikan maafku jika kamu bertemu dengannya" ucap Robert dengan suara lemah.
Kondisi Robert menurun drastis sejak Xavier menyuntikan racun ke tubuh Robert. Berbagai cara sudah Johan lakukan untuk menyembuhkan kondisi sang daddy tapi hasilnya sama saja.
Semua dokter tidak bisa mengidentifikasi racun apa yang ada di tubuh Robert. Bahkan saat melakukan tes darah tidak ditemukan adanya racun dalam tubuh Robert.
Johan akui jenis racun yang di berikan Xavier waktu itu jenis racun yang paling mematikan dan berbahaya. Ia tahu jika ini adalah racun yang biasa digunakan oleh kelompok mafia devil dragon kepada musuh mereka.
Katy menatap suaminya dengan tatapan sulit diartikan, ada rasa sedih dan emosi bercampur jadi satu. Ia sangat membenci perbuatan suami dan anaknya tapi ia juga tidak bisa membohongi dirinya jika mempunyai perasaan iba dan cinta kepada Robert.
"Aku akan berusaha meminta penawar racun untukmu" ucap Katy.
"Jangan biarkan saja aku seperti ini karena ini semua adalah karma untuk perbuatanku di masa lalu" ucap Robert sambil meneteskan air mata.
Katy menangis mendengar perkataan suaminya, ia tak sanggup harus melihat suaminya hidup seperti ini setiap hari. Johan yang hendak masuk ke dalam kamar orang tuanya mendadak tidak jadi karena mendengar percakapan keduanya.
"Aku harus menemani mommy ke sana" ucap Johan dengan pelan.
Ia tidak mau kehilangan keluarganya lagi atas semua perbuatan daddy dan kakaknya. Johan segera memberitahu asistennya untuk mempersiapkan pesawat mereka untuk berangkat besok ke California.
~ California, Los Angeles ~
Waktu berlalu dengan cepat tak terasa hari ini Katy Nidas yang ditemani anaknya Johan akan datang ke perusahaan Xavier. Sejak pagi Xavier bersama dengan Chloe dan baby Xander sudah datang ke perusahaan.
"Jam berapa mereka akan tiba sayang" ucap Chloe dengan penasaran.
"1 jam lagi sayang" ucap Xavier sambil mengelus kepala sang istri.
"Aku akan melihat dari balik pintu kamarmu sayang"
"Heemmmm"
Xavier tahu jika istrinya belum mau bertemu langsung dengan keluarga kandungnya. Chloe memang sudah memaafkan perbuatan mereka tapi belum bisa bertemu langsung dengan mereka.
"Sebentar sore kita akan ke rumah Albert" ucap Xavier dengan lembut.
"Hah! Sejak kapan Albert memiliki rumah sayang?" tanya Chloe dengan kaget.
"Kevin membantu Albert mencari rumah untuk mereka sebagai kado pernikahan karena tidak selamanya mereka akan tinggal di apartemen baby"
"Benar juga sih sayang" ucap Chloe sambil mengangguk kepalanya.
Xavier lalu mulai mengerjakan pekerjaannya yang tertunda. Sesekali ia melihat istri dan anaknya yang sedang main mobil-mobilan di karpet dekat sofa.
Xavier senang karena anaknya tidak seperti bayi lain yang bermain sambil berteriak-teriak. Baby Xander seperti duplikat Xavier yang tidak suka dengan kebisingan dan keributan.
Sejam berlalu Chloe segera mengendong baby Xander menuju kamar pribadi Xavier. Awalnya bayi itu memberontak tidak mau tapi Chloe berhasil membujuk sang anak dengan mengatakan jika ada banyak mobil sport di dalam sana.
Mata baby Xander berbinar-binar saat mendengar ucapan sang mommy. Seperti dia sudah bisa mengetahui ucapan sang mommy barusan.
"Bos mereka sudah tiba" ucap Thomas.
"Suruh mereka masuk" ucap Xavier dengan suara dingin.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
Xavier menatap kedua orang di depannya dengan tatapan tajam dan dingin. Sejak mereka masuk ia belum berbicara satu kata pun membuat Katy dan Johan gugup berhadapan dengan Xavier.
"Jadi ada apa kalian ingin bertemu denganku" ucap Xavier dengan suara dingin.
"Sebelumnya maaf kami sudah menganggu waktu anda Mr. Wesly, kedatangan kami kesini ingin meminta belas kasihan anda" ucap Katy dengan gugup.
