Heartless

Heartless
Episode 35



Suasana malam penutupan pensi sangatlah ramai. Bahkan siswa-siswi dari sekolah lain juga ikut hadir memeriahkan acara sekolah SMA Internasional Cempaka Putih yang setiap tahunnya digelar sangat mewah dan meriah.


Chloe saat ini sedang bercanda ria bersama teman-teman sekelasnya sedangkan Sean sedang bersama dengan tim basketnya. Tiba-ada ada yang memanggil Chloe dari belakang.


"Hay Chloe" ucap Arif menyapa Chloe dari arah belakang kursi yang Chloe duduki.


Mendengar namanya disebut Chloe berbalik ke belakang dan melihat siapa yang memanggilnya.


"Hay Arif kan" ucap Chloe dengan senyum manis.


"Gue kira loe udah lupa nama gue" ucap Arif sambil tertawa.


"Gue ingat kok nama loe"


"By the way boleh gabung ngak" ucap Arif sambil melirik teman-teman Chloe yang sedang memperhatikan mereka.


"Boleh kok sekalian kenalan sama teman sekelas gue"


"Hay kenalin nama gue Arif dari SMA 50 Jakarta Barat" ucap Arif memperkenalkan diri kepada teman-teman Chloe.


"Kenalin nama gue Klara" ucap Klara yang langsung menyodorkan tangannya ke Arif.


Semua teman-temannya hanya menggelengkan kepala melihat kelakuan salah satu teman mereka. Arif kemudian menjabat tangan Klara sambil tersenyum manis yang seketika membuat Klara terpesona.


"Bro maklum aja ya teman gue ngak tahan kalau lihat bening dikit" ucap Riski.


"Santai aja bro" ucap Arif.


Mereka semuanya kemudian asyik bercerita sambil berkenalan satu persatu. Dari tempat Sean saat ini ia melihat kearah sang kekasih dimana ia mengenali ada salah satu anak basket yang pernah ia lawan.


Sean pun bersama sahabatnya berjalan menghampiri tempat sang kekasih.


"Sayang" ucap Sean sambil memeluk Chloe dari belakang dan mencium pipinya.


Chloe merasa terkejut dengan tindakan Sean barusan. Beruntung ia tidak berteriak kalau tidak ia pasti akan sangat malu.


"Chloe thu pangeran loe udah jemput" ucap Riski menggoda Chloe.


"Ka udah selesai sama anak basket lainnya" ucap Chloe sambil melihat ke arah Sean dan tidak menanggapi ucapan Riski.


"Udah sayang" ucap Sean sambil melihat ke arah samping Chloe dimana ada Arif.


Chloe yang melihat arah pandang Sean ke Arif memberitahu kalau tadi Arif datang berkenalan dan bergabung dengan mereka. Ia tidak ingin pacarnya sampai cemburu.


"Heeem" deham Sean dengan singkat dan mengambil tempat di samping Chloe bersama sahabatnya.


"Guys entar ada yang mau ikut kita ngak ke tempat yang lebih ramai lagi" ucap Resa yang langsung mendapat polotan tajam dari Sean.


"Kemana kak" ucap Ana dengan semangat.


"Biasa kayak kemarin dulu thu" ucap Resa sambil mengedipkan sebelah matanya.


"Beb kamu ikut juga ya" ucap Ana dengan nada manja kepada Dito.


Seketika teman-temannya kaget melihat sikap Ana yang sangat manja.


"Pastilah beb dan kamu juga harus ikut" ucap Dito sambil mencubit pipi pacarnya dengan mesra.


"Loe juga boleh ikut kalau loe mau" ucap Sean mengajak Arif.


Arif yang masih dendam dengan Sean menolaknya dengan halus karena ia sudah berjanji untuk tidak membalaskan dendam sepupunya.


Ia takut akan kehilangan kontrol jika terus berada di dekat Sean. Ia yakin Seanlah akar permasalahan Justin bukan Chloe karena ia sudah mengetahui cerita yang sebenarnya dari Justin.


"Ka mau kemana?" tanya Chloe sambil memegang tangan Sean.


"Anak-anak mau lanjut ke club sayang, loe ikut ya"


"Ngak mau ka Chloe ngak pernah ke tempat begituan"


"Kenapa sayang ikut ya" ucap Sean membujuk Chloe agar mau tapi Chloe tetap pada pendiriannya.