Xavier mengangkat alisnya sebelah bingung dengan ucapan Katy barusan. Chloe yang melihat dari celah pintu juga bingung dengan tujuan kedatangan mereka.
"Ternyata betul wajahnya sangat mirip dengan mommy" gumam Chloe dengan suara pelan.
Chloe sesekali melihat baby Xander yang sedang bermain dengan antusias. Bayi itu tidak perduli dengan keadaan sekitar jika sudah berhubungan dengan mainan kesukaannya.
"Apa maksud anda nyonya Nidas?" tanya Xavier.
"Aku meminta belas kasih Mr. Wesly untuk suamiku" ucap Katy dengan suara tegas.
Hahahahaha......
Seketika tawa Xavier pecah di dalam ruangan tersebut. Ia tak menyangka jika Katy Nidas akan datang bertemu dengan dirinya hanya untuk orang berengsek seperti Robert Nidas.
"Ternyata anda sangat mencintai suami berengsek anda ya nyonya Nidas" ucap Xavier dengan sinis.
"Jangan hina daddyku" ucap Johan dengan emosi.
Xavier tersenyum sinis melihat wajah Johan yang sudah emosi. Melihat hal tersebut Johan ingin memukul Xavier tapi beruntung di tahan oleh sang mommy.
"Bukannya memang betul apa yang aku ucapkan mengenai si berengsek itu tuan muda Nidas" ucap Xavier dengan suara dingin dan tatapan membunuh.
Nyali Johan seketika menciut merasakan tatapan tajam Xavier yang seperti pedang. Ia akui daddynya memang orang yang sangat berengsek dan biadap tapi ia tidak terima jika nama sang daddy di hina.
"Aku tahu suamiku adalah orang yang sangat berengsek tapi biar bagaimana pun dia adalah orang yang aku cintai.......hiks hiks hiks" ucap Katy sambil menangis.
"Cih! Merepotkan" ucap Xavier dengan suara dingin.
Seketika Johan, Thomas, dan Chloe kaget melihat apa yang dilakukan Katy saat ini. Johan tak menyangka sang mommy akan berlutut di depan Xavier untuk belas kasihnya kepada sang daddy.
"Mommy apa yang mommy lakukan" ucap Johan dengan kaget.
"Hiks hiks.......aku mohon padamu Mr. Wesly tolong sembuhkan suamiku sudah cukup ia menderita selama ini. Aku sangat mengetahui kondisinya sebelum anda memberikan racun ke tubuhnya, suamiku sudah menderita sejak kematian putri tercinta kami ia menyalahkan dirinya sendiri atas semuanya dan aku tahu bagaimana sakitnya suamiku menanggung itu semua........hiks hiks hiks" ucap Katy sambil berderai air mata.
Chloe yang memiliki hati tulus tak kuasa menahan air matanya. Ia akui memang ia sangat membenci keluarga sang mommy tapi ia bukan Tuhan yang akan mengadili orang yang sudah berbuat jahat.
Chloe menatap suaminya dengan derai air mata, Xavier tahu jika Chloe memintanya untuk memberikan penawar racun kepada Robert Nidas.
Aku tahu kamu akan memintanya sayang, batin Xavier dengan gusar.
"Aku mohon Mr. Wesly tolong sembuhkan suamiku dari racun itu" ucap Katy dengan memohon.
"Sampai kapanpun aku tidak akan memberikan si berengsek itu penawarnya biar dia bisa merasakan sakitnya seumur hidup!" bentak Xavier dengan suara tinggi.
Katy Nidas tetap memohon agar Xavier menolong suaminya tapi jawaban Xavier tidak berubah sedikit pun. Xavier lalu menyuruh Thomas untuk membawa mereka keluar karena ia sudah tidak ingin berbicara lagi.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
Melihat keduanya sudah keluar Chloe membuka pintu kamar dengan kuat. Xavier menatap sang istri yang sedang menangis dengan serba salah.
Xavier bangun menghampiri Chloe dan memeluknya mendiamkan sang istri. Chloe menangis tak menyangka Xavier tidak memberikan penawarnya.
"Hiks hiks hiks.........kenapa kamu tidak memberikan penawarnya sayang.......hikks hiks hiks?" tanya Chloe sambil menangis.
"Itu balasan untuk dia dan keluarganya baby" ucap Xavier dengan suara tegas.
"Aku mohon hubby sudah cukup ia menderita jangan ada lagi dendam keluarga kita aku mohon" ucap Chloe dengan memohon.
Xavier menarik napasnya kasar melihat istrinya yang menangis. Xavier bingung apa yang harus ia lakukan karena di satu sisi ia masih dendam kepada mereka tapi di satu sisi istrinya meminta memberikan penawar racun kepada Robert.
Baby Xander melihat kedua orang tuanya dengan kening berkerut. Xavier tersenyum hangat melihat sang anak yang menatap mereka berpelukan dengan bingung.
"Da da da da da" celoteh baby Xander.
Chloe melepaskan pelukannya sambil mengelap air mata karena melupakan sang anak. Ia segera berjalan menghampiri sang anak yang mengeluarkan tangannya meminta di gendong.
"Sepertinya apa yang di bilang istriku benar sudah cukup memberi mereka pelajaran" gumam Xavier dengan pelan.
Xavier lalu mengambil hpnya dan menghubungi Mike. Pada dering kedua Mike segera menjawab panggilan sang bos.
"Halo bos" ucap Mike dari seberang.
^^^"Antarkan penawar racun si berengsek Nidas kepada istrinya" ucap Xavier dengan suara tegas.^^^
Chloe seketika tersenyum mendengar ucapan sang suami. Ia lalu berdiri dan berlari memeluk Xavier dengan erat sambil mengendong baby Xander.
"Baik bos"
^^^"Perintahkan anak buahmu di Italia untuk mengawasi keluarga itu"^^^
"Baik bos"
Xavier lalu mematikan panggilannya sepihak. Chloe berterima kasih kepada sang suami karena sudah menuruti keinginannya barusan.
"Terima kasih hubby" ucap Chloe dengan senyum manis.
"Iya sayang"
Xavier lalu mengambil alih baby Xander dan menggendongnya, Chloe sangat senang karena Xavier sudah mengikuti kemauannya tadi.
Terima kasih hubby atas semuanya yang kamu lakukan untuk aku dan Xander, batin Chloe penuh syukur.
Mike yang di beri perintah oleh Xavier segera menanyakan lokasi Katy Nidas. Ia segera beranjak bersama anak buahnya menuju apartemen Juan di Kingdom Apartment.
"Apa ini" ucap Katy saat Mike menyerahkan sebotol cairan bening.
"Penawar untuk suami anda" ucap Mike dengan suara dingin.
"Terima kasih sampaikan pada Mr. Wesly aku sangat berterima kasih.......hiks hiks" ucap Katy sambil menangis terharu.
"Itu untuk terakhir kali dan jangan pernah menampakan wajah kalian di depan bosku"
"Apa aku bisa bertemu dengan cucuku" ucap Katy dengan cepat.
"Sepertinya anda tidak tahu sifat bosku nyonya meski kalian sudah mendapat penawarnya bukan berarti kalian bisa menemui nyonya kami" ucap Mike dengan suara tegas.
"Baiklah terima kasih atas penawarnya" ucap Katy.
Katy tahu jika apa yang diucapkannya tadi itu mustahil. Meski ia sangat ingin bertemu dengan cucunya dan memeluknya serta meminta maaf.
Mike segera pergi tak lupa mengabari Xavier jika ia sudah melakukan seperti yang di perintahkan Xavier tadi. Xavier hanya membaca pesan Mike tanpa berniat membalasnya.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
"Hubby" ucap Chloe dengan lembut.
"Heeemmmm"
"Waktunya makan siang sayang"
Chloe sudah menyuruh pak Max membawakan makan siang untuk mereka bertiga. Chloe menyiapkan makan siang buat suaminya dan menyuapi sang anak.
Xavier sangat bahagia mendapat istri seperti Chloe yang selalu mengurus dirinya dan sang anak. Xavier juga sesekali menyuapi istrinya karena sang istri akan lupa makanannya jika sudah berurusan dengan sang anak.
Selesai makan siang Chloe, Xavier, dan baby Xander segera berangkat ke rumah Albert untuk mempersiapkan kejutan mereka sore nanti.
Thomas yang di beri tugas oleh Xavier menghendel perusahaan hanya bisa menarik napas dengan gusar.
Kalau kayak gini terus kapan aku bisa berkencan dengan Valeria, batin Thomas dengan sedih.
...βββββ...
To be continue..............
Jangan lupa vote, like, dan komen yang sebanyak-banyaknya ya guysπβ€