Sean pun mengalah mengikuti keinginan sang kekasih dan tidak memaksanya.


Gue salut sama loe Chloe ngak gampang terhanyut ajakan orang, batin Arif yang sempat mendengar pembicaraan Chloe dan Sean.


Sinta yang mendengar kalau Sean akan pergi ke club memutuskan untuk pergi juga. Ia sudah bertekad harus berbicara dengan Sean mengenai ciuman mereka beberapa hari yang lalu.


"Bro gue ngantar cewek gue balik baru nyusul loe pada" ucap Sean ke Resa.


"Oke kita tunggu loe di tempat biasa"


"Heemmm"


Akhirnya acara pensi sekolah mereka selesai tepat jam 21:00 malam mengingat semuanya masih dibawah umur. Sean lalu mengantar Chloe pulang tepat jam 21:30 malam.


"Ka makasih ya buat hari ini"


"Sama-sama sayang hari ini gue bahagia banget" ucap Sean sambil mengelus pipi Chloe.


Sean dan Chloe saling bertatapan dan tiba-tiba Sean memajukan badannya untuk mencium Chloe. Tapi seketika Chloe menoleh ke arah samping dan Sean tidak jadi mencium Chloe.


Aduh gue gugup banget, batin Chloe karena merasa gugup ia pun menoleh ke samping.


Sean yang malu karena gagal dengan aksinya menoleh ke arah samping. Suasana dalam mobil menjadi hening, akhirnya Chloe memberanikan diri untuk pamit keluar.


"Ka hati-hati ya dijalan ingat pulangnya jangan terlalu malam ka" ucap Chloe sambil mencium pipi Sean dan berlari keluar dan masuk ke dalam mansion.


Sean melihat kepergian sang kekasih dengan wajah penuh senyuman. Baru kali ini ada yang bisa mencairkan hatinya yang dingin dari dulu dan Sean kemudian menghidupkan mobilnya ke arah club.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Saat ini di dalam club suasana sangat ramai dengan suara musik yang kencang menyambut para manusia pencinta dunia malam.


Sinta saat ini sedang duduk bersama teman sekelasnya Sari. Teman-temannya yang lain sudah ada di lantai dansa dengan lautan manusia yang menggoyangkan tubuh mereka mengikuti irama musik yang dimainkan DJ.


Tiba-tiba Sean masuk dari arah pintu masuk. Penampilan Sean saat ini terbilang sangat maco karena ia hanya memakai kemejanya saja dengan lengan yang digulung keatas.


Melihat Sean duduk disampingnya Sinta pun berinisiatif untuk membicarakan kejadian beberapa hari yang lalu.


"Maaf ka boleh bicara sebentar" ucap Sinta dengan keras karena suara musik yang sangat kencang.


Sean melirik ke arah Sinta dan ia teringat kalau gadis inilah yang sudah ia cium di lorong club. Sean pun mengangguk kepala dan memberi isyarat mengikutinya.


Sinta dan Sean berjalan menuju arah lantai dua tempat VIP. Tiba di pintu masuk dua orang bodyguard menunduk hormat kepada Sean dan mempersilahkannya masuk.


Sinta dan Sean saat ini sudah berada di salah satu ruangan VIP khusus dirinya dan teman-temannya. Sean menjatuhkan dirinya di sofa dan mengambil sebotol vodka dan menuangnya di gelas.


Sean kemudian meminum vodka itu sambil melihat kearah Sinta yang berdiri di depannya sambil menunduk.


"Loe mau bicara apa"


"Gu...e... mau ba...h...as soal kejadian i...tu" ucap Sinta dengan gugup.


"So what do you want" ucap Sean dengan datar.


"Kenapa ka cium gue waktu itu"


"Loe tahu saat itu gue mabuk"


"Itu ciuman pertama gue ka"


"Terus"


Seketika Sinta menjadi diam tidak tahu harus bicara apa. Sean hanya melihat Sinta dengan tatapan dingin, melihat hal itu air mata Sinta seketika jatuh.


"Gue suka sama loe dari kelas satu" ucap Sinta sambil berteriak dan menangis.


Sean hanya menghela nafas karena tidak suka dengan wanita yang cengeng.


"Terus gue musti suka sama loe gitu"


"Tapi kakak udah ngambil first kiss gue"


Seketika tawa Sean pecah dan ia melihat Sinta dengan tatapan yang sangat tajam. Sean berjalan ke arah Sinta dan memegang dagunya dengan kuat.


"Asal loe tahu sampai kapanpun hanya satu orang saja yang pantas dapat cinta gue dan loe tahu orang itu siapa"


"Tapi gue cinta sama ka Sean dan gue rela ngelakuin apa aja buat kak" ucap Sinta yang sudah terobsesi dengan Sean dan rela melakukan apapun.


Sean melihat hal tersebut dan hanya tersenyum miring. Ia pun melepaskan dagu Sinta dan kembali duduk di sofa.


"Gue bisa dapat ciuman kayak gitu sama cewek manapun bahkan bisa lebih"


Mendengar perkataan Sean, Sinta pun menjadi kaget dan ia berpikir kalau dirinya hanya di permainkan oleh Sean.


"Hahahahhaha........jadi gitu ya" ucap Sinta sambil tertawa karena sudah yakin akan hal tersebut. Ia pun sudah menyiapkan rencana cadangan.


"Gimana kalau Chloe tahu soal ini. Apa ka Sean yakin dia masih mau sama ka Sean"


Sean yang mendengar hal itu menjadi terkejut dan emosi. Ia kemudian berdiri dan mendorong Sinta ke arah pintu dengan sangat kasar.


"Berani loe ngomong gue bakal bunuh loe" ucap Sean dengan mata tajam siap membunuh.


Sinta melihat hal tersebut menjadi sangat takut tapi ia tidak mau kalah dengan Sean.


"Jangan lupa gue sahabat kekasih loe ka" ucap Sinta sambil tertawa sinis.


Benar apa yang ini cewek bilang jika gue bunuh dia dan Chloe tahu ia bakal menjauh dari gue, mending gue ikutin kata cewek ini sambil memikirkan rencana selanjutnya, batin Sean.


"Apa mau loe" ucap Sean dengan sinis.


"Gue mau jadi pacar loe"


"Gue udah punya pacar"


"Gue ngak perduli! Gue tetap mau jadi pacar loe atau" ucap Sinta menggantung ucapannya.


"Terserah loe"


"Jadi malam ini resmi kita pacaran kan ka"


"Hemmmmm" deham Sean sambil melepaskan Sinta dan menghela nafasnya dalam.


Semoga pilihan gue benar, batin Sean.


Sean ingin berbalik tapi di tarik oleh Sinta dan seketika ia sudah men***m bibir Sean. Sinta terus mencium b***r Sean dan terus menggoda Sean dengan memegang dada Sean dan mengelusnya.


Karena tergoda Sean pun membalas ciuman Sinta dengan rakus. Sean me*****t dan mel***t b***r Sinta dengan rakus. Sean kemudian mengangkat Sinta dan membawanya ke sofa.


Ciuman Sean berpindah ke leher Sinta dan meninggalkan bercak keunguan di leher putih Sinta. Sean seperti terbakar napsu saat ini. Kegiatan mereka akhirnya terhenti ketika pintu di diketuk dengan kuat.


Sean bangkit berdiri dan merapikan kemejanya yang kusut dan membuka pintu. Ternyata itu adalah bodyguard sang papa.


"Maaf tuan muda, tuan ada menunggu di lantai 3"


"Heeeemmm"


Sebelum keluar Sean menoleh kearah Sinta dan mengingatkan tentang ucapan mereka barusan. Sinta hanya diam karena dirinya sekarang sudah puas menjadi pacar Sean.


"Loe bakalan hancur Chloe" ucap Sinta dengan senyuman sinis.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Sepasang suami istri dan putra, putri mereka baru saja mendarat dengan jet pribadi mereka di bandar udara Soekarno Hatta. Mereka adalah Adam, Laura, Steven dan Queen.


Mereka tiba di Jakarta sudah pukul 03:40 dini hari kemudian mereka bergegas pergi ke hotel dan berencana besok baru kembali ke mansion.


"Selamat datang di Indonesia Queen Alexis Rosemary" gumam Queen dengan senyum sombong di wajahnya pada saat keluar dari pintu jet.


...❄❄❄❄❄...


To be continue......